<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; Umum</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/category/umum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita selingkuh Pertamaku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Cerita selingkuh sudah banyak dalam cerita dewasa kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita selingkuh sudah banyak dalam <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. </p>
<p>Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun, namaku&#8230;katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19 Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting di web idola.</p>
<p>Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang<span id="more-257"></span> mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak, namanya&#8230;katakan andy, berasal dari jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang. Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta)&#8230;mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.</p>
<p>Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.<br />
Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil&#8230;notebook..?), dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu andy meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb, tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal&#8230;akhirnya aku juga ikut tertawa.<br />
Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web&#8230;dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar&#8230;.sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana&#8230;, tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb, tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex sampai <a href="http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/">telanjang</a> bulat, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek&#8230;.</p>
<p>Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 18 &#8211; 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku. Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy mendesis desis&#8230;entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil&#8230;</p>
<p>Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi&#8230;ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.</p>
<p>Sampai disini mas <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/">cerita selingkuh</a> ku yang memiliki aroma selingkuh yang baru, belum berpengalaman dan sangat menegangkan bagi aku. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita pemerkosaan Teman Kantor</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 09:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa bawahan]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa teman]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Aku merasa malu menceritakan cerita dewasa tentang pemerkosaan ini, benar-benar memalukan karena sebenarnya aku gak ingin kisah ini terjadi pada rida teman kantorku. Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku merasa malu menceritakan <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> tentang pemerkosaan ini, benar-benar memalukan karena sebenarnya aku gak ingin kisah ini terjadi pada rida teman kantorku. Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum. berikut awal <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/">cerita pemerkosaan</a> itu.</p>
<p>Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.</p>
<p>&#8220;Mau kemana Rida?&#8221;, tiba-tiba<span id="more-252"></span> seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.<br />
Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.<br />
&#8220;Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..&#8221;, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.<br />
&#8220;Rida, kami bakal diberhentikan besok..&#8221;, Warto berkata.<br />
&#8220;Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..&#8221;, Rida menjawab.<br />
Di luar hujan mulai turun.<br />
&#8220;Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak&#8221;, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.<br />
&#8220;I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..&#8221;, Rida menjawab.</p>
<p>Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.<br />
&#8220;Aah! Jangan Pak!&#8221;.<br />
Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. &#8220;Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!&#8221;.<br />
Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.<br />
&#8220;Jangannnn! Lepaskannn!&#8221;, Rida berusaha meronta.</p>
<p>Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.<br />
&#8220;Eit, melawan juga si Mbak ini..&#8221;, Diman hanya menyeringai.<br />
Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.<br />
&#8220;Aahh! Jangan Pak! Jangannn!&#8221;, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.<br />
Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.</p>
<p>Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, &#8220;Plak! Plak!&#8221;.</p>
<p>Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.<br />
&#8220;Sret!&#8221;, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.<br />
Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.<br />
&#8220;Ouuhh! Adduhh..!&#8221;, Rida merintih.<br />
Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.</p>
<p>Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.<br />
&#8220;Ampuunnn&#8230;, hentikan Pak..&#8221;, Rida menangis tersengal-sengal.<br />
Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.</p>
<p>&#8220;Slebb!&#8221;, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.<br />
Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.<br />
&#8220;Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm&#8230;!&#8221;, Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.</p>
<p>Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida dipegang erat dan&#8230;<br />
&#8220;Crrrt! Crrrt!&#8221;, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.<br />
Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.</p>
<p>Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesengggukan. Diman memakai celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.<br />
&#8220;Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..&#8221;, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.<br />
Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.<br />
&#8220;Ayo, sekarang giliran kalian!&#8221;, Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.<br />
Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.</p>
<p>Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah mengeras.<br />
&#8220;Ayo Rida, kulum punyaku!&#8221;, Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.<br />
Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.<br />
&#8220;Akhh&#8230;, mmmhhh.., mhhh&#8230;&#8221;, Rida menangis tak berdaya.<br />
Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.<br />
&#8220;Akkkghhh! Isep teruss&#8230;!, Ayooo&#8221;.<br />
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.</p>
<p>Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.</p>
<p>Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.<br />
&#8220;Belum pagi nih&#8221;, ujar salah seorang dari satpam itu.<br />
&#8220;Iya, aku masih belum puas&#8230;&#8221;.<br />
Akhirnya muncul ide mereka yang lain.</p>
<p>Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.</p>
<p>Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.<br />
&#8220;Wah! Ada hadiah nih!&#8221;, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.<br />
Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.</p>
<p>Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali tersadar.<br />
&#8220;Ini kan teller di bank depan?&#8221;</p>
<p>Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.</p>
<p>Seperti itulah cerita dewasa dari rida yang sangat malam, sampai saat ini trauma mendalam dialami oleh rida, dan dia sangat sedih dengan perkosaan itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>32</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dengan Mantan pacarku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks mantan]]></category>
		<category><![CDATA[mantan pacar]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan mantan]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan mantan pacar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa. memiliki kenangan dengan mantan pacar memang susah untuk dilupakan, tak harus dilupakan dan tak harus dikenang, cukup menjadi pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran, namun cerita seks mantan pacar sangat berbeda dialami oleh seorang pria ini. berikut kisahnya. Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita dewasa</strong>. memiliki kenangan dengan mantan pacar memang susah untuk dilupakan, tak harus dilupakan dan tak harus dikenang, cukup menjadi pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran, namun <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/">cerita seks mantan pacar</a> sangat berbeda dialami oleh seorang pria ini. berikut kisahnya. Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng di Jalan Gondangdia lama bersama dua orang ceweknya. Memang dia pernah janji padaku mau mengenalkan pacarnya yang namanya Judith itu padaku, dan sekarang dia memintaku datang untuk bertemu dengan mereka malam ini di sana.</p>
<p>Dalam perjalanan ke sana aku teringat dengan seorang cewek yang namanya Judith juga. Lengkapnya Judith Monica. Sudah setahun ini kami tidak pernah bertemu lagi, tapi masih sering menghubungi via telepon, terakhir kali aku menghubungi dia waktu ulang tahunnya tanggal 29 September, dan kukirimi dia kado ulangtahun. Dia adalah orang yang pernah begitu kusayangi. Dalam hatiku berharap semoga dia menjadi isteriku. Wajahnya mirip artis Dina Lorenza, tinggi 170 cm, kulitnya sawo matang. Pokoknya semua tentang dia ini oke punya lah. Ibunya orang Jawa, sedangkan bapaknya dari Sulawesi selatan. Dia sendiri sejak lahir sampai besar menetap di Jakarta bersama orangtuanya.</p>
<p>Dulunya kami bekerja di satu perusahaan, Judith ini accountingnya kami di kantor, sedangkan aku bekerja diatas kapal. Setiap pulang dari Jepang, sering kubawa oleh-oleh untuk dia. Tetapi salah satu point yang sulit mempersatukan kami adalah soal agama. Terakhir yang kutahu tentang Judith ini dia batal menikah dengan cowoknya yang namanya Adhi itu.<br />
Handphone-ku berbunyi lagi, rupanya dari Rudy, mereka menyuruhku masuk ke dalam kamar 310, disitu Rudy bersama dua orang ceweknya. Aku disuruh langsung saja masuk ke kamar<span id="more-250"></span> nanti begitu tiba di sana. Aku tiba di sana pukul sembilan tiga puluh malam dan terus naik ke atas ke kamar 310. Seorang cewek membuka pintu buatku dan cewek itu hanya bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya Rudy sedang main dengan salah seorang ceweknya itu, keduanya sama-sama telanjang dan lagi seru-serunya berduel. Terdengar suaranya si cewek ini mendesah dan mengerang kenikmatan, sementara Rudy mencium wajahnya dan lehernya. Aku berpaling pada cewek yang satu lagi ini yang memandangku dengan senyuman manis.</p>
<p>“Oom Errol ya..?” tegurnya sambil duduk di atas tempat tidur yang berada di sebelahnya.<br />
Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga nih cewek, hanya sedikit kurus dan imut-imut.<br />
“Namanya siapa sich..?” tanyaku.<br />
“Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.”<br />
Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah. Si cewek yang lagi ‘dimakan’ Rudy rupanya mencapai puncak orgasmenya sambil menggoyang pinggulnya liar sekali, menjerit dan mendesah, dan kemudian Rudy pun keluar. Asyik juga sekali-sekali menonton orang bersenggama seperti ini.<br />
Sementara keduanya masih tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, si Lina ini berpaling kepadaku dan aku pun mengerti maksudnya, dan kami pun mulai bercumbu, saling meraba dan berciuman penuh nafsu. Kini berbalik Ricky dan ceweknya itu yang menonton aku dan Lina main. Secara kebetulan aku balik berpaling kepada Ricky dan ceweknya itu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa cewek yang bersama Ricky itu. Masih sempat kulihat buah dadanya dan puting susunya sebelum cepat-cepat dia menarik selimut menutupi badannya. Aku langsung jadi ‘down’ dan bangun berdiri, dan menegur Ricky sambil memandang si cewek itu yang masih terbaring. Dia pun nampaknya begitu kaget, untung saja Ricky tidak melihat perubahan pada air wajahnya.</p>
<p>“Hi Ricky.., sorry aku langsung main tancap nich.” kataku, Ricky hanya tertawa saja padaku.<br />
