<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; istri muda nakal</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/istri-muda-nakal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Bercinta dengan istri muda Pejabat II</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:35:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[birahi istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda genit]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda nakal]]></category>
		<category><![CDATA[istri mudaku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan cerita dewasa sebelumnya yang bersambung, tetang istri muda pejabat, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang. Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> sebelumnya yang bersambung, tetang <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/">istri muda pejabat</a>, Berikut adalah cerita lanjutannya. dalam cerita ini pun sepertinya akan bersambung, karena cerita terlalu panjang.</p>
<p>Akhirnya ak memutuskan untuk tidur dirumah ini karena tampaknya rumah ini hanya berisi dua orang sementara kamarnya cukup banyak….aku masuk kamar disebelah ruang makan dan tampaknya ternyata gudang….aku mulai menyusun rencana…..<br />
Besok kalo tidak salah mahasiswa baru masuk kuliah jam 9.30…jadi aku bisa melakukkannya setelah pejabat ini berangkat kerja….<br />
Aku pun tidur digudang sampai pagi….<br />
Paginya aku terbangun cepat karena kebiasaan ku selalu bangun pagi namun belum terdengar suara apa apa….aku pun terus baring sambil waspada terhadap bunyi apapun kulihat sudah jam 7.30…tak lama kudengar suara langkah kaki menuju meja makan…Linda bersama pejabat itu sedang sarapan….setengah jam kemudian pejabat itu pamit..<br />
“lin papa ke kantor dulu ya ntar siang kamu makan siang dirumah ya papa mau ambil jatah nih…”<br />
“ok deh papaku sayang….ntar siang Linda puasin lagi….”<br />
“ntar kalo kuliah pintu di kunci ya lin….papa berangkat<span id="more-243"></span> dulu”<br />
“siap bos…” Linda menjawab dengan manja….<br />
Tak lama kemudian terdengar suara kaki Linda masuk kembali kekamar….<br />
Aku pun keluar dari tempat persembunyianku….aku mulai berfikir bagaimana untuk memulainya,….<br />
Terdengar suara air dalam kamar…<br />
Linda sedang mandi tampaknya….<br />
Aku pun ingin mandi rasanya karena sangat gerah kurasa….<br />
Aku pun kearah dapur dan masuk ke kamar mandi belakang<br />
Aku langsung melepaskan semua bajuku dan langsung mandi serasa rumah sendiri…<br />
ketika sedang asyik mandi tiba-tiba pintu di gedor dari luar…<br />
“hey sapa didalam…?”<br />
Ternyata suara Linda dan aku mulai panik tidak karuan….<br />
“papa ya….? Jawab donk”<br />
Aku pun nekat dalam keadaan bugil langsung ku buka pintu dan Linda tampak sangat terkejut….kak dwi….!!!!!!!?<br />
Aku langsung menarik Linda kekamar mandi dan langsung memeluknya sementara dia masih menggunakan handuk karena baru selesai mandi….….<br />
“kak…lepasin…?” nampak linda mulai menjerit..<br />
Aku pun langsung melumat bibir sementara tanganku manarik turun handuknya…<br />
Linda terus meronta mendorong ku namun tenaganya tidak cukup kuat untuk melepaskan dekapan ku….<br />
“kak…ssshhhh…uhffff….sudah kak….aku ini istrinya orang….”Linda mulai mendesah..<br />
Aku langsung terkejut dan melepaskan dekapan ku..<br />
“maksudnya…? Kamu istrinya siapa…?”<br />
Nampak Linda tertunduk malu….<br />
”panjang ceritanya kak…okelah saya ceritakan semuanya tapi jangan disini kak kita keruangan televisi saja terus kakak pake baju dula ah…”kemudian Linda keluar kamar mandi dengan bugil karena handuknya basah jatuh ke lantai..<br />
