<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; cerita tukar pasangan</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-tukar-pasangan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Bos</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 02:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita swinger]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[istri bos binal]]></category>
		<category><![CDATA[klub swinger]]></category>
		<category><![CDATA[klub tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan bos]]></category>
		<category><![CDATA[swinger]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan dengan istri bos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Walau cerita ini menceritakan seorang istri yang memiliki hubungan selingkuh bercinta dengan bos, tapi cerita dewasa ini masuk dalam kategory tukar pasangan, karena akhirnya sang suami pun bisa merasakan tubuh istri bos nya yang cantik. Suatu sore di bulan April 2000, aku dipanggil &#8220;Big Boss&#8221;, Pak Gun, seorang duda berumur 55 tahun, yang sebentar lagi melangsungkan pernikahannya yang kedua dengan Bu Enny mungkin sekitar umur 40-an, setengah tua tapi kencang. lumayan seru cerita kiriman dari pak yohan, langsung aja deh lanjutan ceritanya lengkap dan terbaru buat anda.</p>
<p>Dengan penuh tanda tanya di benakku, aku masuk ke kantornya saat semua orang sudah pulang, maklum jam sudah menunjukkan 18:30 sore.<br />
&#8220;Silahkan masuk!&#8221; sapanya ramah dari balik mejanya setelah melihat kehadiranku.<br />
&#8220;Terima kasih Pak,&#8221; jawabku.<br />
Setelah basa basi sejenak akhirnya Pak Gun mulai menuju poin pembicaraan.<br />
&#8220;Pak Hendra, mungkin anda masih ingat mengenai kasus di Proyek A dimana anda adalah orang yang bertanggung jawab untuk itu,&#8221; katanya dengan santainya.<br />
Serasa petir menyambar di kepalaku. Kasus itu sudah terjadi setahun yang lalu ketika aku masih di kantor cabang Surabaya dan memang kasusnya tidak pernah dinyatakan close atau masih open alias menggantung.<br />
&#8220;Ya Pak!&#8221; jawabku lemas, karena bayangan di kepalaku hanya satu yaitu pemecatan dengan tidak hormat, meskipun semua orang tahu bahwa itu bukan kesalahanku, tetapi kesalahan<span id="more-204"></span> orang sebelum aku yang sudah kupecat, tapi permasalahannya tetap who is responsible at this project.</p>
<p>&#8220;Kamu tahu kan sangsinya sesuai aturan perusahaan!&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Iii.. ya Pak,&#8221; jawabku seakan tersekat di tenggorokan, membayangkan resiko yang akan menimpa aku dan keluargaku.<br />
&#8220;So what&#8217;s your plan,&#8221; desaknya.<br />
&#8220;Saya sudah clarify dengan Internal Audit mengenai hal itu, dan semua keputusan kembali ke Bapak, jadi saya menunggu guidance dari Bapak,&#8221; jawabku lirih sambil melihat ujung sepatuku.<br />
&#8220;Apa kamu masih ingin bekerja terus disini, terutama di posisimu yang sekarang ini?&#8221; tanyanya selidik.<br />
&#8220;Tentu Pak, saya masih ingin berkarir di perusahaan ini selama diberi kesempatan.&#8221;<br />
&#8220;Kalau kamu aku berikan second chance, apa yang akan kamu berikan padaku?&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku balik tidak mengerti.<br />
&#8220;Apa imbalannya kalau kasus ini aku nyatakan close dan anda bersih.&#8221;<br />
&#8220;Terserah Bapak, saya ikuti semua permintaan atau petunjuk dari Bapak,&#8221; kataku setengah bingung.</p>
<p>&#8220;Semua?&#8221;<br />
&#8220;Ya semua, saya akan berusaha penuhi semua permintaan bapak sejauh saya mampu.&#8221;<br />
&#8220;Ha.. ha.. ha.. ha..&#8221; tawanya, membuat aku semakin tidak tahu arahnya.<br />
&#8220;Oke Pak Hendra, aku pegang kata-katamu, kamu kan tahu sebentar lagi aku akan married dengan Bu Enny, dan aku minta special gift dari kamu secara pribadi the best gift you ever had,&#8221; pintanya.<br />
