<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Feb 2010 03:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Gara-gara Maen Dokter-dokteran</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-maen-dokter-dokteran/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-maen-dokter-dokteran/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 03:02:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[asiknya dengan om]]></category>
		<category><![CDATA[dokter dokteran]]></category>
		<category><![CDATA[gadis binal]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan om]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Berikut kiriman cerita dewasa dari seorang wanita bernama rini, tentang kebenaran cerita kembali pada diri kita masing-masing. Namaku Rini, usiaku sekarang 23 tahun, aku bekerja sebagai salah satu karyawati di BUMN besar di Jakarta. Oh ya, kata temen-temen sih aku memiliki wajah yang cantik, dengan rambut sebahu, kulitku kuning langsat, tinggi 163 cm, dengan tubuh [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gara-gara Foto Telanjang'>Gara-gara Foto Telanjang</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berikut kiriman cerita dewasa dari seorang wanita bernama rini, tentang kebenaran cerita kembali pada diri kita masing-masing. Namaku Rini, usiaku sekarang 23 tahun, aku bekerja sebagai salah satu karyawati di BUMN besar di Jakarta. Oh ya, kata temen-temen sih aku memiliki wajah yang cantik, dengan rambut sebahu, kulitku kuning langsat, tinggi 163 cm, dengan tubuh yang langsing dan seksi. Aku ingin menceritakan pengalaman <a href="http://cerita.modelperawan.com">seks</a>ku yang pertama justru dari teman baik ayahku sendiri. Peristiwa yang tak kuduga ini terjadi ketika aku baru saja akan masuk kelas 2 SMP, ketika aku masih tinggal di Yogya. Teman ayah itu bernama Om Bayu dan aku sendiri memanggilnya Om. Karena hubungan yang sudah sangat dekat dengan Om Bayu, ia sudah dianggap seperti saudara sendiri di rumahku. Om Bayu wajahnya sangat tampan, wajahnya tampak jauh lebih muda dari ayahku, karena memang usianya berbeda agak jauh. Usia Om Bayu ketika itu sekitar 28 tahun. Selain tampan, Om Bayu memiliki tubuh yang tinggi tegap dengan dada yang bidang.</p>
<p>Kejadian ini bermula ketika liburan semester. Waktu itu kedua orang tuaku harus pergi ke Madiun karena ada perayaan pernikahan saudara. Karena kami dan Om Bayu cukup dekat, maka aku minta kepada orang tuaku untuk menginap saja di rumah Om Bayu yang tidak jauh dari rumahku selama 5 hari itu. Om Bayu sudah menikah, tetapi belum punya anak. Istrinya adalah seorang karyawan perusahaan swasta, sedangkan<span id="more-262"></span> Om Bayu tidak mempunyai pekerjaan tetap. Dia adalah seorang makelar mobil. Hari-hari pertama kulewati dengan ngobrol-ngobrol sambil bercanda-ria, setelah istri Om Bayu pergi ke kantor. Om Bayu sendiri karena katanya tidak ada order untuk mencari mobil, jadi tetap di rumah sambil menunggu telepon kalau-kalau ada langganannya yang mau mencari mobil. Untuk melewatkan waktu, sering juga kami bermain bermacam permainan seperti halma atau monopoli, karena memang Om Bayu orangnya sangat pintar bergaul dengan siapa saja.</p>
<p>Ketika suatu hari, setelah makan siang, tiba-tiba Om Bayu berkata kepadaku, &#8220;Rin&#8230; kita main dokter-dokteran yuk.., sekalian Rini, Om periksa beneran, mumpung gratis&#8221;.</p>
<p>Memang kata ayah dahulu Om Bayu pernah kuliah di fakultas kedokteran, namun putus di tengah jalan karena menikah dan kesulitan biaya kuliah.</p>
<p>&#8220;Ayoo&#8230;&#8221;, sambutku dengan polos tanpa curiga.</p>
<p>Kemudian Om Bayu mengajakku ke kamarnya, lalu mengambil sesuatu dari lemarinya, rupanya ia mengambil stetoskop, mungkin bekas yang dipakainya ketika kuliah dulu.</p>
<p>&#8220;Nah Rin, kamu buka deh bajumu, terus tiduran di ranjang&#8221;.</p>
<p>Mula-mula aku agak ragu-ragu. Tapi setelah melihat mukanya yang bersungguh-sungguh akhirnya aku menurutinya.</p>
<p>&#8220;Baik Om&#8221;, kataku, lalu aku membuka kaosku, dan mulai hendak berbaring.</p>
<p>Namun Om Bayu bilang, &#8220;Lho&#8230; BH-nya sekalian dibuka dong.. biar Om gampang meriksanya&#8221;.</p>
<p>Aku yang waktu itu masih polos, dengan lugunya aku membuka BH-ku, sehingga kini terlihatlah buah dadaku yang masih mengkal.</p>
<p>&#8220;Wah&#8230; kamu memang benar-benar cantik Rin&#8230;&#8221;, kata Om Bayu.</p>
<p>Kulihat matanya tak berkedip memandang buah dadaku dan aku hanya tertunduk malu.</p>
<p>Setelah telentang di atas ranjang, dengan hanya memakai rok mini saja, Om Bayu mulai memeriksaku. Mula-mula ditempelkannya stetoskop itu di dadaku, rasanya dingin, lalu Om Bayu menyuruhku bernafas sampai beberapa kali, setelah itu Om Bayu mencopot stetoskopnya. Kemudian sambil tersenyum kepadaku, tangannya menyentuh lenganku, lalu mengusap-usapnya dengan lembut.</p>
<p>&#8220;Waah&#8230; kulit kamu halus ya, Rin&#8230; kamu pasti rajin merawatnya&#8221;, katanya.</p>
<p>Aku diam saja, aku hanya merasakan sentuhan dan usapan lembut Om Bayu. Kemudian usapan itu bergerak naik ke pundakku. Setelah itu tangan Om Bayu merayap mengusap perutku. Aku hanya diam saja merasakan perutku diusap-usapnya, sentuhan Om Bayu benar-benar terasa lembut. Dan lama-kelamaan terus terang aku mulai jadi agak terangsang oleh sentuhannya, sampai-sampai bulu tanganku merinding dibuatnya. Lalu Om Bayu menaikkan usapannya ke pangkal bawah buah dadaku yang masih mengkal itu, mengusap mengitarinya, lalu mengusap buah dadaku. Ih&#8230; baru kali ini aku merasakan yang seperti itu, rasanya halus, lembut, dan geli, bercampur menjadi satu. Namun tidak lama kemudian, Om Bayu menghentikan usapannya. Dan aku kira&#8230; yah hanya sebatas ini perbuatannya. Tapi kemudian Tom Bayu bergerak ke arah kakiku.</p>
<p>&#8220;Nah.. sekarang Om periksa bagian bawah yah&#8230;&#8221;, katanya.</p>
<p>Setelah diusap-usap seperti tadi yang terus terang membuatku agak terangsang, aku hanya bisa mengangguk pelan saja. Saat itu aku masih mengenakan rok miniku, namun tiba-tiba Om Bayu menarik dan meloloskan celana dalamku. Tentu saja aku keget setengah mati.</p>
<p>&#8220;Ih&#8230; Om kok celana dalam Rini dibuka&#8230;?&#8221;, kataku dengan gugup.</p>
<p>&#8220;Lho&#8230; kan mau diperiksa.. pokoknya Rini tenang aja&#8230;&#8221;, katanya dengan suara lembut sambil tersenyum, namun tampaknya mata dan senyum Om Bayu penuh dengan maksud tersembunyi. Tetapi saat itu aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa.</p>
<p>Setelah celana dalamku diloloskan oleh Om Bayu, dia duduk bersimpuh di hadapan kakiku. Matanya tak berkedip menatap vaginaku yang masih mungil, dengan bulu-bulunya yang masih sangat halus dan tipis. Lalu kedua kakiku dinaikkan ke pahanya, sehingga pahaku menumpang di atas pahanya. Lalu Om Bayu mulai mengelus-elus betisku, halus dan lembut sekali rasanya, lalu diteruskan dengan perlahan-lahan meraba-raba pahaku bagian atas, lalu ke paha bagian dalam. Hiii&#8230; aku jadi merinding rasanya.</p>
<p>&#8220;Ooomm&#8230;&#8221;, suaraku lirih.</p>
<p>&#8220;Tenang sayang.. pokoknya nanti kamu merasa nikmat&#8230;&#8221;, katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Om Bayu lalu mengelus-elus selangkanganku, perasaanku jadi makin tidak karuan rasanya. Kemudian dengan jari telunjuknya yang besar, Om Bayu menggesekkannya ke bibir vaginaku dari bawah ke atas.</p>
<p>&#8220;Aahh&#8230; Oooomm&#8230;&#8221;, jeritku lirih.</p>
<p>&#8220;Sssstt&#8230; hmm&#8230; nikmat.. kan&#8230;?&#8221;, katanya.</p>
<p>Mana mampu aku menjawab, malahan Om Bayu mulai meneruskan lagi menggesekkan jarinya berulang-ulang. Tentu saja ini membuatku makin tidak karuan, aku menggelinjang-gelinjang, menggeliat-geliat kesana kemari.</p>
<p>&#8220;Ssstthh&#8230; aahh&#8230; Ooomm&#8230; aahh&#8230;&#8221;, eranganku terdengar lirih, dunia serasa berputar-putar, kesadaranku bagaikan terbang ke langit. Vaginaku rasanya sudah basah sekali karena aku memang benar-benar sangat terangsang sekali.</p>
<p>Setelah Om Bayu merasa puas dengan permainan jarinya, dia menghentikan sejenak permainannya itu, tapi kemudian wajahnya mendekati wajahku. Aku yang belum berpengalaman sama sekali, dengan pikiran yang antara sadar dan tidak sadar, hanya bisa melihatnya pasrah tanpa mengerti apa yang sebenarnya sedang terjadi. Wajahnya semakin dekat, kemudian bibirnya mendekati bibirku, lalu ia mengecupku dengan lembut, rasanya geli, lembut, dan basah. Namun Om Bayu bukan hanya mengecup, ia lalu melumat habis bibirku sambil memainkan lidahnya. Hiii&#8230; rasanya jadi makin geli&#8230; apalagi ketika lidah Om Bayu memancing lidahku, sehingga aku tidak tahu kenapa, secara naluri jadi terpancing, sehingga lidahku dengan lidah Om Bayu saling bermain, membelit-belit, tentu saja aku jadi semakin nikmat kegelian.</p>
<p>Kemudian Om Bayu mengangkat wajahnya dan memundurkan badannya. Entah permainan apa lagi yang akan diperbuatnya pikirku, aku toh sudah pasrah. Dan eh&#8230; gila&#8230; tiba-tiba badannya dimundurkan ke bawah dan Om Bayu tengkurap diantara kedua kakiku yang otomatis terkangkang. Kepalanya berada tepat di atas kemaluanku dan Om Bayu dengan cepat menyeruakkan kepalanya ke selangkanganku. Kedua pahaku dipegangnya dan diletakkan di atas pundaknya, sehingga kedua paha bagian dalamku seperti menjepit kepala Om Bayu. Aku sangat terkejut dan mencoba memberontak, akan tetapi kedua tangannya memegang pahaku dengan kuat, lalu tanpa sungkan-sungkan lagi Om Bayu mulai menjilati bibir vaginaku.</p>
<p>&#8220;Aaa&#8230; Ooomm&#8230;!&#8221;, aku menjerit, walaupun lidah Om Bayu terasa lembut, namun jilatannya itu terasa menyengat vaginaku dan menjalar ke seluruh tubuhku. Namun Om Bayu yang telah berpengalaman itu, justru menjilati habis-habisan bibir vaginaku, lalu lidahnya masuk ke dalam vaginaku, dan menari-nari di dalam vaginaku. Lidah Om Bayu mengait-ngait kesana kemari menjilat-jilat seluruh dinding vaginaku. Tentu saja aku makin menjadi-jadi, badanku menggeliat-geliat dan terhentak-hentak, sedangkan kedua tanganku mencoba mendorong kepalanya dari kemaluanku. Akan tetapi usahaku itu sia-sia saja, Om Bayu terus melakukan aksinya dengan ganas. Aku hanya bisa menjerit-jerit tidak karuan.</p>
<p>&#8220;Aahh&#8230; Ooomm&#8230; jaangan&#8230; jaanggann&#8230; teeerruskaan&#8230; ituu&#8230; aa&#8230; aaku&#8230; nndaak&#8230; maauu.. geellii&#8230; stooopp&#8230; tahaann&#8230; aahh!&#8221;.</p>
<p>Aku menggelinjang-gelinjang seperti kesurupan, menggeliat kesana kemari antara mau dan tidak. Biarpun ada perasaan menolak akan tetapi rasa geli bercampur dengan kenikmatan yang teramat sangat mendominasi seluruh badanku. Om Bayu dengan kuat memeluk kedua pahaku diantara pipinya, sehingga walaupun aku menggeliat kesana kemari namun Om Bayu tetap mendapatkan yang diinginkannya. Jilatan-jilatan Om Bayu benar-benar membuatku bagaikan orang lupa daratan. Vaginaku sudah benar-benar banjir dibuatnya. Hal ini membuat Om Bayu menjadi semakin liar, ia bukan cuma menjilat-jilat, bahkan menghisap, menyedot-nyedot vaginaku. Cairan lendir vaginaku bahkan disedot Om Bayu habis-habisan. Sedotan Om Bayu di vaginaku sangat kuat, membuatku jadi semakin kelonjotan.</p>
<p>Kemudian Om Bayu sejenak menghentikan jilatannya. Dengan jarinya ia membuka bibir vaginaku, lalu disorongkan sedikit ke atas. Aku saat itu tidak tahu apa maksud Om Bayu, rupanya Om Bayu mengincar clitorisku. Dia menjulurkan lidahnya lalu dijilatnya clitorisku.</p>
<p>&#8220;Aahh&#8230;&#8221;, tentu saja aku menjerit keras sekali. Aku merasa seperti kesetrum karena ternyata itu bagian yang paling sensitif buatku. Begitu kagetnya aku merasakannya, aku sampai mengangkat pantatku. Om Bayu malah menekan pahaku ke bawah, sehingga pantatku nempel lagi ke kasur, dan terus menjilati clitorisku sambil dihisap-hisapnya.</p>
<p>&#8220;Aa&#8230; Ooomm&#8230; aauuhh&#8230; aahh… !&#8221;, jeritku semakin menggila.</p>
<p>Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang teramat sangat, yang ingin keluar dari dalam vaginaku, seperti mau pipis, dan aku tak kuat menahannya, namun Om Bayu yang sepertinya sudah tahu, malahan menyedot clitorisku dengan kuatnya.</p>
<p>&#8220;Ooomm&#8230; aa… !&#8221;, tubuhku terasa tersengat tegangan tinggi, seluruh tubuhku menegang, tak sadar kujepit dengan kuat pipi Om Bayu dengan kedua pahaku di selangkanganku. Lalu tubuhku bergetar bersamaan dengan keluarnya cairan vaginaku banyak sekali, dan tampaknya Om Bayu tidak menyia-nyiakannya. Disedotnya vaginaku, dihisapnya seluruh cairan vaginaku. Tulang-tulangku terasa luluh lantak, lalu tubuhku terasa lemas sekali. Aku tergolek lemas.</p>
<p>Om Bayu kemudian bangun dan mulai melepaskan pakaiannya. Aku, yang baru pertama kali mengalami orgasme, merasakan badanku lemas tak bertenaga, sehingga hanya bisa memandang saja apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu. Mula-mula Om Bayu membuka kemejanya yang dilemparkan ke sudut kamar, kemudian secara cepat dia melepaskan celana panjangnya, sehingga sekarang dia hanya memakai CD saja. Aku agak ngeri juga melihat badannya yang tinggi besar itu tidak berpakaian. Akan tetapi ketika tatapan mataku secara tak sengaja melihat ke bawah, aku sangat terkejut melihat tonjolan besar yang masih tertutup oleh CD-nya, mencuat ke depan. Kedua tangan Om Bayu mulai menarik CD-nya ke bawah secara perlahan-lahan, sambil matanya terus menatapku.</p>
<p>Pada waktu badannya membungkuk untuk mengeluarkan CD-nya dari kedua kakinya, aku belum melihat apa-apa, akan tetapi begitu Om Bayu berdiri tegak, darahku mendadak serasa berhenti mengalir dan mukaku menjadi pucat karena terkejut melihat benda yang berada diantara kedua paha atas Om Bayu. Benda tersebut bulat, panjang dan besar dengan bagian ujungnya yang membesar bulat berbentuk topi baja tentara. Benda bulat panjang tersebut berdiri tegak menantang ke arahku, panjangnya kurang lebih 20 cm dengan lingkaran sebesar 6 cm bagian batangnya dilingkarin urat yang menonjol berwarna biru, bagian ujung kepalanya membulat besar dengan warna merah kehitam-hitaman mengkilat dan pada bagian tengahnya berlubang dimana terlihat ada cairan pada ujungnya. Rupanya begitu yang disebut kemaluan laki-laki, tampaknya menyeramkan. Aku menjadi ngeri, sambil menduga-duga, apa yang akan dilakukan Om Bayu terhadapku dengan kemaluannya itu.</p>
<p>Melihat ekspresi mukaku itu, Om Bayu hanya tersenyum-senyum saja dan tangan kirinya memegang batang kemaluannya, sedangkan tangan kanannya mengelus-elus bagian kepala kemaluannya yang kelihatan makin mengkilap saja. Om Bayu kemudian berjalan mendekat ke arahku yang masih telentang lemas di atas tempat tidur. Kemudian Om Bayu menarik kedua kakiku, sehingga menjulur ke lantai sedangkan pantatku berada tepat di tepi tempat tidur. Kedua kakiku dipentangkannya, sehingga kedua pahaku sekarang terbuka lebar. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, karena badanku masih terasa lemas. Mataku hanya bisa mengikuti apa yang sedang dilakukan oleh Om Bayu.</p>
<p>Kemudian dia mendekat dan berdiri tepat diantara kedua pahaku yang sudah terbuka lebar itu. Dengan berlutut di lantai di antara kedua pahaku, kemaluannya tepat berhadapan dengan kemaluanku yang telah terpentang itu. Tangan kirinya memegang pinggulku dan tangan kanannya memegang batang kemaluannya. Kemudian Om Bayu menempatkan kepala kemaluannya pada bibir kemaluanku yang belahannya kecil dan masih tertutup rapat. Kepala kemaluannya yang besar itu mulai digosok-gosokannya sepanjang bibir kemaluanku, sambil ditekannya perlahan-lahan. Suatu perasaan aneh mulai menjalar ke keseluruhan tubuhku, badanku terasa panas dan kemaluanku terasa mulai mengembung. Aku agak menggeliat-geliat kegelian atas perbuatan Om Bayu itu dan rupanya reaksiku itu makin membuat Om Bayu makin terangsang. Dengan mesra Om Bayu memelukku, lalu mengecup bibirku.</p>
<p>&#8220;Gimana Rin&#8230; nikmat kan&#8230;?&#8221;, bisik Om Bayu mesra di telingaku, namun aku sudah tak mampu menjawabnya. Nafasku tinggal satu-satu, aku hanya bisa mengangguk sambil tersipu malu. Aku sudah tidak berdaya diperlakukan begini oleh Om Bayu dan tidak pernah kusangka, karena sehari-hari Om Bayu sangat sopan dan ramah.</p>
<p>Selanjutnya tangan Om Bayu yang satu merangkul pundakku dan yang satu di bawah memegang penisnya sambil digosok-gosokkan ke bibir kemaluanku. Hal ini makin membuatku menjadi lemas ketika merasakan kemaluan yang besar menyentuh bibir kemaluanku. Aku merasa takut tapi kalah dengan nikmatnya permainan Om Bayu, di samping pula ada perasaan bingung yang melanda pikiranku. Kemaluan Om Bayu yang besar itu sudah amat keras dan kakiku makin direnggangkan oleh Om Bayu sambil salah satu dari pahaku diangkat sedikit ke atas. Aku benar-benar setengah sadar dan pasrah tanpa bisa berbuat apa-apa. Kepala kemaluannya mulai ditekan masuk ke dalam lubang kemaluanku dan dengan sisa tenaga yang ada, aku mencoba mendorong badan Om Bayu untuk menahan masuknya kemaluannya itu, tapi Om Bayu bilang tidak akan dimasukkan semua cuma ditempelkan saja. Saya membiarkan kemaluannya itu ditempelkan di bibir kemaluanku.</p>
<p>Tapi selang tak lama kemudian perlahan-lahan kemaluannya itu ditekan-tekan ke dalam lubang vaginaku, sampai kepala penisnya sedikit masuk ke bibir dan lubang vaginaku. Kemaluanku menjadi sangat basah, dengan sekali dorong kepala penis Om Bayu ini masuk ke dalam lubang vaginaku. Gerakan ini membuatku terkejut karena tidak menyangka Om Bayu akan memasukan penisnya ke dalam kemaluanku seperti apa yang dikatakan olehnya. Sodokan penis Om Bayu ini membuat kemaluanku terasa mengembang dan sedikit sakit. Seluruh kepala penis Om Bayu sudah berada di dalam lubang kemaluanku dan selanjutnya Om Bayu mulai menggerakkan kepala penisnya masuk dan keluar dan selang sesaat aku mulai menjadi biasa lagi. Perasaan nikmat mulai menjalar ke seluruh tubuhku, terasa ada yang mengganjal dan membuat kemaluanku serasa penuh dan besar.</p>
<p>Tanpa sadar dari mulutku keluar suara, &#8220;Ssshh&#8230; ssshh&#8230; aahh… ooohh&#8230; Ooomm&#8230; Ooomm&#8230; eennaak&#8230; eennaak… !&#8221;</p>
<p>Aku mulai terlena saking nikmatnya dan pada saat itu, tiba-tiba Om Bayu mendorong penisnya dengan cepat dan kuat, sehingga penisnya menerobos masuk lebih dalam lagi dan merobek selaput daraku dan akupun menjerit karena terasa sakit pada bagian dalam vaginaku oleh penis Om Bayu yang terasa membelah kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Aadduuhh&#8230; saakkiiitt&#8230; Ooomm&#8230; sttooopp… sttooopp&#8230; jaangaan&#8230; diterusin&#8221;, aku meratap dan kedua tanganku mencoba mendorong badan Om Bayu, tapi sia-sia saja.</p>
<p>Om Bayu mencium bibirku dan tangannya yang lain mengelus-elus buah dadaku untuk menutupi teriakan dan menenangkanku. Tangannya yang lain menahan bahuku sehingga aku tidak dapat berkutik. Badanku hanya bisa menggeliat-geliat dan pantatku kucoba menarik ke atas tempat tidur untuk menghindari tekanan penis Om Bayu ke dalam liang vaginaku. Tapi karena tangan Om Bayu menahan pundakku maka aku tidak dapat menghindari masuknya penis Om Bayu lebih dalam ke liang vaginaku. Rasa sakit masih terasa olehku dan Om Bayu membiarkan penisnya diam saja tanpa bergerak sama sekali untuk membuat kemaluanku terbiasa dengan penisnya yang besar itu.</p>
