<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; cerita selingkuh</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Feb 2010 03:02:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Cerita selingkuh Pertamaku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Cerita selingkuh sudah banyak dalam cerita dewasa kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. 
Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Selingkuh dengan teman istriku'>Selingkuh dengan teman istriku</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita selingkuh sudah banyak dalam <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. </p>
<p>Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun, namaku&#8230;katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19 Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting di web idola.</p>
<p>Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang<span id="more-257"></span> mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak, namanya&#8230;katakan andy, berasal dari jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang. Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta)&#8230;mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.</p>
<p>Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.<br />
Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil&#8230;notebook..?), dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu andy meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb, tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal&#8230;akhirnya aku juga ikut tertawa.<br />
Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web&#8230;dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar&#8230;.sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana&#8230;, tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb, tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex sampai <a href="http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/">telanjang</a> bulat, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek&#8230;.</p>
<p>Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 18 &#8211; 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku. Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy mendesis desis&#8230;entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil&#8230;</p>
<p>Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi&#8230;ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.</p>
<p>Sampai disini mas <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/">cerita selingkuh</a> ku yang memiliki aroma selingkuh yang baru, belum berpengalaman dan sangat menegangkan bagi aku. </p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuh di kantor</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuh 2010</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita sex</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita sex selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuh baru</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita dewasa selingkuh 2010</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita istri setia selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">ceritaseru 18 tahu</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita seru selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita perselingkuhan 2010</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita selingkuh pertamaku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita seru</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">ceritaseru 18 thn</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita penis</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">cerita sex selingkuh 2010</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/">my</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Selingkuh dengan teman istriku'>Selingkuh dengan teman istriku</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan Tante Dengan Brondong</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 15:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita perselingkuhan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[info brondong]]></category>
		<category><![CDATA[info tante suka selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[tante suka selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Di tinggal suami kerja mungkin biasa bagi istri kebanyakan, tapi ada juga istri-istri yang memang gak biasa di tinggal suami mencari rejeki, akhirnya selingkuh, bagi yang gak mau ambil resiko berat ketahuan, selingkuh dengan sopir, dan yang neka mungin cari brondong karena bisa lebih puas dalam hal birahi seks. berikut cerita perselingkuhan antara tante dengan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di tinggal suami kerja mungkin biasa bagi istri kebanyakan, tapi ada juga istri-istri yang memang gak biasa di tinggal suami mencari rejeki, akhirnya selingkuh, bagi yang gak mau ambil resiko berat ketahuan, selingkuh dengan sopir, dan yang neka mungin cari brondong karena bisa lebih puas dalam hal birahi seks. berikut <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan</a> antara <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante dengan brondong</a>.</p>
<p>Kapan suamimu pulang .. Marisa ..?&#8221;, bisikku letih kepadanya, sejenak setelah hampir sekitar kurang lebih 1 jam aku menggeluti dan menyetubuhinya sebanyak dua kali. Kami berbaring kelelahan diatas kasur kamarnya. Kuelus-elus mesra bukit kemaluannya yang sedikit basah berkeringat sehabis kusenggamai. Begitu tebal dan montok bukit kemaluan mbak Marisa ini. Kucubit gemas berulang kali belahan bibir labia mayoranya yang empuk dan kenyal. &#8221; Nggghhhh &#8230;.. akhir bulan depan Er &#8230; kenapa ..?&#8221;, ujarnya setengah merintih menikmati elusanku.</p>
<p>&#8221; Apa katanya nanti Marisa &#8230; ?&#8221;, tanyaku sedikit khawatir. &#8221; Aahh &#8230; selalu itu saja yg kau tanyakan Ery &#8230; ngghhh &#8230; dia harus tahu diri karena ia sendiri yg mengusulkan ide ini &#8230;..&#8221; &#8221; Bisa-bisa aku dibunuhnya Marisa &#8230;?&#8221;, tanyaku masih tak puas.<br />
Mbak Marisa membuka kedua matanya yg setengah terpejam lalu memandangku gemas. &#8221; Ery &#8230; bagaimanapun juga suamiku pasti ingin tahu siapa bapak anak yg sedang kukandung ini &#8230; setidaknya kamu mesti ketemu dengannya &#8230;&#8221; &#8221; Suamimu benar-benar gila Marisa &#8230; ?&#8221; &#8221; Kita yg gila Er &#8230; dan kau yg gila Ery &#8230; kamu sendiri khan yg nekat dan berani-beraninya merayuku sampai hamil begini &#8230;ahhh &#8230;&#8221;, bisiknya lirih masih kelelahan.</p>
<p>Mulutnya tersenyum kecil. &#8221; Kenapa kamu juga mau dirayu &#8230;.?&#8221;, ujarku tak mau kalah. &#8221; Bodo aahh &#8230;&#8221;, sahutnya malas. Kupandangi wajah cantiknya yg terlihat letih. Bibirnya yg sedikit tebal tampak basah. Kupandangi tubuh bugilnya yang<span id="more-213"></span> putih mulus dan begitu montok nan aduhai, kedua buah dadanya mengacung tegang bak buah melon dengan puting-putingnya yg keras berwarna coklat kemerahan. Pinggulnya bundar padat dengan kedua paha serta kaki seksinya yg putih merangsang, bukit kemaluannya yang mulai tertutup dengan rerimbunan jembutnya yang halus dan kehitaman tampak basah merangsang birahi. &#8221;</p>
<p>Suamimu benar-benar menyia-nyiakanmu Marisa &#8230;&#8221;, bisikku gemas. Kuremas dan kukocok alat vitalku yg mulai menegang lagi. Dalam sekejab rudal tomahawk ku telah kembali perkasa. Kepala penisku membesar bak buah sawo manis. Urat-urat disekujur batang penisku mulai bertonjolan keluar menandakan ereksi-ku yang telah sempurna. Mbak Marisa melirikku sekilas dan hanya bisa tersenyum letih. &#8221; Aaah .. kadang kupikir aku sudah tak sanggup lagi melayanimu Ery &#8230;&#8221;, bisiknya lemah. Aku tersenyum menyeringai senang. Dengan penuh gairah aku kembali menaiki dan menindih tubuh mbak Marisa yang telanjang. Kupentang lebar kedua belah paha mulusnya. Dan ia hanya memekik kecil dan merintih panjang saat untuk kesekian puluh kalinya batang alat vitalku kembali menembus dan mengoyak liang kemaluan hangatnya sampai mentok kandas. &#8221; Aawww &#8230; ooh .. Ery .. kau ini benar-benar hipersex &#8230;&#8221;, bisiknya letih.</p>
<p>Aku tahu mbak Marisa sudah tak sanggup lagi melayani nafsu sex ku lagi&#8230;. Sayang aku tak peduli. Ia hanya bisa mengeluh dan merintih berulang kali ketika aku mulai mengayuh pinggulku turun naik menyetubuhinya lagi beberapa saat lamanya, sebelum akhirnya air maniku kembali tersembur keluar dengan hebatnya memenuhi liang vaginanya, menyebar benih-benih spermaku kedalam rahimnya. Perlu juga saya ceritakan sedikit tentang kelainan sex yg dimiliki mbak Marisa &#8230;. Selain ia senang menyuruhku meminum cairan lendir orgasmenya, mbak Marisa juga suka melihat air maniku ditumpahkan keatas kemaluannya.</p>
<p>Pernah suatu malam saat kami berhubungan badan yg biasanya paling tidak kami lakukan sebanyak 2 ronde, pada ronde pertama kami bersenggama ketika kurasa air maniku sudah hendak muncrat keluar tiba-tiba mbak Marisa berbisik kepadaku. &#8221; Eryyy &#8230; keluarkan diluar sayang &#8230;.nnnggghh &#8230;. cabut dulu penismu Er &#8230;.&#8221;, erangnya manja. Semula aku agak kaget juga mendengar permintaannya yg aneh, karena biasanya bila air maniku hendak keluar kedua paha mulusnya langsung dijepitkan kuat-kuat ke pinggangku dan vaginanya langsung merapat ketat sekali sampai alat vitalku tak kuat lagi menahan rasa nikmat, namun kali ini mbak Marisa malah mendorong tubuhku yg sudah mulai meregang nikmat hendak enjakulasi, dengan cepat tubuhnya yg berada dibawah tindihanku langsung bergeser sedikit keatas sehingga otomatis batang penisku langsung tercabut keluar dari dalam liang vaginanya.</p>
<p>Belum juga habis kagetku, jemari tangan kanannya menyambar alat vitalku &#8230; diremasnya kuat dan dikocok naik turun dengan cepat &#8230; kepala penisku diarahkannya keatas permukaan bukit kemaluannya yg besar montok ditumbuhi dengan bulu jembutnya yg mulai rimbun dan tebal, belahan kedua bibir kemaluannya masih setengah terbuka sehabis kusenggamai tadi dan tampak basah berlendir bekas cairan kewanitaannya yg bercampur dengan cairan orgasmenya yg berwarna keruh kekuningan. &#8230;. Crraatttt &#8230;crreeeettt &#8230;&#8230;. Crrreeett &#8230;&#8230;. Crrrettt t&#8230;&#8230;. ccreeeeetttt&#8230;&#8230;. Air maniku yg putih setengah kental langsung berhamburan keluar banyak sekali membasahi seluruh permukaan bukit kemaluannya yang merangsang. Bulu jembutnya yg mulai tebal seakan tertutup oleh leleran air maniku yg putih seolah seperti sedang dikeramasi.</p>
<p>Saking kuatnya semburan spermaku itu sampai membentuk garis-garis putih dan panjang diseluruh bukit kemaluannya dan sekitar perut serta pusarnya, sebagian besar meresap masuk disela-sela belahan bibir kemaluannya dan memasuki liang vagina merahnya yang setengah terbuka. Kedua mata mbak Marisa tampak berbinar-binar melihat cairan mani kentalku yg begitu banyak melumuri bukit kemaluannya. Ia mendesis gemas dan lidahnya setengah terjulur keluar menjilati bibirnya yg basah merekah. &#8221; mmmmhh ..pantas saja begitu cepat aku hamil Er &#8230;. Spermamu sebanyak ini &#8230;.&#8221;, bisiknya kagum. Aku tersenyum bangga diantara rasa nikmat enjakulasiku, kuraih alat vitalku yg mulai sedikit lemas karena air maniku seakan terkuras habis dari remasan jemari tangan mbak Marisa &#8230; dengan gemas kuusap-usapkan alat vitalku yg masih setengah ngaceng ke seluruh permukaan bukit kemaluannya yg penuh leleran maniku sendiri lalu dengan sedikit susah payah berusaha kubenamkan kembali kepala penisku yg sudah loyo itu kedalam liang vaginanya.</p>
<p>Tapi sayang&#8230;. Alat vitalku terlalu lemas untuk memasuki liang vagina mbak Marisa yg sangat rapat &#8230; hingga meski aku berusaha menekan tetap saja hanya ujung kepala penisku yg bisa masuk sekitar 3 centi saja &#8230; &#8221; Aaaahhhh &#8230;. Marisa &#8230;.&#8221;, bisikku gemas menyaksikan semua itu. Aku terkulai lemas disampingnya. Dengan mesra mbak Marisa mengusap lembut jidatku yg penuh keringat sebelum akhirnya ia mengusap-usap perut dan bukit kemaluannya sendiri yg penuh leleran maniku sampai berjatuhan dan membasahi sprei tempat tidurnya. Beberapa kali aku juga sering minta kepada mbak Marisa untuk mencoba merasakan senggama lewat lubang anusnya, karena sering aku melihat di film2 porno anal sex seperti itu kelihatannya sangat nikmat sekali karena lubang anus sudah pasti sangat sempit dan jauh lebih rapat dibanding liang vagina. Namun dengan tegas mbak Marisa selalu menolak dengan alasan kotor dan takut sakit.</p>
<p>Untuk menghiburku biasanya ia menyuruhku agar menjepitkan batang alat vitalku diantara payudaranya yg memang sangat besar. Aku sangat menyukainya karena rasanya juga nikmat&#8230; empuk, kenyal dan hangat. Dan bila air maniku sudah hendak tumpah keluar maka mbak Marisa akan memintaku untuk memasukkan penisku kedalam liang vaginanya kembali. Ia memang lebih senang kalo air maniku ditumpahkan disitu karena katanya &#8217;sense of good&#8217; nya luarbiasa kalo liang senggamanya dialiri cairan hangat.</p>
<p>Namun selama kami berhubungan badan belum pernah sekalipun mbak Marisa mau mengulum dan menghisap batang penisku (blow job) sebagai pemanasan, padahal aku sangat kepingin sekali bisa merasakan kuluman dan sedotan mulutnya yg menawan itu. Pernah suatu kali ketika air maniku hendak tumpah keluar setelah kurang lebih 15 menit kujepitkan dan kugesekkan diantara kedua buah dadanya, aku meminta mbak Marisa untuk mencoba merasakan dan meminum air maniku, pada mulanya dia menolak karena ia risih kalo harus mengulum dan menghisap batang penisku namun setelah kubujuk agar ia membuka mulutnya saja karena jemari tanganku sendiri yg akan mengocoknya akhirnya mbak Marisa bersedia meski setengah ragu.</p>
<p>Saat air maniku telah sampai diujung leher kepala penis pertanda enjakulasiku telah sampai dengan cepat kusodokkan kepala penisku memasuki mulut mungilnya dan langsung kusemburkan air maniku dengan sekuatnya kedalam kerongkongannya. Kurang lebih 3 semburan kuat. Ia terperangah dan mendelik kaget dan kurasakan gigi-gigi mulutnya seakan menggigit penisku. Sejenak kemudian mbak Marisa memalingkan mukanya lalu terbatuk-batuk sambil memuntahkan air maniku kembali keluar. Aku sedikit kecewa karena ulahnya tsb, sebagai pelampiasan kusemburkan sisa-sisa air maniku yg masih ada ke atas pipi dan rambutnya sampai basah semua. Akibatnya &#8230;.. ia juga kesal atas ulahku. Selama 4 hari mbak Marisa tak mau kutemui sama sekali. Aku sangat menyesal sekali.</p>
<p>Namun kejutan ketika di hari kelima tiba-tiba ia muncul ditempat kostku sambil meminta maaf telah mengabaikanku. Sebagai gantinya ia mengajakku rekreasi dan menginap di Klub Bunga kota Batu, disana kami berdua melampiaskan semua nafsu birahi kami yg serasa mau meledak karena 4 hari tak ketemu. Kalo kupikir heran juga kami saat itu, masa dalam 1 hari 1 malam di hotel aktifitas terbanyak kami hanya diatas ranjang, siang sewaktu kami tiba di hotel &#8230; langsung masuk kamar untuk berhubungan badan, 1 ronde selesai kami turun untuk makan,<br />
lalu 1,5 jam kemudian kami berdua masuk kamar lagi dan berhubungan badan lagi &#8230; setelah itu tidur selama kurang lebih 3 jam &#8230; ketika bangun kami bercumbu lagi dan diteruskan dengan bersetubuh lagi &#8230;.setelah selesai dan mandi kami turun untuk makan malam &#8230; 1 jam kemudian masuk kamar lagi bercumbu lalu berhubungan badan lagi &#8230; selesai kami tidur sejenak sampai pukul 9 malam, ketika bangun kami nonton TV tetapi malah kebetulan sedang memutar film bertema romantis. &#8230; kami jadi terpengaruh lalu bercumbu dan bersenggama lagi &#8230; selesai kami tidur lagi sampai hampir pukul 2 malam .. aku terbangun karena haus sekali. Bersenggama berkali-kali membuat tubuhku sangat lemas kurang cairan. Aku membangunkan mbak Marisa untuk minum bersama-sama.</p>
<p>Semula ia ogah-ogahan karena ngantuk namun begitu aku menggodanya dengan meremas gemas buah dadanya yg montok dan kenyal ia jadi terpengaruh. Disibakkannya selimut penutup tubuhnya. Mbak Marisa masih setengah telanjang karena ia memang hanya mengenakan celana dalam saja. Dengan perlahan ia lalu memelorotkan dan melepas kain penutup tubuh satu-satunya itu, lalu dengan manja ia memintaku untuk menyetubuhinya lagi. Edaan &#8230; kupikir. Tapi itulah kenyataannya malam itu mbak Marisa sangat hipersex &#8230;. Kuminum separuh gelas anggur putih dan separuhnya kuberikan padanya sebelum akhirnya aku menaiki tubuh bugilnya lagi untuk kusetubuhi sampai ia merintih keras mereguk puncak kepuasan sex. Benar-benar 1 hari yg tak kan pernah terlupakan &#8230;.. capek tapi membawa nikmat &#8230;</p>
<p>9 Nopember &#8230;. Siang itu setelah salon tutup, aku bersiap hendak mengantar Silvi pulang. Perlu pembaca ketahui Silvi sudah resmi jadi pasanganku sejak seminggu lalu meski masih dalam taraf penjajakan. Dengan mesra kucium dahinya yg putih dan halus sbg tanda sayang. Silvi tertunduk malu, ia benar-benar polos sekali. Kadang kupikir benar juga kata Agus &#8230; Silvi ini belum pernah dijamah laki-laki, atau mungkin malah belum pernah pacaran sama sekali. Aku tak pernah menanyakan hal tsb kepada Silvi, karena itu bukan masalah penting buatku. &#8221; Vi &#8230; aku pipis dulu yaa ..&#8221;, ujarku padanya mesra.</p>