“Gimana Roll, oke punya?” tanya Ricky sambil melirik Lina yang masih terbaring di ranjang.<br />
“Excellent..!” jawabku sambil berdiri di depannya tanpa sadar bahwa aku lagi telanjang bulat dan tegang.<br />
“Roll, kenalkan ini cewekku yang kubilang si Judith itu,” ucap Ricky sambil tangannya berbalik memegang kepalanya Judith.<br />
Segera aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh cewek itu.<br />
Kami berjabat tangan, terasa dingin sekali tangannya, dan dia menengok ke tempat lain, sementara aku menatapnya tajam. Untunglah Ricky tidak sadar akan perubahan diantara aku dengan cewek ini. Lalu si Judith ini bangun sambil melingkari tubuhnya dengan handuk, kemudian berjalan ke kamar mandi diiringi oleh tatapan mataku, melihat betis kakinya yang panjang indah itu yang dulu selalu kukagumi.</p>
<p>Tidak sadar aku menarik nafas, terus Rudy mempersilakan aku dan Lina kembali melanjutkan permainan yang tertunda itu. Kami kemudian melakukan foreplay sebelum acara yang utama itu. Kulihat sekilas ke sebelah, Judith sudah balik dari kamar mandi dan memperhatikan aku dan Lina yang sedang bertempur dengan seru, Lina mengimbangiku tanpa terlalu berisik seperti Judith tadi. Lina mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan kusodok lubang vaginanya dengan penuh semangat. Maklumlah, dua bulan di laut tidak pernah menyentuh wanita sama sekali.<br />
Sampai akhirnya kami berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. nikmatnyaa… Kuciumi buah dada yang penuh keringat itu dan bibir-bibirnya yang tipis itu, kulitnya benar-benar bersih mulus dan akhirnya kami terbaring membisu sambil terus berpelukan mesrah dan tertidur. Waktu itu sudah jam dua belas tengah malam.<br />
Ketika aku terbangun, rupanya Lina tidak tidur, dia malah asyik memandangiku. Kulihat ke sebelah, Rudy dan Judith masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. Rudy tidur sambil memeluk Judith dan keduanya masih telanjang bulat. Paha Judith yang mulus sexy itu membuatku jadi terangsang kembali dan terus saja memandangnya dari jauh.<br />
“Dia cantik ya..?” lalu Lina berbisik padaku, aku hanya mengangguk kepala.<br />
“Cantik, sexy.. tapi milik banyak orang..” tambah Lina lagi.<br />
“Dia temanmu kan..?”<br />
“Kita satu fakultas dulu, dan sama-sama wisuda, setahu gua dia dulunya nggak suka main sama laki, tapi dia melayani tante-tante senang yang suka nyari mangsa di kampus.”<br />
“Maksud kamu Judith itu lesbian..?”<br />
“Yah gitu lah, tapi dia juga pacaran waktu itu, terakhir dulu gua dengar dia lama main ama orang cina dari Hongkong.”<br />
“Bisa jadi dia pernah lesbong, soalnya liat tuh puting susunya udah besar dan panjang lagi, kayak ibu-ibu yang pernah menyusui.” kataku.<br />
“Pak Rudy ini cuman salah satu dari koleksinya, dia juga suka main ama orang bule dari Italy, terus dia juga ada main sama Pak XXX (orang penting).”<br />
“Lina kok tau semuanya..?”<br />
“Soalnya gua sering jalan bareng dia, kalo dia dapat order sering dia bagi-bagi ama gua, orangnya paling baik juga sosial ama temen.” sambung Lina lagi.</p>
<p>Sementara Lina tidak tahu kalau aku dan Judith juga sudah lama kenal.<br />
Tiba-tiba Judith menggerakkan badannya membuat bagian perutnya yang tadinya terselimut kini terbuka, gerakannya itu membangunkan Rudy yang melihat buah dadanya begitu menantang langsung mulutnya beraksi, dari buah dada Judith turun terus ke bawah membuka lebar pahanya Judith dan menjilati bibir vaginanya. Aku langsung bangun dan menghampiri ranjang keduanya dan memperhatikan dari dekat Rudy menjilati bibir kemaluan Judith dan menguakkannya. Nampak lubang kemaluan Judith yang memerah terbuka cukup besar. Sementara bulu kemaluannya kelihatan seperti dicukur bersih, licin seperti vagina seorang bayi.<br />
Melihatku memperhatikannya dengan serius, Rudy lalu bertanya.<br />
“Kamu suka Roll..? Kita tukaran aja sekarang, aku ama Lina.”<br />
Lalu Rudy bangun dan pindah ke ranjang sebelah, dan aku segera menggantikan tempat Rudy tadi, tapi betapa terkoyaknya hatiku saat itu. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Judith. Aku berbaring sambil mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampai dia terbangun. Mulutku melahap buah dadanya, menghisap puting susunya yang besar dan panjang itu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vaginanya sambil mencium pipinya, mengulum bibir-bibirnya. Judith mendesah dan menguap sambil menggerakkan badannya, tapi tidak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksiku.<br />
Ketika dia berbalik tertelungkup, segera kupegang pantatnya dan menguakkannya. Nampaklah lubang duburnya yang sudah terbuka itu, merah kehitam-hitaman, kira-kira berdiameter satu senti. Tapi betapa hatiku begitu penuh kasih padanya, pelan-pelan lidahku menjulur ke lubang pantatnya itu dan kujilati pelan-pelan. Tiba-tiba Judith menggerakkan pantatnya, rupanya terasa olehnya sesuatu yang nikmat di pantatnya. Aku terus saja menjilatinya, lalu dia merintih dan menarik napas panjang dan mendesah.</p>
<p>“Aduuhh.. enak Rudy, terus Sayang.. lidahnya terus mainkan.., duuh.. enaakk..!” desahnya pelansambil semakin kuat menggoyangkan pantatnya, sementara rudalku sudah tegang sekali.<br />
“Rudy.., jellynya.. jellynya dulu.. baru masukin yaa..!”<br />
Aku tidak tahu dimana jellynya, lalu kuludahi saja banyak-banyak sampai lubang duburnya itu penuh dengan ludahku dan kuarahkan rudalku ke arah sasarannya, dan mulai menyentak masuk pelan-pelan.<br />
“Aaacchh..!” dia mendesah.<br />
Sekali hentak langsung masuk tanpa halangan, kudorong terus <a href="http://cerita.modelperawan.com">kontol</a>ku, tangan kananku melingkari lehernya. Dia menarik napas panjang sambil mendesah tertahan, sementara rudalku sudah semuanya masuk tertanam dalam liang pelepasannya yang cengkeramannya sudah tidak terasa lagi. Tangan kiriku memainkan klitorisnya, sambil mencium pipinya kemudian melumat bibirnya. Berarti Judith ini sudah biasa disodomi orang, hanya lubangnya belum terbuka terlalu besar. Aku mulai menarik keluar kembali dan memasukkan lagi, dan mulai melakukan gerakan piston pelan-pelan pada awalnya, sebab takut nanti Judithnya kesakitan kalau aku langsung main hajar dengan kasar.<br />
Aku tahu bila dalam keadaan normal seperti biasa, tidak akan pernah aku dapat menyentuh tubuhnya ini. Selagi aku mengulum lidahnya itu, Judith membuka matanya, terbangun dan kaget melihat siapa yang lagi menyetubuhinya. Judith mau bergerak bereaksi tapi kudekap dia kuat-kuat hingga Judith tidak mungkin dapat bergerak lagi, dan aku mulai menghentak dengan kekuatan penuh pada lubang duburnya yang memang sudah dol itu.</p>
<p>Batang rudalku masuk semua tertancap di dalam lubang duburnya dan masuk keluar dengan bebasnya menghajar lubang dubur Judith dengan tembakan-tembakan gencar beruntun sambil mendekapnya kuat-kuat dari belakang meremas payudaranya dengan gemasnya dan mengigit tengkuknya yang sudah basah oleh keringatnya itu. Secara reflex Judith mengoyang pinggulnya begitu merasakan batang kemaluanku masuk, dan mendesah mengerang dengan suara tertahan. Keringat deras bercucuran di pagi yang dingin itu. Seperti kuda yang sedang balapan seru, dia merintih lirih diantara desahan napasnya itu dan mengerang. Judith semakin menggoyang pantatnya seperti kesetanan oleh nikmat yang abnormal itu.<br />
Sepuluh menit berlalu, lubang duburnya Judith rasanya sangat licin sekali, seperti main di vagina saja. Dan Judith meracau mendesah dan menjerit histeris, wajahnya penuh keringat yang meleleh. Kubalikkan tubuhnya, kini Judith sudah tidak melawan lagi, dia hanya tergeletak diam pasrah ketika kualasi bantal di bawah pantatnya. Dia mengangkat kedua kakinya yang direntangkan dan memasukkan lagi rudalku ke dalam lubang duburnya yang sudah terkuak itu. Seluruh batang rudalku basah oleh cairan kuning yang berbuih, itu kotorannya Judith yang separuhnya keluar meleleh dari lubang duburnya itu. Bagi orang yang tidak biasa dengan anal sex ini pasti akan merasa jijik.</p>
<p>Kini wajah kami berhadapan, kupegang kepalanya supaya dia tidak dapat berpaling ke kiri ke kanan. Dan kulumat-lumat bibir-bibirnya, sepasang gunung buahdadanya terguncang-guncang dengan hebatnya, lehernya dan dadanya basah oleh keringatnya yang bercampur baur dengan keringatku. Dan inilah yang namanya kenikmatan surga. Pipi-pipinya telah memerah saga oleh kepanasan. Aku semakin keras lagi menggenjot ketika mengetahui kalau Judith mau mencapai puncak klimaksnya. Seluruh tubuhnya lalu jadi mengejang, dan suaranya tertahan di ujung hidungnya, Judith ini benar-benar histeris pikirku. Mungkin juga dia ini sex maniac.<br />
Judith mulai bergerak lagi dengan napas yang masih tersengal-sengal sambil mendesah.<br />
“Terus ung.. teeeruus.. aku mau keluar lagi..!” desahnya.<br />
Benar saja, Judith kembali menjerit histeris seperti kuntilanak, seluruh tubuhnya kembali mengejang sambil wajahnya menyeringai seperti orang menahan sakit yang luar biasa. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran. Kupeluk erat-erat tubuhnya yang licin mengkilap oleh keringat itu sambil menggigit-gigit pelan daun telinganya agar dia tambah terangsang lagi.<br />
Akhirnya dia jatuh lemas terkulai tidak berdaya seperti orang mati saja. Tinggal aku yang masih terus berpacu sendiri menuju garis finish. Kubalikkan lagi tubuh Judith tengkurap dan mengangkat pantatnya, tapi tubuhnya jatuh kembali tertelungkup saja, entah apa dia sangat kehabisan tenaga atau memang dia tidak mau main doggy style. Kuganjal lagi bantal di bawah perutnya dan mulai menhajarnya lagi, menindihnya dari atas punggungnya yang basah itu. Tapi keringatnya tetap berbau harum. Napasnya memburu dengan cepatnya seperti seorang pelari.<br />
“Aduh.. aduuh.. aku mau beol.. nich.. cepeet dikeluarin.. nggak tahan nich..! Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya.<br />
Dadanya bergerak turun naik dengan cepatnya. Tapi aku tidak perduli, soalnya lagi keenakan, kutanamkan kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam lubang pantatnya, dan menyemprotkan spermaku begitu banyaknya ke dalam lubang analnya itu.</p>
<p>“Aduh.. aduuh.., aku mau beol.. nich.. cepeet nggak tahan nich.., udah mo keluar nich..!” desahnya.<br />
“Aaacchhh.. aach..!” Judith menjerit lagi.<br />
Ada dua menit baru kucabut batang kemaluanku. Dan apa yang terjadi, benar saja kotorannya Judith ikut keluar bersama rudalku, dan menghambur padaku. Terasa hangat kotorannya yang mencret itu. Hal itu juga berhamburan pada seprei tempat tidur. Praktis kami berenang di atas kotoran tinjanya yang keluarnya banyak sekali itu. Sementara aku lagi menikmati orgasmeku, kudengar suaranya Judith seperti orang yang sedang sekarat, dan napasnya mendengus. Anehnya aku sama sekali tidak merasa jijik, walaupun aku dengan sudah belepotan oleh tinjanya.<br />
Kami tetap saja berbaring diam sambil terus berpelukan. Napasnya masih tersengal-sengal. Dadanya bergerak naik turun seperti orang yang benar-benar kecapaian. Kucium pipinya yang basah oleh keringatnya, dan menjilati keringat di lehernya yang putih mulus itu. Batinku terasa puas sekali dapat mencicipi tubuh indah ini, walaupun dia ini hanya seorang pelacur saja. Judith pun tetap berbaring diam tidak bergerak walaupun semua bagian bawah tubuhnya sudah berlumuran oleh tinjanya. Dia sepertinya sudah seperti pasrah saja atas semua yang sedang terjadi pada dirinya. Bola matanya menatap kosong ke dinding kamar. Aku membalikkan kepalanya agar menatapku, terus kuhisap bibirnya pelan dan mencium di jidatnya. Tampak senyum di wajahnya, dia seperti senang dengan sikapku ini. Dia menatapku dengan wajah sayu dan letih.<br />
“I love you Judith..” ucapku tanpa sadar.<br />
Dia hanya mendengus, menggerakan hidungnya yang mancung itu sambil bola matanya yang hitam bening itu menatapku tajam. Kucium lagi pipinya.<br />
“Judith.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya.<br />
“Walaupun harus hidup dengan berlumuran tinja seperti ini..?” jawabnya seperti menyindirku.<br />
“Kita mesti keluar dari kubangan tinja ini Judith..,” kataku, “Kita bersihkan tubuh kita dan kita memulai hidup kita yang baru.”<br />
Dia tidak menjawab, malah mendorongku ke samping dan dia melompat bangun bergegas menuju kamar mandi diiringi suara ketawa dari Rudy dan Lani.</p>
<p>Sisa-sisa kotoran di bokong pantatnya itu mengalir turun di paha dan betis kakinya dan ruangan itu telah dipenuhi oleh bau kotoran yang keluar dari dalam perutnya Judith ini. Aku pun berlari ke kamar mandi dan membantu Judith membersihkan badannya dengan air dan bantu dia menyirami tubuhnya dan menyabuni seluruh tubuhnya sampai ke selangkang dan kemaluannya terus sampai pada lubang pantatnya semua kusabuni dan kubilas sampai benar-benar bersih. Barulah kemudian aku mandi. Judith nampaknya senang dengan perlakuanku yang mengistimewakan dirinya itu, dan dia pun membantuku mengelap badanku dengan handuk.<br />
