<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; cerita swinger</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-swinger/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bercinta dengan Bos</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita swinger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[istri bos binal]]></category>
		<category><![CDATA[klub swinger]]></category>
		<category><![CDATA[klub tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan bos]]></category>
		<category><![CDATA[swinger]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan dengan istri bos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi melangsungkan pernikahannya yang kedua dengan Bu Enny mungkin sekitar umur 40-an, setengah tua tapi kencang. lumayan seru cerita kiriman dari pak yohan, langsung aja deh lanjutan ceritanya lengkap dan terbaru buat anda.</p>
<p>Dengan penuh tanda tanya di benakku, aku masuk ke kantornya saat semua orang sudah pulang, maklum jam sudah menunjukkan 18:30 sore.<br />
&#8220;Silahkan masuk!&#8221; sapanya ramah dari balik mejanya setelah melihat kehadiranku.<br />
&#8220;Terima kasih Pak,&#8221; jawabku.<br />
Setelah basa basi sejenak akhirnya Pak Gun mulai menuju poin pembicaraan.<br />
&#8220;Pak Hendra, mungkin anda masih ingat mengenai kasus di Proyek A dimana anda adalah orang yang bertanggung jawab untuk itu,&#8221; katanya dengan santainya.<br />
Serasa petir menyambar di kepalaku. Kasus itu sudah terjadi setahun yang lalu ketika aku masih di kantor cabang Surabaya dan memang kasusnya tidak pernah dinyatakan close atau masih open alias menggantung.<br />
&#8220;Ya Pak!&#8221; jawabku lemas, karena bayangan di kepalaku hanya satu yaitu pemecatan dengan tidak hormat, meskipun semua orang tahu bahwa itu bukan kesalahanku, tetapi kesalahan<span id="more-204"></span> orang sebelum aku yang sudah kupecat, tapi permasalahannya tetap who is responsible at this project.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu kan sangsinya sesuai aturan perusahaan!&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Iii.. ya Pak,&#8221; jawabku seakan tersekat di tenggorokan, membayangkan resiko yang akan menimpa aku dan keluargaku.<br />
&#8220;So what&#8217;s your plan,&#8221; desaknya.<br />
&#8220;Saya sudah clarify dengan Internal Audit mengenai hal itu, dan semua keputusan kembali ke Bapak, jadi saya menunggu guidance dari Bapak,&#8221; jawabku lirih sambil melihat ujung sepatuku.<br />
&#8220;Apa kamu masih ingin bekerja terus disini, terutama di posisimu yang sekarang ini?&#8221; tanyanya selidik.<br />
&#8220;Tentu Pak, saya masih ingin berkarir di perusahaan ini selama diberi kesempatan.&#8221;<br />
&#8220;Kalau kamu aku berikan second chance, apa yang akan kamu berikan padaku?&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku balik tidak mengerti.<br />
&#8220;Apa imbalannya kalau kasus ini aku nyatakan close dan anda bersih.&#8221;<br />
&#8220;Terserah Bapak, saya ikuti semua permintaan atau petunjuk dari Bapak,&#8221; kataku setengah bingung.</p>
<p>&#8220;Semua?&#8221;<br />
&#8220;Ya semua, saya akan berusaha penuhi semua permintaan bapak sejauh saya mampu.&#8221;<br />
&#8220;Ha.. ha.. ha.. ha..&#8221; tawanya, membuat aku semakin tidak tahu arahnya.<br />
&#8220;Oke Pak Hendra, aku pegang kata-katamu, kamu kan tahu sebentar lagi aku akan married dengan Bu Enny, dan aku minta special gift dari kamu secara pribadi the best gift you ever had,&#8221; pintanya.<br />
&#8220;Apa itu Pak, kalau boleh saya tahu, biar tidak salah pengertian,&#8221; tanyaku masih kebingungan.&#8221;Pak Hendra, you&#8217;re a lucky guy, you have beautiful and sexy wife, dia sangat attractive lady terutama kalau pakai baju pesta, aku tahu itu saat perkawinan si Erwin (anaknya) tempo hari, it make me can not forget about her performance,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku makin kebingungan.<br />
&#8220;Mungkin saya bukan a good boss, tapi sebagai seorang laki-laki yang normal, wajar dong kalau saya ber-fantasy dengan wanita cantik,&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Terus..?&#8221; tanyaku lagi.<br />
&#8220;Oke, to the point saja, saya ingin ditemani istrimu semalam sebagai hadiah ulang tahun dan kompensasi bahwa kasus ini close,&#8221; katanya tajam sambil menatap ke arahku.<br />
Bagai disambar geledek, aku tidak bisa bekata apa-apa, situasi serba sulit.</p>
<p>Kehidupan keluargaku cukup harmonis meskipun sesekali aku atau istriku melakukan extramarital tapi itu just for fun dan tanpa beban seperti ini. &#8220;Pak Hendra, permintaanku tidak perlu kamu jawab sekarang, tapi bicarakan lagi dengan istrimu dan ingat janjimu tadi serta kelangsungan karirmu di sini, aku tunggu jawabanmu sebelum pesta perkawinan nanti,&#8221; katanya melihat kebisuanku. Aku tinggalkan kantor dengan perasaan tidak karuan, anehnya perasaan horny merayap di benakku, secara pribadi tidak keberatan menyerahkan my beautiful wife pada Boss tapi bagaimana tanggapan istriku nanti.</p>