&#8220;Apa itu Pak, kalau boleh saya tahu, biar tidak salah pengertian,&#8221; tanyaku masih kebingungan.&#8221;Pak Hendra, you&#8217;re a lucky guy, you have beautiful and sexy wife, dia sangat attractive lady terutama kalau pakai baju pesta, aku tahu itu saat perkawinan si Erwin (anaknya) tempo hari, it make me can not forget about her performance,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Maksud Bapak?&#8221; tanyaku makin kebingungan.<br />
&#8220;Mungkin saya bukan a good boss, tapi sebagai seorang laki-laki yang normal, wajar dong kalau saya ber-fantasy dengan wanita cantik,&#8221; lanjutnya.<br />
&#8220;Terus..?&#8221; tanyaku lagi.<br />
&#8220;Oke, to the point saja, saya ingin ditemani istrimu semalam sebagai hadiah ulang tahun dan kompensasi bahwa kasus ini close,&#8221; katanya tajam sambil menatap ke arahku.<br />
Bagai disambar geledek, aku tidak bisa bekata apa-apa, situasi serba sulit.</p>
<p>Kehidupan keluargaku cukup harmonis meskipun sesekali aku atau istriku melakukan extramarital tapi itu just for fun dan tanpa beban seperti ini. &#8220;Pak Hendra, permintaanku tidak perlu kamu jawab sekarang, tapi bicarakan lagi dengan istrimu dan ingat janjimu tadi serta kelangsungan karirmu di sini, aku tunggu jawabanmu sebelum pesta perkawinan nanti,&#8221; katanya melihat kebisuanku. Aku tinggalkan kantor dengan perasaan tidak karuan, anehnya perasaan horny merayap di benakku, secara pribadi tidak keberatan menyerahkan my beautiful wife pada Boss tapi bagaimana tanggapan istriku nanti.</p>
<p>Sesampai di rumah, sambil santai dan deg-degan, kusampaikan masalahku dan akhirnya sampai pada permintaan Pak Gun.<br />
&#8220;Dasar Boss gila dan tak tahu diri,&#8221; katanya.<br />
Setelah kami diam beberapa saat, akhirnya dia menyerahkan masalah ini padaku.<br />
&#8220;Kalau ini baik bagi Mas dan kita berdua, aku nggak keberatan kok, lagian kita juga pernah melakukannya, meskipun dalam konteks yang berbeda.&#8221;<br />
Plong rasanya mendengar kata-katanya.<br />
&#8220;Tapi dengan syarat yang akan aku akan bicarakan langsung dengan Pak Gun nanti kalau waktunya tiba, jangan kuatir Mas, I still love you, this is for ours,&#8221; katanya manja.<br />
Waktu terus berlalu sejak pembicaraan dengan Pak Gun, dan pesta perkawinan tinggal seminggu lagi, hingga akhirnya Pak Gun mengingatkanku mengenai tawaran itu.<br />
&#8220;Saya sudah bicara dengan istriku dan dia ingin bicara langsung dengan Bapak kalau Bapak tidak keberatan,&#8221; jawabku melalui HP.<br />
&#8220;Oh tentu tidak, bicara dengan wanita secantik dan seseksi istri anda merupakan kehormatan bagiku, I&#8217;m waiting for her call,&#8221; katanya sambil menutup pembicaraan.<br />
Segera aku hubungi istriku untuk menelepon Pak Gun siang ini.</p>
<p>Sore hari aku diminta menghadap ke ruangan Pak Gun.<br />
&#8220;Pak Hendra, istri anda ternyata benar-benar seorang penggoda, makin besar keinginanku untuk terhadap dia,&#8221; katanya setelah kami berdua duduk di sofa ruangan direksi.<br />
&#8220;Istriku sudah menghubungi Bapak?&#8221;<br />
&#8220;Ya tadi siang, dan dia minta syarat yaitu dia mau menemani semalam tapi sebelum aku bulan madu dengan Bu Enny,&#8221; katanya sambil mengambilkan orange juice dari lemari es.<br />
&#8220;Istrimu minta pada saat wedding party dia mau melayani disela-sela acara, di honeymoon suite dan dia minta kalau kamu berminat ikut serta di kamar itu, sebagai hukuman katanya, dan kalau kamu mau, kamu boleh join dengan aku malakukannya secara bersama sama. Karena saat itu waktunya pasti mepet, dia mau malakukan lagi besoknya at any time dengan syarat aku belum melakukan dengan Bu Enny, dan kamu boleh join terserah kamu, it&#8217;s horniest idea I ever heard,&#8221; jelasnya antusias.</p>
<p>&#8220;Terus menurut Bapak gimana? apa aku harus join?&#8221; komentarku.<br />
&#8220;Aku setujui permintaannya, karena acaranya standing party, I have many chance to disappear dari party just for quicky dan aku minta dia stand by di kamar at any time,&#8221; jelasnya.<br />