Kemudian kami kembali ke kamar, aku menarik keluar seprei yang telah penuh dengan kotoran itu, membungkusnya dan melemparnya ke kamar mandi. Judith duduk di kursi mengawasiku bekerja sambil senyum-senyum malu. Aku menatap tubuhnya yang tinggi atletis ini dengan penuh rasa pesona dan syukur. Namun sama sekali tidak kusanga bahwa nanti dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan menjadi isteriku. Dan sedikitpun aku tidak menyesal memperisteri Judith, sekalipun dia itu hanyalah seorang bekas wanita nakal, bekas ayam kampus.</p>
<p>Kami kembali lagi ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur, padahal hari sudah pagi. Kami tidur berpelukan. Dia menyembunyikan kepalanya di dalam dadaku yang sedang bergemuruh dengan hebatnya itu, dan kami terlelap dalam tidur. Aku hanya dapat tertidur beberapa saat saja, kemudian sudah terbangun lagi, di sampingku Judith masih tertidur lelap, mungkin sebab saking capeknya dia ini. Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. Rambutnya yang lebat hitam panjang itu tergerai di atas bantal.</p>
<p>Pelan kusingkap kakinya hingga terbuka lebar, dan tanganku mengusap pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Benar-benar merangsangku paha mulus yang bersih ini. Menguakkan bibir vaginanya yang telah ke biru-biruan itu pertanda bahwa dia telah banyak sekali melakukan persetubuhan. Dan kulihat lubang vaginanya yang telah terbuka menganga seperti lubang terowongan turun ke dalam rahimnya. Lalu kujulurkan lidahku untuk membuka vaginanya itu dengan penuh perasaan. Kujilati juga klitorisnya, membuatnya jadi tergerak mungkin oleh rasa enak di klitorisnya itu. Tapi hanya sampai disitu saja. Aku tidak tega untuk membangunkannya dari kelelapan tidurnya yang manis itu.<br />
Siangnya kami checked out dari Hotmen itu. Dalam mobil aku dan Judith duduk di belakang. Dia tidak pernah berbicara sampai kami tiba di depan rumahnya Lina di Tebet timur, keduanya turun di sini, padahal Judith rumahnya di jalan Kalibata utara.</p>
<p>Setelah berlalu dari situ, aku bertanya kepada Rudy kenapa tidak membayar keduanya. Rudy bilang biasanya uangnya itu di transfer ke rekening keduanya masing-masing. Dan esoknya hari Senin aku mentransfer uang ke rekening Judith sebesar lima ratus ribu rupiah. Kenangan manis yang tidak terlupakan bagiku.</p>
<p>sampai akhirnya cerita ini berlanjut dengan ritual seks yang mengundang birahi bagi kedua pasangan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seks Berawal dari Restaurant</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 18:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cewek kafe]]></category>
		<category><![CDATA[cewek restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[haus seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks cewek baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya aku malu menceritakan cerita dewasa ini, tapi demi pelajaran buat teman-teman aku akan menceritakan dengan lengkap. Hari ini panas sekali. Aku merasa agak BT (Birahi Tinggi) dan sedang melamun jorok beberapa menit. Lalu kutelepon temanku, Anna yang baru kukenal tiga bulan. Aku masih ingat waktu bertemu dengannya pertama kali, orangnya berani, mandiri, cantik dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya aku malu menceritakan <strong>cerita dewasa</strong> ini, tapi demi pelajaran buat teman-teman aku akan menceritakan dengan lengkap. Hari ini panas sekali. Aku merasa agak BT (Birahi Tinggi) dan sedang melamun jorok beberapa menit. Lalu kutelepon temanku, Anna yang baru kukenal tiga bulan. </p>
<p>Aku masih ingat waktu bertemu dengannya pertama kali, orangnya berani, mandiri, cantik dan tidak sombong. Dia suka mode dan musik Jazz Fusion. Kebetulan dia ada di rumah dan sehabis bicara basa-basi beberapa menit, kutanya Anna, apa dia ada waktu untuk makan malam berdua hari ini. Anna menjawab, &#8220;Bagus, boleh aja!&#8221; Kami janji di restoran Intan Marina jam 19:00. Sehabis telepon Anna, aku memesan tempat duduk yang intim di restoran itu, supaya kami bisa enak makan dan bicara. Ternyata, tempatnya masih ada. Pada jam 18:50 aku tiba di restoran Intan Marina dan Anna datang kira-kira<span id="more-247"></span> 5 menit kemudian. Wah, aku kagum melihat Anna, dia tambah cantik dan sensual! Dia memakai blus, rok dan sepatu gaya Itali. Tasnya cocok dengan pakaiannya.</p>
<p>Hatiku senang sekali melihat dia lagi. Dia orangnya &#8216;Trendy Woman&#8217;. Kami saling menyambut dengan pelukan dan ciuman yang mesra di pipi. Anna juga kagum melihatku, &#8220;Woow, penampilanmu hebat, Michael! Kamu sedikit berotot,&#8221; katanya. Aku menjadi sedikit malu sambil tersenyum lebar. Pelayan restoran menyambut kami dengan senyum yang ramah dan agak nakal, sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti. Restorannya lumayan besar, ada AC dan kami diantar ke ruang makan privat yang besar dan sejuk di lantai dua, dekat pintu darurat. Sesudah kami lihat daftar makanan, kami memesan satu porsi ikan tiram, ikan gurami goreng saos Inggris, nasi goreng dan cah brokoli pakai saos tiram. Minumannya, anggur putih Perancis untuk Anna dan anggur merah Lambrusco dari Itali. Sambil menunggu makanan datang, Anna pergi ke toilet. Sesudah kira-kira 10 menit dia kembali dengan wajah yang nakal, bibirnya dilapiskan ekstra dengan lipstik merah yang norak dan rambutnya disanggul. Kusambut dia juga dengan senyum yang nakal.</p>
<p>Kami saling mencium pipi dan bau perfumnya enak sekali. Anna melihatku dengan mata yang sensual sambil bermain dengan lidahnya, sepertinya dia mau berkata, &#8220;I want you as my dinner, darling!&#8221; Pada saat itu juga aku tidak bisa berkata apa-apa, kecuali terima seluruh penampilannya saja. Sesudah kira-kira 20 menit, pelanyan restoran mengantar makanan kami dan waktu dia sudah selesai membagi makanan itu, dia berkata sambil senyum lebar, &#8220;Selamat makan dan nikmatilah kehidupan ini!&#8221; Kami serentak membalas, &#8220;Terima kasih, Pak!&#8221; Anna mulai mengambil satu biji ikan tiram, lalu mendekatkan ke mulutnya. Selama beberapa detik ujung lidahnya menjilat dan mengulum ikan tiram itu seperti dia bermain dengan kemaluan laki-laki dan menelan seluruh ikan itu sambil bermain mata denganku. Hatiku berdebar, mataku melotot dan burungku setengah bangun dari tidurnya. Setelah itu, Anna mengambil seteguk dari gelas anggur putihnya dan satu jari telunjuknya dicelupkan ke dalam gelasnya. Dia taruh jari itu di ujung lidahnya. Terus, dia mengisap jarinya secara sensual. Aku tidak tahan lagi melihat permainannya dan menuju ke Anna. Kuambil jari itu dari mulutnya dan kumainkan dengan lidahku. Karena tidak tahan lalu aku pun mengulum lidahnya dan Anna mengerang seksi. Sesudah beberapa detik, aku berhenti dan mengambil sebiji ikan tiram, tapi Anna tidak sabar dan mendorong kepalaku ke buah dadanya. &#8220;Tolong jilat puting susuku,&#8221; katanya dengan suara yang sedikit serak. &#8220;Sabar dulu dong, sayang. Nanti ikannya menjadi dingin, nih!&#8221; balasku mesra. Buah dadanya cukup besar (cup C) dan halus. Anna berbisik di telingaku, &#8220;Aaah, aku udah nggak sabar menunggu lagi, sayang. Aku sudah menjadi basah di bawah ini. Rasakan aja dengan jarimu.&#8221; Memang benar, celana dalamnya sudah basah dan saat kusentuh liang kewanitaannya yang berbulu lebat itu ternyata basah kuyup. Hmm, inilah saatnya untuk membuat dia lebih gatal lagi. Pokoknya, ABG (Atas Bawah Gatal!) Kemudian aku memisahkan bulu-bulunya dan menjilat liang senggamanya secara halus dan pelan-pelan, mulai dari klitorisnya sampai ke bawah dan ke atas lagi. Rasanya enak, manis seperti buah kelengkeng. Aku mendengar suara Anna yang makin lama makin serak. Tiba-tiba dia berteriak dan berkata, &#8220;Oooh Michael.. jangan berhenti.. teruskan aja.. hmm.. enaak caranya begitu.. hmm.. ooh.. aku gatal sekali nih!&#8221; Dia tarik kedua kakinya ke arah dadanya dan aku mulai melepaskan celana dalamnya. Aku melihat lubang pantatnya yang bersih dan agak mekar, ada banyak bulu di sekitarnya. Terus, aku menjilat lubang pantatnya. </p>
<p>Rasanya seperti kue bakpao. Sambil menjilat aku membuat kesimpulan, &#8220;Woow, jangan-jangan dia sudah beberapa kali diajak main ala Yunani!&#8221; Kuajukan pertanyaan yang lugas, &#8220;Kamu pernah pergi ke negeri Yunani?&#8221; Anna berkata dengan suara yang lembut, sambil menyentuh kemaluannya dengan tangan kirinya, &#8220;Oooh ya, sayang.. aku sudah beberapa kali pergi ke negeri Dewa dan Dewi itu. Hmm, enak main-main ala Yunani yang kuno! Kamu orangnya pinter ya, Michael. Kamu suka mempelajari pantat cewek?&#8221; Kujawab secara jujur dan lugas, &#8220;Iya, bener, aku suka pantat cewek-cewek!&#8221; Tiba-tiba terdengar suara dari perutku yang tandanya aku lapar. Terus, aku usulkan, &#8220;Eh, Anna, aku jadi laper nih. Ayo, kita lanjutkan makanannya lagi, supaya dapat tenaga untuk permainan kita selanjutnya.&#8221; Anna sedikit kecewa karena diinterupsi, tapi dia setuju dengan usulku. Ternyata dia juga lapar sekali. Sehabis makan, aku pergi ke toilet dan Anna bertanya, apa aku perlu ditemani. Aku bilang sambil senyum, &#8220;Tunggu sebentar, ya sayang? Jangan kuatir, aku cepet kembali lagi.&#8221; &#8220;Ya, cepetan aja ya, sebab aku sudah nggak tahan lagi! Sudah dua minggu aku tidak diajak main. Aku pesan buah-buahan, ya?&#8221; katanya. &#8220;Boleh aja, buah-buahan juga diajak main bersama kita nanti,&#8221; jawabku. Di toilet aku sedang buang air kecil sambil mengambil nafas yang dalam. Burungku sudah kembali setengah tidur lagi dan aku merasa suatu nafsu yang besar untuk bercinta dengan Anna. Sehabis ini, aku menuju ke wastafel untuk mencuci tanganku. Kulihat wajahku di cermin, gembira dan agak merah. Terus, aku bilang kepada diriku sendiri, &#8220;Cool, si Anna ini bener-bener perlu ditangani secara baik, sebab sudah rasa gatal total!&#8221; Lalu kukeringkan tangan basahku dan mengamati sekitar ruang toilet. Aku menemukan sebuah mesin kondom. Hatiku gembira, &#8220;Nah, ini dia, temanku yang dicari!&#8221; Kumasukkan uang logam ke dalam mesin itu dan tarik pada tombol di bawah. Lalu, ada dua biji kondom merek Durex yang keluar. Aku kembali ke ruang makan privat kami lagi. Di situ aku kaget saat melihat Anna dengan pantatnya menuju ke arah pintu masuk dan sedang main dengan dildo di dalam liang senggamanya. Sekarang pantatnya kelihatan lebar dan sedang bergoyang. Kuambil nafas dan mengelus pantatnya. Kemudian, kujilat pantat dan lubang pantatnya sampai dia mengerang, &#8220;Yaauw.. ya, Michael, tolong ambil dildo yang kecil dari tasku,&#8221; perintahnya. Kuambil tasnya dan mencari dildo di dalamnya. Lantas, kutemukan sebuah dildo yang kecil (warnanya kuning langsat), yang sering dipakai untuk melebarkan lubang pantat. Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu ruang makan kami. </p>
