<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; Setengah Baya</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/category/setengah-baya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Feb 2010 03:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Seks Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 19:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[ibu menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan ibu rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum melanjutkan Cerita Dewasa saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.
Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melanjutkan <strong>Cerita Dewasa</strong> saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.</p>
<p>Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo.</p>
<p>Langsung aja <a href="http://cerita.modelperawan.com">Cerita dewasa</a> nya ya?<br />
Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku.<br />
”Wah ada tanda-tanda<span id="more-260"></span> sesuatu ini” pikirku<br />
Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe<br />
Malah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya.</p>
<p>Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.<br />
”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku<br />
”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan”<br />
”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya..<br />
”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?”<br />
”ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya<br />
Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya&#8230;<br />
”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.<br />
“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.<br />
“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..<br />
“wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.”<br />
”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi ini<br />
Wuiih&#8230;berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”<br />
Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda itu.Wah pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”&#8230;.yes yes yes<br />
Begitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang.</p>
<p>”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu.<br />
Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinku<br />
Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. (uda abis mungkin yang kiri??) Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini.<br />
”Kamu kenapa Dan??” tanyanya<br />
Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.”<br />
“jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??”<br />
Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?”<br />
”ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.”<br />
Wah bener-bener beruntung ne hari ini&#8230;.”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue.</p>
<p>Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.”<br />
”tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” lanjutnya.<br />
Langsung aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.<br />
”jangan malu Dan&#8230;”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu..<br />
Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. (ukurannya itu lho, manteb gan!!) Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu.<br />
“mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke belakan.wah seru juga ne tempatnya..<br />
“ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya<br />
“mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintaku<br />
Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?<br />
”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?”<br />
Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini.</p>
<p>”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah”<br />
Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.<br />
”masak si mbak?”tanyaku..<br />
”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?”<br />
Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku.</p>
<p>Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku.</p>
<p>”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku<br />
Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis.<br />
” Pelan-pelan Dan&#8230;agak sesak ne rasanya..”<br />
”Dan&#8230;besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!”<br />
”terus Dan&#8230;..”sambil menggigit bibirnya<br />
Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS&#8230;.dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng&#8230;..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun.</p>
<p>”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai.<br />
”Mbak aku mau keluar ne..”<br />
”aku juga Dan, bareng ya&#8230;”pintanya<br />
Aku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi.<br />
”Mbak&#8230;.k&#8230;k&#8230;.aku keluarrrrrrr”<br />
”aku juga dek&#8230;k..k&#8230;”<br />
Crot..Crot..Crot&#8230;Crot&#8230;tumpahlah semua maniku ke dalam vaginanya.ahhh&#8230;..nikmat banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan.<br />
”Makasih ya Dan&#8230;.sensasi ini belum pernah aku dapatkan.”<br />
”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.”<br />
”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini”<br />
”nakal kamu ya Dan!!”<br />
”mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe”<br />
Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh&#8230;..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya&#8230;sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan Didi yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui.</p>
<p>Demikian seks saya dengan seorang ibu menyusui, Seks dengan ibu rumah tangga biasa yang sebelumnya hanya khayalan dan akhirnya menjadi sebuah kenyataan.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">rumah sex</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita sex ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">sex ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita seks ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita dewasa ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">seks ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">my</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita sex rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">seks ibu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">rumah seks</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">rumah cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita sek ibu rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita dewasa rumah tangga</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita sex ibu rt</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita seks</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/">cerita sex dengan ibu rumah tangga</a></ul>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>83</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hangatnya Tubuh Bu Misye</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita stw]]></category>
		<category><![CDATA[memek ibu]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa ibu-ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot stw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya cerita ini adalah cerita dewasa tentang pemerkosaan, tapi karena akhir dari cerita ini si ibu Misye ikut menikmati akhirnya cerita ini kami masukkan dalam kategori cerita setengah baya, dan semoga dapat menjadi pelajaran bagi ibu setengah baya dalam perjalanan, baik itu pulang kantor atau kepasar.
Bu Misye dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja terpaksa [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya cerita ini adalah <strong>cerita dewasa</strong> tentang pemerkosaan, tapi karena akhir dari cerita ini si ibu Misye ikut menikmati akhirnya cerita ini kami masukkan dalam kategori <a href="http://cerita.modelperawan.com/category/setengah-baya/">cerita setengah baya</a>, dan semoga dapat menjadi pelajaran bagi ibu setengah baya dalam perjalanan, baik itu pulang kantor atau kepasar.</p>
<p>Bu Misye dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja terpaksa berteduh karena dia tidak membawa jas hujan. Bu Misye berteduh di sebuah bangunan yang belum jadi namun sudah beratap. Setelah menyandarkan motornya Bu Misye mencari tepat duduk dan ternyata ada sebuah kursi panjang. Pakaian yang dikenakan suadah basah semua, Bu Misye sebelumnya berniat untuk tidak berteduh namun karena hujannya semakin lebat dan disertai angin dan petir maka ia memutuskan untuk berteduh, walaupun dalam hatinya cemas karena hari sudah menjelang gelap namun tanda-tanda hujan akan reda belum muncul.</p>
<p>Belum lama duduk datang seorang pemuda tanggung yang juga akan berteduh. Setelah menyandarkan Tiger yang dipakainya, pemuda itu cepat-cepat masuk ke bangunan yang belum jadi tersebut. Bu Misye pertama agak khawatir dengan pemuda tersebut namun akhirnya kekhawatirannya akhirnya hilang karena melihat penampilannya juga keramahannya. Bu Misye melempar senyum dibalas dengan senyum oleh<span id="more-254"></span> pemuda tersebut.</p>
<p>Pemuda tanggung tersebut berkulit putih bersih dan wajah yang diakui oleh Bu Misye memang tampan. Pemuda tersebut duduk di kursi panjang agak berjauhan letaknya dengan Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Cuma sendirian Bu?&#8221; pemuda tersebut memulai pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Iya Dik&#8221; Bu Misye menjawab.</p>
<p>&#8220;Adik dari mana?&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Dari rumah teman, sedang Ibu sendiri dari mana?&#8221; pemuda itu menyambung.</p>
<p>&#8220;Dari tempat kerja Dik&#8221; Bu Misye menjawab.</p>
<p>&#8220;Koq sampai sore Ibu, memang tidak dijemput oleh suami atau putra Ibu?&#8221; pemuda tersebut kembali bertanya.</p>
<p>&#8220;Ndak Dik.. walau udah tua Ibu berusaha sendiri lagian anak-anak Ibu udah berkeluarga semua&#8221; Bu Misye menyahut.</p>
<p>&#8220;Eh Adik masih kuliah kelihatannya, nama Adik siapa biar enak kalau manggilnya&#8221; lanjut Bu Misye, walau dalam hatinya dia agak bingung kenapa harus bertanya namanya.</p>
<p>&#8220;Iwan Ibu, masih kuliah semester pertama, nama Ibu?&#8221; jawab pemuda tersebut.</p>
<p>&#8220;Misye&#8221; jawab Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Ibu umurnya berapa koq ngakunya sudah tua?&#8221; Iwan bertanya.</p>
<p>&#8220;Udah hampir limapuluh Dik Iwan&#8221; jawab Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Koq masih keliatan lebih muda dari usia Bu Misye lho?&#8221; lanjut Iwan.</p>
<p>Pembicaraan terhenti sebentar. Baju yang dipakai oleh Bu Misye yang basah secara jelas mencetak buah dadanya yang sekal terbungkus oleh BH hitam yang keliatan sangat menantang di usianya. Rambutnya yang teruarai lurus sebahu tampak basah juga. Kulitnya yang putih tampak titik air yang masih membasahinya. Iwan terus memandangi tubuh yang Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Tubuh Ibu masih bagus lho, Bu Misye tentu sangat bisa merawat tubuh&#8221; tiba-tiba Iwan memecah kesunyian.</p>
<p>Bu Misye agak kaget dengan pertanyaan Iwan. Dia agak tersinggung dengan pertannyan itu apalagi mata Iwan yang tidak lepas dari dadanya. Anak ini ternyata agak kurang ajar.</p>
<p>Belum lagi keterkejutannya hilang, Iwan berkata lagi, &#8220;Tentu suami <a href="http://cerita.modelperawan.com/ngentot-mamaku-sendiri/">Ibu sendiri</a> sangat sengan dengan istri yang secantik dan semolek Bu Misye&#8221; Iwan berkata sambil meremas-remas kemaluannya yang masih dibungkus celananya.</p>
<p>Melihat situasi yang kurang baik itu, Bu Misye tidak menjawab, dia langsung berdiri menuju ke motornya walaupun hujan tampaknya semakin menjadi-jadi. Namun tangan Iwan lebih dulu menyahut tangan Bu Misye. Bu Misye semakin marah.</p>
<p>&#8220;Kau mau apa haa?&#8221; hardiknya.</p>
<p>&#8220;Hujan masih lebat, sedang kita cuma berdua.. saya menginginkan Ibu&#8221; sahut Iwan dengan santainya sambil merangkul Bu Misye dari belakang.</p>
<p>&#8220;Menginginkan apa?&#8221; Bu Misye agak berteriak sambil berusaha melepaskan pelukan Iwan.</p>
<p>&#8220;Menginginkan tubuh Ibu..&#8221; Iwan berkata sambil tangannya beraksi menggerayangi tubuh Bu Misye dari belakang.</p>
<p>&#8220;Jangan Dik Iwan.. apa kamu nggak merasa umurku.. sebaya dengan ibumu&#8221; Bu Misye berusaha untuk mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Justru itu saya suka&#8221; Iwan menyahut.</p>
<p>Tangan kirinya merangkul Bu Misye dari belakang, tangan kananya berusaha menyingkap rok yang dipakai Bu Misye setelah tersingkap ke atas Iwan mengeluarkan penisnya yang sudah keras berdiri. Tak ketinggalan CD yang dipakai oleh Bu Misye dipelorotkan ke bawah.</p>
<p>Tangan Iwan meraba-raba memek Bu Misye yang ditumbuhi oleh jembut yang rimbun. Jarinya berusaha masuk ke lubang kenikmatan Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Dik Iwan.. To.. long.. hentika.. ka.. ka.. ka.. mu nggak se.. harusnya mela.. kuka.. ini.. Dik Iwan Iwan..&#8221; Bu Misye berusaha mengingatkan lagi dengan terbata-bata.</p>
<p>&#8220;Ah.. Jangan.. Dik Iwan.. Ibu.. sudah tua.. ingat..&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Iwan tidak menggubris kata-kata Bu Misye jarinya sudah masuk ke vagina Bu Misye dan bermain-main di dalamnya. Kemudian Iwan berusaha membalikkan tubuh Bu Misye, setelah itu dengan kasar Iwan mendorong tubuh molek itu sehingga jatuh terjerebab ke tanah. Dengan posisi duduk mengkangkang Bu Misye berusaha bangkit lagi dari duduknya. Pahanya yang mulus tersingkap sampai ke pangkalnya. Pakaian bagian atas acak-acakkan tampak sebagian kutang warna hitam yang seolah tak mampu menahan volume buah dada indah Bu Misye.</p>
<p>Belum sempat berdiri Iwan berkata sambil melepaskan celana dan bajunya, &#8220;Bu Misye, anda berteriakpun tak akan ada orang yang mendengar.. tempat ini agak jauh dari rumah penduduk sebaiknya Bu Misye tidak usah macam-macam&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tak kan sudi melayani kamu.. anak muda&#8221; Bu Misye setengah berteriak.</p>
<p>&#8220;Sudah jangan banyak bicara lepaskan pakaianmu.. cepat.. daripada aku menyakiti Ibu&#8221; sahut Iwan sambil melepaskan celana dalamnya, tampak batang kontolnya yang sudah mengacung keras.</p>
<p>Airmata Bu Misye mulai berlinang. Dia merasa sangat ketakutan dan galau hatinya. Dia merasa tak berharga dihadapan anak muda yang pantas menjadi anaknya. Dia juga merasa menyesal berteduh di tempat itu, dia merasa juga menyesali pakaian kerja yang sering ia kenakan. Rok yang terlalu tinggi dan baju yang transparan yang memperlihatkan BHnya yang seakan tidak muat menahan buah dadanya, sehingga membuat para lelaki yang menatapnya seolah menelanjanginya. Namun dalam hatinya berkata juga bahwa baru sekarang dia melihat kemaluan lelaki yang besar, ****** suaminya tidak sebesar itu. Darahnya berdesir kencang.</p>
<p>Belum hilang keterpanaannya sudah dikejutkan oleh suara Iwan lagi, &#8220;Cepatt! Sudah nggak tahan nih..&#8221;</p>
<p>Karena dilanda ketakutan, dengan perlahan tangan Bu Misye melepas satu persatu kancing bajunya. Tampaklah payudaranya yang dibungkus oleh BH hitam.</p>
<p>&#8220;Cepat lepas kutangmu!&#8221; bentak Iwan.</p>
<p>Dalam hati Bu Misye berkata anak muda memang nggak sabaran. Setelah melepas BHnya, tumpahlah payudara Bu Misye yang masih tampak sekal dan menggairahkan, puting susunya yang coklat kehitam-hitaman tampak menantang sekali.</p>
<p>Iwan jongkok di dekat Bu Misye tangannya mulai menggerayangi payudara Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Uh.. ah.. ah..&#8221; rintih Bu Misye ketika tangan Iwan memilin milin putingnya.</p>
<p>Tidak puas memilin-milin mulut Iwan mulai mendarat di pucuk anggur itu. Lidahnya menari-nari dan ketika dihisap keras-keras Bu Misye hanya bisa menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan matanya. Setelah puas dengan buah dada Bu Misye Iwan bangkit kemudian mendekatkan kontolnya yang besar tersebut ke mulut wanita paruh baya yang lemah itu.</p>
<p>&#8220;Hisap.. Bu Misye&#8221; perintahnya.</p>
<p>&#8220;Cepatt!&#8221; bentak Iwan ketika Bu Misye belum juga melakukan apa yang ia kehendaki.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye mengulum batang zakar. Pertama dia melakukan hampir saja dia muntah karena selama hidupnya dia baru melakukan beberapa kali dengan suaminya. Bu Misye seakan tidak percaya apa yang dia lakukan sekarang, dia di tempatnya bekerja adalah orang yang dihormati sedang di kampungnya dia juga orang yang disegani Ibu-Ibu. Namun pada saat ini dia sedang melakukan hal yang jorok hingga tentu kehormatannya sebagai wanita hilang sama sekali.</p>
<p>Iwan dengan kasar memaju mundurkan kontolnya sehingga terdengar suara nyaring menggairahkan. Setelah puas Iwan bangkit lagi kemudian di mengambil posisi ditengah-tengah di antara kaki mulus Bu Misye.</p>
<p>Sambil mengelus-elus kontolnya yang sudah sangat keras, Iwan berkata, &#8220;Bu Misye lebarkan lagi agar lebih mudah&#8221;</p>
<p>Hal yang sangat mendebarkan bagi Bu Misye akan terjadi dengan perlahan Bu Misye membuka lebar kakinya sehingga tampaklah memeknya yang tampak merekah dengan bibirnya yang agak menggelambir. Perlahan dan pasti Iwan menuntun kontolnya memasuki lobang kenikmatan Bu Misye. Iwan merasakan kehangatan memek Bu Misye dan kekencangannya seakan meremas rudal Iwan. Sebaliknya Bu Misye yang sedari tadi dengan berdebar menantikan hal tersebut seakan terhenti detak jantungnya ketika ia mulai ditusuk oleh anak muda ini. Seakan merobek barang paling berharga yang dimilikinya.</p>
<p>Ketika Iwan mulai mempercepat genjotannya tampaknya Bu Misye juga sudah mulai melambung ke awan. Sementara diluar hujan seakan belum mau berhenti. Iwan semakin mempercepat genjotannya. Buah dada Bu Misye tergoncang-goncang kesana-kemari. Bu Misye yang semula pasif sedikit memberi perlawanan dengan menggoyangkan pantatnya. Tangannya mengepal memukul lantai, kepalanya bergoyang menahan hawa birahi yang semakin meninggi.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye tidak kuat menahan cairan yang semula ia bendung-bendung, lobang memek Bu Misye mengerut kencang ketika dia mencapai puncak. Bu Misye malu kenapa dia bisa orgame padahal ia tidak menginginkan itu. Yang lebih membuat dia bertambah malu adalah Iwan seakan mengetahui hal tersebut. Iwan tersenyum sambil terus mempercepat genjotannya. Dalam hatinya dia berkata ternyata kau juga merasakan kenikmatan juga. Dan tampaknya Iwan juga akan sampai ke puncak. Dan terdengar lenguhan panjang Iwan ketika batang kontolnya ia tancapkan dalam-dalam sambil merangkul erat Bu Misye keluarlah cairan sperma membanjiri lobang memek Bu Misye.</p>
<p>Iwan terkulai lemas diatas tubuh <a href="http://cerita.modelperawan.com">telanjang</a> Bu Misye jiwa mereka seolah melayang sejenak.</p>
<p>Setelah itu Iwan bangkit dan mengambil pakaiannya sambil berkata, &#8220;Bu Misye berpakaianlah, tampaknya hujan sudah mulai reda, memek Ibu ueenak sekali, terima kasih ya Bu Misye&#8221;.</p>
<p>Bu Misye menatap Iwan dalam hatinya bercampur antara marah, gundah, galau. Namun satu hal yang dia tidak pungkiri bahwa dia juga menikmati perkosaan yang dilakukan Iwan.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye memunguti pakaian kemudian mengenakannya kembali. Mereka berjalan ke arah motor mereka tanpa bersuara.</p>
<p>Tampaknya hujan sudah reda. Bu Misye menghidupkan mesin motornya, namun ia dihentikan lagi oleh Iwan.</p>
<p>Iwan berkata, &#8220;Bu Misye saya minta maaf akan kelancangan saya, saya tidak bisa menahan gejolak nafsu saya..&#8221;</p>
<p>Bu Misye tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Iwan dengan mata yang berkaca-kaca. Iwan diam kemudian Iwan mendekatkan wajahnya dan ciuman hangat ia daratkan ke bibir Bu Misye. Pertama Bu Misye diam namun akhirnya Bu Misye membalas ciuman tersebut. Lidah mereka saling bertautan. Sejenak kemudian Bu Misye tersadar dan melepaskan ciuman tersebut kemudian melajukan kendaraannya.</p>
<p>Iwan hanya terdiam terpaku kemudian menaiki kendaraannya ke arah yang berlawanan. Bu Misye menerobos hujan rintik-rintik dengan perasaan yang sebenarnya terpuaskan.</p>
<p>Dalam cerita diatas hanya sekelumit dari benang merah nya mengandung cerita pemerkosaan. sekian</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangatnya tubuh bu misye</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita dwsa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">lepas kutangmu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">bu misye</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangat nya tubuh bu misye</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita hangat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">misye daniwan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita dewasa hangat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangatnya tubuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita ciuman hangat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita hangatnya wanita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita ngtot</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangatnya wanita paroh baya</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">081931500432</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita dewasa paroh baya</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">cerita stw</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangatnya tubuh bu misye | cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/">hangatnya tubuh ibu</a></ul>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tante Stella</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris tante]]></category>
		<category><![CDATA[merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante genit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Diceritakan dalam kisah panas ini, adalah seorang pemuda yang awalnya takut berdekatan dengan wanita, namun karena sebuah pengalaman bertemu seorang tante cantik, dia pun akhirnya berani dan bisa kelewat bernafsu dengan lawan jenis. berikut selengkapnya.

Kisah ini berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diceritakan dalam kisah panas ini, adalah seorang pemuda yang awalnya takut berdekatan dengan wanita, namun karena sebuah pengalaman bertemu seorang tante cantik, dia pun akhirnya berani dan bisa kelewat bernafsu dengan lawan jenis. berikut selengkapnya.</p>
<p><img title="Tante Cantik" src="http://www.nangaspace.com/upload/2009-11-16-10-10.jpg" alt="Tante Girang cantik, tante Bugil, tante girang" width="120" height="300" /><br />
Kisah ini berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari<span id="more-235"></span> orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy.</p>
<p>Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.</p>
<p>Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Stella, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Stella adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Stella selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.</p>
<p>Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Stella malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.</p>
<p>Setiap saya selesai mengajar, Tante Stella selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Stella semakin akrab.</p>
<p>Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Stella datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Stella tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.</p>
<p>Ketika Tante Stella memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Stella telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Stella masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam &#8220;BL&#8221; seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.</p>
<p>Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Stella mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.<br />
&#8220;Rud, kamu lugu sekali yah..?&#8221; tanya Tante Stella.<br />
&#8220;Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Yah.. lebih dewasa Dong..!&#8221; tegasnya.<br />
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Stella sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.</p>
<p>&#8220;Rud.. mau kan tolongin Tante..?&#8221; tanya si Tante dengan manja.<br />
&#8220;Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!&#8221; jawab si Tante.<br />
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk &#8220;bercinta&#8221; dengan Tante Stella ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.<br />
&#8220;Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?&#8221; tanya saya sambil bercanda.<br />
&#8220;Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?&#8221; jawabnya.</p>
<p>Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. <a href="http://cerita.modelperawan.info">Tante</a> Stella juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.</p>
<p>Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi&#8217;s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.</p>
<p>&#8220;Wah.. Rud, gede juga nih punya kamu..&#8221; kata si Tante sambil bercanda.<br />
&#8220;Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!&#8221; jawab saya.<br />
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Stella yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.</p>
<p>Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Stella terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.<br />
&#8220;Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Rud..!&#8221; desahnya.<br />
&#8220;Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?&#8221; kata saya.</p>
<p>Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.<br />
&#8220;Ogh.. Rud, pintar sekali yah kamu <a href="http://cerita.modelperawan.info/tag/merangsang/">merangsang</a> Tante..&#8221; dengan suara yang mendesah.<br />
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.</p>
<p>Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Stella sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.<br />
&#8220;Rud.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!&#8221; pinta si Tante.<br />
&#8220;Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?&#8221; tanya saya.<br />
&#8220;Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!&#8221; sambil berusaha meyakinkan saya.</p>
<p>Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.<br />
&#8220;Ahh.. dorong terus Dong Rud..!&#8221; pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.<br />
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p>Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.<br />
&#8220;Oh.. oh.. nikmat sekali Rudy..!&#8221; teriak si Tante.<br />
&#8220;Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!&#8221; kata saya.<br />
&#8220;Sabar yah Rud.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!&#8221; jawab si Tante.</p>
<p>Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.<br />
&#8220;Arghh..!&#8221; teriak Tante Stella.<br />
Tante Stella kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.</p>
<p>Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Stella dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Stella dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.</p>
<p>&#8220;Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?&#8221; kataya sambil tertawa kecil.<br />
&#8220;Agh.. Tante bisa aja deh..!&#8221; jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.<br />
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Stella, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.</p>
<p>&#8220;Um.. dorong lebih keras lagi dong Rud..!&#8221; desahnya.<br />
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.<br />
&#8220;Rud.. mandi yuk..!&#8221; pintanya.<br />
&#8220;Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?&#8221; jawab saya.</p>
<p>Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.<br />
&#8220;Hm.. nikmat sekali jilatanmu Rud.. agghh..!&#8221; desahnya.<br />
&#8220;Rud.. kamu sering-sering ke sini Rud..!&#8221; katanya dengan nafas memburu.<br />
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Stella agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya &#8220;KO&#8221; kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Stella kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.</p>
<p>Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.</p>
<p>Dan setelah kejadian itu, aku menjadi lebih berani dengan cewek, aku merasa aku bisa menjadi lelaki yang umumnya tanpa harus minder dan lain sebagainya, sungguh pengalaman bersama tante merubah keberanianku.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tante nafsu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tante baru</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tante orgasme</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">tante orgasme</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita nafsu tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita orgasme tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">ceritatante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita bersengama</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita dewasa bersama tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita remas payudara</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita bersenggama</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">orgasme tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">cerita tante mandi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">nafsu tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">nafsu tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/">orgasme tante</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Tubuh janda Berjilbab</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Nov 2009 21:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[birahi cewek berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[birahi janda]]></category>
		<category><![CDATA[cewek berjilbab]]></category>
		<category><![CDATA[janda]]></category>
		<category><![CDATA[janda jilbab]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu janda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini adalah cerita dewasa nyata, atau kisah nyata dari seorang pemuda yang beruntung bisa menikmati tubuh seorangn janda beranak satu, janda yang sehari-harinya menggunakan jilbab, membuat sang pemuda lebih bersensasi untuk menikmati permainan panas dengan wanita yang umurnya lebih tua darinya. Berikut kisah lengkapnya.