<p>&#8221; Iiih ada aja sih kamu &#8230; cepetan dong &#8230;&#8221;, bisiknya tak kalah mesra. Kadang lucu juga ia memanggilku dgn sebutan &#8216;mas&#8217; padahal usianya setahun lebih tua dariku. Dengan penuh semangat aku bergegas ke kamar mandi belakang rumah mbak Marisa. Kulihat mbak Diana, Erna, Santi dan juga mbak Marisa masih asyik memberesi peralatan salon. &#8221; Hai &#8230; everybody &#8230; &#8220;, sapaku gembira kepada mereka semua. &#8221; Hai juga &#8230; mau nganter Silvi pulang Er ..?&#8221;, tanya mbak Marisa sembari tersenyum penuh arti padaku.</p>
<p>Kelihatannya mbak Marisa masih terkenang dengan keganasanku semalam ketika menyetubuhinya. &#8221; Iyaa .. mbak &#8230; but kencing dulu nih ..&#8221;, ujarku sambil ngibrit ke belakang. Setengah berlari aku menuju ke kamar mandi belakang dekat dapur. Karena sudah kebelet aku langsung membuka pintu dan masuk kedalam dan &#8230; Astaga &#8230;. Ternyata Sherly ada disitu sedang buang air kecil juga, kebetulan kulihat ia masih berjongkok mengeluarkan air kencingnya &#8230; bunyinya mendesis-desis seperti suara ular. &#8221; Eehh &#8230;.&#8221; &#8221; Eeehh &#8230;&#8221; Kami berdua sama-sama kagetnya.</p>
<p>Karena kebetulan saat itu Sherly sedang mengangkat roknya keatas, sehingga dapat kulihat jelas kedua belah pahanya yg seksi dan putih mulus, begitu juga bagian terlarangnya yg lain. Wiiiihhh &#8230;. Mataku sampai mendelik kagum menyaksikan keindahan bukit kemaluan Sherly yang cukup besar. Bulu jembutnya yg merangsang tidak terlalu lebat sekali sehingga aku dapat melihat jelas celah bibir vaginanya yg ternyata masih menutup rapat, namun dari sela-sela celah sempitnya itu kulihat sebuah air mancur kecil sedang menyembur-nyembur dengan hebatnya. Sherly dengan wajah merah padam segera menutup bagian bawah tubuhnya dengan rok pendeknya lalu ia langsung berdiri, setengah terburu-buru ia segera membalikkan badan karena malu.</p>
<p>Celana dalamnya yg masih tersangkut diantara kedua pahanya yg putih mulus segera ditarik keatas dan dipasang kembali. Wooww &#8230; indahnya bentuk pinggulnya itu. Baru kali ini aku menyadari betapa indahnya bentuk tubuh mbak Sherly ini. Tak kalah dengan Marisa. Bokongnya terlihat bulat mekal dan padat, menandakan ia termasuk cewe yg nikmat untuk disetubuhi. Mukanya masih merah padam ketika dengan cepat Sherly menghampiriku dan Plokk &#8230; tiba-tiba saja pipiku terasa panas dan pedih. Aku benar-benar maklum kenapa ia menamparku.</p>
<p>&#8221; Maaf Sherly &#8230; saya nggak sengaja &#8230; kenapa pintunya nggak dikunci ..?&#8221;, ujarku pelan sembari meraba pipiku yg panas. &#8221; Saya bukan cewe murahan yg bisa kau pandangi seenakmu Ery &#8230; kamu sengaja khan mengintipku &#8230;?&#8221;, katanya dengan pandangan berapi-api. &#8221; Astaga &#8230; swear Sherly &#8230;untuk apa aku mengintipmu &#8230;&#8221;, ujarku membela diri. &#8221; Ery &#8230; kau bisa saja mempermainkan mbak Marisa tetapi itu bukan berarti kau juga bisa mempermainkanku &#8230;&#8221;, katanya ketus. Aku tersenyum melihat kemunafikan di wajah cantiknya. Aku tahu Sherly sedang berpura-pura menutupi rasa malunya sendiri. Bagaimanapun juga aku tahu ia punya hasrat kepadaku. &#8221; Maaf Sherly .. saya nggak perlu berdebat denganmu lagi &#8230;saya ingin kencing ..&#8221;, ujarku rada jengkel juga. Aku membalikkan badan memunggunginya. Setengah memancing sengaja setengah kuplorotkan celana jeans dan celana dalamku. Ingin kulihat seberapa jauh reaksinya. Kalau ia keluar berarti ia punya konsekuensi tersendiri, jika tidak berarti ia bohong dan menginginiku.</p>
<p>Alat vitalku yg masih lemes segera kuluruskan agar air kencingku tak sampai mengotori dan membasahi celanaku. Benar saja beberapa saat kemudian ketika air kencingku mulai mengalir keluar, kurasakan sebuah dekapan lembut memeluk pinggangku, aahh &#8230; aku sedikit terlena merasakan desakan dua gumpalan bulat yg lunak dan kenyal menempel dan menekan punggungku ketat sekali. Seraut wajah cantik muncul dari sebelah pundak kananku seakan mengintipku yg sedang buang air kecil. Aku tersenyum penuh kemenangan. &#8221; Aku tahu kau menginginiku Sherly &#8230; kau tidak bisa membohongi itu dariku &#8230;&#8221; &#8221; Maafkan aku Ery &#8230; maafkan kemunafikanku &#8230;&#8221;, bisiknya lembut. Aku mendesah nikmat saat jemari tangan kanannya yg halus lentik menggantikan jemariku yg sedang memegangi alat vitalku. &#8221; Aaahhh &#8230;. Sherly &#8230; awas tanganmu kecipratan &#8230;&#8221;, bisikku mulai bergairah.</p>
<p>Hanya 5 detik saja, alat vitalku langsung menegang dalam genggaman jemari tangannya yg halus. &#8221; Iiihh &#8230; punyamu besar sekali Ery &#8230;!&#8221;, bisik Sherly lirih disebelahku. Jemari tangannya mulai mengurut batang alat vitalku yg mulai ngaceng &#8230;. Air kencingku masih menyembur beberapa saat. Sedikit kerepotan juga kencing dalam keadaan ngaceng seperti ini. Seperti ngganjel. &#8221;</p>
<p>Sini aku cucikan punyamu Er &#8230;&#8221;,kata Sherly perlahan. Diambilnya secebok air lalu pelan-pelan disiramkannya membasahi kepala penisku sampai ke tengah-tengah batang penisku yg ngaceng. &#8221; Kau ereksi sekali Ery &#8230;&#8221;, katanya lagi begitu lembut, seolah alat vitalku yg sedang ngaceng ini hanya sekedar barang mainan anak-anak. Diusapnya lubang saluran kencingku dengan ujung jemari telunjuknya beberapa kali sampai bersih membuat tubuhku sampai menggeliat kegelian. &#8221; Sudah Sherly &#8230;aaaahhhh &#8230;geliii &#8230;&#8221;, bisikku keenakan. Dengan perlahan penuh kelembutan Sherly lalu melepaskan genggamannya pada batang penisku yg ngaceng. Kubalikkan badan dan dengan segera kuraih tubuh Sherly dalam pelukanku. Dalam 2 detik bibir kami sudah saling bertautan mesra. Kunikmati bibirnya yang hangat merekah dan kuhisap dengan penuh nafsu.</p>
<p>Begitu hangat dan lembut bibirnya membalas cumbuanku seakan kekasih yg memendam rindu. Sementara itu dengan terampil kedua jemari tanganku telah berada diatas dadanya lalu dengan gemas dua bulatan payudara Sherly yg cukup besar itu kuremas-remas berulang-ulang. Ooouhh &#8230;. Begitu kenyal dan padat. Sherly merintih pelan diantara cumbuan bibirku. Namun hanya sebentar, 2 menit kemudian Sherly melepaskan ciumanku. Ia hanya memandangku dengan gemas penuh dengan sejuta keinginan. &#8221; Sudahlah Er &#8230; jangan diteruskan &#8230; bagaimanapun juga kau milik mbak Marisa khan ..&#8221;, bisiknya sedikit memburu. &#8221; Tapi Sher &#8230;..&#8221;, bisikku setengah kecewa. Ia tak menjawab hanya kedua jemari tangannya segera meraih celana dalamku dan ditariknya keatas menutupi alat vitalku yg masih ngaceng. Seakan masih bingung dgn pikiranku, Sherly dengan cepat telah memasangkan kembali celana jeansku dan mengancingkannya sekaligus. &#8221; Aku menginginimu Sher &#8230;.&#8221;, bisikku bernafsu. Aku segera memeluknya hendak mencium bibir merahnya sekali lagi. &#8221; Eryy .. sudahlah nanti ada yg lihat &#8230;&#8221;, katanya setengah memberontak. Namun jemari tanganku lebih cepat, dalam sekejab tanganku itu telah memasuki roknya dan menyelip liar ke dalam celana dalamnya.</p>
<p>Kurasakan rerimbunan lebat bulu jembutnya menggelitik telapak tanganku. Aaah &#8230;.bukit kemaluan Sherly yang montok dan berbulu lebat itu telah berada dalam genggaman telapak tanganku &#8230; aku meremasnya gemas karena kehangatan dan keempukan daging kemaluannya itu. &#8221; Eryyy &#8230; lepaskan tanganmu &#8230;ja &#8230;jangan &#8230;&#8221;, pekik Sherly setengah gugup. Tiba-tiba &#8230;..Krrriieeeeetttt&#8230;&#8230;.. Mbak Marisa telah berada didepan pintu kamar mandi. Kami berdua langsung mendelik kaget setengah mati. Apalagi mbak Marisa pula. &#8221; Haaiiii &#8230;.apa yg kalian lakukan disini &#8230;. Eryy &#8230;.sedang apa kamu ..&#8221;, seru mbak Marisa kepada kami. Perlahan-lahan segera kutarik kembali tanganku dari sela-sela selangkangan kemaluan Sherly.<br />
Ada rasa kecewa juga. Sherly segera merapikan pakaiannya yg awut-awutan. &#8220;M ..mm &#8230;mbak &#8230;. Maafkan kami mbak &#8230;.&#8221;, ujar Sherly begitu gugupnya. &#8221; Keluaaar kamu Sherly &#8230;!&#8221;,pekik mbak Marisa setengah marah. Sherly kelihatan ketakutan sekali. Setengah tergopoh-gopoh ia segera menyingkir, namun dengan sigap kuraih pinggangnya lebih dulu. &#8221; Eryy &#8230;lepaskan &#8230;&#8221;, bisik Sherly padaku setengah memohon. &#8221; Sher &#8230;kamu jangan khawatir soal mbak Marisa&#8230;.&#8221; &#8221; Ery &#8230;.apa yg kamu lakukan ..&#8221;, gertak mbak Marisa makin marah. Aku menyuruh Sherly untuk segera pergi, lalu sejenak kemudian kuhampiri mbak Marisa yg masih setengah melotot kearahku. Secepat kilat kukecup bibirnya yg merah merekah. Cuppp &#8230;.cupp &#8230;</p>
<p>mbak Marisa memekik kaget. &#8221; Eryy &#8230;&#8230;&#8221; &#8221; Marisa bagaimana kalo dia membongkar rahasia kita &#8230;.&#8221;, ujarku sambil meninggalkannya pergi menemui kekasihku Silvi yg mungkin sudah lama menunggu. &#8221; Erryyyy &#8230;aku belum selesai bicara &#8230;&#8221;, kata mbak Marisa sekali lagi kearahku. &#8221; Apa sayang &#8230;&#8221; Wajahnya yg cantik memandangku gemas. &#8221; Kamu khan yg memulai tadi &#8230;?&#8221;, katanya setengah marah. &#8221; A .. aku memang terangsang tadi Marisa &#8230;.&#8221;, kataku terus terang &#8221; Jangan berbuat gila Eryy &#8230;&#8221; Aku mendekatinya lagi. &#8221; Marisa &#8230; kalo boleh &#8230; ehm &#8230;tapi kalo mbak melarangnya aku akan menjauhinya &#8230;&#8221;, ujarku pelan penuh arti sambil mengedipkan mata. Sekali lagi ia hanya memandangku gemas. Lama sekali &#8230;sampai akhirnya ia mengatakan &#8221; Oke &#8230;oke .. Er &#8230; kalo itu juga maumu .. hehh .. kamu ini memang maniak &#8230; mm .. oke &#8230; tapi satu hal .. aku tidak ingin mendengar nanti ia sampai hamil olehmu &#8230;.&#8221;, katanya pelan seolah mengingatkan. Aku tersenyum puas mendengar jawabannya Sore itu dirumah Silvi yg kebetulan sedang ada arisan RT, membuat kesempatanku berkencan dengan Silvi jadi tertunda. Padahal aku sudah merencanakan untuk mencumbunya. Maklum semenjak jadian baru sekali saja aku menikmati kelembutan bibir manisnya.</p>
<p>&#8221; Ramai ya Mas &#8230;.aduuh harus ngebantu ibu nih mas &#8230;!&#8221;, katanya setengah kecewa juga. &#8221; Ya udah deh Vi &#8230;. Nanti malem aja aku kesini lagi &#8230;.salam aja deh sama mama-mu ..&#8221;, bisikku kesal. &#8221; Jangan marah dong mas &#8230; cuppp &#8230;&#8221;, kata Silvi gemas sembari mencium mesra pipi kananku. &#8221; Eeeh &#8230; Silvi ntar ketahuan mama-mu berabe kita &#8230;&#8221; &#8221; Biarin biar kita dinikahin aja sekalian &#8230;&#8221;, katanya manja. Sepeninggal situ, aku kembali balek ke tempat mbak Marisa untuk menemui Agus. Sengaja aku lewat pintu samping tempat kost agar kedatanganku tak terlihat mbak Marisa atau oleh yg lain. Di depan pintu kamar Agus kulihat ada 4 pasang sendal cewe yg sangat kukenal. Aku sedikit kaget karena disitu terdapat juga sandal Mona, cewe kost paling cantik yg menurut Agus belum pernah disentuhnya. Gilaa &#8230; entah kenapa aku jadi cemburu melihatnya. Ingin rasanya kudobrak saja pintu kamar si Agus ini. Sudah begitu gilanya kah si Agus sampe ia langsung menggilir 4 cewe sekaligus &#8230; dan kenapa harus Mona ikut serta. Kuberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu, aku benar-benar tidak rela kalo Mona sampe digarapnya. Kuhajar dia karena mestinya dia tahu kalo aku menyukai Mona. Tok &#8230;tok &#8230;tok &#8230; &#8221; Masuk Gus &#8230;&#8221;, terdengar sahutan suara cewek dari dalam kamar.</p>
<p>Itu suara Yeni. Kletek &#8230;. Daun pintu dibuka dan kulihat wajah menawan Mona telah berada di depan pintu. Aku terhenyak kaget begitu juga dia. &#8221; Eh &#8230; mas Ery &#8230; si ..silahkan masuk Mas &#8230;&#8221;, katanya sambil hendak berlalu keluar. &#8221; Lhoh &#8230; kamu mau kemana Mona &#8230;?&#8221;, tanyaku heran setengah menyelidik melihatnya terlihat agak pucat. Jangan-jangan ia sudah digarap &#8230;. &#8221; Nnngg &#8230;kepala saya pusing mas &#8230;&#8221;, katanya lagi sambil berlari masuk kamar. Setengah bingung kulongokkan wajahku kedalam kamar, kulihat si Agus tak berada disitu, pasti dia masih di kampus pikirku lega. Didalam hanya ada Farida, Nani dan Yeni yg kini terlihat sedikit kaget melihat kedatanganku. &#8221; Eehh &#8230;mas Ery &#8230;. Masuk mas ..&#8221;, sahut mereka hampir berbarengan. Rada heran juga aku dengan keadaan pakaian mereka yg sedikit awut-awutan.<br />
Mereka semua mengenakan kaos longgar dengan celana pendek ketat sehingga terlihat jelas betapa mulus dan seksinya paha dan kaki mereka. Ya &#8230; ampuun &#8230;pantes pikirku setelah kutahu mereka semua ternyata sedang menonton film porno lewat laserdisc milik Agus. Gila &#8230; karena sempat kulirik film yg mereka tonton sedang memperlihatkan seorang gadis bule muda belia sedang digarap bergantian oleh empat orang pria. 2 orang bule dan 2 orang negro. Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba saja aku sudah duduk bergabung bersama Farida, Nani dan Yeni. Menurutku gadis di film itu masih sangat muda sekali, mungkin sekitar 14-17 tahun karena kulihat garis wajahnya yg masih imut-imut. Begitu pula dengan bentuk payudaranya yg masih kecil dan kencang dengan puting susunya yg berwarna kemerahan. Bodi tubuhnya pun masih terlihat mungil dengan bentuk pinggul dan kedua pahanya yg masih kecil. Kasihan juga gadis kecil itu yg menjadi bulan-bulanan keempat laki-laki kekar itu. Yang negro dengan alat vitalnya yang begitu besar dan panjang berwarna hitam legam tampak begitu buas dihunjamkan kedalam lubang vaginanya yg terlihat sempit sekali.</p>
<p>Daging vaginanya sampai tertarik keluar saking besarnya alat vital pria negro itu. Gadis itu menjerit histeris namun sembari menggeram nikmat cowo negro itu menghentak-hentakkan pinggulnya maju mundur membenamkan alat vitalnya yg segede terong itu sampai kandas kedalam lubang kemaluannya. Sementara ketiga pria lainnya tampak antri menunggu giliran sambil mengurut alat vitalnya masing-masing yang rata-rata sangat panjang dan besar. Mungkin sekitar 18-19 centian.</p>
<p>Aku melirik kesamping kiriku dan kulihat Yeni sedang asyik mengusap-usap selangkangannya sampai celana pendek yg dikenakannya jadi semakin tertarik keatas. Duh .. putih mulus sekali kedua belah pahanya itu. Mau tak mau batang penisku jadi ikutan ngaceng. Aku jadi semakin blingsatan karena kulihat Farida dan Nani juga melakukan hal yg sama. Astaga &#8230; mereka ini rupanya korban kebejatan si Agus. Mereka jadi maniak sex semua. Kualihkan perhatianku kembali ke layar TV 21 inchi didepanku. Kini kulihat pria negro itu dengan cepat mencabut alat vitalnya yg sebesar terong dari dalam lubang kemaluan gadis kecil itu lalu sedetik kemudian terjadilah banjir lokal yg luar biasa banyaknya. Air mani pria negro itu disembur-semburkan dengan nikmat menyirami alat kelamin gadis itu &#8230;. Sampai meresap disela-sela bibir kemaluannya yg mungil. Belum tuntas pria negro itu enjakulasi kembali dibenamkannya lagi alat vitalnya yg masih memuntahkan air mani itu ke dalam liang vaginanya lagi. Tampaknya ia ingin memuntahkan air mani kentalnya itu kedalam kemaluan gadis kecil itu. Gila &#8230; gadis kecil itu menjerit dan merintih kesakitan, sampai akhirnya kulihat negro itu tampak puas sekali. Begitu kontol raksasanya dicabut dari jepitan liang vaginanya, ketiga temannya yg sudah antri dibelakang langsung berebutan ingin ganti menyetubuhi gadis kecil itu &#8230;. Aku tak tahan lagi, segera kuberdiri hendak keluar dari kamar bejat itu. Namun sebuah jemari halus menarik lenganku. &#8221; Mau kemana mas Ery &#8230; ?&#8221; Aku menoleh, ternyata Yeni yg menarikku tadi. &#8221; Kepalaku pusing Yen &#8230; aku menunggu diluar saja ..&#8221; &#8221; Disini saja mas &#8230; Yeni ada obatnya kok &#8230;&#8221;, katanya dengan pandangan sedikit aneh. &#8221; O..obat apaa ..?&#8221;, tanyaku semula tak curiga.</p>
<p>Yeni menarikku ke dalam kembali lalu langsung menutup pintu. Aku mulai curiga melihat sikapnya. Benar saja begitu kulihat ia menutup pintu, tanpa ragu-ragu dan tanpa kuduga sama sekali. Yeni langsung menarik kaos ketatnya keatas sampai lepas sehingga kedua buah dadanya yang sama sekali tak mengenakan BH langsung mencuat keluar dengan indahnya. Woow &#8230;aku mendesah pelan terpesona dengan keindahan tubuh Yeni yg setengah telanjang. Kedua buah dadanya yang montok tidak terlalu besar dan terlihat kencang. Puting-puting nya berwarna coklat kemerahan. Wajah Yeni yang cantik membuat hatiku berdebar tak karuan. Lututku seakan goyah ketika dengan perlahan Yeni mulai menurunkan celana pendeknya dan aaahhh &#8230;. Tanpa dapat kucegah lagi alat vitalku mulai menegang didalam celanaku.</p>
<p>Masih dengan hanya mengenakan celana dalamnya yg berwarna merah muda, Yeni berjalan menghampiriku sambil tersenyum sedikit malu. Aku pikir dia pasti nekat berbuat seperti itu dihadapanku. &#8221; M &#8230; mas &#8230;&#8221;, ujarnya pelan sedikit ragu melihatku masih bersikap pasif. &#8221; Kau cantik sekali Yeni &#8230;&#8221; Ia tersenyum manis dan menunduk malu. Aku tak mampu menahan diri lebih lama lagi, kurengkuh tubuhnya dalam dekapanku dan seakan pasrah Yeni membiarkanku mulai menciumi dan mencumbu bibirnya yg basah. Kuremas gemas dua bulatan bokongnya yg padat dan mekal lalu kuplorotkan celana dalam yg dikenakannya sampai ke lutut. Aku seakan melupakan kehadiran Farida dan Nani yg masih berada disitu. Yeni menjerit kecil ketika celana dalamnya kubetot kebawah dengan kasar selanjutnya ia hanya merintih pelan ketika bokongnya yang telanjang kuremas dan kupuntir gemas. Cuupp &#8230;cuppp &#8230;aaahh&#8230;.. &#8221; Aahh ..massss &#8230;..&#8221;, erang Yeni lirih begitu pagutan mulutku pada bibirnya terlepas.</p>