<p>&#8220;Om&#8230; kenapa dimasukkan semua… kan&#8230; janjinya hanya digosok-gosok saja?&#8221;, kataku dengan memelas, tapi Om Bayu tidak bilang apa-apa hanya senyum-senyum saja.</p>
<p>Aku merasakan kemaluan Om Bayu itu terasa besar dan mengganjal rasanya memadati seluruh relung-relung di dalam vaginaku. Serasa sampai ke perutku karena panjangnya penis Om Bayu tersebut. Waktu saya mulai tenang, Om Bayu kemudian mulai memainkan pinggulnya maju mundur sehingga penisnya memompa kemaluanku. Badanku tersentak-sentak dan menggelepar-gelepar, sedang dari mulutku hanya bisa keluar suara, &#8220;Ssshh&#8230; ssshh&#8230; ooohh&#8230; ooohh…&#8221;</p>
<p>Dan tiba-tiba perasaan dahsyat melanda keseluruhan tubuhku. Bayangan hitam menutupi seluruh pandanganku. Sesaat kemudian kilatan cahaya serasa berpendar di mataku. Sensasi itu sudah tidak bisa dikendalikan lagi oleh pikiran normalku. Seluruh tubuhku diliputi sensasi yang siap meledak. Buah dadaku terasa mengeras dan puting susuku menegang ketika sensasi itu kian menguat, membuat tubuhku terlonjak-lonjak di atas tempat tidur. Seluruh tubuhku meledak dalam sensasi, jari-jariku menggengam alas tempat tidur erat-erat. Tubuhku bergetar, mengejang, meronta di bawah tekanan tubuh Om Bayu ketika aku mengalami orgasme yang dahsyat. Aku merasakan kenikmatan berdesir dari vaginaku, menghantarkan rasa nikmat ke seluruh tubuhku selama beberapa detik. Terasa tubuhku melayang-layang dan tak lama kemudian terasa terhempas lemas tak berdaya, tergeletak lemah di atas tempat tidur dengan kedua tangan yang terentang dan kedua kaki terkangkang menjulur di lantai.</p>
<p>Melihat keadaanku, Om Bayu makin terangsang. Dengan ganasnya dia mendorong pantatnya menekan pinggulku rapat-rapat sehingga seluruh batang penisnya terbenam dalam kemaluanku. Aku hanya bisa menggeliat lemah karena setiap tekanan yang dilakukannya, terasa clitorisku tertekan dan tergesek-gesek oleh batang penisnya yang besar dan berurat itu. Hal ini menimbulkan kegelian yang tidak terperikan. Hampir sejam lamanya Om Bayu mempermainkanku sesuka hatinya. Dan saat itu pula aku beberapa kali mengalami orgasme. Dan setiap itu terjadi, selama 1 menit aku merasakan vaginaku berdenyut-denyut dan menghisap kuat penis Om Bayu, sampai akhirnya pada suatu saat Om Bayu berbisik dengan sedikit tertahan.</p>
<p>&#8220;Ooohh&#8230; Riiinn&#8230; Riiinnn&#8230; aakkuu&#8230; maau&#8230; keluar!.. Ooohh&#8230; aahh&#8230; hhmm&#8230; ooouuhh!&#8221;.</p>
<p>Tiba-tiba Om Bayu bangkit dan mengeluarkan penisnya dari vaginaku. Sedetik kemudian… cret&#8230; crett&#8230; crett… spermanya berloncatan dan tumpah tepat di atas perutku. Tangannya dengan gerakan sangat cepat mengocok-ngocok batang penisnya seolah ingin mengeluarkan semua spermanya tanpa sisa.</p>
<p>&#8220;Aahh&#8230;&#8221;, Om Bayu mendesis panjang dan kemudian menarik napas lega.</p>
<p>Dibersihkannya sperma yang tumpah di perutku. Setelah itu kami tergolek lemas sambil mengatur napas kami yang masih agak memburu sewaktu mendaki puncak kenikmatan tadi. Dipandanginya wajahku yang masih berpeluh untuk kemudian disekanya. Dikecupnya lembut bibirku dan tersenyum.</p>
<p>&#8220;Terima kasih sayang&#8230;&#8221;, bisik Om Bayu dengan mesra. Dan akhirnya aku yang sudah amat lemas terlelap di pelukan Om Bayu.</p>
<p>Setelah kejadian itu, pada mulanya aku benar-benar merasa gamang. Perasaan-perasaan aneh berkecamuk dalam diriku, walaupun ketika waktu itu, saat aku bangun dari tidurku Om Bayu telah berupaya menenangkanku dengan lembut. Namun entah kenapa, setelah beberapa hari kemudian, kok rasanya aku jadi kepengin lagi. Memang kalau diingat-ingat sebenarnya nikmat juga sih. Jadi sepulang sekolah aku mampir ke rumah Om Bayu, tentu saja aku malu mengatakannya. Aku hanya pura-pura ngobrol kesana kemari, sampai akhirnya Om Bayu menawarkan lagi untuk main-main seperti kemarin dulu, barulah aku menjawabnya dengan mengangguk malu-malu. Begitulah kisah pengalamanku, ketika pertama kalinya aku merasakan kenikmatan hubungan seks.</p>
<p>Demikian cerita kami, nantikan lagi cerita-<a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> yang lain yang tentunya lebih baru dan segar.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gara-gara Foto Telanjang'>Gara-gara Foto Telanjang</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-maen-dokter-dokteran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seks Ibu Rumah Tangga</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Jan 2010 19:32:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[ibu menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[menyusui]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan ibu rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=260</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum melanjutkan Cerita Dewasa saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.
Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum melanjutkan <strong>Cerita Dewasa</strong> saya ingin bercerita sedikit tentang reaksi saya melihat ibu menyusui sebelum cerita ini bermula, Entah kenapa setiap melihat ibu menyusui saya jadi kepengen ikut nyusu, dan akhirnya keinginan itupun terwujud.</p>
<p>Hampir tiap sore beberapa minggu ini, kegemaraanku untuk bersepeda ke lingkungan tempat tinggalku muncul kembali. Kesehatan memang salah satu alasan kenapa hal ini sering aku lakukan sekarang, namun ada alasan lain yang kemudian menjadi alasan utamaku yaitu seorang cewek atau lebih tepatnya seorang ibu Rumah tangga/tante di salah satu daerahku. Mbak Dewi, begitulah aku sering memanggilnya. Perawakan dengan tinggi 168 cm, berwajah khas orang kota gudeg dan padat berisi khas seorang ibu-ibu muda jaman sekarang. Aku, Dana, seorang mahasiswa tingkat akhir di salah satu perguruan tinggi ternama di Indo.</p>
<p>Langsung aja <a href="http://cerita.modelperawan.com">Cerita dewasa</a> nya ya?<br />
Saat aku bersepeda, aku selalu bertemu dengan mbak dewi, dia selalu menggendong anaknya yang masih berumur 2 tahun di sebuah SD dekat rumahku sambil menyuapi makanan ke anaknya. Dan sering pula aku memergoki mbak Dewi sedang menyusui anaknya tersebut, pemandangan itulah yang membuat saya sangat betah untuk melihatnya. Mbak Dewi tanpa malu-malu menyusui anaknya di tempat umum dan dilihat olehku. Sering pas aku melihat prosesi tersebut, dia malah tersenyum kepadaku.<br />
”Wah ada tanda-tanda<span id="more-260"></span> sesuatu ini” pikirku<br />
Dasar otak ngeres, yang dipikir pasti yang itu-itu aja..hehe<br />
Malah kadang aku ngerasa dia sengaja memamerkan payudaranya kepadaku, yaitu waktu menyusui kadang dia membuka hampir separuh kancing bajunya sehingga telihat dua buah dadanya yang mengkal itu. Dan setelah beberapa lama aku baru tahu kalo ukurannya 34C. BH yang dia pakai tiap hari selalu membuatku merasa bahwa payudaranya semakin hari semakin merangsang saja. Kadang hitam, pink, merah, biru, ungu dan yang paling aku suka yaitu bentuk BH yang mempunyai renda. Hot banget rasanya.</p>
<p>Suatu ketika, aku beranikan diri untuk berbincang dengannya. Hari itu dia sedang memakai baju seperti baju tidur berwarna biru laut dengan rok longgar berwarna putih. Masih kayak anak muda aja deh walau umurnya telah menginjak kepala 3.<br />
”apa kabar mbak??lagi asyik ngapain ne??” tanyaku<br />
”ini dek, biasa nyuapin Didi sambil jalan-jalan”<br />
”sekalian nyari udara segar sore hari”lanjutnya..<br />
”wah sehat banget keliatannya mbak anaknya, pasti makannya banyak ya?”<br />
”ga juga si Dan, Cuma nyusunya itu loh, kenceng banget.”timpalnya<br />
Otakku yang ngeres langsung de mengarah ke hal yang iya iya&#8230;<br />
”wah susu yang mana ne mbak??” tanyaku sambil tersenyum mupeng.<br />
“ya susu botol dan susu ini.”sambil dia memegang payudaranya sendiri.<br />
“Glek, wah mau dong mbak minta susunya, biar aku juga sehat.” Hehehe sambil cengenges2an…..<br />
“wah susu yang mana ne dan, klo susu botol kan ga mungkin toh kamu uda besar.”<br />
”jangan-jangan yang ini ya??” sambil senyum juga mbak Dewi ini<br />
Wuiih&#8230;berani juga ne mbak Dewi, langsung aja de gue jawabh dengan ketawa juga ”emang bole ya mbak??”<br />
Tiba-tiba si Didi merengek dan minta susu ke Ibunya..” bentar ya Dan, Didi minta tetek ni.” sambil dia buka kancing baju 3 biji dan ngeluarin kedua teteknya yang masih terbungkus BH warna hitam berenda itu.Wah pucuk dicinta ulam pun tiba, akirnya bisa ngeliat dari dekat prosesi ini. Tetek mbak Dewi sangat indah ternyata, apalagi BH yang dipakai sangat kontras dengan kulitnya yang kuning langsat dan yang paling aku sukai ”BHnya berenda cuy”&#8230;.yes yes yes<br />
Begitu teteknya terbuka satu, langsung de si Didi menyerobotnya dengan cepat dan menghisap dengan kencang.</p>
<p>”pelan-pelan sayang, nanti tersedak lho” sambil mbak Dewi mengocok-ngocok teteknya yang sudah dikenyot anaknya itu.<br />
Wah jadi mupeng ne, putingnya yang coklat dan agak besar sempat terlihat sekilas oleh mataku. ”Dedek yang dibawah sudah mulai berontak ne, gawat” batinku<br />
Waktu itu kami berada di pinggir lapangan sebuah SD, tepatnya di tempat duduk di luar kelas yang terletak dipojokan gedung. Mbak dewi tiba-tiba meminta anaknya untuk berganti posisi agar anaknya mengenyot tetek yang satunya. (uda abis mungkin yang kiri??) Tetek yang uda selesai diisep anaknya dibiarkan menggantung bebas, ”Duh otong uda ga kuat ne, uda berdiri tegak didalam celana dan membuat aku jadi salting. Mbak dewi ternyata melihat gelagat anehku ini.<br />
”Kamu kenapa Dan??” tanyanya<br />
Dengan terkaget aku menjawab “anu..emm..eh ngga papa kok mbak.”<br />
“jangan bohong kamu Dan, kamu pengen ya??”<br />
Duh makin tegang aja dengan pertanyaan seperti ini. Tapi karena amin telah mengalahkan iman maka akupun jawab ”emangnya bole ya mbak? Nanti ada yang marah?”<br />
”ya asal ga rebutan sama Didi ya ga papa.”<br />
Wah bener-bener beruntung ne hari ini&#8230;.”maksudnya Mbak?”sok sok belagak bego ne gue.</p>
<p>Sambil memutar-mutar teteknya yang sebelah kiri dia bilang ”ayo sini aja, masih ada satu kok.”<br />
”tapi pelan pelan ya, si Didi mau tidur ni kayaknya” lanjutnya.<br />
Langsung aja gua deketin mbak Dewi, pertama-tama gue masih ragu, namun dia terus menarik tanganku untuk menyentuh bukit yang indah itu.<br />
”jangan malu Dan&#8230;”sambil menyentuhkan tanganku ke buah dadanya itu..<br />
Ku elus-elus tetek itu dengan lembut, seru juga ya mainin tetek cewek yang menyusui sambil ada anaknya yang sedang netek. (ukurannya itu lho, manteb gan!!) Waduw kayak threesome aja, tapi yang satu masi anak-anak. Lama kelamaan remesanku terhadap teteknya ternyata membuatnya ON, terus gue beranikan untuk mencium putting yang imut itu.<br />
“mas di sebelah sana aja yuk?”dengan menunjuk sebuah pelataran kecil di pojok gedung dengan lokasi agak ke belakan.wah seru juga ne tempatnya..<br />
“ayo mas dilanjut lagi.” Ajaknya<br />
“mbak dibuka aja de bajunya, biar lebih leluasa.”pintaku<br />
Akirnya dia membuka baju itu dengan mudah karena tinggal beberapa kancing saja yang belum terbuka. Dengan BH yang masih menempel diatas teteknya, aku mulai mengisap, memilin, menjilat dan memainkan dengan lidahku. Tanganya mulai bereaksi terhadapku, menelusurlah tangan kirinya ke selangkanganku. Mulailah dia mengelus dari luar, kemudian tak berapa lama telah masuk ke dalam celana kolorku. Di tempat itu, terdapat sumur dengan sedikit lantai kering berbahan beton yang hangat karena terkena sinar matahari seharian. Dengan perlahan aku rebahkan dia di lantai tersebut dengan Didi masih mengenyot teteknya yang kanan tanpa terusik sedikitpun. Dia memintaku melepas celana dan baju yang kupakai sehingga hanya tertinggal celdam GTman ku yang menempel. Langsung akupun rebahan di samping mbak Dewi sambil saling berciuman. Ganas juga ciumannya, lidah kami saling bertemu, mulut pun beradu sambil tangan kiriku bergerilya di dalam roknya. Bergantian aku mencium bibir dan teteknya itu sambil tangan kiri mengelus gundukan selangkangannya. Tangan kananku tak mau kalah mulai melepas kaitan BH yang masih menempel itu. Mbak Dewi juga makin liar mengelus dedekku dari luar celana dalam, kemudian karena tidak puas dia masuk ke dalam celana dalamku dan mengelus+mengocok dedekku..mantap bener rasanya, namanya juga uda pengalam kali ya?<br />
”Dan, mbak ga bisa bangun ne, jadi tolong bukain celana dalammu ya?”<br />
Langsung kubuka celana dalamku sambil berdiri. Kulihat dia tersenyum menatapku, ketika terlepas, menyembullah dedek yang sudah tegang ini.</p>
<p>”gede banget Dan?punya suami mbak aja kalah”<br />
Dedek ku masih standar dengan ukuran 17cm, namun gendut dari pangkal ke ujung.<br />
”masak si mbak?”tanyaku..<br />
”mbak, aku bole minta diemut ga dedeknya?”<br />
Sambil senyum dia mengangguk tanda mengiyakan. Aku arahkan dedekku ke mulutnya, dan langsung dijilati pelan-pelan sampai dia menelannya. Tanganku tak mau menganggur, aku raih tetek yang kanan dan dengan sedikit susah payah aku jangkau celana dalamnya yang berwarna hitam berenda pula, kemudian aku lepaskan namun dengan rok yang masih terpakai. Sambil terus menjilat dan mengulum dedekku, aku terkagum melihat vaginanya yang tercukur mulus dengan bibir merah dan sedikit menjulurkan kulitnya keluar, langsung saja aku memposisikan diri membentuk angka 69. dengan perlahan aku menjilat bibir vaginanya, aku julur-julurkan lidah ini kedalamnya secara perlahan. Sengaja aku memancing nafsunya agar terus naik, terlihat dari cara dia mengulum dedekku yang semakin liar. Disedot-sedot dengan kenceng ddedek ini sampai tertelan semuanya, ”wah hebat ne, dedekku sampai bisa ditelan abis” pikirku.</p>
<p>Jariku mulai ikut campur dengan lidahku, mulai aku masukkan sedikit ujung telunjukku ke miss V nya dengan terus menjilat, aku ga mau merusak vagina yang indah ini dengan tanganku. Hanya dedekku yang hanya boleh masuk lebih dalam lagi. Lenguhan mbak dewi yang terangsang dengan aksiku terdengar cukup keras, untung daerah tersebut sepi dan jarang dilewati orang. Anaknya, Didi, gak merasa terganggu dengan lenguhan mamanya itu namun tetap tertidur, mungkin ngantuk berat kali??hehehe tanpa terasa vaginanya uda basah banget dan tak berapa lama cairan benih agak putih keluar dari lubang surga tersebut, tubuh mbak Dewi agak terhentak dan mulutnya terasa sedikit menggigit dedekku. ”Pasti dia uda sampai duluan ni?” pikirku dalam hati. Aku hentikan aksiku dan aku cabut juga dedekku dari mulutnya, mbak Dewi terlihat sedikit lemas namun tetap tersenyum penuh gairah terhadapku. Aku sudah sangat terangsang dan pengen memasukkan dedek ini ke sarangnya, begitu juga mbak Dewi yang begitu terangsang melihat dedekku.</p>
<p>”mbak, aku bole masukin ne?”tanyaku<br />
Dia hanya mengangguk dan tersenyum padaku. Aku lebarkan pahanya itu, dengan agak menindih aku masukkan sedikit demi sedikit dedekku ini. Aku resapi tiap jengkal kenikmatan surga ini, belum sampai setengah mbak dewi terlihat sedikit meringis.<br />
” Pelan-pelan Dan&#8230;agak sesak ne rasanya..”<br />
”Dan&#8230;besar sekali punyamu, tapi nikmat banget Dan!”<br />
”terus Dan&#8230;..”sambil menggigit bibirnya<br />
Setelah masuk seluruhnya, aku genjot dia dengan posisi MOT dan sambil aku push-up mantep banget, rasanya dalem banget dedek ini menusuknya. Mulutku tak mau kalah, mencium dan mengemut teteknya secara bergantian. Hampir 15 menit kami dalam posisi seperti ini, karena sedikit lelah akupun berubah posisi. Aku cabut dengan cepet dedekku, serr sensasinya ruaar biasa. Kemudian aku rebahkan badan ku disampingnya dan miring kekanan, aku angkat kaki kirinya ke atas kemudian dari samping aku masukkan dedekku lagi. BLESSS&#8230;.dedek ini telah tenggelam lagi kedalam lubang surgawi, aku goyang pelan, sedikit bertenaga dan kenceng&#8230;..sambil mulut ini beradu dan tangan kiriku meremas puting tetek sebelah kiri. Lagi asik-asiknya tiba-tiba anaknya terbangun.</p>
<p>”Duh gawat ne?” kataku dalam hati. Namun mbak Dewi langsung mengelus anaknya dan mendekapnya agar tetap diam dan akirnya Didipun tertidur kembali sambil netek. Wah lengkap sudah yang mbak Dewi rasakan, uda yang bawah diganjal ama dedekku, kedua teteknya ada yang ngenyot dan mulut juga bergantian aku lumat. Erangannya semakin kuat hampir menuju puncaknya, akupun merasakan ada sesuatu yang mau menyembur dari ujung dedekku. Semakin ku percepat gerakan dedekku ke dalam vaginanya, semakin liar juga kami berciuman dan semakin ganas tanganku meremas teteknya. Setelah hampir 20 menit dalam posisi tersebut tiba-tiba aku ngerasa uda hampir sampai.<br />
”Mbak aku mau keluar ne..”<br />
”aku juga Dan, bareng ya&#8230;”pintanya<br />
Aku terus mnggoyangkan dedekku dengan makin cepat, 5 menit kemudian aku sudah tak tahan lagi.<br />
”Mbak&#8230;.k&#8230;k&#8230;.aku keluarrrrrrr”<br />
”aku juga dek&#8230;k..k&#8230;”<br />
Crot..Crot..Crot&#8230;Crot&#8230;tumpahlah semua maniku ke dalam vaginanya.ahhh&#8230;..nikmat banget rasanya, sampai ke ubun-ubun rasa nikmat itu. Tapi walau uda keluar aku tetap membiarkan dedekku di dalam vaginanya. Kami masih saling berpagutan lembut menikmati tiap centi kenikmatan yang telah kami lewati., tanganku juga masih mengelus teteknya, anaknya juga masih mengenyot tetek yang satunya secara perlahan.<br />
”Makasih ya Dan&#8230;.sensasi ini belum pernah aku dapatkan.”<br />
”sama sama mbak, makasih juga uda diberi kehormatan mencicipi tubuh mbak.”<br />
”udah lama aku pengen ama mbak setiap kulihat mbak neteki disini”<br />
”nakal kamu ya Dan!!”<br />
”mbak juga sengaja si ngeluarin tetek kok sampe dua duanya. Hehehehe”<br />
Aku cabut dedekku, ”Ploop..” bunyinya. Setelah itu aku bangun dan memakai semua bajuku, aku kenakan lagi celana dalam mbak Dewi sambil aku berikan kecupan kecil di bibir vaginanya. ”uhh&#8230;..”lenguh mbak Dewi. Diapun mengaitkan Bhnya tanpa memakai dulu karena Didi masih netek. Kamipun masih berbincang, dan aku masih merasa pengen menghisap teteknya. Mbak Dewi mempersilahkan aku untuk tetap mencium teteknya&#8230;sampai menjelang senja akirnya kami keluar dari SD tersebut dengan Didi yang mulai terbangun. Kami pun berjanji akan mengulangnya kembali. Sungguh sensasi yang luar biasa dari seorang wanita menyusui.</p>
<p>Demikian seks saya dengan seorang ibu menyusui, Seks dengan ibu rumah tangga biasa yang sebelumnya hanya khayalan dan akhirnya menjadi sebuah kenyataan.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/seks-ibu-rumah-tangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>55</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita selingkuh Pertamaku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Cerita selingkuh sudah banyak dalam cerita dewasa kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. 
Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Selingkuh dengan teman istriku'>Selingkuh dengan teman istriku</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita selingkuh sudah banyak dalam <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. </p>
<p>Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun, namaku&#8230;katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19 Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting di web idola.</p>
<p>Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang<span id="more-257"></span> mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak, namanya&#8230;katakan andy, berasal dari jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang. Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta)&#8230;mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.</p>
<p>Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.<br />
Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil&#8230;notebook..?), dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu andy meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb, tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal&#8230;akhirnya aku juga ikut tertawa.<br />
Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web&#8230;dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar&#8230;.sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana&#8230;, tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb, tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex sampai <a href="http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/">telanjang</a> bulat, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek&#8230;.</p>
<p>Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 18 &#8211; 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku. Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy mendesis desis&#8230;entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil&#8230;</p>
<p>Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi&#8230;ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.</p>
<p>Sampai disini mas <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/">cerita selingkuh</a> ku yang memiliki aroma selingkuh yang baru, belum berpengalaman dan sangat menegangkan bagi aku. </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Selingkuh dengan teman istriku'>Selingkuh dengan teman istriku</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hangatnya Tubuh Bu Misye</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 10:43:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita stw]]></category>
		<category><![CDATA[memek ibu]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa ibu-ibu]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot stw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya cerita ini adalah cerita dewasa tentang pemerkosaan, tapi karena akhir dari cerita ini si ibu Misye ikut menikmati akhirnya cerita ini kami masukkan dalam kategori cerita setengah baya, dan semoga dapat menjadi pelajaran bagi ibu setengah baya dalam perjalanan, baik itu pulang kantor atau kepasar.
Bu Misye dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja terpaksa [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya cerita ini adalah <strong>cerita dewasa</strong> tentang pemerkosaan, tapi karena akhir dari cerita ini si ibu Misye ikut menikmati akhirnya cerita ini kami masukkan dalam kategori <a href="http://cerita.modelperawan.com/category/setengah-baya/">cerita setengah baya</a>, dan semoga dapat menjadi pelajaran bagi ibu setengah baya dalam perjalanan, baik itu pulang kantor atau kepasar.</p>
<p>Bu Misye dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja terpaksa berteduh karena dia tidak membawa jas hujan. Bu Misye berteduh di sebuah bangunan yang belum jadi namun sudah beratap. Setelah menyandarkan motornya Bu Misye mencari tepat duduk dan ternyata ada sebuah kursi panjang. Pakaian yang dikenakan suadah basah semua, Bu Misye sebelumnya berniat untuk tidak berteduh namun karena hujannya semakin lebat dan disertai angin dan petir maka ia memutuskan untuk berteduh, walaupun dalam hatinya cemas karena hari sudah menjelang gelap namun tanda-tanda hujan akan reda belum muncul.</p>
<p>Belum lama duduk datang seorang pemuda tanggung yang juga akan berteduh. Setelah menyandarkan Tiger yang dipakainya, pemuda itu cepat-cepat masuk ke bangunan yang belum jadi tersebut. Bu Misye pertama agak khawatir dengan pemuda tersebut namun akhirnya kekhawatirannya akhirnya hilang karena melihat penampilannya juga keramahannya. Bu Misye melempar senyum dibalas dengan senyum oleh<span id="more-254"></span> pemuda tersebut.</p>
<p>Pemuda tanggung tersebut berkulit putih bersih dan wajah yang diakui oleh Bu Misye memang tampan. Pemuda tersebut duduk di kursi panjang agak berjauhan letaknya dengan Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Cuma sendirian Bu?&#8221; pemuda tersebut memulai pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Iya Dik&#8221; Bu Misye menjawab.</p>
<p>&#8220;Adik dari mana?&#8221; lanjutnya.</p>
<p>&#8220;Dari rumah teman, sedang Ibu sendiri dari mana?&#8221; pemuda itu menyambung.</p>
<p>&#8220;Dari tempat kerja Dik&#8221; Bu Misye menjawab.</p>
<p>&#8220;Koq sampai sore Ibu, memang tidak dijemput oleh suami atau putra Ibu?&#8221; pemuda tersebut kembali bertanya.</p>
<p>&#8220;Ndak Dik.. walau udah tua Ibu berusaha sendiri lagian anak-anak Ibu udah berkeluarga semua&#8221; Bu Misye menyahut.</p>
<p>&#8220;Eh Adik masih kuliah kelihatannya, nama Adik siapa biar enak kalau manggilnya&#8221; lanjut Bu Misye, walau dalam hatinya dia agak bingung kenapa harus bertanya namanya.</p>
<p>&#8220;Iwan Ibu, masih kuliah semester pertama, nama Ibu?&#8221; jawab pemuda tersebut.</p>
<p>&#8220;Misye&#8221; jawab Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Ibu umurnya berapa koq ngakunya sudah tua?&#8221; Iwan bertanya.</p>
<p>&#8220;Udah hampir limapuluh Dik Iwan&#8221; jawab Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Koq masih keliatan lebih muda dari usia Bu Misye lho?&#8221; lanjut Iwan.</p>
<p>Pembicaraan terhenti sebentar. Baju yang dipakai oleh Bu Misye yang basah secara jelas mencetak buah dadanya yang sekal terbungkus oleh BH hitam yang keliatan sangat menantang di usianya. Rambutnya yang teruarai lurus sebahu tampak basah juga. Kulitnya yang putih tampak titik air yang masih membasahinya. Iwan terus memandangi tubuh yang Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Tubuh Ibu masih bagus lho, Bu Misye tentu sangat bisa merawat tubuh&#8221; tiba-tiba Iwan memecah kesunyian.</p>
<p>Bu Misye agak kaget dengan pertanyaan Iwan. Dia agak tersinggung dengan pertannyan itu apalagi mata Iwan yang tidak lepas dari dadanya. Anak ini ternyata agak kurang ajar.</p>
<p>Belum lagi keterkejutannya hilang, Iwan berkata lagi, &#8220;Tentu suami <a href="http://cerita.modelperawan.com/ngentot-mamaku-sendiri/">Ibu sendiri</a> sangat sengan dengan istri yang secantik dan semolek Bu Misye&#8221; Iwan berkata sambil meremas-remas kemaluannya yang masih dibungkus celananya.</p>
<p>Melihat situasi yang kurang baik itu, Bu Misye tidak menjawab, dia langsung berdiri menuju ke motornya walaupun hujan tampaknya semakin menjadi-jadi. Namun tangan Iwan lebih dulu menyahut tangan Bu Misye. Bu Misye semakin marah.</p>
<p>&#8220;Kau mau apa haa?&#8221; hardiknya.</p>
<p>&#8220;Hujan masih lebat, sedang kita cuma berdua.. saya menginginkan Ibu&#8221; sahut Iwan dengan santainya sambil merangkul Bu Misye dari belakang.</p>
<p>&#8220;Menginginkan apa?&#8221; Bu Misye agak berteriak sambil berusaha melepaskan pelukan Iwan.</p>
<p>&#8220;Menginginkan tubuh Ibu..&#8221; Iwan berkata sambil tangannya beraksi menggerayangi tubuh Bu Misye dari belakang.</p>
<p>&#8220;Jangan Dik Iwan.. apa kamu nggak merasa umurku.. sebaya dengan ibumu&#8221; Bu Misye berusaha untuk mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Justru itu saya suka&#8221; Iwan menyahut.</p>
<p>Tangan kirinya merangkul Bu Misye dari belakang, tangan kananya berusaha menyingkap rok yang dipakai Bu Misye setelah tersingkap ke atas Iwan mengeluarkan penisnya yang sudah keras berdiri. Tak ketinggalan CD yang dipakai oleh Bu Misye dipelorotkan ke bawah.</p>
<p>Tangan Iwan meraba-raba memek Bu Misye yang ditumbuhi oleh jembut yang rimbun. Jarinya berusaha masuk ke lubang kenikmatan Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Dik Iwan.. To.. long.. hentika.. ka.. ka.. ka.. mu nggak se.. harusnya mela.. kuka.. ini.. Dik Iwan Iwan..&#8221; Bu Misye berusaha mengingatkan lagi dengan terbata-bata.</p>
<p>&#8220;Ah.. Jangan.. Dik Iwan.. Ibu.. sudah tua.. ingat..&#8221; tambahnya lagi.</p>
<p>Iwan tidak menggubris kata-kata Bu Misye jarinya sudah masuk ke vagina Bu Misye dan bermain-main di dalamnya. Kemudian Iwan berusaha membalikkan tubuh Bu Misye, setelah itu dengan kasar Iwan mendorong tubuh molek itu sehingga jatuh terjerebab ke tanah. Dengan posisi duduk mengkangkang Bu Misye berusaha bangkit lagi dari duduknya. Pahanya yang mulus tersingkap sampai ke pangkalnya. Pakaian bagian atas acak-acakkan tampak sebagian kutang warna hitam yang seolah tak mampu menahan volume buah dada indah Bu Misye.</p>
<p>Belum sempat berdiri Iwan berkata sambil melepaskan celana dan bajunya, &#8220;Bu Misye, anda berteriakpun tak akan ada orang yang mendengar.. tempat ini agak jauh dari rumah penduduk sebaiknya Bu Misye tidak usah macam-macam&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku tak kan sudi melayani kamu.. anak muda&#8221; Bu Misye setengah berteriak.</p>
<p>&#8220;Sudah jangan banyak bicara lepaskan pakaianmu.. cepat.. daripada aku menyakiti Ibu&#8221; sahut Iwan sambil melepaskan celana dalamnya, tampak batang kontolnya yang sudah mengacung keras.</p>
<p>Airmata Bu Misye mulai berlinang. Dia merasa sangat ketakutan dan galau hatinya. Dia merasa tak berharga dihadapan anak muda yang pantas menjadi anaknya. Dia juga merasa menyesal berteduh di tempat itu, dia merasa juga menyesali pakaian kerja yang sering ia kenakan. Rok yang terlalu tinggi dan baju yang transparan yang memperlihatkan BHnya yang seakan tidak muat menahan buah dadanya, sehingga membuat para lelaki yang menatapnya seolah menelanjanginya. Namun dalam hatinya berkata juga bahwa baru sekarang dia melihat kemaluan lelaki yang besar, ****** suaminya tidak sebesar itu. Darahnya berdesir kencang.</p>
<p>Belum hilang keterpanaannya sudah dikejutkan oleh suara Iwan lagi, &#8220;Cepatt! Sudah nggak tahan nih..&#8221;</p>
<p>Karena dilanda ketakutan, dengan perlahan tangan Bu Misye melepas satu persatu kancing bajunya. Tampaklah payudaranya yang dibungkus oleh BH hitam.</p>
<p>&#8220;Cepat lepas kutangmu!&#8221; bentak Iwan.</p>
<p>Dalam hati Bu Misye berkata anak muda memang nggak sabaran. Setelah melepas BHnya, tumpahlah payudara Bu Misye yang masih tampak sekal dan menggairahkan, puting susunya yang coklat kehitam-hitaman tampak menantang sekali.</p>
<p>Iwan jongkok di dekat Bu Misye tangannya mulai menggerayangi payudara Bu Misye.</p>
<p>&#8220;Uh.. ah.. ah..&#8221; rintih Bu Misye ketika tangan Iwan memilin milin putingnya.</p>
<p>Tidak puas memilin-milin mulut Iwan mulai mendarat di pucuk anggur itu. Lidahnya menari-nari dan ketika dihisap keras-keras Bu Misye hanya bisa menggigit bibir bagian bawah dan memejamkan matanya. Setelah puas dengan buah dada Bu Misye Iwan bangkit kemudian mendekatkan kontolnya yang besar tersebut ke mulut wanita paruh baya yang lemah itu.</p>
<p>&#8220;Hisap.. Bu Misye&#8221; perintahnya.</p>
<p>&#8220;Cepatt!&#8221; bentak Iwan ketika Bu Misye belum juga melakukan apa yang ia kehendaki.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye mengulum batang zakar. Pertama dia melakukan hampir saja dia muntah karena selama hidupnya dia baru melakukan beberapa kali dengan suaminya. Bu Misye seakan tidak percaya apa yang dia lakukan sekarang, dia di tempatnya bekerja adalah orang yang dihormati sedang di kampungnya dia juga orang yang disegani Ibu-Ibu. Namun pada saat ini dia sedang melakukan hal yang jorok hingga tentu kehormatannya sebagai wanita hilang sama sekali.</p>
<p>Iwan dengan kasar memaju mundurkan kontolnya sehingga terdengar suara nyaring menggairahkan. Setelah puas Iwan bangkit lagi kemudian di mengambil posisi ditengah-tengah di antara kaki mulus Bu Misye.</p>
<p>Sambil mengelus-elus kontolnya yang sudah sangat keras, Iwan berkata, &#8220;Bu Misye lebarkan lagi agar lebih mudah&#8221;</p>
<p>Hal yang sangat mendebarkan bagi Bu Misye akan terjadi dengan perlahan Bu Misye membuka lebar kakinya sehingga tampaklah memeknya yang tampak merekah dengan bibirnya yang agak menggelambir. Perlahan dan pasti Iwan menuntun kontolnya memasuki lobang kenikmatan Bu Misye. Iwan merasakan kehangatan memek Bu Misye dan kekencangannya seakan meremas rudal Iwan. Sebaliknya Bu Misye yang sedari tadi dengan berdebar menantikan hal tersebut seakan terhenti detak jantungnya ketika ia mulai ditusuk oleh anak muda ini. Seakan merobek barang paling berharga yang dimilikinya.</p>
<p>Ketika Iwan mulai mempercepat genjotannya tampaknya Bu Misye juga sudah mulai melambung ke awan. Sementara diluar hujan seakan belum mau berhenti. Iwan semakin mempercepat genjotannya. Buah dada Bu Misye tergoncang-goncang kesana-kemari. Bu Misye yang semula pasif sedikit memberi perlawanan dengan menggoyangkan pantatnya. Tangannya mengepal memukul lantai, kepalanya bergoyang menahan hawa birahi yang semakin meninggi.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye tidak kuat menahan cairan yang semula ia bendung-bendung, lobang memek Bu Misye mengerut kencang ketika dia mencapai puncak. Bu Misye malu kenapa dia bisa orgame padahal ia tidak menginginkan itu. Yang lebih membuat dia bertambah malu adalah Iwan seakan mengetahui hal tersebut. Iwan tersenyum sambil terus mempercepat genjotannya. Dalam hatinya dia berkata ternyata kau juga merasakan kenikmatan juga. Dan tampaknya Iwan juga akan sampai ke puncak. Dan terdengar lenguhan panjang Iwan ketika batang kontolnya ia tancapkan dalam-dalam sambil merangkul erat Bu Misye keluarlah cairan sperma membanjiri lobang memek Bu Misye.</p>
<p>Iwan terkulai lemas diatas tubuh <a href="http://cerita.modelperawan.com">telanjang</a> Bu Misye jiwa mereka seolah melayang sejenak.</p>
<p>Setelah itu Iwan bangkit dan mengambil pakaiannya sambil berkata, &#8220;Bu Misye berpakaianlah, tampaknya hujan sudah mulai reda, memek Ibu ueenak sekali, terima kasih ya Bu Misye&#8221;.</p>
<p>Bu Misye menatap Iwan dalam hatinya bercampur antara marah, gundah, galau. Namun satu hal yang dia tidak pungkiri bahwa dia juga menikmati perkosaan yang dilakukan Iwan.</p>
<p>Akhirnya Bu Misye memunguti pakaian kemudian mengenakannya kembali. Mereka berjalan ke arah motor mereka tanpa bersuara.</p>
<p>Tampaknya hujan sudah reda. Bu Misye menghidupkan mesin motornya, namun ia dihentikan lagi oleh Iwan.</p>
<p>Iwan berkata, &#8220;Bu Misye saya minta maaf akan kelancangan saya, saya tidak bisa menahan gejolak nafsu saya..&#8221;</p>
<p>Bu Misye tak menjawab. Ia hanya menatap wajah Iwan dengan mata yang berkaca-kaca. Iwan diam kemudian Iwan mendekatkan wajahnya dan ciuman hangat ia daratkan ke bibir Bu Misye. Pertama Bu Misye diam namun akhirnya Bu Misye membalas ciuman tersebut. Lidah mereka saling bertautan. Sejenak kemudian Bu Misye tersadar dan melepaskan ciuman tersebut kemudian melajukan kendaraannya.</p>
<p>Iwan hanya terdiam terpaku kemudian menaiki kendaraannya ke arah yang berlawanan. Bu Misye menerobos hujan rintik-rintik dengan perasaan yang sebenarnya terpuaskan.</p>
<p>Dalam cerita diatas hanya sekelumit dari benang merah nya mengandung cerita pemerkosaan. sekian</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/hangatnya-tubuh-bu-misye/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita pemerkosaan Teman Kantor</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 09:19:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa bawahan]]></category>