Neng&#8230;, seperti itulah biasa aku memanggilnya, dia adalah teman sekantorku, seorang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-mbak-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmatnya Tubuh Mbak jamu'>Nikmatnya Tubuh Mbak jamu</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-keponakanku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmatnya Tubuh Keponakanku'>Nikmatnya Tubuh Keponakanku</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut ini adalah <strong>cerita dewasa</strong> nyata, atau kisah nyata dari seorang pemuda yang beruntung bisa menikmati tubuh seorangn janda beranak satu, janda yang sehari-harinya menggunakan jilbab, membuat sang pemuda lebih bersensasi untuk menikmati permainan panas dengan wanita yang umurnya lebih tua darinya. Berikut kisah lengkapnya.</p>
<p>Neng&#8230;, seperti itulah biasa aku memanggilnya, dia adalah teman sekantorku, seorang janda beranak 1 dan umurnya kira2 6-7 tahun lebih tua dariku. Wajahnya biasa saja, tubuhnya mungil dengan ukuran buah dada sedang. Apabila bekerja dia selalu menggunakan kerudung (jilbab), inilah awal ketertarikanku padanya. Perlu diketahui bahwa kadang-kadang aku berfantasi dapat merasakan kehangatan tubuh seorang <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">Cewek berjilbab</a>.</p>
<p>Sebagai seorang janda neng nampaknya sangat haus akan belaian seorang pria, dan tampaknya dia tertarik padaku. Hal ini kuketahui dari pandangannya padaku dan cara dia memperlakukanku. Terkadang ia memandangiku dan berusaha memegang tanganku bila sedang ngobrol berdua dengannya. Sebagai seorang lelaki normal aku senang sekali dengan perlakuan seperti itu, makin hari dia makin dekat denganku, makan siang berdua, pegang2 tangan, bahkan setal beberapa<span id="more-226"></span> lama ia tak segan2 lagi untuk mencium pipiku&#8230;bahkan bibirku.</p>
<p>Suatu hari neng tidak masuk kerja karena sakit, dan karena urusan pekerjaan aku terpaksa harus menemuinya, hari itu aku menghubunginya untuk menyanyakan keadaannya dan bertanya apakah aku dapat bertemu dia karena ada beberapa laporan yang butuh tanda-tangannya. Singkat cerita aku meluncur menuju rumahnya, dalam perjalanan aku membayangkan kira2 apa ya yang akan terjadi nanti?</p>
<p>Aku mengetuk pintu rumahnya beberapa kali, kemudian pintu rumah terbuka dan muncul anak laki2 mengenakan seragam smp, ternyata ia anak neng.<br />
&#8220;eh&#8230;om wrony, masuk om&#8230;&#8221;, sapanya sambil mempersilahkan aku masuk.<br />
&#8220;mama ada de?&#8230;, tadi om sudah telepon dan janji ketemu mama&#8230;&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;ada, mama sedang di kamar, sebentar ya ade panggilkan&#8230;&#8221; jawabnya, kemudian ade melangkah menuju kamar neng dan berteriak &#8220;maa&#8230;.,<br />
ada tamu tuh dari kantor&#8230;om wrony&#8230;&#8221;</p>
<p>Pintu kamar terbuka dan muncullah sosok neng, wajahnya tampak berbeda dari yang sebelumnya kulihat, raut wajahnya sayu, dan perbedaanya adalah karena ia kini tidak mengenakan jilbab. Rambutnya pendek sehingga dengan jelas menampakkan lehernya yang jenjang. Saat itu Neng mengenakan kimono pink bermotif bunga.</p>
<p>&#8220;Ma, aku berangkat sekolah dulu ya&#8230;&#8221; ujar ade sambil mencium tangan Neng<br />
&#8220;Ya&#8230;, hati2 di jalan ya de&#8230;, salam dulu tuh ke om wrony&#8221; ujar neng.<br />
Ade lalu menghampiriku dan berpamitan sambil mencium tanganku, &#8220;Ade pergi dulu ya om&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Ya&#8230;&#8221;, ujarku singkat.<br />
Lalu ia berlalu meninggalkan kami berdua, otakku mulai ngeres&#8230;wah kebetulan nih ade pergi sekolah, jadi aku bisa bermesraan dengan mamanya&#8230;,<br />
namun aku berusaha menahan diri dan berkata &#8220;Gimana neng, udah enakan? maaf ya aku mengganggu, soalnya laporan ini harus masuk hari ini&#8221;<br />
&#8220;Ya..lumayan deh, tapi masih sedikit pusing, mana berkasnya biar aku tandatangani&#8221;, jawab neng sambil berjalan kearahku.</p>
<p>Kami duduk berhadapan, kemudian ia mengambil berkas yang aku sodorkan lalu mulai menandatanganinya. Karena posisi Neng agak menunduk, maka<br />
dengan jelas aku dapat melihat belahan dadanya dari sela2 kimononya yang longgar, dan ternyata neng tidak memakai bra sehingga puting buah dadanya<br />
tampak menonjol. Aku menatapnya tanpa berkedip, ukurannya memang tidak besar tapi bentuknya terlihat masih kencang dan terasa sangat menantang untuk dijelajahi.</p>
<p>&#8220;Hey&#8230;, kamu lagi liatin apa?&#8221;, ujar neng mengagetkan aku.<br />
&#8220;nggak kok, aku sedang memperhatikan tanda tanganmu&#8230;&#8221; kilahku<br />
&#8220;Tanda tangan atau payudaraku?&#8221; kata neng kemudian sambil tersenyum.<br />
&#8220;hehehe&#8230;, itu&#8230;, belahan payudaramu kelihatan sedikit&#8230;, sayang kalau aku melewatkannya&#8230;&#8221;, candaku.<br />
&#8220;ah kamu&#8230;, nih sudah selesai&#8230;&#8221;, ujar neng sambil menyodorkan kembali berkas2 padaku.<br />
&#8220;ya udah aku langsung ke kantor lagi ya&#8230;&#8221; kataku sambil memasukan berkas2 tadi kedalam tas.<br />
&#8220;Nanti dulu dong, kamu kan baru saja datang&#8230;, lagian aku mau minta tolong sedikit nih&#8221;&#8230;jawab neng sambil bergerak mendekatiku dan memegang tanganku.<br />
&#8220;Tolong pijitin aku ya wron, badanku pegal2&#8230;sakit smua.., yaa&#8230;sebentar aja..&#8221; pinta neng sambil menarik tanganku dan bergerak menuju kamarnya.</p>
<p>Bagai kerbau dicocok hidung aku menuruti saja kemauannya, sesampai di kamar dia menarik pinggangku sehingga posisi kami saling berhadap-hadapan<br />
dengan jarak yang sangat dekat, wajahnya berada sangat dekat dengan wajahku lalu kemudian bibirnya tiba2 mencium bibirku, tangannya memegang bagian belakang kepalaku dan menariknya seakan menyuruhku untuk terus mengulum bibirnya. lidahnya bermain-main di mulutku membuat nafsuku perlahan bangkit.</p>
<p>Kemudian aku menarik bibirku dan melepas ciumanku, lalu aku berkata &#8220;katanya mau pijit&#8230;kok malah ngajak cipokan?&#8221;<br />
&#8220;hehehe&#8230;abis aku kangen wron, lagian kita kan jarang2 berduaan gini&#8230;&#8221; ujarnya, kemudian dia menarik tali pengikat kimononya lalu melepas kimononya<br />
membiarkannya terjatuh dilantai, tersembullah kedua buah dada yang tadi kuintip dari luar, dan ia ternyata tidak menggunakan bra, tetapi masih menggunakan cd-nya&#8230;, bentuk tubuhnya sangat ideal, perut yang langsing, buah dada dan pantat yang masih kencang.</p>
<p>&#8220;kamu tadi ngintip ini kan?&#8230;&#8221; katanya sambil menarik tanganku ke buah dadanya, lalu meremaskan tanganku di buah dadanya itu.<br />
&#8220;ayo sekarang liat deh sepuasnya, ga usah ngintip&#8230;hihihi&#8221;<br />
tangan kananku meremas-remas buah dada kanannya dan mulutku dengan sigap menghisap puting kirinya, mencium dan menjilatinya dengan rakus, sementara tangan kiriku mulai bergerak meremas2 bongkahan pantat neng.<br />
&#8220;Sssshhh&#8230;.aahhhh&#8230;&#8221;, neng sedikit merintih ketika aku menghisap puting susunya, lalu tangannya bergerak mencari-cari retsleting celanaku, membukanya, melepaskan ikat pinggangku lalu memelorotkan celana dalamku, otomatis burungku yang telah berdiri langsung menyembul.</p>
<p>Neng merubah posisinya menjadi berjongkok, kemudian ia mencium kemaluanku, menjilati dan menghisapnya&#8230;&#8221;..arrggghhh&#8230; .enak neng&#8221;, aku melenguh keenakan&#8230;<br />
Sambil berjongkok Neng terus mengulum dan menghisap-hisap penisku, sambil tangannya meremas-remas pantatku, sebagai seorang janda nampaknya ia sangat merindukan kontol lelaki, sehingga saat menemukannya seolah ia tak mau berhenti menikmatinya&#8230;</p>
<p>Beberapa saat kubiarkan neng bermain-main dengan senjataku, bahkan aku sangat menikmati permainannya&#8230;, jilatan dan hisapannya membuat nafsuku makin tak terbendung. Aku angkat badannya dan merebahkannya di tempat tidur&#8230;, kini kami bergulat dengan posisi 69, neng berada dibawah terus mengulum dan menghisap penisku, sementara aku menjilati kemaluannya dari luar celana dalamnya yang sudah basah. kutarik cdnya dan neng mengangkat pantatnya keatas sehingga memudahkan aku untuk melepaskan cdnya&#8230;, kujilati klitoris neng dengan perlahan &#8220;ssssshhhh&#8230;.aahhhh&#8230;.&#8221; desahan neng semakin keras ketika kujilati labianya yang sudah amat basah dan berdenyut-denyut, pantatnya bergelinjang kian kemari. Denyutan di memeknya itu makin kuat seiring makin kerasnya desahan Neng, Tak lama kemudian,<br />
“Aaaahhh&#8230;.aaghh&#8230;.oohhhh&#8230; wron&#8230;..&#8221; rupanya neng sudah mendapatkan orgasme pertamanya, kurasakan cairan keluar dari memek neng&#8230;kujilati terus dan terus sehingga tidak ada yang tersisa&#8230;</p>
<p>Aku segera berbalik dan memposisikan kontolku di lubang vagina Neng. Kugesek-gesekan perlahan kepala kontolku di bibir kemaluannya, Neng menggelinjang-gelinjang seolah tak sabar untuk merasakan burungku masuk ke lubang kenikmatannya. &#8220;&#8230;shhhh..ooohhh&#8230;ayo dong wron&#8230;tunggu apa lagi&#8230;&#8221;<br />
Perlahan kumasukan kontolku ke vagina neng&#8230;, blessssshhh&#8230;.karena sudah basah maka tanpa hambatan burungku menerobos liang senggama janda berjilbab ini, kutusuk-tusuk perlahan dan mulai gerakan memompa vagina neng. &#8220;aaahhhh&#8230;ohhhh&#8230;&#8221; Neng mulai merintih-rintih merasakan kenikmatan yang sekian lama tidak pernah dirasakannya, pantatnya bergoyang-goyang bergerak mengikuti irama permainan dan tusukan kontolku ke dalam memeknya. Beberapa saat kami bercinta dalam posisi missionari ini,<br />
aku akui walaupun berpredikat sebagai seorang janda beranak satu, namun jepitan vagina neng masih terasa kuat mencengkram batang kemaluanku yang berukuran sedang, tidak terlalu besar tetapi juga tidak kecil seperti rata-rata ukuran kemaluan orang indonesia. bahkan vagina neng terasa dapat memijit mijit batang kemaluanku, sehingga kemaluanku serasa diperas oleh vaginanya.</p>
<p>Kemudian aku merubah posisi bercinta ini menjadi doggy style, kumasukkan kontolku ke vagina neng dari arah belakang sambil meremas-remas pantatnya. Dalam posisi ini aku merasakan kenikmatan yang lebih dahsyat, mungkin dikarenakan dalam posisi ini vagina neng lebih menjepit kontolku dibanding posisi missionary. Neng terus menggerakan pingulnya kedepan dan kebelakang, buah dadanya bergantung dan sesekali aku meremas dengan tanganku. &#8220;&#8230;oouugghhh&#8230;.shhhh&#8230;t erus wron&#8230;aku sudah mau keluar&#8230;.&#8221;<br />
desahan dan rintihan neng semakin menjadi membuat aku semakin bernafsu dan mempercepat irama kocokanku&#8230;&#8221;plok&#8230;plok&#8230;plo k&#8230;&#8221; suara selangkanganku yang beradu dengan pantatnya seiring gerakan pompaanku&#8230;</p>
<p>&#8220;&#8230;.aaaahhh&#8230;enak neng, memekmu luar biasa&#8230;.&#8221; aku mulai meracau merasakan sesuatu yang menjalar seolah akan meledak di ujung kepala kemaluanku, &#8220;&#8230;.ssshhh&#8230;arrrghh..&#8221;<br />
Kemudian kurubah lagi posisiku, kubalikan lagi badan neng, ku angkat kakinya sehingga menyentuh dadanya, dalam posisi ini vagina neng terlihat lebih jelas, buah dadanya dan ekspresi wajahnyapun dapat kulihat dengan jelas, kumasukan lagi kontolku sambil memegang dan menekan kedua kakinya ke bahunya, tanganku meremas-remas kedua buah dadanya yang semakin keras, bibirku mengulum bibirnya dan menyedot-nyedot lidahnya&#8230;, tusukanku semakin kupercepat dan rasanya ujung kepala kontolku telah mentok di rahimnya,<br />
Desahan neng semakin menjadi merasakan kenikmatan yang luar biasa &#8220;&#8230;.shhhhh&#8230;aaahhhh&#8230;.a yo wron aku sedikit lagi keluar&#8230;&#8221;, neng menggoyang pantat dan pinggulnya berlawanan dengan gerakan tusukan kontolku di memeknya&#8230;&#8221;aaaahhh&#8230;aahhh&#8230; &#8220;&#8230;, beberapa saat kemudian aku merasa tak kuat lagi menahan lahar yang akan kusemburkan kedalam<br />
vagina neng, seluruh tubuhku bergetar ketika merasakan sensasinya&#8230; &#8220;&#8230;oooohhhh&#8230;aku keluar neng&#8230;aahhhhh&#8230;&#8221;&#8230;, kutancapkan dalam-dalam kontolku di lubang senggama neng,<br />
neng pun merintih merasakan tumpahan lahar panasku jauh didalam liang vaginanya&#8230;&#8221; &#8230;.arrrghhhh&#8230;nikmat sekali wroooonn&#8230;.&#8221;&#8230;, akupun memeluknya erat-erat dan tak merubah posisiku beberapa saat&#8230;.&#8221;aaahhh&#8230;&#8221; burungku berkedutan melepas sisa-sisa mani dari kontolku&#8230;, setelah beberapa saat akupun melepaskan pelukanku dan berbaring disisinya&#8230;</p>
<p>&#8220;Makasih ya&#8230;&#8221;, bisik neng perlahan, kemudian ia memelukku dari samping dan kepalanya bersandar di dadaku&#8230;, kamipun terdiam sesaat&#8230;seolah terhanyut oleh lamunan kami masing2&#8230;<br />
Jujur saat itu aku termenung sekaligus gembira&#8230;karena akhirnya aku berhasil meniduri sang janda berjilbab&#8230;hehehe</p>
<p>Demikian kisah nyata yang dituturkan oleh sebut saja namanya bejo, dari kisah singkatnya yang bermula dari tugas kantor berakhir pada kisah seks yang mengesankan baginya, pengalaman bercinta dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-janda/">janda</a> dan menjadikan dia semakin percaya diri atas daya tarik yang dimilikinya.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita dewasa janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">desah janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita dewasa berjilbab</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">janda nikmat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita berjilbab</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">nikmatnya tubuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">my</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">ceritajanda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">nikmatnya janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">berjilbab cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">jilbab nikmat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">nikmat janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">cerita nikmat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">bercinta dengan janda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">janda berjilbab</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">janda cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/">desahan janda</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-mbak-jamu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmatnya Tubuh Mbak jamu'>Nikmatnya Tubuh Mbak jamu</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-keponakanku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Nikmatnya Tubuh Keponakanku'>Nikmatnya Tubuh Keponakanku</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-janda-berjilbab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan Tante Dengan Brondong</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 15:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[info brondong]]></category>
		<category><![CDATA[info tante suka selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tante suka selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Di tinggal suami kerja mungkin biasa bagi istri kebanyakan, tapi ada juga istri-istri yang memang gak biasa di tinggal suami mencari rejeki, akhirnya selingkuh, bagi yang gak mau ambil resiko berat ketahuan, selingkuh dengan sopir, dan yang neka mungin cari brondong karena bisa lebih puas dalam hal birahi seks. berikut cerita perselingkuhan antara tante dengan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tinggal suami kerja mungkin biasa bagi istri kebanyakan, tapi ada juga istri-istri yang memang gak biasa di tinggal suami mencari rejeki, akhirnya selingkuh, bagi yang gak mau ambil resiko berat ketahuan, selingkuh dengan sopir, dan yang neka mungin cari brondong karena bisa lebih puas dalam hal birahi seks. berikut <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan</a> antara <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante dengan brondong</a>.</p>
<p>Kapan suamimu pulang .. Marisa ..?&#8221;, bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih 1 jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan diatas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit kemaluannya yang sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu tebal dan montok bukit kemaluan mbak Marisa ini. Kucubit gemas berulang kali belahan bibir labia mayoranya yang empuk dan kenyal. &#8221; Nggghhhh &#8230;.. akhir bulan depan Er &#8230; kenapa ..?&#8221;, ujarnya setengah merintih menikmati elusanku.</p>
<p>&#8221; Apa katanya nanti Marisa &#8230; ?&#8221;, tanyaku sedikit khawatir. &#8221; Aahh &#8230; selalu itu saja yg kau tanyakan Ery &#8230; ngghhh &#8230; dia harus tahu diri karena ia sendiri yg mengusulkan ide ini &#8230;..&#8221; &#8221; Bisa-bisa aku dibunuhnya Marisa &#8230;?&#8221;, tanyaku masih tak puas.<br />
Mbak Marisa membuka kedua matanya yg setengah terpejam lalu memandangku gemas. &#8221; Ery &#8230; bagaimanapun juga suamiku pasti ingin tahu siapa bapak anak yg sedang kukandung ini &#8230; setidaknya kamu mesti ketemu dengannya &#8230;&#8221; &#8221; Suamimu benar-benar gila Marisa &#8230; ?&#8221; &#8221; Kita yg gila Er &#8230; dan kau yg gila Ery &#8230; kamu sendiri khan yg nekat dan berani-beraninya merayuku sampai hamil begini &#8230;ahhh &#8230;&#8221;, bisiknya lirih masih kelelahan.</p>
<p>Mulutnya tersenyum kecil. &#8221; Kenapa kamu juga mau dirayu &#8230;.?&#8221;, ujarku tak mau kalah. &#8221; Bodo aahh &#8230;&#8221;, sahutnya malas. Kupandangi wajah cantiknya yg terlihat letih. Bibirnya yg sedikit tebal tampak basah. Kupandangi tubuh bugilnya yang<span id="more-213"></span> putih mulus dan begitu montok nan aduhai, kedua buah dadanya mengacung tegang bak buah melon dengan puting-putingnya yg keras berwarna coklat kemerahan. Pinggulnya bundar padat dengan kedua paha serta kaki seksinya yg putih merangsang, bukit kemaluannya yang mulai tertutup dengan rerimbunan jembutnya yang halus dan kehitaman tampak basah merangsang birahi. &#8221;</p>
<p>Suamimu benar-benar menyia-nyiakanmu Marisa &#8230;&#8221;, bisikku gemas. Kuremas dan kukocok alat vitalku yg mulai menegang lagi. Dalam sekejab rudal tomahawk ku telah kembali perkasa. Kepala penisku membesar bak buah sawo manis. Urat-urat disekujur batang penisku mulai bertonjolan keluar menandakan ereksi-ku yang telah sempurna. Mbak Marisa melirikku sekilas dan hanya bisa tersenyum letih. &#8221; Aaah .. kadang kupikir aku sudah tak sanggup lagi melayanimu Ery &#8230;&#8221;, bisiknya lemah. Aku tersenyum menyeringai senang. Dengan penuh gairah aku kembali menaiki dan menindih tubuh mbak Marisa yang telanjang. Kupentang lebar kedua belah paha mulusnya. Dan ia hanya memekik kecil dan merintih panjang saat untuk kesekian puluh kalinya batang alat vitalku kembali menembus dan mengoyak liang kemaluan hangatnya sampai mentok kandas. &#8221; Aawww &#8230; ooh .. Ery .. kau ini benar-benar hipersex &#8230;&#8221;, bisiknya letih.</p>
<p>Aku tahu mbak Marisa sudah tak sanggup lagi melayani nafsu sex ku lagi&#8230;. Sayang aku tak peduli. Ia hanya bisa mengeluh dan merintih berulang kali ketika aku mulai mengayuh pinggulku turun naik menyetubuhinya lagi beberapa saat lamanya, sebelum akhirnya air maniku kembali tersembur keluar dengan hebatnya memenuhi liang vaginanya, menyebar benih-benih spermaku kedalam rahimnya. Perlu juga saya ceritakan sedikit tentang kelainan sex yg dimiliki mbak Marisa &#8230;. Selain ia senang menyuruhku meminum cairan lendir orgasmenya, mbak Marisa juga suka melihat air maniku ditumpahkan keatas kemaluannya.</p>
<p>Pernah suatu malam saat kami berhubungan badan yg biasanya paling tidak kami lakukan sebanyak 2 ronde, pada ronde pertama kami bersenggama ketika kurasa air maniku sudah hendak muncrat keluar tiba-tiba mbak Marisa berbisik kepadaku. &#8221; Eryyy &#8230; keluarkan diluar sayang &#8230;.nnnggghh &#8230;. cabut dulu penismu Er &#8230;.&#8221;, erangnya manja. Semula aku agak kaget juga mendengar permintaannya yg aneh, karena biasanya bila air maniku hendak keluar kedua paha mulusnya langsung dijepitkan kuat-kuat ke pinggangku dan vaginanya langsung merapat ketat sekali sampai alat vitalku tak kuat lagi menahan rasa nikmat, namun kali ini mbak Marisa malah mendorong tubuhku yg sudah mulai meregang nikmat hendak enjakulasi, dengan cepat tubuhnya yg berada dibawah tindihanku langsung bergeser sedikit keatas sehingga otomatis batang penisku langsung tercabut keluar dari dalam liang vaginanya.</p>
<p>Belum juga habis kagetku, jemari tangan kanannya menyambar alat vitalku &#8230; diremasnya kuat dan dikocok naik turun dengan cepat &#8230; kepala penisku diarahkannya keatas permukaan bukit kemaluannya yg besar montok ditumbuhi dengan bulu jembutnya yg mulai rimbun dan tebal, belahan kedua bibir kemaluannya masih setengah terbuka sehabis kusenggamai tadi dan tampak basah berlendir bekas cairan kewanitaannya yg bercampur dengan cairan orgasmenya yg berwarna keruh kekuningan. &#8230;. Crraatttt &#8230;crreeeettt &#8230;&#8230;. Crrreeett &#8230;&#8230;. Crrrettt t&#8230;&#8230;. ccreeeeetttt&#8230;&#8230;. Air maniku yg putih setengah kental langsung berhamburan keluar banyak sekali membasahi seluruh permukaan bukit kemaluannya yang merangsang. Bulu jembutnya yg mulai tebal seakan tertutup oleh leleran air maniku yg putih seolah seperti sedang dikeramasi.</p>
<p>Saking kuatnya semburan spermaku itu sampai membentuk garis-garis putih dan panjang diseluruh bukit kemaluannya dan sekitar perut serta pusarnya, sebagian besar meresap masuk disela-sela belahan bibir kemaluannya dan memasuki liang vagina merahnya yang setengah terbuka. Kedua mata mbak Marisa tampak berbinar-binar melihat cairan mani kentalku yg begitu banyak melumuri bukit kemaluannya. Ia mendesis gemas dan lidahnya setengah terjulur keluar menjilati bibirnya yg basah merekah. &#8221; mmmmhh ..pantas saja begitu cepat aku hamil Er &#8230;. Spermamu sebanyak ini &#8230;.&#8221;, bisiknya kagum. Aku tersenyum bangga diantara rasa nikmat enjakulasiku, kuraih alat vitalku yg mulai sedikit lemas karena air maniku seakan terkuras habis dari remasan jemari tangan mbak Marisa &#8230; dengan gemas kuusap-usapkan alat vitalku yg masih setengah ngaceng ke seluruh permukaan bukit kemaluannya yg penuh leleran maniku sendiri lalu dengan sedikit susah payah berusaha kubenamkan kembali kepala penisku yg sudah loyo itu kedalam liang vaginanya.</p>
<p>Tapi sayang&#8230;. Alat vitalku terlalu lemas untuk memasuki liang vagina mbak Marisa yg sangat rapat &#8230; hingga meski aku berusaha menekan tetap saja hanya ujung kepala penisku yg bisa masuk sekitar 3 centi saja &#8230; &#8221; Aaaahhhh &#8230;. Marisa &#8230;.&#8221;, bisikku gemas menyaksikan semua itu. Aku terkulai lemas disampingnya. Dengan mesra mbak Marisa mengusap lembut jidatku yg penuh keringat sebelum akhirnya ia mengusap-usap perut dan bukit kemaluannya sendiri yg penuh leleran maniku sampai berjatuhan dan membasahi sprei tempat tidurnya. Beberapa kali aku juga sering minta kepada mbak Marisa untuk mencoba merasakan senggama lewat lubang anusnya, karena sering aku melihat di film2 porno anal sex seperti itu kelihatannya sangat nikmat sekali karena lubang anus sudah pasti sangat sempit dan jauh lebih rapat dibanding liang vagina. Namun dengan tegas mbak Marisa selalu menolak dengan alasan kotor dan takut sakit.</p>
<p>Untuk menghiburku biasanya ia menyuruhku agar menjepitkan batang alat vitalku diantara payudaranya yg memang sangat besar. Aku sangat menyukainya karena rasanya juga nikmat&#8230; empuk, kenyal dan hangat. Dan bila air maniku sudah hendak tumpah keluar maka mbak Marisa akan memintaku untuk memasukkan penisku kedalam liang vaginanya kembali. Ia memang lebih senang kalo air maniku ditumpahkan disitu karena katanya &#8217;sense of good&#8217; nya luarbiasa kalo liang senggamanya dialiri cairan hangat.</p>
<p>Namun selama kami berhubungan badan belum pernah sekalipun mbak Marisa mau mengulum dan menghisap batang penisku (blow job) sebagai pemanasan, padahal aku sangat kepingin sekali bisa merasakan kuluman dan sedotan mulutnya yg menawan itu. Pernah suatu kali ketika air maniku hendak tumpah keluar setelah kurang lebih 15 menit kujepitkan dan kugesekkan diantara kedua buah dadanya, aku meminta mbak Marisa untuk mencoba merasakan dan meminum air maniku, pada mulanya dia menolak karena ia risih kalo harus mengulum dan menghisap batang penisku namun setelah kubujuk agar ia membuka mulutnya saja karena jemari tanganku sendiri yg akan mengocoknya akhirnya mbak Marisa bersedia meski setengah ragu.</p>
<p>Saat air maniku telah sampai diujung leher kepala penis pertanda enjakulasiku telah sampai dengan cepat kusodokkan kepala penisku memasuki mulut mungilnya dan langsung kusemburkan air maniku dengan sekuatnya kedalam kerongkongannya. Kurang lebih 3 semburan kuat. Ia terperangah dan mendelik kaget dan kurasakan gigi-gigi mulutnya seakan menggigit penisku. Sejenak kemudian mbak Marisa memalingkan mukanya lalu terbatuk-batuk sambil memuntahkan air maniku kembali keluar. Aku sedikit kecewa karena ulahnya tsb, sebagai pelampiasan kusemburkan sisa-sisa air maniku yg masih ada ke atas pipi dan rambutnya sampai basah semua. Akibatnya &#8230;.. ia juga kesal atas ulahku. Selama 4 hari mbak Marisa tak mau kutemui sama sekali. Aku sangat menyesal sekali.</p>
<p>Namun kejutan ketika di hari kelima tiba-tiba ia muncul ditempat kostku sambil meminta maaf telah mengabaikanku. Sebagai gantinya ia mengajakku rekreasi dan menginap di Klub Bunga kota Batu, disana kami berdua melampiaskan semua nafsu birahi kami yg serasa mau meledak karena 4 hari tak ketemu. Kalo kupikir heran juga kami saat itu, masa dalam 1 hari 1 malam di hotel aktifitas terbanyak kami hanya diatas ranjang, siang sewaktu kami tiba di hotel &#8230; langsung masuk kamar untuk berhubungan badan, 1 ronde selesai kami turun untuk makan,<br />