<p>Dengan cepat aku segera membuka seluruh pakaianku sampai telanjang bulat hanya dalam tempo 10 detik. &#8221; Aaaaahhhh &#8230;&#8221; Mereka bertiga menjerit kecil bersamaan ketika celana dalamku kuplorotkan kebawah sampai lepas, sehingga batang penisku yg telah ngaceng langsung meloncat keluar sambil manggut-manggut naik turun. Begitu ngacengnya sampai urat-urat disekujur batang penisku bertonjolan keluar mirip saluran pipa air. Kepala kontolku yg besar bak sawo manis tampak memerah dan keras sekali. Farida dan Nani yg semenjak tadi juga ikut menonton kami berdua sampai melongo menyaksikan alat kejantananku yg sangat ngaceng dan berjembut lebat. Bahkan Farida langsung muntah-muntah saking kagetnya melihat batang penisku yg tampak sangar. Hueeekk &#8230;.hueeekkkk &#8230;ia langsung lari keluar dan muntah di halaman.</p>
<p>Mungkin ia mules menyaksikan rerimbunan bulu jembutku yg mulai tumbuh subur dan awut-awutan karena sudah lama belum kucukur. Aku menghampiri Nani yg masih duduk kebengongan diatas karpet. Wajahnya yg manis sedikit takut-takut melihatku. Dengan gemas aku segera menariknya berdiri lalu belum sempat ia berkata apa-apa dengan cepat kuplorotkan celana pendek yg dikenakannya sekalian celana dalamnya sekalian. Sreeennggg &#8230; bau khas alat kemaluannya langsung menyengat hidungku. Mmmmm &#8230;. Baunya enak juga &#8230; Nani pintar sekali memelihara kebersihan alat kemaluannya. Kulihat alat kelaminnya itu seperti baru saja dicukur sehingga terlihat jelas bukit kemaluannya itu sampai nonong kedepan saking besarnya. Belahan bibir labia mayoranya yg tebal dan putih merangsang masih menutup rapat menyembunyikan celah liang vaginanya. &#8221; M..mas .. E..ery .. jangan mas &#8230;..&#8221;, ujarnya ketakutan. &#8221; Kenapa Nani &#8230; bukankah ini yg kau inginkan &#8230;.&#8221;, sahutku gemas sambil berusaha mencopot kaos ketat yg masih dikenakannya. &#8221; Ja&#8230;jangan mas &#8230; &#8220;, katanya ketakutan dan mulai memberontak. &#8221; Dia masih perawan mas Ery &#8230;.&#8221;, tiba-tiba Yeni menyahuti dari sebelahku. Kini ia telah telanjang bulat sama sekali.</p>
<p>Celana dalamnya telah dilepas sehingga aku dapat melihat rerimbunan rambut kemaluannya yg ternyata sangat lebat menutupi alat kemaluannya. Ck &#8230;ck ..ck &#8230;.gilaa &#8230; merangsang sekali. &#8221; Be ..benarkah&#8230;?&#8221;,tanyaku setengah kaget. Tapi kata Agus ..??? pikirku rada bingung &#8230;. &#8221; Benar mas &#8230; biarkan saja dia mas &#8230;&#8221;, sahut Yeni kemudian. Jemari tangannya menggamit lenganku diajak naik keatas ranjang. Setengah terisak Nani mulai memasangkan kembali celana dalamnya, aku jadi tak tega melihatnya. Seakan kerbau yg dicocok hidungnya, manut saja aku ketika Yeni yang sudah polos telanjang bulat itu mengajakku beradu keatas ranjang. Dihempaskannya tubuhnya yang montok putih mulus diatas kasur, kedua buah dadanya bulat mekal dengan kedua puting-puting susunya yg kemerahan bergoyang lembut. Tetapi seolah tersadar &#8230; tiba-tiba saja aku teringat akan Silvi, mbak Marisa ataupun Sherly, aku jadi bingung dan risih apa mesti harus kutambah lagi perbuatan gilaku. Apalagi apa nanti kata Agus kalo sampai ia tahu Yeni tidur bersamaku. &#8221; Se &#8230;sebaiknya jangan Yen &#8230;&#8221;, bisikku padanya. Ia menatapku heran. &#8221; Kenapa mass &#8230;?..&#8221; &#8221; Tidak &#8230; tidak apa-apa Yen &#8230;&#8221;, bisikku sambil menahan nafsu.</p>
<p>Ingin rasanya diriku menyentuh tubuhnya lagi yg kini masih terlentang pasrah dan bugil. Mas Er kenapa &#8230;?&#8230;. tanyanya mengejar. &#8221; Aaaaahhh &#8230;.&#8221;. Melihat kecantikan wajahnya dan kemolekan tubuh mulusnya aku jadi tak tahan. Bagaimana mungkin aku bisa menolak hasrat keinginan Yeni kalo aku sendiri juga sangat mengingininya. Kubuang jauh-jauh bayangan Silvi dan mbak Marisa, toh ini hanya sekedar permainan sex suka sama suka bukan cinta. 5 detik kemudian Yeni telah berada dalam tindihan dan dekapanku. Uuuhhh &#8230; lututku seakan gemetar menikmati kemolekan, kemulusan dan kehangatan tubuh Yeni. Alat vitalku yg ngaceng menekan nikmat bukit kemaluannya yg berjembut lebat. Empuk. &#8221; M &#8230;mmass &#8230;. Kita lakukan cepat saja &#8230; ntar mas Agus keburu datang &#8230;.&#8221;, bisik Yeni sedikit malu karena kejadian yg tak dinyana ini. Aku tersenyum penuh nafsu. Mmmm &#8230; tanpa pemanasan dan langsung bersetubuh. Uhuuiii &#8230;. &#8221; Masss Ery &#8230; pake ini yaa mass &#8230;.&#8221;, bisik Yeni kemudian sambil menyerahkan sebungkus kondom sutra. Entah kenapa aku jadi semakin tegang karena birahi mendengar permintaannya itu. Rupanya Yeni takut juga kalo sampai hamil. &#8221; Nggak usahlah Yen &#8230; nanti dikeluarkan di luar saja &#8230;&#8221;, balasku bernafsu.</p>
<p>Yeni tak menjawab dan hanya menganggukpelan. Kuangkat pinggulku ke atas mulai mengambil posisi. Seolah mengerti kurasakan sebuah jemari halus menggenggam batang penisku yg ngaceng lalu diarahkannya moncong kepala penisku ke rerimbunan kemaluannya sebelah bawah. Aku merasa bibir labia mayoranya telah menjepit ujung kepala penisku. Yeni memandangku sambil mengedipkan mata pertanda aku sudah boleh menekan. Srrrtt &#8230;.. kutekan pinggulku kebawah &#8230; dan perlahan aku merasa sebuah daging hangat dan sempit mulai mencengkeram kepala penisku ketat sekali. &#8221; Aaawwww &#8230; mass &#8230;..&#8221;, rintih Yeni seketika. &#8221; Uhhhhh sakit Yen &#8230;.?&#8221;, tanyaku kuwatir.</p>
<p>Sejenak ia menggigit kedua bibirnya lalu sambil tersenyum manis ia berujar. &#8221; ehhhh &#8230; nggak papa mas &#8230;. Jangan kuatir Yeni sudah nggak perawan lagi kok &#8230;. Teruskan saja ..nanti juga terbiasa &#8230;.&#8221;, bisiknya setengah terbata-bata. Aku semakin terangsang dan kembali menekan kebawah perlahan-lahan. Mili demi mili kurasakan batang penisku mulai memasuki liang vaginanya yg hangat. Rasa nikmatnya terasa sampai ke tulang sumsum. Kupikir liang vagina milik Yeni ini jauh lebih rapat dibanding milik mbak Marisa, mungkin karena usia Yeni yg masih muda sekitar 25 tahun. &#8221; Ooouuhh &#8230;Yeniii &#8230;. Sempit sekali sih &#8230;..&#8221;, pekikku keenakan menikmati jepitan ketat liang vaginanya yg mulai terbuka menyambut kedatangan tamu istimewa. &#8221; Nngghkkkkk &#8230;&#8230;nggghhhhh &#8230;&#8230;..&#8221;, rintih Yeni lirih antara rasa sakit dan nikmat ketika sudah hampir seluruh batang alat vitalku telah memasuki dan mengoyak liang vaginanya. Aku merasa begitu seretnya liang kemaluan milik Yeni ini. Rasa Hangat, empuk, kenyal, dan basah seolah menjadi satu. &#8221; Mass Er &#8230;. Aahhhhh &#8230;.nggghkkk &#8230;&#8230;&#8221;, pekiknya lirih ketika alat vitalku menembus semakin dalam ke liang kemaluannya yg sempit. Ooouuuh&#8230;.. begitu terasa nikmatnya cengkeraman ketat liang kewanitaannya sampai lututku seolah gemetar ikut merasakan kenikmatan. &#8221; Yenii &#8230; aahhh &#8230;. Aku tekan lagi yaaa &#8230;.&#8221;, erangku nikmat sambil kuhentakkan pinggulku ke bawah &#8230;. Srrrtttt &#8230; slllepppssss &#8230;. Akhirnya kurasakan ujung penisku mentok sampai menyentuh dan menekan liang peranakannya. Nikmatnya sukar dilukiskan dengan kata-kata. Seluruh batang penisku seakan diremas lembut, dikenyot-kenyot dan diurut-urut oleh daging hangatnya. &#8221; Aaawwww &#8230; masssssss&#8230;&#8230;.&#8221;, pekik Yeni lirih.</p>
<p>Kedua matanya dipejamkan dan bibirnya yg merah terkatup rapat seakan menahan perih, lalu sejenak kemudian matanya perlahan terbuka. Ia memandangku mesra. Bibirnya malah tersenyum manis padaku. &#8221; Yen&#8230;. Enak sekali yaaa &#8230;.&#8221;, bisikku nakal. Ia hanya mencubitku gemas. Kedua tangannya memelukku mesra dan hangat. Kedua pahanya yg mulus sekarang ditekuk keatas dan diapitkan ke pinggangku kuat-kuat. &#8221; Mas Er &#8230; Yeni nggak akan melepaskan mas Er &#8230; sebelum mas Er puas &#8230;.&#8221;, bisiknya manja. &#8221; Oouuuhhh &#8230;Yenii .. kau cantik sekali sih &#8230;&#8221;, bisikku gemas. Ia tersenyum senang lalu bibir merahnya yg hangat dan lembut mulai mengecupku dan mengajak bercumbu. Aku membalasnya dengan tak kalah bernafsu. Sejenak kubiarkan alat vitalku yg sudah seluruhnya terbenam didalam liang vaginanya itu tak bergerak sedikitpun, memberi kesempatan agar liang vaginanya itu terbiasa dengan kebesaran alat vitalku. Cukup lama juga kami bercumbu sampai akhirnya dengan bisikan nafsunya Yeni berbisik&#8230;. &#8221; Maasss &#8230;.. mulai dong &#8230;&#8221;, katanya manja. Aku benar-benar terangsang mendengar permintaan nakalnya itu. &#8221; Ooouhhh ..Yen &#8230;kuhamili kau sayang &#8230;&#8221;, bisikku gemas sambil kumulai mengayuh pinggulku turun naik mengeluar masukkan alat vitalku dari liang vaginanya. &#8221; Iiiihhhh &#8230;.. aaawww &#8230; mass &#8230;.nngghhh&#8230;&#8221;, pekik Yeni keenakan merasakan gesekan batang penisku yang mulai menghunjam keluar masuk liang kemaluannya. &#8221; kuhamili kau Yen &#8230;.aaahhhh &#8230;.kuhamili kau Yen &#8230;..aaahhhhh &#8230;..ngghhha aaaghhhh &#8230;. Kuhamili kau Yen &#8230;..&#8221;, erangku nikmat berulang-ulang. &#8221; mmm &#8230;mass &#8230;ngggghhhh &#8230;nnggghh &#8230;..&#8221;</p>
<p>Sempat kudengar pintu kamar ditutup &#8230; aku melirik sekilas kesamping kiri &#8230;. Kulihat Nani sudah tak berada lagi disitu, mungkin ia risih melihat kami berdua berhubungan intim didepan matanya. Aku tak peduli dan kembali mencumbu bibir Yeni dengan mesra sambil terus kukayuh biduk kenikmatanku berulang-ulang. Turun ..naik..turun &#8230;naik &#8230;. Makin lama makin cepat membuat rasa nikmat senggama itu semakin terasa dan memuncak. Begitu hebatnya liang vagina Yeni yg rapat dan hangat itu mengenyot, menyedot dan mengurut-urut batang alat vitalku membuat jiwaku seakan melayang-layang ke pusaran kenikmatan sorga dunia. Pinggulku yg tadi mengayuh lembut turun naik kini menghentak-hentak kuat sampai setiap kali aku menghentak ke bawah membenamkan alat vitalku kedalam liang vaginanya, buah zakarku yg menghantam pantatnya sampai menimbulkan bunyi keras ..plekk &#8230;plekkk &#8230;plekk .. Tak kupedulikan lagi rintihan dan erangan Yeni, entah kesakitan atau keenakan &#8230; yg jelas aku sendiri merasakan kenikmatan yg sangat luar biasa. Dan tak lama lagi pasti cairan kenikmatan itu akan kutumpahkan keluar. &#8221; Mmm &#8230;cup ..cup &#8230;ahhh &#8230;Yen ..ngghhh &#8230; enak sekali sayanggghhhh &#8230;oouhhh &#8230;.&#8221;, erangku keenakan. &#8221; M..mas &#8230;.awwaaww &#8230;.ngghhhhh &#8230;.. aauuuuuuwwwwwgghghghhhghghh &#8230;&#8230;&#8221; Tiba-tiba ia mengerang keras &#8230;keras sekali sambil kurasakan pelukan kedua tangannya makin kuat&#8230;. Kedua pahanya pun menjepit makin kuat &#8230;.pinggulnya bergoyang-goyang lembut dan gemetaran. Kuku kedua jemari tangannya seakan menembus kulit punggungku dan terakhir kurasakan vaginanya merapat dan menjepit alat vitalku kuat-kuat.</p>
<p>Aku serasa dipilin-pilin. &#8221; Nnnggghhhh &#8230;Yennn &#8230;&#8230;.aahhhh &#8230;enaaakk .. Yennnnnnngghhhhhhhh&#8230;&#8230;&#8221; Sejenak kemudian aku merasa cairan hangat melumuri alat vitalku yg sedang berada didalam kemaluannya. &#8221; Maaaaaaasssssssssssss &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..aagghhhghnnng ggghnnnngnggg &#8230;&#8230;&#8221;, Yeni merintih keras. Tubuhnya mengejan beberapa saat sebelum akhirnya lemas kembali. Kedua pahanya yg tadi mengapit pinggangku kini malah terkulai lemas. &#8221; Yenniii &#8230;kau orgasme sayang &#8230;.&#8221;, bisikku senang. Aku jadi geram sendiri dan gemas melihatnya. Kuselipkan kedua telapak tanganku ke balik bokongnya yg bulat dan kenyal. Lalu kuhunjamkan turun naik pinggulku beberapa kali sebelum akhirnya kuhentakkan sekuatnya pinggulku ke bawah sampai seluruh alat vitalku benar-benar tenggelam semuanya kedalam liang kemaluan Yeni. Aku merasa mentok lalu sambil kugoyang-goyangkan pinggulku memutar menikmati jepitan dan urutan liang vaginanya, 5 detik kemudian mulai kusemburkan air maniku yg kental didalam situ. Crreeet &#8230;&#8230;&#8230;ccreeeetttttt &#8230;&#8230;&#8230;..crraaaaattttttttttt t &#8230;.. Wuuuiiihhhhh &#8230;. Rasanya nikmat luar biasa. Aku mengerang-ngerang nikmat melepas ejakulasi. Rohku seakan terbang keatas sorga.</p>
<p>Kuresapi setiap mili jepitan daging liang kemaluan Yeni sambil kusemburkan nikmat air maniku di dalam situ. &#8221; Oouuuhh &#8230;. Mass &#8230;kok di dalem mass &#8230;.&#8221;, rintih Yeni masih lemas. &#8221; Ennghhhhggkkkkk &#8230;y..y..ya ..sa.yang &#8230;. biar ka..kamu hamil &#8230;&#8221;, erangku gemas di antara rasa nikmat ejakulasiku. Aku merasa ia sama sekali tidak protes atas tindakanku, mungkin ia senang melihatku bisa menikmati tubuhnya seutuhnya. Jemari kedua tangannya yg halus memijit dan mengusap-usap mesra pantatku yg sedang gemetar melepas kenikmatan sex. Crreeeett&#8230;&#8230;.. crrattttt &#8230;&#8230;&#8230; crrreeettttttttt &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.. &#8221; Oouuhh Yen &#8230;. enaaaknya sayaaaang &#8230;&#8230;..nnggghhghghkkkkkk&#8230;.. &#8220;, erangku masih keenakan. Sebelum akhirnya kurasakan air maniku semakin habis dan terkuras keluar seluruhnya ke dalam liang vaginanya.</p>
<p>&#8221; Oouuuhhhh &#8230;. Masssss &#8230;&#8230;.&#8221;, rintih Yeni senang melihatku sangat terpuaskan. Aku terkulai lemas di atas tubuh bugilnya yg berkeringat. Begitu nikmat terhempas di antara keempukan payudaranya yg kenyal. Puting-puting susunya yg terasa keras menusuk tajam dadaku. Kubiarkan alat vitalku yang baru saja menikmati enjakulasi itu tetap berada didalam liang vaginanya. Meresapi kehangatan dan kelembutannya serta sisa-sisa kenikmatan sex. &#8221; Yen. &#8230;aaahhhhhhh &#8230;. Aku puas sekali sayangghhhh &#8230;&#8221;, bisikku lemas. &#8221; Ya &#8230;masss &#8230; Yeni juga &#8230;.cup &#8230;.cup&#8230;.&#8221;, ujarnya lirih sambil mengecup dahiku mesra. 10 menit kemudian kami lalu berbenah dan merapikan kamar Agus sebelum akhirnya aku juga pamit padanya untuk pulang. Kami berdua bahkan berjanji untuk melakukan perbuatan itu lagi setiap saat. Sampai sekarang walaupun aku dan Yeni sudah berulang kali berhubungan badan rahasia ini tetap terjaga tanpa sepengetahuan Agus. Karena biasanya hubungan sex itu lebih sering terjadi di tempat kostku atau kalo tidak kami terpaksa mencari tampat2 sepi di alam terbuka seperti di Coban Rondo atau Lembah Dieng untuk sekedar dapat menikmati sorga dunia sesaat.<br />
Untuk mencegah kehamilan aku selalu membawa tissue anti hamil (Female contraceptive film) untuk kuberikan pada Yeni sebelum kami melakukan senggama. Dengan Yeni aku mendapatkan segala keinginanku akan fantasi sex yg selama aku bersama mbak Marisa tak pernah kudapatkan. Bersama Yeni aku mendapatkan pengalaman pertama bersenggama lewat anus (sodomi). Aku masih ingat saat itu hari Sabtu atau malam minggu, kebetulan Silvi sedang ada acara bersama keluarga ke Singosari, jadi hari itu aku cuti kencan. Sebelumnya aku sudah mengontak Yeni untuk acara sambung raga. Sore hari kami berdua berangkat ke kota Batu dan menyewa sebuah Villa kecil untuk menginap. Sepanjang perjalanan kami berdua ngomong ngelantur karena membayangkan segala kenikmatan-kenikmatan sex yg akan kami lakukan nanti. &#8221; Pasti enak ya mas &#8230; kita bersenggama di udara dingin &#8230;&#8221;, katanya padaku dengan tatapan penuh birahi. Sampai di Villa yg kusewa, kami berdua langsung saling membuka pakaian sampai bugil.</p>
<p>Yeni dengan gayanya yg aduhai dan merangsang berjalan melenggang dan langsung tidur tengkurap diatas sofa. Bokongnya yang bulat mekal dan putih begitu mulus mempesona. Belahan putih vertikal bibir kemaluannya yg tebal terlihat saling mengatup rapat dari belakang menyembunyikan liang vagina merahnya. Yeni memang tahu kegemaranku menyetubuhinya dari sebelah belakang, karena ia tahu aku sangat terangsang sekali dengan bagian tubuh belakangnya yang seksi terutama pinggul dan bokongnya yang bulat mekal. Dan biasanya memang alat vitalku dalam posisi seperti itu tak sanggup dijepit terlalu lama dalam liang vaginanya karena Yeni selalu mengapitkan kedua belah pahanya rapat-rapat sehingga jepitan liang vaginanya sangat ketat sekali. Paling lama cuman 15 menit air maniku sudah tumpah keluar, itu juga kalo Yeni sambil mengajakku mengobrol. Memang setiap kali kami berdua berhubungan badan kami selalu menyelingi dengan obrolan-obrolan kecil dan lucu agar kenikmatan bersenggama itu dapat berlangsung lebih lama. { Oh yaa &#8230; semenjak setelah intercourse pertama, Yeni telah mencukur rambut alat vitalku dengan shavernya sampai gundul dan licin, begitu pula dengan rambut kemaluannya sendiri, katanya ia risih kalo harus bersenggama dengan rambut2 yang mengganggu kenikmatannya. Mbak Marisa sendiri juga lebih bergairah dengan keadaanku sekarang, birahinya langsung naik dan menggebu bila melihat alat vitalku yang tampak bersih dan licin}</p>
<p>Melihat Yeni sudah mengambil posisi siap untuk kusetubuhi, tanpa dikomando alat vitalku langsung tegang dan ngaceng keras sekali. Dengan gemas aku menyusulnya dan menindih tubuh mulusnya yg tengkurap dan dengan cepat kuselipkan penisku yg ngaceng diantara kedua belah pahanya sebelah atas persis sekitar 2 centi dibawah lubang anus dan kutekan perlahan-lahan sampai seluruh batang penisku memasuki liang vaginanya yg rapat. Aku mulai menaik turunkan pinggulku menggesekkan alat vitalku dengan liang vaginanya. Kami berdua mengerang-erang nikmat berulangkali sampai sekitar 10 menitan aku merasa tak mampu lagi menahan rasa nikmat jepitan liang vaginanya lalu kusemburkan air maniku dengan sejuta rasa nikmat yg tiada tara kedalam rahimnya. Waktu itu Yeni sempat lupa memasukkan tissue anti hamilnya kedalam liang kemaluannya.</p>