		<category><![CDATA[memperkosa teman]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Aku merasa malu menceritakan cerita dewasa tentang pemerkosaan ini, benar-benar memalukan karena sebenarnya aku gak ingin kisah ini terjadi pada rida teman kantorku. Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita pemerkosaan cewek Cina'>Cerita pemerkosaan cewek Cina</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku merasa malu menceritakan <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> tentang pemerkosaan ini, benar-benar memalukan karena sebenarnya aku gak ingin kisah ini terjadi pada rida teman kantorku. Rida adalah seorang gadis 20 tahunan yang bekerja di sebuah bank negeri di kota Bkl. Ia tinggal di rumah kos bersama seorang rekan wanitanya, Ita, yang juga bekerja di bank yang sama walaupun pada cabang yang berbeda. Ia memiliki tubuh yang kencang. Wajahnya cukup manis dengan bibir yang penuh, yang selalu dipoles dengan lipstik warna terang. Tentu saja sebagai seorang teller di bank penampilannya harus selalu dijaga. Ia selalu tampil manis dan harum. berikut awal <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/">cerita pemerkosaan</a> itu.</p>
<p>Suatu hari di sore hari Rida terkejut melihat kantornya telah gelap. Berarti pintu telah dikunci oleh Pak Warto dan Diman, satpam mereka. Dia tadi pergi ke WC terlebih dulu sebelum akan pulang. Mungkin mereka mengira ia sudah pulang. Baru saja ia akan menggedor pintu, biasanya para satpam duduk di pintu luar. Ada kabar para satpam di kantor bank tersebut akan diberhentikan karena pengurangan karyawan, Rida merasa kasihan tapi tak bisa berbuat apa-apa. Seingatnya ada kurang lebih 6 orang satpam disana. Berarti banyak juga korban PHK kali ini.</p>
<p>&#8220;Mau kemana Rida?&#8221;, tiba-tiba<span id="more-252"></span> seseorang menegurnya dari kegelapan meja teller.<br />
Rida terkejut, ada Warto dan Diman. Mereka menyeringai.<br />
&#8220;Eh Pak, kok sudah dikunci? Aku mau pulang dulu..&#8221;, Rida menyapa mereka berdua yang mendekatinya.<br />
&#8220;Rida, kami bakal diberhentikan besok..&#8221;, Warto berkata.<br />
&#8220;Iya Pak, aku juga nggak bisa apa apa..&#8221;, Rida menjawab.<br />
Di luar hujan mulai turun.<br />
&#8220;Kalau begitu.. kami minta kenang-kenangan saja Mbak&#8221;, tiba-tiba Diman yang lebih muda menjawab sambil menatapnya tajam.<br />
&#8220;I.., iya.., besok aku belikan kenang-kenangan..&#8221;, Rida menjawab.</p>
<p>Tiba-tiba ia merasa gugup dan cemas. Warto mencekal lengan Rida. Sebelum Rida tersadar, kedua tangannya telah dicekal ke belakang oleh mereka.<br />
&#8220;Aah! Jangan Pak!&#8221;.<br />
Diman menarik blus warna ungu milik Rida. Gadis itu terkejut dan tersentak ketika kancing blusnya berhamburan. &#8220;Sekarang aja Rida. Kenang-kenangan untuk seumur hidup!&#8221;.<br />
Warto menyeringai melihat Diman merobek kaos dalam katun Rida yang berwarna putih berenda. Rida berusaha meronta. Namun tak berdaya, dadanya yang kencang yang terbungkus bra hitam berendanya mencuat keluar.<br />
&#8220;Jangannnn! Lepaskannn!&#8221;, Rida berusaha meronta.</p>
<p>Hujan turun dengan derasnya. Diman sekarang berusaha menurunkan celana panjang ungu Rida. Kedua lelaki itu sudah sejak lama memperhatikan Rida. Gadis yang mereka tahu tubuhnya sangat kencang dan sintal. Diam-diam mereka sering mengintipnya ketika ke kamar mandi. Saat ini mereka sudah tak tahan lagi. Rida menyepak Diman dengan keras.<br />
&#8220;Eit, melawan juga si Mbak ini..&#8221;, Diman hanya menyeringai.<br />
Rida di seret ke meja Head Teller. Dengan sekali kibas semua peralatan di meja itu berhamburan bersih.<br />
&#8220;Aahh! Jangan Pak! Jangannn!&#8221;, Rida mulai menangis ketika ia ditelungkupkan di atas meja itu.<br />
Sementara kedua tangannya terus dicekal Warto, Diman sekarang lebih leluasa menurunkan celana panjang ungu Rida. Sepatunya terlepas.</p>
<p>Diperlakukan seperti itu, Rida juga mulai merasa terangsang. Ia dapat merasakan angin dingin menerpa kulit pahanya. Menunjukkan celananya telah terlepas jatuh. Rida lemas. Hal ini menguntungkan kedua penyiksanya. Dengan mudah mereka menanggalkan blus dan celana panjang ungu Rida. Rida mengenakan setelan pakaian dalam berenda warna hitam yang mini dan sexy. Mulailah pemerkosaan itu. Pantat Rida yang kencang mulai ditepuk oleh Warto bertubi-tubi, &#8220;Plak! Plak!&#8221;.</p>
<p>Tubuh Rida memang kencang menggairahkan. Payudaranya besar dan kencang. Seluruh tubuhnya pejal kenyal. Dalam keadaan menungging di meja seperti ini ia tampak sangat menggairahkan. Diman menjambak rambut Rida sehingga dapat melihat wajahnya. Bibirnya yang penuh berlipstik merah menyala membentuk huruf O. Matanya basah, air mata mengalir di pipinya.<br />
&#8220;Sret!&#8221;, Rida tersentak ketika celana dalamnya telah ditarik robek.<br />
Menyusul branya ditarik dengan kasar. Rida benar-benar merasa terhina. Ia dibiarkan hanya dengan mengenakan stocking sewarna dengan kulitnya. Sementara penis Warto yang besar dan keras mulai melesak di vaginanya.<br />
&#8220;Ouuhh! Adduhh..!&#8221;, Rida merintih.<br />
Seperti anjing, Warto mulai menyodok nyodok Rida dari belakang. Sementara tangannya meremas-remas dadanya yang kencang. Rida hanya mampu menangis tak berdaya.</p>
<p>Tiba-tiba Diman mengangkat wajahnya, kemudian menyodorkan penisnya yang keras panjang. Memaksa Rida membuka mulutnya. Rida memegang pinggiran meja menahan rasa ngilu di selangkangannya sementara Diman memperkosa mulutnya. Meja itu berderit derit mengikuti sentakan-sentakan tubuh mereka. Warto mendesak dari belakang, Diman menyodok dari depan. Bibir Rida yang penuh itu terbuka lebar-lebar menampung kemaluan Diman yang terus keluar masuk di mulutnya. Tiba-tiba Warto mencabut kemaluannya dan menarik Rida.<br />
&#8220;Ampuunnn&#8230;, hentikan Pak..&#8221;, Rida menangis tersengal-sengal.<br />
Warto duduk di atas sofa tamu. Kemudian dengan dibantu Diman, Rida dinaikkan ke pangkuannya, berhadapan dengan pahanya yang terbuka.</p>
<p>&#8220;Slebb!&#8221;, kemaluan Warto kembali masuk ke vagina Rida yang sudah basah.<br />
Rida menggelinjang ngilu, melenguh dan merintih. Warto kembali memeluk Rida sambil memaksa melumat bibirnya. Kemudian mulai mengaduk aduk vagina gadis itu. Rida masih tersengal-sengal melayani serangan mulut Warto ketika dirasakannya sesuatu yang keras dan basah memaksa masuk ke lubang anusnya yang sempit. Diman mulai memaksa menyodominya.<br />
&#8220;Nghhmmm..! Nghh! Jahannaammm&#8230;!&#8221;, Rida berusaha meronta, tapi tak berdaya.</p>
<p>Warto terus melumat mulutnya. Sementara Diman memperkosa anusnya. Rida lemas tak berdaya sementara kedua lubang di tubuhnya disodok bergantian. Payudaranya diremas dari depan maupun belakang. Tubuhnya yang basah oleh peluh semakin membuat dirinya tampak erotis dan merangsang. Juga rintihannya. Tiba-tiba gerakan kedua pemerkosanya yang semakin cepat dan dalam mendadak berhenti. Rida ditelentangkan dengan tergesa kemudian Warto menyodokkan kemaluannya ke mulut gadis itu. Rida gelagapan ketika Warto mengocok mulutnya kemudian mendadak kepala Rida dipegang erat dan&#8230;<br />
&#8220;Crrrt! Crrrt!&#8221;, cairan sperma Warto muncrat ke dalam mulutnya, bertubi-tubi.<br />
Rida merasa akan muntah. Tapi Warto terus menekan hidung Rida hingga ia terpaksa menelan cairan kental itu. Warto terus memainkan batang kemaluannya di mulut Rida hingga bersih. Rida tersengal sengal berusaha menelan semua cairan lengket yang masih tersisa di langit-langit mulutnya.</p>
<p>Mendadak Diman ikut memasukkan batang kemaluannya ke mulut Rida. Kembali mulut gadis itu diperkosa. Rida terlalu lemah untuk berontak. Ia pasrah hingga kembali cairan sperma mengisi mulutnya. Masuk ke tenggorokannya. Rida menangis sesengggukan. Diman memakai celana dalam Rida untuk membersihkan sisa spermanya.<br />
&#8220;Wah.. bener-bener kenangan indah, Yuk..&#8221;, ujar Warto sambil membuka pintu belakang.<br />
Tak lama kemudian 3 orang satpam lain masuk.<br />
&#8220;Ayo, sekarang giliran kalian!&#8221;, Rida terkejut melihat ke-3 satpam bertubuh kekar itu.<br />
Ia akan diperkosa bergiliran semalaman. Celakanya, ia sudah pamit dengan teman sekamarnya Ita, bahwa ia tak pulang malam ini karena harus ke rumah saudaranya hingga tentu tak akan ada yang mencarinya.</p>
<p>Rida ditarik ke tengah lobby bank itu. Dikelilingi 6 orang lelaki kekar yang sudah membuka pakaiannya masing-masing hingga Rida dapat melihat batang kemaluan mereka yang telah mengeras.<br />
&#8220;Ayo Rida, kulum punyaku!&#8221;, Rida yang hanya mengenakan stocking itu dipaksa mengoral mereka bergiliran.<br />
Tubuhnya tiba-tiba di buat dalam keadaan seperti merangkak. Dan sesuatu yang keras mulai melesak paksa di lubang anusnya.<br />
&#8220;Akhh&#8230;, mmmhhh.., mhhh&#8230;&#8221;, Rida menangis tak berdaya.<br />
Sementara mulutnya dijejali batang kemaluan, anusnya disodok-sodok dengan kasar. Pinggulnya yang kencang dicengkeram.<br />
&#8220;Akkkghhh! Isep teruss&#8230;!, Ayooo&#8221;.<br />
Satpam yang tengah menyetubuhi mulutnya mengerang ketika cairan spermanya muncrat mengisi mulut Rida. Gadis itu gelagapan menelannya hingga habis. Kepalanya dipegangi dengan sangat erat. Dan lelaki lain langsung menyodokkan batang kemaluannya menggantikan rekannya. Rida dipaksa menelan sperma semua satpam itu bergiliran. Mereka juga bergiliran menyodomi dan memperkosa semua lubang di tubuh Rida bergiliran.</p>
<p>Tubuh Rida yang sintal itu basah berbanjir peluh dan sperma. Stockingnya telah penuh noda-noda sperma kering. Akhirnya Rida ditelentangkan di sofa, kemudian para satpam itu bergiliran mengocok kemaluan mereka di wajahnya, sesekali mereka memasukkannya ke mulut Rida dan mengocoknya disana, hingga secara bergiliran sperma mereka muncrat di seluruh wajah Rida.</p>
<p>Ketika telah selesai Rida telentang dan tersengal-sengal lemas. Tubuh dan wajahnya belepotan cairan sperma, keringat dan air matanya sendiri. Rida pingsan. Tapi para satpam itu ternyata belum puas.<br />
&#8220;Belum pagi nih&#8221;, ujar salah seorang dari satpam itu.<br />
&#8220;Iya, aku masih belum puas&#8230;&#8221;.<br />
Akhirnya muncul ide mereka yang lain.</p>
<p>Tubuh telanjang Rida diikat erat. Kemudian mereka membawanya ke belakang kantornya. Bagian belakang bank itu memang masih sepi dan banyak semak belukar. Rida yang masih dalam keadaan lemas diletakkan begitu saja di sebuah pondok tua tempat para pemuda berkumpul saat malam. Hujan telah berhenti tetapi udara masih begitu dinginnya. Mulut Rida disumpal dengan celana dalamnya. Ketika malam semakin larut baru Rida tersadar. Ia tersentak menyadari tubuhnya masih dalam keadaan telanjang bulat dan terikat tak berdaya. Ia benar-benar merasa dilecehkan karena stockingnya masih terpasang.</p>
<p>Tiba-tiba saja terdengar suara beberapa laki-laki. Dan mereka terkejut ketika masuk.<br />
&#8220;Wah! Ada hadiah nih!&#8221;, aroma alkohol kental keluar dari mulut mereka.<br />
Rida berusaha meronta ketika mereka mulai menggerayangi tubuh sintal telanjangnya. Tapi ia tak berdaya. Ada 8 orang yang datang. Mereka segera menyalakan lampu listrik yang remang-remang. Tubuh Rida mulai dijadikan bulan-bulanan. Rida hanya bisa menangis pasrah dan merintih tertahan.</p>
<p>Ia ditunggingkan di atas lantai bambu kemudian para lelaki itu bergiliran memperkosanya. Semua lubang di tubuhnya secara bergiliran dan bersamaan disodok-sodok dengan sangat kasar. Kembali Rida bermandi sperma. Mereka menyemprotkannya di punggung, di pantat, dada dan wajahnya. Setiap kali akan pingsan, seseorang akan menampar wajahnya hingga ia kembali tersadar.<br />
&#8220;Ini kan teller di bank depan?&#8221;</p>
<p>Mereka tertawa-tawa sambil terus memperkosa Rida dengan berbagai posisi. Rida yang masih terikat dan terbungkam hanya dapat pasrah menuruti perlakuan mereka. Cairan berwarna putih dan merah kekuningan mengalir dari lubang pantat dan vaginanya yang telah memerah akibat dipaksa menerima begitu banyak batang penis. Ketika seseorang sedang sibuk menyodominya, Rida tak tahan lagi dan akhirnya pingsan. Entah sudah berapa kali para pemabuk itu menyemprotkan sperma mereka ke seluruh tubuh Rida sebelum akhirnya meninggalkannya begitu saja setelah mereka puas.</p>
<p>Seperti itulah cerita dewasa dari rida yang sangat malam, sampai saat ini trauma mendalam dialami oleh rida, dan dia sangat sedih dengan perkosaan itu.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita pemerkosaan cewek Cina'>Cerita pemerkosaan cewek Cina</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-teman-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita dengan Mantan pacarku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Dec 2009 07:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks mantan]]></category>
		<category><![CDATA[mantan pacar]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan mantan]]></category>
		<category><![CDATA[seks dengan mantan pacar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=250</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dewasa. memiliki kenangan dengan mantan pacar memang susah untuk dilupakan, tak harus dilupakan dan tak harus dikenang, cukup menjadi pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran, namun cerita seks mantan pacar sangat berbeda dialami oleh seorang pria ini. berikut kisahnya. Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/antara-pacarku-dan-ibu-pacarku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Antara Pacarku dan Ibu Pacarku'>Antara Pacarku dan Ibu Pacarku</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita dewasa</strong>. memiliki kenangan dengan mantan pacar memang susah untuk dilupakan, tak harus dilupakan dan tak harus dikenang, cukup menjadi pengalaman yang mungkin bisa jadi pelajaran, namun <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/">cerita seks mantan pacar</a> sangat berbeda dialami oleh seorang pria ini. berikut kisahnya. Seorang temanku, namanya Rudy Manoppo, dia menghubungiku di handphone. Dia lagi berada di hotel Menteng di Jalan Gondangdia lama bersama dua orang ceweknya. Memang dia pernah janji padaku mau mengenalkan pacarnya yang namanya Judith itu padaku, dan sekarang dia memintaku datang untuk bertemu dengan mereka malam ini di sana.</p>
<p>Dalam perjalanan ke sana aku teringat dengan seorang cewek yang namanya Judith juga. Lengkapnya Judith Monica. Sudah setahun ini kami tidak pernah bertemu lagi, tapi masih sering menghubungi via telepon, terakhir kali aku menghubungi dia waktu ulang tahunnya tanggal 29 September, dan kukirimi dia kado ulangtahun. Dia adalah orang yang pernah begitu kusayangi. Dalam hatiku berharap semoga dia menjadi isteriku. Wajahnya mirip artis Dina Lorenza, tinggi 170 cm, kulitnya sawo matang. Pokoknya semua tentang dia ini oke punya lah. Ibunya orang Jawa, sedangkan bapaknya dari Sulawesi selatan. Dia sendiri sejak lahir sampai besar menetap di Jakarta bersama orangtuanya.</p>
<p>Dulunya kami bekerja di satu perusahaan, Judith ini accountingnya kami di kantor, sedangkan aku bekerja diatas kapal. Setiap pulang dari Jepang, sering kubawa oleh-oleh untuk dia. Tetapi salah satu point yang sulit mempersatukan kami adalah soal agama. Terakhir yang kutahu tentang Judith ini dia batal menikah dengan cowoknya yang namanya Adhi itu.<br />
Handphone-ku berbunyi lagi, rupanya dari Rudy, mereka menyuruhku masuk ke dalam kamar 310, disitu Rudy bersama dua orang ceweknya. Aku disuruh langsung saja masuk ke kamar<span id="more-250"></span> nanti begitu tiba di sana. Aku tiba di sana pukul sembilan tiga puluh malam dan terus naik ke atas ke kamar 310. Seorang cewek membuka pintu buatku dan cewek itu hanya bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya Rudy sedang main dengan salah seorang ceweknya itu, keduanya sama-sama telanjang dan lagi seru-serunya berduel. Terdengar suaranya si cewek ini mendesah dan mengerang kenikmatan, sementara Rudy mencium wajahnya dan lehernya. Aku berpaling pada cewek yang satu lagi ini yang memandangku dengan senyuman manis.</p>
<p>“Oom Errol ya..?” tegurnya sambil duduk di atas tempat tidur yang berada di sebelahnya.<br />
Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga nih cewek, hanya sedikit kurus dan imut-imut.<br />
“Namanya siapa sich..?” tanyaku.<br />
“Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.”<br />
Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah. Si cewek yang lagi ‘dimakan’ Rudy rupanya mencapai puncak orgasmenya sambil menggoyang pinggulnya liar sekali, menjerit dan mendesah, dan kemudian Rudy pun keluar. Asyik juga sekali-sekali menonton orang bersenggama seperti ini.<br />
Sementara keduanya masih tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, si Lina ini berpaling kepadaku dan aku pun mengerti maksudnya, dan kami pun mulai bercumbu, saling meraba dan berciuman penuh nafsu. Kini berbalik Ricky dan ceweknya itu yang menonton aku dan Lina main. Secara kebetulan aku balik berpaling kepada Ricky dan ceweknya itu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa cewek yang bersama Ricky itu. Masih sempat kulihat buah dadanya dan puting susunya sebelum cepat-cepat dia menarik selimut menutupi badannya. Aku langsung jadi ‘down’ dan bangun berdiri, dan menegur Ricky sambil memandang si cewek itu yang masih terbaring. Dia pun nampaknya begitu kaget, untung saja Ricky tidak melihat perubahan pada air wajahnya.</p>