&#8220;Asal kamu tahu, aku sudah reserve 2 suite at same floor, satu untuk pengantin dan satunya untuk aku dan istrimu, setelah para tamu pulang istrimu stand by di kamar, kamu bisa pakai juga untuk honeymoon lagi, tapi harus ready any time for my visit, Anytime!&#8221; tegasnya.<br />
Aku cuma bisa mengiyakan rencana mereka berdua.</p>
<p>Hari perkawinan tiba, sesuai rencana kami berangkat lebih awal, dari undangan jam 7:00 kami sudah tiba di Hotel Shangrila jam 3 sore, dan langsung menuju ke suite yang sudah disiapkan untuk istriku, barangkali Pak Gun mampir sebelum acara dimulai. Sementara istriku menyiapkan diri di kamar, aku turun ke lobby, jam 6 sore para undangan dan keluarga sudah kelihatan berdatangan. Aku naik ke atas untuk memberitahu istriku supaya bersiap ke acara.</p>
<p>Kupencet bell kamar suite, cukup lama aku menunggu sebelum pintu dibuka oleh istriku yang cuma berbalut handuk. Diluar perkiraanku ternyata Pak Gun sudah di dalam kamar, beliau duduk di sofa kamar tidur masih memakai baju putih lengkap dengan dasi kupu-kupunya, sementara bawahnya cuma ditutupi handuk putih sama dengan yang dipakai istriku.<br />
&#8220;Sorry Pak, aku nggak sabar menunggu sampai nanti malam, jadi iseng aku mampir kemari sambil menunggu Bu Ennie di-make up di kamar pengantin,&#8221; sapanya.<br />
&#8220;Eh anu nggak apa kok, lagian kita sudah perkirakan, udah lama Pak?&#8221; tanyaku setelah bisa menguasai diri.<br />
&#8220;Tepat setelah kamu keluar kamar ini, aku coba HP ternyata nggak kamu bawa, jadi aku mulai saja, any problem?&#8221; jawabnya santai.<br />
&#8220;No sir, it&#8217;s okey for me, go head,&#8221; jawabku, berarti sudah lebih 30 menit dia di kamar berdua dengan istriku, entah apa yang sudah dilakukan terhadap istriku yang cantik ini.</p>
<p>Istriku kemudian duduk di sebelah Pak Gun, aku mengambil tempat di sofa satunya sambil melihat mereka berdua. &#8220;Mari sini sayang kita lanjutkan permainan yang terputus,&#8221; kata Pak Gun. Dengan sekali tarik, terlepaslah handuk yang membalut tubuh istriku, kini dia dalam keadaan telanjang di hadapan Pak Gun, terlihat begitu kontras antara mereka berdua, Lily, istriku yang cantik, 29 tahun, tinggi 167 cm dan ukuran dada 34B sedang berpelukan dengan Pak Gun, Boss-ku yang berumur sekitar 55 tahun, dengan rambut putihnya, meskipun sudah dibilang berumur ternyata postur tubuhnya masih atletis, maklum sebagai ex tentara dia pasti masih menjaga kebugaran tuguhnya.</p>
<p>Pak Gun dengan segera mencium buah dadanya yang kenyal kebanggaanku dari satu ke satunya, dijilatinya dan sesekali disedot dan dipermainkan putingnya dengan lidahnya, Lily cuma bisa menggelinjang keenakan sambil tangannya mulai meraba mencari pinggiran handuk yang dipakai Pak Gun dan menariknya sehingga terlepas. Terlihat batang kemaluan Pak Gun menegak ke atas, memang tidak sebesar punyaku tapi cukup hebat untuk ukuran seusia beliau. Istriku tak mau melepaskan pegangannya di kemaluan Pak Gun, dikocoknya dan sesekali di putar-putar seperti mainan anak kecil. &#8220;Kita lanjutkan yang tadi ya Pak,&#8221; bisiknya manja. Tanpa menunggu jawaban dari Pak Gun, dia berdiri di atas sofa, dikangkanginya Pak Gun, Boss-ku, dia mengarahkan selangkangannya di muka Pak Gun sementara beliau mengadah menunggu kedatangannya dengan mulut terbuka dan lidah menjulur keluar. Unbelievable, Pak Gun yang selama ini dihormati dan disegani orang sekantor sekarang sedang di antara selangkangan istriku sambil menjilati vaginanya seperti orang kehausan. Sesaat kulihat istriku melirik ke arahku sambil tersenyum penuh arti, sementara tanganku mulai memijit-mijit kemaluanku yang masih tertahan di dalam celana.</p>
<p>Tubuh istriku mulai turun-naik di atas wajah Pak Gun seirama dengan gerakan lidah beliau, disapunya seluruh wajah Pak Gun, sementara tangan Pak Gun meremas payudara dan pantat istriku.&#8221;Shit, you&#8217;re damned old man, I like your lick, yess terus yaa..&#8221; teriak istriku, cukup mengejutkan, tidak ada satu orang pun berani berkata begitu kasar pada beliau, tapi kelihatan beliau oke-oke saja.</p>