<p>Sewaktu aku selesai enjakulasi ia terpekik kaget dan mendorong tubuhku kesamping, alat vitalku yg sudah loyo tercabut dari dalam kemaluannya. Ia ngibrit ke kamar mandi katanya mau kencing dulu sekalian ngeluarin spermaku yg sudah terlanjur bersemayam dalam kemaluannya. Aku hanya terkekeh geli melihat tingkahnya. Gimana caranya ia bisa memuntahkan seluruh spermaku yg sangat banyak dan kental itu. 2 jam kemudian sewaktu kami berada didalam kamar tidur sambil menonton TV, aku nekat mengajak Yeni untuk mencoba berhubungan badan lewat lubang anusnya.<br />
Semula ia kaget karena tak terpikir sama sekali baginya untuk mencoba melakukan anal sex seperti itu. Namun karena melihatku begitu kepingin sekali, Yeni akhirnya tersenyum dan mengiyakan permintaanku. Waahh &#8230; senengnya hatiku. Alat vitalku langsung ereksi membayangkan nikmatnya memasuki dan menggesek lubang anusnya. Aku langsung mengambil minyak &#8216;baby oil&#8217; yg sudah kupersiapkan sejak dari rumah. &#8221; Iiiihh ..mas Ery &#8230;mmm &#8230; rupanya udah siap-siap yaa &#8230;&#8221;, katanya terheran-heran. Aku hanya tersenyum-senyum sendiri menahan nafsu birahi. Kulumuri batang penisku yg ngaceng dengan baby oil itu sampai rata dan terasa licin. Kulihat Yeni sempat bergidik juga membayangkan alat vitalku yg besar dan panjang itu bakal memasuki lubang duburnya. &#8221; M &#8230;m..mass Er &#8230; ka..kalo Yeni terasa sa..sakit &#8230;jangan dipaksa yaa ..?&#8221;, katanya sedikit gugup.</p>
<p>Aku tersenyum senang melihat ketakutannya, entah kenapa sikapnya itu membuat birahiku semakin bergelora. Kuraih tubuh bugilnya yg bahenol itu kedalam pelukanku, kucumbu nikmat bibir merahnya yg basah merekah sambil kuremas-remas gemas kedua buah dadanya yg kenyal secara bergantian beberapa saat.&#8221; Mmmm &#8230;cup&#8230; jangan kuatir sayang &#8230;aku tak akan sekasar itu &#8230;&#8221; Yeni tersenyum manis sambil membalas kulumanku. &#8221; Mass &#8230; nanti kalo spermanya mau keluar &#8230;nggg &#8230;itunya dicabut yaa ..&#8221;, ujarnya genit. &#8221; Ouuh &#8230;Yen ..ngg &#8230;.kau cantik sekali &#8230;&#8221;, bisikku penuh nafsu. Aku menyuruhnya untuk menelungkup diatas kasur dan dibawah perutnya kuselipkan sebuah bantal sehingga pantatnya yg bulat mekal dan seksi itu agak terangkat keatas.</p>
<p>Kedua pahanya sedikit agak kurenggangkan agar posisiku lebih mudah saat menyodominya. Yeni kelihatan sangat pasrah sekali dengan apa yg akan aku lakukan, meski ini adalah pengalaman pertama anal sexnya. Setengah berdiri aku mengangkang diatas kedua paha mulusnya lalu kuturunkan pinggulku kebawah. Kulihat belahan vertikal bibir kemaluannya yg menutup rapat sangat merangsang sekali menyembunyikan liang vagina merahnya yg basah. Mau tak mau aku jadi terangsang juga kepingin menjepitkan alat vitalku kedalam liang vaginanya. Dan memang kulakukan, dengan gemas kuselipkan kepala penisku diantara belahan bibir kemaluannya dan kutekan alat vitalku perlahan-lahan sampai seluruhnya masuk kedalam liang vagina. Uuuuhhhh &#8230;.nikmat sekali merasakan jepitan hangat dan basah kemaluannya itu. Yeni tertawa kecil melihat ulahku. Mukanya yg tadi disembunyikan diatas sprei setengah menoleh kearahku sambil tersenyum geli. &#8221; Aduuuhh &#8230;.nggak tahan ya masss &#8230;. Kok dimasukin kesitu lagi &#8230;hi..hi..&#8221; &#8221; Eehhhh &#8230; habis itumu merangsang sekali sih Yen &#8230;. Aku khan jadi kepingin ngerasain jepitannya lagi &#8230;&#8221;</p>
<p>Ia tertawa makin nyaring, namun sejenak kemudian ia memekik kecil saat jemari kedua tanganku menyibakkan belahan pantatnya sehingga aku dapat melihat lubang duburnya yg berkerut dan berwarna coklat susu itu. Wooww &#8230;. Benar-benar sangat menggemaskani. Kelihatan begitu mungil dan rapat sekali, seolah-olah ujung jaripun nggak bakalan bisa masuk. Aku jadi penasaran. Dengan telunjuk jemari kananku kucoba kuselipkan kedalam lubang anusnya &#8230;.rasanya rapat sekali namun empuk dan kenyal &#8230;. Perlahan-lahan jari telunjukku mulai terbenam kedalam lubang duburnya sampai ke pangkal &#8230;. Waahh ..rasanya sangat hangat dan lembek didalam situ. &#8221; Aaaahh &#8230;mm..mas Er &#8230;geliii &#8230;ahhh &#8230;..nggghhh&#8230;&#8221;, rintih Yeni pelan. Wajahnya kembali disembunyikan diatas sprei.<br />
Kuputar-putar jari telunjukku didalam situ secara perlahan-lahan. Yeni semakin kegelian. Sambil kuputar telunjukku kutarik keluar masuk seperti sedang senggama. Waahh &#8230; ternyata tidak terlalu susah juga meski terasa sangat sempit karena ternyata lubang duburnya bisa sedikit melar dan elastis. Sampai disitu aku baru mengerti kenapa di film-film porno begitu enaknya bintang pria menyodomi yg cewe karena memang sangat elastis. Kucabut jari telunjukku dari lubang duburnya dengan perlahan dan kulihat ternyata liang duburnya yg ternyata juga berwarna sangat merah itu tidak langsung mengatup rapat namun menutup dengan perlahan-lahan pula. Yeni merintih kecil kegelian. Kugoyangkan pinggulku maju mundur. Beberapa saat kunikmati jepitan dan gesekan lembut liang vagina Yeni yang hangat dan basah. &#8221; Oouuuuh&#8230;mass ..Er&#8230;.nggghhh &#8230;.nnnnggghhh &#8230;..&#8221;, rintih Yeni keenakan. 2 menit kemudian kucabut alat vitalku dari dalam lubang kemaluannya lalu ganti kuarahkan ujung kepala penisku kesebelah atas persis dimulut lubang anusnya.</p>
<p>Sambil kusibakkan belahan pantatnya dengan tangan kiri aku mulai menekankan ujung kepala penisku yg besar ke mulut lubang duburnya. Uugghh &#8230; semula aku merasa seperti memasuki jalan buntu, namun 5 detik kemudian setelah berulangkali kutekan akhirnya secara perlahan-lahan lubang anusnya itu mulai melar sehingga kepala penisku dengan cepat masuk kedalam. &#8221; Aaawww &#8230;&#8230;&#8221;, Yeni memekik kecil. Sebaliknya aku malah meram melek merasakan jepitan lubang duburnya pada kepala penisku yg besar. &#8221; Aaahhhnngghhh &#8230; sakit Yen ..?&#8221;, bisikku keenakan. Kepala penisku telah tenggelam kedalam lubang duburnya, rasanya sedikit kesat dan ketat luarbiasa.<br />
&#8221; Oooohhhh &#8230;. It&#8217;s so tight baby &#8230;.eehhhhh &#8230;..&#8221;, bisikku nikmat. Aku menekan terus perlahan-lahan alat vitalku menembus ke dalam liang duburnya &#8230; mili demi mili &#8230; sampai akhirnya separuh dari batang penisku berhasil masuk. Wuuuiiihh .. ketatnya luarbiasa sekali. Lubang duburnya terasa berdenyut-denyut keras seakan meremas-remas batang penisku yg besar&#8230;. Terasa sangat hangat dan lembek didalam situ. Kulihat tubuh Yeni bergetar pelan seolah menahan sakit. &#8221; Aaahhh &#8230;Yen &#8230;sakitkah sayang ..?&#8221;, tanyaku cemas. &#8221; Mmm &#8230;ngggghhhh &#8230;ssedikit mass &#8230;teruskan saja mass &#8230;&#8221;, rintihnya lirih menambah gairahku. Hheeekkkgghh &#8230;. Aku menekan batang penisku kembali kedalam lubang duburnya ..dan srrtt &#8230; perlahan-lahan alat vitalku terus menelusup kedalam &#8230;kedalam &#8230;kedalam dan aahhhhgghhhh &#8230;.aku merasa ternyata semakin kedalam semakin rapat dan lembek. Kepala penisku seakan diremat-remat hebat didalam anusnya. &#8221; Aaagghhh ..Yen &#8230;nngghhhh &#8230;.&#8221;, erangku keenakan. &#8221; Auuwwww &#8230;mass &#8230;udah mass &#8230;jangan terlalu dalam &#8230;. Ngganjel nih &#8230;auuww &#8230; &#8220;, pekik Yeni pelan. &#8221; Nnngghhhh &#8230;tinggal sedikit lagi Yen &#8230;.aaahhhgghh &#8230;&#8221;, erangku nikmat melihat batang penisku hanya tinggal sekitar 4 centi saja yg masih berada diluar. Aku berusaha menekan lagi namun kulihat tiba-tiba tubuh Yeni meregang kecil seolah kesakitan. &#8221; Sakit sayang &#8230;?&#8221;,bisikku setengah kaget. Yeni tak menjawab namun kudengar mulutnya merintih-rintih pelan. Kasihan juga aku melihatnya. Tak kupaksakan untuk menekan lebih jauh lagi, karena dengan jepitan lubang anusnya yg sedalam ini saja sudah membuat batang penisku seperti diremat kuat sekali &#8230; apalagi aku merasakan liang anusnya itu juga berdenyut-denyut seperti mengurut-urut memberiku kenikmatan luar biasa pada alat vitalku.</p>
<p>Tak pernah kusangka sama sekali begitu nikmatnya bersenggama lewat jalan belakang. &#8221; M..mmassss &#8230;&#8230; &#8220;, rintih Yeni tanpa arti &#8230; entah kesakitan atau mungkin dia juga merasakan nikmat tersendiri. &#8221; Sakitkah sayang &#8230;?&#8221;, tanyaku sekali lagi sambil menahan rasa nikmat. &#8221; Nnnnggghhhh &#8230;. Ng&#8230;nggak juga mass &#8230;&#8230; hanya sedikit ngganjel &#8230;&#8221;, ujarnya pelan. Aku tersenyum lega. Kutarik perlahan batang penisku dari dalam lubang anusnya &#8230;uuughghhh aku merasa seret dan kesat meski baby oil yg kulumurkan sudah cukup banyak. Lubang anusnya itu seakan mencengkeram dan membetot seolah menahan laju gesekan keluar alat vitalku. Aku mengerang nikmat, kulihat batang penisku yg tertarik keluar seolah tergencet sampai mengecil saking kuatnya rematan liang duburnya. &#8221; Nnnnnngggghh &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8221; . Ketika sudah sampai leher (aku memang sengaja masih menjepitkan kepala penisku agar tetap berada didalam liang duburnya) segera kutekan lagi secara perlahan batang alat vitalku kedalam lubang anusnya sampai kurasakan pinggul Yeni bergetar lagi pertanda agar aku menyetop sodokanku. Mmmmm &#8230; nikmatnya tak terbayang.</p>
<p>Akhirnya aku mengambil posisi setengah menindih tubuh bugil Yeni yg menelungkup karena aku tak mungkin merapatkan tubuhku kepadanya, karena bila itu kulakukan berarti aku harus menekan sampai mentok seluruh batang penisku kedalam lubang duburnya. Itu berarti menyakiti Yeni &#8230; aku nggak bakalan tega melakukannya. Setengah memeluknya kuciumi kulit punggungnya yg halus dengan lembut sementara pinggulku kugerakkan turun naik dengan sangat perlahan sekali &#8230;. Naik turun..naik turun ..mengeluar masukkan batang alat vitalku kedalam anusnya. Kuresapi setiap gesekan dan rematan daging tubuhnya yg hangat dan lembek itu. Denyutannya yg lembut memberikanku rasa nikmat tak terkira. &#8221; Mm &#8230;mass &#8230;.ngggghhhh &#8230;aawww &#8230;.nngghhhh &#8230;&#8230;.&#8221;, rintih Yeni perlahan. Kuremasi kedua buah payudaranya yg kenyal secara perlahan dengan gerakan memutar menambah rintihannya semakin menggila. &#8221; Yeniii &#8230;.ooohhh &#8230;.yeniii &#8230;..&#8221;, erangku keenakan. Brrruttt &#8230;.. bbrrruuttttt &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;.bbrrrruuuurtttt &#8230;&#8230;. Beberapa kali terdengar bunyi yg cukup keras dari pantat Yeni, setiap kali batang alat vitalku yang ngaceng keras dan berlendir itu kubenamkan kedalam lubang duburnya.</p>
<p>Persis seperti suara kentut. Aku mengira mungkin karena udara didalam lubang duburnya yg tertekan saat penisku masuk itu terdorong keluar. Wuuiiihhhh &#8230;.. suaranya membuatku jadi makin terangsang dan bergairah. Saat itu aku merasa begitu perkasa, meski rasa nikmat pada alat vitalku sangat berlebihan namun aku mampu melakukan persetubuhan dengan timing yg cukup lama &#8230;mungkin sekitar setengah jam-an bahkan lebih. Ini adalah pengalaman pertama anal kami dan tak kan pernah terlupakan. Ketika sampai akhirnya kenikmatan itu hampir mencapai puncaknya, dan sengaja aku tak memberitahukannya kepada Yeni .. setelah kutimbang dan kupikirkan sekilas dan berharap tak berakibat efek apapun &#8230; kuputuskan untuk menumpahkan saja sekalian air maniku didalam lubang duburnya.</p>
<p>Kutekan sedalamnya batang alat vitalku didalam situ lalu sambil pinggulku kuputar perlahan air maniku menyembur keluar dengan diiringi sejuta kenikmatan yg tak terkira. Tubuhku menggeletar dan meregang mencapai puncak enjakuasi. Crrreetttt &#8230;&#8230;&#8230;.ccreeettttttt &#8230;&#8230;crreeetttttt &#8230;&#8230;&#8230;..crrrrrrrreeeeeeettt tt. &#8230;&#8230;&#8230;.. Semburan demi semburan kutumpahkan dengan nikmat didalam lubang duburnya. Yeni memekik kaget dan merintih pelan. Tubuhnya tetap diam tak bergerak hanya sekali-kali bergetar pelan. Ia seolah benar2 pasrah dan mengijinkanku melakukan semua itu. Lengkap sudah kenikmatan itu. Anganku seakan melayang tinggi terhempas dalam pusaran kenikmatan. Air maniku masih mengalir sebanyak kurang lebih 4 semburan lagi sampai akhirnya kurasakan puncak kenikmatan yg sempurna itu berakhir. Selama beberapa menit masih kubiarkan alat vitalku terbenam didalam lubang dubur Yeni menikmati sensasi terakhir jepitan rapat dan hangat miliknya. Aku merasa sperma yg kukeluarkan saat itu lumayan banyak karena kenikmatan yg kualami sangat luarbiasa.</p>
<p>Tak bisa kubayangkan didalam saluran anusnya itu tergenang cairan mani. Wuuuiiihh &#8230;. 5 menit kemudian aku menggeletak lemas disamping kiri Yeni. Meski dengan ekspresi letih sedikit pucat ia mencumbu bibirku dengan sangat mesra sekali seolah ia ikut merasakan kenikmatan yg sedang kualami. Aku tahu ia belum orgasme sampai saat itu, sedangkan alat vitalku rasanya belum mampu untuk berdiri lagi. Malam itu kupuaskan dirinya dengan sapuan kenikmatan bibir dan mulutku pada alat kemaluannya. Selama kurang lebih tiga perempat jam aku melakukan cumbuan pada belahan bibir kewanitaannya &#8230;. Kucium &#8230;.kuhisap &#8230;kujilat &#8230;sampai akhirnya clitorisnya yg sensitif itu ganti kuremat dan kukenyot-kenyot tanpa pernah kulepaskan barang sedetikpun &#8230; akibatnya sampai Yeni orgasme berulang-ulang kali. Mulutku sampai terasa licin dan berlendir kecipratan cairan orgasmenya yg keruh kekuningan itu.<br />
Setelah ia benar-benar sangat puas dan letih baru kuhentikan cumbuanku pada alat kemaluannya dan kami berdua tertidur nyenyak kelelahan sampai pagi. Pagi harinya ketika aku bangun mendahuluinya iseng sengaja kulihat bagian belakang tubuhnya yg tadi malam kusetubuhi. Kulihat lubang duburnya yg berwarna coklat susu itu menutup rapat sekali namun dari sela-selanya terlihat keluar leleran lendir berwarna putih kental banyak sekali sampai mengalir keatas pantatnya dan jatuh kebawah membasahi kain sprei tempat tidur. Agak sedikit mengering.</p>
<p>Rupanya tanpa Yeni sadari air maniku yg kutumpahkan didalam lubang duburnya semalam terdesak keluar lagi. Aku lega sekali melihatnya, bagaimanapun aku khawatir kalo sampai membawa efek jelek bagi tubuh Yeni. Minggu siang sebelum kami kembali ke Malang dengan manja Yeni memintaku untuk menyetubuhinya sekali lagi hanya kali ini penetrasi itu kulakukan melalui liang vaginanya. Saat itu kami bersetubuh cukup lama sekali&#8230; mungkin hampir 1,5 jam-an karena kami melakukannya dengan diselingi obrolan-obrolan kecil dari soal sex sampai masalah politik. Lucu juga &#8230;.tapi asyik dan nikmat bisa berlama-lama menyatukan alat kelamin. Sampai detik ini, itu adalah pengalaman anal sex pertama dan terakhirku karena semenjak peristiwa itu Yeni tak pernah mau lagi diajak sodomi karena menurut sepengetahuan yg pernah dibacanya anal sex seperti itu sangat tidak sehat dan bisa membawa penyakit.</p>
<p>Willy nilly aku membenarkan juga omongannya dan sampai sekarang ini bila kami ingin berhubungan badan saya melakukan penetrasi hanya melalui vaginanya saja. Dengan mbak Marisa sendiri rutinitas sex-ku juga tetap tak berkurang sama sekali sebanyak seminggu 2-3 kali, begitu pula dengan Yeni. Ia sama sekali tak mengetahui perselingkuhanku dengan Yeni, mbak Marisa malah mengira aku sudah berhubungan dengan Sherly padahal hingga saat ini malah aku belum berhasil mengajaknya tidur bersama, karena katanya ia sangat menghormati mbak Marisa yg dianggapnya seperti kakaknya sendiri. Dengan Silvi sampai saat ini sama sekali belum pernah aku mengajaknya sampai begituan, hanya sekali dua kali saja kami bercumbu bibir atau necking sambil meremasi payudaranya yg bulat kenyal. But intercourse .. Not yet!.</p>
<p>Demikian lah cerita lengkapnya, mungkin bagi anda tante girang yang pengen cari brondong, bisa anda dapatkan disini, mungkinjuga bagi brondong yang pengen <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> bisa juga cari info nya disini, silahkan telusuri web yang kami sediakan karena kami memberikan info lengkap buat anda.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">tante dan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita dewasa brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita seks brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">brondong tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">sex brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex dengan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante dan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita tante dengan brondong</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">kuhamili tanteku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita dewasa perselingkuhan tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita perselingkuhan tante tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/">cerita sex tante dengan brondong</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan seorang istri muda'>Perselingkuhan seorang istri muda</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan seorang istri muda</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 18:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda binal]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda nakal]]></category>
		<category><![CDATA[mencari istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana rasa nya punya istri dua&#8230; mmmhhh.. rasanya tak bisa di ceritakan lagi, yang pasti enak, istri muda yang cantik, apalagi goyangnya hot, nah itu pula yang di alami seorang sekdes, memiliki istri muda membuat dia bahagia, tapi apalah daya, semua tak sesuai rencana, istri mudanya ternyata bermain gila dengan lelaki lain, alias selingkuh!!!