<p>Sesampai di rumah, sambil santai dan deg-degan, kusampaikan masalahku dan akhirnya sampai pada permintaan Pak Gun.<br />
&#8220;Dasar Boss gila dan tak tahu diri,&#8221; katanya.<br />
Setelah kami diam beberapa saat, akhirnya dia menyerahkan masalah ini padaku.<br />
&#8220;Kalau ini baik bagi Mas dan kita berdua, aku nggak keberatan kok, lagian kita juga pernah melakukannya, meskipun dalam konteks yang berbeda.&#8221;<br />
Plong rasanya mendengar kata-katanya.<br />
&#8220;Tapi dengan syarat yang akan aku akan bicarakan langsung dengan Pak Gun nanti kalau waktunya tiba, jangan kuatir Mas, I still love you, this is for ours,&#8221; katanya manja.<br />
Waktu terus berlalu sejak pembicaraan dengan Pak Gun, dan pesta perkawinan tinggal seminggu lagi, hingga akhirnya Pak Gun mengingatkanku mengenai tawaran itu.<br />
&#8220;Saya sudah bicara dengan istriku dan dia ingin bicara langsung dengan Bapak kalau Bapak tidak keberatan,&#8221; jawabku melalui HP.<br />
&#8220;Oh tentu tidak, bicara dengan wanita secantik dan seseksi istri anda merupakan kehormatan bagiku, I&#8217;m waiting for her call,&#8221; katanya sambil menutup pembicaraan.<br />
Segera aku hubungi istriku untuk menelepon Pak Gun siang ini.</p>
<p>Sore hari aku diminta menghadap ke ruangan Pak Gun.<br />
&#8220;Pak Hendra, istri anda ternyata benar-benar seorang penggoda, makin besar keinginanku untuk terhadap dia,&#8221; katanya setelah kami berdua duduk di sofa ruangan direksi.<br />
&#8220;Istriku sudah menghubungi Bapak?&#8221;<br />
&#8220;Ya tadi siang, dan dia minta syarat yaitu dia mau menemani semalam tapi sebelum aku bulan madu dengan Bu Enny,&#8221; katanya sambil mengambilkan orange juice dari lemari es.<br />
&#8220;Istrimu minta pada saat wedding party dia mau melayani disela-sela acara, di honeymoon suite dan dia minta kalau kamu berminat ikut serta di kamar itu, sebagai hukuman katanya, dan kalau kamu mau, kamu boleh join dengan aku malakukannya secara bersama sama. Karena saat itu waktunya pasti mepet, dia mau malakukan lagi besoknya at any time dengan syarat aku belum melakukan dengan Bu Enny, dan kamu boleh join terserah kamu, it&#8217;s horniest idea I ever heard,&#8221; jelasnya antusias.</p>
<p>&#8220;Terus menurut Bapak gimana? apa aku harus join?&#8221; komentarku.<br />
&#8220;Aku setujui permintaannya, karena acaranya standing party, I have many chance to disappear dari party just for quicky dan aku minta dia stand by di kamar at any time,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Asal kamu tahu, aku sudah reserve 2 suite at same floor, satu untuk pengantin dan satunya untuk aku dan istrimu, setelah para tamu pulang istrimu stand by di kamar, kamu bisa pakai juga untuk honeymoon lagi, tapi harus ready any time for my visit, Anytime!&#8221; tegasnya.<br />
Aku cuma bisa mengiyakan rencana mereka berdua.</p>
<p>Hari perkawinan tiba, sesuai rencana kami berangkat lebih awal, dari undangan jam 7:00 kami sudah tiba di Hotel Shangrila jam 3 sore, dan langsung menuju ke suite yang sudah disiapkan untuk istriku, barangkali Pak Gun mampir sebelum acara dimulai. Sementara istriku menyiapkan diri di kamar, aku turun ke lobby, jam 6 sore para undangan dan keluarga sudah kelihatan berdatangan. Aku naik ke atas untuk memberitahu istriku supaya bersiap ke acara.</p>
<p>Kupencet bell kamar suite, cukup lama aku menunggu sebelum pintu dibuka oleh istriku yang cuma berbalut handuk. Diluar perkiraanku ternyata Pak Gun sudah di dalam kamar, beliau duduk di sofa kamar tidur masih memakai baju putih lengkap dengan dasi kupu-kupunya, sementara bawahnya cuma ditutupi handuk putih sama dengan yang dipakai istriku.<br />
&#8220;Sorry Pak, aku nggak sabar menunggu sampai nanti malam, jadi iseng aku mampir kemari sambil menunggu Bu Ennie di-make up di kamar pengantin,&#8221; sapanya.<br />
&#8220;Eh anu nggak apa kok, lagian kita sudah perkirakan, udah lama Pak?&#8221; tanyaku setelah bisa menguasai diri.<br />
&#8220;Tepat setelah kamu keluar kamar ini, aku coba HP ternyata nggak kamu bawa, jadi aku mulai saja, any problem?&#8221; jawabnya santai.<br />
&#8220;No sir, it&#8217;s okey for me, go head,&#8221; jawabku, berarti sudah lebih 30 menit dia di kamar berdua dengan istriku, entah apa yang sudah dilakukan terhadap istriku yang cantik ini.</p>
<p>Istriku kemudian duduk di sebelah Pak Gun, aku mengambil tempat di sofa satunya sambil melihat mereka berdua. &#8220;Mari sini sayang kita lanjutkan permainan yang terputus,&#8221; kata Pak Gun. Dengan sekali tarik, terlepaslah handuk yang membalut tubuh istriku, kini dia dalam keadaan telanjang di hadapan Pak Gun, terlihat begitu kontras antara mereka berdua, Lily, istriku yang cantik, 29 tahun, tinggi 167 cm dan ukuran dada 34B sedang berpelukan dengan Pak Gun, Boss-ku yang berumur sekitar 55 tahun, dengan rambut putihnya, meskipun sudah dibilang berumur ternyata postur tubuhnya masih atletis, maklum sebagai ex tentara dia pasti masih menjaga kebugaran tuguhnya.</p>