<p>“Hi Ricky.., sorry aku langsung main tancap nich.” kataku, Ricky hanya tertawa saja padaku.<br />
“Gimana Roll, oke punya?” tanya Ricky sambil melirik Lina yang masih terbaring di ranjang.<br />
“Excellent..!” jawabku sambil berdiri di depannya tanpa sadar bahwa aku lagi telanjang bulat dan tegang.<br />
“Roll, kenalkan ini cewekku yang kubilang si Judith itu,” ucap Ricky sambil tangannya berbalik memegang kepalanya Judith.<br />
Segera aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh cewek itu.<br />
Kami berjabat tangan, terasa dingin sekali tangannya, dan dia menengok ke tempat lain, sementara aku menatapnya tajam. Untunglah Ricky tidak sadar akan perubahan diantara aku dengan cewek ini. Lalu si Judith ini bangun sambil melingkari tubuhnya dengan handuk, kemudian berjalan ke kamar mandi diiringi oleh tatapan mataku, melihat betis kakinya yang panjang indah itu yang dulu selalu kukagumi.</p>
<p>Tidak sadar aku menarik nafas, terus Rudy mempersilakan aku dan Lina kembali melanjutkan permainan yang tertunda itu. Kami kemudian melakukan foreplay sebelum acara yang utama itu. Kulihat sekilas ke sebelah, Judith sudah balik dari kamar mandi dan memperhatikan aku dan Lina yang sedang bertempur dengan seru, Lina mengimbangiku tanpa terlalu berisik seperti Judith tadi. Lina mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan kusodok lubang vaginanya dengan penuh semangat. Maklumlah, dua bulan di laut tidak pernah menyentuh wanita sama sekali.<br />
Sampai akhirnya kami berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. nikmatnyaa… Kuciumi buah dada yang penuh keringat itu dan bibir-bibirnya yang tipis itu, kulitnya benar-benar bersih mulus dan akhirnya kami terbaring membisu sambil terus berpelukan mesrah dan tertidur. Waktu itu sudah jam dua belas tengah malam.<br />
Ketika aku terbangun, rupanya Lina tidak tidur, dia malah asyik memandangiku. Kulihat ke sebelah, Rudy dan Judith masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. Rudy tidur sambil memeluk Judith dan keduanya masih telanjang bulat. Paha Judith yang mulus sexy itu membuatku jadi terangsang kembali dan terus saja memandangnya dari jauh.<br />
“Dia cantik ya..?” lalu Lina berbisik padaku, aku hanya mengangguk kepala.<br />
“Cantik, sexy.. tapi milik banyak orang..” tambah Lina lagi.<br />
“Dia temanmu kan..?”<br />
“Kita satu fakultas dulu, dan sama-sama wisuda, setahu gua dia dulunya nggak suka main sama laki, tapi dia melayani tante-tante senang yang suka nyari mangsa di kampus.”<br />
“Maksud kamu Judith itu lesbian..?”<br />
“Yah gitu lah, tapi dia juga pacaran waktu itu, terakhir dulu gua dengar dia lama main ama orang cina dari Hongkong.”<br />
“Bisa jadi dia pernah lesbong, soalnya liat tuh puting susunya udah besar dan panjang lagi, kayak ibu-ibu yang pernah menyusui.” kataku.<br />
“Pak Rudy ini cuman salah satu dari koleksinya, dia juga suka main ama orang bule dari Italy, terus dia juga ada main sama Pak XXX (orang penting).”<br />
“Lina kok tau semuanya..?”<br />
“Soalnya gua sering jalan bareng dia, kalo dia dapat order sering dia bagi-bagi ama gua, orangnya paling baik juga sosial ama temen.” sambung Lina lagi.</p>
<p>Sementara Lina tidak tahu kalau aku dan Judith juga sudah lama kenal.<br />
Tiba-tiba Judith menggerakkan badannya membuat bagian perutnya yang tadinya terselimut kini terbuka, gerakannya itu membangunkan Rudy yang melihat buah dadanya begitu menantang langsung mulutnya beraksi, dari buah dada Judith turun terus ke bawah membuka lebar pahanya Judith dan menjilati bibir vaginanya. Aku langsung bangun dan menghampiri ranjang keduanya dan memperhatikan dari dekat Rudy menjilati bibir kemaluan Judith dan menguakkannya. Nampak lubang kemaluan Judith yang memerah terbuka cukup besar. Sementara bulu kemaluannya kelihatan seperti dicukur bersih, licin seperti vagina seorang bayi.<br />
Melihatku memperhatikannya dengan serius, Rudy lalu bertanya.<br />
“Kamu suka Roll..? Kita tukaran aja sekarang, aku ama Lina.”<br />
Lalu Rudy bangun dan pindah ke ranjang sebelah, dan aku segera menggantikan tempat Rudy tadi, tapi betapa terkoyaknya hatiku saat itu. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Judith. Aku berbaring sambil mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampai dia terbangun. Mulutku melahap buah dadanya, menghisap puting susunya yang besar dan panjang itu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vaginanya sambil mencium pipinya, mengulum bibir-bibirnya. Judith mendesah dan menguap sambil menggerakkan badannya, tapi tidak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksiku.<br />
Ketika dia berbalik tertelungkup, segera kupegang pantatnya dan menguakkannya. Nampaklah lubang duburnya yang sudah terbuka itu, merah kehitam-hitaman, kira-kira berdiameter satu senti. Tapi betapa hatiku begitu penuh kasih padanya, pelan-pelan lidahku menjulur ke lubang pantatnya itu dan kujilati pelan-pelan. Tiba-tiba Judith menggerakkan pantatnya, rupanya terasa olehnya sesuatu yang nikmat di pantatnya. Aku terus saja menjilatinya, lalu dia merintih dan menarik napas panjang dan mendesah.</p>
<p>“Aduuhh.. enak Rudy, terus Sayang.. lidahnya terus mainkan.., duuh.. enaakk..!” desahnya pelansambil semakin kuat menggoyangkan pantatnya, sementara rudalku sudah tegang sekali.<br />
“Rudy.., jellynya.. jellynya dulu.. baru masukin yaa..!”<br />
Aku tidak tahu dimana jellynya, lalu kuludahi saja banyak-banyak sampai lubang duburnya itu penuh dengan ludahku dan kuarahkan rudalku ke arah sasarannya, dan mulai menyentak masuk pelan-pelan.<br />
“Aaacchh..!” dia mendesah.<br />
Sekali hentak langsung masuk tanpa halangan, kudorong terus <a href="http://cerita.modelperawan.com">kontol</a>ku, tangan kananku melingkari lehernya. Dia menarik napas panjang sambil mendesah tertahan, sementara rudalku sudah semuanya masuk tertanam dalam liang pelepasannya yang cengkeramannya sudah tidak terasa lagi. Tangan kiriku memainkan klitorisnya, sambil mencium pipinya kemudian melumat bibirnya. Berarti Judith ini sudah biasa disodomi orang, hanya lubangnya belum terbuka terlalu besar. Aku mulai menarik keluar kembali dan memasukkan lagi, dan mulai melakukan gerakan piston pelan-pelan pada awalnya, sebab takut nanti Judithnya kesakitan kalau aku langsung main hajar dengan kasar.<br />
Aku tahu bila dalam keadaan normal seperti biasa, tidak akan pernah aku dapat menyentuh tubuhnya ini. Selagi aku mengulum lidahnya itu, Judith membuka matanya, terbangun dan kaget melihat siapa yang lagi menyetubuhinya. Judith mau bergerak bereaksi tapi kudekap dia kuat-kuat hingga Judith tidak mungkin dapat bergerak lagi, dan aku mulai menghentak dengan kekuatan penuh pada lubang duburnya yang memang sudah dol itu.</p>
<p>Batang rudalku masuk semua tertancap di dalam lubang duburnya dan masuk keluar dengan bebasnya menghajar lubang dubur Judith dengan tembakan-tembakan gencar beruntun sambil mendekapnya kuat-kuat dari belakang meremas payudaranya dengan gemasnya dan mengigit tengkuknya yang sudah basah oleh keringatnya itu. Secara reflex Judith mengoyang pinggulnya begitu merasakan batang kemaluanku masuk, dan mendesah mengerang dengan suara tertahan. Keringat deras bercucuran di pagi yang dingin itu. Seperti kuda yang sedang balapan seru, dia merintih lirih diantara desahan napasnya itu dan mengerang. Judith semakin menggoyang pantatnya seperti kesetanan oleh nikmat yang abnormal itu.<br />
Sepuluh menit berlalu, lubang duburnya Judith rasanya sangat licin sekali, seperti main di vagina saja. Dan Judith meracau mendesah dan menjerit histeris, wajahnya penuh keringat yang meleleh. Kubalikkan tubuhnya, kini Judith sudah tidak melawan lagi, dia hanya tergeletak diam pasrah ketika kualasi bantal di bawah pantatnya. Dia mengangkat kedua kakinya yang direntangkan dan memasukkan lagi rudalku ke dalam lubang duburnya yang sudah terkuak itu. Seluruh batang rudalku basah oleh cairan kuning yang berbuih, itu kotorannya Judith yang separuhnya keluar meleleh dari lubang duburnya itu. Bagi orang yang tidak biasa dengan anal sex ini pasti akan merasa jijik.</p>
<p>Kini wajah kami berhadapan, kupegang kepalanya supaya dia tidak dapat berpaling ke kiri ke kanan. Dan kulumat-lumat bibir-bibirnya, sepasang gunung buahdadanya terguncang-guncang dengan hebatnya, lehernya dan dadanya basah oleh keringatnya yang bercampur baur dengan keringatku. Dan inilah yang namanya kenikmatan surga. Pipi-pipinya telah memerah saga oleh kepanasan. Aku semakin keras lagi menggenjot ketika mengetahui kalau Judith mau mencapai puncak klimaksnya. Seluruh tubuhnya lalu jadi mengejang, dan suaranya tertahan di ujung hidungnya, Judith ini benar-benar histeris pikirku. Mungkin juga dia ini sex maniac.<br />
Judith mulai bergerak lagi dengan napas yang masih tersengal-sengal sambil mendesah.<br />
“Terus ung.. teeeruus.. aku mau keluar lagi..!” desahnya.<br />
Benar saja, Judith kembali menjerit histeris seperti kuntilanak, seluruh tubuhnya kembali mengejang sambil wajahnya menyeringai seperti orang menahan sakit yang luar biasa. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran. Kupeluk erat-erat tubuhnya yang licin mengkilap oleh keringat itu sambil menggigit-gigit pelan daun telinganya agar dia tambah terangsang lagi.<br />
Akhirnya dia jatuh lemas terkulai tidak berdaya seperti orang mati saja. Tinggal aku yang masih terus berpacu sendiri menuju garis finish. Kubalikkan lagi tubuh Judith tengkurap dan mengangkat pantatnya, tapi tubuhnya jatuh kembali tertelungkup saja, entah apa dia sangat kehabisan tenaga atau memang dia tidak mau main doggy style. Kuganjal lagi bantal di bawah perutnya dan mulai menhajarnya lagi, menindihnya dari atas punggungnya yang basah itu. Tapi keringatnya tetap berbau harum. Napasnya memburu dengan cepatnya seperti seorang pelari.<br />
“Aduh.. aduuh.. aku mau beol.. nich.. cepeet dikeluarin.. nggak tahan nich..! Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya.<br />
Dadanya bergerak turun naik dengan cepatnya. Tapi aku tidak perduli, soalnya lagi keenakan, kutanamkan kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam lubang pantatnya, dan menyemprotkan spermaku begitu banyaknya ke dalam lubang analnya itu.</p>
<p>“Aduh.. aduuh.., aku mau beol.. nich.. cepeet nggak tahan nich.., udah mo keluar nich..!” desahnya.<br />
“Aaacchhh.. aach..!” Judith menjerit lagi.<br />
Ada dua menit baru kucabut batang kemaluanku. Dan apa yang terjadi, benar saja kotorannya Judith ikut keluar bersama rudalku, dan menghambur padaku. Terasa hangat kotorannya yang mencret itu. Hal itu juga berhamburan pada seprei tempat tidur. Praktis kami berenang di atas kotoran tinjanya yang keluarnya banyak sekali itu. Sementara aku lagi menikmati orgasmeku, kudengar suaranya Judith seperti orang yang sedang sekarat, dan napasnya mendengus. Anehnya aku sama sekali tidak merasa jijik, walaupun aku dengan sudah belepotan oleh tinjanya.<br />
Kami tetap saja berbaring diam sambil terus berpelukan. Napasnya masih tersengal-sengal. Dadanya bergerak naik turun seperti orang yang benar-benar kecapaian. Kucium pipinya yang basah oleh keringatnya, dan menjilati keringat di lehernya yang putih mulus itu. Batinku terasa puas sekali dapat mencicipi tubuh indah ini, walaupun dia ini hanya seorang pelacur saja. Judith pun tetap berbaring diam tidak bergerak walaupun semua bagian bawah tubuhnya sudah berlumuran oleh tinjanya. Dia sepertinya sudah seperti pasrah saja atas semua yang sedang terjadi pada dirinya. Bola matanya menatap kosong ke dinding kamar. Aku membalikkan kepalanya agar menatapku, terus kuhisap bibirnya pelan dan mencium di jidatnya. Tampak senyum di wajahnya, dia seperti senang dengan sikapku ini. Dia menatapku dengan wajah sayu dan letih.<br />
“I love you Judith..” ucapku tanpa sadar.<br />
Dia hanya mendengus, menggerakan hidungnya yang mancung itu sambil bola matanya yang hitam bening itu menatapku tajam. Kucium lagi pipinya.<br />
“Judith.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya.<br />
“Walaupun harus hidup dengan berlumuran tinja seperti ini..?” jawabnya seperti menyindirku.<br />
“Kita mesti keluar dari kubangan tinja ini Judith..,” kataku, “Kita bersihkan tubuh kita dan kita memulai hidup kita yang baru.”<br />
Dia tidak menjawab, malah mendorongku ke samping dan dia melompat bangun bergegas menuju kamar mandi diiringi suara ketawa dari Rudy dan Lani.</p>
<p>Sisa-sisa kotoran di bokong pantatnya itu mengalir turun di paha dan betis kakinya dan ruangan itu telah dipenuhi oleh bau kotoran yang keluar dari dalam perutnya Judith ini. Aku pun berlari ke kamar mandi dan membantu Judith membersihkan badannya dengan air dan bantu dia menyirami tubuhnya dan menyabuni seluruh tubuhnya sampai ke selangkang dan kemaluannya terus sampai pada lubang pantatnya semua kusabuni dan kubilas sampai benar-benar bersih. Barulah kemudian aku mandi. Judith nampaknya senang dengan perlakuanku yang mengistimewakan dirinya itu, dan dia pun membantuku mengelap badanku dengan handuk.<br />
Kemudian kami kembali ke kamar, aku menarik keluar seprei yang telah penuh dengan kotoran itu, membungkusnya dan melemparnya ke kamar mandi. Judith duduk di kursi mengawasiku bekerja sambil senyum-senyum malu. Aku menatap tubuhnya yang tinggi atletis ini dengan penuh rasa pesona dan syukur. Namun sama sekali tidak kusanga bahwa nanti dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan menjadi isteriku. Dan sedikitpun aku tidak menyesal memperisteri Judith, sekalipun dia itu hanyalah seorang bekas wanita nakal, bekas ayam kampus.</p>
<p>Kami kembali lagi ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur, padahal hari sudah pagi. Kami tidur berpelukan. Dia menyembunyikan kepalanya di dalam dadaku yang sedang bergemuruh dengan hebatnya itu, dan kami terlelap dalam tidur. Aku hanya dapat tertidur beberapa saat saja, kemudian sudah terbangun lagi, di sampingku Judith masih tertidur lelap, mungkin sebab saking capeknya dia ini. Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. Rambutnya yang lebat hitam panjang itu tergerai di atas bantal.</p>
<p>Pelan kusingkap kakinya hingga terbuka lebar, dan tanganku mengusap pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Benar-benar merangsangku paha mulus yang bersih ini. Menguakkan bibir vaginanya yang telah ke biru-biruan itu pertanda bahwa dia telah banyak sekali melakukan persetubuhan. Dan kulihat lubang vaginanya yang telah terbuka menganga seperti lubang terowongan turun ke dalam rahimnya. Lalu kujulurkan lidahku untuk membuka vaginanya itu dengan penuh perasaan. Kujilati juga klitorisnya, membuatnya jadi tergerak mungkin oleh rasa enak di klitorisnya itu. Tapi hanya sampai disitu saja. Aku tidak tega untuk membangunkannya dari kelelapan tidurnya yang manis itu.<br />
Siangnya kami checked out dari Hotmen itu. Dalam mobil aku dan Judith duduk di belakang. Dia tidak pernah berbicara sampai kami tiba di depan rumahnya Lina di Tebet timur, keduanya turun di sini, padahal Judith rumahnya di jalan Kalibata utara.</p>
<p>Setelah berlalu dari situ, aku bertanya kepada Rudy kenapa tidak membayar keduanya. Rudy bilang biasanya uangnya itu di transfer ke rekening keduanya masing-masing. Dan esoknya hari Senin aku mentransfer uang ke rekening Judith sebesar lima ratus ribu rupiah. Kenangan manis yang tidak terlupakan bagiku.</p>
<p>sampai akhirnya cerita ini berlanjut dengan ritual seks yang mengundang birahi bagi kedua pasangan.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/antara-pacarku-dan-ibu-pacarku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Antara Pacarku dan Ibu Pacarku'>Antara Pacarku dan Ibu Pacarku</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-dengan-mantan-pacarku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seks Berawal dari Restaurant</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 18:52:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cewek kafe]]></category>
		<category><![CDATA[cewek restaurant]]></category>
		<category><![CDATA[haus seks]]></category>
		<category><![CDATA[seks cewek baik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya aku malu menceritakan cerita dewasa ini, tapi demi pelajaran buat teman-teman aku akan menceritakan dengan lengkap. Hari ini panas sekali. Aku merasa agak BT (Birahi Tinggi) dan sedang melamun jorok beberapa menit. Lalu kutelepon temanku, Anna yang baru kukenal tiga bulan. 