<p>Aku sudah tak tahan, kukeluarkan kemaluanku dari celana sehingga sekarang aku bebas memegangi, tapi istriku tahu hal itu.<br />
&#8220;Mas Hend, this is not for you, you have no turn for this time, It&#8217;s Boss only, jangan macam-macam!&#8221; ancam istriku, dan aku menurut saja sambil terdiam.<br />
Istriku kemudian duduk di sofa, kakinya dipentangkan lebar dan lututnya ditekuk.<br />
&#8220;Kiss my ass and lick my pussy, you like it don&#8217;t you, let my husband watch his boss doing to his beutiful wife,&#8221; dia berkata ke Pak Gun.<br />
Pak Gun segera berlutut di depannya dan mulai menjilati vagina istriku lagi.<br />
&#8220;It smell good, yess I like your pussy,&#8221; kata Pak Gun terus menjilat sambil memasukkan jari tangannya ke lubang vagina istriku, mulanya satu kemudian dua dan akhirnya tiga. Dikocoknya vagina istriku dengan jarinya sementara lidahnya menjilati daerah vagina dan sekitarnya hingga ke anus.<br />
&#8220;Ohh yess I like it, yess terus Pak..!&#8221; desah istriku, sambil mengangkat kakinya tinggi ke atas, kemudian ditumpangkannya ke pundak dan akhirnya kaki mulus itu berpijak ke kepala dan bahu Pak Gun, Boss-ku.</p>
<p>Pak Gun bangkit dan mengatur posisi kemaluannya di depan vagina istriku, hanya berjarak satu inchi lagi dari bibir vaginanya, tiba tiba istriku bangkit dan mendorong tubuh Pak Gun hingga beliau terdorong ke belakang.<br />
&#8220;I will not let you fuck me unless you promise that you will not fuck her tonight and also tomorrow, this two days you&#8217;re mine, deal? otherwise no more other session after this,&#8221; ancam istriku kepada Pak Gun, my Boss.</p>
<p>Ditariknya istriku ke pelukannya tapi istriku menolak dan tetap duduk di sofa hingga Pak Gun kembali berlutut di depannya. &#8220;I&#8217;ll do it whatever you request as long I can fuck you,&#8221; jawabnya, dan tanpa menunggu lebih lanjut segera dipeluknya istriku dan tangannya mulai mengarahkan kemaluannya ke vagina istriku, diusapnya bibir vaginanya dengan kepala kemaluan dan &#8220;Bless..&#8221; Tanpa kondom, dengan sekali dorong masuklah kemaluannya ke dalam vagina istriku yang sudah mulai basah, dia tidak pernah mengijinkan orang lain bercinta dengannya tanpa kondom, tapi ini mungkin lain bagi dia. &#8220;Kamu akan membayangkan betapa asyiknya bercinta denganku saat kamu berbulan madu,&#8221; bisik istriku. Setelah semua masuk ke vagina istriku, Pak Gun perlahan mulai menggoyang tubuhnya keluar masuk dan istriku mengimbanginya. Gerakan demi gerakan menambah erotic berdua, sementara tanganku sudah mulai ikut mengocok kemaluanku, semakin cepat Pak Gun mengocok istriku semakin cepat pula tanganku mengocok kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Aaah aku keluar..&#8221; teriak Pak Gun. Istriku segera mendorong tubuh Pak Gun menjauh dan memintanya berdiri, sementara dia jongkok di depan Pak Gun, tepat semprotan Pak Gun keluar ke arah muka dan tubuhnya, kemudian istriku menjilati kemaluan Pak Gun yang masih belepotan sperma, dikocoknya kemaluan itu dengan mulutnya hingga bersih. &#8220;Aaahh stop udah.. udah, cukup!&#8221; teriak Pak Gun kegelian, sambil menarik kepala istriku menjauh. Kemudian mereka berdua duduk di sofa dengan lemasnya.<br />
&#8220;You have incredible wife, I will not let her free tonight,&#8221; kemudian dia berdiri mengambil celananya yang tergeletak di ranjang.<br />
&#8220;Jangan pakai celana dalam dan jangan coba-coba untuk mencucinya!&#8221; kata istriku.</p>
<p>Sampai berakhir cerita ini masih ada pertemuan <a href="http://bugil.gadisperawan.info/search/seks/">seks</a> lainnya, tapi mengingat waktu yang cukup mepet maka cerita seks ini kami sambung pada bagian yang kedua, nantikan sambungan cerita nya yang lebih seru antara bos, dan istri yang memiliki fantasi seks ber tukar pasangan dengan karyawannya sendiri. Bersambung.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-bos/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tukar Pasangan</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jul 2009 19:35:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[barter istri]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta dengan istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[bertukar istri]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[tukar pasangan]]></category>