<p>Pak Gun dengan segera mencium buah dadanya yang kenyal kebanggaanku dari satu ke satunya, dijilatinya dan sesekali disedot dan dipermainkan putingnya dengan lidahnya, Lily cuma bisa menggelinjang keenakan sambil tangannya mulai meraba mencari pinggiran handuk yang dipakai Pak Gun dan menariknya sehingga terlepas. Terlihat batang kemaluan Pak Gun menegak ke atas, memang tidak sebesar punyaku tapi cukup hebat untuk ukuran seusia beliau. Istriku tak mau melepaskan pegangannya di kemaluan Pak Gun, dikocoknya dan sesekali di putar-putar seperti mainan anak kecil. &#8220;Kita lanjutkan yang tadi ya Pak,&#8221; bisiknya manja. Tanpa menunggu jawaban dari Pak Gun, dia berdiri di atas sofa, dikangkanginya Pak Gun, Boss-ku, dia mengarahkan selangkangannya di muka Pak Gun sementara beliau mengadah menunggu kedatangannya dengan mulut terbuka dan lidah menjulur keluar. Unbelievable, Pak Gun yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati vaginanya seperti orang kehausan. Sesaat kulihat istriku melirik ke arahku sambil tersenyum penuh arti, sementara tanganku mulai memijit-mijit kemaluanku yang masih tertahan di dalam celana.</p>
<p>Tubuh istriku mulai turun-naik di atas wajah Pak Gun seirama dengan gerakan lidah beliau, disapunya seluruh wajah Pak Gun, sementara tangan Pak Gun meremas payudara dan pantat istriku.&#8221;Shit, you&#8217;re damned old man, I like your lick, yess terus yaa..&#8221; teriak istriku, cukup mengejutkan, tidak ada satu orang pun berani berkata begitu kasar pada beliau, tapi kelihatan beliau oke-oke saja.</p>
<p>Aku sudah tak tahan, kukeluarkan kemaluanku dari celana sehingga sekarang aku bebas memegangi, tapi istriku tahu hal itu.<br />
&#8220;Mas Hend, this is not for you, you have no turn for this time, It&#8217;s Boss only, jangan macam-macam!&#8221; ancam istriku, dan aku menurut saja sambil terdiam.<br />
Istriku kemudian duduk di sofa, kakinya dipentangkan lebar dan lututnya ditekuk.<br />
&#8220;Kiss my ass and lick my pussy, you like it don&#8217;t you, let my husband watch his boss doing to his beutiful wife,&#8221; dia berkata ke Pak Gun.<br />
Pak Gun segera berlutut di depannya dan mulai menjilati vagina istriku lagi.<br />
&#8220;It smell good, yess I like your pussy,&#8221; kata Pak Gun terus menjilat sambil memasukkan jari tangannya ke lubang vagina istriku, mulanya satu kemudian dua dan akhirnya tiga. Dikocoknya vagina istriku dengan jarinya sementara lidahnya menjilati daerah vagina dan sekitarnya hingga ke anus.<br />
&#8220;Ohh yess I like it, yess terus Pak..!&#8221; desah istriku, sambil mengangkat kakinya tinggi ke atas, kemudian ditumpangkannya ke pundak dan akhirnya kaki mulus itu berpijak ke kepala dan bahu Pak Gun, Boss-ku.</p>
<p>Pak Gun bangkit dan mengatur posisi kemaluannya di depan vagina istriku, hanya berjarak satu inchi lagi dari bibir vaginanya, tiba tiba istriku bangkit dan mendorong tubuh Pak Gun hingga beliau terdorong ke belakang.<br />
&#8220;I will not let you fuck me unless you promise that you will not fuck her tonight and also tomorrow, this two days you&#8217;re mine, deal? otherwise no more other session after this,&#8221; ancam istriku kepada Pak Gun, my Boss.</p>
<p>Ditariknya istriku ke pelukannya tapi istriku menolak dan tetap duduk di sofa hingga Pak Gun kembali berlutut di depannya. &#8220;I&#8217;ll do it whatever you request as long I can fuck you,&#8221; jawabnya, dan tanpa menunggu lebih lanjut segera dipeluknya istriku dan tangannya mulai mengarahkan kemaluannya ke vagina istriku, diusapnya bibir vaginanya dengan kepala kemaluan dan &#8220;Bless..&#8221; Tanpa kondom, dengan sekali dorong masuklah kemaluannya ke dalam vagina istriku yang sudah mulai basah, dia tidak pernah mengijinkan orang lain bercinta dengannya tanpa kondom, tapi ini mungkin lain bagi dia. &#8220;Kamu akan membayangkan betapa asyiknya bercinta denganku saat kamu berbulan madu,&#8221; bisik istriku. Setelah semua masuk ke vagina istriku, Pak Gun perlahan mulai menggoyang tubuhnya keluar masuk dan istriku mengimbanginya. Gerakan demi gerakan menambah erotic berdua, sementara tanganku sudah mulai ikut mengocok kemaluanku, semakin cepat Pak Gun mengocok istriku semakin cepat pula tanganku mengocok kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Aaah aku keluar..&#8221; teriak Pak Gun. Istriku segera mendorong tubuh Pak Gun menjauh dan memintanya berdiri, sementara dia jongkok di depan Pak Gun, tepat semprotan Pak Gun keluar ke arah muka dan tubuhnya, kemudian istriku menjilati kemaluan Pak Gun yang masih belepotan sperma, dikocoknya kemaluan itu dengan mulutnya hingga bersih. &#8220;Aaahh stop udah.. udah, cukup!&#8221; teriak Pak Gun kegelian, sambil menarik kepala istriku menjauh. Kemudian mereka berdua duduk di sofa dengan lemasnya.<br />
&#8220;You have incredible wife, I will not let her free tonight,&#8221; kemudian dia berdiri mengambil celananya yang tergeletak di ranjang.<br />
&#8220;Jangan pakai celana dalam dan jangan coba-coba untuk mencucinya!&#8221; kata istriku.</p>