lalu 1,5 jam kemudian kami berdua masuk kamar lagi dan berhubungan badan lagi &#8230; setelah itu tidur selama kurang lebih 3 jam &#8230; ketika bangun kami bercumbu lagi dan diteruskan dengan bersetubuh lagi &#8230;.setelah selesai dan mandi kami turun untuk makan malam &#8230; 1 jam kemudian masuk kamar lagi bercumbu lalu berhubungan badan lagi &#8230; selesai kami tidur sejenak sampai pukul 9 malam, ketika bangun kami nonton TV tetapi malah kebetulan sedang memutar film bertema romantis. &#8230; kami jadi terpengaruh lalu bercumbu dan bersenggama lagi &#8230; selesai kami tidur lagi sampai hampir pukul 2 malam .. aku terbangun karena haus sekali. Bersenggama berkali-kali membuat tubuhku sangat lemas kurang cairan. Aku membangunkan mbak Marisa untuk minum bersama-sama.</p>
<p>Semula ia ogah-ogahan karena ngantuk namun begitu aku menggodanya dengan meremas gemas buah dadanya yg montok dan kenyal ia jadi terpengaruh. Disibakkannya selimut penutup tubuhnya. Mbak Marisa masih setengah telanjang karena ia memang hanya mengenakan celana dalam saja. Dengan perlahan ia lalu memelorotkan dan melepas kain penutup tubuh satu-satunya itu, lalu dengan manja ia memintaku untuk menyetubuhinya lagi. Edaan &#8230; kupikir. Tapi itulah kenyataannya malam itu mbak Marisa sangat hipersex &#8230;. Kuminum separuh gelas anggur putih dan separuhnya kuberikan padanya sebelum akhirnya aku menaiki tubuh bugilnya lagi untuk kusetubuhi sampai ia merintih keras mereguk puncak kepuasan sex. Benar-benar 1 hari yg tak kan pernah terlupakan &#8230;.. capek tapi membawa nikmat &#8230;</p>
<p>9 Nopember &#8230;. Siang itu setelah salon tutup, aku bersiap hendak mengantar Silvi pulang. Perlu pembaca ketahui Silvi sudah resmi jadi pasanganku sejak seminggu lalu meski masih dalam taraf penjajakan. Dengan mesra kucium dahinya yg putih dan halus sbg tanda sayang. Silvi tertunduk malu, ia benar-benar polos sekali. Kadang kupikir benar juga kata Agus &#8230; Silvi ini belum pernah dijamah laki-laki, atau mungkin malah belum pernah pacaran sama sekali. Aku tak pernah menanyakan hal tsb kepada Silvi, karena itu bukan masalah penting buatku. &#8221; Vi &#8230; aku pipis dulu yaa ..&#8221;, ujarku padanya mesra.</p>
<p>&#8221; Iiih ada aja sih kamu &#8230; cepetan dong &#8230;&#8221;, bisiknya tak kalah mesra. Kadang lucu juga ia memanggilku dgn sebutan &#8216;mas&#8217; padahal usianya setahun lebih tua dariku. Dengan penuh semangat aku bergegas ke kamar mandi belakang rumah mbak Marisa. Kulihat mbak Diana, Erna, Santi dan juga mbak Marisa masih asyik memberesi peralatan salon. &#8221; Hai &#8230; everybody &#8230; &#8220;, sapaku gembira kepada mereka semua. &#8221; Hai juga &#8230; mau nganter Silvi pulang Er ..?&#8221;, tanya mbak Marisa sembari tersenyum penuh arti padaku.</p>
<p>Kelihatannya mbak Marisa masih terkenang dengan keganasanku semalam ketika menyetubuhinya. &#8221; Iyaa .. mbak &#8230; but kencing dulu nih ..&#8221;, ujarku sambil ngibrit ke belakang. Setengah berlari aku menuju ke kamar mandi belakang dekat dapur. Karena sudah kebelet aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam dan &#8230; Astaga &#8230;. Ternyata Sherly ada disitu sedang buang air kecil juga, kebetulan kulihat ia masih berjongkok mengeluarkan air kencingnya &#8230; bunyinya mendesis-desis seperti suara ular. &#8221; Eehh &#8230;.&#8221; &#8221; Eeehh &#8230;&#8221; Kami berdua sama-sama kagetnya.</p>
<p>Karena kebetulan saat itu Sherly sedang mengangkat roknya keatas, sehingga dapat kulihat jelas kedua belah pahanya yg seksi dan putih mulus, begitu juga bagian terlarangnya yg lain. Wiiiihhh &#8230;. Mataku sampai mendelik kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan Sherly yang cukup besar. Bulu jembutnya yg merangsang tidak terlalu lebat sekali sehingga aku dapat melihat jelas celah bibir vaginanya yg ternyata masih menutup rapat, namun dari sela-sela celah sempitnya itu kulihat sebuah air mancur kecil sedang menyembur-nyembur dengan hebatnya. Sherly dengan wajah merah padam segera menutup bagian bawah tubuhnya dengan rok pendeknya lalu ia langsung berdiri, setengah terburu-buru ia segera membalikkan badan karena malu.</p>
<p>Celana dalamnya yg masih tersangkut diantara kedua pahanya yg putih mulus segera ditarik keatas dan dipasang kembali. Wooww &#8230; indahnya bentuk pinggulnya itu. Baru kali ini aku menyadari betapa indahnya bentuk tubuh mbak Sherly ini. Tak kalah dengan Marisa. Bokongnya terlihat bulat mekal dan padat, menandakan ia termasuk cewe yg nikmat untuk disetubuhi. Mukanya masih merah padam ketika dengan cepat Sherly menghampiriku dan Plokk &#8230; tiba-tiba saja pipiku terasa panas dan pedih. Aku benar-benar maklum kenapa ia menamparku.</p>
<p>&#8221; Maaf Sherly &#8230; saya nggak sengaja &#8230; kenapa pintunya nggak dikunci ..?&#8221;, ujarku pelan sembari meraba pipiku yg panas. &#8221; Saya bukan cewe murahan yg bisa kau pandangi seenakmu Ery &#8230; kamu sengaja khan mengintipku &#8230;?&#8221;, katanya dengan pandangan berapi-api. &#8221; Astaga &#8230; swear Sherly &#8230;untuk apa aku mengintipmu &#8230;&#8221;, ujarku membela diri. &#8221; Ery &#8230; kau bisa saja mempermainkan mbak Marisa tetapi itu bukan berarti kau juga bisa mempermainkanku &#8230;&#8221;, katanya ketus. Aku tersenyum melihat kemunafikan di wajah cantiknya. Aku tahu Sherly sedang berpura-pura menutupi rasa malunya sendiri. Bagaimanapun juga aku tahu ia punya hasrat kepadaku. &#8221; Maaf Sherly .. saya nggak perlu berdebat denganmu lagi &#8230;saya ingin kencing ..&#8221;, ujarku rada jengkel juga. Aku membalikkan badan memunggunginya. Setengah memancing sengaja setengah kuplorotkan celana jeans dan celana dalamku. Ingin kulihat seberapa jauh reaksinya. Kalau ia keluar berarti ia punya konsekuensi tersendiri, jika tidak berarti ia bohong dan menginginiku.</p>
<p>Alat vitalku yg masih lemes segera kuluruskan agar air kencingku tak sampai mengotori dan membasahi celanaku. Benar saja beberapa saat kemudian ketika air kencingku mulai mengalir keluar, kurasakan sebuah dekapan lembut memeluk pinggangku, aahh &#8230; aku sedikit terlena merasakan desakan dua gumpalan bulat yg lunak dan kenyal menempel dan menekan punggungku ketat sekali. Seraut wajah cantik muncul dari sebelah pundak kananku seakan mengintipku yg sedang buang air kecil. Aku tersenyum penuh kemenangan. &#8221; Aku tahu kau menginginiku Sherly &#8230; kau tidak bisa membohongi itu dariku &#8230;&#8221; &#8221; Maafkan aku Ery &#8230; maafkan kemunafikanku &#8230;&#8221;, bisiknya lembut. Aku mendesah nikmat saat jemari tangan kanannya yg halus lentik menggantikan jemariku yg sedang memegangi alat vitalku. &#8221; Aaahhh &#8230;. Sherly &#8230; awas tanganmu kecipratan &#8230;&#8221;, bisikku mulai bergairah.</p>
<p>Hanya 5 detik saja, alat vitalku langsung menegang dalam genggaman jemari tangannya yg halus. &#8221; Iiihh &#8230; punyamu besar sekali Ery &#8230;!&#8221;, bisik Sherly lirih disebelahku. Jemari tangannya mulai mengurut batang alat vitalku yg mulai ngaceng &#8230;. Air kencingku masih menyembur beberapa saat. Sedikit kerepotan juga kencing dalam keadaan ngaceng seperti ini. Seperti ngganjel. &#8221;</p>
<p>Sini aku cucikan punyamu Er &#8230;&#8221;,kata Sherly perlahan. Diambilnya secebok air lalu pelan-pelan disiramkannya membasahi kepala penisku sampai ke tengah-tengah batang penisku yg ngaceng. &#8221; Kau ereksi sekali Ery &#8230;&#8221;, katanya lagi begitu lembut, seolah alat vitalku yg sedang ngaceng ini hanya sekedar barang mainan anak-anak. Diusapnya lubang saluran kencingku dengan ujung jemari telunjuknya beberapa kali sampai bersih membuat tubuhku sampai menggeliat kegelian. &#8221; Sudah Sherly &#8230;aaaahhhh &#8230;geliii &#8230;&#8221;, bisikku keenakan. Dengan perlahan penuh kelembutan Sherly lalu melepaskan genggamannya pada batang penisku yg ngaceng. Kubalikkan badan dan dengan segera kuraih tubuh Sherly dalam pelukanku. Dalam 2 detik bibir kami sudah saling bertautan mesra. Kunikmati bibirnya yang hangat merekah dan kuhisap dengan penuh nafsu.</p>
<p>Begitu hangat dan lembut bibirnya membalas cumbuanku seakan kekasih yg memendam rindu. Sementara itu dengan terampil kedua jemari tanganku telah berada diatas dadanya lalu dengan gemas dua bulatan payudara Sherly yg cukup besar itu kuremas-remas berulang-ulang. Ooouhh &#8230;. Begitu kenyal dan padat. Sherly merintih pelan diantara cumbuan bibirku. Namun hanya sebentar, 2 menit kemudian Sherly melepaskan ciumanku. Ia hanya memandangku dengan gemas penuh dengan sejuta keinginan. &#8221; Sudahlah Er &#8230; jangan diteruskan &#8230; bagaimanapun juga kau milik mbak Marisa khan ..&#8221;, bisiknya sedikit memburu. &#8221; Tapi Sher &#8230;..&#8221;, bisikku setengah kecewa. Ia tak menjawab hanya kedua jemari tangannya segera meraih celana dalamku dan ditariknya keatas menutupi alat vitalku yg masih ngaceng. Seakan masih bingung dgn pikiranku, Sherly dengan cepat telah memasangkan kembali celana jeansku dan mengancingkannya sekaligus. &#8221; Aku menginginimu Sher &#8230;.&#8221;, bisikku bernafsu. Aku segera memeluknya hendak mencium bibir merahnya sekali lagi. &#8221; Eryy .. sudahlah nanti ada yg lihat &#8230;&#8221;, katanya setengah memberontak. Namun jemari tanganku lebih cepat, dalam sekejab tanganku itu telah memasuki roknya dan menyelip liar ke dalam celana dalamnya.</p>
<p>Kurasakan rerimbunan lebat bulu jembutnya menggelitik telapak tanganku. Aaah &#8230;.bukit kemaluan Sherly yang montok dan berbulu lebat itu telah berada dalam genggaman telapak tanganku &#8230; aku meremasnya gemas karena kehangatan dan keempukan daging kemaluannya itu. &#8221; Eryyy &#8230; lepaskan tanganmu &#8230;ja &#8230;jangan &#8230;&#8221;, pekik Sherly setengah gugup. Tiba-tiba &#8230;..Krrriieeeeetttt&#8230;&#8230;.. Mbak Marisa telah berada didepan pintu kamar mandi. Kami berdua langsung mendelik kaget setengah mati. Apalagi mbak Marisa pula. &#8221; Haaiiii &#8230;.apa yg kalian lakukan disini &#8230;. Eryy &#8230;.sedang apa kamu ..&#8221;, seru mbak Marisa kepada kami. Perlahan-lahan segera kutarik kembali tanganku dari sela-sela selangkangan kemaluan Sherly.<br />
Ada rasa kecewa juga. Sherly segera merapikan pakaiannya yg awut-awutan. &#8220;M ..mm &#8230;mbak &#8230;. Maafkan kami mbak &#8230;.&#8221;, ujar Sherly begitu gugupnya. &#8221; Keluaaar kamu Sherly &#8230;!&#8221;,pekik mbak Marisa setengah marah. Sherly kelihatan ketakutan sekali. Setengah tergopoh-gopoh ia segera menyingkir, namun dengan sigap kuraih pinggangnya lebih dulu. &#8221; Eryy &#8230;lepaskan &#8230;&#8221;, bisik Sherly padaku setengah memohon. &#8221; Sher &#8230;kamu jangan khawatir soal mbak Marisa&#8230;.&#8221; &#8221; Ery &#8230;.apa yg kamu lakukan ..&#8221;, gertak mbak Marisa makin marah. Aku menyuruh Sherly untuk segera pergi, lalu sejenak kemudian kuhampiri mbak Marisa yg masih setengah melotot kearahku. Secepat kilat kukecup bibirnya yg merah merekah. Cuppp &#8230;.cupp &#8230;</p>
<p>mbak Marisa memekik kaget. &#8221; Eryy &#8230;&#8230;&#8221; &#8221; Marisa bagaimana kalo dia membongkar rahasia kita &#8230;.&#8221;, ujarku sambil meninggalkannya pergi menemui kekasihku Silvi yg mungkin sudah lama menunggu. &#8221; Erryyyy &#8230;aku belum selesai bicara &#8230;&#8221;, kata mbak Marisa sekali lagi kearahku. &#8221; Apa sayang &#8230;&#8221; Wajahnya yg cantik memandangku gemas. &#8221; Kamu khan yg memulai tadi &#8230;?&#8221;, katanya setengah marah. &#8221; A .. aku memang terangsang tadi Marisa &#8230;.&#8221;, kataku terus terang &#8221; Jangan berbuat gila Eryy &#8230;&#8221; Aku mendekatinya lagi. &#8221; Marisa &#8230; kalo boleh &#8230; ehm &#8230;tapi kalo mbak melarangnya aku akan menjauhinya &#8230;&#8221;, ujarku pelan penuh arti sambil mengedipkan mata. Sekali lagi ia hanya memandangku gemas. Lama sekali &#8230;sampai akhirnya ia mengatakan &#8221; Oke &#8230;oke .. Er &#8230; kalo itu juga maumu .. hehh .. kamu ini memang maniak &#8230; mm .. oke &#8230; tapi satu hal .. aku tidak ingin mendengar nanti ia sampai hamil olehmu &#8230;.&#8221;, katanya pelan seolah mengingatkan. Aku tersenyum puas mendengar jawabannya Sore itu dirumah Silvi yg kebetulan sedang ada arisan RT, membuat kesempatanku berkencan dengan Silvi jadi tertunda. Padahal aku sudah merencanakan untuk mencumbunya. Maklum semenjak jadian baru sekali saja aku menikmati kelembutan bibir manisnya.</p>
<p>&#8221; Ramai ya Mas &#8230;.aduuh harus ngebantu ibu nih mas &#8230;!&#8221;, katanya setengah kecewa juga. &#8221; Ya udah deh Vi &#8230;. Nanti malem aja aku kesini lagi &#8230;.salam aja deh sama mama-mu ..&#8221;, bisikku kesal. &#8221; Jangan marah dong mas &#8230; cuppp &#8230;&#8221;, kata Silvi gemas sembari mencium mesra pipi kananku. &#8221; Eeeh &#8230; Silvi ntar ketahuan mama-mu berabe kita &#8230;&#8221; &#8221; Biarin biar kita dinikahin aja sekalian &#8230;&#8221;, katanya manja. Sepeninggal situ, aku kembali balek ke tempat mbak Marisa untuk menemui Agus. Sengaja aku lewat pintu samping tempat kost agar kedatanganku tak terlihat mbak Marisa atau oleh yg lain. Di depan pintu kamar Agus kulihat ada 4 pasang sendal cewe yg sangat kukenal. Aku sedikit kaget karena disitu terdapat juga sandal Mona, cewe kost paling cantik yg menurut Agus belum pernah disentuhnya. Gilaa &#8230; entah kenapa aku jadi cemburu melihatnya. Ingin rasanya kudobrak saja pintu kamar si Agus ini. Sudah begitu gilanya kah si Agus sampe ia langsung menggilir 4 cewe sekaligus &#8230; dan kenapa harus Mona ikut serta. Kuberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu, aku benar-benar tidak rela kalo Mona sampe digarapnya. Kuhajar dia karena mestinya dia tahu kalo aku menyukai Mona. Tok &#8230;tok &#8230;tok &#8230; &#8221; Masuk Gus &#8230;&#8221;, terdengar sahutan suara cewek dari dalam kamar.</p>
<p>Itu suara Yeni. Kletek &#8230;. Daun pintu dibuka dan kulihat wajah menawan Mona telah berada di depan pintu. Aku terhenyak kaget begitu juga dia. &#8221; Eh &#8230; mas Ery &#8230; si ..silahkan masuk Mas &#8230;&#8221;, katanya sambil hendak berlalu keluar. &#8221; Lhoh &#8230; kamu mau kemana Mona &#8230;?&#8221;, tanyaku heran setengah menyelidik melihatnya terlihat agak pucat. Jangan-jangan ia sudah digarap &#8230;. &#8221; Nnngg &#8230;kepala saya pusing mas &#8230;&#8221;, katanya lagi sambil berlari masuk kamar. Setengah bingung kulongokkan wajahku kedalam kamar, kulihat si Agus tak berada disitu, pasti dia masih di kampus pikirku lega. Didalam hanya ada Farida, Nani dan Yeni yg kini terlihat sedikit kaget melihat kedatanganku. &#8221; Eehh &#8230;mas Ery &#8230;. Masuk mas ..&#8221;, sahut mereka hampir berbarengan. Rada heran juga aku dengan keadaan pakaian mereka yg sedikit awut-awutan.<br />
Mereka semua mengenakan kaos longgar dengan celana pendek ketat sehingga terlihat jelas betapa mulus dan seksinya paha dan kaki mereka. Ya &#8230; ampuun &#8230;pantes pikirku setelah kutahu mereka semua ternyata sedang menonton film porno lewat laserdisc milik Agus. Gila &#8230; karena sempat kulirik film yg mereka tonton sedang memperlihatkan seorang gadis bule muda belia sedang digarap bergantian oleh empat orang pria. 2 orang bule dan 2 orang negro. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja aku sudah duduk bergabung bersama Farida, Nani dan Yeni. Menurutku gadis di film itu masih sangat muda sekali, mungkin sekitar 14-17 tahun karena kulihat garis wajahnya yg masih imut-imut. Begitu pula dengan bentuk payudaranya yg masih kecil dan kencang dengan puting susunya yg berwarna kemerahan. Bodi tubuhnya pun masih terlihat mungil dengan bentuk pinggul dan kedua pahanya yg masih kecil. Kasihan juga gadis kecil itu yg menjadi bulan-bulanan keempat laki-laki kekar itu. Yang negro dengan alat vitalnya yang begitu besar dan panjang berwarna hitam legam tampak begitu buas dihunjamkan kedalam lubang vaginanya yg terlihat sempit sekali.</p>
<p>Daging vaginanya sampai tertarik keluar saking besarnya alat vital pria negro itu. Gadis itu menjerit histeris namun sembari menggeram nikmat cowo negro itu menghentak-hentakkan pinggulnya maju mundur membenamkan alat vitalnya yg segede terong itu sampai kandas kedalam lubang kemaluannya. Sementara ketiga pria lainnya tampak antri menunggu giliran sambil mengurut alat vitalnya masing-masing yang rata-rata sangat panjang dan besar. Mungkin sekitar 18-19 centian.</p>
<p>Aku melirik kesamping kiriku dan kulihat Yeni sedang asyik mengusap-usap selangkangannya sampai celana pendek yg dikenakannya jadi semakin tertarik keatas. Duh .. putih mulus sekali kedua belah pahanya itu. Mau tak mau batang penisku jadi ikutan ngaceng. Aku jadi semakin blingsatan karena kulihat Farida dan Nani juga melakukan hal yg sama. Astaga &#8230; mereka ini rupanya korban kebejatan si Agus. Mereka jadi maniak sex semua. Kualihkan perhatianku kembali ke layar TV 21 inchi didepanku. Kini kulihat pria negro itu dengan cepat mencabut alat vitalnya yg sebesar terong dari dalam lubang kemaluan gadis kecil itu lalu sedetik kemudian terjadilah banjir lokal yg luar biasa banyaknya. Air mani pria negro itu disembur-semburkan dengan nikmat menyirami alat kelamin gadis itu &#8230;. Sampai meresap disela-sela bibir kemaluannya yg mungil. Belum tuntas pria negro itu enjakulasi kembali dibenamkannya lagi alat vitalnya yg masih memuntahkan air mani itu ke dalam liang vaginanya lagi. Tampaknya ia ingin memuntahkan air mani kentalnya itu kedalam kemaluan gadis kecil itu. Gila &#8230; gadis kecil itu menjerit dan merintih kesakitan, sampai akhirnya kulihat negro itu tampak puas sekali. Begitu kontol raksasanya dicabut dari jepitan liang vaginanya, ketiga temannya yg sudah antri dibelakang langsung berebutan ingin ganti menyetubuhi gadis kecil itu &#8230;. Aku tak tahan lagi, segera kuberdiri hendak keluar dari kamar bejat itu. Namun sebuah jemari halus menarik lenganku. &#8221; Mau kemana mas Ery &#8230; ?&#8221; Aku menoleh, ternyata Yeni yg menarikku tadi. &#8221; Kepalaku pusing Yen &#8230; aku menunggu diluar saja ..&#8221; &#8221; Disini saja mas &#8230; Yeni ada obatnya kok &#8230;&#8221;, katanya dengan pandangan sedikit aneh. &#8221; O..obat apaa ..?&#8221;, tanyaku semula tak curiga.</p>
<p>Yeni menarikku ke dalam kembali lalu langsung menutup pintu. Aku mulai curiga melihat sikapnya. Benar saja begitu kulihat ia menutup pintu, tanpa ragu-ragu dan tanpa kuduga sama sekali. Yeni langsung menarik kaos ketatnya keatas sampai lepas sehingga kedua buah dadanya yang sama sekali tak mengenakan BH langsung mencuat keluar dengan indahnya. Woow &#8230;aku mendesah pelan terpesona dengan keindahan tubuh Yeni yg setengah telanjang. Kedua buah dadanya yang montok tidak terlalu besar dan terlihat kencang. Puting-puting nya berwarna coklat kemerahan. Wajah Yeni yang cantik membuat hatiku berdebar tak karuan. Lututku seakan goyah ketika dengan perlahan Yeni mulai menurunkan celana pendeknya dan aaahhh &#8230;. Tanpa dapat kucegah lagi alat vitalku mulai menegang didalam celanaku.</p>
<p>Masih dengan hanya mengenakan celana dalamnya yg berwarna merah muda, Yeni berjalan menghampiriku sambil tersenyum sedikit malu. Aku pikir dia pasti nekat berbuat seperti itu dihadapanku. &#8221; M &#8230; mas &#8230;&#8221;, ujarnya pelan sedikit ragu melihatku masih bersikap pasif. &#8221; Kau cantik sekali Yeni &#8230;&#8221; Ia tersenyum manis dan menunduk malu. Aku tak mampu menahan diri lebih lama lagi, kurengkuh tubuhnya dalam dekapanku dan seakan pasrah Yeni membiarkanku mulai menciumi dan mencumbu bibirnya yg basah. Kuremas gemas dua bulatan bokongnya yg padat dan mekal lalu kuplorotkan celana dalam yg dikenakannya sampai ke lutut. Aku seakan melupakan kehadiran Farida dan Nani yg masih berada disitu. Yeni menjerit kecil ketika celana dalamnya kubetot kebawah dengan kasar selanjutnya ia hanya merintih pelan ketika bokongnya yang telanjang kuremas dan kupuntir gemas. Cuupp &#8230;cuppp &#8230;aaahh&#8230;.. &#8221; Aahh ..massss &#8230;..&#8221;, erang Yeni lirih begitu pagutan mulutku pada bibirnya terlepas.</p>
<p>Dengan cepat aku segera membuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat hanya dalam tempo 10 detik. &#8221; Aaaaahhhh &#8230;&#8221; Mereka bertiga menjerit kecil bersamaan ketika celana dalamku kuplorotkan kebawah sampai lepas, sehingga batang penisku yg telah ngaceng langsung meloncat keluar sambil manggut-manggut naik turun. Begitu ngacengnya sampai urat-urat disekujur batang penisku bertonjolan keluar mirip saluran pipa air. Kepala kontolku yg besar bak sawo manis tampak memerah dan keras sekali. Farida dan Nani yg semenjak tadi juga ikut menonton kami berdua sampai melongo menyaksikan alat kejantananku yg sangat ngaceng dan berjembut lebat. Bahkan Farida langsung muntah-muntah saking kagetnya melihat batang penisku yg tampak sangar. Hueeekk &#8230;.hueeekkkk &#8230;ia langsung lari keluar dan muntah di halaman.</p>
<p>Mungkin ia mules menyaksikan rerimbunan bulu jembutku yg mulai tumbuh subur dan awut-awutan karena sudah lama belum kucukur. Aku menghampiri Nani yg masih duduk kebengongan diatas karpet. Wajahnya yg manis sedikit takut-takut melihatku. Dengan gemas aku segera menariknya berdiri lalu belum sempat ia berkata apa-apa dengan cepat kuplorotkan celana pendek yg dikenakannya sekalian celana dalamnya sekalian. Sreeennggg &#8230; bau khas alat kemaluannya langsung menyengat hidungku. Mmmmm &#8230;. Baunya enak juga &#8230; Nani pintar sekali memelihara kebersihan alat kemaluannya. Kulihat alat kelaminnya itu seperti baru saja dicukur sehingga terlihat jelas bukit kemaluannya itu sampai nonong kedepan saking besarnya. Belahan bibir labia mayoranya yg tebal dan putih merangsang masih menutup rapat menyembunyikan celah liang vaginanya. &#8221; M..mas .. E..ery .. jangan mas &#8230;..&#8221;, ujarnya ketakutan. &#8221; Kenapa Nani &#8230; bukankah ini yg kau inginkan &#8230;.&#8221;, sahutku gemas sambil berusaha mencopot kaos ketat yg masih dikenakannya. &#8221; Ja&#8230;jangan mas &#8230; &#8220;, katanya ketakutan dan mulai memberontak. &#8221; Dia masih perawan mas Ery &#8230;.&#8221;, tiba-tiba Yeni menyahuti dari sebelahku. Kini ia telah telanjang bulat sama sekali.</p>
<p>Celana dalamnya telah dilepas sehingga aku dapat melihat rerimbunan rambut kemaluannya yg ternyata sangat lebat menutupi alat kemaluannya. Ck &#8230;ck ..ck &#8230;.gilaa &#8230; merangsang sekali. &#8221; Be ..benarkah&#8230;?&#8221;,tanyaku setengah kaget. Tapi kata Agus ..??? pikirku rada bingung &#8230;. &#8221; Benar mas &#8230; biarkan saja dia mas &#8230;&#8221;, sahut Yeni kemudian. Jemari tangannya menggamit lenganku diajak naik keatas ranjang. Setengah terisak Nani mulai memasangkan kembali celana dalamnya, aku jadi tak tega melihatnya. Seakan kerbau yg dicocok hidungnya, manut saja aku ketika Yeni yang sudah polos telanjang bulat itu mengajakku beradu keatas ranjang. Dihempaskannya tubuhnya yang montok putih mulus diatas kasur, kedua buah dadanya bulat mekal dengan kedua puting-puting susunya yg kemerahan bergoyang lembut. Tetapi seolah tersadar &#8230; tiba-tiba saja aku teringat akan Silvi, mbak Marisa ataupun Sherly, aku jadi bingung dan risih apa mesti harus kutambah lagi perbuatan gilaku. Apalagi apa nanti kata Agus kalo sampai ia tahu Yeni tidur bersamaku. &#8221; Se &#8230;sebaiknya jangan Yen &#8230;&#8221;, bisikku padanya. Ia menatapku heran. &#8221; Kenapa mass &#8230;?..&#8221; &#8221; Tidak &#8230; tidak apa-apa Yen &#8230;&#8221;, bisikku sambil menahan nafsu.</p>
<p>Ingin rasanya diriku menyentuh tubuhnya lagi yg kini masih terlentang pasrah dan bugil. Mas Er kenapa &#8230;?&#8230;. tanyanya mengejar. &#8221; Aaaaahhh &#8230;.&#8221;. Melihat kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuh mulusnya aku jadi tak tahan. Bagaimana mungkin aku bisa menolak hasrat keinginan Yeni kalo aku sendiri juga sangat mengingininya. Kubuang jauh-jauh bayangan Silvi dan mbak Marisa, toh ini hanya sekedar permainan sex suka sama suka bukan cinta. 5 detik kemudian Yeni telah berada dalam tindihan dan dekapanku. Uuuhhh &#8230; lututku seakan gemetar menikmati kemolekan, kemulusan dan kehangatan tubuh Yeni. Alat vitalku yg ngaceng menekan nikmat bukit kemaluannya yg berjembut lebat. Empuk. &#8221; M &#8230;mmass &#8230;. Kita lakukan cepat saja &#8230; ntar mas Agus keburu datang &#8230;.&#8221;, bisik Yeni sedikit malu karena kejadian yg tak dinyana ini. Aku tersenyum penuh nafsu. Mmmm &#8230; tanpa pemanasan dan langsung bersetubuh. Uhuuiii &#8230;. &#8221; Masss Ery &#8230; pake ini yaa mass &#8230;.&#8221;, bisik Yeni kemudian sambil menyerahkan sebungkus kondom sutra. Entah kenapa aku jadi semakin tegang karena birahi mendengar permintaannya itu. Rupanya Yeni takut juga kalo sampai hamil. &#8221; Nggak usahlah Yen &#8230; nanti dikeluarkan di luar saja &#8230;&#8221;, balasku bernafsu.</p>
<p>Yeni tak menjawab dan hanya menganggukpelan. Kuangkat pinggulku ke atas mulai mengambil posisi. Seolah mengerti kurasakan sebuah jemari halus menggenggam batang penisku yg ngaceng lalu diarahkannya moncong kepala penisku ke rerimbunan kemaluannya sebelah bawah. Aku merasa bibir labia mayoranya telah menjepit ujung kepala penisku. Yeni memandangku sambil mengedipkan mata pertanda aku sudah boleh menekan. Srrrtt &#8230;.. kutekan pinggulku kebawah &#8230; dan perlahan aku merasa sebuah daging hangat dan sempit mulai mencengkeram kepala penisku ketat sekali. &#8221; Aaawwww &#8230; mass &#8230;..&#8221;, rintih Yeni seketika. &#8221; Uhhhhh sakit Yen &#8230;.?&#8221;, tanyaku kuwatir.</p>