Aku pun memakai baju ku dan langsung keruangan televise…<br />
“tak lama kemudian Linda keluar menggunakan daster tipis dan sepertinya tidak menggunakan bh karena benjolanya terlihat jelas….<br />
“Ok kak sebelum saya menjelaskan semuanya saya mau Tanya gimana kakak bisa mandi pag-pagi di sini …?”<br />
Aku pun menceritakan yang sebenarnya mengenai kejadian tadi malamdan alasan kenapa sampai begini karena eku begitu mencintainya dan penasaran dengan semua misteri tentang Linda…<br />
“jadi kakak sudah tau semua donk…”<br />
“iya tapi belum jelas alur ceritanya…cuman yang hot-hot aja yang tau” jawabku sambil tersenyum…<br />
“ah kakak jadi ga enak nih…”<br />
Lalu Linda menceritakan masalah yang sebenarnya…<br />
Linda ternyata gadis desa yang dinikahi oleh pejabat ini secara sirih karena orang tuanya terbelit hutang… dan Linda pun tidak keberatan karena dia ingin membantu orang tuanya…<br />
Namun dia dipaksa untuk mengaku jadi anak angkat pejabat ini….<br />
”Oh… begitu ya…sory kalau saya jadi buat kamu sedih lin…”<br />
“nggak kak aku bahagia kok…sekarang hidupku berubah seratus persen penuh dengan kemewahan….”<br />
Kami pun saling diam entah apa yang saling kami pikirkan….<br />
Tidak lama kemudian Linda mendekat dan langsung memegang senjataku yang masih tertidur…<br />
“kakak kan udah liat semuanya tadi malam jadi tolong kakak jangan cerita sama siapapun ok…n sekarang kakak tolong puasin saya karena tadi malam saya belum puas….n kakak nanti saya servis full…”<br />
“Ok…tapi tunggu dulu…kamu kok bisa jadi seberingan begini padahal kan kamu baru berapa bulan di kota….”<br />
“iya kak tapi saya selalu di suruh nonton film blue untuk belajar katanya bapak…n ternyata bapak ga sanggup puasin saya…”<br />
“ok tapi tapi ada aturan mainnya kamu bakal puas saya jamin tapi turutin apa yang saya bilang ok…”<br />
“ok kak….deal…”<br />
“sekarang kamu lepas daster kamu n cd kamu terus berdiri di depan saya….”<br />
Linda pun melepakan dasternya dan berdiri di hadapan ku persis bulu-bulu halus di hadapan mataku…<br />
Aku pun memandanginya penuh kagum…tubuhnya putih mulus….toketnya kencang dan masih mengkal…kemudian bulunya tipis dan uhffff ……….pahanya putih mulus……<br />
“cepet donk kak jangan cuman diliatin ga tahan nih….”<br />
Gila nih anak nafsunya tinggi banget…<br />
“ntar dulu mau puas ga..?”<br />
“sekarang kamu berbaring dilantai….”<br />
Linda pun menurut….<br />
“buka pahanya lebar-lebar….”<br />
Woooouwww mhemek nya merah muda……..dan nampak cairan bening disekeliling klitorisnya….<br />
Linda memejamkan matanya….aku segera melantai dan duduk disampingnya…<br />
Mulai ku kecup keningnya terus turun…ku jilat semua bagian mukanya..sampai kebelakang telinganya…..<br />
“ahhhhhh….kaaakk….ampun kakkk…..uhhhhhffffff…..shhhhhh”<br />
Kemudian kulumat bibirnya dan Linda pun langsung membalasnya dengan beringas….<br />
Kemudian jilatan ku mulai turun ke leher….sampai ke dadanya dan kujilat di sekitar puting nya hampir lima menit….<br />
“ ahhhhh…kakk….terus kak….nikmat……”<br />
Kemudian kujilat lagi bagian perutnya dan kumainkan di sekitar pusat….nampak Linda menggelinjang kenikmatan dan aku pun terus melanjutkan permainanku….<br />
Kuturunkan jilatan ku ke bagian paha sampai keselangkangan….linda pun menjerit nikmat…..<br />
Kemudian ku pandangi lubang kecil berwarna merah muda dan kusentuhkan hidungku di lubang tersebut….harum sekali…nampaknya Linda sangat merawat bagian yang satu ini…<br />
“ohhhhh…..kak…..sudah kakk…….ahhhhhhh”<br />