<p>Aku tanya dengan hati yang jengkel, &#8220;Ya.. siapa itu?!&#8221; &#8220;Maaf ya, saya ganggu Pak.. saya pelayan restoran dengan mengantar buah-buahan,&#8221; kata pelayan restoran. &#8220;Tunggu sebentar, ya!&#8221; jawabku. Anna mengeluarkan dildo dari liang senggamanya dan kembali duduk di kursi tanpa memakai celana dalam, sedangkan aku menyimpan dildo kecil di dalam kantong kemejaku. Lalu, kubuka pintu dan pelayan restoran masuk. Dia menaruh buah-buahan yang sudah dikupas di atas meja makan dan sekaligus dia meringkas meja makan. Dia minta maaf sekali lagi pada kami. Sesudah dia pergi, aku mengamati wajah Anna yang kelihatan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/haus-seks/">haus seks</a>. Kemudian, Anna melepas rok dan blusnya serta memandangku dengan badan yang telanjang total. Terus, dia menuju ke arahku. Dia memeluk dan menciumku. Kutarik dia dari ciuman itu dan mengantarnya ke meja makan, menyuruhnya berbaring di atas meja itu. Anna sempat melepaskan kancing kemejaku dan kulepas celana panjang termasuk celana dalamku. Dalam sekejap waktu aku juga telanjang total. Terus, Anna mengambil sepotong buah mangga dan sekerat buah jeruk manis. Kedua-duanya diperas di atas burungku. Aku merasakan dinginnya sari kedua buah itu. Lalu, dia jilat burungku dan emut pelirku juga. Jilatannya terasa enak dan lembut sekali. Aku mengambil nafas yang dalam sambil bilang dengan suara yang serak, &#8220;Cool Anna, sedap sekali!&#8221; Tiba-tiba Anna berhenti dan mengambil dildo yang kecil tadi dari kantong kemejaku, lalu memberikannya padaku, dia memutar badannya dengan punggungnya menghadap ke arahku. Dia perintah, &#8220;Tolong masukkan dildo kecil itu ke dalam lubang pantatku tanpa disemir.&#8221; Kupikir, &#8220;Ya, kenapa tidak, tambah kelihatan erotis.&#8221; Anna sudah tidak sabar lagi, &#8220;Ayo, cepet dong!&#8221; Kemudian kumasukkan dildo itu ke dalam lubang pantatnya secara bertahap dan Anna berteriak seperti macan betina. Aku bermain-main dengan dildo kecil, keluar-masuk, keluar-masuk sampai Anna menjadi buas. Dia memutar badannya ke arahku lagi, menjilat burungku lagi dan kali ini secara rakus. Sementara waktu, aku harus jaga diri, supaya burungku tidak meledak terlalu cepat. Jadi, kutarik rambut Anna dan dia mengerti. Anna tanya, apa aku bawa kondom. Lalu, kukeluarkan kondom dari kantong celana panjangku dan membuka bungkusan kondom itu dengan gigi depanku. Lalu, kuambil kondom itu dan memasangnya di burungku yang sedang berdiri kencang. Kali ini, aku disuruh berbaring di atas meja makan dan Anna naik ke atas meja itu. Lantas, dia jongkok dan memasukkan batang kejantananku ke dalam liang kewanitaannya. Melalui kondom itu aku bisa merasakan betapa hangat dan basah liang kewanitaan Anna. Dia mulai pompaku dan aku bilang, &#8220;Tolong pelan-pelan aja dulu!&#8221; Aku meraba kedua buah dadanya sambil menjilat puting susunya. Kedua tanganku turun sampai ke pinggang dan pinggulnya. Lantas ke arah pantatnya sampai ketemu dildo kecil yang masih ada di dalam duburnya. Kuangkat tubuh Anna dan kuputar dia, sehingga aku memasukkan batang kejantananku dari belakang ke dalam liang senggamanya. Pompaanku seirama dengan dorongannya ke belakang. Aku bermain-main dengan dildonya, masuk-keluar, masuk-keluar. Anna menjadi buas dan seluruh badannya berkeringat. Lalu, aku tarik dildo kecil itu dari dubur Anna dan kumasukkan batang kejantananku (yang masih diselimuti oleh kondom) ke dalam lubang pantat Anna secara pelan-pelan, supaya dia tidak kesakitan. Dia mengerang sampai terengah-terengah. Aku berkeringat luar biasa. Aku bilang ke diriku, &#8220;Jangan semprot sekarang, jangan semprot sekarang!&#8221; Beberapa saat kemudian, aku sudah tidak tahan lagi dan berbisik pada Anna, batang kejantananku mau meledak. Anna berteriak, &#8220;Tolong semprotkan air manimu di wajahku.&#8221; Pada saat itu juga kutarik batang kejantananku dari lubang pantatnya sambil Anna cepat memutar badannya dan jongkok di depanku. Aku melepas kondomku dan menyemprotkan spermaku (yang berwana kuning langsat) di wajah dan mulut Anna sambil berteriak keras. Dia menelan spermaku dan menjilat batang kejantananku bersih sampai tetesan yang terakhir. Aku gemetar sekaligus merasa lega dan puas. &#8220;Terima kasih. Enak sekali, Michael. Cool man! Kamu tahu bener gimana caranya menggairahkan seorang wanita. Akan kuanjurkan juga ke teman-teman perempuanku yang lain.&#8221; kata Anna dan dia menciumku di mulutku. Lalu, dia pergi ke toilet. Aku minum dari gelas anggur merahku dan mengenakan pakaian lalu pergi ke toilet. Sesudah kira-kira 10 menit aku kembali ke ruang makan dan lihat Anna di situ sambil minum anggur putihnya. </p>
<p>Penampilannya sudah rapi kembali, tapi masih tersenyum nakal padaku. Lantas kami memutuskan untuk membayar dan pergi ke Hardrock Cafe. Sesudah membayar kami keluar dari restoran Intan Marina. Aha.. sudah agak sejuk di luar. Bagus, bagus! Aku puas hati sekali. Dan Anna, ooh.. dia meremas batang kejantananku sambil kami berjalan kaki ke mobilku. Ternyata Anna masih mau lagi, aku sampe kaget luar biasa, <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami terus berlanjut, walau akhirnya kami harus merasa berdosa.</p>
<p>Sekian <a href="http://ceritaseks.ngocok.info">cerita seks</a> kami kali ini. Tamat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[birahi istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda genit]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda nakal]]></category>
		<category><![CDATA[istri mudaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita dewasa sebelumnya yang bersambung, tetang istri muda pejabat, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang. Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> sebelumnya yang bersambung, tetang <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/">istri muda pejabat</a>, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang.</p>
<p>Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun rencana…..<br />
Besok kalo tidak salah mahasiswa baru masuk kuliah jam 9.30…jadi aku bisa melakukkannya setelah pejabat ini berangkat kerja….<br />
Aku pun tidur digudang sampai pagi….<br />
Paginya aku terbangun cepat karena kebiasaan ku selalu bangun pagi namun belum terdengar suara apa apa….aku pun terus baring sambil waspada terhadap bunyi apapun kulihat sudah jam 7.30…tak lama kudengar suara langkah kaki menuju meja makan…Linda bersama pejabat itu sedang sarapan….setengah jam kemudian pejabat itu pamit..<br />
“lin papa ke kantor dulu ya ntar siang kamu makan siang dirumah ya papa mau ambil jatah nih…”<br />
“ok deh papaku sayang….ntar siang Linda puasin lagi….”<br />
“ntar kalo kuliah pintu di kunci ya lin….papa berangkat<span id="more-243"></span> dulu”<br />
“siap bos…” Linda menjawab dengan manja….<br />
Tak lama kemudian terdengar suara kaki Linda masuk kembali kekamar….<br />
Aku pun keluar dari tempat persembunyianku….aku mulai berfikir bagaimana untuk memulainya,….<br />
Terdengar suara air dalam kamar…<br />
Linda sedang mandi tampaknya….<br />
Aku pun ingin mandi rasanya karena sangat gerah kurasa….<br />
Aku pun kearah dapur dan masuk ke kamar mandi belakang<br />
Aku langsung melepaskan semua bajuku dan langsung mandi serasa rumah sendiri…<br />
ketika sedang asyik mandi tiba-tiba pintu di gedor dari luar…<br />
“hey sapa didalam…?”<br />
Ternyata suara Linda dan aku mulai panik tidak karuan….<br />
“papa ya….? Jawab donk”<br />
Aku pun nekat dalam keadaan bugil langsung ku buka pintu dan Linda tampak sangat terkejut….kak dwi….!!!!!!!?<br />
Aku langsung menarik Linda kekamar mandi dan langsung memeluknya sementara dia masih menggunakan handuk karena baru selesai mandi….….<br />
“kak…lepasin…?” nampak linda mulai menjerit..<br />
Aku pun langsung melumat bibir sementara tanganku manarik turun handuknya…<br />
Linda terus meronta mendorong ku namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan dekapan ku….<br />
“kak…ssshhhh…uhffff….sudah kak….aku ini istrinya orang….”Linda mulai mendesah..<br />
Aku langsung terkejut dan melepaskan dekapan ku..<br />
“maksudnya…? Kamu istrinya siapa…?”<br />
Nampak Linda tertunduk malu….<br />
”panjang ceritanya kak…okelah saya ceritakan semuanya tapi jangan disini kak kita keruangan televisi saja terus kakak pake baju dula ah…”kemudian Linda keluar kamar mandi dengan bugil karena handuknya basah jatuh ke lantai..<br />
Aku pun memakai baju ku dan langsung keruangan televise…<br />
“tak lama kemudian Linda keluar menggunakan daster tipis dan sepertinya tidak menggunakan bh karena benjolanya terlihat jelas….<br />
“Ok kak sebelum saya menjelaskan semuanya saya mau Tanya gimana kakak bisa mandi pag-pagi di sini …?”<br />
Aku pun menceritakan yang sebenarnya mengenai kejadian tadi malamdan alasan kenapa sampai begini karena eku begitu mencintainya dan penasaran dengan semua misteri tentang Linda…<br />
“jadi kakak sudah tau semua donk…”<br />
“iya tapi belum jelas alur ceritanya…cuman yang hot-hot aja yang tau” jawabku sambil tersenyum…<br />
“ah kakak jadi ga enak nih…”<br />
Lalu Linda menceritakan masalah yang sebenarnya…<br />
Linda ternyata gadis desa yang dinikahi oleh pejabat ini secara sirih karena orang tuanya terbelit hutang… dan Linda pun tidak keberatan karena dia ingin membantu orang tuanya…<br />
Namun dia dipaksa untuk mengaku jadi anak angkat pejabat ini….<br />
”Oh… begitu ya…sory kalau saya jadi buat kamu sedih lin…”<br />
“nggak kak aku bahagia kok…sekarang hidupku berubah seratus persen penuh dengan kemewahan….”<br />
Kami pun saling diam entah apa yang saling kami pikirkan….<br />
Tidak lama kemudian Linda mendekat dan langsung memegang senjataku yang masih tertidur…<br />
“kakak kan udah liat semuanya tadi malam jadi tolong kakak jangan cerita sama siapapun ok…n sekarang kakak tolong puasin saya karena tadi malam saya belum puas….n kakak nanti saya servis full…”<br />
“Ok…tapi tunggu dulu…kamu kok bisa jadi seberingan begini padahal kan kamu baru berapa bulan di kota….”<br />
“iya kak tapi saya selalu di suruh nonton film blue untuk belajar katanya bapak…n ternyata bapak ga sanggup puasin saya…”<br />
“ok tapi tapi ada aturan mainnya kamu bakal puas saya jamin tapi turutin apa yang saya bilang ok…”<br />
“ok kak….deal…”<br />
“sekarang kamu lepas daster kamu n cd kamu terus berdiri di depan saya….”<br />
Linda pun melepakan dasternya dan berdiri di hadapan ku persis bulu-bulu halus di hadapan mataku…<br />
Aku pun memandanginya penuh kagum…tubuhnya putih mulus….toketnya kencang dan masih mengkal…kemudian bulunya tipis dan uhffff ……….pahanya putih mulus……<br />
“cepet donk kak jangan cuman diliatin ga tahan nih….”<br />
Gila nih anak nafsunya tinggi banget…<br />
“ntar dulu mau puas ga..?”<br />
“sekarang kamu berbaring dilantai….”<br />
Linda pun menurut….<br />
“buka pahanya lebar-lebar….”<br />
Woooouwww mhemek nya merah muda……..dan nampak cairan bening disekeliling klitorisnya….<br />
Linda memejamkan matanya….aku segera melantai dan duduk disampingnya…<br />
Mulai ku kecup keningnya terus turun…ku jilat semua bagian mukanya..sampai kebelakang telinganya…..<br />
“ahhhhhh….kaaakk….ampun kakkk…..uhhhhhffffff…..shhhhhh”<br />
Kemudian kulumat bibirnya dan Linda pun langsung membalasnya dengan beringas….<br />
Kemudian jilatan ku mulai turun ke leher….sampai ke dadanya dan kujilat di sekitar puting nya hampir lima menit….<br />
“ ahhhhh…kakk….terus kak….nikmat……”<br />
Kemudian kujilat lagi bagian perutnya dan kumainkan di sekitar pusat….nampak Linda menggelinjang kenikmatan dan aku pun terus melanjutkan permainanku….<br />
Kuturunkan jilatan ku ke bagian paha sampai keselangkangan….linda pun menjerit nikmat…..<br />
Kemudian ku pandangi lubang kecil berwarna merah muda dan kusentuhkan hidungku di lubang tersebut….harum sekali…nampaknya Linda sangat merawat bagian yang satu ini…<br />
“ohhhhh…..kak…..sudah kakk…….ahhhhhhh”<br />
Lalu mulai kumainkan lidah ku dilubang itu dan sesekali ku dorong lidahku agak kedalam….<br />
Linda menjambak rambutku dengan erat nampaknya dia sudah mau klimaks dan semakin lincah ku goyangkan lidah ku di lubang itu…..<br />
“kak…aku mau keluarrrrrrrr…..ga tahan…….ouhhhhhhhhh…..aaahhhhhhhhhhhh…..”<br />
Linda mencengkram rambutku dan cairannya dengan deras keluar….banyak sekali dan rasanya sungguh nikmat…..kujilat semunya cairan cinta Linda sampai bersih,….<br />
“ohhhhh kakk……nikmat banget……cape kak……ohhhhhhhh…..”<br />
Linda terus meracau sambil menarik rambutku….<br />
Kemudian aku duduk disamping nya…..aku masih berpakaian lengkap…..<br />
“lin sekarang kamu balik tengkurap…..”<br />
Aku pun melepaskan semua pakaian ku…dan duduk mengangkang di hadapan mukanya…<br />
Tampak senjataku berdiri tegak…<br />
”hahhhh….kak gede banget……gila ….hitam banget lagi….”<br />
Ya ukuran penisku memang tergolong besar 17 senti karena aku mengunakan ramuan untuk memperbesar alat kelamin….<br />
“sekarang kamu jilatin dulu mulai dari bijinya sampai ujung batang nya…..”<br />
Linda pun menurut …..sambil tengkurap dia melaksanakan tugasnya……..<br />
Lidahnya sangat lincah….dia mempermainkan batang kemaluahku sampai keujung nya….<br />
Ahhhhh. Lin enak banget jilatan mu….<br />
Kemudia Linda mulai memasukkan senjataku kedalam mulutnya dan dia memaksa untuk memasukkan seluruhnya…….<br />
“oooucchhhh….ah…..hangat banget lin…terus lin sampai dalam…..”<br />
Linda pun meneruskan sampai bibirnya tersandar di batang kemaluanku….<br />
Terasa ujung senjataku menyentuh bagian dalam tengorokannnya dan seperti di pijit-pijit….<br />
Linda pun mengocoknya menggunakan mulutnya…….<br />
“ahhhh.lin….hisap yang kuat lin…….enak banget mulutmu……”<br />
Linda mempercepat hisapan nya seperti kesurupan karena nampaknya Linda sangat terangsang…..<br />
Akhirnya akupun menyuruhnya menungging seperti gaya dogy style dan kutancapkan senjataku kemulutnya dan terus ku pompa….nampak matanya memerah karena ku pompa sangat cepat…..dannnnn…..<br />
“lin saya keluar linnn……hisap yang kuat linnnn…..”<br />
“oooohhhhhhhhhhhhh……ahhhhhhhhhhhhhhhhh……….hhhhhhhh hhffffff”<br />
Aku pun memuncratkan spermaku di mulutnya….dan Linda langsung menela semua spermaku…….<br />