<p>Sejenak ia menggigit kedua bibirnya lalu sambil tersenyum manis ia berujar. &#8221; ehhhh &#8230; nggak papa mas &#8230;. Jangan kuatir Yeni sudah nggak perawan lagi kok &#8230;. Teruskan saja ..nanti juga terbiasa &#8230;.&#8221;, bisiknya setengah terbata-bata. Aku semakin terangsang dan kembali menekan kebawah perlahan-lahan. Mili demi mili kurasakan batang penisku mulai memasuki liang vaginanya yg hangat. Rasa nikmatnya terasa sampai ke tulang sumsum. Kupikir liang vagina milik Yeni ini jauh lebih rapat dibanding milik mbak Marisa, mungkin karena usia Yeni yg masih muda sekitar 25 tahun. &#8221; Ooouuhh &#8230;Yeniii &#8230;. Sempit sekali sih &#8230;..&#8221;, pekikku keenakan menikmati jepitan ketat liang vaginanya yg mulai terbuka menyambut kedatangan tamu istimewa. &#8221; Nngghkkkkk &#8230;&#8230;nggghhhhh &#8230;&#8230;..&#8221;, rintih Yeni lirih antara rasa sakit dan nikmat ketika sudah hampir seluruh batang alat vitalku telah memasuki dan mengoyak liang vaginanya. Aku merasa begitu seretnya liang kemaluan milik Yeni ini. Rasa Hangat, empuk, kenyal, dan basah seolah menjadi satu. &#8221; Mass Er &#8230;. Aahhhhh &#8230;.nggghkkk &#8230;&#8230;&#8221;, pekiknya lirih ketika alat vitalku menembus semakin dalam ke liang kemaluannya yg sempit. Ooouuuh&#8230;.. begitu terasa nikmatnya cengkeraman ketat liang kewanitaannya sampai lututku seolah gemetar ikut merasakan kenikmatan. &#8221; Yenii &#8230; aahhh &#8230;. Aku tekan lagi yaaa &#8230;.&#8221;, erangku nikmat sambil kuhentakkan pinggulku ke bawah &#8230;. Srrrtttt &#8230; slllepppssss &#8230;. Akhirnya kurasakan ujung penisku mentok sampai menyentuh dan menekan liang peranakannya. Nikmatnya sukar dilukiskan dengan kata-kata. Seluruh batang penisku seakan diremas lembut, dikenyot-kenyot dan diurut-urut oleh daging hangatnya. &#8221; Aaawwww &#8230; masssssss&#8230;&#8230;.&#8221;, pekik Yeni lirih.</p>
<p>Kedua matanya dipejamkan dan bibirnya yg merah terkatup rapat seakan menahan perih, lalu sejenak kemudian matanya perlahan terbuka. Ia memandangku mesra. Bibirnya malah tersenyum manis padaku. &#8221; Yen&#8230;. Enak sekali yaaa &#8230;.&#8221;, bisikku nakal. Ia hanya mencubitku gemas. Kedua tangannya memelukku mesra dan hangat. Kedua pahanya yg mulus sekarang ditekuk keatas dan diapitkan ke pinggangku kuat-kuat. &#8221; Mas Er &#8230; Yeni nggak akan melepaskan mas Er &#8230; sebelum mas Er puas &#8230;.&#8221;, bisiknya manja. &#8221; Oouuuhhh &#8230;Yenii .. kau cantik sekali sih &#8230;&#8221;, bisikku gemas. Ia tersenyum senang lalu bibir merahnya yg hangat dan lembut mulai mengecupku dan mengajak bercumbu. Aku membalasnya dengan tak kalah bernafsu. Sejenak kubiarkan alat vitalku yg sudah seluruhnya terbenam didalam liang vaginanya itu tak bergerak sedikitpun, memberi kesempatan agar liang vaginanya itu terbiasa dengan kebesaran alat vitalku. Cukup lama juga kami bercumbu sampai akhirnya dengan bisikan nafsunya Yeni berbisik&#8230;. &#8221; Maasss &#8230;.. mulai dong &#8230;&#8221;, katanya manja. Aku benar-benar terangsang mendengar permintaan nakalnya itu. &#8221; Ooouhhh ..Yen &#8230;kuhamili kau sayang &#8230;&#8221;, bisikku gemas sambil kumulai mengayuh pinggulku turun naik mengeluar masukkan alat vitalku dari liang vaginanya. &#8221; Iiiihhhh &#8230;.. aaawww &#8230; mass &#8230;.nngghhh&#8230;&#8221;, pekik Yeni keenakan merasakan gesekan batang penisku yang mulai menghunjam keluar masuk liang kemaluannya. &#8221; kuhamili kau Yen &#8230;.aaahhhh &#8230;.kuhamili kau Yen &#8230;..aaahhhhh &#8230;..ngghhha aaaghhhh &#8230;. Kuhamili kau Yen &#8230;..&#8221;, erangku nikmat berulang-ulang. &#8221; mmm &#8230;mass &#8230;ngggghhhh &#8230;nnggghh &#8230;..&#8221;</p>
<p>Sempat kudengar pintu kamar ditutup &#8230; aku melirik sekilas kesamping kiri &#8230;. Kulihat Nani sudah tak berada lagi disitu, mungkin ia risih melihat kami berdua berhubungan intim didepan matanya. Aku tak peduli dan kembali mencumbu bibir Yeni dengan mesra sambil terus kukayuh biduk kenikmatanku berulang-ulang. Turun ..naik..turun &#8230;naik &#8230;. Makin lama makin cepat membuat rasa nikmat senggama itu semakin terasa dan memuncak. Begitu hebatnya liang vagina Yeni yg rapat dan hangat itu mengenyot, menyedot dan mengurut-urut batang alat vitalku membuat jiwaku seakan melayang-layang ke pusaran kenikmatan sorga dunia. Pinggulku yg tadi mengayuh lembut turun naik kini menghentak-hentak kuat sampai setiap kali aku menghentak ke bawah membenamkan alat vitalku kedalam liang vaginanya, buah zakarku yg menghantam pantatnya sampai menimbulkan bunyi keras ..plekk &#8230;plekkk &#8230;plekk .. Tak kupedulikan lagi rintihan dan erangan Yeni, entah kesakitan atau keenakan &#8230; yg jelas aku sendiri merasakan kenikmatan yg sangat luar biasa. Dan tak lama lagi pasti cairan kenikmatan itu akan kutumpahkan keluar. &#8221; Mmm &#8230;cup ..cup &#8230;ahhh &#8230;Yen ..ngghhh &#8230; enak sekali sayanggghhhh &#8230;oouhhh &#8230;.&#8221;, erangku keenakan. &#8221; M..mas &#8230;.awwaaww &#8230;.ngghhhhh &#8230;.. aauuuuuuwwwwwgghghghhhghghh &#8230;&#8230;&#8221; Tiba-tiba ia mengerang keras &#8230;keras sekali sambil kurasakan pelukan kedua tangannya makin kuat&#8230;. Kedua pahanya pun menjepit makin kuat &#8230;.pinggulnya bergoyang-goyang lembut dan gemetaran. Kuku kedua jemari tangannya seakan menembus kulit punggungku dan terakhir kurasakan vaginanya merapat dan menjepit alat vitalku kuat-kuat.</p>
<p>Aku serasa dipilin-pilin. &#8221; Nnnggghhhh &#8230;Yennn &#8230;&#8230;.aahhhh &#8230;enaaakk .. Yennnnnnngghhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8221; Sejenak kemudian aku merasa cairan hangat melumuri alat vitalku yg sedang berada didalam kemaluannya. &#8221; Maaaaaaasssssssssssss &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..aagghhhghnnng ggghnnnngnggg &#8230;&#8230;&#8221;, Yeni merintih keras. Tubuhnya mengejan beberapa saat sebelum akhirnya lemas kembali. Kedua pahanya yg tadi mengapit pinggangku kini malah terkulai lemas. &#8221; Yenniii &#8230;kau orgasme sayang &#8230;.&#8221;, bisikku senang. Aku jadi geram sendiri dan gemas melihatnya. Kuselipkan kedua telapak tanganku ke balik bokongnya yg bulat dan kenyal. Lalu kuhunjamkan turun naik pinggulku beberapa kali sebelum akhirnya kuhentakkan sekuatnya pinggulku ke bawah sampai seluruh alat vitalku benar-benar tenggelam semuanya kedalam liang kemaluan Yeni. Aku merasa mentok lalu sambil kugoyang-goyangkan pinggulku memutar menikmati jepitan dan urutan liang vaginanya, 5 detik kemudian mulai kusemburkan air maniku yg kental didalam situ. Crreeet &#8230;&#8230;&#8230;ccreeeetttttt &#8230;&#8230;&#8230;..crraaaaattttttttttt t &#8230;.. Wuuuiiihhhhh &#8230;. Rasanya nikmat luar biasa. Aku mengerang-ngerang nikmat melepas ejakulasi. Rohku seakan terbang keatas sorga.</p>
<p>Kuresapi setiap mili jepitan daging liang kemaluan Yeni sambil kusemburkan nikmat air maniku di dalam situ. &#8221; Oouuuhh &#8230;. Mass &#8230;kok di dalem mass &#8230;.&#8221;, rintih Yeni masih lemas. &#8221; Ennghhhhggkkkkk &#8230;y..y..ya ..sa.yang &#8230;. biar ka..kamu hamil &#8230;&#8221;, erangku gemas di antara rasa nikmat ejakulasiku. Aku merasa ia sama sekali tidak protes atas tindakanku, mungkin ia senang melihatku bisa menikmati tubuhnya seutuhnya. Jemari kedua tangannya yg halus memijit dan mengusap-usap mesra pantatku yg sedang gemetar melepas kenikmatan sex. Crreeeett&#8230;&#8230;.. crrattttt &#8230;&#8230;&#8230; crrreeettttttttt &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. &#8221; Oouuhh Yen &#8230;. enaaaknya sayaaaang &#8230;&#8230;..nnggghhghghkkkkkk&#8230;.. &#8220;, erangku masih keenakan. Sebelum akhirnya kurasakan air maniku semakin habis dan terkuras keluar seluruhnya ke dalam liang vaginanya.</p>
<p>&#8221; Oouuuhhhh &#8230;. Masssss &#8230;&#8230;.&#8221;, rintih Yeni senang melihatku sangat terpuaskan. Aku terkulai lemas di atas tubuh bugilnya yg berkeringat. Begitu nikmat terhempas di antara keempukan payudaranya yg kenyal. Puting-puting susunya yg terasa keras menusuk tajam dadaku. Kubiarkan alat vitalku yang baru saja menikmati enjakulasi itu tetap berada didalam liang vaginanya. Meresapi kehangatan dan kelembutannya serta sisa-sisa kenikmatan sex. &#8221; Yen. &#8230;aaahhhhhhh &#8230;. Aku puas sekali sayangghhhh &#8230;&#8221;, bisikku lemas. &#8221; Ya &#8230;masss &#8230; Yeni juga &#8230;.cup &#8230;.cup&#8230;.&#8221;, ujarnya lirih sambil mengecup dahiku mesra. 10 menit kemudian kami lalu berbenah dan merapikan kamar Agus sebelum akhirnya aku juga pamit padanya untuk pulang. Kami berdua bahkan berjanji untuk melakukan perbuatan itu lagi setiap saat. Sampai sekarang walaupun aku dan Yeni sudah berulang kali berhubungan badan rahasia ini tetap terjaga tanpa sepengetahuan Agus. Karena biasanya hubungan sex itu lebih sering terjadi di tempat kostku atau kalo tidak kami terpaksa mencari tampat2 sepi di alam terbuka seperti di Coban Rondo atau Lembah Dieng untuk sekedar dapat menikmati sorga dunia sesaat.<br />
Untuk mencegah kehamilan aku selalu membawa tissue anti hamil (Female contraceptive film) untuk kuberikan pada Yeni sebelum kami melakukan senggama. Dengan Yeni aku mendapatkan segala keinginanku akan fantasi sex yg selama aku bersama mbak Marisa tak pernah kudapatkan. Bersama Yeni aku mendapatkan pengalaman pertama bersenggama lewat anus (sodomi). Aku masih ingat saat itu hari Sabtu atau malam minggu, kebetulan Silvi sedang ada acara bersama keluarga ke Singosari, jadi hari itu aku cuti kencan. Sebelumnya aku sudah mengontak Yeni untuk acara sambung raga. Sore hari kami berdua berangkat ke kota Batu dan menyewa sebuah Villa kecil untuk menginap. Sepanjang perjalanan kami berdua ngomong ngelantur karena membayangkan segala kenikmatan-kenikmatan sex yg akan kami lakukan nanti. &#8221; Pasti enak ya mas &#8230; kita bersenggama di udara dingin &#8230;&#8221;, katanya padaku dengan tatapan penuh birahi. Sampai di Villa yg kusewa, kami berdua langsung saling membuka pakaian sampai bugil.</p>
<p>Yeni dengan gayanya yg aduhai dan merangsang berjalan melenggang dan langsung tidur tengkurap diatas sofa. Bokongnya yang bulat mekal dan putih begitu mulus mempesona. Belahan putih vertikal bibir kemaluannya yg tebal terlihat saling mengatup rapat dari belakang menyembunyikan liang vagina merahnya. Yeni memang tahu kegemaranku menyetubuhinya dari sebelah belakang, karena ia tahu aku sangat terangsang sekali dengan bagian tubuh belakangnya yang seksi terutama pinggul dan bokongnya yang bulat mekal. Dan biasanya memang alat vitalku dalam posisi seperti itu tak sanggup dijepit terlalu lama dalam liang vaginanya karena Yeni selalu mengapitkan kedua belah pahanya rapat-rapat sehingga jepitan liang vaginanya sangat ketat sekali. Paling lama cuman 15 menit air maniku sudah tumpah keluar, itu juga kalo Yeni sambil mengajakku mengobrol. Memang setiap kali kami berdua berhubungan badan kami selalu menyelingi dengan obrolan-obrolan kecil dan lucu agar kenikmatan bersenggama itu dapat berlangsung lebih lama. { Oh yaa &#8230; semenjak setelah intercourse pertama, Yeni telah mencukur rambut alat vitalku dengan shavernya sampai gundul dan licin, begitu pula dengan rambut kemaluannya sendiri, katanya ia risih kalo harus bersenggama dengan rambut2 yang mengganggu kenikmatannya. Mbak Marisa sendiri juga lebih bergairah dengan keadaanku sekarang, birahinya langsung naik dan menggebu bila melihat alat vitalku yang tampak bersih dan licin}</p>
<p>Melihat Yeni sudah mengambil posisi siap untuk kusetubuhi, tanpa dikomando alat vitalku langsung tegang dan ngaceng keras sekali. Dengan gemas aku menyusulnya dan menindih tubuh mulusnya yg tengkurap dan dengan cepat kuselipkan penisku yg ngaceng diantara kedua belah pahanya sebelah atas persis sekitar 2 centi dibawah lubang anus dan kutekan perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku memasuki liang vaginanya yg rapat. Aku mulai menaik turunkan pinggulku menggesekkan alat vitalku dengan liang vaginanya. Kami berdua mengerang-erang nikmat berulangkali sampai sekitar 10 menitan aku merasa tak mampu lagi menahan rasa nikmat jepitan liang vaginanya lalu kusemburkan air maniku dengan sejuta rasa nikmat yg tiada tara kedalam rahimnya. Waktu itu Yeni sempat lupa memasukkan tissue anti hamilnya kedalam liang kemaluannya.</p>
<p>Sewaktu aku selesai enjakulasi ia terpekik kaget dan mendorong tubuhku kesamping, alat vitalku yg sudah loyo tercabut dari dalam kemaluannya. Ia ngibrit ke kamar mandi katanya mau kencing dulu sekalian ngeluarin spermaku yg sudah terlanjur bersemayam dalam kemaluannya. Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya. Gimana caranya ia bisa memuntahkan seluruh spermaku yg sangat banyak dan kental itu. 2 jam kemudian sewaktu kami berada didalam kamar tidur sambil menonton TV, aku nekat mengajak Yeni untuk mencoba berhubungan badan lewat lubang anusnya.<br />
Semula ia kaget karena tak terpikir sama sekali baginya untuk mencoba melakukan anal sex seperti itu. Namun karena melihatku begitu kepingin sekali, Yeni akhirnya tersenyum dan mengiyakan permintaanku. Waahh &#8230; senengnya hatiku. Alat vitalku langsung ereksi membayangkan nikmatnya memasuki dan menggesek lubang anusnya. Aku langsung mengambil minyak &#8216;baby oil&#8217; yg sudah kupersiapkan sejak dari rumah. &#8221; Iiiihh ..mas Ery &#8230;mmm &#8230; rupanya udah siap-siap yaa &#8230;&#8221;, katanya terheran-heran. Aku hanya tersenyum-senyum sendiri menahan nafsu birahi. Kulumuri batang penisku yg ngaceng dengan baby oil itu sampai rata dan terasa licin. Kulihat Yeni sempat bergidik juga membayangkan alat vitalku yg besar dan panjang itu bakal memasuki lubang duburnya. &#8221; M &#8230;m..mass Er &#8230; ka..kalo Yeni terasa sa..sakit &#8230;jangan dipaksa yaa ..?&#8221;, katanya sedikit gugup.</p>
<p>Aku tersenyum senang melihat ketakutannya, entah kenapa sikapnya itu membuat birahiku semakin bergelora. Kuraih tubuh bugilnya yg bahenol itu kedalam pelukanku, kucumbu nikmat bibir merahnya yg basah merekah sambil kuremas-remas gemas kedua buah dadanya yg kenyal secara bergantian beberapa saat.&#8221; Mmmm &#8230;cup&#8230; jangan kuatir sayang &#8230;aku tak akan sekasar itu &#8230;&#8221; Yeni tersenyum manis sambil membalas kulumanku. &#8221; Mass &#8230; nanti kalo spermanya mau keluar &#8230;nggg &#8230;itunya dicabut yaa ..&#8221;, ujarnya genit. &#8221; Ouuh &#8230;Yen ..ngg &#8230;.kau cantik sekali &#8230;&#8221;, bisikku penuh nafsu. Aku menyuruhnya untuk menelungkup diatas kasur dan dibawah perutnya kuselipkan sebuah bantal sehingga pantatnya yg bulat mekal dan seksi itu agak terangkat keatas.</p>
<p>Kedua pahanya sedikit agak kurenggangkan agar posisiku lebih mudah saat menyodominya. Yeni kelihatan sangat pasrah sekali dengan apa yg akan aku lakukan, meski ini adalah pengalaman pertama anal sexnya. Setengah berdiri aku mengangkang diatas kedua paha mulusnya lalu kuturunkan pinggulku kebawah. Kulihat belahan vertikal bibir kemaluannya yg menutup rapat sangat merangsang sekali menyembunyikan liang vagina merahnya yg basah. Mau tak mau aku jadi terangsang juga kepingin menjepitkan alat vitalku kedalam liang vaginanya. Dan memang kulakukan, dengan gemas kuselipkan kepala penisku diantara belahan bibir kemaluannya dan kutekan alat vitalku perlahan-lahan sampai seluruhnya masuk kedalam liang vagina. Uuuuhhhh &#8230;.nikmat sekali merasakan jepitan hangat dan basah kemaluannya itu. Yeni tertawa kecil melihat ulahku. Mukanya yg tadi disembunyikan diatas sprei setengah menoleh kearahku sambil tersenyum geli. &#8221; Aduuuhh &#8230;.nggak tahan ya masss &#8230;. Kok dimasukin kesitu lagi &#8230;hi..hi..&#8221; &#8221; Eehhhh &#8230; habis itumu merangsang sekali sih Yen &#8230;. Aku khan jadi kepingin ngerasain jepitannya lagi &#8230;&#8221;</p>
<p>Ia tertawa makin nyaring, namun sejenak kemudian ia memekik kecil saat jemari kedua tanganku menyibakkan belahan pantatnya sehingga aku dapat melihat lubang duburnya yg berkerut dan berwarna coklat susu itu. Wooww &#8230;. Benar-benar sangat menggemaskani. Kelihatan begitu mungil dan rapat sekali, seolah-olah ujung jaripun nggak bakalan bisa masuk. Aku jadi penasaran. Dengan telunjuk jemari kananku kucoba kuselipkan kedalam lubang anusnya &#8230;.rasanya rapat sekali namun empuk dan kenyal &#8230;. Perlahan-lahan jari telunjukku mulai terbenam kedalam lubang duburnya sampai ke pangkal &#8230;. Waahh ..rasanya sangat hangat dan lembek didalam situ. &#8221; Aaaahh &#8230;mm..mas Er &#8230;geliii &#8230;ahhh &#8230;..nggghhh&#8230;&#8221;, rintih Yeni pelan. Wajahnya kembali disembunyikan diatas sprei.<br />
Kuputar-putar jari telunjukku didalam situ secara perlahan-lahan. Yeni semakin kegelian. Sambil kuputar telunjukku kutarik keluar masuk seperti sedang senggama. Waahh &#8230; ternyata tidak terlalu susah juga meski terasa sangat sempit karena ternyata lubang duburnya bisa sedikit melar dan elastis. Sampai disitu aku baru mengerti kenapa di film-film porno begitu enaknya bintang pria menyodomi yg cewe karena memang sangat elastis. Kucabut jari telunjukku dari lubang duburnya dengan perlahan dan kulihat ternyata liang duburnya yg ternyata juga berwarna sangat merah itu tidak langsung mengatup rapat namun menutup dengan perlahan-lahan pula. Yeni merintih kecil kegelian. Kugoyangkan pinggulku maju mundur. Beberapa saat kunikmati jepitan dan gesekan lembut liang vagina Yeni yang hangat dan basah. &#8221; Oouuuuh&#8230;mass ..Er&#8230;.nggghhh &#8230;.nnnnggghhh &#8230;..&#8221;, rintih Yeni keenakan. 2 menit kemudian kucabut alat vitalku dari dalam lubang kemaluannya lalu ganti kuarahkan ujung kepala penisku kesebelah atas persis dimulut lubang anusnya.</p>
<p>Sambil kusibakkan belahan pantatnya dengan tangan kiri aku mulai menekankan ujung kepala penisku yg besar ke mulut lubang duburnya. Uugghh &#8230; semula aku merasa seperti memasuki jalan buntu, namun 5 detik kemudian setelah berulangkali kutekan akhirnya secara perlahan-lahan lubang anusnya itu mulai melar sehingga kepala penisku dengan cepat masuk kedalam. &#8221; Aaawww &#8230;&#8230;&#8221;, Yeni memekik kecil. Sebaliknya aku malah meram melek merasakan jepitan lubang duburnya pada kepala penisku yg besar. &#8221; Aaahhhnngghhh &#8230; sakit Yen ..?&#8221;, bisikku keenakan. Kepala penisku telah tenggelam kedalam lubang duburnya, rasanya sedikit kesat dan ketat luarbiasa.<br />
&#8221; Oooohhhh &#8230;. It&#8217;s so tight baby &#8230;.eehhhhh &#8230;..&#8221;, bisikku nikmat. Aku menekan terus perlahan-lahan alat vitalku menembus ke dalam liang duburnya &#8230; mili demi mili &#8230; sampai akhirnya separuh dari batang penisku berhasil masuk. Wuuuiiihh .. ketatnya luarbiasa sekali. Lubang duburnya terasa berdenyut-denyut keras seakan meremas-remas batang penisku yg besar&#8230;. Terasa sangat hangat dan lembek didalam situ. Kulihat tubuh Yeni bergetar pelan seolah menahan sakit. &#8221; Aaahhh &#8230;Yen &#8230;sakitkah sayang ..?&#8221;, tanyaku cemas. &#8221; Mmm &#8230;ngggghhhh &#8230;ssedikit mass &#8230;teruskan saja mass &#8230;&#8221;, rintihnya lirih menambah gairahku. Hheeekkkgghh &#8230;. Aku menekan batang penisku kembali kedalam lubang duburnya ..dan srrtt &#8230; perlahan-lahan alat vitalku terus menelusup kedalam &#8230;kedalam &#8230;kedalam dan aahhhhgghhhh &#8230;.aku merasa ternyata semakin kedalam semakin rapat dan lembek. Kepala penisku seakan diremat-remat hebat didalam anusnya. &#8221; Aaagghhh ..Yen &#8230;nngghhhh &#8230;.&#8221;, erangku keenakan. &#8221; Auuwwww &#8230;mass &#8230;udah mass &#8230;jangan terlalu dalam &#8230;. Ngganjel nih &#8230;auuww &#8230; &#8220;, pekik Yeni pelan. &#8221; Nnngghhhh &#8230;tinggal sedikit lagi Yen &#8230;.aaahhhgghh &#8230;&#8221;, erangku nikmat melihat batang penisku hanya tinggal sekitar 4 centi saja yg masih berada diluar. Aku berusaha menekan lagi namun kulihat tiba-tiba tubuh Yeni meregang kecil seolah kesakitan. &#8221; Sakit sayang &#8230;?&#8221;,bisikku setengah kaget. Yeni tak menjawab namun kudengar mulutnya merintih-rintih pelan. Kasihan juga aku melihatnya. Tak kupaksakan untuk menekan lebih jauh lagi, karena dengan jepitan lubang anusnya yg sedalam ini saja sudah membuat batang penisku seperti diremat kuat sekali &#8230; apalagi aku merasakan liang anusnya itu juga berdenyut-denyut seperti mengurut-urut memberiku kenikmatan luar biasa pada alat vitalku.</p>
<p>Tak pernah kusangka sama sekali begitu nikmatnya bersenggama lewat jalan belakang. &#8221; M..mmassss &#8230;&#8230; &#8220;, rintih Yeni tanpa arti &#8230; entah kesakitan atau mungkin dia juga merasakan nikmat tersendiri. &#8221; Sakitkah sayang &#8230;?&#8221;, tanyaku sekali lagi sambil menahan rasa nikmat. &#8221; Nnnnggghhhh &#8230;. Ng&#8230;nggak juga mass &#8230;&#8230; hanya sedikit ngganjel &#8230;&#8221;, ujarnya pelan. Aku tersenyum lega. Kutarik perlahan batang penisku dari dalam lubang anusnya &#8230;uuughghhh aku merasa seret dan kesat meski baby oil yg kulumurkan sudah cukup banyak. Lubang anusnya itu seakan mencengkeram dan membetot seolah menahan laju gesekan keluar alat vitalku. Aku mengerang nikmat, kulihat batang penisku yg tertarik keluar seolah tergencet sampai mengecil saking kuatnya rematan liang duburnya. &#8221; Nnnnnngggghh &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221; . Ketika sudah sampai leher (aku memang sengaja masih menjepitkan kepala penisku agar tetap berada didalam liang duburnya) segera kutekan lagi secara perlahan batang alat vitalku kedalam lubang anusnya sampai kurasakan pinggul Yeni bergetar lagi pertanda agar aku menyetop sodokanku. Mmmmm &#8230; nikmatnya tak terbayang.</p>
<p>Akhirnya aku mengambil posisi setengah menindih tubuh bugil Yeni yg menelungkup karena aku tak mungkin merapatkan tubuhku kepadanya, karena bila itu kulakukan berarti aku harus menekan sampai mentok seluruh batang penisku kedalam lubang duburnya. Itu berarti menyakiti Yeni &#8230; aku nggak bakalan tega melakukannya. Setengah memeluknya kuciumi kulit punggungnya yg halus dengan lembut sementara pinggulku kugerakkan turun naik dengan sangat perlahan sekali &#8230;. Naik turun..naik turun ..mengeluar masukkan batang alat vitalku kedalam anusnya. Kuresapi setiap gesekan dan rematan daging tubuhnya yg hangat dan lembek itu. Denyutannya yg lembut memberikanku rasa nikmat tak terkira. &#8221; Mm &#8230;mass &#8230;.ngggghhhh &#8230;aawww &#8230;.nngghhhh &#8230;&#8230;.&#8221;, rintih Yeni perlahan. Kuremasi kedua buah payudaranya yg kenyal secara perlahan dengan gerakan memutar menambah rintihannya semakin menggila. &#8221; Yeniii &#8230;.ooohhh &#8230;.yeniii &#8230;..&#8221;, erangku keenakan. Brrruttt &#8230;.. bbrrruuttttt &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;.bbrrrruuuurtttt &#8230;&#8230;. Beberapa kali terdengar bunyi yg cukup keras dari pantat Yeni, setiap kali batang alat vitalku yang ngaceng keras dan berlendir itu kubenamkan kedalam lubang duburnya.</p>
<p>Persis seperti suara kentut. Aku mengira mungkin karena udara didalam lubang duburnya yg tertekan saat penisku masuk itu terdorong keluar. Wuuiiihhhh &#8230;.. suaranya membuatku jadi makin terangsang dan bergairah. Saat itu aku merasa begitu perkasa, meski rasa nikmat pada alat vitalku sangat berlebihan namun aku mampu melakukan persetubuhan dengan timing yg cukup lama &#8230;mungkin sekitar setengah jam-an bahkan lebih. Ini adalah pengalaman pertama anal kami dan tak kan pernah terlupakan. Ketika sampai akhirnya kenikmatan itu hampir mencapai puncaknya, dan sengaja aku tak memberitahukannya kepada Yeni .. setelah kutimbang dan kupikirkan sekilas dan berharap tak berakibat efek apapun &#8230; kuputuskan untuk menumpahkan saja sekalian air maniku didalam lubang duburnya.</p>
<p>Kutekan sedalamnya batang alat vitalku didalam situ lalu sambil pinggulku kuputar perlahan air maniku menyembur keluar dengan diiringi sejuta kenikmatan yg tak terkira. Tubuhku menggeletar dan meregang mencapai puncak enjakuasi. Crrreetttt &#8230;&#8230;&#8230;.ccreeettttttt &#8230;&#8230;crreeetttttt &#8230;&#8230;&#8230;..crrrrrrrreeeeeeettt tt. &#8230;&#8230;&#8230;.. Semburan demi semburan kutumpahkan dengan nikmat didalam lubang duburnya. Yeni memekik kaget dan merintih pelan. Tubuhnya tetap diam tak bergerak hanya sekali-kali bergetar pelan. Ia seolah benar2 pasrah dan mengijinkanku melakukan semua itu. Lengkap sudah kenikmatan itu. Anganku seakan melayang tinggi terhempas dalam pusaran kenikmatan. Air maniku masih mengalir sebanyak kurang lebih 4 semburan lagi sampai akhirnya kurasakan puncak kenikmatan yg sempurna itu berakhir. Selama beberapa menit masih kubiarkan alat vitalku terbenam didalam lubang dubur Yeni menikmati sensasi terakhir jepitan rapat dan hangat miliknya. Aku merasa sperma yg kukeluarkan saat itu lumayan banyak karena kenikmatan yg kualami sangat luarbiasa.</p>
<p>Tak bisa kubayangkan didalam saluran anusnya itu tergenang cairan mani. Wuuuiiihh &#8230;. 5 menit kemudian aku menggeletak lemas disamping kiri Yeni. Meski dengan ekspresi letih sedikit pucat ia mencumbu bibirku dengan sangat mesra sekali seolah ia ikut merasakan kenikmatan yg sedang kualami. Aku tahu ia belum orgasme sampai saat itu, sedangkan alat vitalku rasanya belum mampu untuk berdiri lagi. Malam itu kupuaskan dirinya dengan sapuan kenikmatan bibir dan mulutku pada alat kemaluannya. Selama kurang lebih tiga perempat jam aku melakukan cumbuan pada belahan bibir kewanitaannya &#8230;. Kucium &#8230;.kuhisap &#8230;kujilat &#8230;sampai akhirnya clitorisnya yg sensitif itu ganti kuremat dan kukenyot-kenyot tanpa pernah kulepaskan barang sedetikpun &#8230; akibatnya sampai Yeni orgasme berulang-ulang kali. Mulutku sampai terasa licin dan berlendir kecipratan cairan orgasmenya yg keruh kekuningan itu.<br />