Kejadian ini [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan Istri muda Pejabat'>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan istri muda Pejabat II'>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/pengakuan-seorang-istri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengakuan Seorang Istri'>Pengakuan Seorang Istri</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan Tante Dengan Brondong'>Perselingkuhan Tante Dengan Brondong</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana rasa nya punya istri dua&#8230; mmmhhh.. rasanya tak bisa di ceritakan lagi, yang pasti enak, istri muda yang <a href="http://bugil.gadisperawan.info/cewek-cantik/">cantik</a>, apalagi goyangnya hot, nah itu pula yang di alami seorang sekdes, memiliki istri muda membuat dia bahagia, tapi apalah daya, semua tak sesuai rencana, istri mudanya ternyata bermain gila dengan lelaki lain, alias selingkuh!!!</p>
<p>Kejadian ini kualami ketika aku kuliah kerja nyata di salah satu desa terpencil di Jawa Tengah. Aku menginap di rumah Sekretaris Desa tersebut, sudah berumur, sekitar 60 tahun, namun isterinya <span id="more-116"></span>masih muda, sekitar 25 tahun, sebut saja Mbak Is.</p>
<p>Pada waktu itu aku kehilangan cucian celana pendek, ketika Mbak Is selesai mandi dengan memakai handuk yang terbelit menutupi sebagian tubuhnya, sambil membawa keranjang cucian yang sudah kering, masuk ke kamarnya yang hanya ditutup dengan korden. Aku mengikutinya, ikut masuk ke kamar untuk menanyakan apakah dia melihat CD-ku. Begitu kukuakkan korden kamarnya, aku melihat Mbak Is sudah melepas handuknya, tanpa sehelai benangpun. Kulitnya kuning, mulus, langsing dan kencang. Payudaranya berukuran sedang bulat. Aku kaget namun Mbak Is melihatku dengan tenang. Sambil menutup sebuah payudaranya dengan telapak tangan kiri, sedangkan telapak tangan yang lain menutup kemaluannya. Sedangkan payudara yang satunya masih menggantung dengan bebasnya. Aku sempat memangsa pemandangan yang jarang terjadi ini.</p>
<p>&#8220;Ada apa Dik Agus?&#8221; tanyanya dengan suara lembut.<br />
&#8220;Anu Mbak, nggak. Lihat celana pendek saya nggak, Mbak..&#8221;<br />
&#8220;Baru dicuci. Ditumpukan itu barangkali, coba saja dicari sendiri Dik Agus,&#8221; jawabnya sambil menunjukkan onggokan cucian. Sementara aku mengaduk-aduk cucian, ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Tentu saja payudara dan kemaluannya, walaupun dari samping, cukup jelas terlihat olehku. Mulanya aku agak tidak enak, tetapi karena Mbak Is bersikap cuek, maka aku pun nekad menatap secara langsung pamandangan itu dengan berani.</p>
<p>&#8220;Tubuh Mbak Is, masih singset ya,&#8221; pujiku mesra.<br />
&#8220;Ah, Dik Agus bisa aja,&#8221; katanya dengan tenang, tetapi kemudian ia tersentak, &#8220;Eh, kok liat-liat Mbak, kan saru,&#8221; bisik Mbak Is membuyarkan lamunanku.<br />
&#8220;Habis, rejeki kan tidak bisa dibiarkan,&#8221; kataku nyengir.<br />
&#8220;Uh, dasar..&#8221; kemudian ia cepat-cepat mamakai pakaian.</p>
<p>Jam 8 malam, karena tidak ada hiburan TV, dan suasana sudah sangat sepi, aku pergi tidur. Pak Sekdes kebetulan sedang menginap di rumah isteri tuanya. Lampu minyak tempel kuredupkan, dan bersiap untuk memejamkan mata. Tiba-tiba ada orang masuk ke kamarku. Setelah kuamati bayangan itu ternyata Mbak Is.</p>
<p>&#8220;Dik Agus belum tidur ya,&#8221; sapanya mesra.<br />
&#8220;Belum mbak,&#8221; sahutku.<br />
&#8220;Mbak Is kedingingan nih, nggak bisa tidur,&#8221; balasnya dan duduk di tepi tempat tidurku.<br />
&#8220;Tidur di sini saja Mbak,&#8221; ajakku penuh birahi.<br />
&#8220;Nggak apa-apa nih,&#8221; balasnya dengan senyum menggoda.<br />
&#8220;Nggak,&#8221; bisikku.<br />
&#8220;Tapi jangan macam-macam ya,&#8221; katanya sambil tertawa genit.</p>
<p>Kugeser tubuhku ke kanan memberikan ruang bagi Mbak Is berbaring di sampingku. Mulutku terkunci lagi, karena gejolak yang sangat hebat berkecamuk di dalam dada ini ketika ia merebahkan tubuhnya di sampingku. Bau parfumnya membuatku semakin bergejolak.</p>
<p>&#8220;Dik Agus sudah pernah melihat perempuan telanjang nggak,&#8221; akhirnya Mbak Is membuka percakapan.<br />
&#8220;Belum, kalau anak-anak sering, eh maksud saya baru sekali, lihat Mbak tadi..&#8221;<br />
&#8220;Apa Mbak masih singset sih?, khan Dik Agus bilang begitu tadi,&#8221; tanyanya manja.<br />
&#8220;Iya betul Mbak, betul, seperti di gambar porno saja,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Dik Agus punya foto begituan.&#8221;<br />
&#8220;Punya, sebentar ya saya ambilkan..&#8221;</p>
<p>Kuambil majalah berwarna kategori triple X, kubesarkan lampu minyak di dinding.<br />
&#8220;Dik Agus dapat dari mana majalah ini,&#8221; sambil menerima majalah yang kuberikan.<br />
&#8220;Serem..&#8221; komentarnya, tapi matanya terus menatap gambar orang sedang senggama. Pada gambar lain tampak adegan 69, dimana saling menjilati kemaluan lawannya.<br />
&#8220;Mbak pernah ngisep barangnya Bapak, nggak,&#8221; tanyaku dengan berani.<br />
&#8220;Ah, Dik Agus ada-ada saja, jijik ah,&#8221; jawabnya pura-pura malu.<br />
&#8220;Enak Mbak, seperti ngisep kemaluan, khan enak,&#8221; kataku lagi meyakinkan<br />
.&#8221;Memangnya Dik Agus pernah?&#8221; sambil menatap wajahku dalam-dalam, menjadikan aku gelagapan.<br />
&#8220;Belum, cerita teman-teman saya yang sudah kawin. Mbak mau disun kemaluannya,&#8221; pancingku nakal.<br />
&#8220;Ah Dik Agus ini ada-ada saja, malu ah,&#8221; Sambil tangannya menyingkirkan tangan saya yang sudah melingkar di perutnya. Tapi tanganku kembali merangkul tubuhnya, kali ini agak ke atas dekat dengan buah dadanya.<br />
&#8220;Emang Bapak nggak pernah ngesun barangnya Mbak?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Ah, Bapak kan sudah tua, nggak mau yang macem-macem,&#8221; obrolan yang semakin menjurus ini menjadikan kemaluanku makin mengeras, sehingga celanaku terasa semakin sempit.</p>
<p>Aku terus mencari akal agar malam itu tidak terbuang sia-sia. Belum sempat aku menemukan caranya, tiba-tiba ia menarik tanganku ke atas sehingga menyentuh buah dadanya yang montok. Aku segera bereaksi dan mulailah mengelus-elus buah dadanya. Kulihat wajahnya sudah berubah, nafasnya memburu, kusingkap gaun tidurnya ke atas, dan ia membiarkannya bahkan melepasnya sendiri. Dan kemudian melepas BH-nya, sehingga buah dada montoknya yang tadi siang kulihat, kini dapat kusentuh, kuelus-elus dan kupencet-pencet kekenyalan buah dadanya. Mbak Is kembali berbaring, bibirnya menyambut dengan hangat ketika kucium Mbak Is. Sambil berciuman tanganku bergerilya, sampai di sekitar kamaluannya. Kuelus pahanya dan akhirnya kemaluannya dari luar celana dalamnya. Mbak Is semakin liar mempermainkan bibirnya dan lidahnya, melumat habis bibirku. Kuselipkan jariku lewat samping celana dalamnya meraih liang senggamanya, ternyata sudah basah kuyup. Bersamaan dengan itu, ia raih pula kemaluanku. Kubantu membuka celanaku dan semua yang menempel di bajuku.</p>
<p>Dengan kencang ia terus memegang kemaluanku, seakan sudah menjadikan haknya dan tidak ingin melepaskannya. Sementara aku terus mencium semua permukaan kulitnya. Sampai pada bukit kembarnya, kuisap, kusedot dan kujilati puncaknya hingga membuatnya semakin memburu nafasnya. Begitu kuteruskan jelajahanku ke bawah lepaslah pegangan di kemaluanku, sampai dipusar dan terus ke bawah sampailah di selangkangannya. Kulebarkan pahanya, tetapi dia menahannya.&#8221;Jangan ah, malu,&#8221; sambil merapatkan pahanya dan menutupi kemaluannya dengan tangannya.Aku terus menciumi pahanya, menjilati dan mengecupnya. Lama-lama makin ke dalam pahanya. Mbak Is mulai mengendorkan kakinya, kubuka pelan-pelan pahanya. Pelan-pelan pula ia mau membukanya. Sampai akhirnya rela juga mengangkangkan pahanya dengan lebar, sehingga membuatku mempunyai ruang yang jelas untuk menyaksikan pamandangan yang sangat membangkitkan nafsuku itu. Segera kusergap bagian yang sangat dirahasiakan wanita itu. Begitu lidahku kupermainkan di bibir kemaluannya sebelah atas. Ia segera menjerit histeris sambil menjambaki rambutku. Pinggulnya dia angkat tinggi-tinggi, gerakannya semakin liar sambil mulutnya meneriakkan suara yag tidak jelas. Kemaluannya semakin basah saja, bercampur dengan ludahku untuk memberikan kehangatan pada liang senggamanya. Beberap menit kemudian ia sampai pada puncak yang tertinggi, disertai dengan lengkingan yang tertahan karena wajahnya ditutupi bantal. Tubuhnya menegang dan pinggulnya diangkatnya tinggi-tinggi. Beberapa detik kemudian terkulailah dia.</p>
<p>Selanjutnya kuambil posisi, kuarahkan kejantananku pada liang kemaluan, pada tubuh yang lunglai itu. Mbak Is diam saja, hanya sekali-sekali menciumiku. Aku masukkan batang kemaluanku pada liang senggamanya yang basah kuyup sehingga licin luar biasa. Mbak Is diam saja ketika kugenjot dengan cepat sehingga buah dadanya tergoncang kesana kemari. Mbak Is mulai merasakan kenikmatan lagi, makin lama dahinya makin dikernyitkan pertanda birahinya mulai naik. Tetapi lahar yang sudah lama kubendung keburu keluar, segera kutarik. Mbak Is, mulanya menahan bokongku, agar kemaluanku tetap terselit di lipatan kemaluannya. Tetapi karena tenaganya sudah habis, lepas juga kemaluannya dan kukocok dengan cepat sehingga muncratlah di atas perutnya yang indah.</p>
<p>Mbak Is dengan takjub menyaksikan peristiwa muncratnya spermaku. Lalu tersenyum manis.<br />
&#8220;Kok nggak dikelaurin di dalam,&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Nanti kamu hamil,&#8221; jawabku mesra.<br />
&#8220;Paling Bapak juga nggak tahu kalau itu anakmu,&#8221; jawabnya dengan enteng.</p>
<p>Sejak saat itu aku jadi jarang pulang, ketika hari Sabtu dan Minggu kupergunakan mencuri-curi waktu agar bisa bermain dengannya. Apalagi kalau sedang sepi. Misalnya tidak ada cukup waktu untuk melakukan senggama, maka ia aku suruh saja mengocok hingga keluar.</p>
<p>Sejak itu sepertinya Mbak Is semakin ceria saja. Sampai selesai waktu KKN-ku, aku tidak kurang melakukan senggama secara sempurna sebanyak delapan kali. Tanpa ada seorangpun yang tahu dan curiga. Dan ternyata ini membawa berkah lain, yang paling menonjol adalah cara Mbak Is dalam melayani suaminya yang sepertinya berlebihan.</p>
<p>Demikian <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita perselingkuhan</a> antara seorang pemuda dengan istri pak sekdes, istri muda yang cantik bohay mulus dan seksi, peringatan buat anda yang memiliki istri dua, harus benar-benar siap dan mampu adil serta bisa memuaskan keduanya, salah-salah bisa seperti <a href="http://cerita.modelperawan.com/">cerita dewasa</a> diatas yang akhirnya terjadi perselingkuhan.</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita sex perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita dewasa perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan istri</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita seks perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan istriku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan istri pejabat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita porno perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita istri muda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita porno</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">perselingkuhan istri pejabat</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">perselingkuhan sedarah</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita sek perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita dewasa perselingkuhan istri</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita sex istri muda</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita tentang perselingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita sex perselingkuhan istri</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan sedarah</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/">cerita perselingkuhan sex</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan Istri muda Pejabat'>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan istri muda Pejabat II'>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/pengakuan-seorang-istri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengakuan Seorang Istri'>Pengakuan Seorang Istri</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-tante-dengan-brondong/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Perselingkuhan Tante Dengan Brondong'>Perselingkuhan Tante Dengan Brondong</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh dengan teman istriku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 17:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta dengan istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan istri teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini aku ceritakan untuk sebuah pelajaran, mungkin sebagian kita ada yang mengalami hal seperti yang ku alami, dan semoga tak terjadi pada anda, cukup saya saja, perselingkuhan itu tak selamanya indah, dan lebih banyak pengorbanan saja. Berikut cerita lengkap saya.
Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini 28 [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan teman istriku'>Bercinta dengan teman istriku</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita selingkuh Pertamaku'>Cerita selingkuh Pertamaku</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini aku ceritakan untuk sebuah pelajaran, mungkin sebagian kita ada yang mengalami hal seperti yang ku alami, dan semoga tak terjadi pada anda, cukup saya saja, perselingkuhan itu tak selamanya indah, dan lebih banyak pengorbanan saja. Berikut cerita lengkap saya.</p>
<p>Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini 28 tahun, isteri saya juga seumur, namanya Lisa. Anak saya baru umur 3 tahun, dan dia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak saya inilah, isteri saya kenal sama nyokapnya teman anak saya. Namanya Nita. Sebenarnya<span id="more-109"></span> si Nita ini orangnya nggak cakep-cakep amat, yah, lumayan-lah. Menurut saya sih, mendingan isteri saya.</p>
<p>Makanya, sewaktu kenalan sama si Nita ini, saya sama sekali nggak ada pikiran yang macam-macam. Sampai lama-kelamaan isteri saya mulai akrab sama si Nita. Mereka sering pergi sama-sama. Nah, suatu hari, si Nita telpon isteri saya buat ngasih tahu bahwa dia sekeluarga lagi dapat voucher menginap satu malam di sebuah Hotel bintang lima di Jakarta. Dia suruh isteri saya datang buat mencoba fasilitas-fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, karena ada kesempetan buat berenang, fitness dan lain-lain gratis, maka saya berdua nggak menyia-nyiakan kesempatan ini.</p>
<p>Siangnya saya berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di sana, saya berdua langsung menuju ke kolam renang, karena si Nita sudah janjian nunggu disitu. benar aja, begitu ngeliat saya berdua datang, si Nita langsung manggil-manggil sambil melambaikan tangannya.</p>
<p>&#8220;Hai Lis, Her&#8230; &#8221;<br />
&#8220;Hai Nit&#8230; Mana suami sama anak kamu ?&#8221; tanya isteri saya.<br />
&#8220;Biasa, dua-duanya lagi tidur siang tuh&#8230;&#8221; kata si Nita.<br />
&#8220;Kamu berdua aja&#8230; Mana anak kamu?&#8221;<br />
&#8220;Nggak ikut deh, Nit&#8230; Abisnya repot kalau ngajak anak kecil&#8221; kataku.<br />
&#8220;Ya sudah, sekarang gimana, kamu berdua mau berenang nggak? Atau mau Fitness aja?&#8221;<br />
&#8220;Langsung Fitness aja deh, Nit&#8221;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga langsung menuju ke tempat Fitnessnya. Dan setelah ganti baju di locker room, kita bertiga mulai berfitnes-ria. Asyik juga sih, sampai-sampai nggak terasa sudah hampir tiga jam kita fitness. Wah, badan rasanya sudah capek benar nih. Setelah selesai kita bertiga terus bilas di ruang ganti, dan langsung menuju ke ruang Whirlpool. Nah, sampai disini kita bertiga bingung, sebab ruang whirpoolnya ternyata cuma satu. Wah gimana nih? Tapi akhirnya kita coba-coba aja, dan ternyata benar, cewek sama cowok jadi satu ruangannya. Wah, malu juga nih&#8230; Apalagi si Nita, soalnya kita bertiga cuma dililit sama kain handuk. Setelah masuk ke dalam, saya tertegun, karena di dalam saya lihat ada cewek yang dengan santainya lagi jalan mondar-mandir dalam keadaan&#8230; Bugil. Wah&#8230; Gawat nih. Setelah saya lirik, ternyata si Nita juga lagi ngeliatin tuh cewek yang kesannya cuek banget. Selagi kita bertiga bengong-bengong, tahu-tahu kita disamperin sama locker-girlnya.</p>
<p>&#8220;Mari Mbak, Mas&#8230; Handuknya saya simpan,&#8221; kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus.<br />
&#8220;Ha ? Disimpan ?&#8221; tanya saya sambil kebingungan.<br />
&#8220;Hi-hi-hi&#8230; Iya, Mas, memang begitu peraturannya&#8230; Biar air kolamnya nggak kotor.. &#8221; sahut si Mbak dengan senyum genit.<br />
&#8220;Wah&#8230; Mati deh saya&#8221;, batin saya dalem hati, masa saya musti berbugil ria di depan satu, dua, tiga&#8230; Empat orang cewek sih ? Sementara itu saya liat isteri saya sama si Nita juga lagi saling pandang kebingungan. Akhirnya saya yang memutuskan,<br />
&#8220;Hm.. Gini deh, Mbak&#8230; Kita liat-liat aja dulu&#8230; Nanti kalau mau berendam baru kita taruh handuknya di sini&#8221;<br />
&#8220;Iya deh, Mas&#8230;&#8221; kata si Mbak lagi sambil tersenyum genit. Terus dia langsung berbalik jalan keluar ruangan.</p>
<p>Setelah tinggal bertiga, isteri saya langsung memandang si Nita,</p>
<p>&#8220;Gimana nih, Nit?&#8221;</p>
<p>Selagi si Nita masih terdiam bingung, isteri saya langsung ngomong lagi,</p>
<p>&#8220;Ya sudah deh&#8230; Kita terusin aja yuk,&#8221; katanya sambil melepaskan handuknya.<br />
&#8220;Sudah deh, Nit&#8230; Buka aja&#8230; nggak apa-apa kok,&#8221; kata isteri saya lagi.<br />
&#8220;Benar nih, Lis ? Terus si Tjokie gimana ?&#8221; tanya si Nita sambil melirik malu-malu ke arah saya.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>lanjut lagi <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> nya&#8230;.<br />
Pada saat itu saya cuma bisa pasrah aja, dan berdoa moga-moga burung saya nggak sampai bangun. Sebab kalau bangun kan gawat, si Nita bisa tahu karena saya cuma dililit handuk doang.</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa&#8230; Anggap saja kita kasih dia tontonan gratis&#8221; sahut isteri saya lagi.</p>
<p>Gawat juga nih, saya benar-benar nggak nyangka kalau isteri saya sebaik ini. Sebab biasanya dia cemburuan banget. Akhirnya pelan-pelan si Nita mau juga ngelepasin handuknya. Aduh mak&#8230; Begitu dia lepas handuknya, saya langsung bisa ngeliat dua buah teteknya yang membulat&#8230; dan&#8230; jembutnya yang&#8230; gile&#8230; lebat banget! Langsung aja saya menelan ludah saya sendiri&#8230; sambil menatap bengong ke tubuh si Nita. Ngelihat keadaan saya yang kayak orang linglung itu, isteri saya langsung tertawa geli. Sementara si Nita masih berusaha menutupi vaginanya dengan kedua tangannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa Her&#8230; Jangan bengong gitu dong, sekarang kamu yang musti buka handuk tuh,&#8221; kata isteri saya lagi.</p>
<p>Busyet&#8230; Masa saya disuruh bugil di depan si Nita sih? Tapi karena takut kalau-kalau nanti isteri saya berubah pikiran, langsung aja deh saya lepas handuk saya. Seiring dengan gerakan saya ngelepas handuk, saya lihat si Nita langsung membuang muka jengah.</p>
<p>&#8220;Lho, kenapa Nit&#8230; nggak apa-apa kok&#8230; Tadi si Tjokie juga ngeliatin body kamu, sampai terangsang tuh&#8230; Lihat deh,&#8221; kata isteri saya lagi sambil menatap burung saya. Akhirnya si Nita ngelirik juga ke burung saya, dan&#8230; Wah&#8230; dasar burung kurang ajar, begitu diliatin dua orang cewek, perlahan tapi pasti dia mulai bangkit. Pelan-pelan mengangguk-angguk, sampai akhirnya benar-benar tegang setegang-tegangnya. Wah, mokal banget deh, saya&#8230;</p>
<p>&#8220;Tuh-kan, Nit&#8230; Benarkan dia sudah terangsang ngeliatin body kamuy&#8230;&#8221; kata isteri saya lagi. Ngeliat burung saya yang sudah tegang benar, akhirnya dua-duanya nggak tahan lagi. Pada tertawa terpingkal-pingkal. Ngedenger suara ketawa mereka, cewek yang sendirian tadi langsung nengok&#8230; dan begitu ngeliat burung saya, dia juga langsung ikut ketawa.</p>
<p>&#8220;Wah, dik&#8230; Dia sudah nggak tahan tuh&#8230;&#8221; katanya pada isteri saya, sambil ngelirikin burung saya terus. Akhirnya daripada terus jadi bahan tertawaan, langsung aja deh, saya nyebur ke kolam whirpool. Nggak lama kemudian isteri saya dan si Nita nyusul. Akhirnya kita berempat berendam deh di kolam. Tapi nggak lama kemudian si Cewek itu bangun&#8230;<br />
&#8220;Mbak sudahan dulu yah, Dik&#8230; Mmm&#8230; Tapi jangan disia-siakan tuh&#8230;&#8221; katanya sambil menunjuk ke selangkangan saya lagi. Buset nih cewek, rupanya dari tadi dia merhatiin kalau burung saya masih tegang terus.</p>
<p>Langsung saja saya berusaha tutupin burung saya pakai kedua telapak tangan. Sambil tersenyum genit, akhirnya cewek itu keluar ruangan. Nah, begitu tinggal kita bertiga, isteri saya langsung pindah posisi. Sekarang jadi saya yang ada ditengah-tengah mereka berdua.</p>
<p>&#8220;Her&#8230; Dari tadi kok tegang melulu sih ?&#8221; tanya isteri saya sambil menggenggam burung saya. Saya cuma bisa menggeleng saja sambil melirik si Nita.<br />
&#8220;Ih&#8230; Keras amat, kayak batu,&#8221; kata isteri saya lagi. Lalu, tanpa saya duga dia langsung ngomong ke si Nita.<br />
&#8220;Sini deh, Nit&#8230; Mau cobain megang burung suami saya nggak nih ?&#8221;<br />
Haa? Saya sama si Nita jadi terbengong-bengong.</p>
<p>&#8220;Bbb&#8230; Boleh, Lis ?&#8221; tanya si Nita.<br />
&#8220;Boleh, rasain deh&#8230; Keras banget tuh,&#8221; kata isteri saya lagi. Pelan-pelan, si Nita mulai ngegerayangin paha saya, makin lama makin naik, sampai akhirnya kepegang juga deh, torpedo saya. Wuih, rasanya benar-benar nikmat.</p>
<p>&#8220;Iya lho, Lis&#8230; Kok bisa keras begini ya. Pasti enak sekali kalau dimasukin yah, Lis,&#8221; kata si Nita lagi sambil terus mengelus-ngelus burung saya. Wah, saya sudah nggak tahan, tanpa minta persetujuan isteri saya lagi, langsung aja deh, saya tarik si Nita, saya lumat bibirnya&#8230; sambil tangan saya meremas-remas teteknya.</p>
<p>&#8220;Akh&#8230;&#8221; Nita menggelinjang. Langsung saya angkat si Nita dari dalam air, saya dudukin di pinggiran kolam&#8230; Kakinya saya buka lebar-lebar, dan.. langsung deh saya benamin wajah saya ke dalam selangkangannya, sehingga si Nita semakin mengerang-ngerang. Sementara itu isteri saya tetap giat mengocok-ngocok burung saya. Akhirnya karena sudah nggak tahan lagi, kita bertiga naik ke pinggiran kolam.</p>
<p>&#8220;Gantian dong, Nit&#8230; Biar si Tjokie ngejilatin vagina saya, saya juga kepengen nih&#8230;&#8221; kata isteri saya dengan bernafsu. Karena dia sudah memelas begitu, langsung saja deh, saya jilatin vagina isteri saya. Saya gigit-gigit kecil clitorisnya sampai dia merem-melek. Nita pun nggak tinggal diam, ngeliat saya lagi sibuk, dia langsung saja meraih burung saya, terus dimasukin ke dalam mulutnya. Wah&#8230; nggak nyangka, ternyata hisapannya benar-benar maut. Rasanya kita bertiga sudah nggak ingat apa-apa lagi, nggak peduli kalau-kalau nanti ada orang yang masuk.</p>
<p>Setelah beberapa lama, isteri saya ternyata sudah nggak tahan lagi.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Cepetan masukin&#8230; saya sudah nggak kuat lagi nih&#8230;&#8221; pintanya memelas. Akhirnya berhubung saya juga sudah nggak tahan lagi, saya cabut saja burung saya dari dalam mulut si Nita, terus saya masukin ke dalam vagina isteri saya. Akh&#8230; benar-benar nikmat, sambil terus saya dorong keluar-masuk. Nita nggak tinggal diam, sambil meremas-remas payudara isteri saya, dia terus ngejilatin buah Zakar saya. Wah&#8230; rasanya benar-benar&#8230; RUUUAAARRR BBBIIAASA! Nggak lama kemudian, mungkin karena sudah terlalu terangsang, isteri saya menjerit kecil&#8230; Meneriakkan kepuasan&#8230; Sehingga saya merasakan sesuatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Melihat isteri saya sudah selesai, si Nita langsung bertanya dengan wajah harap-harap cemas.<br />
&#8220;Nggg&#8230; Sekarang saya boleh nggak ngerasain tusukan suami kamu, Lis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu aja boleh, Nit&#8230;&#8221; jawab isteri saya sambil mencium bibir si Nita. Mendapat lampu hijau, Nita langsung mengambil burung saya yang sudah lengket (tapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.</p>
<p>&#8220;Aaakkkhhh&#8230;&#8221; desis si Nita setelah saya dorong burung saya pelan-pelan.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Terus, Her&#8230; I Love You&#8230;&#8221; kelihatannya si Nita benar-benar mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Sambil saya goyang-goyang, isteri saya menjilati teteknya si Nita. &#8220;Aduh, Lis&#8230; Her&#8230; I love you both&#8230;&#8221;</p>
<p>Pokoknya selama saya dan isteri saya bekerja, mulut si Nita mendesis-desis terus. Kemudian, mungkin karena isteri saya nggak mau ngedengerin desisan si Nita terus, akhirnya dia bangun dan mengarahkan vaginanya ke muka si Nita. Dengan sigap Nita menyambut vagina isteri saya dengan juluran lidahnya. Sampai kira-kira sepuluh menit kita bertiga dalam posisi seperti itu, akhirnya saya sudah benar-benar nggak tahan lagi&#8230; dan&#8230; ahhh&#8230; saya merasakan desakan si Nita mengencang, akhhh&#8230; Akhirnya jebol juga pertahanan saya. Dan disaat yang berbarengan kita bertiga merasakan suatu sensasi yang luar biasa&#8230; Kita bertiga saling merangkul sekuat-kuatnya, sampai&#8230; Aahhh&#8230;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga terkulai lemas sambil tersenyum puas&#8230;<br />
&#8220;Thank you Tjokie, &#8230; Lisa&#8230; Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa buat saya..&#8221;<br />
&#8220;Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230; Sama, Nit&#8230; saya juga benar-benar merasakan nikmat yang yang nggak pernah saya bayangin sebelumnya. Sayang suami kamu nggak ikut yah, Nit,&#8221; kata isteri saya.<br />
&#8220;Gimana kalau kapan-kapan kita ajak suami kamu sekalian, boleh nggak, Nit?&#8221;<br />
&#8220;Benar Lis&#8230; Ide yang bagus, tapi kita nggak boleh ngomong langsung, Lis&#8230; Musti kita pancing dulu..&#8221; kata si Nita.</p>
<p>&#8220;Setuju,&#8221; sahut isteri saya.<br />
&#8220;Gimana Her&#8230; Boleh nggak ?&#8221;<br />
Untuk sesaat saya nggak bisa menjawab. Bayangin, masa saya musti berbagi isteri saya sama suaminya si Nita? Rasanya perasaan cemburu saya nggak rela. Tapi, ngebayangin sensasi yang akan terjadi kalau kita main berempat sekaligus&#8230; Wah&#8230;<br />
&#8220;Boleh, nanti kamu atur yah, Nit&#8230; Biar saya bisa ngerasain lagi hangatnya lubang vagina kamu&#8230; Ha&#8230; ha..&#8221; akhirnya saya menyetujui.</p>
<p>lama berlanjut saya akhirnya insaf, dan berharap tak lagi terulang, walau banyak godaan saya berusaha untuk segera plepas dari semua cerita yang saya anggap memalukan, kini masa lalu adalah cerita untuk aku ambil sebagai pelajaran, dan menjadikanku lebih baik untuk masa mendatang..</p>
<p>Sekian</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita dewasa selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita tante selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh dewasa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">ceritaselingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita sex tante selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita sex selingkuh</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuhan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingku</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">my</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">0h</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh dengan teman</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh dengan teman kantor</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh terbaru</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">selingkuh cerita</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh tante</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita selingkuh dengan istri teman</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">www cerita selingkuh com</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita dewasa</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-teman-istriku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bercinta dengan teman istriku'>Bercinta dengan teman istriku</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita selingkuh Pertamaku'>Cerita selingkuh Pertamaku</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Seks Seorang Dosen</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 19:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta dengan dosen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks dosen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[seks dosen]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dosen Juga manusia.. Mungkin itulah ungkapan yang cocok buat pak dosen ini, dia merasa tidak bersalah jika memiliki hasrat tinggi dalam bercinta, apa salah seorang dosen memiliki birahi yang tinggi? Berikut adalah cerita seks setengah baya dari seorang Dosen. Silahkan menikmati Cerita Dewasa Dari kami&#8230;.