		<category><![CDATA[tuker pasangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukanlah cerita seks perselingkuhan atau cerita selingkuh, tapi ini cerita dewasa yang menceritakan hubungan seks dengan bukan pasangann ya alias cerita tukar pasangan. bagaimana ceritanya? tentu akan seru sekali. silahkan menikmati&#8230; Nama saya Dikky, saya berumur 28 tahun, baru tiga bulan bekerja di suatu perusahaan asing di Jakarta, atasan saya Mr. Richard Handerson, berasal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini bukanlah cerita seks perselingkuhan atau <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/">cerita selingkuh</a>, tapi ini <strong>cerita dewasa</strong> yang menceritakan hubungan seks dengan bukan pasangann ya alias cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/">tukar pasangan</a>. bagaimana ceritanya? tentu akan seru sekali. silahkan menikmati&#8230;</p>
<p>Nama saya Dikky, saya berumur 28 tahun, baru tiga bulan bekerja di suatu perusahaan asing di Jakarta, atasan saya Mr. Richard Handerson, berasal dari Amerika, kira-kira berumur 40 tahun. Dalam waktu singkat Rich demikian teman-teman di kantor suka memanggilnya, telah sangat akrab dengan saya, karena kebetulan kami mempunyai hobi yang sama yaitu bermain golf. Perusahaan tempat kami bekerja adalah suatu perusahaan yang bergerak dalam bidang advertising. Menurut cerita-cerita teman-teman istri Richard, yang berasal dari Amerika juga, sangat cantik dan badannya sangat seksi, seperti <strong>bintang film Hollywood</strong>. Aku sendiri belum pernah bertemu secara langsung dengan istri Richard, hanya melihat fotonya yang terletak di meja kerja Richard. Suatu hari saya memasang foto saya berdua denga Nina istri saya, yang berasal dari Bandung dan berumur 26 tahun, di meja kerja saya. Pada waktu Richard melihat foto itu, secara spontan dia memuji kecantikan Nina dan sejak saat itu pula saya mengamati kalau Richard sering melirik ke foto itu, apabila kebetulan dia datang ke ruang kerja saya.</p>
<p>Suatu hari Richard mengundang saya untuk makan malam di rumahnya, katanya untuk membahas suatu proyek, sekaligus untuk lebih mengenal istri masing-masing.<br />
&#8220;Dik, nanti malam datang ke rumah<span id="more-59"></span> ya, ajak istrimu Nina juga, sekalian makan malam&#8221;.<br />
&#8220;Lho, ada acara apa boss?&#8221;, kataku sok akrab.<br />
&#8220;Ada proyek yg harus diomongin, sekalian biar istri saling kenal gitu&#8221;.<br />
&#8220;Okelah!&#8221;, kataku.</p>
<p>Sesampainya di rumah, undangan itu aku sampaikan ke Nina. Pada mulanya Nina agak segan juga untuk pergi, karena menurutnya nanti agak susah untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan mereka. Akan tetapi setelah kuyakinkan bahwa Richard dan Istrinya sangat lancar berbahasa Indonesia, akhirnya Nina mau juga pergi.<br />
&#8220;Ada apa sih Mas, kok mereka ngadain dinner segala?&#8221;.<br />
&#8220;Tau, katanya sih, ada proyek apa.., yang mau didiskusikan&#8221;.<br />
&#8220;Ooo.., gitu ya&#8221;, sambil tersenyum. Melihat dia tersenyum aku segera mencubit pipinya dengan gemas. Kalau melihat Nina, selalu gairahku timbul, soalnya dia itu seksi sekali. Rambutnya terurai panjang, dia selalu senam so.., punya tubuh ideal, dan ukurannya itu 34B yang padat kencang.</p>
<p>Pukul 19.30 kami sudah berada di apartemen Richard yang terletak di daerah Jl. Gatot Subroto. Aku mengenakan kemeja batik, sementara Nina memakai stelan rok dan kemeja sutera. Rambutnya dibiarkan tergerai tanpa hiasan apapun. Sesampai di Apertemen no.1009, aku segera menekan bel yang berada di depan pintu. Begitu pintu terbuka, terlihat seorang wanita bule berumur kira-kiar 32 tahun, yang sangat cantik, dengan tinggi sedang dan berbadan langsing, yang dengan suara medok menegur kami.<br />