<p>Sampai berakhir cerita ini masih ada pertemuan <a href="http://bugil.gadisperawan.info/search/seks/">seks</a> lainnya, tapi mengingat waktu yang cukup mepet maka cerita seks ini kami sambung pada bagian yang kedua, nantikan sambungan cerita nya yang lebih seru antara bos, dan istri yang memiliki fantasi seks ber tukar pasangan dengan karyawannya sendiri. Bersambung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengakuan Seorang Istri</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/pengakuan-seorang-istri/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/pengakuan-seorang-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 19:16:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks swinger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita swinger]]></category>
		<category><![CDATA[seks swing]]></category>
		<category><![CDATA[seks tukar pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Cerita seks berikut ini adalah cerita seks swing, kiriman dari seorang wanita yang cantik, dan ingin membagi kisah seksnya yang unik, sebuah kisah seks tukar pasangan yang tak lazim, cerita ini pun di ceritakan agar kita mengambil pelajaran dari ini semua&#8230; selamat menyimak&#8230;
Namaku Estherina yang lebih akrab dipanggil Nana saja. Aku seorang istri yang telah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita seks berikut ini adalah cerita seks swing, kiriman dari seorang wanita yang cantik, dan ingin membagi kisah seksnya yang unik, sebuah kisah <a href="http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/">seks tukar pasangan</a> yang tak lazim, cerita ini pun di ceritakan agar kita mengambil pelajaran dari ini semua&#8230; selamat menyimak&#8230;</p>
<p>Namaku Estherina yang lebih akrab dipanggil Nana saja. Aku seorang istri yang telah menjalani hampir lima tahun hidup berumahtangga. Kami pasangan campuran yang cukup harmonis. Suamiku keturunan china sedang aku dari suku jawa. Namun sayang<span id="more-106"></span> sampai sekarang kami belum juga dikarunia anak.</p>
<p>Beruntung Koko Jay, sebutan sayangku pada suami, adalah suami yang penuh perhatian dan begitu mencintaiku. Ia merelakan diriku untuk tetap bekerja disebuah perusahaan swasta multinasional yang ada dikotaku padahal hasil kerja suamiku sebagai manager disebuah perusahaan distributor ternama lebih dari cukup bahkan melimpah untuk kami nikmati. Suamiku paham betul dengan keadaan kami yang tanpa anak. Menganggur akan membuat aku stress dan itu akan menjadi sumber bencana dalam rumahtangga kami.</p>
<p>Selama berumahtangga suamiku termasuk pria yang pandai memanjakan istri termasuk dalam urusan ranjang. Dia juga yang mengenalkan dan sekaligus membimbingku dalam aktivitas hubungan sex yang menggairahkan. Sejak awal menikah suamiku selalu memberiku orgasme saat berhubungan badan. Bahkan akhir akhir ini lebih sering ia memberiku orgasme lebih dari satu kali atau yang popular disebut multi orgasme pada setiap aktivitas sexual kami. Hal itu bukan karena penis suamiku yang berukuran besar dan panjang, karena miliknya termasuk ukuran rata rata sekitar empat limabelasan centi hanya kepala kemaluannya memang sedikit lebih gempal dibanding milik pria lain ( kubandingkan saat nonton bokep ). Namun ia memang pria type lovers , yang lebih senang melayani orang yang dicintai. Ia selalu berusaha membuat aku terpuaskan terlebih dahulu sebelum ia menuntut untuk dipuaskan. Oleh karena kehebatannya dalam memberi kepuasan padaku membuat aku menjadi istri yang kecanduan sex. Setiap hari aku meminta suamiku memuaskan kebutuhan seksku yang menggebu gebu. Dan ia bisa meladeni dengan sangat baik.</p>
<p>Suatu kali suami mengenalkan aku pada dunia swinger lewat situs dewasa diinternet. Apa yang di saji kan disana sungguh membuat aku penasaran dan ingin mencobanya. Disetubuhi satu cowoq saja uenak nya tidak terkatakan apalagi dikeroyok dua atau tiga, wuih! Pasti lebih nikmat! Pikirku.</p>
<p>Rasa penasaran itu akhirnya kujadikan bahan diskusi dengan temen temen ceweq sekantorku selagi istirahat. Diluar dugaanku ternyata ada seorang temen yang sudah berpengalaman bahkan ia menjadi participant yang sangat aktif pada sebuah situs dewasa. Cukup banyak dukumentasi acara swingingnya yang sudah di share kan kesana. Dua orang yang lain juga bilang kalau pernah punya pengalaman. Cerita cerita erotis pengalam swinging mereka sungguh menjadi racun ganas dalam didirku.Timbul keinginanku untuk menyoba petualangan seks seperti mereka namun aku tidak punya cukup keberanian<br />
Suamikupun secara tidak langsung pernah bilang kalau ia tidak keberatan kalau suatu kali kami menco ba swinging. Kesempatanpun terbuka saat itu karena big boss suamiku, Mr Mark, lelaki bule yang terobsesi oleh kecantikanku sejak pertemuan kami disebuah pesta kantor suami beberapa minggu lalu, begitu gencar mendekati dan mengajakku berkencan. Kalau menimbang dari segi fisik lelaki itu memang sosok ideal bagi wanita. Tampan berbadan tinggi besar dan dipenuhi bulu. Pasti ia memiliki monster didalam celananya yang sanggup memberi sensasi kenikmatan yang berbeda. Namun aku tetap tidak punya keberanian.<br />