Linda terus membersihkan senjata ku hingga bersih dan senjataku masih tegak berdiri….<br />
“kak kok masih tegak sihh…”<br />
“itu tandanya masih mau lin…..”<br />
Aku pun menyuruh Linda menjilat biji….<br />
Tak lama kemudian setelah kurasa cukup tenaga ku aku pun menyuruh Linda terlentang kemudian kuarahkan senjata ku lubang kecil itu…<br />
“pelan-pelan kak sakit….punya kakak besar banget…..”<br />
Aku pun medorong pelan-pelan sambil ku maju mundurkan….<br />
“sempit banget punyamu lin….gila bisa lecet punya ku…..”<br />
“ahhhhh kakkk….sakit….pelan-pelan kak….uhfffff….terus…..nikmat kakk…..”<br />
Aku pun terus mendorong senjata ku hingga mentok kedalam kemudian ku diamkan beberapa saat didalam supaya Linda dapat beradaptasi dengan besarnya senjataku…<br />
“Kak cabut kak agak sakit….”<br />
Aku pun macabut nya kemudian memasukkan kembali pelan pelan dan nampaknya Linda mulai menikmati karena mulai menggoyang kan pinggulnya mengikuti irama goyangan ku….<br />
“huffffff…..terus kak…..konthol kakak enak banget…..ahhhh……”<br />
Aku pu memompanya denga irama…kurasakan kothol ku serasa dipijat-pijat dan sangat hangat cairan nafsu milik Linda..<br />
“ahhhh…kak Linda ga tahan…..enak kakk…….teruss….”<br />
Linda memelukku erat dan mengangkat pingguknya agar senjataku full kandas di memhek nya…..<br />
“ak aku keluar……ahhhhhhh……..hufffffff……..enak kakkk….”<br />
Linda mencakar punggungku sambil mengejang dan terasa caira cinta yang begitu hangat membasahi sejataku….<br />
Aku pun mencabut senjata ku dan kemudian mengambil tisu dank u lap sampai kering memhek Linda….<br />
“kak kok di lap sih..?<br />
“biar seret lagi….abis memhek mu enak banget sih….”<br />
“sekarang kamu tengkurap….”<br />
Linda pun tengkurap dan aku pun mulai mengarahkan senjataku ke memheknya Linda….<br />
Gila sempit banget karena posisi Linda tengkurap dan kakinya lurus sehingga senjataku melesat melalui belahan pantanya dan kemudian masuk ke memhek Linda…memang tidak masuk semua namun sensasinya luar biasa…<br />
“kak…sakit…..terus kak…..enak banget…..tusuk yang dalam…..uhhfffff…..”<br />
Aku pun mlai mengoyang kembali dan nampak memhek Linda basah kembali dan dengan lincah senjataku ku tarik maju mundur…..sementara tanganku meremas remas punggungnya……<br />
Hampir sepuluh menit kugoyang dan Linda sudah basah dengan keringat sekujur tubuhnya dan itu membuat dia tambah seksi…..<br />
Lalu kusuruh linda duduk di sofa dan kakinya diangkat keatas sehingga memheknya terpampang jelas…..<br />
Ku tusuk dengan kothol ku….<br />
“ahhhh enak banget kakk……tersusin kak….jangan berhenti….”<br />
Aku pun terus memompanya dengan irama yang lembut…..<br />
Bulir-bulir keringatku barjatuhan dipaha Linda….<br />
“kak terus kak…aku udah ga tahan nihhh….”<br />
“lin aku juga…..mau keluaarrrrr…….uhhffffff….keluarin dimana…..?”<br />
“di dalam aja kak…….ga papa…….”<br />
Aku pun memompa dengan cepat………..uhfff…..<br />
“aku keluar kakk………uuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhffffffffff………ahhhhhhh hhhhhhh”<br />
aku terus memompa dan akhirnya….<br />
“aku keluar lin…..”<br />
Ku tancapkan dalam dalam senjataku…..<br />
“ohhhhh……ahhhhhhh……ahhhh…..uffffffhhhhh….”<br />
Spermaku pun membanjiri rahim nya……<br />
Jangan di cabut kak…..biarin dulu……<br />
Terasa konthol ku seperti di urut-urut didalam…..<br />
Kemudian kucabut konthol ku dan sperma ku meleleh keluar dari memhek Linda….<br />
Linda pun tampaknya kelelahan…..<br />
Aku pun duduk disampingnya……..<br />
“lin enak banget memhek mu…”<br />
“konthol kakak juga enak banget….bener=bener puas…..baru kali ini saya nikmatin enaknya beginian”<br />
“jam berapa suamimu pulang…”<br />
Linda melihat jam diding….<br />
“Jam sebelas….setengah jam lagi”<br />
“Ok deh aku pulang dulu yah….”<br />
“jangan kak…sembunyi aja dulu ntar kalo bapak kekantor lagi kita lanjut lagi….”<br />
“trus saya sembunyi dimana…?”<br />
“di kamar aja ntar kakak nonton aku main sama bapak….?<br />
Ok deh dan aku bersiap untuk sembunyi dikamar….</p>
<p>Masih Bersambung&#8230; Nantikan Cerita berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[gairah istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya perselingkuhan pun terjadi.</p>
<p>Aku seorang lelaki dengan umur 24 tahun, orang bilang aku lumayan tampan dengan potongan rambut yang selalu pendek..tubuh ku agak kecil tinggiku 160 dengan berat badan 55 kg jadi yah lumayan kurus namun terlihat lincah….saat ini aku kuliah semester akhir di suatu perguruan tinggi swasta ternama di makassar..<br />
Aku kuliah jurusan pariwisata yang tentunya banyak di huni oleh wanita-wanita cantik…<br />
Namanya rani tubuhnya sangat indah, kulitnya putih, tinggi 165 dan penampilan sangat sexy….dia merupakan mahasiswi baru di jurusan ku, umurnya sekitar 20 tahun orangnya tampaknya lugu setiap dia lewat depan kelas ku dia selalu tersenyum….<br />
Terus terang aku jadi penasaran untuk berkenalan sama dia namun aku juga merupakan cowok yang agak pemalu kalo berurusan dengan wanita karena mulai aku kuliah sampai saat ini aku belum punya pacar di kampus ini…kalau pacaran dengan perempuan nakal memang banyak namun kalo pacaran serius belum pernah…<br />
Semakin hari perasaan ku semakin suka sama rani sehingga suatu sore aku<span id="more-239"></span> beranikan berkenalan dengan dia ketika mau pulang kampus….<br />
Ternyata nama aslinya Maharani, dia tinggal dekat dengan kampus bersama kedua orangtuanya sehingga dia pulang hanya berjalan kaki…<br />
Perkenalannya amat singkat karena nampaknya dia tidak terlalu merespon dengan baik dia hanya menyebutkan namanya kemudian bla2x sedikit, lalu pulang…<br />
Keesokan harinya kemudian aku menanyakan nomor hpx namun rani tidak memberikan dengan alasan hpx jarang dia aktifkan…aku hanya bingung karena dia langsung pergi…<br />
Aku semakin penasaran karena rani semaki misterius….sulit untuk di ajak bicara….<br />
Suatu sore aku mengikuti dia dari belakang menuju kerumahnya dan memang ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari dari kampus dan ternyata dia masuk kerumah besar yang merupakan rumah salah satu pejabat besar di kota ini….aku sempat kaget alo ternyata rani merupakan seorang anak pejaba…tapi kenapa dia begitu tertutup…seperti terasing dari yang lain…<br />
Aku tetap menunggu beberapa saat dan kemudia tidak berapa lama pemilik rumah itu tiba dan langsung masuk kerumah sedangkan supir dan mobilnya keluar lagi entah kemana….<br />
Rumah itu tanpak sepi…sampai sekitar 2 jam saya menunggu akhirnya saya putuskan untuk pulang karena tidak ada perkembangan…<br />
Hampir satu minggu aku mengikuti rani pulang dan tidak ada perubahan semunya sama setiap harinya….<br />
Akhirnya aku beranikan diri untuk pergi kerumahnya pada suatu malam…<br />
Kira kira pukul setengah delapan aku tiba dirumah itu, ak sudah mempersiapkan alasan untuk meminjam buku anak semester satu sebagai bahan untuk tugas akhirku….<br />
Aku membuka pagar dan langsung mengetuk pintu rumah…<br />
Cukup lama kuketuk dan akhirnya seorang laki2 membukaka pintu yang ternyata pejabat itu….<br />
“Malam pak….ada Rani” tanyaku agak gugup…<br />
“ada perlu apa ya” suara pejabat itu agak parau<br />
“saya teman kampusnya pak mau pinjam buku sama rani Karena ada tugas untuk besok.”<br />
“oh….mari masuk..raninya lagi dikamar…mngkin lagi belajar..tunggu sebentar ya bapak panggilkan…” kemudian pejabat itu masuk keruangan dan tidak lama rani keluar dan tampak sangat terkejut ketika melihatku….<br />
“oh kak dwi..ada apa kak..? kok tau rumah saya disini…?sama siapa…?”<br />
Aku cukup kaget ditanya dengan banyak pertanyaan…<br />
“satu-satu donk dek nanyax…jadi bingung nih mau jawab yang mana duluan,….”<br />
“sory kak cuman kaget aja ternyata kakak yang dating….”jawab rani sambil tersenyum manis…<br />
Gila cantik banget nih cewek…<br />
“anu dek eh anu..cuman mau pinjam buku dasar2 pariwisata untuk bahan tugas akhir kakak…”<br />
“oh…kakak mau lama atau sebentar disini…?”<br />
“maksudnya dek..?”<br />
“enggak kalo lama biar saya bikinin minuman…”?<br />
“boleh dek sekaligus mau cerita cerita…gak papa kan..?”<br />
“gak papa kebetulan saya juga lagi bete nih…”<br />
Kemudian rani masuk kedapur…ternyata rani di rumah sangat berbeda dengan di kampus..dia sangat ramah….<br />
Tak lama kemudian rani keluar dengan membewa segelas orange juice….<br />
“Mari kak diminum..”<br />
“ok thanks….disini ga ada pembantu ya…?”<br />
“ga ada kak…kan ada saya…”<br />
“yang tadi itu papa kamu ya..?”<br />
“ehmmmm….iya kak tapi papa angkat….”<br />
“ohhh…trus kayax kamu orang baru deh disini karena aku ga pernah liat kamu selama ini….padahal sudah empat tahun aku kuliah di dekat rumahmu…”<br />
“iya kak…panjang banget ceritannya……”<br />
“trus boleh di certain gak…?”<br />
“nanti aja kak ya belum waktunya…? Kita ngobrol masalah kuliah aja ok..??”<br />
“ok deh…”<br />
Akhirnya kami mengobrol masalah kuliah dan temen-temen kampus Linda sampai jam setengah sepuluh…intinya tidak ada sama sekali informasi yang bisa ku peroleh tetang keluarga ini…dan itu mebuatku semakin penasaran….<br />
Kemudian aku pamit pulang pada ayah angkatnya dan nampaknya ayah angkatnya tidak senang melihat aku….<br />
Malam itu aku tidak langsung pulang namun diam-diam aku kembali menorobos masuk dan mencari celah untuk mencari tahu apa sebenarnya misteri di rumah ini….<br />
Pekarangannya cukup luas namun tidak ada satpam dan nampak rumah ini sangat sepi seperti tidak berpenghuni….<br />
Aku mengelilingi rumah itu dan akhirnya aku mendapatkan jendala yang masih terbuka di samping ruangan tv…kulihat kedalam tampaknya tidak ada orang….tangan ku kumasukkan kedalan terali jendala dan mencoba untuk membuka kunci pintu dari dalam..<br />
Klek….pintu itu terbuka….dalam hatiku aku berfikir perbuatan ini sangat nekat karena jika tertangkap basah aku pasti mendapat masalah besar apalagi ini merupakan rumah seorang pejabat…tapi aku sudah terlanjur penasaran dan kepalang basah ya kulanjutkan kembali misi ku untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya di rumah ini…<br />
Aku mendengar suara orang sedang bercerita….<br />
“tadi itu siapa..?”<br />
“teman kuliah pa…?”<br />
“bukan pacar….”?<br />
“bukan….suer deh…”<br />
Kemudian aku mengintip keruangan itu dan ternyata Linda bersama ayah angkatnya sedang makan malam……<br />
Tidak lama kemudian mereka selesai makan dan Linda membersihkan meja makan dan kemudian mereka keluar menuju ruang tamu….<br />
Aku langsung cepat bersembunyi di ruangan tamu yang kebetulan lampunya mati sehingga tidak terlihat dari ruang televisi…<br />
“Lin..jendela sama pintu sudah kamu tutup semua…?”<br />
“sudah pa…?”<br />
Tidak lama kemudian Linda datang dan langsung duduk disamping ayah angkatnya dan kepalanya disandarkan di bahu aya angkatnya itu….<br />
Sambil menonton televisi mereka saling berpegangan tangan…dan aku tidak tahu apa yang mereka tonton karena televisix membelakangiku…jantungku berdegup kencang ketika kulihat tangan ayah angkatnya Linda menjalar kedada Linda dan mulai meremas-remasnya<br />
dan nampaknya Linda sangat menikmati hal itu….<br />
Desahan Linda cukup terdengar di telingaku karena tidak ada suara televisi ….<br />
“Uhffff….ahhhhh….terus pa…..nikmat….”<br />
Kemudian dengan lincah pejabat itu membuka baju dan bhx Linda…serta menurunkan celana pendek yang dipakai Linda….<br />
Kini Linda hanya menggunakan cd tipis yang berwarna ungu…<br />
Dia tampaknya pasrah dan menunggu apa selanjunya yang akan dilakukan padanya…..<br />
Pejabat itu kemudian melepas pekainya sendiri sampai bugil…<br />
Kini pejabat itu telah bugil dan tampak senjata itu berdiri tegak….tidak terlalu besar…kira2 13 centi…ukuran standar….<br />
Sementara Linda masih bersandar disofa…..<br />
Tak lama kemudian pejabat itu nai ke sofa dan mengarahkan senjatnya ke mulut Linda…dan dengan sigap Linda mulai melakukan tugasnya….<br />
Linda mengecup kemudian dengan lembut dimasukkan kedalam mulutnya dan semua senjata itu bles masuk kemulut Linda hanya terlihat bulu pejabat itu yang menempel di hidung dan pipi Linda…<br />
Sementara pejabat itu nampaknya sangat menikmatinya….<br />
Hisap terus lin… jangan dilepas….terus…hisap yang kuat…….<br />
Linda terus mengisap senjata itu…terlihat pipinya kempot…..sementara tangan yang satunya lagi …memilin-milin biji yang berada di bawah senjata itu….<br />
Kemudian tidak lama kemudian pejabat itu mulai menggenjot pinggulnya sehingga kepala Linda mulai bergoyang maju mundur….<br />
“ssshhhh ….nikmat lin….ahshhhh…uhhhhhhffff….terus sayang …..terusssssss….”<br />