&#8220;Oh Dikky dan Nina yah?, silakan.., masuk.., silakan duduk ya!, saya Lillian istrinya Richard&#8221;.<br />
Ternyata Lillian badannya sangat bagus, tinggi langsing, rambut panjang, dan lebih manis dibandingkan dengan fotonya di ruang kerja Richard. Dengan agak tergagap, aku menyapanya.<br />
&#8220;Hallo Mam.., kenalin, ini Nina istriku&#8221;.</p>
<p>Setelah Nina berkenalan dengan Lillian, ia diajak untuk masuk ke dapur untuk menyiapkan makan malam, sementara Richard mengajakku ke teras balkon apartemennya.<br />
&#8220;Gini lho Dik.., bulan depan akan ada proyek untuk mengerjakan iklan.., ini.., ini.., dsb. Berani nggak kamu ngerjakan iklan itu&#8221;.<br />
&#8220;Kenapa nggak, rasanya perlengkapan kita cukup lengkap, tim kerja di kantor semua tenaga terlatih, ngeliat waktunya juga cukup. Berani!&#8221;.<br />
Aku excited sekali, baru kali itu diserahi tugas untuk mengkordinir pembuatan iklan skala besar.</p>
<p>Senyum Richard segera mengembang, kemudian ia berdiri merapat ke sebelahku.<br />
&#8220;Eh Dik.., gimana Lillian menurut penilaian kamu?&#8221;, sambil bisik-bisik.<br />
&#8220;Ya.., amat cantik, seperti bintang film&#8221;, kataku dengan polos.<br />
&#8220;Seksi nggak?&#8221;.<br />
&#8220;Lha.., ya.., jelas dong&#8221;.<br />
&#8220;Umpama.., ini umpama saja loo.., kalo nanti aku pinjem istrimu dan aku pinjemin Lillian untuk kamu gimana?&#8221;.<br />
Mendenger permintaan seperti itu terus terang aku sangat kaget dan bingung, perasanku sangat shock dan tergoncang. Rasanya kok aneh sekali gitu. Sambil masih tersenyum-senyum, Richard melanjutkan, <strong><em>&#8220;Nggak ada paksaan kok, aku jamin Nina dan Lillian pasti suka, soalnya nanti.., udah deh pokoknya kalau kau setuju.., selanjutnya serahkan pada saya.., aman kok!&#8221;</em></strong>.</p>
<p>Membayangkan tampang dan badan Lillian aku menjadi terangsang juga. Pikirku kapan lagi aku bisa menunggangi kuda putih? Paling-paling selama ini hanya bisa membayangkan saja pada saat menonton blue film. Tapi dilain pihak kalau membayangkan Nina dikerjain si bule ini, yang pasti punya senjata yang besar, rasanya kok tidak tega juga. Tapi sebelum saya bisa menentukan sikap, Richard telah melanjutkan dengan pertanyaan lagi, &#8220;Ngomong-ngomong Nina sukanya kalo making love style-nya gimana sih?&#8221;.<br />
Tanpa aku sempat berpikir lagi, mulutku sudah ngomong duluan, &#8220;Dia tidak suka style yang aneh-aneh, maklum saja gadis pingitan dan pemalu, tapi kalau vaginanya dijilatin, maka dia akan sangat terangsang!&#8221;.<br />
&#8220;Wow.., aku justru pengin sekali mencium dan menjilati bagian vagina, ada bau khas wanita terpancar dari situ.., itu membuat saya sangat terangsang!&#8221;, kata Richard.<br />
&#8220;Kalau Lillian sangat suka main di atas, doggy style dan yang jelas suka blow-job&#8221; lanjutnya.<br />
Mendengar itu aku menjadi bernafsu juga, belum-belum sudah terasa ngilu di bagian bawahku membayangkan senjataku diisap mulut mungil Lillian itu.<br />
Kemudian lanjut Richard meyakinkanku, &#8220;Oke deh.., enjoy aja nanti, biar aku yang atur. Ngomong-ngomong my wife udah tau rencana ini kok, dia itu orangnya selalu terbuka dalam soal seks.., jadi setuju aja&#8221;.<br />
&#8220;Nanti minuman Nina aku kasih bubuk penghangat sedikit, biar dia agak lebih berani.., Oke.., yaa!&#8221;, saya agak terkejut juga, apakah Richard akan memberikan obat perangsang dan memperkosa Rina? Wah kalau begitu tidak rela aku. Aku setuju asal Rina mendapat kepuasan juga. Melihat mimik mukaku yang ragu-ragu itu, Richard cepat-cepat menambahkan, <em><strong>&#8220;Bukan obat bius atau ineks kok. Cuma pembangkit gairah aja&#8221;</strong></em>, kemudian dia menjelaskan selanjutnya, &#8220;Oke, nanti kamu duduk di sebelah Lillian ya, Nina di sampingku&#8221;.</p>