Suatu kali suamiku mendapat tugas dinas keluar negeri dalam rangka orientasi product yang rencana nya akan dipasarkan di Indonesia oleh perusahaan suamiku. Tugas itu memakan waktu sampai empat bulan. Waktu yang cukup lama bagiku ditinggal sendirian padahal kebutuhan seksku begitu menggebu gebu. Pelampiasanku dengan melakukan masturbasi. Hampir setiap malam getaran dildo dan goyangan nya kugunakan melumat liang syahwatku demi terpuasknnya dorongan birahiku yang sangat tinggi. Namun aku tetap tidak berani menyoba peukan lelaki lain sampai suatu kali di hari jumat malam Ani dan Yanti mengajakku bergabung dengan teman temannya disebuah tempat karaoke. Pukul tujuh kedua temanku tadi sudah datang menjemput dengan sebuah taxi. Kebetulan keduanya memakai pakaian model terbuka yang cukup seksi sehingga aku merasa nyaman dengan tank top dan mini blouse sete-ngah paha yang kukenakan. Disana telah menunggu Vento, pacar gelap Yanti, Robin, pacar Ani, dan tiga teman lelaki lain. Semuanya bersikap sangat ramah dan menyenangkan. Kami bertiga menjadi seperti primadona yang sangat dimanjakan oleh kelima pria keren itu.</p>
<p>Didalam ruangan tertutup itu kami merasa begitu bebas. Bernyanyi menghisap rokok dan menegak bir sembari bercandaria. Sampai suatu kali setelah kami habiskan beberapa botol bir dan belasan puntung rokok, aku merasa ada keanehan yang tiba tiba muncul dalam diriku. Timbul rasa panas dan dingin yang bercampur aduk menjadi satu. Rasa aneh itu semakin lama semakin kuat bergolak sampai dahiku basah oleh keringat padahal AC diruang itu sangat dingin. Tiba tiba aku merasa sangat horny dan timbul dorongan sangat kuat untuk mengajak lelaki yang ada untuk bercinta. Aku tidak menyadari kalau minumanku telah dicampuri obat perangsang dalam dosis tinggi. Namun aku berusaha menahan diri sekuat tenaga agar kondisiku tidak diketahui yang lain. Aku tidak mau dianggap wanita murahan yang bisa diperlakukan semaunya. Aku hanya berdiam diri saja. Beberapa kali sempat kutangkap Vento dan Yanti saling mengedipkan mata satu dengan yang lain sambil menyeringai penuh arti.<br />
“ Okey rekan rekan sekarang tiba waktunya bagi kita untuk menikmati acara utama malam ini..” kata Vento yang segera disambut riuh penuh persetujuan dari yang lain.</p>
<p>Aku sama sekali tidak paham maksud mereka. Aku tetap berdiam diri. Vento sekonyong konyong melingkarkan tangan dipundak Yanti dan menempelkan bibir pada bibirnya. Segera keduanya terlibat salig pagut da lumat dengan ganasnya. Yanti mendesah desah genit saat tangan lelaki itu mulai mengge rayangi lekuk lekuk tubuhnya. Ternyata Ani dan Robinpun telah berada pada kondisi yang sama saling memagut penuh nafsu. Lelaki yang ada disamping Yanti kini mengulurkan tangan dan mulai ikut mengusap usap pahanya. Tangan lelaki itu bergerak semakin keatas menuju pangkal paha Yanti. Dan Yanti terdengar mendesis desis keenakan ketika jemari lelaki itu mulai mengusap usap selakangannya. Semenatara Vento dengan buas mengulum putingsusu Yanti yang menyembul keluar karena kaos ketat yang dipakainya telah ditarik lepas keatas.</p>
<p>Ani telah telanjang bulat. Ia tampak sedang mengoral penis Robin sementara seorang lelaki asyik men cumbu vaginanya. Pemandangan yang semakin menyulut nafsuku. Sebuah usapan tangan dipipiku menyadarkan aku akan kehadiran sebatang penis dalam kondisi sangat ereksi disodorkan tepat dimuka ku. Tanpa berpikir panjang kusambar benda itu lalu kujilati dengan sangat telaten. Kadang ku keluar masukkan mulutku sambil kuhisap hisap. Lelaki itu melenguh nikmat dan memintaku terus melakukan nya.</p>
<p>Ujung kemaluannya tiba tiba bergetar. Batangnya menggeliat geliat hebat. Lalu ia ejakulasi. Maninya muncrat membasahi wajahku. Saat aku hendak meraih tissue untuk membersihkannya, Vento telah ber ada disampingku. Ia berusaha melepaskan celana dalamku. Kemudian bersiap untuk menancapkan batang kemaluannya yan sudah sangat tegang itu kedalam liang syahwatku yang memang sudah menunggu untuk dimasuki. Namun baru saja ujung penisnya menyentuh liang vaginaku mendadak muncul rasa jijik dalam diriku. Terlihat sangat tidak bermoral dan biadab. Kutolak tubuhnya lalu aku beranjak dan dengan cepat aku menghambur keluar. Teman teman berteriak teriak memanggil manggil namaku namun aku terus saja berlari. Ketika hampir melewati loby aku menabrak seseorang. Tubuhku terhuyung hendak rebah beruntung sebuah tangan yang sangat kuat menahan pundakku. Aku terhenyak setengah mati saat kusadari lelaki yang ada didepanku.<br />
“ Mr Mark????” seruku tanpa sadar.</p>
<p>Lelaki bule itu hanya menyungging senyum. Ia bertanya apa yang sedang kualami. Kujawab kalau aku hampir diperkosa. Wajahnya mendadak berubah memerah penuh kegeraman. Jika tidak kucegah ia mungkin sudah berlari kedalam ruangan yang kami pakai tadi untuk mengahajar teman teman Ani dan Yanti. Kemudian dengan sangat sopan ia menawarkan diri untuk mengantarkan aku pulang. Aku tak mampu menolak ketulusannya.<br />