Setelah ia benar-benar sangat puas dan letih baru kuhentikan cumbuanku pada alat kemaluannya dan kami berdua tertidur nyenyak kelelahan sampai pagi. Pagi harinya ketika aku bangun mendahuluinya iseng sengaja kulihat bagian belakang tubuhnya yg tadi malam kusetubuhi. Kulihat lubang duburnya yg berwarna coklat susu itu menutup rapat sekali namun dari sela-selanya terlihat keluar leleran lendir berwarna putih kental banyak sekali sampai mengalir keatas pantatnya dan jatuh kebawah membasahi kain sprei tempat tidur. Agak sedikit mengering.</p>
<p>Rupanya tanpa Yeni sadari air maniku yg kutumpahkan didalam lubang duburnya semalam terdesak keluar lagi. Aku lega sekali melihatnya, bagaimanapun aku khawatir kalo sampai membawa efek jelek bagi tubuh Yeni. Minggu siang sebelum kami kembali ke Malang dengan manja Yeni memintaku untuk menyetubuhinya sekali lagi hanya kali ini penetrasi itu kulakukan melalui liang vaginanya. Saat itu kami bersetubuh cukup lama sekali&#8230; mungkin hampir 1,5 jam-an karena kami melakukannya dengan diselingi obrolan-obrolan kecil dari soal sex sampai masalah politik. Lucu juga &#8230;.tapi asyik dan nikmat bisa berlama-lama menyatukan alat kelamin. Sampai detik ini, itu adalah pengalaman anal sex pertama dan terakhirku karena semenjak peristiwa itu Yeni tak pernah mau lagi diajak sodomi karena menurut sepengetahuan yg pernah dibacanya anal sex seperti itu sangat tidak sehat dan bisa membawa penyakit.</p>
<p>Willy nilly aku membenarkan juga omongannya dan sampai sekarang ini bila kami ingin berhubungan badan saya melakukan penetrasi hanya melalui vaginanya saja. Dengan mbak Marisa sendiri rutinitas sex-ku juga tetap tak berkurang sama sekali sebanyak seminggu 2-3 kali, begitu pula dengan Yeni. Ia sama sekali tak mengetahui perselingkuhanku dengan Yeni, mbak Marisa malah mengira aku sudah berhubungan dengan Sherly padahal hingga saat ini malah aku belum berhasil mengajaknya tidur bersama, karena katanya ia sangat menghormati mbak Marisa yg dianggapnya seperti kakaknya sendiri. Dengan Silvi sampai saat ini sama sekali belum pernah aku mengajaknya sampai begituan, hanya sekali dua kali saja kami bercumbu bibir atau necking sambil meremasi payudaranya yg bulat kenyal. But intercourse .. Not yet!.</p>
<p>Demikian lah cerita lengkapnya, mungkin bagi anda tante girang yang pengen cari brondong, bisa anda dapatkan disini, mungkinjuga bagi brondong yang pengen <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> bisa juga cari info nya disini, silahkan telusuri web yang kami sediakan karena kami memberikan info lengkap buat anda.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante dan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita dewasa brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita seks brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">brondong tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">sex brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex dengan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante dan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante dengan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">kuhamili tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita dewasa perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan tante tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex tante dengan brondong</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bu Neneng Yang Baik Hati</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 14:53:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[bu neneng binal]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot wanita setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[seks wanita setengah baya]]></category>
		<category><![CDATA[wanita setengah baya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=210</guid>
		<description><![CDATA[Musibah kadang memberikan berkah, seperti yang dialami seorang pemuda yang mengaku bernama joko, dia terjatuh dari sepeda motor dan akhirnya di tolong warga, nah di tempat dia ditolong inilah dia menemukan sebuah kejadian aneh dimana cerita dewasa ini bermula, dia mendapatkan seks gratis dengan wanita setengah baya. berikut cerita lengkapnya.

Ini adalah cerita sex-ku yang asyik. [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Musibah kadang memberikan berkah, seperti yang dialami seorang pemuda yang mengaku bernama joko, dia terjatuh dari sepeda motor dan akhirnya di tolong warga, nah di tempat dia ditolong inilah dia menemukan sebuah kejadian aneh dimana <a href="http://cerita.modelperawan.com/">cerita dewasa</a> ini bermula, dia mendapatkan seks gratis dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/category/setengah-baya/">wanita setengah baya</a>. berikut cerita lengkapnya.</p>
<p><img title="Tante Binal" src="http://i4.ytimg.com/vi/oE8glWwgK6I/default.jpg" alt="Foto Tante Binal" width="120" height="90" /><br />
Ini adalah cerita sex-ku yang asyik. Namaku Joko (samaran), tinggiku 171 cm, berat ideal. Akumemiliki wajah yang ganteng dan penis yang lumayan untuk membuat cewek tegang dan lemas. Aku mempunyai daya sex yang kuat sekali, sering aku melakukan onani dengan dengan nonton BF dan berkhayal tubuh sintal dan seksi, lalu memasukkan penisku ke vagina cewek. Aku sering nonton BF dan diiringi meremas-remas penis sampai aku tegang dan keluar sperma. Ini biasanya aku lakukan sampai tiga kali dalam satu kali nonton BF. Aku suka susu cewek yang besar dan kenyal. Aku paling suka kalau bermain sex dengan posisi aku di bawah dan cewek yang memainkan vaginanya di atas tubuhku sambil melihat pantat besar dan mulus yang naik turun dan bergoyang.</p>
<p>Cerita ini bermula dari kecelakaan kecil yang menimpaku. Seperti biasa, sore hari aku menyempati jalan-jalan dengan motor kesayanganku, dengan memakai jeans dan jaket kesayanganku, dengan kecepatan yang tidak begitu cepat. Aku lihat ke kanan dan ke kiri, tiba tiba ada motordari belakang dengan kecepatan tinggi menyerempetku. Sekilas aku kaget dan berusaha minggir, tapi sial aku malah jatuh karena tepi jalan itu ada batu batu<span id="more-210"></span> kecil yang menyebabkan ban motorku tergelincir dan akhirnya aku tertimpa motor dan yang menyerempetku tadi langsung tancapgas (kabur)! Setelah itu aku berusaha bangun dengan pertolongan orang orang di sekitar situ. Aku terluka di bagian kaki (paha atas, lengan atas dan dada), sebenarnya luka ini tidak begitu serius bagiku, tapi aku kagum sekali dengan pertolongan orang-orang di sekitar situ yang penuh simpatik.</p>
<p>Setelah beberapa detik kejadian itu, aku langsung dibawa ke dalam sebuah rumah dekat kejadian. Ya, seperti biasa menghindari campur tangan polisi. Setelah aku dimasukkan di dalam sebuah rumah dan motorku di depan rumah itu, aku disuruh duduk oleh seorang cewek yang ternyata pemilik rumah itu. &#8220;Adik duduk aja di sini, biar ibu ambilin obat ya&#8230;&#8221; kata cewek itu dan segera masuk ke dalam kamarnya yang letaknya di depanku. Perkiraanku cewek ini umurnya sekitar 36, meskipun umurnya ya&#8230; cukup tua sih. Tapi cewek ini bodinya oke sekali deh, tingginya sekitar 165 cm susu yang montok berukuran sekitar 36B dan masih terangkat dengan menggunakan kaos yang longgar dan pantat yang besar sekali karena pada waktu itu dia pakai rok pendek sampai lutut dan kelihatan betis yang mulus dengan ditumbuhi rambut halus. Aku sempat berkhayal untuk memegang pantatnya yang besar sekali, kuremas-remas sambil memasukkan jariku ke lubangkenikmatannya.</p>
<p>Setelah beberapa menit dia mencari obat merah di kamarnya, dia memanggil anaknya, &#8220;Sri.. Sri&#8230;ambilin minum tuh&#8230; buat Mas-nya!&#8221; ternyata dia punya anak perempuan yang namanya Sri, umurnya sekitar 17 tahun. Setelah berhasil menemukan obat merah, lalu menghampiriku,<br />
&#8220;Wah&#8230; ini lukanya parah sekali Dik&#8230;&#8221; sambil membuka tutup obat merah.<br />
&#8220;Ah.. nggak kok Bu&#8230; biasa aja kok,&#8221; kataku sambil memperhatikan susunya yang montok tergelantung itu.<br />
&#8220;Nama Adik siapa?&#8221; tanya ibu itu sambil meneteskan obat merah di lengan atasku.<br />
&#8220;Joko Bu, aduh pedih sekali&#8230; pelan-pelan Bu&#8230;!&#8221;<br />
&#8220;Maaf ya&#8230; Dik Joko, oh ya nama ibu Neneng,&#8221; katanya sambil meneteskan ulang obat itu di lengan atasku.<br />
Dan tidak disengaja susu Neneng itu menyenggol sikuku.&#8221;Oh&#8230; maaf Bu&#8230; tidak sengaja,&#8221; tanyaku sambil melihat susu Neneng yang membuat penisku agak tegang.<br />
Dia hanya tersenyum dan tertawa kecil.<br />
&#8220;Lho&#8230; Dik Joko yang kena yang mana lagi, kelihatannya celana kamu sobek tuh&#8230;&#8221; katanya sambil memegang celanaku yang sobek itu.<br />
&#8220;Ya&#8230; Bu itu di bagian paha atas dan di dada ini,&#8221; sambil membuka sedikit kaos yang kupakai.</p>
<p>&#8220;Yang ini harus diobati loh, entar kalau tidak cepet diobati berbahaya, kaki kamu bisa di luruskan nggak?&#8221; kata Bu Neneng.<br />
&#8220;Agak linu Bu&#8230; karena bagian paha sih&#8230;&#8221; kataku sambil mencari kesempatan melihat susu.<br />
Pada waktu itu tepat dudukku tidak memungkinkan aku meluruskan kakiku.<br />
&#8220;Ya&#8230; sudah ke kamar Ibu dulu situ berbaring biar kakimu bisa diluruskan,&#8221; kata Bu Neneng sambil membantuku berdiri dan berjalan.<br />
&#8220;Ya&#8230; Bu&#8230; tapi&#8230;?&#8221; tanyaku ragu.<br />
Nanti disangka macam-macam, tapi memang niatku untuk berusaha nge-sex sama Bu Neneng yang montok itu.<br />
&#8220;Tapi apa, oh&#8230; kamu malu ya&#8230; nyantai aja kamu kan teluka dan perlu pengobatan, sudah masuk ayo Ibu bantu!&#8221; sambil melingkarkan tangan kanan di pundak Bu Neneng aku berjalan.<br />
Dan tidak disengaja waktu berjalan, jari-jariku menyentuh permukaan susu montok Bu Neneng tapi aku tidak merubahnya, malah kugesek-gesekkan dengan pelan-pelan agar tidak ketahuan kalau disengaja, terasa puting susu Bu Neneng yang kenyal menyebabkan penisku tegang. Dan sampailah di tempat tidur Bu Neneng.</p>
<p>&#8220;Sudah Dik Joko, mana yang luka lagi?&#8221; sambil duduk di sampingku dan membelakangiku sementara aku terlentang, otomatis tanganku menempel di paha mulus Bu Neneng.<br />
&#8220;Di dada sini Bu,&#8221; kataku sambil membuka ke atas kaosku agar kelihatan lukanya.<br />
&#8220;Ya&#8230; sudah dilepas dulu kaosnya, entar kalau kena obat ini kan jadi merah,&#8221; katanya basa-basi.<br />
Aku langsung buka kaosku, dan sekarang aku telanjang dada.<br />
&#8220;Nah gini kan bisa leluasa mengobati kamu,&#8221; sambil mendekat ke dadaku, dan otomatis aku melihat dengan jelas susu Bu Neneng tergelantung dan ditutupi oleh BH yang tidak muat menampung besarnya susu Bu Neneng dan tanganku makin kurapatkan ke paha dan sekarang sudah di atas paha mulus Bu Neneng. Dan pada waktu Bu Neneng meneteskan obat, aku terasa pedih dan dengan refleks tanganku terangkat sehingga menyenggol susu Bu Neneng dan rok mini Bu Neneng terangkat ke atas, terlihat paha yang mulus itu.<br />
&#8220;Maaf ya.. Bu, Joko tidak sengaja kok,&#8221; pintaku sambil menurunkan tanganku ke paha Bu Neneng yang mulus dan putih itu.<br />
&#8220;Ya.. tidak apa-apa kok,&#8221; sambil meneruskan meneteskan lagi di bagian dadaku yang luka.</p>
<p>Sekarang dia agak ke atas dan membungkukkan dirinya, otomatis susu yang montok itu dekat sekali dengan wajahku itu. Aku tidak tahu ini disengaja atau tidak, tapi buatku disengaja atau tidak tetap saja membuat penisku makin tegang. Lama-lama kok posisi Bu Neneng makin membungkuk dan sampai suatu saat susunya tersentuh dengan mulutku. Wah, terasa kenyal dan empuk, aku tidak diam saja, aku berusaha pelan-pelan menggeser tanganku yang di paha mulus Bu Neneng itu, pelan dan pelan karena aku takut Bu Neneng marah karena ulahku ini. Dengan nafsu yang kutahan, aku gerak-gerakkan tanganku. Waduh.. paha orang ini mulus sekali, batinku sambil merasakan penis yang menegang kepingin lepas dari sangkarnya (CD-ku), dan sampailah aku di pangkal paha Bu Neneng itu dan menyentuh CD Bu Neneng yang kelihatan memakai CD warna hijau kembang dan kepalaku bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menggesek susu Bu Neneng (pelan-pelan), dan sesekali kujilat halus susu montok itu, waktu itu Bu Neneng diam saja dan terus mengobati dadaku yang luka tapi nafas Bu Neneng tidak bisa disembunyikan, sering dia menarik nafas panjang untuk menahan nafsunya.</p>
<p>&#8220;Sudah nihhh&#8230; Semua luka kamu di dada sudah diobati, sekarang mana lagi yang terluka?&#8221; sambil melihatku dan membiarkan tanganku di pahanya yang mulus itu.&#8221;Itu Bu.. di paha atas,&#8221; jawabku sambil menunjukkan tempat yang luka.&#8221;Wow&#8230; Ya ini harus dibuka Dik Joko, kalau tidak dibuka dimana ibu bisa mengobati apalagi kamu pakai jeans yang ketat.. ya sudah dicopot aja!&#8221; jawab Bu Neneng sambil melihat dengan dekat luka dari luar celanaku dan sesekali lihat penisku yang sudah tegang dari tadi.<br />
&#8220;Bu&#8230; bisa bantuin copot celanaku, aku tidak bisa copot sendiri Bu, kan tanganku luka,&#8221; alasanku agar Bu Neneng bisa lihat penisku dari dekat.</p>
<p>Tiba-tiba Sri datang dengan membawa air putih.<br />
&#8220;Bu ini airnya..&#8221;<br />
&#8220;Ya.. sudah sekarang kamu keluar, e.. jangan lupa tutup pintunya, ibu mau obati Mas Joko dulu!&#8221;<br />
Wah ini kesempatanku untuk melampiaskan sex-ku. Setelah itu Bu Neneng mulai membuka resleting celanaku dan membuka bagian atas dan aku mengangkat sedikit pinggulku supaya Bu Neneng mudah melepas celanaku. Saat membuka celanaku, posisi Bu Neneng membungkuk sehingga mulutnya dekat dengan penisku yang tegang, dan aku sengaja mengangkat pinggul yang lebih tinggi dan tersembullah penisku dan mulut Bu Neneng&#8230; &#8220;Sorry Bu.. tak sengaja,&#8221; mulai saat itu penisku mulai tegang sekali karena cara Bu Neneng membuka celanaku sangat merangsang penisku.</p>
<p>Sambil sedikit menungging dan menggerakkan sedikit pantat yang besar itu, Bu Neneng melepas celana jeans-ku (apa ini usaha Bu Neneng untuk merangsang nafsuku), dan akhirnya aku sekarang tinggal pakai CD. Dan mulailah Bu Neneng mengobati paha atasku dengan posisi nungging membelakangiku dan sedikit siku tangannya menyentuh penis yang sudah tegang. Sesekali BuNeneng melihat penisku dan menggesek-gesekkan sikunya di penisku itu. Dengan melihat gelagat Bu Neneng ini yang memberi peluang padaku, aku tidak diam aja. Dengan melihat pantat yang besar menghadap kepadaku, tanganku mulai sedikit meremas-remas dan mengelus betis lalu menuju ke atas paha yang mulus dan akhirnya aku sampai ke paling atas (pantat mulus Bu Neneng) dan aku nekat mengangkat rok mini Bu Neneng ke atas sehingga sekarang terlihat pantat Bu Neneng yang mulusitu dengan ditutupi CD yang menyelepit di belahan pantat.</p>
<p>Aku mulai mengelus-elus, dan sesekali menarik CD Bu Neneng dan ternyata sudah basah dari tadi.Lalu aku memainkan jariku di permukaan vagina yang tertutup CD itu, Bu Neneng mungkin sudah tahu gelagatku itu sehingga dia merenggangkan kedua pahanya, jadi sekarang terlihat jelas CD Bu Neneng yang basah. Sekarang aku memberanikan diri untuk melihat secara langsung vagina Bu Neneng yang kelihatan sudah tidak sabar untuk dimasuki rudalku yang sudah tegak berdiri. Akumulai menggeser CD Bu Neneng ke kiri dan kelihatan dengan jelas vagina Bu Neneng yang sudah memerah itu. Lalu aku perlahan-lahan menggesek-gesekkan jariku di permukaan vagina Bu Neneng dan dengan reaksi itu nafas Bu Neneng mulai tak beraturan, &#8220;Eeehhh&#8230; ahhh&#8230; ohhh hemmm..&#8221; dan sekarang aku memasukkan jari tengahku ke lubang kenikmatan Bu Neneng dengan pasti dan kukocok dan terus kukocok dengan pelan-pelan dan lama-lama semakin cepat dan&#8230; &#8220;Ah.. oh yes te&#8230; rus&#8230; please&#8230; ah&#8230; ohe.. lebih dalam.. Jook&#8230; &#8221; Bu Neneng mulai membuang obat merah itu dan sekarang tidak mengobati lukaku lagi malah sekarang dia sudah mulai mengocok dan meremas dengan kuat penisku.</p>
<p>Aku kurang puas dengan posisi ini, aku mulai mengangkat salah satu kaki Bu Neneng ke sampingku dan sekarang posisi 69 yang kudapat, dan vagina Bu Neneng tepat di depan mulutku. Aku mulai menjilat klitorisnya, dan kusedot kecil dan kupermainkan pinggir vagina Bu Neneng dengan lidahku yang indah itu. &#8220;Oh.. ya&#8230; enak sekali hisapanmu Jok&#8230; Oh aughhh ahhh yes&#8230; terus!&#8221; dan aku mulai memasukkan lidahku ke dalam lubang yang basah itu dan terasa asin tapi gurih.<br />
&#8220;Oh&#8230; ah&#8230; terus&#8230; kont*l kamu tegang sekali Joko&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Ya.. Bu jilat&#8230; jilat dong..!&#8221;<br />
Tanpa banyak kata Bu Neneng terus melumat habis penisku.<br />
&#8220;Oh&#8230; ya&#8230; ya&#8230; terus yang keras lagi&#8230;!&#8221;<br />
Bu Neneng memang lihai dalam hal oral, tidak satu bagian pun dari penisku yang terlewatkan dari lidah birahi Bu Neneng. Telur penisku terlahap juga dengan mulut binalnya. Bu Neneng tidak puas sampai di situ, sekarang dia mengangkat pantatku lebih tunggi dan kelihatan jelas lubang anusku dan sekarang mempermainkan lidahnya di lubang anusku. Oh, terasa geli bercampur nikmat sampai ujung rambut, pada waktu itu juga Bu Neneng tidak kuat menahan nikmat yang dia rasakan, dan aku tahu kalau Bu Neneng mau orgasme yang pertama kalinya, aku mempercepat gerakan lidahku diklitorisnya, dan mempercepat kocokkan jariku di vaginanya dan akhirnya&#8230; &#8220;Jo&#8230; ah ye.. yea.. aku tidak tahan Jok.. a.. ku.. ke.. luaaar&#8230;&#8221; dan &#8220;Serr&#8230; serrr..&#8221; terasa semprotan kuat dari vagina Bu Neneng kena jariku.</p>
<p>Cairan putih kental yang keluar dari vagina Bu Neneng kusedot habis sampai bersih cairan kenikmatan Bu Neneng tersebut. Dia sekarang tergeletak lemas di sampingku.<br />
&#8220;Bu Neneng masih kuat? Apa cukup saja Bu?&#8221; tanyaku disamping memelintir puting susunya yangkuharapkan sex Bu Neneng kembali lagi dan terangsang.<br />
&#8220;Ah.. kamu jantan sekali Jok! Aku tidak nyangka kamu kuat sekali, kamu belum keluar?&#8221; tanya Bu Neneng sambil mengocok halus kemaluanku yang masih tegang itu.<br />
&#8220;Belum Bu! mau lagi atau&#8230;&#8221;<br />
Belum aku berhenti ngomong Bu Neneng mulai memasukkan penisku ke mulutnya dan dijilat, disedot dan dikocok, sedangkan aku di pinggir tempat tidur dan Bu Neneng di atas tempat tidur denganposisi nungging, dan aku tetap meremas-remas dan sesekali kupelintir-pelintir puting Bu Neneng itu.</p>
<p>&#8220;Aah&#8230; terus Bu&#8230;! lebih dalam Bu&#8230;! yes hemmm Aah&#8230; sessttt aahh&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Jok&#8230; masukin aja ya&#8230; aku pingin ngerasain penis kamu ini,&#8221;<br />
Lalu aku memutarkan tubuh Bu Neneng dengan posisi nungging dan aku mulai mengarahkan penisku ke lubang Bu Neneng tapi aku tidak langsung memasukkan penisku, kugesek-gesek dulu ke permukaan vagina Bu Neneng.<br />
&#8220;Ah.. ya&#8230; masukkan Jok.. cepet aku tidak tahan nih&#8230; oh&#8230; ce&#8230; pet!&#8221;<br />
Aku langsung memasukkan ke lubang Bu Neneng.<br />
&#8220;Blesss&#8230; sleppp&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Ah&#8230; ye&#8230;&#8221; erang Bu Neneng menerima serangan batang kemaluanku.Aku mulai memajukan dan memundurkan penisku dengan pelan tapi pasti dan sekarang aku tambah frekuensi kecepatan kocokanku.<br />
&#8220;Ah&#8230; ya.. penis kamu.. hebat Jok.. keras, te.. rus.. oh.. ssst&#8230; ah&#8230;&#8221;</p>
<p>Aku semakin terangsang dengan erangan Bu Neneng yang menggeliat-liat seperti cacing kebakar. Aku angkat kaki kanannya untuk mempermudah jelajah penisku untuk sampai ke rahimnya dan makin mempercepat kocokanku.<br />
&#8220;Oh ya.. aughhh.. ssttt teruss.. jangan ber.. henti.. ah&#8230; ke.. rass.. Joko.. hebat&#8230;&#8221;<br />
Dan akhirnya,<br />
&#8220;Jok&#8230; lebih cepet&#8230;! aku mau ke.. luar.. aku.. tidak&#8230; oh.. ye.. tahan&#8230; la.. gi.. ah&#8230; oh shhh&#8230;&#8221;<br />
Dan akhirnya dia menyemprotkan cairan kenikmatannya, &#8220;Serr.. serr&#8230;&#8221; terasa ujung penisku disemprot dengan cairan hangat yang kental. Sekarang Bu Neneng tergulai lemas di hadapanku. Aku memperhatikan tubuh Bu Neneng yang montok dengan susu yang besar, dengan telanjang bulat tanpa sehelai benang pun.</p>
<p>Aku tetap mengocok sendiri penisku biar tetap tegang, dan aku mulai tidak kuat, mungkin ini waktunya aku untuk mengakhiri permainan sex-ku.<br />
&#8220;Bu&#8230; permisi, aku mau mengakhiri tugasku ini&#8230;&#8221;<br />
Dengan mengangkat tubuh Bu Neneng ke pinggir tempat tidur, dan membuka lebar-lebar paha Bu Neneng sehingga terpampang vagina Bu Neneng yang masih basah dengan cairan kenikmatannya, aku mulai memasukkan penis dan mengocoknya.<br />
&#8220;Ah.. kau nakal ya.. Jok.. aughhh hemmm.. terus Jok&#8230;&#8221;<br />
Aku dengan semangat &#8220;45&#8243; kukocok habis vagina Bu Neneng dengan menggesek-gesek klitorisnya dengan jari jempolku untuk mempercepat dia untuk orgasme ketiga kalinya, dan&#8230;<br />
&#8220;Bu&#8230; aku mau ke&#8230; luar.. ah.. ye&#8230; di.. mana.. ini&#8230; dalam atau di luar&#8230; oh ye!&#8221; sambil mempercepat kocokan jari dan penisku.<br />
&#8220;Ya.. aku juga Joko&#8230; uh.. uh.. hemm&#8230; sstt.. kita.. barengan di dalam.. oh ye..&#8221;</p>
<p>Bu Neneng tidak kuat lagi ngomong kecuali merem-melek tahan nafsu, dan akhirnya aku keluar di dalam vagina Bu Neneng, &#8220;Crottt.. crottt&#8230;&#8221; sampai lima kali semprotan dan dibarengi dengan erangan dan getaran tubuh Bu Neneng, &#8220;Oh&#8230; yak.. yes&#8230; hemmm&#8230;&#8221; Lalu kucabut penisku dan kupukul-pukulkan di permukaan vagina Bu Neneng dengan reaksi Bu Neneng mengangkat tubuhnya akibat vaginanya kupukul dengan penisku.<br />
&#8220;Bu Neneng hebat sekali deh, makasih ya Bu&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Kamu juga hebat banget Joko.. Ibu sampai kualahan menghadapi kont*l kamu yang tegap ini. Wah&#8230; kont*l kamu ini harus dibersihkan dulu ya&#8230;&#8221;<br />
Dia langsung mengarahkan penisku ke mulutnya dan dilahap langsung dan dikocok-kocok habis.<br />
&#8220;Wow&#8230; oh&#8230; ye.. teruus.. yesss&#8230; sseessttt ahh ya&#8230;&#8221;<br />
Ini membuatku tegang lagi, dan Bu Neneng tak henti-hentinya mengocok dan mengulum penisku yang tegang sekali.</p>
<p>&#8220;Bu&#8230; stop.. augghhhh he&#8230; stooop aku.. tak.. tahan..&#8221;<br />
Dan&#8230;<br />
&#8220;Croot&#8230; croottt&#8230;&#8221;<br />
Kukeluarkan spermaku untuk kedua kalinya di wajah Bu Neneng, dan aku tergeletak lemas di atas susu Bu Neneng.<br />
&#8220;Nah.. sekarang kan Bu Neneng tidak kalah banget toh.. ya.. dua-tiga lah&#8230;!&#8221;<br />
&#8220;Makasih ya.. Jok&#8230; kamu hebat dalam permainan sex, kapan-kapan kita lagi ya.. sudah kamu tidur dulu deh!&#8221;<br />
Lalu aku tertidur sampai malam, dan sebelum aku pulang ke kost-ku, sempat Bu Neneng minta untuk oral sekali lagi.</p>
<p>Demikian cerita seks yang dialami joko, dibalik kesedihannya jatuh dari sepeda motor akhirnya dia dapat wanita setengah baya yang memang haus akan seks, kebetulan juga si joko lagi pengen ngerasain tubuh cewek stw atau setengah baya, atau mbak-mbak atau biasa juga disebut <a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com">tante girang</a>, ataupun <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-dengan-mertua/">ibu binal</a>.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">bu neneng yang baik hati</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">tante neneng</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">memek bu sri</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita dewasa neneng</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">jilat paha</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita dewasa bu tadi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita ngentot neneng</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita sex</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">memek sri</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">obat tegang di paha</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">vagina bu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">bercinta tante uh oh yess</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">bu neneng seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita dewasa obat tidur</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita susu montok</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">ngentot neneng</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">bu neneng binal</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/">cerita dewasa baik</a></ul>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bu-neneng-yang-baik-hati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Seks Ku Dengan Montir</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 16:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[brondong]]></category>
		<category><![CDATA[brondong keren]]></category>
		<category><![CDATA[info brondong]]></category>
		<category><![CDATA[info tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot dengan sopir]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot montir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Seks bisa terjadi dengan siapa saja, pengalaman seks berlangsung dimana dan kapan saja, seperti cerita tante girang satu ini, dia bahkan pernah bercinta dengan mbah-mbah, dan kini dia bercerita lagi tentang cerita seks nya dengan montir mobil, Sebuah cerita yang tak wajar mungkin, tapi memang benar terjadi, Berikut cerita lengkapnya, yang dikirim langsung oleh [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita Seks bisa terjadi dengan siapa saja, pengalaman seks berlangsung dimana dan kapan saja, seperti <a href="http://komunitas-tante-girang.blogspot.com">cerita tante girang</a> satu ini, dia bahkan pernah bercinta dengan mbah-mbah, dan kini dia bercerita lagi tentang cerita seks nya dengan montir mobil, Sebuah cerita yang tak wajar mungkin, tapi memang benar terjadi, Berikut cerita lengkapnya, yang dikirim langsung oleh si tante :</p>