Aku masih ingat waktu bertemu dengannya pertama kali, orangnya berani, mandiri, cantik dan [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya aku malu menceritakan <strong>cerita dewasa</strong> ini, tapi demi pelajaran buat teman-teman aku akan menceritakan dengan lengkap. Hari ini panas sekali. Aku merasa agak BT (Birahi Tinggi) dan sedang melamun jorok beberapa menit. Lalu kutelepon temanku, Anna yang baru kukenal tiga bulan. </p>
<p>Aku masih ingat waktu bertemu dengannya pertama kali, orangnya berani, mandiri, cantik dan tidak sombong. Dia suka mode dan musik Jazz Fusion. Kebetulan dia ada di rumah dan sehabis bicara basa-basi beberapa menit, kutanya Anna, apa dia ada waktu untuk makan malam berdua hari ini. Anna menjawab, &#8220;Bagus, boleh aja!&#8221; Kami janji di restoran Intan Marina jam 19:00. Sehabis telepon Anna, aku memesan tempat duduk yang intim di restoran itu, supaya kami bisa enak makan dan bicara. Ternyata, tempatnya masih ada. Pada jam 18:50 aku tiba di restoran Intan Marina dan Anna datang kira-kira<span id="more-247"></span> 5 menit kemudian. Wah, aku kagum melihat Anna, dia tambah cantik dan sensual! Dia memakai blus, rok dan sepatu gaya Itali. Tasnya cocok dengan pakaiannya.</p>
<p>Hatiku senang sekali melihat dia lagi. Dia orangnya &#8216;Trendy Woman&#8217;. Kami saling menyambut dengan pelukan dan ciuman yang mesra di pipi. Anna juga kagum melihatku, &#8220;Woow, penampilanmu hebat, Michael! Kamu sedikit berotot,&#8221; katanya. Aku menjadi sedikit malu sambil tersenyum lebar. Pelayan restoran menyambut kami dengan senyum yang ramah dan agak nakal, sepertinya dia sudah tahu apa yang akan terjadi nanti. Restorannya lumayan besar, ada AC dan kami diantar ke ruang makan privat yang besar dan sejuk di lantai dua, dekat pintu darurat. Sesudah kami lihat daftar makanan, kami memesan satu porsi ikan tiram, ikan gurami goreng saos Inggris, nasi goreng dan cah brokoli pakai saos tiram. Minumannya, anggur putih Perancis untuk Anna dan anggur merah Lambrusco dari Itali. Sambil menunggu makanan datang, Anna pergi ke toilet. Sesudah kira-kira 10 menit dia kembali dengan wajah yang nakal, bibirnya dilapiskan ekstra dengan lipstik merah yang norak dan rambutnya disanggul. Kusambut dia juga dengan senyum yang nakal.</p>
<p>Kami saling mencium pipi dan bau perfumnya enak sekali. Anna melihatku dengan mata yang sensual sambil bermain dengan lidahnya, sepertinya dia mau berkata, &#8220;I want you as my dinner, darling!&#8221; Pada saat itu juga aku tidak bisa berkata apa-apa, kecuali terima seluruh penampilannya saja. Sesudah kira-kira 20 menit, pelanyan restoran mengantar makanan kami dan waktu dia sudah selesai membagi makanan itu, dia berkata sambil senyum lebar, &#8220;Selamat makan dan nikmatilah kehidupan ini!&#8221; Kami serentak membalas, &#8220;Terima kasih, Pak!&#8221; Anna mulai mengambil satu biji ikan tiram, lalu mendekatkan ke mulutnya. Selama beberapa detik ujung lidahnya menjilat dan mengulum ikan tiram itu seperti dia bermain dengan kemaluan laki-laki dan menelan seluruh ikan itu sambil bermain mata denganku. Hatiku berdebar, mataku melotot dan burungku setengah bangun dari tidurnya. Setelah itu, Anna mengambil seteguk dari gelas anggur putihnya dan satu jari telunjuknya dicelupkan ke dalam gelasnya. Dia taruh jari itu di ujung lidahnya. Terus, dia mengisap jarinya secara sensual. Aku tidak tahan lagi melihat permainannya dan menuju ke Anna. Kuambil jari itu dari mulutnya dan kumainkan dengan lidahku. Karena tidak tahan lalu aku pun mengulum lidahnya dan Anna mengerang seksi. Sesudah beberapa detik, aku berhenti dan mengambil sebiji ikan tiram, tapi Anna tidak sabar dan mendorong kepalaku ke buah dadanya. &#8220;Tolong jilat puting susuku,&#8221; katanya dengan suara yang sedikit serak. &#8220;Sabar dulu dong, sayang. Nanti ikannya menjadi dingin, nih!&#8221; balasku mesra. Buah dadanya cukup besar (cup C) dan halus. Anna berbisik di telingaku, &#8220;Aaah, aku udah nggak sabar menunggu lagi, sayang. Aku sudah menjadi basah di bawah ini. Rasakan aja dengan jarimu.&#8221; Memang benar, celana dalamnya sudah basah dan saat kusentuh liang kewanitaannya yang berbulu lebat itu ternyata basah kuyup. Hmm, inilah saatnya untuk membuat dia lebih gatal lagi. Pokoknya, ABG (Atas Bawah Gatal!) Kemudian aku memisahkan bulu-bulunya dan menjilat liang senggamanya secara halus dan pelan-pelan, mulai dari klitorisnya sampai ke bawah dan ke atas lagi. Rasanya enak, manis seperti buah kelengkeng. Aku mendengar suara Anna yang makin lama makin serak. Tiba-tiba dia berteriak dan berkata, &#8220;Oooh Michael.. jangan berhenti.. teruskan aja.. hmm.. enaak caranya begitu.. hmm.. ooh.. aku gatal sekali nih!&#8221; Dia tarik kedua kakinya ke arah dadanya dan aku mulai melepaskan celana dalamnya. Aku melihat lubang pantatnya yang bersih dan agak mekar, ada banyak bulu di sekitarnya. Terus, aku menjilat lubang pantatnya. </p>
<p>Rasanya seperti kue bakpao. Sambil menjilat aku membuat kesimpulan, &#8220;Woow, jangan-jangan dia sudah beberapa kali diajak main ala Yunani!&#8221; Kuajukan pertanyaan yang lugas, &#8220;Kamu pernah pergi ke negeri Yunani?&#8221; Anna berkata dengan suara yang lembut, sambil menyentuh kemaluannya dengan tangan kirinya, &#8220;Oooh ya, sayang.. aku sudah beberapa kali pergi ke negeri Dewa dan Dewi itu. Hmm, enak main-main ala Yunani yang kuno! Kamu orangnya pinter ya, Michael. Kamu suka mempelajari pantat cewek?&#8221; Kujawab secara jujur dan lugas, &#8220;Iya, bener, aku suka pantat cewek-cewek!&#8221; Tiba-tiba terdengar suara dari perutku yang tandanya aku lapar. Terus, aku usulkan, &#8220;Eh, Anna, aku jadi laper nih. Ayo, kita lanjutkan makanannya lagi, supaya dapat tenaga untuk permainan kita selanjutnya.&#8221; Anna sedikit kecewa karena diinterupsi, tapi dia setuju dengan usulku. Ternyata dia juga lapar sekali. Sehabis makan, aku pergi ke toilet dan Anna bertanya, apa aku perlu ditemani. Aku bilang sambil senyum, &#8220;Tunggu sebentar, ya sayang? Jangan kuatir, aku cepet kembali lagi.&#8221; &#8220;Ya, cepetan aja ya, sebab aku sudah nggak tahan lagi! Sudah dua minggu aku tidak diajak main. Aku pesan buah-buahan, ya?&#8221; katanya. &#8220;Boleh aja, buah-buahan juga diajak main bersama kita nanti,&#8221; jawabku. Di toilet aku sedang buang air kecil sambil mengambil nafas yang dalam. Burungku sudah kembali setengah tidur lagi dan aku merasa suatu nafsu yang besar untuk bercinta dengan Anna. Sehabis ini, aku menuju ke wastafel untuk mencuci tanganku. Kulihat wajahku di cermin, gembira dan agak merah. Terus, aku bilang kepada diriku sendiri, &#8220;Cool, si Anna ini bener-bener perlu ditangani secara baik, sebab sudah rasa gatal total!&#8221; Lalu kukeringkan tangan basahku dan mengamati sekitar ruang toilet. Aku menemukan sebuah mesin kondom. Hatiku gembira, &#8220;Nah, ini dia, temanku yang dicari!&#8221; Kumasukkan uang logam ke dalam mesin itu dan tarik pada tombol di bawah. Lalu, ada dua biji kondom merek Durex yang keluar. Aku kembali ke ruang makan privat kami lagi. Di situ aku kaget saat melihat Anna dengan pantatnya menuju ke arah pintu masuk dan sedang main dengan dildo di dalam liang senggamanya. Sekarang pantatnya kelihatan lebar dan sedang bergoyang. Kuambil nafas dan mengelus pantatnya. Kemudian, kujilat pantat dan lubang pantatnya sampai dia mengerang, &#8220;Yaauw.. ya, Michael, tolong ambil dildo yang kecil dari tasku,&#8221; perintahnya. Kuambil tasnya dan mencari dildo di dalamnya. Lantas, kutemukan sebuah dildo yang kecil (warnanya kuning langsat), yang sering dipakai untuk melebarkan lubang pantat. Tiba-tiba ada orang yang mengetuk pintu ruang makan kami. </p>
<p>Aku tanya dengan hati yang jengkel, &#8220;Ya.. siapa itu?!&#8221; &#8220;Maaf ya, saya ganggu Pak.. saya pelayan restoran dengan mengantar buah-buahan,&#8221; kata pelayan restoran. &#8220;Tunggu sebentar, ya!&#8221; jawabku. Anna mengeluarkan dildo dari liang senggamanya dan kembali duduk di kursi tanpa memakai celana dalam, sedangkan aku menyimpan dildo kecil di dalam kantong kemejaku. Lalu, kubuka pintu dan pelayan restoran masuk. Dia menaruh buah-buahan yang sudah dikupas di atas meja makan dan sekaligus dia meringkas meja makan. Dia minta maaf sekali lagi pada kami. Sesudah dia pergi, aku mengamati wajah Anna yang kelihatan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/haus-seks/">haus seks</a>. Kemudian, Anna melepas rok dan blusnya serta memandangku dengan badan yang telanjang total. Terus, dia menuju ke arahku. Dia memeluk dan menciumku. Kutarik dia dari ciuman itu dan mengantarnya ke meja makan, menyuruhnya berbaring di atas meja itu. Anna sempat melepaskan kancing kemejaku dan kulepas celana panjang termasuk celana dalamku. Dalam sekejap waktu aku juga telanjang total. Terus, Anna mengambil sepotong buah mangga dan sekerat buah jeruk manis. Kedua-duanya diperas di atas burungku. Aku merasakan dinginnya sari kedua buah itu. Lalu, dia jilat burungku dan emut pelirku juga. Jilatannya terasa enak dan lembut sekali. Aku mengambil nafas yang dalam sambil bilang dengan suara yang serak, &#8220;Cool Anna, sedap sekali!&#8221; Tiba-tiba Anna berhenti dan mengambil dildo yang kecil tadi dari kantong kemejaku, lalu memberikannya padaku, dia memutar badannya dengan punggungnya menghadap ke arahku. Dia perintah, &#8220;Tolong masukkan dildo kecil itu ke dalam lubang pantatku tanpa disemir.&#8221; Kupikir, &#8220;Ya, kenapa tidak, tambah kelihatan erotis.&#8221; Anna sudah tidak sabar lagi, &#8220;Ayo, cepet dong!&#8221; Kemudian kumasukkan dildo itu ke dalam lubang pantatnya secara bertahap dan Anna berteriak seperti macan betina. Aku bermain-main dengan dildo kecil, keluar-masuk, keluar-masuk sampai Anna menjadi buas. Dia memutar badannya ke arahku lagi, menjilat burungku lagi dan kali ini secara rakus. Sementara waktu, aku harus jaga diri, supaya burungku tidak meledak terlalu cepat. Jadi, kutarik rambut Anna dan dia mengerti. Anna tanya, apa aku bawa kondom. Lalu, kukeluarkan kondom dari kantong celana panjangku dan membuka bungkusan kondom itu dengan gigi depanku. Lalu, kuambil kondom itu dan memasangnya di burungku yang sedang berdiri kencang. Kali ini, aku disuruh berbaring di atas meja makan dan Anna naik ke atas meja itu. Lantas, dia jongkok dan memasukkan batang kejantananku ke dalam liang kewanitaannya. Melalui kondom itu aku bisa merasakan betapa hangat dan basah liang kewanitaan Anna. Dia mulai pompaku dan aku bilang, &#8220;Tolong pelan-pelan aja dulu!&#8221; Aku meraba kedua buah dadanya sambil menjilat puting susunya. Kedua tanganku turun sampai ke pinggang dan pinggulnya. Lantas ke arah pantatnya sampai ketemu dildo kecil yang masih ada di dalam duburnya. Kuangkat tubuh Anna dan kuputar dia, sehingga aku memasukkan batang kejantananku dari belakang ke dalam liang senggamanya. Pompaanku seirama dengan dorongannya ke belakang. Aku bermain-main dengan dildonya, masuk-keluar, masuk-keluar. Anna menjadi buas dan seluruh badannya berkeringat. Lalu, aku tarik dildo kecil itu dari dubur Anna dan kumasukkan batang kejantananku (yang masih diselimuti oleh kondom) ke dalam lubang pantat Anna secara pelan-pelan, supaya dia tidak kesakitan. Dia mengerang sampai terengah-terengah. Aku berkeringat luar biasa. Aku bilang ke diriku, &#8220;Jangan semprot sekarang, jangan semprot sekarang!&#8221; Beberapa saat kemudian, aku sudah tidak tahan lagi dan berbisik pada Anna, batang kejantananku mau meledak. Anna berteriak, &#8220;Tolong semprotkan air manimu di wajahku.&#8221; Pada saat itu juga kutarik batang kejantananku dari lubang pantatnya sambil Anna cepat memutar badannya dan jongkok di depanku. Aku melepas kondomku dan menyemprotkan spermaku (yang berwana kuning langsat) di wajah dan mulut Anna sambil berteriak keras. Dia menelan spermaku dan menjilat batang kejantananku bersih sampai tetesan yang terakhir. Aku gemetar sekaligus merasa lega dan puas. &#8220;Terima kasih. Enak sekali, Michael. Cool man! Kamu tahu bener gimana caranya menggairahkan seorang wanita. Akan kuanjurkan juga ke teman-teman perempuanku yang lain.&#8221; kata Anna dan dia menciumku di mulutku. Lalu, dia pergi ke toilet. Aku minum dari gelas anggur merahku dan mengenakan pakaian lalu pergi ke toilet. Sesudah kira-kira 10 menit aku kembali ke ruang makan dan lihat Anna di situ sambil minum anggur putihnya. </p>
<p>Penampilannya sudah rapi kembali, tapi masih tersenyum nakal padaku. Lantas kami memutuskan untuk membayar dan pergi ke Hardrock Cafe. Sesudah membayar kami keluar dari restoran Intan Marina. Aha.. sudah agak sejuk di luar. Bagus, bagus! Aku puas hati sekali. Dan Anna, ooh.. dia meremas batang kejantananku sambil kami berjalan kaki ke mobilku. Ternyata Anna masih mau lagi, aku sampe kaget luar biasa, <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami terus berlanjut, walau akhirnya kami harus merasa berdosa.</p>
<p>Sekian <a href="http://ceritaseks.ngocok.info">cerita seks</a> kami kali ini. Tamat</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/seks-berawal-dari-restaurant/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Mahasiswi Ayam Kampus</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-mahasiswi-ayam-kampus/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-mahasiswi-ayam-kampus/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 17:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Daun Muda]]></category>
		<category><![CDATA[ayam kampus]]></category>
		<category><![CDATA[bispak]]></category>
		<category><![CDATA[bispak makasar]]></category>
		<category><![CDATA[bisyar]]></category>
		<category><![CDATA[cewek bispak]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswi bisyar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa, Semua emang berawal dari Blog ini, gue sering baca Cerita yang ada di web ini meski belum cukup lama. suatu saat ketika gw dapet job keluar kota, yaitu makassar untuk beberapa hari. langsung berniat untuk surfing di forum bispak/bisyar untuk domisi sulawesi (makassar). liat liat beberapa thread disana sampe akhirnya ga bisa nemuin [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-ayam-kampus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Ayam Kampus'>Cerita Ayam Kampus</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cerita Dewasa</strong>, Semua emang berawal dari Blog ini, gue sering baca Cerita yang ada di web ini meski belum cukup lama. suatu saat ketika gw dapet job keluar kota, yaitu makassar untuk beberapa hari. langsung berniat untuk surfing di forum bispak/bisyar untuk domisi sulawesi (makassar). liat liat beberapa thread disana sampe akhirnya ga bisa nemuin data data yang akurat dari para TSnya, akhirnya kepikiran untuk ngebuka thread baru untuk cari tau tentang info bisyar/bispak disana. beberapa hari blum kunjung ada balesan dari siapapun (sepertinya memang agak susah kali ya??) dan akhirnya waktunya pun tiba untuk berangkat ke makassar.</p>
<p>keperluan gw ke makassar untuk nemenin temen2 band baru (dan belum terkenal pastinya,hehehe) yang di undang oleh salah satu acara kampus swasta disana. dan gw hanyalah orang yang tergabung pada tim produksi band. sampe di makassar dengan 2 jam perjalanan yang cukup melelahkan dan disambut dengan beberapa panitia acara. hmm, laki laki semua nih yang jemput?! makin terasa aja perasaan cape ini (gw dalam hati). langsung menuju venue untuk soundcheck. dan cukup bikin ngiler begitu pas sampe di venue ternyata banyak mahasiswi yang<span id="more-245"></span> bening sampe kusem, yang kurus sampe muontok. bikin dag dig dug aja. diruang artist terlihat ada salah satu sosok mahasiswi putih dan mungil (bukan type gw sih dalem hati, tapi mukanya lumayan bitchy nih). ah&#8230;tapi ya udah lah, kerja aja dulu. koq makin lama makin napsuin aja nih cewe ya? dengan nada ga sabar (dan penasaran) gw coba iseng tanya sama salah satu panitianya :</p>
<p>G : (gw) yang itu lucu juga tuh, siapa namanya?<br />
P : (panitia) owh yang itu mahasiswa baru bang. cuma bantu2 aja.<br />
G : ohh&#8230;gitu ya? ajak2 dia donk main ke hotel kita ntar.hehehe<br />
P : abang naksir bang? yah gampang lah (sambil sedikit berbisik)<br />
G : naksir&#8230;?? nggak lah&#8230;cuma nanya aja<br />
p : sip bang, ntar saya ajak dia main kehotel. ntar saya kenalin juga.<br />
G : emang namanya siapa ?<br />
P : namanya (sebut aja Nia) masih single tuh bang&#8230;!!!<br />
G : hehehe&#8230;ok ok.</p>
<p>selesai soundcek semua tim bergegas untuk bebenah dan langsung menuju hotel tempat kita nginep selama di makassar. tempatnya ga terlalu jauh dari venue supaya ga makan waktu lama di perjalanan. semua tim langsung pada istirahat dikamar masing2 (yang diisi oleh 2 orang pertiap kamar) karna nanti malem langsung balik lagi ke venue untuk perform onstage. waktu berganti akhirnya tiba juga waktu perform. kita jalan ke venue dari hotel. sampe di venue langsung bersiap di samping panggung untuk checking alat sampe soundsystem. lagi2 sosok Nia hadir ditengah tengah tim. dia terlihat udah ganti baju dan sangat sexy sekali malam ini. bikin konak aja ngeliat mukanya yang binal. ga lama, salah satu panitia dateng sambil nepuk punggung gw, dan pas gw balik badan ternyata dibelakangnya ada Nia&#8230;</p>
<p>P : (panitia) bang, katanya mau kenalan? nih orangnya..hehe<br />
(waduh bikin malu gw aja nih anak didepan temen2 crew)<br />