Dulu terfikir, uang pensiunan pegawai negeri sudah cukup untuk menjadi jaminan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-janda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita seks seorang janda'>Cerita seks seorang janda</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-gay/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita seks Seorang Gay'>Cerita seks Seorang Gay</a></li></ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dosen Juga manusia.. Mungkin itulah ungkapan yang cocok buat pak dosen ini, dia merasa tidak bersalah jika memiliki hasrat tinggi dalam bercinta, apa salah seorang dosen memiliki birahi yang tinggi? Berikut adalah <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-seks/">cerita seks</a> setengah baya dari seorang Dosen. Silahkan menikmati Cerita Dewasa Dari kami&#8230;.</p>
<p>Dulu terfikir, uang pensiunan pegawai negeri sudah cukup untuk menjadi jaminan sumber biaya untuk membiayai keluarg-ku, namun krisis berkepanjangan di negeri ini, ditambah harga kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat dana pensiunan bulanan makin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, membiayai biaya sekolah anak-anak-ku, dan gaya hidup mereka yang makin tinggi, belum lagi, Parni istri-ku yang tercinta mengidap penyakit kanker, harta yang tersisa pun aku jual untuk menutup semua biaya pengobatan, walaupun akhirnya Parni meninggal 5 tahun yang lalu..</p>
<p>Dan sejak 5 tahun itulah saya harus memutar otak, beruntung di usia-ku yang sudah lewat setengah abad ini, gelar S-2 sempat aku kenyam, hingga Aku masih dianggap pantas untuk mengajar di sebuah Universitas Swasta di Jakarta,..<br />
Berbeda memang, anak-anak dari kaum borjuis ini, membuat rasanya diri ini malu, merasa gagal sebagai orang tua, rasanya tuntutan ke dua anak-ku Mardi dan Mira tidak lah berlebihan HandPhone berwarna atau pun sepeda motor, itu masih jauh di bawah standard para Mahasiswa-ku,..<span id="more-9"></span></p>
<p>Ya bagaimana-pun aku mulai bersyukur, bersyukur anak-anak-ku masih mau menggap aku sebagai ayah, dan mau menerima keadaan ekonomi yang meski tidak berlebih, namun untuk sekedar biaya makan dan sekolah bukan-lah masalah,..<br />
Selama 5 tahun ini juga aku berusaha menjadi dosen idealis, dosen yang baik dan objektive pada murid-murid-ku, berusaha sedikit tegas dan memang itu yang aku fikir harus aku lakukan, sayang rasanya membiarkan mereka membuang uang orangtua-nya untuk sekedar bermain di dalam kelas, aku gak mau seperti Pak Irham, atau Pak Bambang, yang dikenal sebagai dosen ‘baik’ di kampus ini, sayang rasanya mereka tidak mendapat sesuatu di dalam kelas,..<br />
Namun kejadian ini membuat hidup-ku berubah, mungkin…</p>
<p>Waktu itu aku mengajar pelajaran Bank dan Lembaga Keuangan, salah satu mata kuliah yang paling aku kuasai, kelas yang kuajar itu bisa dibilang kelas buangan, karena memang hal yang biasa kalau daftar kelas dan dosen yang mengajar itu sudah bocor sebelum pengisian Jadwal mahasiswa,..<br />
Jadilah kelas-ku salah satu kelas yang paling dihindari,.. Yang payahnya lagi anak-anaka ini seperti tidak mau Belajar, aku berusaha bersabar, hingga pada akhirnya saat membacakan nilai UTS, 3 minggu sebelum UAS murid-murid mulai menjambangi meja kerja-ku di ruang dosen, ya seolah aku yang menentukan nilai, aku yang sengaja membuat nilai mereka Jatuh,..</p>
<p>Hal itu sudah biasa terjadi 5 tahun belakang ini, namun entah satu orang ini, seorang mahasiswi membuatku jatuh dalam perangkapnya, aku bahkan terkadang berfikir, apa aku pantas masih menjadi seorang dosen ??<br />
Sore itu, seorang Mahasiswi, murid kelasku, usianya sekitar 21-an diatas rata-rata usia mahasiswa di kelas-ku, memang salah satu mahasiswa bermasalah dengan nilainya,.. orang-nya cantik, cantik sekali memang, rasanya dia pun terlihat berbeda memiliki keistimewaan tertentu yang membuat seorang lelaki, bahkan seusia-ku ini masih menaruh minat padanya,..<br />
Tubuhnya sintal proposional, memang lebih tinggi dari-ku yang hanya 164 cm ini, sore itu sekitar pukul 5 sore, suasana ruang dosen sudah sangat sepi, apalagi hari jum’at hanya sedikit dosen yang mengajar hingga sepetang ini pada hari itu, aku baru saja duduk di kursi-ku setelah mengambil air putih dari dispenser di sudut ruangan,.<br />
Saat itulah Veronica, nama Mahasiswi itu datang menghampiriku, perlahan dia melangkah masuk, dengan senyuman lembut, rambut panjangnya yang berwarna coklat dikuncir, celana panjang jeans berwarna hitam ketat memperlihatkan pahanya yang berisi, bokongnya yang padat,..</p>
<p>Balutan kaus kuningnya, berdada rendah memperlihatkan payudaranya yang membusung, bahakan BH yang dikenakannya pun adalah Bra yang mengait dileher, hingga aku dapat dengan jelas melihat warna Bra-nya talinya berwarna merah, sedangkan Cup-nya sendiri berwarna Hitam, kutaksir ukurannya 36 B, terlihat dari balik kausnya yang berbahan tipis itu,..<br />
Entah apa maksudnya, aku tak berusaha menerka, mungkin hanya berusaha memberikan sogokan, seperti beberapa mahasiswa lain yang datang beberapa hari kebelakang,.. Aku pun berusaha memasang tampang cuek, meski iman ini mulai terguncang,..<br />
” Pak Agus,..” Suara lembut itu memanggil,..<br />
” Ya,.. ” Kata-ku menjawab,..masih berusaha memberikan ekspresi datar,..<br />
” Saya Veronica, murid BLK bapak… ” Memperkenalkan diri ” Boleh saya duduk ?? “<br />
” Oh ya silahkan, Veronica dari kelas G ?? ” Aku pura-pura bertanya, meski sebagai lelaki tidak mungkin aku tak mengingat mahasiswi secantik Veronica<br />
” Iya pak, saya mau minta bantuan pak,.. ” tampaknya dia sudah biasa berbuat seperti ini, hingga tak malu-malu lagi untuk mengajukan permintaan yang sebenarnya memalukan itu,..<br />
” Oh, memang apa yang bisa saya bantu ? ” Aku pura-pura bertanya meski sudah bisa menerka keinginan-nya,..<br />
” Nilai saya Pak, Cuma 24,..Saya mau lulus pak,.. ” Dia meminta lagi tanpa rasa malu<br />
Wajahnya pun terlihat cuek, seolah tak bersalah,..<br />
” Wah, jauh ya,..gimana mungkin kamu mengulang semester depan,.. ” ya memang itu yang bisa kulakukan, nilai itu terlalu jauh, dan tampanya sulit untuk dia bisa mengejar nilai di UAS, meski bukan hal yang tidak mungkin,…</p>
<p>” Yah, bapak, masa gak bisaaa… ” Vero berkata Manja,..tubunnya dibusungkan seolah sengaja mendorong dada-nya lebih maju, menempel di meja kerja-ku,.. menapak diatas kaca bening diatas meja,..Dadanya terkesan lebih besar, tak hanya itu belahan dada-nya yang rendah membuat payudaranya sedikit terangkat keluar, belahan-nya menantang dalam jarak yang begitu dekat, darah tua ini mendidih,..entah apa, aku berusaha menerka maksud dari murid cantik-ku ini,..<br />
” Bapak, tolongin saya ya pak,.. ” Suaranya sengaja dibuat demikian manja, manja membuat hati ini sedikit luluh, aku seorang manusia, seorang lelaki normal<br />
” Eh, ehmmm.. “,” Mungkin kamu bisa, bisa kerjakan makalah bab 14 – 18 , saya akan maksimalkan nilai tugas-mu.. ” Aku berusaha untuk tidak menatap ke belahan dadanya itu,..<br />
Aku yakin seyakin yakinnya, Vero bukan tak tahu aku mengintip, tapi dia seolah cuek-cuek saja, bahkan kesan yang diberikannya semakin disengaja,..Seraya berdiri,..</p>
<p>” Bapak, bapak bisa kan bikin cepet selesai ?? “, Dia berdiri menantang dihadapan-ku, tatapannya menggoda,.. ” Ayolah Pak,.. ” Katanya lagi sambil membuka jepitan rambutnya, rambut panjangnya terurai indah,..menambah kecantikan gadis muda ini,.<br />
Jantungku berdegup kencang,<br />
” Eh,.. apa maks..maksud kamu,.. ” Aku tahu, aku tahu maksudnya, aku bukan orang bodoh, tapi aku bukan orang yang ingin mengambil kesempatan, aku tahu di lingkungan kampus ini sudah biasa mahasiswi yang bisa dibilang ( maaf ) Jablay, dan bukan tak mungkin Veronica ini pun salah satu bagian komunitas tersebut,..<br />
” Saya cuma mau lulus pak,.. ” Dia menjawab santai, duduk diatas meja-ku, saat berdiri tadi dia sempat berbalik, tubuhnya indah sempurna, matanya indah bokongnya pun demikan menggoda,.aku meneguk ludah dalam deru jantung dan desir darah yang membara,..<br />
” Bapak, bapak tahu kan, bapak tahukan musti bagaimana untuk membantu saya,.. ” Manja dia berkata,..tubuhnya menunduk, memeluk-ku dari belakang, menyela lewat bahu,..tangannya menempel didadaku, bersilang, kepalanya di tidurkan di bahu-ku, mesra, aku dapat merasakan hembusan nafas, tatapan matanya yang seolah menelanjangiku itu, mata berglayut manja memandang-ku, tiba-tiba Veronica mencium-ku,..</p>
<p>Memeluk-ku lebih erat, mencium pipi kiriku hangat, aku bahkan merasakan ciuman yang berbeda dari ciuman anak-anak-ku setiap ulangtahun-ku, bukan ciuman kasih sayang, tapi sebuah ciuman berbeda, mencium pipiku yang mulai berkerut dengan hangat, sentuhan lidahnya sesekali menyentuh kulit pipi-ku, darah tua ini tambah berdesir, makin menyerah akan kekalutan dosa birahi anak didik-ku,..<br />
” Vero yakin, Bapak pasti bisa bantu Vero,.. ” Dia melepas pelukan dan menghentikan ciumannya,.Tuhan kufikir hanya ini saatnya bila aku ingin mengakhiri semua ini, mengakhiri dosa anak didik-ku,..<br />
Vero melangkah perlahan , mendorong bangku-ku menjauh dari meja kerja-ku,.dia berdiri dihdapanku sekarang,..mulut orang tua ini tak sanggup berkata apa-apa lagi,..di depan kedua mataku, Vero menarik kausnya, meloloskan kaus kuning tipisnya,..sekaligus menarik jepitan rambutnya, rambut panjang coklatnya terurai, menambah kesan kecantikan sensual gadis itu.</p>
<p>Tubuhnya yang putih indah itu, tak berbalut lagi dengan kaus tipis itu, payudaranya yang masih terlidung oleh Bra-nya yang mungkin hanya menutupi bagian putingnya saja, ya Cup-nya kecil sekali tak sepadan dengan dada-nya yang padat berisi itu,,..<br />
Vero, menatap ku, dengan tatapan manja Khasnya,..<br />
Menunduk lah gadis itu membuat payudaranya itu kian menantang-ku, menantang birahi-ku yang terus memuncak, mamancing birahi seorang lelaki tua,..jemari lentiknya bergerak ke perut, seolah sengaja belaiannya seolah penari erotis yang begitu memamerkan perut ratanya yang putih rata itu,..</p>
<p>Rambutnya yang panjang terurai, makin menggoda, menutup sebagian wajahnya memberikan kesan misterius yang merangsang, jemari lentik itu menekan kancing celana jeans ketatnya, menarik keluar kancing celana itu keluar dari tempatnya,..<br />
Belum lagi aku menghela nafas, Vero kembali membuatku harus menahan nafas lebih lama, jemari lentik berbalut kutek merah muda itu menempel di kancing resletingnya, sempat Vero menatap-ku, tersenyum…<br />
Jemari lentik itu bekerja, menarik turun resletingnya, aku menarik nafas panjang-panjang,.. mata tua ini mengintip, mencoba mencari tahu indahnya dunia remaja, celana dalam hitam-lah yang bisa kulihat, aku menarik mata-ku dari daerah selangkangan itu, menatap mahasiswiku yang hanya tersenyum-senyum saja, dengan tatapan mata yang menggoda,..</p>
<p>” Srettt… ” celana itu meluncur turun, aku tak lagi harus mencuri-curi pandang, celana dalan hitam model string itu kini sudah menantangku, celana Jeans ketat itu terus diturunkan oleh Mahasiswi-ku itu,..<br />
Meluncur turun melewati bokongnya yang padat berisi itu, melewati pahanya yang begitu putih mulus menggoda, lutut-nya yang indah, turun lagi melewati betis Vero,..Oh tuhan tubuh itu seolah menari indah sekali, hingga celana jeans itu tertahan di kakinya, Vero meloloskan celana jeansnya dari kaki sebelah kiri dahulu, berganti kaki kanan hingga Jeans itu terlepas dari tubuh indahnya,..sebelum dia menaruh kaus dan celana jeansnya diatas meja kerja-ku,..<br />
Mahasiswiku berdiri menantang dihadapan-ku, sinar matahari senja yang menyelinap dari balik meja kerja-ku, membuat keindahan di hadapan-ku ini makin mempesona, sinar mentari yang hangat itu tersenyum mesra memantulkan keindahan tubuh mahasiswiku,..</p>
<p>Berdiri mematung, tangannya berpindah kebelakang menarik lepas kait branya,..sebelum dia meloloskan Branya itu lewat lehernya,..dadanya kian menantang, bulat dan cukup besar, tidak turun sedikitpun, sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya, putingnya yang tidak terlalu besar itu berwarna merah kecoklatan, mengacung tegak yang membuat kesan sensual kian bertambah…<br />
Mahasiswiku berdiri nyaris bugil dihadapan-ku,..<br />
Tuhan,.. aku menarik nafas panjang,..jantungku berdegup kencang sementara Veronica melangkah mendekatiku,..<br />
” Bapak,. Bapak bisa kan bantuin Vero,..” Dia mendekat ” Vero bakal nyenegin Bapak dech..” Rayunya<br />
Jantung tua ini makin, payah, apalagi saat Vero tanpa tendeng aling lagi duduk di pangkuan-ku, bokongnya mendarat di paha kanan-ku, padat dan berisi sesuai dengan yang terlihat,..kedua tangannya langsung memeluk-ku melewati leherku, mesra bergelayut,..payudara indah-nya itu menempel di dadaku, membuatku yakin dia dapat merasakan degup jantung-ku yang begitu kuat berdebar, degup jantung yang makin menderu saat payudara itu bertempel di dadaku yang masih terbalut kemeja tua ini,..<br />
Vero tersenyum, mungkin dia dapat merasakan jantungku yang berdebar keras,..<br />
” Bapak, relaks ya,..” ,.” Vero yakin pasti bisa nyenegin bapak koq,.. ” dia tersenyum,..<br />
Tangannya menempel di wajah-ku, halus lembut, sesaat kemudian bibir mungil itu kembali menempel, bukan lagi di pipi-ku yang berkerut, tapi di bibir tua berkarat ini,..</p>
<p>Menyentuh hangat di bibirku, lidahnya mulai berusaha menyelinap masuk dalam bibir-ku, persetan dengan semua ideologi, objektivitas dan Sumpah dosen, aku tak bahagia dengan itu semua, kini yang terfikir hanya keindahan tubuh Mahasiswi-ku ini,..<br />
Aku tak lagi dapat menutup mulutku rapat, aku membiarkan lidah mudanya itu berpagutan dengan lidah tua-ku, ya-ya dia seolah tak sedikitpun jijik pada orang tua seperti-ku, aku pun tak lagi merasa malu, berhubungan dengan Gadis yang seumuran dengan putri-ku,,..<br />
Birahiku mengalahkan akal-sehat-ku,..<br />
Kami berciuman mesra, hidung kami sempat beberapa terantuk aku sudah tua untuk melawani frenckissnya ini, sedotan dibalas sedotan, kami berciuman dahsyat hingga menimbulkan bunyi aneh sewajarnya orang berciuman hebat,..</p>
<p>Lidah kami saling bersilangan seraya berciuman itu, liur kami sudah saling tertukar, penis-ku pun sudah makin sest dibawah sana,..apalagi kala Vero menarik tangan-ku untuk mengapai dadanya, seolah menginginkan-ku meremas payudara-nya,..<br />
Jemari orang tua ini menyisir payudara kencang itu,..jemariku terasa bergetar saat menyentuh kulit halusnya,..aku mengganti jari-jariku dengan telapak tangan tua ini,..menyentuh permukaan payudara itu,..sedikit memberanikan diri menggoyang dan meremas payudara itu, pemiliknya sedikit mendesah diantara ciuman kami,..<br />
Ku-kumpulkan segenap keberanian-ku, kumainkan payudara yang menggantung itu, meremasnya dengan sisa tenaga tua yang ada,..merema payudar itu, menekannya ataupun menarik-narik puting payudara itu, putingnya sesekali kuremas, kupelentir puting itu, teringat dengan istri-ku Parni dahulu,..<br />
” Ougghhh.. ” Vero mendesah nikmat, membuat-ku makin PD untuk mengerjai mahasiswiku itu,..ya aku makin terbakar birahi,..tak lagi kupedulikan status ” Dosen ” ku,..<br />
Kupeluk tubuh indah itu, kudekatkan lagi tubuh tua ini dengan tubuh indahnya,. memeluk mesra mahasiswiku, sambil berciuman, sambil memainkan puting payudara-nya itu,..,..<br />
Tangan-ku yang memeluknya itu mulai berani lebih dalam lagi,..menyelinap diantara celana dalamnya meremas bongkahan pantat itu,..</p>
<p>” Aww… Bapak bandel ya,.. ” Vero menghentikan ciumannya,..tersenyum lah dia,..<br />
Ya Vero malah berdiri dihadapan-ku sekarang,..<br />
” Turunin pak, celana dalam-nya.. ” Rengeknya manja,..<br />
Aku tersenyum menatap wajah cantik mahasiswiku itu, ya aku tak lagi ragu untuk melakukannya,..<br />
Kujulurkan kedua tangannku, menarik karet celana dalam itusebelum menariknya turun, gundukan bulu kemaluannya yang tak terlalu lebat namun tertata rapi itu menimbulkan sebuah aroma, aroma khas wangi yang mematikan,..<br />
” Hehehe, gitu donk pak,.. ” Vero kembali melompat dalam pelukan-ku, kini dia malah mengangakang dihadapanku,..<br />
” Pak, Turn me On lagi donk,.. ” Pintanya,..<br />
Aku pun tak menolak,..melakukannya,..<br />
” Vero, Vero, sini sama bapak ya,.. ” aku memeluknya sekarang,..<br />
Kujulurkan bibirku menciumnya, dari kening turun kebawah, teringat titik sensitif istriku dahulu, tepat di balik telingannya, kugayut telinga itu, kuhisap-hisap teliganya, sesekali lidah ini kusisipkan di lubang telinga itu,..<br />
” Ahhh, ahhh pak,..enaaaak… ” Desahan manja melucur dari telingannya, tangan Vero pun tak lagi diam, membuka kancing perkancing kemeja ku itu,..</p>
<p>Perlahan tapi pasti kancing kemejaku terbuka semua, sementara aku masih sibuk merangsang titik sensitifnya yang ternyata sama dengan istriku itu,..<br />
Tubuhnya bergerak-gerak manja, sambil tangannya berpacu dibalik kaus dalam-ku itu,..merajahi dadaku yang juga mulai berkeriput dimakan usia<br />
Jemari lentiknya bermain, ya mencoba merangsang diriku lebih lagi, puting ku dijelajahinya dengan tangannya yang halus itu menjepit payudaraku, sakit tapi ya nikmat sekali aku tak menyangkal kenikmatan yang diberikan mahasiswi-ku itu,..<br />
Aku pun mendesir hebat saat Vero dengan begitu bernafsunya berkata,..<br />
” Sekarang giliran Vero ya pak” pinta si cantik itu,..” Vero yang bakal puasin Bapak “<br />
Turunlah dia sambil tangannya menyibak kemeja dan kaus dalam-ku, tubuh tua yang sedikit buncit ini terpampang dihadapan Mahasiswi yang begitu cantik dan kontras dengan tua bangka seperti diriku,..<br />
Lidahnya merangsang puting tua-ku itu, menjilatnya sambil menyedot-nyedotnya membuat si tua ini mendesah kenikmatan,..nikmat sekali dia mngerayangi puting kanan-ku tak lama berganti ke kiri,..tubuh tua ini bergetar,..<br />