<p>Setelah semua cerita hidupku dengan Si Mbah berakhir. Aku benar2 kembali menjadi Mila yang dulu. Walaupun kadang2 terngiang kata2ku sendiri bahwa aku adalah wanita murahan yang kegatelan dibalik semua baju muslim dan jilbabku ini. Aku juga sering kangen dengan perlakuan si Mbah walaupun tidak dengan orangnya. Semua keinginan2 liar ku selalu bisa aku redam, walaupun kadang2 kalau ngobrol dengan Regy ingin rasanya mengikuti keliaran Regy yang sekarang sering ML dengan beberapa orang selain suaminya. Lis yang selalu rajin mengingatkan agar itu tidak terulang lagi.</p>
<p><img title="Tante Binal" src="http://lh4.ggpht.com/elaing.zhang/Roov_3BqL2I/AAAAAAAAAxM/6CezOVRL9_w/s800/3999941_m_3999943_1061.jpg" alt="Tante Girang bugil, tante binal bugil, tante cantik" width="400" height="300" /></p>
<p>Suatu hari, dalam perjalanan pulang dari Carefour, tiba2 di<span id="more-198"></span> daerah tendean mobilku kepanasan dan mengeluarkan asap dari balik kap mobil. Di dekat situ ada sebuah pompa bensin dan aku sempat meminta tolong, namun para pekerja situ menyarankan aku untuk segera ke bengkel yang letaknya tak jauh dari situ. Sesampainya aku di bengkel, Nampak ada dua orang montir sedang duduk2 dan meminum segelas jamu. Ketika aku jelaskan permasalahanku mereka dengan sigap mengikutiku ke mobil. Mobilku yang tidak bisa dihidupkan lagi akhirnya didorong masuk ke bengkel kecil tempat mereka yang Cuma muat untuk satu mobil saja. Aku menelepon suamiku, setelah menjelaskan keadaan mobil suamiku meminta agar dia berbicara dengan montir. Aku memberikan hpku ke salah satu montir dan merekapun berbicara yang aku gak tau jelas apa saja yang dibicarakan. Saat itu aku sedang memperhatikan montir lainnya yang ternyata sedang berbicara dengan penjual jamu gendong. Dari pembiacaraan mereka aku tau kalau si Montir yg bernama Rudi itu sekali2 melecehkan si mbok jamu yang masih muda dengan guyonan joroknya. Inti pembicaraan Rudi adalah meminta jamu kuat lelaki tapi sekaligus obyek pelampiasan dari efek setelah meeminum jamu itu. Aku kasihan juga dengan si Mbok jamu itu menanggapi guyonan Rudi. Mbok jamu itu memberikan segelas jamu yang ternyata bukan kuat lelaki tapi segar lelaki, aku geli mendengarnya. Selesai menelepon Montir satunya menyerahkan HPku kembali.</p>
<p>Dia mengatakan yang penting di cek dulu apa radiatornya bocor, soalnya menurut suamiku dia rajin mengontrol mobil jadi mestinya gak mungkin penyebabnya kurang air. Montir yang bernama Adi ini langsung memerintah Rudi memeriksa radiator. Rudi yang telah selesai meminum jamu, mengatakan pada Adi kalau si Mbok Jamu lagi2 Cuma membawa segar lelaki bukan kuat lelaki. Adi ternyata sama saja ikut2an becanda jorok malah lebih parah dari Rudi. Waktu Adi melihatku memperhatikannya dia mencoba tersenyum ramah dan menawarkan jamu. Si Mbok jamu menawarkan jamu dan akupun meminta jamu beras kencur. Adi menimpali pesenanku agar si Mbok jamu jangan salah memberikan jamu segar lelaki. Melihat aku agak diam, Adi meralat omongannya dengan bertanya apa aku mau sari rapet saja. Aku tersenyum saja mendengar guyonannya. Adi memberikan jamu yang sudah dituangkan si Mbok kepadaku.</p>
<p>Saat meminum jamu aku sempat berbasa basi dengan si Mbok jamu dan akhirnya setelah menghabiskan jamu, aku kembalikan gelasnya ke Adi dan memberikannya ke si Mbok. Adi sedikit becanda menyakan apakah milik si Mbok sebesar diameter gelas atau tidak, kalau iya berarti si Mbok harus minum jamu sari rapetnya sendiri, dari pada nanti kalau bertempur dengan dia, Adi tidak usah melakukan gerakan ngebor. Adi mengatakannya sambil memeragakan gerakan yang memang tidak sopan, dan sambil melirikku. Ahhh aku Cuma diam saja. Aku membayar semua jamunya dengan member lebih. Pada saat si Mbok jamu mengangkat bakulnya Adi membantu dan saat selendang jamunya diselempangkan di dadanya Nampak dada si Mbok jamu menonjol besar. Adi dengan kurang ajarnya pura2 tidak sengaja menyentuh dada si Mbok. Mbok berteriak marah yang Cuma disambut Adi dengan tertawa2, si Mbok lebih marah lagi melihat bajunya berwarna hitam di dada bekas tangan Adi yang kotor.</p>
<p>Sialan batinku. Walaupun marah2 si Mbok masih saja tersenyum menanggapi tingkah Adi. Dia pun pamitan. Rudi yang sedang asik memeriksa radiator berteriak “Tun kapan kamu tidur sama aku?” si Mbok jamu hanya menimpali agar Rudi kerja saja membuka mesinnya. Rudi menyauti lagi “kalau ini dibuka muncrat” Adi tertawa2 dan si Mbok jamu mesem2 sambil menyumpahi Rudi edan dan porno. Adi menimpali kalau yang dibetulin Rudi bukan mesin, tapi radiator panas yang memang betul kalau di buka muncrat. Adi dan Rudi makin mengolok2 si Mbok jamu kalau sebetulnya si Mbok jamu sudah ingin ditidurin. Dua laki2 ini memang gila dan sudah tidak peduli lagi kepadaku. “Maaf buy a Cuma becanda” ujar Rudi dari balik kap mobil ku. Aku melirik Adi yang tanpa sengaja aku lihat dia memegang2 burungnya sambil melihat kepadaku dan si Mbok. Kurang ajar memang ini orang batinku. Tadinya aku pikir Adi Cuma tidak sengaja melakukan hal itu. Tapi waktu si Mbok jamu berlalu dan aku membuka pintu belakang mobil hendak mencari botol air minum. Adi yang berlalu di belakangku, dengan sengaja menggeserkan penisnya di pantatku yang sedang merunduk mencari botol di jok belakang. Ahh dia sudah kurang ajar nampaknya. Tapi aku diam saja. Lagi2 pikiran liarku sedikit menggodaku. Tapi aku coba bertahan. Masa dulu sama si Mbah sekarang sama montir yang kotor2 ini batinku. Ketika aku kembali duduk dan meminum air putih dari botol aqua.</p>
<p>Aku melihat Adi sedang memperhatikan aku. Bukannya malu ketahuan mencuri pandang dia malah berkata kalau aku mirip Marissa Haque yang hitam manis. Aku melihat ke bawah sepertinya burung Adi agak berdiri. Gila memang orang ini niat kali ya batinku. Rudi yang tadi memeriksa radiator mamanggilku, di depan kap mobil Rudi menjelaskan bahwa ada yang bocor radiatorku dan harus dibongkar supaya bisa ditambal Cuma ahrus menunggu dingin. Beberapa menit menunggu aku memainkan HP sambil ber SMS ria dengan Regy, dan menceritakan kelakuan dua montir ini. Regy menertawakan aku, dan mengatakan kalau dia diposisiku sudah dia sikat dua orang itu. Aku bilang aku takut risikonya kalau2 dua orang itu suka jajan sembarangan. Lamunanku tersentak saat Adi menerima telepon dan mengatakan pada Rudi bahwa istrinya telpon. Rudi menerima telpon dan ketika dia hendak duduk dengan membelakangi aku sedikit terlihat celana Rudi kedodoran dan terlihat jelas belahan pantatnya. Aku melihatnya terus. Setelah menerima telpon Rudi bilang bahwa istrinya akan membuat masakan dan meminta bantuan istri Adi. Adi hanya bilang agar istri Rudi saja yang telpon istrinya Rudi menuruti Adi yang memang lebih tua dan sepertinya memang pemilik bengkel ini. Nampaknya Adi dari belakang meja kasir malas beranjak.</p>
<p>Waktu Rudi menelepon istrinya lagi2 aku melihat belahan pantat Rudi. Sepertinya Rudi tidak sehitam Adi. Selesai menerima telpon Rudi kembali kea rah mobilku, dan aku beradu pandang lagi dengan Adi. Dan Adi tidak malu2 melihatku. “Duduk sini aja mbak biar gak panas” ujar Adi. Aku bilang justru enak di situ saja karena ada angin.</p>
<p>Tak lama aku ingin pup. Walaupun sudah aku tahan takut tak ada toilet atau takut toiletnya jorok, namun tetap saja aku gak bisa menahannya. Adi menunjukkan toilet di belakang bengkel yang cukup kecil tapi tidak jorok. Adi menghidupkan lampu dan lagi2 saat dia berlalu dengan sengaja dia menggesekkan penis dibalik celana jeans pendeknya ke pantatku. Hmmm kayanya sudah horny Adi ini. Aku bertahan saja dengan perlakuan Adi itu. Waktu aku akan pup karena harus jongkok sementara aku menggunakan baju muslim terusan, maka supaya tidak basah aku terpaksa membuka bajuku dan menggantungnya. Praktis aku hanya menggunakan BH saja. Waktu aku selesai pup dan hendak menggunakan celana dalamku aku baru sadar kalau WC itu ada jendelanya dan ada orang yang melihatku dari ruangan gelap disamping jendela itu. Dari topinya aku tau itu Adi. Aku tau Adi masih menatapku walaupun aku sempat melihat kearah matanya. Aku bingung, tapi aku cepat2 menggunakan baju dan keluar. Aku duduk lagi dikursi luar, Adi baru keluar dari belakang sambil membawa arlojiku yang ternyata tertinggal. Saat menyerahkan arloji Adi menyempatkan meremas tanganku. Lagi2 aku diaam saja mendapat perlakuan Adi yang makin menjadi2.</p>
<p>Rudi ternyata telah selesai membongkar radiatorku, dari kolong mobil dia berjalan keluar dan menuangkan sisa2 air di radiatorku. Rudi meletakkan radiatorku dan dia berjalan masuk kea rah Adi sambil memnita uang untuk membawa radiatorku ke tukang las.<br />
“Kamu kok diam aja Boss, mikirin Atun ya? Makanya cari uang kalau punya 1 juta paling dia mau.” Ujar Rudi seenaknya tanpa memperdulikan aku. Adi menimpalinya dengan berkata, ambil saja Atun. Setelah mendapatkan uang dan dengan ramah permisi kepadaku tak lama Rudipun pergi naik angkot. Kini tinggal aku dan Adi. Adi makin berani menatapku lekat2, dari balik meja kasir sambil mengangkat salah satu kakinya ke kursi. Tangan satunya memegang batang rokok dan satunya entah mungkin masih memegang burungnya. Aduh jangan2 Adi coli batinku. Aku bingung. Aku pun lagi2 memainkan HP ku dan SMS Regy. Benar menurut Regy paling Adi sedang coli. Aku bertanya pada Regy apa yang harus aku lakukan? Apa aku pergi saja? Tapi banyak belanjaan dan ada laptop di mobil aku ragu…. Lama tak dijawab oleh Regy, begitu aku akan pergi Adi menerima telpon. Baru saja aku mau bilang mau keluar sebentar Adi memanggilku mengatakan bahwa telpon itu dari Rudi.</p>
<p>Aku meraih telepon itu dan segera berbicara dengan Rudi. Rudi menjelaskan bahwa bolongnya agak parah mau ganti radiator atau mau tetap di las. Aku gak mengerti dan begitu aku mau menanyakan pada Adi aku kaget, ternyata memang betul Adi sedang coli. Penisnya ternyata sudah diluar celana, jadi selama tadi duduk ternyata Adi sambil mengusap2 penis hitam dan panjangnya itu. Aku ngeri melihatnya sedikit terbata2 aku bingung menjawab Adi bangkit dia berjalan kebelakangku sambil memeluk aku yang sedang menerima telpon dari Rudi Adi bilang agar beli radiator saja. Rudi masih menyakan beberapa hal ke aku lewat telpon tapi aku sudah tidak tau mau bagamana. Tangan Adi sudah meremas2 susuku dan aku merasa burungnya sudah menempel keras di pantatku.<br />
“Bilang Beli saja di langganan di daerah mayestik” ujar Adi. Aku mengatakan hal itu kepada Rudi. Telepon segera kututup aku ingin segera pergi. Tapi ketika aku berbalik Adi justru menciumi aku sambil mendorngku jalan mundur masuk ke belakang. Begitu masuk melewati tiarai kain Adi membiarkan celana pendeknya terlepas dan salah satu tangannya memegang kepalaku agar dia bisa menciumku. Aku mengelak terus tapi aku menuruti saja waktu arah jalan mundur ini masuk ke kamarnya yang gelap. Tangannya membuka resleting panjang dipunggung bajuku yang pastinya dia tau bagai mana membuka baju ini saat mengintip aku di toilet tadi.</p>
<p>Setelah retsleting terbuka tangan itu membuka tali BHku dan mulutnya masih saja mencoba mencium mulutku sedangkan penisnya yang tegak itu seperti pistol yang menusuk2 menodongku agar terus mundur hingga aku tak bisa mundur lagi karena ada tembok dibelakangku. Aku Cuma bisa meminta dengan lirih untuk menyudahinya tapi dia malah dengan leluasa melepaskan bajuku hingga aku hanya menggunakan celana dalam saja. Adi menghidukpan lampu kamar dan menikmati tubuhku yang telanjang. Sementara baju Bh, dan HPku sudah di buangnya di dekat kasur tanpa dipan yang ada di lantai. Karena tak bisa menciumku Adi merunduk dan mengulum putting susuku dengan buas dan salah satu tangannya mulai meremas2 selangkanganku dari balik celana dalamku. Aku tentu saja tak bisa lagi bertahan. Merasakan aku tak lagi melawan Adi membuka celana dalamku dan menciumi vaginaku. Adi menciumi vaginaku sambil memainkannya dengan jari2 tangan kanannya. Aku yang sambil berdiri bersandar di dinding mencoba menahan kepala Adi namun ketika dua jarinya menusuk dalam ke area sensitifku aku hanya melongo dan mengelepar ketika jari2 itu mengocok2 bagian itu. Serrrr aku merasakan dalam sekejap banyak cairan mengalir dari vaginaku.</p>
<p>“Enak ya sayang?” “iya mas” jawabku. Di cabutnya tangannya. Aku yang lemas tak mampu berdiri melihat aku agak jongkok. Adi mengarahkan penis hitam legamnya ke mulutku. Aku pun mengulumnya. Sudah lama aku tidak melakukan ini. Karena tadinya hanya si Mbah yang aku sepong, sedangkan suamiku tak pernah. Aku agak terkesima dengan ukuran panjang penis Adi. Kepalanya besar tapi batangnya tidak sebesar kepalanya. Tapi batang itu panjang. Bentuknya aneh, tapi begaimanapun bentuknya akhirnya masuk kemulutku. Adi sempat mendorong masuk penisnya hingga penuh. Aku merasakan kepalanya menyentuh tonjolan amandelku walaupun belum semuanya masuk. Setelah itu ditarik keluar. Adi merebahkan tubuhnya dan memintaku menaikki tubuhnya. Sialan aku benar2 dibuatnya menyerahkan semua kehormatanku kepadanya.<br />
Aku pun membimbing penisnya masuk vaginaku yang sudah kuyup tadi. Kepalanya yang besar akhirnya masuk. Sedikit2 batangnya masuk. Aku merasakan sudah semuanya namun kok pantatku serasa ngawang. Belum semuanya mungkin, dan Adi pun tiba2 menyentaknya dari bawah hingga masuk semua aku kaget dan merasa sedikit ngilu apa lagi bagian G spotku tersentak. Aku pun ambruk dalam pelukannya. Tapi Adi memintaku tegak. Baru saja aku sedikit tegak dan mencoba menyesuaikan vaginaku dengan penis Adi HPku berbunyi. Adi mengambilnya. Di mintanya aku menjawab karena itu dari suamiku. Aku bingung dengan keadaanku, aku akhirnya nekat menjawab telepon itu.<br />
“Bunda gimana mobilnya”<br />
“mm mini sedang di dongkrak sama montirnya” jawabku. Adi tersenyum mendengar jawabanku. Tiba2 dia menyentakkan penisnya dari bawah.<br />
“ehh didongkrak mas” Adi menyentakkan lagi.<br />
Aku yang gelagapan menjawab lagi “ehhhh didongkrak2 mas” aku bingung. Adi memegang dan meremas pantat dan susuku.<br />
“ohh bisa aku bicara dengan montirnya”<br />
“emmmm lagi dikolong montirnya mas, nanti ya Ayah” jawabku. Dan segera menutup HPku. Begitu selesai Adi tertawa sambil memegang pantatku. Aku pun bergerak2. Pertama2 yang aku rasakan kepala kontol Adi sama sekali tak bisa bergerak seperti terjepit. Akhirnya Adi membalikkan tubuhku. Di tariknya keluar penisnya. Diarahkan ke wajahku sambil ditepuk2kan di hidung mulut dan terus ke bawah hingga tepat di mulut vaginaku. Di bukanya pahaku dan didorongnya penisku hingga masuk kedalam dan dia pun mulai menggenjotku. Dia pun mulai menikmatinya. Aku benar2 pening dengan apa yang aku rasakan di vaginaku, Adi makin beringas menciumi aku, dimintanya aku membuka jilbabku dan setelah terbuka Adi menciumi leherku sampe habis penuh dengan cupang. Tak lama kemudian dia memintaku berbalik. Dengan doggy style aku benar2 dibuatnya mabuk kepayang. Aku berteriak2 setaip kali Adi menusuk2 dengan kuat penisnya yang seperti tombak. Cairan yang keluar dari vaginaku benar2 banyak akibat ulah Adi ini. Aku dibuatnya kesetanan dengan tusukan Adi. Hingga suatu saat Adi menjambak rambutku dan mencengkeram erat susuku dan akhirnya meledaklah penis itu di vaginaku.<br />
Adi membalikkan badanku dan kembali menancapkan penisnya sambil menciumi aku. Setelah berbaring lama. Adi bangkit dan berpakaian. Aku pun mengikutinya. Tak lama ketika aku sedang berpakaian aku mendengar Rudi datang. Adi langsung menyuruh Rudi memasang radiatornya.</p>
<p>Ketika aku keluar aku melihat Adi juga membantu memasang radiatorku. “Ehh sudah pake baju sayang” Ujar Adi. Sambil tangannya meremas dadaku. Aku diam saja. “Duduk situ dong” lagi2 tangan jahil itu menepak pantat sambil sedikit meremasnya. Alhasil baju muslim kaos berwarna coklat ini kotor dengan bekas tangan Adi di dada dan pantatku.<br />
“Oooh jadi gitu. Aku disuruh pergi jauh2 kalian ngentot ternyata”, ujar Rudi dari bawah. “Ehhh gak boleh kurang ajar sama pacarku ya? Kita baru jadian makanya si Atun cepet kamu sergap kalau nggak keduluan aku nanti. Mulai besok Rud, kamu harus hormat sama mbak ini dia pacarku. Oh ya kamu namanya siapa sayang?”<br />
Aku baru sadar kalau Adi belum tau namaku. Rudi tertawa terbahak2 dari bawah. “Mila mas” jawabku lesu. Adi menghampiriku sambil sekali lagi memegang susuku dan menciumi aku. “Rud 34 B! Top marktop bro”. ujar Adi sambil kembali menciumi aku, aku benar2 pasrah dan menciuminya juga. “Halaah Atun itu 36 C, pasti dia masih lebih gede” ujar Rudi dari bawah. “Liat aja besok, aku kemaren2 gak enak sama boss, aku takut boss suka duluan, padahal Atun itu kalau aku yang pegang gak marah2 kaya sama Adi”. Aku diam saja, tiba2 SMS masuk, dari Regy dia menanyakan bagaimana aku akhirnya. Aku menjawab saja kalau aku udah kena sama Adi. Aku bercerita kalau penisnya minta ampun panjang banget”. Regy pun langsung menelepon, aku tidak bisa menjawab semua pertanyaannya. Tapi Adi bangkit dan berlalu menhgampiri Rudi, baru aku bisa menjawab walaupun sambil berbisik2. Selesai menutup HP, Adi dan Rudi pun selesai memasang radiatorku. Tapi ketika hendak membayar, aku kaget karena biaya pembelian radiator cukup mahal. Uangku tidak cukup dan harus ambil uang ke ATM. Adi pun menyarankan untuk mengantarku ke ATM. Adi meminta kunci mobil dan memengeluarkan mobil. Di suruhnya aku duduk disampingnya yang lagi nyetir. “Kita puter2 dulu sayang ATMmu apa”. “Mandiri jawabku” Ada yang deket sih tapi kita ke Komdak saja disitu ada yang drive thru” Ujarnya. Mobilpun berjalan. Belum jalan jauh Adi sudah membuka celananya lagi. “Aku orang miskin, belum pernah aku pacaran naik mobil bagus dingin sambil disepong pacarnya. Paling naik motor”. “Kamu sering jajan kan? Aku gak mau” jawabku. “Nggak, aku gak pernah jajan. Sama sekali nggak. Tapi memang pacarku bobol semua. Ha ha ha. Jadi ngapain aku jajan.” Adi tertawa ngakak “Beneran gak pernah sayang” aku pun pasrah dan mulai menyepong pacar baruku ini. Seperjalanan hingga ambil ATM aku hanya diberi kesempatan mengambil kartu ATM dan menyebut PINnya. Setelah itu aku mengulumnya lagi. Suatu ketika waktu Adi hendak membayar tol dalam kota, dan membayar tol. Adi berbincang2 dengan penjaga tol “Mbak jangan ngiri ya, kita lagi pacaran” Aduh pasti petugas tol itu melihat jelas aku sedang nyepong Adi. Adi tertawa2 terbahak2. Tak lama kemudian disekitar daerah slipi. Adi pun memuncratkan spermanya. Dan akupun menelannya habis2 semuanya. Rasanya beda dengan si Mbah. Aku mengambil tissue membersihkan mulutku. “kamu enak bener sayang. Kamu harus sering2 datang ya”. “IYa mas” jawabku. Seperjalanan Adi memainkan tangannya di dadaku. “Copot dong BHnya aku mau mainin pentilmu” akupun menuruti perintah Adi. Walaupun BHku sudah aku copot aku masih kembali mengenakan bajuku karena BHku aku copot lewat lengan sementara pengait dibelakangnya Adi yang melepaskannya. Adi memainkan lagi pentil dan buah dadaku. “Toket lu keren juga say, memek lu juga enak. Kontol gue gimana?”. “Panjang bener mas, gak kuat aku” Jawabku. Setelah keluar told an mengarah kembali ke daerah Tendean. Aku makin geli dengan permainan Adi di dadaku. Ahhh mudah2 tidak lagi batinku. Besok juga aku gak akan ke bengkelnya lagi. Adi tiba2 berusaha membuka retsleting bajuku lagi. “Mas jangan, banyak orang. Ini kan di jalan. Kaya tadi di Tol mas gitu aku kan malu” Adi diam saja. Tangannya kini malah pindah berusaha menyingkap rok ku. Aku sudah mencoba melarangnya namun karena takut dia marah, aku biarkan tangannya menyingkap hingga dia bisa meraih selangkanganku. “Udah deh mas. Sini aku sepong lagi ya”, ujarku. Aku melihat tititnya itu sudah tegang lagi walaupun belum keras betul.</p>
<p>Baru sebentar saja penis itu aku kulum, aku merasakan penis itu sudah keras sekali. Aku merasakan kalau mobil ini akan berbelok, ketika aku ingin melihat sampai mana Adi malah menekan keapalaku agar tetap menyepong kontolnya. Aku baru sadar kalau ternyata aku sudah di bengkelnya lagi. Mobilku pun sudah masuk lagi ke posisi yang tadi. Adi memaksaku rebah dan sandaran kursipun dibuatnya rata. Di angkatnya bajuku. Dan dibukanya celdam aku. Akhirnya aku dieksekusi lagi di dalam mobil ku . Mobilku yang masih menyala dengan AC yang dingin itu membuat Adi benar2 kesetanan dan lebih buas dibandingkan tadi. Aku merasakan mobilku bergoyang2 hebat. Kaki kiriku melingkar dipundakny sedangkan satunya melingkar di pinggangnya. Adi memompaku dengan sangat kuat. Aku tak tahan untuk tidak berteriak2. Tapi kadang2 teriakanku tertahan oleh serangan ciumannya yg juga bertubi2. Dengan gempuran itu dan serangan yang buas aku pun kewalahan. “Sama2 sayang, enak bener kamu Mil” akhirnya kami keluar bersama2. Vaginaku terasa panas saat lahar panas itu meledak2 dengan cukup kuat di dalamnya. Adi menjilat2 wajahku “Kamu enak banget sayang, aku goyang lagi ya” Aku pikir Adi hanya akan sedikit menggoyang agar spermanya tuntas keluar. Tapi goyangannya makin lama makin keras, dan kini kedua kakiku disandarkan di bahunya. “shhhh shhhh dari dulu aku pengen ngentotin cewe di mobil goyang seperti sekarang ini. Anjing kamu enak banget Mil” Dia mengocok2 lagi. Aku agak kesakitan sebetulnya, dan kurang bisa menikmatinya namun aku mencoba bertahan. “Aduh kakiku sakit mas.” “Sorry ayo pindah kebelakang saja.” Di belakang walaupun pertamanya agak sulit mencari posisi yang enak akhirnya diantara barang belanjaan tempat aku merebahkan badan, Adi menggenjotku lagi. Karena sudah lemas aku cukup pasif kali ini dan ketika Adi orgasme aku hanya diam saja. Aku benar2 nggak kuat melayani Adi.<br />
Sebelum Adi bangkit, dia mengambilkan bajuku. Setelah Adi bangkit aku yang takut Rudi melihat apa yang terjadi dari luar, ternyata tak melihat Rudi sama sekali. Setelah berpakaian lagi, Adi menciumi aku. Kami berciuman cukup lama, sampe akhirnya aku meminta untuk menyudahinya dan aku pun pamit pulang.</p>
<p>Demikian akhir <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> dari tante yang sangat menyukai kisah bercinta yang nyeleneh, karena beberapa kali dia mengalami sendiri sebuah percintaan yang aneh dengan beberapa lelaki yang mungkin jauh dari apa yang dia bayangkan sebelumnya, ternyata tante girang tak melulu suka dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/brondong/">brondong</a>, kalau sudah nafsu semua bisa terjadi. Semoga kita bisa ambil manfaat dari cerita diatas.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks ku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seksku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks muslimah</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita dewasa montir</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita sex ku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks dengan montir</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita sex mbok jamu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks di mobil</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks montir</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita dewasa mbok</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita coli</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks baru</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">seksku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita sex montir</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita sepong titit</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seks dalam mobil</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">my</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita sex di dalam mobil</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/">cerita seksku dengan montir</a></ul>

<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-ku-dengan-montir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Tetty seksi</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 18:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Ngomongin tante girang selalu aja menarik, apalagi kalo di bumbui dengan cerita dewasa yang mampu membuat tensi naik turun. wow&#8230; cerita tante girang?? siapa yang gak senang baca??? nah kali ini akan aku berikan cerita seks menawan dari seorang tante yang seksi namanya tante tetty, bagi anda yang pernah baca mungkin bisa mengabaikan postingan ini, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Enaknya Memek Tante Girang'>Enaknya Memek Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seksi nya mbak Lisa'>Seksi nya mbak Lisa</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomongin <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> selalu aja menarik, apalagi kalo di bumbui dengan<a href="http://cerita.modelperawan.com"> cerita dewasa</a> yang mampu membuat tensi naik turun. wow&#8230; <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/">cerita tante girang</a>?? siapa yang gak senang baca??? nah kali ini akan aku berikan cerita seks menawan dari seorang tante yang seksi namanya tante tetty, bagi anda yang pernah baca mungkin bisa mengabaikan postingan ini, silahkan cari-cari postingan lain yang mungkin ceritanya blom kamu baca , ok!!</p>
<p>Hai, namaku Priambudhy Saktiaji, teman-teman memanggilku Budhy. Aku tinggal di Bogor, sebelah selatan Jakarta. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang. Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku ‘make love’ (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Kejadiannya waktu aku masih kelas dua SMA (sekarang SMU).</p>
<p>Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami di awasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru yang bernama Ibu Netty, umurnya masih cukup muda, sekitar 25 tahunan. Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.</p>