Pejabat itu kemudian mencabut senjatanya dari mulut Linda dan memasukkan kembali dengan kasar sehingga Linda tampak tersedak….namun pejabat itu tak peduli….<br />
Terlihat mulut Linda yang kecil terlihat memerah karena sesaknya senjata yang masuk ke mulutnya….<br />
Semakin lama genjotan pejabat itu semakin kencang kemulut Linda sampai akhirnya pejabat itu terlihat menenggang dan memasukkan dalam-dalam senjatanya kemulut Linda…<br />
“ahhhhhhhhhh……ahhhhhhhh…..achhhhhh……..”<br />
Nampaknya pejabat itu mengalami orgasme dan di memuntahkannya di mulut Linda yang paling dalam….dan nampaknya Linda sungguh menikmati hal itu….di terus menghisap senjata itu seperti tak mau melepaskannya sambil menelan seluruh sperma yang menyemprot tenggorokannya….<br />
Linda terus menghisap senjata itu dan tampaknya pejabat itu mulai merasa geli dan akhirnya mencabutnya dari mulut Linda<br />
Linda tampak kecewa ketika senjata itu di cabut….<br />
Kemudian pejabat itu duduk disamping Linda…<br />
“nikmat banget sedotan kamu sayang….”?<br />
Linda tersenyum sambil terus memegangi senjata pejabat itu yang sudah mulai layu…<br />
Sekitar sepuluh menit mereka bercerita sambil saling merangsang…..<br />
Aku terus memandangi tubuh Linda yang begita indah….<br />
Susunya masih mengkal…ukuran 32 B…putingnya berwarna pink dan kulitnya putih mulus tanpa noda….sementara kulihat cd ungu yang dia kenakan sudah sangat basah….<br />
Tak lama kemudian Linda menarik pejabat itu ke lantai dan disuruhnya berbaring….dan Linda memulai kembali bergerilya….dia menjilat seluruh tubuh pejabat itu dari muluai leher sampai kelutut berulang-ulang….<br />
Nampak pejabat itu menggelinjang kenikamatan dan senjatanya sudah mulai berdiri tegak kembali….lita mulai mengulumnya kembali dengan lincah…<br />
Setelah itu Linda melepaskan cd ungunya dan kemudian berjongkok tepat diatas senjata itu……<br />
Perlahan –lahan Linda mengarahkan senjata itu kesarang miliknya….<br />
Blesss….senjata itu menghilang diantara pantat Linda….<br />
Kemudian Linda mulai menggoyangnya dengan liar sementara pejabat it uterus meremas susu milik Linda…..<br />
“ahh…..terus….enak banget sayang….goyang terus…..aku mau keluar nih…..”<br />
kemudian Linda dengan cepat mempercepat goyangan itu …dan semakin liar….<br />
“ohhh….ahhhh…ohhhh…uhfffff….” suara Linda terdengar..<br />
“aku keluaaaar sayang……ahhhhh……achhhhhhh”<br />
Pejabat itu nampaknya mengalamai orgasme yang kedua sementara Linda masih terus menggoyangnya karena Linda belum mengalami orgasme….<br />
Aku menyaksikan kejadian itu sambil menservis sendiri senjataku by hand….<br />
Terlihat nampaknya Linda kecewa dengan pejabat itu karena Linda belum puas sementara pejabat itu sudah lemas berbaring di lantai….<br />
“Sory sayang ya papa keluar duluan habis kamu liar banget sih n punya kamu sempit banget jadi siapa yang bisa tahan di goyang kaya gitu….”<br />
Aku mulai berfikir kotor untuk mencari kesempatan memuaskan Linda malam ini….<br />
Namun aku kehilangan akal karena tidak lama kemudian mereka berdiri dan langsung masuk kekamar….<br />
Aku kemudian bengong sendiri menyaksikan kejadian barusan sementara torpedo ku masih berdiri tegak….aku berjalan pelan ke arah tempat perang tadi….masih tercium aroma birahi yang kuat…kemudian aku servis tropedoku sendiri by hand dan memuncratkannya dilantai bercampur dengan sisa-sisa perang tadi….<br />
Kemudian aku mulai bingung bagaimana caranya aku bisa mendapatkan Linda…<br />
Yang ku tahu sekarang intinya Linda mempunyai nafsu yang sangat tinggi….</p>
<p>Bersambng pada <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita</a> selanjutnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta DiPuncak yang dingin</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dipuncak-yang-dingin/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dipuncak-yang-dingin/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Nov 2009 17:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan teman]]></category>
		<category><![CDATA[ml di puncak]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot di puncak]]></category>
		<category><![CDATA[seks swinger]]></category>
		<category><![CDATA[seks tukar pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi cerita seks tukar pasangan yang sangat bagus untuk dibaca, lumayan bisa meregang kan otak setelah seharian bekerja, bagi anda yang suka berkhayal bisa bertukar pasangan seks dengan teman atau orang lain dalam hal seks, ini pantas untuk dibaca. Hari Sabtu kami (aku dan Lily istriku) berangkat menuju ke Puncak sesuai rencana, kami akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satu lagi cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com">seks</a> tukar pasangan yang sangat bagus untuk dibaca, lumayan bisa meregang kan otak setelah seharian bekerja, bagi anda yang suka berkhayal bisa <a href="http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/">bertukar pasangan seks</a> dengan teman atau orang lain dalam hal seks, ini pantas untuk dibaca.</p>
<p><img title="Cewek Tukar pasangan" src="http://files.myopera.com/cellawing/albums/728367/Polwan%20Ngentot%20(1).jpg" alt="Cewek mau tukar pasangan" width="300" height="220" /><br />
Hari Sabtu kami (aku dan Lily istriku) berangkat menuju ke Puncak sesuai rencana, kami akan bertemu dengan Erwin dan Diana istrinya di Puncak Pass, kemudian bersama-sama menuju ke vila keluarga di daerah Cipanas. Pukul 11.00 siang kami sudah berada di Puncak Pass, ternyata Erwin dan Diana sudah menunggu kedatangan kami. Dengan memakai rok terusan berbelahan dada agak rendah tanpa<span id="more-219"></span> lengan, Diana kelihatan begitu cantik, apalagi dengan rambut yang dipotong pendek sehingga menambah pesona dirinya, terlihat lehernya yang putih jenjang.</p>
<p>Setelah makan dan berbincang sebentar kami sepakat untuk menukar penumpang, Lily istriku ikut mobil Erwin begitu sebaliknya Diana ikut mobilku. Beriringan kami menuju ke Cipanas dengan mobil Erwin di depan. Jalanan sudah mulai padat, sehingga kami mulai kehilangan pandangan atas mobil Erwin. Selama perjalanan menuju vila, tangan Diana mulai menggerayangi selangkanganku, sesekali kubalas dengan elusan di pahanya dengan menyingkap roknya ke atas paha.</p>
<p>45 menit kemudian sampailah kami di vila keluarga P.Gun, ternyata mobil Erwin belum kelihatan. Tempatnya cukup terpencil dan jauh dari keramaian, hanya hamparan kebun teh di sekelilingnya, tidak ada tetangga atau vila lain dalam radius ratusan meter. Vila tersebut sangat besar dengan 5 kamar tidur dan kolam renang yang besar, bangunan untuk pengurus vila terletak jauh di belakang yang dihubungkan jalan setapak melewati taman. Diana segera memberi instruksi ke pengurus rumah agar acara kami tidak terganggu, mengijinkan mereka pulang selama kami di sini, kecuali siang untuk membersihkan dan menyiapkan makan siang, jadi praktis vila tersebut tanpa pembantu yang mengganggu.</p>
<p>Kemudian Diana kembali ke teras depan dimana aku duduk sambil menikmati indahnya pemandangan dan sejuknya hawa pegunungan. Langsung saja dia duduk di pangkuanku. Tanpa menunggu lebih lanjut, kupeluk tubuhnya dan kami berciuman di kursi teras depan diselingi angin sepoi daerah puncak yang dingin.</p>
<p>&#8220;Disini lah pertama kali aku melayani Erwin dan Papanya.&#8221; bisiknya sambil menjilati telingaku.<br />
Tapi aku tidak terlalu memperhatikan, tanganku segera menjelajah ke tubuhnya yang menantang, buah dada adalah sasaran pertamaku, masih terasa kenyal dan padat seperti yang kurasakan beberapa waktu yang lalu. Kuremas dengan penuh nafsu pada kedua bukit di dadanya secara bergantian, sementara tanganku satunya membuka resluiting baju di belakang. Sekali terbuka maka rok terusan itu merosot turun hingga ke pinggang, dan tampaklah buah dadanya yang putih mulus dengan berbalut bra satin biru tua, sungguh kontras dengan kulitnya yang putih mulus, menambah sexy tubuhnya.</p>
<p>Ciumanku mulai mendarat di leher jenjangnya, tanganku tidak pernah lepas dari dada Diana. Dia hanya menggelinjang dan mendesah ketika lidahku menjelajahi lehernya, terus turun hingga bahu dan berputar di sekitar dada. Dinginnya udara puncak tidak dapat mengusir panasnya birahi kami berdua. Diana menjambak mesra rambutku ketika putingnya kukeluarkan dari bra-nya dan kupermainkan dengan lidahku, sambil tanganku mulai menyelinap di balik roknya dan menjelajah di sekitar pangkal pahanya yang masih tertutup celana dalam halus. Terasa lembab dan basah di antara pahanya.</p>
<p>&#8220;Sshh.. agh..!&#8221; desahnya di dekat telingaku sambil sesekali mengulum daun telingaku, membuatku kegelian dalam kenikmatan.<br />
Akhirnya dengan sekali sentil di kaitan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Bra">bra</a>, maka terlepaslah bra dari tempat semestinya. Kini terpampang tepat di wajahku kedua belahan buah dada yang putih montok dengan puting yang kemerahan, sungguh indah dan menantang untuk diremas dan dikulum. Maka segera kudaratkan bibirku di antara kedua bukit itu dan kembali lidahku menjelajahi kulit mulus itu terus mendaki ke puncak bukit.</p>
<p>Kuputar-putar jilatanku di sekitar putingnya sebentar, lalu kukulum putingnya dan kusedot dengan gigitan-gigitan ringan nan nakal. Diana makin menggelinjang, pantatnya mulai digoyang-goyangkan di pangkuanku, sehingga menekan dan menggesek-gesek kemaluanku yang sudah menegang. Tangan kiriku sudah masuk di balik celana dalamnya yang basah. Mulanya satu jari masuk ke liang vaginanya, kemudian dengan dua jari kukocok vaginanya sambil kusedot kedua putingnya secara bergantian.</p>
<p>&#8220;Aaghh.. yess.. yaa.. truss.. sshh..!&#8221; desahnya makin kencang tidak perduli dengan suasana sekitar, bahwa kami masih di teras villa.<br />
Goyangan pantatnya makin kencang seirama kocokan jariku di vaginanya. Kemudian dia berdiri, dengan sendirinya roknya merosot ke bawah, hingga tinggal celana dalam yang masih menempel, sekali tendang terlemparlah rok itu entah kemana.</p>
<p>&#8220;Nggak adil, aku sudah hampir telanjang horny tapi kamu masih lengkap.&#8221; katanya sambil melepas kaosku dan langsung jongkok di depanku.<br />
Dibukanya celanaku dan dikeluarkannya alat kebanggaanku dari sarangnya.<br />
&#8220;Aku rindu batang besar ini..!&#8221; katanya sebelum bibirnya mungilnya menyentuh ujung kejantananku yang menegang.<br />
Ujung kejantananku sudah basah, lidah Diana menari-nari di lubangnya sambil tangannya mengocok batangnya. Kepala kejantananku sudah berada dalam kuluman mulut manisnya, sementara tangannya menjelajah ke bawah ke kantong bola, dan tangan satunya memilin ringan putingku. Aku begitu terangsang dan kelojotan kenikmatan dibuatnya.</p>
<p>Kupegang kepalanya dan kugoyangkan pinggulku sehingga aku dapat mengocok mulutnya dengan kejantananku. Meskipun Diana tidak dapat mengakomodasi semua kejantananku yang 17 cm panjang dan 4 cm diameter, tapi dia cukup memberi rangsangan dengan menggoyang-goyangkan kepala saat kukocok mulutnya. Diana seperti kewalahan menghadapi kocokanku di mulutnya. Kuangkat tubuhnya, kutarik celana dalamnya ke bawah hingga terlepas lalu kutelentangkan di meja teras tubuh telanjangnya.</p>
<p>Baru kali ini aku dapat melihat dengan jelas tubuh telanjang Diana, begitu putih mulus dan padat berisi, sungguh beruntung Erwin mendapatkan istri Diana dan sungguh beruntung aku dapat ikut menikmati tubuh indah dan seksinya. Aku jongkok di antara pahanya, kucium aroma khas dari vaginanya yang sudah basah, kembali kumasukkan jariku ke liang vaginanya sambil kujilati klitorisnya yang merah mudah dan dikelilingi rambut halus tipis di sekelilingnya.</p>
<p>Diana menarik rambutku dan memaksanya untuk masuk lebih dalam lidahku ke vaginanya. Jilatan lidahku langsung menelusuri bibir vaginanya hingga akhirnya mengganti kocokan jari tangan dengan kocokan dan jilatan lidah di vagina basahnya. Diana kembali mendesah atau lebih tepatnya teriak histeris dalam gelombang kenikmatan. Tidak mau &#8216;menyiksa&#8217;-nya lebih lanjut, maka aku berlutut dan mengatur posisiku di antara kakinya yang kurentangkan terbuka lebar. Karena aku masih ingat pada pertemuan terakhir, lubang vagina Diana terlalu sempit untuk ukuran kejantananku, hingga dia menjerit pada saat awalnya.</p>
<p>Dengan perlahan kuusap-usapkan kepala kejantananku di bibir vaginanya. Aku tidak mau terlalu bernafsu untuk segera memasukkan ke dalam, karena itu akan membuat dia kesakitan. Setelah kurasakan cukup, perlahan kudorong kejantananku masuk sedikit demi sedikit sambil menikmati expresi di wajah cantik Diana ketika menerima kejantananku di vaginanya yang sempit. Kulihat dia menggigit bibir bawahnya yang mungil dan tangannya meremas pinggiran meja.</p>