G : (gw) ohh&#8230;iya iya&#8230;<br />
N : (Nia) Nia&#8230;(suaranya sengau2 sexy, sambil ngulurin tangan)<br />
G : Rocky&#8230; (singkat, sok jual mahal,hahaha)<br />
P : Nia, kau tunggu sini aja dulu yah sama bang Rocky. bang titip ya!!<br />
(emang sendal apa dititip segala, kaya mau ke masjid)<br />
G : ohh&#8230;ok ok. tapi gw mesti prepare dulu nih.<br />
N : ya udah gapapa bang, sekalian aku tungguin alat2nya.<br />
(jagain alat vital aja mau ga neng??gw dalem hati.hahaha)<br />
G : ohh..ok deh. makasih ya Nia.</p>
<p>akhirnya waktu perform berakhir, dan semua berjalan sukses seperti rencana. penampilan band cukup memuaskan, dan penonton pun cukup antusias. lalu gw dan tim bersiap lagi untuk packing balik ke hotel. pas sambil packing, Nia tiba2 nyamperin gw (sampe kaget gw&#8230;)&#8230;</p>
<p>N : bang nanti malem aku boleh main ke hotel ga bang?<br />
G : eh&#8230;Nia,kirain siapa??<br />
N : hehe&#8230;maaf bang. ngagetin ya?<br />
G : hmm&#8230;gapapa koq. iya kenapa tadi?<br />
N : hmm&#8230;Nia mau main kehotel donk&#8230;boleh ga bang?<br />
(sambil merayu sexy dengan suara sengau nya)<br />
G : ohh..boleh boleh.main aja.sekalian nemenin aku cari makan.hehe<br />
N : gampang bang&#8230;!! nanti aku kasih tau tmp yang enak.<br />
(senyumnya aja ga kliatan manis buat gw, tapi napsuin)<br />
G : ya udah, aku tunggu di hotel ya. aku duluan&#8230;<br />
N : oke bang. ati ati ya?<br />
(wah&#8230;mulai ngeres nih otak gw. kayanya &#8220;bisa&#8221; nih anak kecil?!)</p>
<p>Nia sampe di hotel selang 10 menit gw sampe dihotel. pas baru aja lagi rebahan dikasur tiba2 ada yang ngetok kamar. gw yang menghuni kamar berdua bareng temen produksi yang lain langsung spontan&#8230;</p>
<p>T : (temen) Rock bukain tuh pintu&#8230;!!<br />
G : iya&#8230;siap sih malem2??<br />
(pas pintu gw buka&#8230;ternyata Nia adalah sosok dibalik pintu itu)<br />
(Nia yang berpakaian sexy dengan kaos ketat dan cardigan hitam)<br />
N : malam bang&#8230;jadi ga cari makannya? ayo Nia temenin&#8230;<br />
G : eh&#8230;Nia??!! (heran) koq tau nomor kamar aku??<br />
N : iya tadi Nia tanya ama Kakak senior dikampus&#8230;<br />
G : ya udah yuk&#8230;kamu tunggu lobby aja dulu nanti aku nyusul.<br />
N : ok bang. jangan lama2 ya&#8230;Nia juga laper nih.hehe</p>
<p>pintu buru2 gw tutup lagi, trus nyamperin temen sekamar gw&#8230;</p>
<p>G : (gw) eh&#8230;Nyet&#8230;!!! lo pindah kamar dulu donk&#8230;!!! (sumringah)<br />
T : (temen) ah&#8230;!!! mau ngapain sih lo??? ga mau&#8230;!!! (kekeh)<br />
G : ayo donk please&#8230;kaya ga ngerti anak muda aja sih lo???<br />
T : ah&#8230;kalo ada maunya aja lo&#8230;ya udah lah&#8230;dasar!!! (ngedumel)<br />
G : hehehe&#8230;gitu donk pengertian. tengkyu BRRRoooOOO..!!</p>
<p>gw langsung buru2 ganti baju trus siap2 untuk nyusul Nia ke Lobby. trus kita jalan makan pake mobil Yaris merah Nia. yang diperbolehkannya gw untuk mengendarai kendaraan pribadinya itu. udah sekitar 2 jam lewat kita diluar hotel dan mutusin untuk balik lagi ke hotel. suasana makan malam tadi bener2 menyenangkan. SSI sana sini sampe akhirnya gw yakin kalo ini bener2 bisa jadi rejeki buat gw.</p>
<p>akhirnya sampe di hotel Nia gw ajak kekamar. SSI sambil cerita sana sini dan langsung gw sikat bibir kecil mungil berwarna merah muda itu didepan pintu kamar mandi hotel. agak sedikit pasif memang, mungkin karna usia nya yang masih terbilang belia dan masih berstatus mahasiswa baru dikampus. FK 5 menit dan udah terlihat banyak kemajuan di teknik FK Nia. lidahnya udah mulai mengulum balik bibir dan lidah gw. sesekali dia gigit2 kecil bibir dan lidah gw. berpikir dalam hati kayanya suasana udah semakin memanas, akhirnya gw mulai mencoba untuk terjun langsung kedaerah pertahanan Nia. <a href="http://cerita.modelperawan.com">Toket</a>nya emang ga gede2 banget sih, tapi usia yang ngebuat permukaannya bener2 kenceng. perlahan gw angkat kaos nya yang ketat dan Nia blum terlihat terganggu sama aktivitas gw sejauh ini. gw loloskan kaosnya yang ketat lewat kepala dan tangannya hingga terlihat jelas warna putih bergaris merah muda pada bra 34B nya. gw remes2 tuh toket nya yang masih kenceng, dan Nia sesekali hanya bisa membalas dengan rintihan kecil dari bibirnya yang mungil.</p>
<p>daerah pertahanan akhirnya udah gw lucuti tanpa adanya perlawanan. lalu Nia berkata untuk membukakan semua pakaian yang gw pake. hingga akhirnya kita berdua udah dalam keadaan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/bugil/">bugil</a>. sesekali gw giring tangannya yang masih malu2 untuk meraih batang kejantanan gw yang udah berdiri tegak dari tadi. gw pandu tangan nya untuk ngelakuin HJ hingga akhirnya Nia terlihat mahir dengan alami dan sendirinya.</p>
<p>G : (gw) Nia, kamu kulum yah punya aku&#8230;<br />
(Nia seolah pasrah menikmati keadaan dan hanya mengangguk iya)</p>
<p>BJ Nia lumayan cukup untuk seorang pemula. sesekali Nia tersedak karna terlalu dalam mengulum batang&#8230;.</p>
<p>G : (gw) pelan2 aja Nia, kamu nikmatin aja&#8230;<br />
N : (Nia) mulut Aku pegel bang&#8230;(sembari tersenyum)<br />
G : ya udah kalo gitu gantian ya&#8230;kamu tiduran aja sekarang.<br />
(spontan gw angkat Nia dan gw rebahin di kasur, dari depan pintu WC)</p>
<p>gw jilatin lubang kenikmatannya secara halus dan perlahan. Nia hanya bisa merintih menahan rasa nikmat sambil sesekali membisikan &#8220;geli&#8230;bang&#8221; dari dalam bibir mungilnya. makin bikin gw napsu aja nih anak untuk terus menjilati bibir kemaluannya. setelah 2 menit berlalu&#8230;</p>
<p>G : (gw) Nia, aku masukin sekarang ya&#8230;<br />
N : iya bang&#8230;tapi pelan pelan ya&#8230;aku suka sakit.<br />
G : iya&#8230;aku pelan pelan koq&#8230; (sleb&#8230;sambil masukin perlahan)</p>
<p>setengah batang udah masuk, Nia malah bilang&#8230;</p>
<p>N : masukin semuanya bang&#8230;masukin&#8230; (suaranya sengau membisik)<br />
G : enak Nia&#8230;??<br />
N : enak bang&#8230;kamu emang jago yah bang&#8230;??<br />
G : Nia juga jago koq (hibur gw)<br />
G : kita ganti gaya yah Nia&#8230;<br />
(Nia hanya bisa mengangguk, dengan batang gw masih tertanam didalam)</p>
<p>gw nunggingin badannya dan bersiap untuk memulai DS. lubang kenikmatan Nia yang masih cukup sempit ngebuat posisi ini jadi semakin terasa enak buat gw. meskipun gw tau kalo ternyata Nia pun udah ga perawan, karna ga ada tanda2 berdarah pada saat MOT tadi.</p>
<p>gw terus genjot Nia di posisi DS sambil nusuk atas-bawah sampe kanan-kiri dengan variasi RPM. kepalan tangan Nia hanya bisa tersasarkan pada sprei kasur hotel. Nia terlihat sangat menikmati ayunan batang gw maju mundur dengan kepalan tangan nya yang semakin erat meraih sprei kasur hotel itu. desahannya yang dipadu dengan suaranya yang sengau membuat Nia semakin sexy di hadapan gw malam itu. setelah 10 menit berlalu. Nia teriak kecil&#8230;</p>
<p>N : ampun bang&#8230;ampun&#8230;aku udah lemes nih&#8230;<br />
(jadi ga tega mau lanjut ngospek Nia untuk ngajarin WOT)<br />
G : ya udah&#8230;kamu tiduran aja lagi yah&#8230;<br />
N : aku udah lemes bang&#8230;<br />
(mungkin karna durasinya juga yang udah kelamaan)<br />
G : iya&#8230;bentar aja koq sayang&#8230; (keceplosan)</p>
<p>lalu gw baringin lagi Nia ke posisi MOT dan langsung gw hajar dengan RPM tinggi. desahan dan rintihan Nia semakin ga terkendali&#8230;</p>
<p>N : ampun bang&#8230;Nia udah keluar trus dari tadi&#8230;<br />
G : keluarin sekali lagi Nia&#8230;ayo keluarin lagi&#8230; (bisik gw dikupingnya)<br />
N : terus bang&#8230;masukin terus&#8230;Nia mau keluar bang&#8230;<br />
(semakin naik libido gw kaya mau meledak dengernya)<br />
N : keluarin bang&#8230;keluarin punya abang di dada Nia<br />
G : iya Nia&#8230;iya&#8230;</p>
<p>ga lama gw angkat batang gw dari lubang kenikmatan Nia, cairan kejantanan gw langsung berhambur tak tertahan diatas dadanya yang putih dan masih mulus dengan puting yang merah kecoklatan. setelah itu gw cium lagi bibirnya yang mungil dan masih menyimpan hela nafas yang masih terlihat sangat lelah. setelah pertempuran itu kita membersihkan diri di kamar mandi hotel. berbincang ringan sambi berpelukan didepan TV hingga akhirnya kuantar Nia keluar hotel menuju mobilnya sambil mengucapkan terima kasih untuk malam yang menyenangkan. Tidak sempat berkata banyak bahkan sampe lupa menanyakan nomor HP ato FB nya (tapi gampang lah,tinggal coba tanya sama kakak seniornya aja kali ya ntar,hehehe), Nia pulang dengan senyum yang masih tersimpan dari balik kaca Yaris merahnya.</p>
<p>Entah suatu rejeki atau apa namanya, berawal pengen cari bisyar/bispak di makassar&#8230;eh malah dapet ayam kampus. bisa dapet kesempatan buat ngospek kilat di hotel lagi&#8230;??!! hehehehe&#8230;</p>
<p>Lumayan cerita ini gw sharing untuk teman-teman yang suka dengan cerita seks yang bisa menjadi selingan hidup, agar otak tak kaku dan terlalu fokus dengan kerja yang menumpuk.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-ayam-kampus/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita Ayam Kampus'>Cerita Ayam Kampus</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-mahasiswi-ayam-kampus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[birahi istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda genit]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda nakal]]></category>
		<category><![CDATA[istri mudaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita dewasa sebelumnya yang bersambung, tetang istri muda pejabat, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang.
Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun rencana…..
Besok [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan Istri muda Pejabat'>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> sebelumnya yang bersambung, tetang <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/">istri muda pejabat</a>, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang.</p>
<p>Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun rencana…..<br />
Besok kalo tidak salah mahasiswa baru masuk kuliah jam 9.30…jadi aku bisa melakukkannya setelah pejabat ini berangkat kerja….<br />
Aku pun tidur digudang sampai pagi….<br />
Paginya aku terbangun cepat karena kebiasaan ku selalu bangun pagi namun belum terdengar suara apa apa….aku pun terus baring sambil waspada terhadap bunyi apapun kulihat sudah jam 7.30…tak lama kudengar suara langkah kaki menuju meja makan…Linda bersama pejabat itu sedang sarapan….setengah jam kemudian pejabat itu pamit..<br />
“lin papa ke kantor dulu ya ntar siang kamu makan siang dirumah ya papa mau ambil jatah nih…”<br />
“ok deh papaku sayang….ntar siang Linda puasin lagi….”<br />
“ntar kalo kuliah pintu di kunci ya lin….papa berangkat<span id="more-243"></span> dulu”<br />
“siap bos…” Linda menjawab dengan manja….<br />
Tak lama kemudian terdengar suara kaki Linda masuk kembali kekamar….<br />
Aku pun keluar dari tempat persembunyianku….aku mulai berfikir bagaimana untuk memulainya,….<br />
Terdengar suara air dalam kamar…<br />
Linda sedang mandi tampaknya….<br />
Aku pun ingin mandi rasanya karena sangat gerah kurasa….<br />
Aku pun kearah dapur dan masuk ke kamar mandi belakang<br />
Aku langsung melepaskan semua bajuku dan langsung mandi serasa rumah sendiri…<br />
ketika sedang asyik mandi tiba-tiba pintu di gedor dari luar…<br />
“hey sapa didalam…?”<br />
Ternyata suara Linda dan aku mulai panik tidak karuan….<br />
“papa ya….? Jawab donk”<br />
Aku pun nekat dalam keadaan bugil langsung ku buka pintu dan Linda tampak sangat terkejut….kak dwi….!!!!!!!?<br />
Aku langsung menarik Linda kekamar mandi dan langsung memeluknya sementara dia masih menggunakan handuk karena baru selesai mandi….….<br />
“kak…lepasin…?” nampak linda mulai menjerit..<br />
Aku pun langsung melumat bibir sementara tanganku manarik turun handuknya…<br />
Linda terus meronta mendorong ku namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan dekapan ku….<br />
“kak…ssshhhh…uhffff….sudah kak….aku ini istrinya orang….”Linda mulai mendesah..<br />
Aku langsung terkejut dan melepaskan dekapan ku..<br />
“maksudnya…? Kamu istrinya siapa…?”<br />
Nampak Linda tertunduk malu….<br />
”panjang ceritanya kak…okelah saya ceritakan semuanya tapi jangan disini kak kita keruangan televisi saja terus kakak pake baju dula ah…”kemudian Linda keluar kamar mandi dengan bugil karena handuknya basah jatuh ke lantai..<br />
Aku pun memakai baju ku dan langsung keruangan televise…<br />
“tak lama kemudian Linda keluar menggunakan daster tipis dan sepertinya tidak menggunakan bh karena benjolanya terlihat jelas….<br />
“Ok kak sebelum saya menjelaskan semuanya saya mau Tanya gimana kakak bisa mandi pag-pagi di sini …?”<br />
Aku pun menceritakan yang sebenarnya mengenai kejadian tadi malamdan alasan kenapa sampai begini karena eku begitu mencintainya dan penasaran dengan semua misteri tentang Linda…<br />
“jadi kakak sudah tau semua donk…”<br />
“iya tapi belum jelas alur ceritanya…cuman yang hot-hot aja yang tau” jawabku sambil tersenyum…<br />
“ah kakak jadi ga enak nih…”<br />
Lalu Linda menceritakan masalah yang sebenarnya…<br />
Linda ternyata gadis desa yang dinikahi oleh pejabat ini secara sirih karena orang tuanya terbelit hutang… dan Linda pun tidak keberatan karena dia ingin membantu orang tuanya…<br />
Namun dia dipaksa untuk mengaku jadi anak angkat pejabat ini….<br />
”Oh… begitu ya…sory kalau saya jadi buat kamu sedih lin…”<br />
“nggak kak aku bahagia kok…sekarang hidupku berubah seratus persen penuh dengan kemewahan….”<br />
Kami pun saling diam entah apa yang saling kami pikirkan….<br />
Tidak lama kemudian Linda mendekat dan langsung memegang senjataku yang masih tertidur…<br />
“kakak kan udah liat semuanya tadi malam jadi tolong kakak jangan cerita sama siapapun ok…n sekarang kakak tolong puasin saya karena tadi malam saya belum puas….n kakak nanti saya servis full…”<br />
“Ok…tapi tunggu dulu…kamu kok bisa jadi seberingan begini padahal kan kamu baru berapa bulan di kota….”<br />
“iya kak tapi saya selalu di suruh nonton film blue untuk belajar katanya bapak…n ternyata bapak ga sanggup puasin saya…”<br />
“ok tapi tapi ada aturan mainnya kamu bakal puas saya jamin tapi turutin apa yang saya bilang ok…”<br />
“ok kak….deal…”<br />
“sekarang kamu lepas daster kamu n cd kamu terus berdiri di depan saya….”<br />
Linda pun melepakan dasternya dan berdiri di hadapan ku persis bulu-bulu halus di hadapan mataku…<br />
Aku pun memandanginya penuh kagum…tubuhnya putih mulus….toketnya kencang dan masih mengkal…kemudian bulunya tipis dan uhffff ……….pahanya putih mulus……<br />
“cepet donk kak jangan cuman diliatin ga tahan nih….”<br />
Gila nih anak nafsunya tinggi banget…<br />
“ntar dulu mau puas ga..?”<br />
“sekarang kamu berbaring dilantai….”<br />
Linda pun menurut….<br />
“buka pahanya lebar-lebar….”<br />
Woooouwww mhemek nya merah muda……..dan nampak cairan bening disekeliling klitorisnya….<br />
Linda memejamkan matanya….aku segera melantai dan duduk disampingnya…<br />
Mulai ku kecup keningnya terus turun…ku jilat semua bagian mukanya..sampai kebelakang telinganya…..<br />
“ahhhhhh….kaaakk….ampun kakkk…..uhhhhhffffff…..shhhhhh”<br />
Kemudian kulumat bibirnya dan Linda pun langsung membalasnya dengan beringas….<br />
Kemudian jilatan ku mulai turun ke leher….sampai ke dadanya dan kujilat di sekitar puting nya hampir lima menit….<br />
“ ahhhhh…kakk….terus kak….nikmat……”<br />
Kemudian kujilat lagi bagian perutnya dan kumainkan di sekitar pusat….nampak Linda menggelinjang kenikmatan dan aku pun terus melanjutkan permainanku….<br />
Kuturunkan jilatan ku ke bagian paha sampai keselangkangan….linda pun menjerit nikmat…..<br />
Kemudian ku pandangi lubang kecil berwarna merah muda dan kusentuhkan hidungku di lubang tersebut….harum sekali…nampaknya Linda sangat merawat bagian yang satu ini…<br />
“ohhhhh…..kak…..sudah kakk…….ahhhhhhh”<br />
Lalu mulai kumainkan lidah ku dilubang itu dan sesekali ku dorong lidahku agak kedalam….<br />
Linda menjambak rambutku dengan erat nampaknya dia sudah mau klimaks dan semakin lincah ku goyangkan lidah ku di lubang itu…..<br />
“kak…aku mau keluarrrrrrrr…..ga tahan…….ouhhhhhhhhh…..aaahhhhhhhhhhhh…..”<br />
Linda mencengkram rambutku dan cairannya dengan deras keluar….banyak sekali dan rasanya sungguh nikmat…..kujilat semunya cairan cinta Linda sampai bersih,….<br />
“ohhhhh kakk……nikmat banget……cape kak……ohhhhhhhh…..”<br />
Linda terus meracau sambil menarik rambutku….<br />
Kemudian aku duduk disamping nya…..aku masih berpakaian lengkap…..<br />
“lin sekarang kamu balik tengkurap…..”<br />
Aku pun melepaskan semua pakaian ku…dan duduk mengangkang di hadapan mukanya…<br />
Tampak senjataku berdiri tegak…<br />
”hahhhh….kak gede banget……gila ….hitam banget lagi….”<br />
Ya ukuran penisku memang tergolong besar 17 senti karena aku mengunakan ramuan untuk memperbesar alat kelamin….<br />
“sekarang kamu jilatin dulu mulai dari bijinya sampai ujung batang nya…..”<br />
Linda pun menurut …..sambil tengkurap dia melaksanakan tugasnya……..<br />
Lidahnya sangat lincah….dia mempermainkan batang kemaluahku sampai keujung nya….<br />
Ahhhhh. Lin enak banget jilatan mu….<br />
Kemudia Linda mulai memasukkan senjataku kedalam mulutnya dan dia memaksa untuk memasukkan seluruhnya…….<br />
“oooucchhhh….ah…..hangat banget lin…terus lin sampai dalam…..”<br />