“ Tell me how does happen, plese!” tanyanya setelah kami berada dalam perjalanan.</p>
<p>Kuceritakan dari awal kejadian di ruang karaoke tadi. Ia dengan sabar dan penuh antusias mendengar kan. Ia raih tissue lalu ia usapkan dipipiku yang masih belepotan dengan sisa sperma teman Ani tadi.<br />
“ Dasar Bajingan busukkk! Tega teganya mempermainkan wanita secantik dirimu, honey!” ujarnya penuh kekesalan.</p>
<p>“ I want to give them a lesson for their !!!” lanjutnya berapi api.<br />
Aku tidak mengerti kenapa dadaku menjadi membusung dijejali sebakul kebanggan saat diperlakukan seperti itu oleh Mark. Begitu sopan dan gentle. Sepertinya aku baru menjadi sosok wanita sejati saat itu. Sehingga tanpa sungkan aku menawarkan lelaki itu mampir saat kami sampai. Mark menyambut undanganku.dengan sangat bersemangat. Aku menyuruhnya mencuci tangan di whastafel dekat kamar tidurku. Membersihkannya dari sisa sperma yang menempel dipipiku tadi. Semenatara itu aku masuk kedalam kamar untuk mengganti pakaian. Tak dinyana Mark menguntitku dari belakang. Ia mendekap dengan melingkarkan kedua tangannya dari belakang. Aku tak bereaksi sehingga ia semakin berani menempelkan bibirnya pada leherku.<br />
“ You are so pretty… and so interested….” Bisiknya lembut ditelingaku.<br />
Dadaku kembali membusung mendengar pujiannya dan dengan cepat gairah birahiku yang belum tertuntaskan tadi menggejolak hebat. Aku begitu menikmati ciuman ciumannya dileher dan tengkukku. Menikmati lembutnya rabaan tangannya pada payudaraku. Kubiarkan tangannya meremas remas kedua payudaraku yang montok yang masih terbalut tank top. Mark begitu menikmatinya. Aku juga pasrah ketika lelaki bule itu memutar badanku sehingga kamiberhadapan muka. Kami bertatapan sejenak saling mengagumi satu sama lainnya. Lalu ia menempelkan bibirnya pada bibirku. Kami saling pagut saling hisap dan saling menjilat penuh nafsu. Pakaianku satu persatu ditanggalkannya sampai aku di bi arkan telanjang bulat. Ia terus menatapku dan tak henti hentinya ia memuji kemolekan tubuhku sambil melepas sendiri semua pakaiannya.<br />
“ You have wonderfull breast !” ujarnya lalu mendekapku dan mengajak bercumbu kembali.</p>
<p>Tubuhku dibaringkannya diranjang. Ia tindih tubuhku. Bulu bulu lebat ditubuhnya terasa menggelitik kulitku yang segera menjadi merinding keenakan. Selanjutnya mulut dan tangan Mark digunakan untuk membombardir putting dan buahdadaku. Aku tidak mengerti mengapa malam ini setiap hisapan mulut dan remasan tangan Mark terasa sangat nikmat. Padahal aku sering diperlakukan yang sama oleh suamiku. Apakah karena pengaruh obat perangsang tadi? Aku tidak tahu dan enggan mencari jawabnya yang kuingini hanyalah menuntut pemuasan total dari si lelaki bule. Mark menggeser tubuhku hingga berada ditepi ranjang. Lalu ia ciumi kedua kakiku. Mulai dari betis lalu naik kepahaku. Aku tak tahan untuk tidak melenguh dan menggelinjang kecil ketika kumis dan jambangnya menyapu kulit pahaku.<br />
“ Uuuuuffff….” Desahku ketika Mark mulai menjilati pangkal pahaku tanpa menyentuh vagina ku sama sekali.</p>
<p>Kurasakan liang vaginanku mulai becek dan timbul rasa gatal birahi yang sangat hebat disekitar kelen titku. Namun Mark tidak juga segera mencumbunya. Ia malahan terus mempermainkan lidahnya di seki tar selakanganku untuk sekian menit. Hal itu membuat aku gemas juga akhirnya.<br />
“ Oh! Mark! Please…..please lick my pussy…. Yet!” seruku penuh permohonan.</p>
<p>Akhirnya Mark menurut. Dengan buas ia lumat vaginaku sehingga aku segera mencapai klimaks perta maku dengan perasaan yang sangat nikmat. Mark menyodorkan penisnya kearahku.<br />
“ WOW! Amazinggg sizeee…..!” seruku takjub dengan ukuran benda itu.<br />
Lalu kujilati dengan mesra batang sepanjang duapuluhan centi dengan diameter hampir dua inci itu. Ku usapkan lidahku secara merata mulai dari ujung atas hingga kekantung zakarnya. Mark melenguh nik-mat saat kukulum buah pelirnya.</p>
<p>“ Fuck with your mouth Baby! Oh Please!” pintanya setengah memaksa.<br />
Mulutku terasa sesak saat kucoba memasukkan batang kemaluannya. Setelah menyesuaikan kuhisap hisap dan kukeluar masukkan benda itu dengan mulutku. Mark terus mencercau tak keruan saking nikmatnya.<br />
Mark menelentangkanku kembali ditepi ranjang. Ia renggangkan kedua pahaku sementara ia menggi-ring ujung kemaluannya tepat kearah liang syahwatku. Ia usap usapkan sebentar sekedar mencari pelu masan pada sisa lendir orgasme yang tadi kupancarkan. Kemudian ia lesakkan dengan mantap,” BLESHSSS!!!”.<br />
“ Oeeeeghhhfff!” jeritku tertahan saat berlangsungnya proses pemasukan saking sesaknya.</p>
<p>Namun dengan cepat otot otot vaginaku menyesuaikan dengan ukurannya sehingga kini Mark dengan bebas menggerakkan batang kemaluan monsternya keluar masuk dengan irama yang tetap. Aku hanya bisa menjerit jerit histeris karena munculnya rasa nikmat yang luarbiasa disekitar kemaluanku.<br />
“ Push me! Push me harder! Baby! More…. More…. Yesssss…. Like thattttt!!” rintihku memohon ia menekan lebih dalam lagi.<br />