Lalu mulai kumainkan lidah ku dilubang itu dan sesekali ku dorong lidahku agak kedalam….<br />
Linda menjambak rambutku dengan erat nampaknya dia sudah mau klimaks dan semakin lincah ku goyangkan lidah ku di lubang itu…..<br />
“kak…aku mau keluarrrrrrrr…..ga tahan…….ouhhhhhhhhh…..aaahhhhhhhhhhhh…..”<br />
Linda mencengkram rambutku dan cairannya dengan deras keluar….banyak sekali dan rasanya sungguh nikmat…..kujilat semunya cairan cinta Linda sampai bersih,….<br />
“ohhhhh kakk……nikmat banget……cape kak……ohhhhhhhh…..”<br />
Linda terus meracau sambil menarik rambutku….<br />
Kemudian aku duduk disamping nya…..aku masih berpakaian lengkap…..<br />
“lin sekarang kamu balik tengkurap…..”<br />
Aku pun melepaskan semua pakaian ku…dan duduk mengangkang di hadapan mukanya…<br />
Tampak senjataku berdiri tegak…<br />
”hahhhh….kak gede banget……gila ….hitam banget lagi….”<br />
Ya ukuran penisku memang tergolong besar 17 senti karena aku mengunakan ramuan untuk memperbesar alat kelamin….<br />
“sekarang kamu jilatin dulu mulai dari bijinya sampai ujung batang nya…..”<br />
Linda pun menurut …..sambil tengkurap dia melaksanakan tugasnya……..<br />
Lidahnya sangat lincah….dia mempermainkan batang kemaluahku sampai keujung nya….<br />
Ahhhhh. Lin enak banget jilatan mu….<br />
Kemudia Linda mulai memasukkan senjataku kedalam mulutnya dan dia memaksa untuk memasukkan seluruhnya…….<br />
“oooucchhhh….ah…..hangat banget lin…terus lin sampai dalam…..”<br />
Linda pun meneruskan sampai bibirnya tersandar di batang kemaluanku….<br />
Terasa ujung senjataku menyentuh bagian dalam tengorokannnya dan seperti di pijit-pijit….<br />
Linda pun mengocoknya menggunakan mulutnya…….<br />
“ahhhh.lin….hisap yang kuat lin…….enak banget mulutmu……”<br />
Linda mempercepat hisapan nya seperti kesurupan karena nampaknya Linda sangat terangsang…..<br />
Akhirnya akupun menyuruhnya menungging seperti gaya dogy style dan kutancapkan senjataku kemulutnya dan terus ku pompa….nampak matanya memerah karena ku pompa sangat cepat…..dannnnn…..<br />
“lin saya keluar linnn……hisap yang kuat linnnn…..”<br />
“oooohhhhhhhhhhhhh……ahhhhhhhhhhhhhhhhh……….hhhhhhhh hhffffff”<br />
Aku pun memuncratkan spermaku di mulutnya….dan Linda langsung menela semua spermaku…….<br />
Linda terus membersihkan senjata ku hingga bersih dan senjataku masih tegak berdiri….<br />
“kak kok masih tegak sihh…”<br />
“itu tandanya masih mau lin…..”<br />
Aku pun menyuruh Linda menjilat biji….<br />
Tak lama kemudian setelah kurasa cukup tenaga ku aku pun menyuruh Linda terlentang kemudian kuarahkan senjata ku lubang kecil itu…<br />
“pelan-pelan kak sakit….punya kakak besar banget…..”<br />
Aku pun medorong pelan-pelan sambil ku maju mundurkan….<br />
“sempit banget punyamu lin….gila bisa lecet punya ku…..”<br />
“ahhhhh kakkk….sakit….pelan-pelan kak….uhfffff….terus…..nikmat kakk…..”<br />
Aku pun terus mendorong senjata ku hingga mentok kedalam kemudian ku diamkan beberapa saat didalam supaya Linda dapat beradaptasi dengan besarnya senjataku…<br />
“Kak cabut kak agak sakit….”<br />
Aku pun macabut nya kemudian memasukkan kembali pelan pelan dan nampaknya Linda mulai menikmati karena mulai menggoyang kan pinggulnya mengikuti irama goyangan ku….<br />
“huffffff…..terus kak…..konthol kakak enak banget…..ahhhh……”<br />
Aku pu memompanya denga irama…kurasakan kothol ku serasa dipijat-pijat dan sangat hangat cairan nafsu milik Linda..<br />
“ahhhh…kak Linda ga tahan…..enak kakk…….teruss….”<br />
Linda memelukku erat dan mengangkat pingguknya agar senjataku full kandas di memhek nya…..<br />