<p>Selanjutnya acara makan malam berjalan lancar. Juga rencana Richard. Setelah makan malam selesai kelihatannya bubuk itu mulai bereaksi. Rina kelihatan agak gelisah, pada dahinya timbul keringat halus, duduknya kelihatan tidak tenang, soalnya kalau nafsunya lagi besar, dia agak gelisah dan keringatnya lebih banyak keluar. Melihat tanda-tanda itu, Richard mengedipkan matanya pada saya dan berkata pada Nina, &#8220;Nin.., mari duduk di depan TV saja, lebih dingin di sana!&#8221;, dan tampa menunggu jawaban Nina, Richard segera berdiri, menarik kursi Nina dan menggandengnya ke depan TV 29 inchi yang terletak di ruang tengah. Aku ingin mengikuti mereka tapi Lillian segera memegang tanganku. &#8220;Dik, diliat aja dulu dari sini, ntar kita juga akan bergabung dengan mereka kok&#8221;. Memang dari ruang makan kami dapat dengan jelas menyaksikan tangan Richard mulai bergerilya di pundak dan punggung Nina, memijit-mijit dan mengusap-usap halus. Sementara Nina kelihatan makin gelisah saja, badannya terlihat sedikit menggeliat dan dari mulutnya terdengar desahan setiap kali tangan Richard yang berdiri di belakangnya menyentuh dan memijit pundaknya.</p>
<p>Lillian kemudian menarikku ke kursi panjang yang terletak di ruang makan. Dari kursi panjang tersebut, dapat terlihat langsung seluruh aktivitas yang terjadi di ruang tengah, kami kemudian duduk di kursi panjang tersebut. Terlihat tindakan Richard semakin berani, dari belakang tangannya dengan trampil mulai melepaskan kancing kemeja batik Nina hingga kancing terakhir. BH Nina segera menyembul, menyembunyikan dua bukit mungil kebanggaanku dibalik balutannya. Kelihatan mata Nina terpejam, badannya terlihat lunglai lemas, aku menduga-duga, &#8220;Apakah Nina telah diberi obat tidur, atau obat perangsang oleh Richard?, atau apakah Nina pingsan atau sedang terbuai menikmati permainan tangan Richard?&#8221;. Nina tampaknya pasrah seakan-akan tidak menyadari keadaan sekitarnya. Timbul juga perasaan cemburu berbarengan dengan gairah menerpaku, melihat Nina seakan-akan menyambut setiap belaian dan usapan Richard dikulitnya dan ciuman nafsu Richardpun disambutnya dengan gairah.</p>
<p>Melihat apa yang tengah diperbuat oleh si bule terhadap istriku, maka karena merasa kepalang tanggung, aku juga tidak mau rugi, segera kualihkan perhatianku pada istri Richard yang sedang duduk di sampingku. Niat untuk merasakan kuda putih segera akan terwujud dan tanganku pun segera menyelusup ke dalam rok Lillian, terasa bukit kemaluannya sudah basah, mungkin juga telah muncul gairahnya melihat suaminya sedang mengerjai wanita mungil. Dengan perlahan jemariku mulai membuka pintu masuk ke lorong kewanitaannya, dengan lembut jari tengahku menekan clitorisnya. Desahan lembut keluar dari mulut Lillian yang mungil itu, &#8220;aahh.., aaghh.., aagghh&#8221;, tubuhnya mengejang, sementara tangannya meremas-remas payudaranya sendiri.</p>
<p>Sementara itu di ruang sebelah, Richard telah meningkatkan aksinya terhadap Nina, terlihat Nina telah dibuat polos oleh Richard dan terbaring lunglai di sofa. Badan Nina yang ramping mulus dengan buah dadanya tidak terlalu besar, tetapi padat berisi, perutnya yang rata dan kedua bongkahan pantatnya yang terlihat mulus menggairahkan serta gundukan kecil yang membukit yang ditutupi oleh rambut-rambut halus yang terletak diantara kedua paha atasnya terbuka dengan jelas seakan-akan siap menerima serangan-serangan selanjutnya dari Richard. Kemudian Richard menarik Nina berdiri, dengan Richard tetap di belakangnya, kedua tangan Richard menjelajahi seluruh lekuk dan ngarai istriku itu. Aku sempat melihat ekspresi wajah Nina, yang dengan matanya yang setengah terpejam dan dahinya agak berkerut seakan-akan sedang menahan suatu kenyerian yang melanda seluruh tubuhnya dengan mulutnya yang mungil setengah terbuka, menunjukan Nina menikmati benar permainan dari Richard terhadap badannya itu, apalagi ketika jemari Richard berada di semak-semak kewanitaannya, sementara tangan lain Richard meremas-remas puting susunya, terlihat seluruh badan Nina yang bersandar lemas pada badan Richard, bergetar dengan hebat.</p>