Rasa nikmat dengan cepat berkumpul dan segera berubah menjadi ledakan kepuasan yang dahsyat ketika Mark menghujamkan penis monsternya dalam dalam. Kulingkarkan kedua kaki mengunci ping gangnya sementara kuremat sprei sekuat tenagaku ketika ketegangan puncak mulai menjalar dari dalam liang senggamaku terus menyebar keseluruh tubuh.</p>
<p>“ Aaaaaaaagggggggghhhh………….!” Jeritku panjang sembari memancarkan cairan orgasmeku dalam jumlah yang sangat banyak.<br />
Setelah mereda Mark menggeser tubuhku lagi. Kini aku mengangkang diatas sedangkan ia memasuki ku dari bawah. Kugoyangkankan pinggul maju mundur dengan sangat bernafsu sehingga penisnya yang terbenam diliang vaginaku terasa kuurut urut dengan kuat. Mark berulang kali mengatakan bahwa vaginaku terasa sangat nikmat dan ia minta lebih dan lebih lagi. Goyangan pinggulku semakin tidak teratur karena desakan birahi yang sangat kuat setelah Mark tidak membiarkan buahdadaku mengang gur. Mulut dan tangannya begitu aktif menstimulasi. Akhirnya aku harus melolong penuh kepuasan lagi saat kualami klimaks yang ketiga kalinya. Aku terkulai lemas diatas tubuhnya sementara ia masih bersemangat menyetubuhiku. Kutawarkan piliha yang lebih menantang. Mark setuju.</p>
<p>Kusurukkan muka diselakangnnya sambil mengoral batang kemaluannya yang kugenggam erat. Kuhisap hisap dan kukocok kocok dengan sangat liar sampai batang itu menggeliat geliat sembari memuntahkan cairan kental keputihan dalam jumlah yang sangat banyak sesuai dengan wadahnya yang sangat besar, yang menerpa wajah dan dada ku.<br />
Setelah mereda kembali kukulum dan kujilati ujung penisnya.<br />
Malam itu kami mengulangi bercinta hingga hampir fajar. Lebih dari sepuluh kali aku mencapai klimaks yang sangat nikmat. Jam empat pagi Mark berpamitan dan kuantar hingga mobilnya menghilang dalam kegelapan pagi buta itu…………..<br />
Keesokan harinya aku merasa sangat kecapaian karena permainan cinta dengan Mark sepanjang malam sehingga aku malas turun dari ranjang sampai hari cukup siang. Ponselku berbunyi. Dari suamiku ternyata.<br />
“ Hei, Sayang! Lagi ngapaian nih?” sapanya.<br />
“ Masih tiduran, Ko…. capai banget badanku”<br />
“ kenapa? Abis marathon? “<br />
“ E…. nggak sih…. Koko mau denger ceritaku enggak? Tapi jangan marah ya…”<br />
“ ya…ya aku siap denger nih!”<br />
Lalu dengan polos aku ceritakan semua kejadian kemarin. Deg degan juga aku menunggu reaksinya. Jangan jangan ia menjadi marah. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Diujung sana kudengar ia tertawa renyah.<br />
“ ceritamu merangsang banget Say……jadi pingin em el nih! Ha….ha….ha…”<br />
“ Udah….udah aku mau mandi dulu, Ko”<br />
“ Kamu harus ceritakan semuanya lho, Na kalu aku pulang nanti!”<br />
“ Ya…ya…”</p>
<p>Dan terdengar suara kecupan bibir dari seberang sana sebelum hubungan diputuskan. Aku segera bangkit menuju kamar mandi. Baru saja aku selesai mandi kudengar ponselku menyalak lagi. Pasti dari suamiku lagi, pikirku. Ternyata bukan. Dari Mr Mark. Huah! Mau ngapaian menelponku? Apa lelaki itu belum juga puas telah mengerjaiku semalam malaman?. Mark berbasa basi sejenak dan tak lupa menyanjung nyanjung kecaantikanku sebelum akhirnya ia mengutarakan maksud sebenarnya.</p>
<p>“ I had told to my lovely wife about our intimate moment last night… you know…. My wife looked very attentived and she said that she wish to meet you…. Whould you like take a dinner with us tonight, Dear?”<br />
“ Where? When?”<br />
“ my house at abaout seven oclock…. I will pick up you…. Okey sweet heart?”<br />
“ Ya I will waiting” jawabku setuju.<br />
Ah! What’s going on? Istrinya ingin berkenalan denganku? Lalu mau apa ya? Apa….. sejuta pertanya an bertubi tubi timbul tenggelam dalam benakku yang membuat suasana hatiku tidak nyaman saja. Tepat jam tujuh malam Mark menjemputku. Ia tampak sangat terpesona dengan penampilanku malam itu. Aku memilih mengenakan gaun malam ketat dengan potongan dada cukup rendah yang membuat belahan payudaraku yang montok tampak menonjol.</p>
<p>“ You look wonderfull and very sexy Honey!” puji Mark sembari mendekap dan mencium bibirku.<br />
“ We will be late, dear ! I won’t your wife be long waiting…..” protesku.<br />
Selanjutnya kami meluncur ke kediaman Mark. Rumahnya sangat besar dan mewah. Seorang satpam tergopoh gopoh membukakan pintu gerbang lalu membungkukkan badan dengan sangat hormat. Kami melewati taman yang cukup luas sebelum Mark memarkir mobilnya digarasi. Disana berjejer beberapa mobil mewah sekelas Jaguar. Lelaki itu dengan sangat gentle menggandengku masuk. Kulihat seorang wanita telah menunggu di ambang pintu.Usianya memang beberapa tahun lebih tua dariku namun ia memliki bentuk tubuh yang indah dengan payudara berukuran sangat besar. Wanita bule yang sangat cantik pikirku.<br />
“ Julie!” sapanya sangat bersahabat sambil menyodorkan tangannya.<br />
“ Nana!” sahutku sembari menjabat tangannya.<br />