” Enak pak,.?? ” tanya-nya tersenyum manja menatap-ku,..<br />
Aku membalas dengan senyuman, ..kembali Vero menarik tangan-ku,..<br />
ditaruhnya diselangkangan, agak ragu aku saat itu,..<br />
” Ayo pak, Vero pengen… ” Dia meminta,..<br />
jempolku pun kugerakan,..menempel di Clitorisnya, sedangkan jemari telunjuk-ku itu kugerakan di depan bibir vaginanya,..<br />
” Owhh,, pak, Enak,.. ahhh.. ” vaginanya sudah mulai basah, kugerakan jemariku makin cepat naik turun dipermukaan bibir vaginanya,..<br />
Vero mendesisi, sembari tak henti menjilati puting payudara-ku,..tangan kirinya masih bergelayut memeluk-ku, sementara tangan kanan-nya digunakan merangsang permukaan dadaku,..<br />
Kurasakan permukaan vaginanya bertambah basah, tangan-ku pun mencuri kesempatan menjamahi payudara kencangnya itu, ya makin lama kami makin terpacu birahi, terpacu dosa kenikmatan, entah berpura atau tidak, tapi gerakan tubuh Vero menggambarkan seolah Vero ikut menikmati ini, semua,..<br />
” Pak… gak tahan, jangan di depan ajah.. ahhh, Pak masukin… ” Pinta Vero,..<br />
Kuturuti kemauan anak didik-ku itu,..telunjuk-ku ini kugunakan untuk melakukan penetrasi dalam vaginanya,..terasa sempit liang kemaluan-nya sedikit basah dengan cairan cintanya yang mulai berproduksi dalam rahim muda gadis itu,..<br />
Telujuk itu kugunakan mendesak lebih dalam, kutatap wajah mahasiswiku, wajahnya tampak kesakitan, namun mulutnya berkata lain,..<br />
” Terus pak, awwww… enak pak… ” Dia terus menceracau,..akhirnya telunjuk-ku mentok juga, sesaat kudiamkan, Vero tampak menarik nafas panjang, sebelum akhirnya kugerakan telunjuk-ku naik turun dalam kemaluannya itu,..<br />
” Owwww, ahhh pakk,, aaww…” Dia menceracau, berusaha memagut bibirku, kusodorkan saja bibir tua ini, kami berciuman mesra sementara tangan-ku terus keluar masuk menjelajahi kemaluannya,..<br />
Jemari Vero seolah ingin membals kenikamatan yang kuberikan,..<br />
Diraihnya kancing celana-ku, dipelorotkannya, sementara dengan jemari lentiknya dikeluarkan penisku yang sudah menegang itu,..<br />
” Ich, keras juga ya pak, awww..” Dia berkata disela desahan-nya,..<br />
aku makin liar, rasanya mendengar gadis secantik itu mendesah dalam pelukan-ku, makin membuat ku bergairah,….<br />
Makin kupacu jemariku keluar masuk dalam vagina-nya, sementara Vero membalas dengan sentuhan tangannya yang membelai kemaluan-ku, membelai sambil mengocok kemaluan-ku, jemari tangan yang halus, begitu nyaman menggengam kemaluan-ku,..<br />
Desah nikmat kami diantara ciuman Frenchkiss, nikmat menggema di Kantor dosen yang kosong itu,..beberapa menit kami berpacu dalam keadaan itu, hingga akhirnya tubuh Vero menggelinjang hebat, menggelinjang panjang disertai desahan dasyat tubuhnya mengeras, giginya menggelayut, Veronica mahasiswi-ku terhantam gelombang organsme dahsyat, membuatnya tak karuan mendesah, aku merasakan vaginanya yang seolah menarik jemariku, menyedot hebat sebelum cairan vaginanya merembes keluar,..<br />
” Awhhhhh…Oughhh… ” Dia memeluk-ku mesra saat Organsme itu tiba, nafasnya tersengal sengal, sebelum dia merambat turun,..Penis-ku masih tegar berdiri saat itu,..<br />
Dia melangkah mengambil air minum di meja, menegaknya,..<br />
” Bapak, dasar,.. hebat banget.. ” celetuknya manja,..<br />
Aku kembali hanya tersenyum membalas,..<br />
” Sini Vero bales,.. ” Dia kembali mendekatiku, berjongkok dihadapan-ku, meraih penis-ku ditangannya meremasnya mesra, sebelum dibuka-nya bibir mungil miliknya,..<br />
Penis ku dijilatnya, tubuh tua-ku mendesir nikmat,..merasakan basuhan hangat lidah Vero yang menari di penis-ku,..<br />
” OWhh… ” geli nikmat yang dahsyat, berlanjut kebuah Zakar-ku, agak susah membuatnya harus melepas celana panjang-ku turun, jadilah kami berdua dosen dan Mahasiswinya saling bertelanjang,..<br />
Tak lagi sempat berfikir, seketika buah Zakar-ku telah disantapnya, menghisap dan menyedotnya dahsyat,..menggelitik buah zakar-ku itu, hingga basah, bijinya ditarik tarik memberikan kenikmatan, seolah tidak jijik dengan penis si tua bangka ini, bahkan memberikan kenikmatan yang dahsyat sekali,..</p>
<p>Tangannya yang satu lagi terus mengocok penis-ku, belum lagi sedotan dahsyat pada buah zakarku, bulu kemaluan-ku yang sudah mulai beruban sesekali rontok tertarik tangannya, namun tak seberapa dibanding kenikmatan yang diberikan gadis muda ini,..<br />
” Ahhh, ahhh.. ” Aku terus mendesah kenikmatan<br />
sesaat penisku malah sudah berada dalam mulut hangatnya, mulut hangatnya yang bermain membalur penis tua itu dengan lidahnya, menyedot penisku itu, ” Aghhh.. ” aku mengelinjang nikmat,..<br />
Kepala penisku dihisapnya sementara tangannya tak henti mengocok batang kemaluan-ku,..aku tak tahan lagi,..kutarik lepas kepala mahasiswi ku itu,.. kucium bibir mungilnya,.ku dorong dia keatas meja kerjaku, tangan-ku mencoba merangsang bibir vaginanya yang mulai basah,..</p>
<p>” Oughh, pak… ” Vero mendesah, kulepas ciuman-ku, kupindahkan ke payudaranya yang menantang itu,..<br />
Tangan ku, kini kugunakan untuk merangsang clitoris Veronica, pemiliknya hanya dapat melenguh seakan melampiskan kenikmatan atas rangsangan yang kuberikan,.. Jemari-ku sesekali kusisispkn lagi dalam vagina-nya, sementara terus kuciumi juga payudara mahasiswi-ku itu,..<br />
Kukunyah puting payudaranya itu, kujilati seluruh bagian dari payudaranya yang putih indah menggoda itu,. ” Ughhh, pakk..ahhhh ” Pemiliknya terus melenguh menambah naik birahiku,..<br />
Pinggulnya bergoyang erotis menikmati rangsangan dari orang tua ini, apalagi vagina itu kian basah oleh cairan cintanya, aku dapat merasakan kehangatan dan remasan otot-otot vaginanya meremas telunjuk-ku didalam sana,..<br />
Jemai Vero terus mencoba merangsangku, terkadang tangannya membelai dada-ku memberikan sentuhan pada puting susu-ku, ataupun dia mencari telingaku untuk dihisapnya, mungkin dia ingin kami sama-sama naik, apa dia sudah sering seperti ini dengan dosen-dosen lain?? Ataukah dia tak merasa Jijik brcinta dengan orang yang mungkin sudah lebih berumur dari orangtuanya itu,..ai enyahlah pikran semacam itu, tak perduli lagi dengan itu semua, yang terpenting aku dapat menikmati dagin hangat ini sekarang,..<br />
Tangan Vero mencabut jemari-ku yang berada dalam vaginanya, ditariknya penisku yang sudah mengeras itu untuk merangsang vagina-nya, digesek-gesekannya lah kepala penis-ku itu, dia melenguh hebat menkmati ransangan yang diberikannya oleh permainannya sendiri itu,..<br />
” Oughh , pak..enyakk..” Vero terus melenguh, peluh sudah mulai membanjiri wajah cantiknya itu…<br />
Jemarinya terus membimbing penis tua-ku itu untuk brmain di mulut vaginanya,..penisku seakan berdenyut nikmat, tiap kali penis ini menyentuh bagian vaginanya yang basah dn trtekan-tekan nikmat, seolah ada yang ingin keluar meski aku tahu masih jauh buatku untuk menembak-kan sperma-ku ini,..<br />
Tak terduga apa yang terjadi selanjutnya. Justru Vero sendiri lah yang menekan-kan penisku masuk dalam vaginanya, keset sekali saat di bimbingnya penis-ku masuk dalam vagina-nya,..dia terus meriung-riung tiap centimeter penisku melengsek masuk, ” Awwwh,..pak…ahhhh…” aku pun tak uasa mendesah..” Ahhh, Veroo… ” pertama kalinya aku menyebut nama murid-ku itu dalam persetubuhan ini,.<br />
Betis Vero terus mendorong pinggulku, di kaitkannya kedua kakinya kuatkuat pada pinggulku demi untuk mendorong penis-ku masuk lebih dalam, aku tak mencegah aku keenakan menikmati remasan otot-otot vagina muda dari mahasiswi tercantik di kelas ku itu,..<br />
Vero sendiri hanya merem melek saja, menikmati tiap detik penis-ku masuk lebih dalam,..sempat mentok beberapa kali, namun aku menarik pinggulku lagi mencai ruang agar dapat menekan penisku masuk lebih dalam ada vagina-nya,..<br />
” Ahhh, pak,..dalem banget.. awwhhh..” Rintih Vero, saat penisku akhirnya tertanam semua dalam vagina-nya, sempit sekali, kesat namun vagina itu terus berdenyut seolah memijat penisku yang berada di dalam sana,.</p>
<p>Aku tersenyum saja mendengar perkataan anak didik ku itu,..<br />
Entah sudah berapa tahun sejak aku menikmati vagina seorang wanita, namun aku yakin ini adalah vagina ternikmat yang pernah kurasakan dalam hidup-ku, lupakan kegilaan seorang PNS dahulu, hanya pelacur-pelacur kelas bawah yang pernah kunikmati dahulu, itupun sebelum menikahi istri ku yang tercinta, sejak kematian-nya tak pernah aku sekalipun bercinta dengan wanita, aku setia menjaga cintaku, hingga hari ini,..</p>
<p>Seluruh birahi yang terpendam selama 5 tahun ini kutumpahkan pada diri anak didik-ku ini, kugengam pinggangnya sebagai tumpuan, kugoyangkan penisku keluar masuk dalam vagina-nya dengan kecepatan yang teus meningkat..<br />
Payudaranya itu terpental kesana kemari, ya bergoyang memutar hingga menambah kecantikan murid-ku itu, sungguh dia memiliki pesona sendiri dimata lelaki, bunyi tabrakan bokongnya dengan selangkangan-ku menimbulkan bunyi yang cukup nyaring tapi kami tak perduli lagi,..<br />
Kami terus berciuman untuk mengurangi gaung suara desahan kami, lidah kami berpagutan sementara di bawah sana, vagina-nya terus meremas penis-ku, meremasnya nikmat sekali,..<br />
” Uhhh, owghhh,..ahhhh… ” Vero terus mendesah,.mulutnya seolah tak pernah berhenti mendesah, meransang darah tua ini untuk terus terbakar oleh suasana,..Ya aku tak lagi berfikir selain memuaskan birahiku ini sekarang,..<br />
Dahsyatnya lagi tiap sodokan sekuat tenaga-ku, aku merasakan sensasi lain dari vagina-nya, selain lolongan panjang Vero, seolah ada cairan yang terdrong keluar dari dalam vaginanya, sesekali meloncat hingga kebuah zakar-ku,..<br />
Jemari Vero pun digunakan olehnya untuk membuka vagina-nya, entah mengapa dia lakukan itu, namun posenya itu membuat dia lebih merangsang saja,..Sementara tangannya yang satunya lagi terus merangkul, memeluk-ku.<br />
Kutarik tangan kanan ku dari punggulnya, kuremas payudara Vero yang membuat pemiliknya kembali melenguh erotis,..lenguhan yang membuat ku kian bernafsu untuk mengocok gadis ini makin liar,..<br />
” Srettt, Srettt , Plak, Plak,.. ” bunyi-bunyian yang sering terdengar karena sentuhan tubuh kami, belum lagi cairan vagina Vero yang terkadang merembes keluar melumasi penis-ku yang memungkinkanku untuk menyetubuhinya lebih cepat lagi..<br />
” Awwhh, pak….Ahhhh..” Vero tiba-tiba mencakar-ku, tubuhnya mengejang hebat, apalagi tangannya yang mencengkram tangan-ku, mencengkamnya hebat membuat tangan-ku sediki terluka karena kuku jarinya yang panjang,..<br />
Yang lebih dahsyat lagi adalah vaginanya yang seolah menjus penis-ku didalam sana, himpitan otot vaginanya seolah melumat penis-ku, kurasakan semburan hangat cairan vagina Vero yang menyentuh kepala penis-ku, terus membasahi batangnya hingga merembes keluar,.. Beberapa detik Vero menutup mata dengan tubuh yang bergetar,..<br />
” Hahhh, ahhh, hahhh..” dia mendesah dengan nafas yang memburu,..<br />
” Enak pak,.. ” Vero tersenyum genit,.” Lagi donk pak,..hehehe”<br />
Sebenarnya tak perlu komando darinya, begitu punggungnya yang sempat terangkat saat organsme tadi turun kebawah, langsung kuhantamkan lagi penisku keluar masuk dalam vaginanya,..Desahan Vero kembali membahana,..</p>
<p>Terus kugali vaginanya beberapa menit, tak secepat tadi memang namun masih dapat kuakali dengan penetrasi pendek, ya hanya kepala penis dan sebagian kecil penisku yang masuk, ternyata itu cukup membuat Vero blingsatan dan berusaha menggoyangkan pinggulnya, menginginkan penterasi yang lebih dalam..<br />
” Ahhhh, ahhhh, bapak,.. jahat ahhh.. ” Rengeknya, namun aku tak tak perduli aku berfikir unuk mendapatkan kepuasan maksimal darinya, aku gak mau buru-buru keluar,..<br />
Kuciumi lagi puting payudaranya yang besar itu, kuremas dengan tangan-ku, kutarik-tarik lah puting payudaranya yang sudah mengeras itu, kujilati, kuhisapi sesekali mengunyahnya, bukan rahasia umum, kalau sebenarnya wanita lebih menyukai payudara bagian bawahnya untuk dijilati,..aku tahu itu dari istriku,..</p>
<p>Maka kugerakan lidahku menjilati payudara bagian bawah Veronica, Vronica langsun menggelinjang nikmat begitu lidahku ini, menjelajah payudara bagian bawahnya,.. kuciumi payudara putihnya yang sekal, bagian bawahnya begitu merangsang, Bulat sempurna,..sementara aku masih melakukan penetrasi di muka vaginanya,..<br />
” Ughhh, pak..ahh,.. ” Veronica terus melenguh, melenguh keenakan, wajahnya kian merangsang, apalagi melihat matanya yang merem melek itu, sementara dari bibir mungilnya suara lolongan desahan nikmat terus saja keluar,..<br />
Setelah kurasakan sedikit sudah tenang kusodokan penisku dalam-dalam pada vaginanya, kali ini dengan seluruh tenaga yang ada ditubuh orang tua ini, Vero langsung melolong dahsyat,..<br />
Vagina-nya kembali mengejang, lelehan cairan cintanya kembali menerpa penisku, tubuhnya bergetar, meski tak sehebat tadi, namun aku tahu dengan pasti mahasiswiku in kembali mencapai puncak kenikmatannya,..<br />
Sayang beribu sayang, dasar tubuh ini sudah tua, aku tak sanggup bertahan lebih lama lagi. Remasan yang seolah memijat penisku di dalam vaginanya, membuat penis ini seketika meledak, melelehlah sperma orang tua ini dalam vagina Vero,..<br />
Banyak sekali, tabungan 5 tahun,..Vero tampak kaget merasakan cairan sperma yang meloncat dalam leher vaginanya, aku pun sungguh tak menduganya, kami hanya tertegun saja, aku hanya diam entah apa yang ada dalam benak-ku saat itu, perasan bersalah atau apalah,..<br />
Kudiamkan saja penisku dalam vagina-nya, hingga kembali mengecil dan keluar dengan sendirinya, sementara Vero hanya diam menatap langit-langit ruang dosen, entah memikirkan apa, rambutnya sudah tak karuan,.. demikian juga dengan keaadan ruang kerja-ku,.. berantakan tak karuan,..</p>
<p>Aku tertegun saja, kembali duduk di kursi-ku, tanpa busana, langit senja berganti dengan langit malam, sebuah petir menyambar membelah heningnya suasana, kami masih diam beberapa menit, hingga Vero kembali berbicara,..<br />
” Bapak, bisa bantuin Vero kan ?? ” Dia bertanya,..<br />
Aku diam saja, memikirkan cara untuk membantunya,..Namun pikiran jahat dari mana yang muncul, berusaha aku untuk menepis semua kebusukan pikiran ini,.. Dia seusia anak-ku, akutak mau anak-ku seperti ini,..<br />
Sebuah petir kembali menyambar,..diiringi derasnya hujan,.Hal yang langka diawal musim kemarau ini,..<br />
” Kalo segini sich belum cukup,.. ” Aku bahkan tak percaya ini meluncur dari mulut-ku,..Vero sampai tertegun mendengarnya,..Aku berdiri mendekatinya,..Kuraih dagu muridku, kucium bibir mungilnya itu,..<br />
Vero mendorong-ku,..Tak ingin lagi dia dicium oleh-ku,..<br />
” Bapak mau apa ?? ” Vero bertanya, nadanya ketakutan,..<br />
” Bapak Cuma mau lagi… “<br />
Kudorong dia ke meja kerjaku, kali ini menungging,.. Dia berontak menghindari sergapan-ku,..namun ternyata aku masih bisa menggungulinya dengan tubuh tua ini, penisku kembali mengencang,..Kudorong paksa penisku masuk dalam vagina-nya,..<br />
” Oughhh,..ahhhh.. ” pemiliknya menjerit tertahan, menahan sakit,..<br />
Wajahnya seolah marah menatap-ku,namun aku tak perduli, aku terus memacu penisku dalam vaginanya, vaginanya pun masih memijitu seperti tadi, bukti dia tak 100% menolak aku menyetubuhinya,..<br />
Aku terus mengerjainya dari belakang, kedua tangannya kutarik kebelakang, mencegah dia berontak atau memukulku, itu membuat dia tak dapat bersandar pada meja kerjaku,<br />
Vero tetap mendesah hebat seperti tadi,..rambutnya terurai tak beraturan…<br />
Di depan meja-ku adalah meja Bu Ratih, di belakangnya ada kaca berukuran besar, wajah Vero terpantul disana, matanya seolah marah padaku, aku tak perduli aku hanya ingin menikmati Mahasiswi cantik-ku ini lebih lama,..</p>
<p>Aku yang salah, atau dia yang salah ??<br />
Salahkah aku sebagai seorang dosen ?? kenapa dosen tak boleh bermain seks dengan orang lain. seolah dosen tidak bisa meluapkan birahi yang berlebihan, apakah seolain dosen boleh melakukan seks sepuasnya??</p>
<h4>Kata Kunci Yang Anda cari</h4><ul>Top Search, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita model</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex dosen dan mahasiswa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex dengan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks dengan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex ibu dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/"></a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">dosen sex</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks dosen dan mahasiswa</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">sex dengan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">seks dengan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex pak dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">dosen tua sex</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks ibu dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita dewasa ibu dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita seks mahasiswa dengan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex mahasiswa dan dosen</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/">cerita sex sama dosen</a></ul>

<p>Related posts:<ol><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-janda/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita seks seorang janda'>Cerita seks seorang janda</a></li><li><a href='http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-gay/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Cerita seks Seorang Gay'>Cerita seks Seorang Gay</a></li></ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