<p>Aku menghentikan sesaat doronganku untuk memberi dia kesempatan bernapas, kemudian kulanjutkan untuk membenamkan sisa dari batang kejantananku di vagina Diana. Setelah semua masuk, kudiamkan sejenak untuk kembali menikmati expresi wajah Diana yang memerah dalam kenikmatan.<br />
&#8220;Sshh.., yess.., lakukan dengan pelan..!&#8221; katanya pelan bercampur desahan.<br />
Perlahan kutarik kejantananku keluar dan memasukkan lagi dengan pelan, semakin lama semakin cepat hingga aku dapat mulai melakukan kocokan-kocokan ke vaginanya.</p>
<p>&#8220;Yess.. ya.. ouugghh.. yess.. good.. I love it.. I like it.. I miss it..!&#8221; desahnya.<br />
Tangan Diana sekarang meremas kedua buah dadanya sendiri yang dari tadi bergoyang-goyang mengikuti goyangan atas kocokanku. Dipilinnya sendiri kedua putingnya sambil tetap mendesah dan mengerang dalam kenikmatan birahi. Kunaikkan kedua kakinya ke pundakku, sesekali kujilat dan kukulum jari-jari kakinya sambil mengocok vaginanya, Diana makin menggelinjang.</p>
<p>&#8220;Ougghh.. sshhit.. aaku..&#8221; belum sempat dia menyelesaikan desahannya, kulihat tubuhnya menegang dan kurasakan denyutan dan remasan dari dinding vaginanya.<br />
Kemudian tubuhnya terkulai lemas di atas meja teras, aku masih belum menyelesaikan hasratku, bahkan belum separuhnya terpenuhi.<br />
&#8220;Udah Hen, istirahat dulu, aku udah keluar, enaak banget, lemes nih..!&#8221; katanya memelas padaku.<br />
Tidak kuperdulikan permintaannya, kocokanku makin kutingkatkan frekuensinya. Diana melotot padaku, tapi jadi tambah cantik dan lebih menggairahkan.</p>
<p>Kemudian kutelungkupkan tubuhnya di atas meja dan kakinya berlutut di lantai, aku masih ingin menikmati anal sex padanya tapi belum kesampaian. Kulakukan seperti yang dilakukan dengan suaminya di Singapore tempo hari, dimana dia mendapatkan double penetration denganku di vagina dan suaminya di anal.</p>
<p>Kuusapkan kejantananku yang basah di analnya, tapi Diana menolak, dia membimbing kejantananku ke vaginanya. Maka tanpa menunggu lagi, kusodokkan kejantananku dengan keras ke vaginanya.<br />
&#8220;Aauugghh.. yess..!&#8221; dia menjerit kaget, tapi terus berlanjut dengan kenikmatan.<br />
Kupegangi pantatnya dan kutarik maju mundur seirama dengan kocokanku. Dengan posisi seperti doggie style, penetrasi kejantananku di vaginanya dapat masuk ke dalam dan kurasakan kepala kejantananku menyentuh seperti rahimnya.</p>
<p>Kocokanku semakin lama semakin keras menghantam dinding vaginanya, kuputar-putar pantatku untuk memberikan gairah erotik pada Diana. Kedua tangan Diana kupegang dan kutarik ke belakang, kini dia bergantung pada tangannya yang kupegangi. Tidak lama kemudian kepalanya digoyang-goyangkan pertanda dia kembali mengalami orgasme hebat, tapi tetap aku tidak mau menghentikan kocokanku. Aku kembali duduk di kursi, Diana kutarik ke pangkuanku. Perlahan dia menurunkan pantatnya sehingga kejantananku melesak mulus masuk ke vaginanya.</p>
<p>Kini giliran dia ambil kendali. Diana mulai menggoyang goyangkan pantatnya, sehingga kejantananku terasa dipelintir di dalam vagina. Kusedot dan kupermainkan puting buah dadanya yang bergoyang-goyang di depan wajahku. Diana kembali mengimbangi permainan ini dengan posisi seperti itu dia bebas berkreasi, baik bergoyang maupun turun naik, ganti aku yang dibuat kelojotan olehnya. Dari expresi wajahnya aku yakin dia sudah orgasme untuk kesekian kali dengan posisi seperti ini. Dia sungguh menikmati posisi seperti ini.</p>
<p>Aku sudah hampir sampai di puncak kenikmatan ketika tiba-tiba kudengar bunyi klakson mobil dari luar pagar, tentu saja mengganggu kenikmatan dan konsentrasi kami berdua.<br />
&#8220;Sialan..!&#8221; gumanku karena puncak yang sudah hampir terengkuh buyar begitu saja.<br />
Diana hanya tertawa menggoda mendengar gerutuanku, tentu saja dia sudah mendapatkan puncak kenikmatan birahi beberapa kali sementara aku belum. Dia segera turun dari pangkuanku. Dengan tetap telanjang kemudian lari menuju pintu pagar yang tinggi dan tertutup fiber, lalu membukanya. Masukklah mobil Mercy Erwin ke halaman vila.</p>
<p>Bersambung ke bagian kedua, dimana cerita seks nya semakinseru dengan pertempuran birahi ke empat pasangan mesum yang mau bertukar pasangan dalam hal bercinta, apalagi tempatnya di puncak yang dingin, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dipuncak-yang-dingin/">seks di puncak</a> menjadi dambaan banyak pasangan metropolitan yang haus akan suasana romantis dalam bercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dipuncak-yang-dingin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingan seks bagi yang haus seks</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/selingan-seks-bagi-yang-haus-seks/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/selingan-seks-bagi-yang-haus-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 16:08:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cara memuaskan pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks artis hollywood]]></category>
		<category><![CDATA[cewek india]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata masih aja ada cerita orang kehausan seks yang tak tersalurkan, tak tanggung-tanggung yang emngalaminya adalah artis hollywood, dia merasa hambar dalam rumah tangga, karena komunikasi seks nya kurang dengan sang suami. cerita ngeseks dengan beberapa orang mungkin dianggap berbeda dengan bercinta dengan suami sendiri, berikut berita manca negara dari hollywood, bukan bollywood yang ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ternyata masih aja ada cerita orang kehausan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/seks/">seks</a> yang tak tersalurkan, tak tanggung-tanggung yang emngalaminya adalah artis hollywood, dia merasa hambar dalam rumah tangga, karena komunikasi seks nya kurang dengan sang suami. cerita ngeseks dengan beberapa orang mungkin dianggap berbeda dengan bercinta dengan suami sendiri, berikut berita manca negara dari hollywood, bukan bollywood yang ada di india, yang terkenal dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-cewek-india/">cewek india</a> toket gede.</p>
<p>Di pesta-pesta selebriti, pasangan Tom Cruise dan Katie Holmes terlihat bahagia. Namun siapa sangka di balik itu ternyata Katie merana. Ia merasa Tom kurang memberikan waktu untuk urusan seks.</p>
<p>&#8220;Tak ada waktu untuk berhubungan intim dengannya. Katie merasa kurang,&#8221; ujar seorang teman dekat Katie pada majalah Inggris, Closer, seperti detikhot kutip Kamis.</p>
<p>Menurut sumber tersebut, perasaan merana itu timbul dalam diri Katie beberapa bulan belakangan ini. Bintang serial televisi &#8216;Dawson&#8217;s Creek&#8217; itu merasa jadwalnya dan Tom terlalu padat.</p>
<p>&#8220;Dia sebenarnya malas pergi ke event-event berkarpet <span id="more-208"></span>merah bersama Tom. Dia merasa harus bersaing untuk mendapatkan perhatian Tom,&#8221; tutur sang sumber.</p>
<p>Seorang teman dekat Katie yang lain mengungkapkan kalau aktris 30 tahun itu seperti terisolasi dari kehidupan sosialnya. Belakangan hari-hari Katie lebih banyak dihabiskan bersama putrinya Suri Cruise.</p>
<p>Kasihan juga ya si katie holmes, harus menahan birahinya yang memuncak akibat terlalu sibuknya tom cruise dengan pekerjaan nya, nah pelajaran bagi anda suami-suami agar menjaga komunikasi seks dengan pasangan, bagaimana cara memuaskan pasangan anda agar anda bisa hidup harmonis bersama istri tercinta dan tak ad <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/perselingkuhan/">perselingkuhan</a>. selamat berkomunikasi seks dengan aman dan nyaman ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/selingan-seks-bagi-yang-haus-seks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Bos</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita swinger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[istri bos binal]]></category>
		<category><![CDATA[klub swinger]]></category>
		<category><![CDATA[klub tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan bos]]></category>
		<category><![CDATA[swinger]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan dengan istri bos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi melangsungkan pernikahannya yang kedua dengan Bu Enny mungkin sekitar umur 40-an, setengah tua tapi kencang. lumayan seru cerita kiriman dari pak yohan, langsung aja deh lanjutan ceritanya lengkap dan terbaru buat anda.</p>
<p>Dengan penuh tanda tanya di benakku, aku masuk ke kantornya saat semua orang sudah pulang, maklum jam sudah menunjukkan 18:30 sore.<br />
&#8220;Silahkan masuk!&#8221; sapanya ramah dari balik mejanya setelah melihat kehadiranku.<br />
&#8220;Terima kasih Pak,&#8221; jawabku.<br />
Setelah basa basi sejenak akhirnya Pak Gun mulai menuju poin pembicaraan.<br />
&#8220;Pak Hendra, mungkin anda masih ingat mengenai kasus di Proyek A dimana anda adalah orang yang bertanggung jawab untuk itu,&#8221; katanya dengan santainya.<br />
Serasa petir menyambar di kepalaku. Kasus itu sudah terjadi setahun yang lalu ketika aku masih di kantor cabang Surabaya dan memang kasusnya tidak pernah dinyatakan close atau masih open alias menggantung.<br />
&#8220;Ya Pak!&#8221; jawabku lemas, karena bayangan di kepalaku hanya satu yaitu pemecatan dengan tidak hormat, meskipun semua orang tahu bahwa itu bukan kesalahanku, tetapi kesalahan<span id="more-204"></span> orang sebelum aku yang sudah kupecat, tapi permasalahannya tetap who is responsible at this project.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu kan sangsinya sesuai aturan perusahaan!&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Iii.. ya Pak,&#8221; jawabku seakan tersekat di tenggorokan, membayangkan resiko yang akan menimpa aku dan keluargaku.<br />
&#8220;So what&#8217;s your plan,&#8221; desaknya.<br />
&#8220;Saya sudah clarify dengan Internal Audit mengenai hal itu, dan semua keputusan kembali ke Bapak, jadi saya menunggu guidance dari Bapak,&#8221; jawabku lirih sambil melihat ujung sepatuku.<br />
&#8220;Apa kamu masih ingin bekerja terus disini, terutama di posisimu yang sekarang ini?&#8221; tanyanya selidik.<br />
&#8220;Tentu Pak, saya masih ingin berkarir di perusahaan ini selama diberi kesempatan.&#8221;<br />
&#8220;Kalau kamu aku berikan second chance, apa yang akan kamu berikan padaku?&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku balik tidak mengerti.<br />
&#8220;Apa imbalannya kalau kasus ini aku nyatakan close dan anda bersih.&#8221;<br />
&#8220;Terserah Bapak, saya ikuti semua permintaan atau petunjuk dari Bapak,&#8221; kataku setengah bingung.</p>
<p>&#8220;Semua?&#8221;<br />
&#8220;Ya semua, saya akan berusaha penuhi semua permintaan bapak sejauh saya mampu.&#8221;<br />
&#8220;Ha.. ha.. ha.. ha..&#8221; tawanya, membuat aku semakin tidak tahu arahnya.<br />
&#8220;Oke Pak Hendra, aku pegang kata-katamu, kamu kan tahu sebentar lagi aku akan married dengan Bu Enny, dan aku minta special gift dari kamu secara pribadi the best gift you ever had,&#8221; pintanya.<br />
&#8220;Apa itu Pak, kalau boleh saya tahu, biar tidak salah pengertian,&#8221; tanyaku masih kebingungan.&#8221;Pak Hendra, you&#8217;re a lucky guy, you have beautiful and sexy wife, dia sangat attractive lady terutama kalau pakai baju pesta, aku tahu itu saat perkawinan si Erwin (anaknya) tempo hari, it make me can not forget about her performance,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku makin kebingungan.<br />
&#8220;Mungkin saya bukan a good boss, tapi sebagai seorang laki-laki yang normal, wajar dong kalau saya ber-fantasy dengan wanita cantik,&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Terus..?&#8221; tanyaku lagi.<br />
&#8220;Oke, to the point saja, saya ingin ditemani istrimu semalam sebagai hadiah ulang tahun dan kompensasi bahwa kasus ini close,&#8221; katanya tajam sambil menatap ke arahku.<br />
Bagai disambar geledek, aku tidak bisa bekata apa-apa, situasi serba sulit.</p>
<p>Kehidupan keluargaku cukup harmonis meskipun sesekali aku atau istriku melakukan extramarital tapi itu just for fun dan tanpa beban seperti ini. &#8220;Pak Hendra, permintaanku tidak perlu kamu jawab sekarang, tapi bicarakan lagi dengan istrimu dan ingat janjimu tadi serta kelangsungan karirmu di sini, aku tunggu jawabanmu sebelum pesta perkawinan nanti,&#8221; katanya melihat kebisuanku. Aku tinggalkan kantor dengan perasaan tidak karuan, anehnya perasaan horny merayap di benakku, secara pribadi tidak keberatan menyerahkan my beautiful wife pada Boss tapi bagaimana tanggapan istriku nanti.</p>
<p>Sesampai di rumah, sambil santai dan deg-degan, kusampaikan masalahku dan akhirnya sampai pada permintaan Pak Gun.<br />