Kami menuju ruang makan. Sembari bersantap malam kami memperbicangkan banyak hal. Julie wani ta yang sangat nyaman diajak ngobrol sehingga kami dengan cepat menjadi sangat akrab. Kami saling berbagi cerita dari hal umum sampai keurusan ranjang. Dengan polos ia bilang kalau Mark sangat mengagumi diriku. Ia juga bilang sangat menikmati cerita Mark tentang permainan cinta kami yang sangat liar semalam.</p>
<p>“ Yes! Mark are right you look very pretty and enrapcure lady….”<br />
“ Ahhh! You’ve execive talk about me…. I am only usual wife not much!” jawabku merendah.<br />
Selesai makan malam Mark dan Julie mengajakku naik kekamar mereka yang berada ditingkat dua. Julie menarik tanganku sehingga aku terjebak dalam dekapannya. Wanita itu menempelkan bibirnya dan mengajakku berciiman. Mulanya aku sedikit berontak karena tidak terbiasa bercumbu dengan sesa ma perempuan. Namun Julie terus memaksa dan meyakinkan diriku bahwa nanti juga aku akan terbiasa<br />
Akhirnya aku hanya bisa pasrah ketika bibirnya dengan buas melumat bibirku. Lidahnya menusuk nusuk rongga mulutku dengan sangat agresif. Benar juga dengan cepat aku terbiasa bahkan kini aku mulai bisa menikmati. Sensasinya sangat berbeda jika dilakukan oleh lelaki. Sesama wanita ternyata lebih lembut dan terasa lebih pas. Tanpa sadar aku membalas cumbuannya dengan pagutan yang tak kalah panasnya. Sementara kami saling mencumbu, Mark melepas satu persatu pakaian kami. Julie menarikku dan men gajkku bergumul diranjang empuk yang sangat besar dalam kondisi telanjang bulat.</p>
<p>“ You have beautifull breast and niple, honey!” pujinya sebelum ia menyerbu buahdadaku dengan mulut dan lidahnya.<br />
Akupun mengimbanginya dengan meremas remas payudaranya yang berukuran besar itu. Julie mengulurkan tangannya kebawah. Jemarinya dengan lincah menjelajahi selakanganku sehingga liang vaginaku dengan cepat menjadi sangat basah. Mendadak kurasakan sebuah kepala disurukkan diselaka nganku. Lalu terasa adanya jilatan jilatan lidah yang menyerbu sekitar vaginaku. Ketika kulirik kearah bawah ternyata Mark yang melakukanya. Dikeroyok oleh pasangan yang sangat ahli membuat aku terengah engah didera milayaran sensasi kenikmatan yang mengaliri seluruh titik saraf ditubuhku. Dalam waktu singkat aku hanya bisa mengejangkan tubuh sambil menjerit penuh kepuasan ketika tiba tiba gelombang orgasme datang menyergap!. Aku menggelinjang gelinjang kegelian karena Mark terus menerus menghisapi cairan kenikmatan yang meleleh keluar dari liang senggamaku.</p>
<p>Julie meminta kami melakukan posisi yang saling memuaskan, posisi 69. Aku yang berada diatas.<br />
“ Nana….Oh! I want your mouth! Your tonge! Please…. Fuck me!&#8230;. yessss lick like that dear! I love itttt!” serunya berulang ulang.<br />
Selama sekian menit kami saling membagi kenikmatan saling menjilat dan saling melumat liang vagina yang ada didepan kami masing masing. Mark ikut ikutan menyerbuku kembali. Ia jilati seluruh bongka han pantatku juga celah diantaranya sampai akhirnya lubang duburku. Kembali aliran kenikmatan ribu an volt menyergapku. Aku kembali bergairah. Kucumbu vagina Julie dengan sangat bersemangat. Suatu kali Julie menyodorkan sebuah dildo yang bisa bergetar. Kugunakan benda itu untuk melumat liang vaginanya sementara kuserbu kelentitnya yang sudah sangat menegang.</p>
<p>Kudengar Mark bertanya kepada istrinya mengenai vaginaku apakah terasa enak sesuai yang dicerita kannya tadi siang?.<br />
“ Yessssss…. Come on fuck her now! “ jawab istrinya diantara lenguhan lenguhan nikmatnya.<br />
Mark menghampiriku. Ia tusukkan dari arah belakang penisnya yang sudah sangat tegang itu kedalam liang vaginaku yang memang sudah menanti untuk dimasuki sedangkan Julie masih berada dibawah menjilati kelentitku. Tak terlukiskan rasa nikmat yang kuterima dari posisi seperti itu. Kupercepat kocokan vibrator itu keluar masuk vagina Julie. Wanita itu berteriak teriak penuh birahi sambil mende kap erat erat pinggangku. Tubuhnya sangat tegang. Kemudian ia melenguh sekeras kerasnya saat men capai klimaks. Menit berikutnya aku yang menggelinjang gelinjang ketika orgasme yang kedua kemba li menyerbuku. Bersamaan dengan itu, terdengar lenguhan lenguhan berat dari mulut Mark. Lelaki itu juga semakin mempercepat genjotannya sampai akhirnya ia melolong penuh kemenangan ketika ia memancarkan cairan ejakulasinya diliang vaginaku. Saking banyaknya cairan itu meleleh turun mene tes netes dibibir Julie.<br />
Malam itu kami masih melakukannya beberapa kali permainan lagi sampai kami tak sanggup melaku kannya lagi karena terlalu capai…….</p>
<p>Demikian lah kisah yang ku alami, benar-benar memberikan ku penmgalaman baru, sebenarnya aku malu menceritakan <a href="http://cerita.modelperawan.com/">cerita dewasa</a> ini, rasanya terlalu aneh jika kita sampai bertukar pasangan, dan saya masih merasa kurang nyaman sampai saat ini melakukan seks swinger. semoga <strong>cerita seks swinger</strong> ini bisa menjadi pelajaran bagi anda para pembaca. Sekian&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/pengakuan-seorang-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