Linda pun meneruskan sampai bibirnya tersandar di batang kemaluanku….<br />
Terasa ujung senjataku menyentuh bagian dalam tengorokannnya dan seperti di pijit-pijit….<br />
Linda pun mengocoknya menggunakan mulutnya…….<br />
“ahhhh.lin….hisap yang kuat lin…….enak banget mulutmu……”<br />
Linda mempercepat hisapan nya seperti kesurupan karena nampaknya Linda sangat terangsang…..<br />
Akhirnya akupun menyuruhnya menungging seperti gaya dogy style dan kutancapkan senjataku kemulutnya dan terus ku pompa….nampak matanya memerah karena ku pompa sangat cepat…..dannnnn…..<br />
“lin saya keluar linnn……hisap yang kuat linnnn…..”<br />
“oooohhhhhhhhhhhhh……ahhhhhhhhhhhhhhhhh……….hhhhhhhh hhffffff”<br />
Aku pun memuncratkan spermaku di mulutnya….dan Linda langsung menela semua spermaku…….<br />
Linda terus membersihkan senjata ku hingga bersih dan senjataku masih tegak berdiri….<br />
“kak kok masih tegak sihh…”<br />
“itu tandanya masih mau lin…..”<br />
Aku pun menyuruh Linda menjilat biji….<br />
Tak lama kemudian setelah kurasa cukup tenaga ku aku pun menyuruh Linda terlentang kemudian kuarahkan senjata ku lubang kecil itu…<br />
“pelan-pelan kak sakit….punya kakak besar banget…..”<br />
Aku pun medorong pelan-pelan sambil ku maju mundurkan….<br />
“sempit banget punyamu lin….gila bisa lecet punya ku…..”<br />
“ahhhhh kakkk….sakit….pelan-pelan kak….uhfffff….terus…..nikmat kakk…..”<br />
Aku pun terus mendorong senjata ku hingga mentok kedalam kemudian ku diamkan beberapa saat didalam supaya Linda dapat beradaptasi dengan besarnya senjataku…<br />
“Kak cabut kak agak sakit….”<br />
Aku pun macabut nya kemudian memasukkan kembali pelan pelan dan nampaknya Linda mulai menikmati karena mulai menggoyang kan pinggulnya mengikuti irama goyangan ku….<br />
“huffffff…..terus kak…..konthol kakak enak banget…..ahhhh……”<br />
Aku pu memompanya denga irama…kurasakan kothol ku serasa dipijat-pijat dan sangat hangat cairan nafsu milik Linda..<br />
“ahhhh…kak Linda ga tahan…..enak kakk…….teruss….”<br />
Linda memelukku erat dan mengangkat pingguknya agar senjataku full kandas di memhek nya…..<br />
“ak aku keluar……ahhhhhhh……..hufffffff……..enak kakkk….”<br />
Linda mencakar punggungku sambil mengejang dan terasa caira cinta yang begitu hangat membasahi sejataku….<br />
Aku pun mencabut senjata ku dan kemudian mengambil tisu dank u lap sampai kering memhek Linda….<br />
“kak kok di lap sih..?<br />
“biar seret lagi….abis memhek mu enak banget sih….”<br />
“sekarang kamu tengkurap….”<br />
Linda pun tengkurap dan aku pun mulai mengarahkan senjataku ke memheknya Linda….<br />
Gila sempit banget karena posisi Linda tengkurap dan kakinya lurus sehingga senjataku melesat melalui belahan pantanya dan kemudian masuk ke memhek Linda…memang tidak masuk semua namun sensasinya luar biasa…<br />
“kak…sakit…..terus kak…..enak banget…..tusuk yang dalam…..uhhfffff…..”<br />
Aku pun mlai mengoyang kembali dan nampak memhek Linda basah kembali dan dengan lincah senjataku ku tarik maju mundur…..sementara tanganku meremas remas punggungnya……<br />
Hampir sepuluh menit kugoyang dan Linda sudah basah dengan keringat sekujur tubuhnya dan itu membuat dia tambah seksi…..<br />
Lalu kusuruh linda duduk di sofa dan kakinya diangkat keatas sehingga memheknya terpampang jelas…..<br />
Ku tusuk dengan kothol ku….<br />
“ahhhh enak banget kakk……tersusin kak….jangan berhenti….”<br />
Aku pun terus memompanya dengan irama yang lembut…..<br />
Bulir-bulir keringatku barjatuhan dipaha Linda….<br />
“kak terus kak…aku udah ga tahan nihhh….”<br />
“lin aku juga…..mau keluaarrrrr…….uhhffffff….keluarin dimana…..?”<br />
“di dalam aja kak…….ga papa…….”<br />
Aku pun memompa dengan cepat………..uhfff…..<br />
“aku keluar kakk………uuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhffffffffff………ahhhhhhh hhhhhhh”<br />
aku terus memompa dan akhirnya….<br />
“aku keluar lin…..”<br />
Ku tancapkan dalam dalam senjataku…..<br />
“ohhhhh……ahhhhhhh……ahhhh…..uffffffhhhhh….”<br />
Spermaku pun membanjiri rahim nya……<br />
Jangan di cabut kak…..biarin dulu……<br />
Terasa konthol ku seperti di urut-urut didalam…..<br />
Kemudian kucabut konthol ku dan sperma ku meleleh keluar dari memhek Linda….<br />
Linda pun tampaknya kelelahan…..<br />
Aku pun duduk disampingnya……..<br />
“lin enak banget memhek mu…”<br />
“konthol kakak juga enak banget….bener=bener puas…..baru kali ini saya nikmatin enaknya beginian”<br />
“jam berapa suamimu pulang…”<br />
Linda melihat jam diding….<br />
“Jam sebelas….setengah jam lagi”<br />
“Ok deh aku pulang dulu yah….”<br />
“jangan kak…sembunyi aja dulu ntar kalo bapak kekantor lagi kita lanjut lagi….”<br />
“trus saya sembunyi dimana…?”<br />
“di kamar aja ntar kakak nonton aku main sama bapak….?<br />
Ok deh dan aku bersiap untuk sembunyi dikamar….</p>
<p>Masih Bersambung&#8230; Nantikan Cerita berikutnya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan Istri muda Pejabat'>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[gairah istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan istri muda Pejabat II'>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya perselingkuhan pun terjadi.</p>
<p>Aku seorang lelaki dengan umur 24 tahun, orang bilang aku lumayan tampan dengan potongan rambut yang selalu pendek..tubuh ku agak kecil tinggiku 160 dengan berat badan 55 kg jadi yah lumayan kurus namun terlihat lincah….saat ini aku kuliah semester akhir di suatu perguruan tinggi swasta ternama di makassar..<br />
Aku kuliah jurusan pariwisata yang tentunya banyak di huni oleh wanita-wanita cantik…<br />
Namanya rani tubuhnya sangat indah, kulitnya putih, tinggi 165 dan penampilan sangat sexy….dia merupakan mahasiswi baru di jurusan ku, umurnya sekitar 20 tahun orangnya tampaknya lugu setiap dia lewat depan kelas ku dia selalu tersenyum….<br />
Terus terang aku jadi penasaran untuk berkenalan sama dia namun aku juga merupakan cowok yang agak pemalu kalo berurusan dengan wanita karena mulai aku kuliah sampai saat ini aku belum punya pacar di kampus ini…kalau pacaran dengan perempuan nakal memang banyak namun kalo pacaran serius belum pernah…<br />
Semakin hari perasaan ku semakin suka sama rani sehingga suatu sore aku<span id="more-239"></span> beranikan berkenalan dengan dia ketika mau pulang kampus….<br />
Ternyata nama aslinya Maharani, dia tinggal dekat dengan kampus bersama kedua orangtuanya sehingga dia pulang hanya berjalan kaki…<br />
Perkenalannya amat singkat karena nampaknya dia tidak terlalu merespon dengan baik dia hanya menyebutkan namanya kemudian bla2x sedikit, lalu pulang…<br />
Keesokan harinya kemudian aku menanyakan nomor hpx namun rani tidak memberikan dengan alasan hpx jarang dia aktifkan…aku hanya bingung karena dia langsung pergi…<br />
Aku semakin penasaran karena rani semaki misterius….sulit untuk di ajak bicara….<br />
Suatu sore aku mengikuti dia dari belakang menuju kerumahnya dan memang ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari dari kampus dan ternyata dia masuk kerumah besar yang merupakan rumah salah satu pejabat besar di kota ini….aku sempat kaget alo ternyata rani merupakan seorang anak pejaba…tapi kenapa dia begitu tertutup…seperti terasing dari yang lain…<br />
Aku tetap menunggu beberapa saat dan kemudia tidak berapa lama pemilik rumah itu tiba dan langsung masuk kerumah sedangkan supir dan mobilnya keluar lagi entah kemana….<br />
Rumah itu tanpak sepi…sampai sekitar 2 jam saya menunggu akhirnya saya putuskan untuk pulang karena tidak ada perkembangan…<br />
Hampir satu minggu aku mengikuti rani pulang dan tidak ada perubahan semunya sama setiap harinya….<br />
Akhirnya aku beranikan diri untuk pergi kerumahnya pada suatu malam…<br />
Kira kira pukul setengah delapan aku tiba dirumah itu, ak sudah mempersiapkan alasan untuk meminjam buku anak semester satu sebagai bahan untuk tugas akhirku….<br />
Aku membuka pagar dan langsung mengetuk pintu rumah…<br />
Cukup lama kuketuk dan akhirnya seorang laki2 membukaka pintu yang ternyata pejabat itu….<br />
“Malam pak….ada Rani” tanyaku agak gugup…<br />
“ada perlu apa ya” suara pejabat itu agak parau<br />
“saya teman kampusnya pak mau pinjam buku sama rani Karena ada tugas untuk besok.”<br />
“oh….mari masuk..raninya lagi dikamar…mngkin lagi belajar..tunggu sebentar ya bapak panggilkan…” kemudian pejabat itu masuk keruangan dan tidak lama rani keluar dan tampak sangat terkejut ketika melihatku….<br />
“oh kak dwi..ada apa kak..? kok tau rumah saya disini…?sama siapa…?”<br />
Aku cukup kaget ditanya dengan banyak pertanyaan…<br />
“satu-satu donk dek nanyax…jadi bingung nih mau jawab yang mana duluan,….”<br />
“sory kak cuman kaget aja ternyata kakak yang dating….”jawab rani sambil tersenyum manis…<br />
Gila cantik banget nih cewek…<br />
“anu dek eh anu..cuman mau pinjam buku dasar2 pariwisata untuk bahan tugas akhir kakak…”<br />
“oh…kakak mau lama atau sebentar disini…?”<br />
“maksudnya dek..?”<br />
“enggak kalo lama biar saya bikinin minuman…”?<br />
“boleh dek sekaligus mau cerita cerita…gak papa kan..?”<br />
“gak papa kebetulan saya juga lagi bete nih…”<br />
Kemudian rani masuk kedapur…ternyata rani di rumah sangat berbeda dengan di kampus..dia sangat ramah….<br />
Tak lama kemudian rani keluar dengan membewa segelas orange juice….<br />
“Mari kak diminum..”<br />
“ok thanks….disini ga ada pembantu ya…?”<br />
“ga ada kak…kan ada saya…”<br />
“yang tadi itu papa kamu ya..?”<br />
“ehmmmm….iya kak tapi papa angkat….”<br />
“ohhh…trus kayax kamu orang baru deh disini karena aku ga pernah liat kamu selama ini….padahal sudah empat tahun aku kuliah di dekat rumahmu…”<br />
“iya kak…panjang banget ceritannya……”<br />
“trus boleh di certain gak…?”<br />
“nanti aja kak ya belum waktunya…? Kita ngobrol masalah kuliah aja ok..??”<br />
“ok deh…”<br />
Akhirnya kami mengobrol masalah kuliah dan temen-temen kampus Linda sampai jam setengah sepuluh…intinya tidak ada sama sekali informasi yang bisa ku peroleh tetang keluarga ini…dan itu mebuatku semakin penasaran….<br />
Kemudian aku pamit pulang pada ayah angkatnya dan nampaknya ayah angkatnya tidak senang melihat aku….<br />
Malam itu aku tidak langsung pulang namun diam-diam aku kembali menorobos masuk dan mencari celah untuk mencari tahu apa sebenarnya misteri di rumah ini….<br />
Pekarangannya cukup luas namun tidak ada satpam dan nampak rumah ini sangat sepi seperti tidak berpenghuni….<br />
Aku mengelilingi rumah itu dan akhirnya aku mendapatkan jendala yang masih terbuka di samping ruangan tv…kulihat kedalam tampaknya tidak ada orang….tangan ku kumasukkan kedalan terali jendala dan mencoba untuk membuka kunci pintu dari dalam..<br />
Klek….pintu itu terbuka….dalam hatiku aku berfikir perbuatan ini sangat nekat karena jika tertangkap basah aku pasti mendapat masalah besar apalagi ini merupakan rumah seorang pejabat…tapi aku sudah terlanjur penasaran dan kepalang basah ya kulanjutkan kembali misi ku untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya di rumah ini…<br />
Aku mendengar suara orang sedang bercerita….<br />
“tadi itu siapa..?”<br />
“teman kuliah pa…?”<br />
“bukan pacar….”?<br />
“bukan….suer deh…”<br />
Kemudian aku mengintip keruangan itu dan ternyata Linda bersama ayah angkatnya sedang makan malam……<br />
Tidak lama kemudian mereka selesai makan dan Linda membersihkan meja makan dan kemudian mereka keluar menuju ruang tamu….<br />
Aku langsung cepat bersembunyi di ruangan tamu yang kebetulan lampunya mati sehingga tidak terlihat dari ruang televisi…<br />
“Lin..jendela sama pintu sudah kamu tutup semua…?”<br />
“sudah pa…?”<br />
Tidak lama kemudian Linda datang dan langsung duduk disamping ayah angkatnya dan kepalanya disandarkan di bahu aya angkatnya itu….<br />
Sambil menonton televisi mereka saling berpegangan tangan…dan aku tidak tahu apa yang mereka tonton karena televisix membelakangiku…jantungku berdegup kencang ketika kulihat tangan ayah angkatnya Linda menjalar kedada Linda dan mulai meremas-remasnya<br />
dan nampaknya Linda sangat menikmati hal itu….<br />
Desahan Linda cukup terdengar di telingaku karena tidak ada suara televisi ….<br />
“Uhffff….ahhhhh….terus pa…..nikmat….”<br />
Kemudian dengan lincah pejabat itu membuka baju dan bhx Linda…serta menurunkan celana pendek yang dipakai Linda….<br />
Kini Linda hanya menggunakan cd tipis yang berwarna ungu…<br />
Dia tampaknya pasrah dan menunggu apa selanjunya yang akan dilakukan padanya…..<br />
Pejabat itu kemudian melepas pekainya sendiri sampai bugil…<br />
Kini pejabat itu telah bugil dan tampak senjata itu berdiri tegak….tidak terlalu besar…kira2 13 centi…ukuran standar….<br />
Sementara Linda masih bersandar disofa…..<br />
Tak lama kemudian pejabat itu nai ke sofa dan mengarahkan senjatnya ke mulut Linda…dan dengan sigap Linda mulai melakukan tugasnya….<br />
Linda mengecup kemudian dengan lembut dimasukkan kedalam mulutnya dan semua senjata itu bles masuk kemulut Linda hanya terlihat bulu pejabat itu yang menempel di hidung dan pipi Linda…<br />
Sementara pejabat itu nampaknya sangat menikmatinya….<br />
Hisap terus lin… jangan dilepas….terus…hisap yang kuat…….<br />
Linda terus mengisap senjata itu…terlihat pipinya kempot…..sementara tangan yang satunya lagi …memilin-milin biji yang berada di bawah senjata itu….<br />
Kemudian tidak lama kemudian pejabat itu mulai menggenjot pinggulnya sehingga kepala Linda mulai bergoyang maju mundur….<br />
“ssshhhh ….nikmat lin….ahshhhh…uhhhhhhffff….terus sayang …..terusssssss….”<br />
Pejabat itu kemudian mencabut senjatanya dari mulut Linda dan memasukkan kembali dengan kasar sehingga Linda tampak tersedak….namun pejabat itu tak peduli….<br />
Terlihat mulut Linda yang kecil terlihat memerah karena sesaknya senjata yang masuk ke mulutnya….<br />
Semakin lama genjotan pejabat itu semakin kencang kemulut Linda sampai akhirnya pejabat itu terlihat menenggang dan memasukkan dalam-dalam senjatanya kemulut Linda…<br />
“ahhhhhhhhhh……ahhhhhhhh…..achhhhhh……..”<br />
Nampaknya pejabat itu mengalami orgasme dan di memuntahkannya di mulut Linda yang paling dalam….dan nampaknya Linda sungguh menikmati hal itu….di terus menghisap senjata itu seperti tak mau melepaskannya sambil menelan seluruh sperma yang menyemprot tenggorokannya….<br />
Linda terus menghisap senjata itu dan tampaknya pejabat itu mulai merasa geli dan akhirnya mencabutnya dari mulut Linda<br />
Linda tampak kecewa ketika senjata itu di cabut….<br />
Kemudian pejabat itu duduk disamping Linda…<br />
“nikmat banget sedotan kamu sayang….”?<br />
Linda tersenyum sambil terus memegangi senjata pejabat itu yang sudah mulai layu…<br />
Sekitar sepuluh menit mereka bercerita sambil saling merangsang…..<br />
Aku terus memandangi tubuh Linda yang begita indah….<br />
Susunya masih mengkal…ukuran 32 B…putingnya berwarna pink dan kulitnya putih mulus tanpa noda….sementara kulihat cd ungu yang dia kenakan sudah sangat basah….<br />
Tak lama kemudian Linda menarik pejabat itu ke lantai dan disuruhnya berbaring….dan Linda memulai kembali bergerilya….dia menjilat seluruh tubuh pejabat itu dari muluai leher sampai kelutut berulang-ulang….<br />
Nampak pejabat itu menggelinjang kenikamatan dan senjatanya sudah mulai berdiri tegak kembali….lita mulai mengulumnya kembali dengan lincah…<br />
Setelah itu Linda melepaskan cd ungunya dan kemudian berjongkok tepat diatas senjata itu……<br />
Perlahan –lahan Linda mengarahkan senjata itu kesarang miliknya….<br />
Blesss….senjata itu menghilang diantara pantat Linda….<br />
Kemudian Linda mulai menggoyangnya dengan liar sementara pejabat it uterus meremas susu milik Linda…..<br />
“ahh…..terus….enak banget sayang….goyang terus…..aku mau keluar nih…..”<br />
kemudian Linda dengan cepat mempercepat goyangan itu …dan semakin liar….<br />
“ohhh….ahhhh…ohhhh…uhfffff….” suara Linda terdengar..<br />
“aku keluaaaar sayang……ahhhhh……achhhhhhh”<br />
Pejabat itu nampaknya mengalamai orgasme yang kedua sementara Linda masih terus menggoyangnya karena Linda belum mengalami orgasme….<br />
Aku menyaksikan kejadian itu sambil menservis sendiri senjataku by hand….<br />
Terlihat nampaknya Linda kecewa dengan pejabat itu karena Linda belum puas sementara pejabat itu sudah lemas berbaring di lantai….<br />
“Sory sayang ya papa keluar duluan habis kamu liar banget sih n punya kamu sempit banget jadi siapa yang bisa tahan di goyang kaya gitu….”<br />
Aku mulai berfikir kotor untuk mencari kesempatan memuaskan Linda malam ini….<br />
Namun aku kehilangan akal karena tidak lama kemudian mereka berdiri dan langsung masuk kekamar….<br />
Aku kemudian bengong sendiri menyaksikan kejadian barusan sementara torpedo ku masih berdiri tegak….aku berjalan pelan ke arah tempat perang tadi….masih tercium aroma birahi yang kuat…kemudian aku servis tropedoku sendiri by hand dan memuncratkannya dilantai bercampur dengan sisa-sisa perang tadi….<br />
Kemudian aku mulai bingung bagaimana caranya aku bisa mendapatkan Linda…<br />
Yang ku tahu sekarang intinya Linda mempunyai nafsu yang sangat tinggi….</p>
<p>Bersambng pada <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita</a> selanjutnya</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan istri muda Pejabat II'>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic page generated in 0.632 seconds. -->
<!-- Cached page generated by WP-Super-Cache on 2010-03-11 04:58:31 -->
<!-- Compression = gzip -->