&#8220;Dasar Boss gila dan tak tahu diri,&#8221; katanya.<br />
Setelah kami diam beberapa saat, akhirnya dia menyerahkan masalah ini padaku.<br />
&#8220;Kalau ini baik bagi Mas dan kita berdua, aku nggak keberatan kok, lagian kita juga pernah melakukannya, meskipun dalam konteks yang berbeda.&#8221;<br />
Plong rasanya mendengar kata-katanya.<br />
&#8220;Tapi dengan syarat yang akan aku akan bicarakan langsung dengan Pak Gun nanti kalau waktunya tiba, jangan kuatir Mas, I still love you, this is for ours,&#8221; katanya manja.<br />
Waktu terus berlalu sejak pembicaraan dengan Pak Gun, dan pesta perkawinan tinggal seminggu lagi, hingga akhirnya Pak Gun mengingatkanku mengenai tawaran itu.<br />
&#8220;Saya sudah bicara dengan istriku dan dia ingin bicara langsung dengan Bapak kalau Bapak tidak keberatan,&#8221; jawabku melalui HP.<br />
&#8220;Oh tentu tidak, bicara dengan wanita secantik dan seseksi istri anda merupakan kehormatan bagiku, I&#8217;m waiting for her call,&#8221; katanya sambil menutup pembicaraan.<br />
Segera aku hubungi istriku untuk menelepon Pak Gun siang ini.</p>
<p>Sore hari aku diminta menghadap ke ruangan Pak Gun.<br />
&#8220;Pak Hendra, istri anda ternyata benar-benar seorang penggoda, makin besar keinginanku untuk terhadap dia,&#8221; katanya setelah kami berdua duduk di sofa ruangan direksi.<br />
&#8220;Istriku sudah menghubungi Bapak?&#8221;<br />
&#8220;Ya tadi siang, dan dia minta syarat yaitu dia mau menemani semalam tapi sebelum aku bulan madu dengan Bu Enny,&#8221; katanya sambil mengambilkan orange juice dari lemari es.<br />
&#8220;Istrimu minta pada saat wedding party dia mau melayani disela-sela acara, di honeymoon suite dan dia minta kalau kamu berminat ikut serta di kamar itu, sebagai hukuman katanya, dan kalau kamu mau, kamu boleh join dengan aku malakukannya secara bersama sama. Karena saat itu waktunya pasti mepet, dia mau malakukan lagi besoknya at any time dengan syarat aku belum melakukan dengan Bu Enny, dan kamu boleh join terserah kamu, it&#8217;s horniest idea I ever heard,&#8221; jelasnya antusias.</p>
<p>&#8220;Terus menurut Bapak gimana? apa aku harus join?&#8221; komentarku.<br />
&#8220;Aku setujui permintaannya, karena acaranya standing party, I have many chance to disappear dari party just for quicky dan aku minta dia stand by di kamar at any time,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Asal kamu tahu, aku sudah reserve 2 suite at same floor, satu untuk pengantin dan satunya untuk aku dan istrimu, setelah para tamu pulang istrimu stand by di kamar, kamu bisa pakai juga untuk honeymoon lagi, tapi harus ready any time for my visit, Anytime!&#8221; tegasnya.<br />
Aku cuma bisa mengiyakan rencana mereka berdua.</p>
<p>Hari perkawinan tiba, sesuai rencana kami berangkat lebih awal, dari undangan jam 7:00 kami sudah tiba di Hotel Shangrila jam 3 sore, dan langsung menuju ke suite yang sudah disiapkan untuk istriku, barangkali Pak Gun mampir sebelum acara dimulai. Sementara istriku menyiapkan diri di kamar, aku turun ke lobby, jam 6 sore para undangan dan keluarga sudah kelihatan berdatangan. Aku naik ke atas untuk memberitahu istriku supaya bersiap ke acara.</p>
<p>Kupencet bell kamar suite, cukup lama aku menunggu sebelum pintu dibuka oleh istriku yang cuma berbalut handuk. Diluar perkiraanku ternyata Pak Gun sudah di dalam kamar, beliau duduk di sofa kamar tidur masih memakai baju putih lengkap dengan dasi kupu-kupunya, sementara bawahnya cuma ditutupi handuk putih sama dengan yang dipakai istriku.<br />
&#8220;Sorry Pak, aku nggak sabar menunggu sampai nanti malam, jadi iseng aku mampir kemari sambil menunggu Bu Ennie di-make up di kamar pengantin,&#8221; sapanya.<br />
&#8220;Eh anu nggak apa kok, lagian kita sudah perkirakan, udah lama Pak?&#8221; tanyaku setelah bisa menguasai diri.<br />
&#8220;Tepat setelah kamu keluar kamar ini, aku coba HP ternyata nggak kamu bawa, jadi aku mulai saja, any problem?&#8221; jawabnya santai.<br />
&#8220;No sir, it&#8217;s okey for me, go head,&#8221; jawabku, berarti sudah lebih 30 menit dia di kamar berdua dengan istriku, entah apa yang sudah dilakukan terhadap istriku yang cantik ini.</p>
<p>Istriku kemudian duduk di sebelah Pak Gun, aku mengambil tempat di sofa satunya sambil melihat mereka berdua. &#8220;Mari sini sayang kita lanjutkan permainan yang terputus,&#8221; kata Pak Gun. Dengan sekali tarik, terlepaslah handuk yang membalut tubuh istriku, kini dia dalam keadaan telanjang di hadapan Pak Gun, terlihat begitu kontras antara mereka berdua, Lily, istriku yang cantik, 29 tahun, tinggi 167 cm dan ukuran dada 34B sedang berpelukan dengan Pak Gun, Boss-ku yang berumur sekitar 55 tahun, dengan rambut putihnya, meskipun sudah dibilang berumur ternyata postur tubuhnya masih atletis, maklum sebagai ex tentara dia pasti masih menjaga kebugaran tuguhnya.</p>
<p>Pak Gun dengan segera mencium buah dadanya yang kenyal kebanggaanku dari satu ke satunya, dijilatinya dan sesekali disedot dan dipermainkan putingnya dengan lidahnya, Lily cuma bisa menggelinjang keenakan sambil tangannya mulai meraba mencari pinggiran handuk yang dipakai Pak Gun dan menariknya sehingga terlepas. Terlihat batang kemaluan Pak Gun menegak ke atas, memang tidak sebesar punyaku tapi cukup hebat untuk ukuran seusia beliau. Istriku tak mau melepaskan pegangannya di kemaluan Pak Gun, dikocoknya dan sesekali di putar-putar seperti mainan anak kecil. &#8220;Kita lanjutkan yang tadi ya Pak,&#8221; bisiknya manja. Tanpa menunggu jawaban dari Pak Gun, dia berdiri di atas sofa, dikangkanginya Pak Gun, Boss-ku, dia mengarahkan selangkangannya di muka Pak Gun sementara beliau mengadah menunggu kedatangannya dengan mulut terbuka dan lidah menjulur keluar. Unbelievable, Pak Gun yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati vaginanya seperti orang kehausan. Sesaat kulihat istriku melirik ke arahku sambil tersenyum penuh arti, sementara tanganku mulai memijit-mijit kemaluanku yang masih tertahan di dalam celana.</p>
<p>Tubuh istriku mulai turun-naik di atas wajah Pak Gun seirama dengan gerakan lidah beliau, disapunya seluruh wajah Pak Gun, sementara tangan Pak Gun meremas payudara dan pantat istriku.&#8221;Shit, you&#8217;re damned old man, I like your lick, yess terus yaa..&#8221; teriak istriku, cukup mengejutkan, tidak ada satu orang pun berani berkata begitu kasar pada beliau, tapi kelihatan beliau oke-oke saja.</p>
<p>Aku sudah tak tahan, kukeluarkan kemaluanku dari celana sehingga sekarang aku bebas memegangi, tapi istriku tahu hal itu.<br />
&#8220;Mas Hend, this is not for you, you have no turn for this time, It&#8217;s Boss only, jangan macam-macam!&#8221; ancam istriku, dan aku menurut saja sambil terdiam.<br />
Istriku kemudian duduk di sofa, kakinya dipentangkan lebar dan lututnya ditekuk.<br />
&#8220;Kiss my ass and lick my pussy, you like it don&#8217;t you, let my husband watch his boss doing to his beutiful wife,&#8221; dia berkata ke Pak Gun.<br />
Pak Gun segera berlutut di depannya dan mulai menjilati vagina istriku lagi.<br />
&#8220;It smell good, yess I like your pussy,&#8221; kata Pak Gun terus menjilat sambil memasukkan jari tangannya ke lubang vagina istriku, mulanya satu kemudian dua dan akhirnya tiga. Dikocoknya vagina istriku dengan jarinya sementara lidahnya menjilati daerah vagina dan sekitarnya hingga ke anus.<br />
&#8220;Ohh yess I like it, yess terus Pak..!&#8221; desah istriku, sambil mengangkat kakinya tinggi ke atas, kemudian ditumpangkannya ke pundak dan akhirnya kaki mulus itu berpijak ke kepala dan bahu Pak Gun, Boss-ku.</p>
<p>Pak Gun bangkit dan mengatur posisi kemaluannya di depan vagina istriku, hanya berjarak satu inchi lagi dari bibir vaginanya, tiba tiba istriku bangkit dan mendorong tubuh Pak Gun hingga beliau terdorong ke belakang.<br />
&#8220;I will not let you fuck me unless you promise that you will not fuck her tonight and also tomorrow, this two days you&#8217;re mine, deal? otherwise no more other session after this,&#8221; ancam istriku kepada Pak Gun, my Boss.</p>
<p>Ditariknya istriku ke pelukannya tapi istriku menolak dan tetap duduk di sofa hingga Pak Gun kembali berlutut di depannya. &#8220;I&#8217;ll do it whatever you request as long I can fuck you,&#8221; jawabnya, dan tanpa menunggu lebih lanjut segera dipeluknya istriku dan tangannya mulai mengarahkan kemaluannya ke vagina istriku, diusapnya bibir vaginanya dengan kepala kemaluan dan &#8220;Bless..&#8221; Tanpa kondom, dengan sekali dorong masuklah kemaluannya ke dalam vagina istriku yang sudah mulai basah, dia tidak pernah mengijinkan orang lain bercinta dengannya tanpa kondom, tapi ini mungkin lain bagi dia. &#8220;Kamu akan membayangkan betapa asyiknya bercinta denganku saat kamu berbulan madu,&#8221; bisik istriku. Setelah semua masuk ke vagina istriku, Pak Gun perlahan mulai menggoyang tubuhnya keluar masuk dan istriku mengimbanginya. Gerakan demi gerakan menambah erotic berdua, sementara tanganku sudah mulai ikut mengocok kemaluanku, semakin cepat Pak Gun mengocok istriku semakin cepat pula tanganku mengocok kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Aaah aku keluar..&#8221; teriak Pak Gun. Istriku segera mendorong tubuh Pak Gun menjauh dan memintanya berdiri, sementara dia jongkok di depan Pak Gun, tepat semprotan Pak Gun keluar ke arah muka dan tubuhnya, kemudian istriku menjilati kemaluan Pak Gun yang masih belepotan sperma, dikocoknya kemaluan itu dengan mulutnya hingga bersih. &#8220;Aaahh stop udah.. udah, cukup!&#8221; teriak Pak Gun kegelian, sambil menarik kepala istriku menjauh. Kemudian mereka berdua duduk di sofa dengan lemasnya.<br />
&#8220;You have incredible wife, I will not let her free tonight,&#8221; kemudian dia berdiri mengambil celananya yang tergeletak di ranjang.<br />
&#8220;Jangan pakai celana dalam dan jangan coba-coba untuk mencucinya!&#8221; kata istriku.</p>
<p>Sampai berakhir cerita ini masih ada pertemuan <a href="http://bugil.gadisperawan.info/search/seks/">seks</a> lainnya, tapi mengingat waktu yang cukup mepet maka cerita seks ini kami sambung pada bagian yang kedua, nantikan sambungan cerita nya yang lebih seru antara bos, dan istri yang memiliki fantasi seks ber tukar pasangan dengan karyawannya sendiri. Bersambung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Enaknya Memek Tante Girang</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 16:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[foto tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[toket tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari cewek cina, cewek india dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/">cewek cina</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-cewek-india/">cewek india</a> dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa foto yang di sebut tante girang, berikut foto-foto nya :</p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/mslaoli/RmObfr_xc7I/AAAAAAAAAuw/ha44L7IDIpc/s800/200531423273186053.jpg" alt="Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang cantik" width="208" height="300" /></p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/bestchinagirl/Rwz19XjVHJI/AAAAAAAAH7c/VrbO1-BNUm0/s800/1475970.jpg" alt="info tante girang, foto tante girang, tante girang bugil, tante bugil, tante cantik" width="208" height="300" /><br />
Tante Lidia<span id="more-202"></span></p>
<p><img title="Tante girang cantik" src="http://lh4.ggpht.com/soberz.net/RsEL62oblbI/AAAAAAAAAJY/rNRCXKgNEj0/s800/ar6355635.jpg" alt="toket tante girang, Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang" width="208" height="300" /></p>
<p>Ngentot Memek Basah Tante. Sebagai seorang pemuda perantau yang masih lugu, aku ke Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya. &#8230; Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih Cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/ngentot/">ngentot</a> tante girang memek cantik asal Bandung ini sangat menegangkan namun mengasikan! gimana tidak setelah puas ngentot memek tante girang yang hot. pernahkan anda mengintip cewek mandi? jawabannya pasti pernah kan! ok berikut ada beberapa gambar Ngintip Memek Tante Girang Mandi! nampak di gambar seorang.</p>
<p>Diatas adalah kutipan dari hasil cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> yang selama ini beredar di internet, banyak cerita-cerita dewasa yang beredar asli dari tante girang, baik secara langsung dikirim ke email kami ataupun melalui forum komunitas tante girang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