<p>Saat itu juga tangan Lillian telah membuka zipper celana panjangku, dan bagaikan orang kelaparan terus berusaha melepas celanaku tersebut. Untuk memudahkan aksinya aku berdiri di hadapannya, dengan melepaskan bajuku sendiri. Setelah Lillian selesai dengan celanaku, gilirannya dia kutelanjangi. Wow.., kulit badannya mulus seputih susu, payudaranya padat dan kencang, dengan <em><strong>putingnya yang berwarna coklat muda</strong></em> telah mengeras, yang terlihat telah mencuat ke depan dengan kencang. Aku menyadari, kalau diadu besarnya senjataku dengan Richard, tentu aku kalah jauh dan kalau aku langsung main tusuk saja, tentu Lillian tidak akan merasa puas, jadi cara permainanku harus memakai teknik yang lain dari lain. Maka sebagai permulaan kutelusuri dadanya, turun ke perutnya yang rata hingga tiba di lembah diantara kedua pahanya mulus dan mulai menjilat-jilat bibir kemaluannya dengan lidahku.</p>
<p>Kududukkan Lillian kembali di sofa, dengan kedua kakinya berada di pundakku. Sasaranku adalah vaginanya yang telah basah. Lidahku segera menari-nari di permukaan dan di dalam lubang vaginanya. Menjilati clitorisnya dan mempermainkannya sesekali. Kontan saja Lillian berteriak-teriak keenakan dengan suara keras, &#8221; Ooohh.., oohh.., sshh.., sshh&#8221;. Sementara tangannya menekan mukaku ke vaginanya dan tubuhnya menggeliat-geliat. Tanganku terus melakukan gerakan meremas-remas di sekitar payudaranya. Pada saat bersamaan suara Nina terdengar di telingaku saat ia mendesah-desah, &#8220;Oooh.., aagghh!&#8221;, diikuti dengan suara seperti orang berdecak-decak. Tak tahu apa yang diperbuat Richard pada istriku, sehingga dia bisa berdesah seperti itu. Nina sekarang telah telentang di atas sofa, dengan kedua kakinya terjulur ke lantai dan Richard sedang berjongkok diantara kedua paha Nina yang sudah terpentang dengan lebar, kepalanya terbenam diantara kedua paha Nina yang mulus. Bisa kubayangkan mulut dan lidah Richard sedang mengaduk-aduk kemaluan Nina yang mungil itu. Terlihat badan Nina menggeliat-geliat dan kedua tangannya mencengkeram rambut Richard dengan kuat.</p>
<p>Aku sendiri makin sibuk menjilati vagina Lillian yang badannya terus menggerinjal-gerinjal keenakan dan dari mulutnya terdengar erangan, &#8220;Ahh.., yaa.., yaa.., jilatin.., Ummhh&#8221;. Desahan-desahan nafsu yang semakin menegangkan otot-otot penisku. &#8220;Aahh.., Dik.., akuu.., aakkuu.., oohh.., hh!&#8221;, dengan sekali hentakan keras pinggul Lillian menekan ke mukaku, kedua pahanya menjepit kepalaku dengan kuat dan tubuhnya menegang terguncang-guncang dengan hebat dan diikuti dengan cairan hangat yang merembes di dinding vaginanya pun semakin deras, saat ia mencapai organsme. Tubuhnya yang telah basah oleh keringat tergolek lemas penuh kepuasan di sofa. Tangannya mengusap-usap lembut dadaku yang juga penuh keringat, dengan tatapan yang sayu mengundangku untuk bertindak lebih jauh.</p>
<p>Ketika aku menengok ke arah Richard dan istriku, rupanya mereka telah berganti posisi. Nina kini telentang di sofa dengan kedua kakinya terlihat menjulur di lantai dan pantatnya terletak pada tepi sofa, punggung Nina bersandar pada sandaran sofa, sehingga dia bisa melihat dengan jelas bagian bawah tubuhnya yang sedang menjadi sasaran tembak Richard. Richard mengambil posisi berjongkok di lantai diantara kedua paha Nina yang telah terpentang lebar. Aku merasa sangat terkejut juga melihat senjata Richard yang terletak diantara kedua pahanya yang berbulu pirang itu, penisnya terlihat sangat besar kurang lebih panjangnya 20 cm dengan lingkaran yang kurang lebih 6 cm dan pada bagian kepala penisnya membulat besar bagaikan topi baja tentara saja.</p>
<p>sampai disini <strong>cerita seks</strong> kami, akan kami lanjutkan pada cerita-cerita seks selanjutnya yang lebih menarik, lebih baru dan pasti bikin anda lebih konak. mau tau cerita lengkap cewek abg di perkosa dll . tunggu postingan berikutnya..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/tukar-pasangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