<p>Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandang padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu. Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus.</p>
<p>Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan disamping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih. Aku agak terkejut dan sedikit mel<span id="more-193"></span>otot dengan ‘show’ yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius. Aku kembali memandang ke arah Ibu Netty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal. Aku membalas senyumannya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Netty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.</p>
<p>Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Netty. &#8220;Sudah selasai?&#8221; katanya sambil tersenyum. &#8220;Sudah, bu….&#8221; jawabku sambil membalas senyumnya. &#8220;Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi?&#8221; dia bertanya mengagetkanku. Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan berbisik-bisik. &#8220;Apa saya boleh melihatnya lagi nanti?&#8221; kataku memberanikan diri, masih dengan berbisik. &#8220;Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, ok?&#8221; katanya sambil tersenyum simpul. Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin.</p>
<p>Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Netty mendekati tempatku berdiri dan berkata, &#8220;Bud, kamu ikuti saya dari belakang&#8221; Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya. Kami berjalan beriringan. &#8220;Kamu benar-benar ingin melihat lagi?&#8221; tanyanya memecah kesunyian. &#8220;Lihat apa bu?&#8221; jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu di kelas tadi pagi. &#8220;Ah, kamu, suka pura-pura…&#8221; Katanya sambil mencubit pinggangku pelan. Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas. bu Netty balas meremas tanganku, sambil memandangiku lekat-lekat.</p>
<p>Akhirnya kami sampai pada satu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Netty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu. &#8220;Bud, masuklah. Lepas sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!&#8221; Perintahnya cepat. Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Netty menaruh tasnya di sebuah meja, masuk ke kamar tanpa menutup pintunya. Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku. &#8220;Bud, tolong dong, lepasin pengaitnya…&#8221; katanya sambil membelakangiku. Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. Setelah BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi.</p>
<p>Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya! Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMA ku. Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya. Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Netty dan sedikit meremasnya, gemas.<br />
&#8220;Udah nggak sabar ya, Bud?&#8221; Kata bu Netty.<br />
&#8220;Maaf, bu, habis bokong ibu sexy banget, jadi gemes saya….&#8221;<br />
&#8220;Kalo di sini jangan panggil saya ‘bu’ lagi, panggil ‘teteh’ aja ya?&#8221;<br />
&#8220;Iya bu, eh, teh Netty&#8221;<br />
Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Netty dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt-nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku lihat dari jauh sekarang aku bisa lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.<br />
&#8220;Gimana Bud, suka nggak kamu?&#8221; Katanya sambil berkcak pinggang dan meliuk-liukkan pinggulnya.<br />
&#8220;Kok kamu jadi bengong, Bud?&#8221; Lanjutnya sambil menghampiriku.<br />
Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya. &#8220;Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh….&#8221; Gumamnya ditengah ciuman-ciuman kami. Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya, aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras. &#8220;Mmmmhhhh….mmmmmhhhhh&#8221; Kali ini dia merintih nikmat. Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah. Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangannya yang lain melepas kancing baju sekolahku satu per satu. Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalam ku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalam putihku sekaligus. Bu Netty pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirtnya yang baru dia pakai beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga sekarang dia sudah telanjang bulat.</p>
<p>Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Aku sudah sering melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hapan baru kali itu aku mengalaminya. Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit di atas kemaluannya yang mengkilap karena basah.</p>
<p>Tubuh telanjang yang pernah aku lihat paling-paling dari gambar-gambar porno, blue film atau paling nyata tubuh ABG tetanggaku yang aku intip kamarnya, sehingga tidak begitu jelas dan kulakukan cepat-cepat karena takut ketahuan. Kebiasaan mengintipku tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.</p>
<p>Sementara bu Netty memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh di batang kemaluanku. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi. &#8220;Bud, punyamu lumayan juga, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya&#8221; katanya sambil menghampiriku.</p>
<p>Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu. &#8220;Oooohhhh…. enak teh….&#8221; rintihku pelan. Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai ke dalam tenggorokannya. Kepalanya dia maju mundurkan, sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya, sambil dihisap-hisap dengan rakus. Aku semakin tidak tahan dan akhirnya…, jebol juga pertahananku. Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada satu tetespun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi.<br />
&#8220;Aaaahhhh… ooooohhhhh…. teteeeeehhhhh!&#8221; Teriakku tak tertahankan lagi.<br />
&#8220;Gimana? enak Bud?&#8221; Tanyanya setelah dia sedot tetesan terakhir dari kemaluanku.<br />
&#8220;Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri&#8221; jawabku puas.<br />
&#8220;Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh&#8221; lanjutku sedikit memohon.<br />
&#8220;Boleh…,&#8221; katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang yang rendah, kakinya masih terjulur ke lantai. Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin pelan puting payudaranya yang sudah mengeras. Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang semakin lama semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan ku emut-emut dengan bibirku.<br />
&#8220;Aaaaaahhhhh… ooooohhhhhh, Buuuuddddhyyyyy…, aku sudah tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!&#8221; Rintihannya semakin lama semakin keras. Aku sedikit kuatir kalau ada tetangganya yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut. Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes. Kakinya yang tadinya menjuntai ke lantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada di atas pundakku.</p>
<p>&#8220;Bud, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana?&#8221; Tanyanya. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Netty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berkedut dan tampak basah serta licin itu.<br />
&#8220;Aku masukin ya teh?&#8221; Tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya, aku melumat bibirnya yang merekah menanti kedatangan bibirku.<br />
&#8220;Oooohhhh…&#8221; rintihnya,<br />
&#8220;Aaaahhhh…&#8221; kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vaginanya, hilanglah keperjakaanku. Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Netty merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh di batang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.<br />
&#8220;Ahh-ahh-ahh auuuu!&#8221; Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu di tambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya, atau menghisap puting payudaranya kiri dan kanan. Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy.</p>
<p>Sementara itu pinggulnya dia angkat setiap kali aku menghunjamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya, &#8220;Buuudddhhyyyyyy…. aku mau keluar lagiiiiii… oooohhhhhh… aaahhhhh&#8221; teriakannya semakin kacau.<br />
Aku memperhatikan dengan puas, saat dia mengejan seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Netty sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku.</p>
<p>Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul- menyusul, aku cabut kemaluanku yang masih perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan yang panas.</p>
<p>Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap diatas perutnya, aku menjatuhkan diriku berbaring di sebelahnya.</p>
<p>Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak lagi melakukan masturbasi, kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab, karena aku mirip dengan pacar pertamanya, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMA. Tapi bedanya, katanya lagi, aku lebih tahan lama saat bercinta (bukan GR lho). Saat kutanya, apa tidak takut hamil?, dengan santai dia menjawab, bahwa dia sudah rutin disuntik setiap 3 bulan.</p>
<p>sudah selesailah cerita seks ini, semoga bermanfaat buat anda sebagai perangsang sebelum anda bertempur dengan istri anda, sayangi istri anda untuk tidak coba-coba bertukar pasangan, bagi anda yang masih lajang, sayangi <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/kontol/">kontol</a> anda, jangan sampe masuk ke lubang yang salah, karena resikonya sangat kejam <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  bisa-bisa kontol anda di sunat 3 kali, <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  bisa abis dooong <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . sampai jumpa ya <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">tante seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tante seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tante sexy</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">tanteku seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tante masturbasi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">celana dalam tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">tanteku yang seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita porno</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita dewasa tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita intip tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">my</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita masturbasi tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita ketahuan ngocok</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">cerita tanteku yang sangat sxy</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/">ceritera tante girang</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Enaknya Memek Tante Girang'>Enaknya Memek Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Seksi nya mbak Lisa'>Seksi nya mbak Lisa</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seksi nya mbak Lisa</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 17:26:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[mbak lisa]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot mbak cantik]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot mbak-mbak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Cewek cantik tidak sempurna jika cantik diwajah saja, orang betawi bilang kudu seksi, jadi setiap lekukan tubuh seolah berbicara, tolong sentuh aku, raba aku, gerayangi aku,,, tapi tak semua wanita memiliki tubu seksi, ada yang memiliki kesempurnaan itu, namun tak sesempurna yang diceritakan dalam cerita dewasa berikut ini. Sebuah cerita yang membuat jantung di pompa [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tante Tetty seksi'>Tante Tetty seksi</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cewek cantik tidak sempurna jika cantik diwajah saja, orang betawi bilang kudu seksi, jadi setiap lekukan tubuh seolah berbicara, tolong sentuh aku, raba aku, gerayangi aku,,, tapi tak semua wanita memiliki tubu seksi, ada yang memiliki kesempurnaan itu, namun tak sesempurna yang diceritakan dalam <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> berikut ini. Sebuah cerita yang membuat jantung di pompa lebih kencang karena ke seksi an seorang mbak Lisa.</p>
<p>Aku seorang mahasiswa tingkat akhir sebuah PTS di Depok Jurusan Ilmu Komputer. Aku mempunyai pengalaman yang tidak dapat kulupakan sampai sekarang. Aku mempunyai teman wanita yang dulu adalah temanku semasa SMU. Tidak terasa aku tidak pernah bertemu dengannya sudah 4 tahun. Hingga akhirnya dalam suatu acara reuni aku bertemu dengannya. Temanku sebut saja Vina, adalah seorang wanita karier yang lumayan mapan.</p>
<p>Berbeda dengan keadaanku yang belum mapan, sebenarnya aku merupakan anak dari keluarga yang berada. Tetapi aku pernah mengecewakan orangtuaku dalam hal prestasi semasa SMU dulu, sehingga aku diusir secara halus oleh orangtuaku. Aku tidak pernah lagi ditegur dan diberikan biaya hidup maupun kuliah. Tetapi dengan kegigihanku, aku berhasi melanjuntukan kuliah dengan biaya sendiri. Dan sampai saat ini aku mendapatkan penghasilan dari hasil kerja sambilan.</p>
<p>Sampai suatu ketika, aku mulai merintis usaha dan aku cuti kuliah 2 semester, pada mulanya usahaku lancar hingga suatu ketika aku ditipu oleh teman baik kakakku. Akhirnya aku bangkrut dengan dililit hutang yang<span id="more-186"></span> lumayan besar. Hingga akhirnya aku memutuskan kuliah kembali sambil mencari pinjaman untuk membayar hutang-hutangku.</p>
<p>Aku juga menceritakan kesulitan hidupku kepada Vina, ia bejanji akan membantu kesulitanku jika ada kesempatan. Aku sangat terharu mendengar ketulusan hatinya yang mau membantuku. Hingga pada suatu kesempatan, ia meminta bantuanku dan jika bantuanku berhasil maka Vina pun akan memberikan bantuan untuk membayar hutang-hutangku. Maka aku pun mencoba untuk melaksanakan apapun yang ia inginkan.</p>
<p>Vina memberitahukan kepadaku bahwa ia dipercaya oleh perusahaannya untuk memenangkan tender. Kesulitan Vina, orang yang ingin di-loby-nya adalah seorang wanita paruh baya kira-kira umur 30-an, tetapi ia sangat dingin dan tegas. Setelah Vina mempelajari kelemahan wanita tersebut, akhirnya ia menemukan penyebab keangkuhan wanita tersebut. Ternyata ia belum berumah tangga, padahal ketika aku melihat foto wanita yang dimaksud, aku memberikan penilan bahwa wanita tersebut sangat cantik.</p>
<p>Bila dibandingkan dengan artis lokal, wajahnya mirip dengan Sofia Lacuba. Entah kenapa wanita secantik dia belum mempunyai suami. Kemudian aku bertanya kepada Vina, bantuan apa yang dapat kuberikan untuknya. Vina memintaku untuk merayu wanita tersebut agar luluh hatinya, sehingga ia mau memenangkan tender untuk perusahaan Vina. Aku berperan seolah-olah aku adalah partner Vina dalam mengurus tender tersebut. Aku pun menyanggupinya, walaupun aku belum tahu bagaimana caranya untuk meluluhkan hati wanita tersebut.</p>
<p>Pada suatu kesempatan, aku dikenalkan kepada wanita tersebut oleh Vina. Ia bernama Ibu Lisa. Tetapi entah kenapa, sejak pertama berkenalan hingga kami sedang makan siang, ia selalu menatapku dengan pandangan yang dalam. Sebagai laki-laki aku jadi gugup, apalagi dipandangi terus menerus oleh wanita secantik Ibu Lisa.</p>
<p>Setelah pertemuan tersebut aku sering berusaha mendekati Ibu Lisa untuk me-loby, hingga akhirnya kami bertemu untuk lunch. Aku mendapatkan cara, agar lebih familiar aku memanggilnya dengan sebutan Mbak Lisa. Aku menganggapnya sebagai kakakku, ternyata ia menyukai panggilan tersebut. Setelah beberapa kali aku sering bertemu denganya, akhirnya ia memintaku untuk bertemu malam Sabtu pada jam dinner di suatu restoran elite di Jakarta. Pada kesempatan ini ia yang mentraktirku.</p>
<p>Pada malam yang telah ditentukan, aku pergi sendiri menemuinya di restoran yang telah ditentukan. Aku mencari meja yang telah dipesan atas nama Lisa. Ketika aku menemukan meja tersebut dengan dibantu oleh pelayan restoran, aku sempat terdiam sejenak karena aku tidak menyangka bahwa Mbak Lisa yang biasanya kulihat dengan pakaian dan gaya yang selalu formal, pada malam itu ia terlihat menakjubkan. Ia mengenakan gaun hitam terusan ketat tanpa lengan dengan belahan dada yang sangat rendah, sehingga terlihat payudaranya yang sangat montok dan kencang. Aku jadi gugup melihat pemandangan yang sangat indah tersebut, sampai akhirnya kegugupanku buyar setelah ia menegurku dan mempersilakanku untuk duduk. Ia tersenyum ramah dan sedikit menggoda.</p>
<p>Dengan penerangan beberapa lilin dan sorotan lampu yang tepat mengenai seluruh tubuh Mbak Lisa, aku dapat melihat jelas lekukan tubuh di balik gaun malam yang ternyata tipis yang dikenakan oleh Mbak Lisa. Setelah aku dapat menguasai diri, aku mulai membuka percakapan dengan memuji keadaan Mbak Lisa yang sangat cantik dan menggoda. Sambil menyantap hidangan kami membicarakan hal-hal ringan. Tetapi ketika aku membicarakan mengenai pekerjaan, ia menyuruhku untuk melupakan sejenak mengenai pekerjaan. Mbak Lisa memberikan alasan bahwa pada malam ini ia ingin santai. Setelah selesai dinner, Mbak Lisa mengajakku pergi ke beberapa cafe di Jakarta.</p>
<p>Aku memperhatikan pada malam itu Mbak Lisa terlihat sangat enerjik dan seringkali berbuat manja kepadaku. Hingga pada pukul 12.30 malam, Mbak Lisa memintaku untuk mengantarnya pulang. Aku mengendarai kendaraan BMW terbaru milik Mbak Lisa menuju ke apartemennya di kawasan Selatan Jakarta. Setelah sampai di apartemennya dan berbincang sejenak, aku hendak pamitan untuk pulang. Tetapi Mbak Lisa menahanku dengan alasan ia ingin mandi dulu.</p>
<p>Kira-kira setengah jam kemudian ia selesai mandi dan telah mengenakan pakaian tidur dari sutra yang sangat tipis sekali. Ia menghampiriku dan memintaku untuk bermalam di apartemennya dengan alasan ia tidak dapat tidur dan ingin membicarakan mengenai pekerjaan. Aku menyetujui ajakannya karena aku berpikir ini demi kelancaran rencanaku. Kemudian ia menyuruhku mandi dengan air hangat dan memberikan kaos dan training untuk pakaian tidurku.</p>
<p>Setelah aku mandi, kira-kira pukul 2 malam kami mulai membicarakan mengenai pekerjaan. Tetapi aku tidak konsentrasi karena pikiranku terganggu pandangan indah di depanku. Hingga pada suatu kesempatan, ketika ia sedikit menunduk untuk merapihkan berkas-berkas kerja, aku melihat sepasang payudaranya yang putih mulus serta montok tergantung tanpa ada yang menyangganya. Hal itu berlangsung cukup lama, dan terasa olehku kemaluanku berdiri tegak karena pemandangan indah tersebut.</p>
<p>Tanpa kuduga, ternyata Mbak Lisa memperhatikan perbuatanku dan ia menegurku, &#8220;Sony kamu kenapa, kok melongo..?&#8221;<br />
Sontak saja aku terkejut dan dengan spontan aku jawab dengan tidak sadar, &#8220;Mbak Lisa body-nya sexy sekali..&#8221;<br />
Mendengar jawabanku Mbak Lisa bukannya marah, malahan ia mendekatiku dan menarik tanganku untuk diletakkan di atas payudaranya. Karena aku sudah bernafsu, kemudian kuremas-remas payudaranya dengan kedua tangannku, dan aku dekatkan bibir untuk melumat bibir Mbak Lisa yang merekah merah menantang. Dengan sigap ia menarik kepalaku. Kami berciuman dan saling meremas dengan penuh gairah.</p>
<p>Kemudian Mbak Lisa menarikku menuju tempat tidurnya, dan membuka seluruh celanaku. Ia sangat antusias sekali melihat rudalku yang sudah siap terbang.<br />
&#8220;Sony, punyamu besar sekali, sudah lama aku nggak pernah lihat kemaluan laki-laki.&#8221;<br />
Aku bertanya balik, &#8220;Memangnya Mbak Lisa nggak punya pacar..?&#8221;<br />
Ia menjawab, &#8220;Aku sudah lima tahun tidak punya pacar, dan pacarku tidak mempunyai rudal panjang dan besar seperti milikmu. Sony boleh nggak aku mengulum rudalmu..?&#8221;<br />
&#8220;Oh.., terserah Mbak aja deh..,&#8221; jawabku dengan penuh gairah.</p>
<p>Mbak Lisa mulai menjilat dan mengulum rudalku dengan posisi ia duduk di tepi ranjang, sedangkan aku berdiri di hadapannya. Setelah puas, kemudian ia membuka seluruh pakainnya, dan aku pun berbuat sama. Kini kami sama-sama telanjang bulat.</p>
<p>Kini giliranku yang menjilat dan menciumi payudaranya yang montok. Ia mengerang pelan menahan geli dan nikmat. Tidak ada satu sentipun tubuh Mbak Lisa yang kulewati. Ketika aku mulai memasukan jari-jari tanganku, ia mulai kelojotan. Apalagi waktu aku menciumi vaginanya dan menjilati bagian klitorisnya, ia mulai mengerang keenakan, sampai-sampai bulu-bulu halus di tubuhnya merinding.</p>
<p>Setelah cukup lama kami foreplay, ia memintaku untuk segera memasukkan rudalku ke dalam vaginanya.<br />
&#8220;Sony.., cepetan masukin barangmu..! Aku sudah nggak tahan nih.. sshh..&#8221; kembali ia memohon kepadaku.<br />
Aku pun mengambil ancang-ancang untuk menembakkan &#8216;rudal scud&#8217; ke dalam &#8216;bunker&#8217; milik Mbak Lisa. Mba Lisa membuka kedua pahanya lebar-lebar, sehingga aku dapat melihat pemandangan yang membuat jantungku serasa mau copot. Tidak menunggu lama, aku mulai mengarahkan rudalku ke dalam vagina Mbak Lisa. Begitu masuk dengan susah payah, Mbak Lisa menarik pantatku agar seluruh rudalku amblas ke dalam &#8216;bunker&#8217;-nya.</p>
<p>Aku menaik-turunkan pantatku dengan irama tidak terlalu cepat, sedangkan Mbak Lisa menggoyang pinggulnya sehingga kami merasakan kenikmatan yang tiada taranya. Sambil memainkan rudalku, aku juga mengulum dan menjilat-jilat payudara serta puting susu Mbak Lisa. Sesekali bibir kami saling berpagutan, dan diselingi ciumanku ke arah lehernya yang putih.</p>
<p>Setelah kira-kira 20 menit kami saling melancarkan serangan yang bertubi-tubi, akhirnya aku menembakkan spermaku dengan muncratan yang kencang. Mbak Lisa yang merasakan tembakan air mani yang panas di dalam vagina, menjerit puas. Kemudian aku pun merasakan lubang vagina Mbak Lisa mengeluarkan cairan lengket yang membasahi rudalku. Aku perhatikan Mbak Lisa sampai mendongakkan kepalanya dan melengkungkan punggungnya ke belakang sambil menekan erat-erat pantatku, karena ia menikmati permainan seks yang sudah lama tidak ia rasakan. Kami melakukan seks tersebut berulang-ulang sampai tubuh kami lemas, dan kami tertidur saling berpelukan.</p>
<p>Sejak saat itu kami resmi menjadi pacaran dan sering melakukan seks kapanpun kami inginkan. Sedangkan tendernya Vina akhirnya dimenangkan oleh Mbak Lisa. Dan aku sekarang ketagihan ngeseks dengan wanita-wanita cantik yang kesepian yang usianya di atasku. Aku melakukan itu karena aku butuh bantuan wanita-wanita tersebut. Tetapi aku tetap memilih wanita-wanita yang kutiduri.</p>
<p>Karena selain membutuhkan bantuannya, aku juga mempunyai selara tinggi terhadap wanita. Oya, aku juga menjadi sangat akrab dengan Vina, kami sering melakukan hubungan seks yang tentunya tanpa diketahui oleh pacar Vina dan Mbak Lisa. Dan pengalamn ngeseksku dengan Vina tidak kalah hot-nya dengan yang kulakukan bersama Mbak Lisa. Bila nanti ada kesempatan, aku akan menceritakan pengalaman ngeseksku dengan Vina.</p>
<p>Sekarang bila ada wanita cantik kesepian yang butuh bantuanku, mudah-mudahan aku dapat membantu, karena aku juga saat ini sedang butuh bantuan modal untuk merintis usahaku, dan jika berminat, silakan menghubungiku via e-mail dan siapa tahu kita dapat saling membantu.</p>
<p>Demikian <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita</a> kami kali ini, semoga dilain waktu ada lagi cerita seks yang lebih seru, yang mampu menghibur anda lepas dari penatnya pekerjaan, dan menikmati sejenak cerita yang mampu merenggangkan otak anda. Sampai pada cerita dewasa kami berikutnya ya.. <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita dewasa mbak</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">mbak seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">seksinya tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita dewasa lisa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">seksinya pacarku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita dewasa wanita karir</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita mengulum payudara</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">lisa yang sexy</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita dewasa paruh baya</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita mengulum</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita mbak seksi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">menjilat payudara</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita mbak</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">lisa ngentot</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita lisa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">seksinya kakakku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita sex lisa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/">cerita sex mbak</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tante Tetty seksi'>Tante Tetty seksi</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/seksi-nya-mbak-lisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Jadi obat Awet Muda Tante Girang</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 17:09:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[brondong tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[peliharaan tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[seks tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[simpanan tante girang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bilang, untuk awet muda ada obat alaminya, yaitu bercinta, apalagi bila bercinta dengan perjaka, atau brondong, hal ini juga diyakini erni sebut saja namanya begitu, seorang tante yang doyan bercinta dengan brondong, berikut kisah lengkap yang dituturkan oleh si brondong sendiri.
Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/gairah-seks-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gairah Seks Tante Girang'>Gairah Seks Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Enaknya Memek Tante Girang'>Enaknya Memek Tante Girang</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang bilang, untuk awet muda ada obat alaminya, yaitu bercinta, apalagi bila bercinta dengan perjaka, atau brondong, hal ini juga diyakini erni sebut saja namanya begitu, seorang tante yang doyan bercinta dengan brondong, berikut kisah lengkap yang dituturkan oleh si brondong sendiri.</p>
<p><div class="wp-caption alignnone" style="width: 490px"><img alt="Tante doyan Brondong" src="http://img.youtube.com/vi/vxrg61OBinU/0.jpg" title="Tante Girang" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Tante doyan Brondong</p></div><br />
Kejadian ini terjadi ketika Aku kelas 3 SMP, yah Aku perkirakan umur Aku waktu itu baru saja 14 tahun. Aku entah kenapa yah perkembangan sexnya begitu cepat sampai-sampai umur segitu sudah mau ngerasain yang enak-enak. Yah itu semua karena<span id="more-184"></span> temen nyokap kali yah, Soalnya temen nyokap Aku yang namanya tante Erni ( biasa Aku panggil dia begitu ) orangnya cantik banget, langsing dan juga awet muda bikin Aku bergetar.</p>
<p>Tante Erni ini tinggal dekat rumah aku, hanya beda 5 rumah lah, nah tante Erni ini cukup deket sama keluarga Aku meskipun enggak ada hubungan saudara. Dan dapat dipastikan kalau sore biasanya banyak ibu-ibu suka ngumpul di rumah Aku buat sekedar ngobrol bahkan suka ngomongin suaminya sendiri. Nah tante Erni ini lah yang bikin Aku cepet gede ( maklum lah anak masih puber kan biasanya suka yang cepet-cepat<br />
).</p>
<p>Biasanya tante Erni kalau ke rumah Aku selalu memakai daster atahu kadang-kadang celana pendek yang bikin Aku ser…ser…ser…Biasanya kalau sudah sore tuh ibu-ibu suka ngumpul di ruang tv dan biasa juga Aku pura-pura nonton tv saja sambil lirak lirik. Tante Erni ini entah sengsaja atahu engenggak Aku juga enggak tahu yah.</p>
<p>Dia sering kalau duduk itu tuh ngangkang, kadang pahanya kebuka dikit bikin Aku ser..ser lagi deh hmmm. Apa keasyikan ngobrolnya apa emang sengsaja Aku juga enggak bisa ngerti, tapi yang pasti sih Aku kadang puas banget sampai-sampai kebayang kalau lagi tidur.</p>
<p>Kadang kalau sedang ngerumpi sampai ketawa sampai lupa kalau duduk nya tante Erni ngangkang sampai-sampai celana dalemnya keliatan ( wuih Aku suka banget nih ). pernah Aku hampir ketahuan pas lagi ngelirik wah rasanya ada perasaan takut malu sampai-sampai Aku enggak bisa ngomong sampai panas dingin tapi tante Erni malah diam saja malah dia tambahin lagi deh gaya duduknya.</p>
<p>Nah dari situ Aku sudah mulai suka sama tuh tante yang satu itu. Setiap hari pasti Aku melihat yang namanya paha sama celana dalem tuh tante.Pernah juga Aku waktu jalan-jalan bareng ibu-ibu ke puncak nginep di villa.</p>
<p>Ibu-ibu hanya bawa anaknya, nah kebetulan mami Aku ngsajak Aku pasti tante Erni pula ikut wah asyik juga nih pikir ku. Waktu hari ke-2 malam-malam sekitar jam 8-9 mereka ngobrol di luar deket taman sambil bakar jagung.</p>
<p>Ternyata mereka cerita hantu ih dasar ibu-ibu masih juga kaya anak kecil ceritanya yang serem-serem pas waktu itu tante Erni mau ke WC tapi dia takut . Tentu saja tante Erni di ketawain sama gangnya karena enggak berani ke wc sendiri karena di villa enggak ada orang jadinya takut sampai-sampai dia mau kencing di deket pojokan taman. Lalu tante Erni menarik tangan Aku minta ditemenin ke wc, yah Aku sih mau saja.</p>
<p>Pergilah Aku ke dalam villa sama tante Erni , sesampainya Aku di dalam villa Aku nunggu di luar wc eh malah tante Ernin ngsajak masuk nemenin dia soalnya katanya dia takut<br />
“Lex temenin tante yah tunggu di sini saja buka saja pintu nya enggak usah di tutup tante takut nih ” kata tante Erni sambil mulai jongkok .</p>
<p>Dia mulai menurunkan celana pendeknya sebatas betis dan juga celana dalamnya yang berwarna putih ada motif rendanya sebatas lutut juga ” serrr..rr..serr.psstt” kalau enggak salah gitu deh bunyinya. Jantungku sampai deg-degan waktu liat tante Erni kencing dalem hati Aku kalau saja tante Erni boleh ngasih liat terus boleh memegangnya hmmmm. sampai-sampai Aku bengong ngliat tante Erni.</p>
<p>“Heh kenapa kamu lex kok diam gitu awas nanti ke sambet” kata tante Erni<br />
“Ah enggak apa-apa tante ” jawabku<br />
“Pasti kamu lagi mikir yang enggak-enggak yah, kok melihat nya ke bawah terus sih ” tanya tante Erni.</p>
<p>” Enggak kok tante, aku hanya belum pernah liat cewek kencing dan kaya apa sih bentuk itunya cewek ? ” tanyaku.</p>
<p>Tante Erni cebok dan bangun tanpa menaikkan celana sama cdnya<br />
“Kamu mau liat lex ? nih tante kasih liat tapi jangan bilang-bilang yah nanti tante enggak enak sama mama kau ” kata tante Erni</p>
<p>Aku hanya mengangguk mengiyakan saja. Lalu tanganku dipegang ke arah vaginanya. Aku tambah deg deg an sampai panas dingin karena baru kali ini Aku megang sama melihat yang namanya vagina. Tante Erni membiarkan Aku memegang-megang vaginanya</p>
<p>“Sudah yah lex nanti enggak enak sama ibu-ibu yang lain kirain kita ngapain lagi ”<br />
“Iyah tante ” jawab ku, Lalu tante Erni menaikan celana dalam juga celana pendeknya terus kita gabung lagi sama ibu-ibu yang lain.</p>
<p>Esoknya aku masih belum bisa melupakan hal semalam sampai sampai aku panas dingin. Hari ini semua pengen pergi jalan-jalan dari pagi sampai sore buat belanja oleh-oleh rekreasi. Tapi aku enggak ikut karena badan ku enggak enak</p>
<p>” Lex kamu enggak ikut ? ” tanya mamiku,” Enggak yah mam aku enggak enak badn nih tapi aku minta di bawain kue mochi saja yah mah ” kataku ” Yah sudah istirahat yah jangan main-main lagi ” kata mami</p>
<p>” Erni kamu maukan tolong jagain si alex nih yah nanti kalau kamu ada pesenan yang mau di beli biar sini aku beliin ” kata mami pada tante Erni ” Iya deh kak aku jagain si alex tapi beliin aku tales sama sayuran yah aku mau bawa itu buat pulang besok ” kata tante Erni.</p>
<p>Akhirnya mereka semua pergi, hanya tinggal aku dan tante Erni berdua saja di villa , tante Erni baik juga sampai-sampai aku di bikinin bubur buat sarapan, jam menunjukan pukul 9 pagi waktu itu</p>
<p>” Kamu sakit apa sih lex ? kok lemes gitu ? ” tanya tante Erni sambil nyuapin aku dengan bubur ayam buatanNya<br />
” Enggak tahu nih tante kepala ku jug pusing sama panas dingin saja nih yang di rasa ” kataku.</p>
<p>Tante Erni begitu perhatian padaku maklumlah di usia perkimpoiannya yang sudah 5 tahun dia belum dikaruniai seorang buah hati pun.</p>
<p>” Kepala yang mana lex atas apa yang bawah ?” kelakar tante Erni padaku.<br />
Aku pun bingung ” Memangya kepala yang bawah ada tante ? kan kepala kita hanya satu jawabku polos, Itu tuh yang itu yang kamu sering tutupin pake segitiga pengaman ” kata tante Erni sambil memegang si kecilku</p>
<p>” Ah tante bisa saja ” kataku ” Eh jangan2 kamu sakit gara-gara semalam yah ” aku hanya diam saja.</p>
<p>Selesai sarapan badanku dibasuh air hangat oleh tante Erni, pada waktu dia ingin membuka celanaku, ku bilang</p>
<p>” Tante enggak usah deh tante biar alex saja yang lap, kan malu sama tante ”<br />
” Enggak apa-apa tanggung kok ” kata tante Erni sambil menurunkan celanaku dan cd ku.</p>
<p>Di lapnya si kecil ku dengan hati-hati , aku hanya diam saja<br />
” Lex mau enggak pusingnya Hilang ? Biar tante obatin yah ”<br />
” Pakai apa tan, aku enggak tahu obatnya ” kataku polos<br />
” Iyah kamu tenang saja yah ” kata tante Erni</p>
<p>Lalu di genggamnya batang penisku dan dielusnya langsung spontan itu juga penisku berdiri tegak. Dikocoknya pelan-pelan tapi pasti sampai-sampai aku melayang karena baru pertama kali ini merasakan yang seperti ini</p>
<p>” Achh…cchh..” aku hanya mendesah pelan dan tanpa kusadari tanganku memegang vagina tante Erni yang masih di balut dengan celana pendek dan cd tapi tante Erni hanya diam saja sambil tertawa kecil terus masih melakukan kocokannya. Sekitar 10 menit kemudian aku merasakan mau kencing</p>
<p>” Tante sudah dulu yah aku mau kencing nih” kataku<br />
” Sudah kencingnya di mulut tante saja yah enggak apa-apa kok ” kata tante Erni ,</p>
<p>Aku bingung campur heran melihat penisku dikulum dalam mulut tante Erni karena tante Erni tahu aku sudah mau keluar dan aku hanya bisa diam karena merasakan enaknya<br />
” Hhgggg….achhh.. tante aku mau kencing nih bener ” kataku sambil meremas vagina tante Erni yang kurasakan berdenyut-denyut.</p>
<p>Tante Ernipun langsung menghisap dengan agresifnya dan badan ku pun mengejang keras<br />
” Croott….ser.err.srett ” muncratlah air mani ku dalam mulut tante Erni, tante Erni pun langsung menyedot sambil menelan maniku sambil menjilatnya. Dan kurasakan vagina tante Erni berdenyut kencang sampai-sampai aku merasakan celana tante Erni lembab dan agak basah</p>
<p>” Enakkan lex pusingnya pasti hilangkan ” kata tante Erni<br />
” Tapi tante aku minta maaf yah aku enggak enak sama tante nih soalnya tante….”<br />
” Sudah enggak apa-apa kok, oh iya sperma kamu kok kental banget wangi lagi, kamu enggak pernah onani lex ? ”<br />
” Enggak tante ”</p>
<p>Tanpa kusadari tanganku masih memegang vagina tante Erni<br />
” Loh tangan kamu kenapa kok di situ terus sih ” Aku jadi salah tingkah</p>
<p>” Sudah enggak apa-apa kok tante ngerti “katanya padaku<br />
” Tante boleh enggak alex megang itu tante lagi ” pintaku pada tante Erni<br />
Tante Erni pun melepas kan celana pendek nya, kulihat celana dalam tante Erni basah entah kenapa</p>
<p>” Tante kencing yah ? ” tanya ku<br />
” Enggak ini namanya tante nafsu lex sampai-sampai celana dalam tante basah ” dilepaskannya pula celana dalam tante Erni dan mengelap vaginanya dengan handukku.</p>
<p>Lalu tante Erni duduk di sampingku”, Lex pegang nih enggak apa-apa kok sudah tante lap ” katanya, Akupun mulai memegang vagina tante Erni dengan tangan yang Agak gemetar, tante Erni hanya ketawa kecil</p>
<p>” Lex kenapa ? biasa saja donk kok gemetar kaya gitu sih ” kata tante Erni<br />
Dia mulai memegang penisku lagi ” Lex tante mau itu nih ”</p>
<p>” Mau apa tante ”<br />
” Itu tuh ” aku bingung atas permintaan tante Erni<br />
” Hmm itu tuh punya kamu di masukin ke dalam itunya tante kamu mau kan ?”<br />
” Tapi alex enggak bisa tante caranya ”<br />
” Sudah kamu diam saja biar tante yang sajarin kamu yah ” kata tante Erni padaku.</p>
<p>Mulailah tangannya mengelus penisku biar bangun kembali tapi aku juga enggak tinggal diam aku coba mengelus-elus vagina tante Erni yang di tumbuhi bulu halus<br />
” Lex jilatin donk punya tante yah ” katanya<br />
” Tante alex enggak bisa nanti muntah lagi ”</p>
<p>” coba saja lex ” Tante pun langsung mengambil posisi 69 aku di bawah, tante Erni di atas dan tanpa pikir panjang tante Erni pun mulai mengulum penisku<br />
” Achhhh ….. hgghhhghhh. tante ”</p>
<p>Aku pun sebenarnya ada rasa geli tapi ketika kucium vagina tante Erni tidak berbau apa-apa. Aku mau juga menjilatinya kurang lebih baunya vagina tante Erni seperti wangi daun pandan ( asli Aku juga bingung kok bisa gitu yah ) aku mulai menjilati vagina tante Erni sambil tanganku melepaskan kaus u can see tante Erni dan juga melepaskan kaitan bh nya , kini kami sama-sama telanjang bulat ,</p>
<p>Tante Erni pun masih asyik mengulum penisku yang masih layu kemudian tante Erni menghentikannya dan berbalik menghadapku langsung mencium bibirku dengan nafas yang penuh nafsu dan menderu</p>
<p>” Kamu tahu enggak mandi kucing lex ” kata tante Erni.<br />
Aku hanya menggelengkan kepala dan tante Erni pun langsung menjilati leherku menciuminya sampai-sampai aku menggelinjang hebat , ciumannya berlanjut sampai ke putingku dikulumnya di jilatnya, lalu ke perutku, terus turun ke selangkanganku dan penisku pun mulai bereaksi mengeras.</p>
<p>Dijilatinya paha sebelah dalamku dan aku hanya menggelinjang hebat karena di bagian ini aku tak kuasa menahan rasa geli campur kenikmatan yang begitu dahsyat. Tante Erni pun langsung menjilati penisku tanpa mengulumnya seperti tadi dia menghisap-hisap bijiku dan juga terus sampai-sampai lubang pantatku pun di jilatinya sampai aku merasakan anusku masuk keluar.</p>
<p>Kulihat payudara tante Erni mengeras, tante Erni menjilati sampai ke betisku dan kembali ke bibirku di kulumnya sambil tangannya mengocok penisku, tanganku pun meremas payudara tante Erni. Entah mengapa aku jadi ingin menjilati vagina tante Erni, langsung tante Erni ku baringkan dan aku bangun langsung ku jilati vagina tante Erni seperti mnjilati es krim</p>
<p>” Achhh….uhh.hhghh.acch lex enak banget terus lex, yang itu isep jilatin lex ” kata tante Erni sambil menunjuk sesuatu yang menonjol di atas bibir vaginanya.<br />
Aku langsung menjilatinya dan menghisapnya , banyak sekali lendir yang keluar dari vagina tante Erni tanpa sengaja tertelan olehku<br />
” Lex masukin donk tante enggak tahan nih ”<br />
” Tante gimana caranya ? ”</p>
<p>Tante Erni pun menyuruhku tidur dan dia jongkok diatas penisku dan langsung menancapkannya ke dalam vaginanya. Tante Erni naik turun seperti orang naik kuda kadang melakukan gerakan maju mundur. Setengah jam kami bergumul dan tante Erni pun mengejang hebat</p>
<p>” Lex tante mau keluar nih eghhhh….huhh achh ” kata tante Erni<br />
Akupun di suruhnya untuk menaik turunkan pantatku dan tak lama kurasakan ada sesuatu yang hangat mengalir dari dalam vagina tante Erni. Hmm sungguh pengalaman pertamaku dan juga kurasakan vagina tante Erni mungurut-urut penisku dan juga menyedotnya. Kurasakan tante Erni sudah orgasme dan permainan kami terhenti sejenak.</p>
<p>Tante Erni tidak mencabut penisku dan membiarkanya di dalam vaginanya<br />
” Lex nanti kalau mau kencing kaya tadi bilang yah ” pinta tante Erni padaku<br />
Akupun langsung mengiyakan tanpa mengetahui maksudnya dan tante Ernipun langsung mengocok penisku dengan vaginanya dengan posisi yang seperti tadi<br />
” Achh … tante enak banget achhhh,….gfggfgfg..” kataku dan tak lama aku pun merasakan hal yang seperti tadi lagi</p>
<p>” Tante alex kayanya mau kencing niih ”<br />
Tante Erni pun langsung bangun dan mengulum penisku yang masih lengket dengan cairan kewanitaanya, tanpa malu dia menghisapnya dan tak lama menyemburlah cairan maniku untuk yang ke 2 kalinya dan seperti yang pertama tante Erni pun menelannya dan menghisap ujung kepala penisku untuk menyedot habis maniku dan akupun langsung lemas tapi disertai kenikmatan yang alang kepalang nikmatnya.</p>
<p>Kamipun langsung mandi ke kamar mandi berdua dengan telanjang bulat dan kami melakukannya lagi di kamar mandi dengan posisi tante Erni menungging di pinggir bak mandi. Aku melakukannya dengan cermat atas arahan tante Erni yang hebat.</p>
<p>Selasai itu jam pun menunjukan pukul 1 siang langsung makan siang dengan telur dadar buatan tante Erni, setelah itu kamipun capai sekali sampai-sampai tertidur dengan tante Erni di sampingku, tapi tanganku kuselipkan di dalam celana dalam tante Erni. Kami terbangun pada pukul 3 sore dan sekali lagi kami melakukannya permintaan tante Erni, tepat jam 4:30 kami menenggakhiri dan kembali mandi, dan rombongan ibu-ibu pun pulang pukul 6 sore.</p>
<p>” Lex kamu sudah baikan ? ” tanya mami ku<br />
” Sudah mam , aku sudah seger n fit nih ” kataku<br />
” Kamu kasih makan apa Ni, si alex sampai-sampai langsung sEhat ” tanya mami sama tante Erni<br />
” Hanya bubur ayam sama makan siang telur dadar terus ku kasih saja panadol ” kata tante Erni<br />
Esoknya kamipun pulang ke jakarta dan di mobilpun aku duduk disamping tante Erni yang semobil denganku. Mami yang menyupir ditemani ibu herman di depan.</p>
<p>Didalam mobilpun aku masih curi-curi memegang barangnya tante Erni.</p>
<p>Sampai sekarangpun aku masih suka melakukannya dengan tante Erni bila rumahku kosong atau terkadang ke hotel dengan tante Erni. Sekali waktu aku pernah mengeluarkan spermaku di dalam sampai 3 kali.</p>
<p>Kini tante Ernipun sudah dikarunia 2 orang anak yang cantik. Baru kuketahui bahwa suami tante Erni ternyata ejekulasi dini. Kinipun aku bingung akan anak itu. Yah begitulah kisahku sampai sekarang aku tetap menjadi PIL tante Erni bahkan aku jadi lebih suka dengan wanita yang lebih tua dariku. Pernah juga aku menemani seorang kenalan tante Erni yang nasibnya sama seperti tante Erni mempunyai suami yang ejekulasi dini dan suka daun muda buat obat awet muda, dengan menelan air mani pria muda.</p>
<p>Demikian kisah seks yang dialami seorang pemuda yang menjadi resep awet muda si tante girang, <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> ini murni dikirim oleh si pelaku, dan dari pengalaman seks yang dia lakukan bersama tante tetap kelak menajdi penyesalan. tulisan ini tanpa edit dan tanpa tambahan. murni dan murni dari pengirim.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita kenikmatan tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita dewasa tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">kenikmatan tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">obat awet muda tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">tante erni</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita tante mandi</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita dewasa tante muda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">enaknya jadi simpanan tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">aku jadi obat awet muda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita panas tante girang doyan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">obat awet muda cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">tante haus sek</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">aku suka tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">aku tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita sex sama tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">aku jadi obat awet mda tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita panas tante girang</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita tante doyan daun muda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/">cerita tante girang muda</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/gairah-seks-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gairah Seks Tante Girang'>Gairah Seks Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Tante Girang'>Cerita Tante Girang</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Enaknya Memek Tante Girang'>Enaknya Memek Tante Girang</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/aku-jadi-obat-awet-muda-tante-girang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