“ak aku keluar……ahhhhhhh……..hufffffff……..enak kakkk….”<br />
Linda mencakar punggungku sambil mengejang dan terasa caira cinta yang begitu hangat membasahi sejataku….<br />
Aku pun mencabut senjata ku dan kemudian mengambil tisu dank u lap sampai kering memhek Linda….<br />
“kak kok di lap sih..?<br />
“biar seret lagi….abis memhek mu enak banget sih….”<br />
“sekarang kamu tengkurap….”<br />
Linda pun tengkurap dan aku pun mulai mengarahkan senjataku ke memheknya Linda….<br />
Gila sempit banget karena posisi Linda tengkurap dan kakinya lurus sehingga senjataku melesat melalui belahan pantanya dan kemudian masuk ke memhek Linda…memang tidak masuk semua namun sensasinya luar biasa…<br />
“kak…sakit…..terus kak…..enak banget…..tusuk yang dalam…..uhhfffff…..”<br />
Aku pun mlai mengoyang kembali dan nampak memhek Linda basah kembali dan dengan lincah senjataku ku tarik maju mundur…..sementara tanganku meremas remas punggungnya……<br />
Hampir sepuluh menit kugoyang dan Linda sudah basah dengan keringat sekujur tubuhnya dan itu membuat dia tambah seksi…..<br />
Lalu kusuruh linda duduk di sofa dan kakinya diangkat keatas sehingga memheknya terpampang jelas…..<br />
Ku tusuk dengan kothol ku….<br />
“ahhhh enak banget kakk……tersusin kak….jangan berhenti….”<br />
Aku pun terus memompanya dengan irama yang lembut…..<br />
Bulir-bulir keringatku barjatuhan dipaha Linda….<br />
“kak terus kak…aku udah ga tahan nihhh….”<br />
“lin aku juga…..mau keluaarrrrr…….uhhffffff….keluarin dimana…..?”<br />
“di dalam aja kak…….ga papa…….”<br />
Aku pun memompa dengan cepat………..uhfff…..<br />
“aku keluar kakk………uuuuuuuuuuuhhhhhhhhhhhffffffffff………ahhhhhhh hhhhhhh”<br />
aku terus memompa dan akhirnya….<br />
“aku keluar lin…..”<br />
Ku tancapkan dalam dalam senjataku…..<br />
“ohhhhh……ahhhhhhh……ahhhh…..uffffffhhhhh….”<br />
Spermaku pun membanjiri rahim nya……<br />
Jangan di cabut kak…..biarin dulu……<br />
Terasa konthol ku seperti di urut-urut didalam…..<br />
Kemudian kucabut konthol ku dan sperma ku meleleh keluar dari memhek Linda….<br />
Linda pun tampaknya kelelahan…..<br />
Aku pun duduk disampingnya……..<br />
“lin enak banget memhek mu…”<br />
“konthol kakak juga enak banget….bener=bener puas…..baru kali ini saya nikmatin enaknya beginian”<br />
“jam berapa suamimu pulang…”<br />
Linda melihat jam diding….<br />
“Jam sebelas….setengah jam lagi”<br />
“Ok deh aku pulang dulu yah….”<br />
“jangan kak…sembunyi aja dulu ntar kalo bapak kekantor lagi kita lanjut lagi….”<br />
“trus saya sembunyi dimana…?”<br />
“di kamar aja ntar kakak nonton aku main sama bapak….?<br />
Ok deh dan aku bersiap untuk sembunyi dikamar….</p>
<p>Masih Bersambung&#8230; Nantikan Cerita berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan seorang istri muda</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 18:18:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda binal]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda nakal]]></category>
		<category><![CDATA[mencari istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[perselingkuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Bagaimana rasa nya punya istri dua&#8230; mmmhhh.. rasanya tak bisa di ceritakan lagi, yang pasti enak, istri muda yang cantik, apalagi goyangnya hot, nah itu pula yang di alami seorang sekdes, memiliki istri muda membuat dia bahagia, tapi apalah daya, semua tak sesuai rencana, istri mudanya ternyata bermain gila dengan lelaki lain, alias selingkuh!!! Kejadian [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagaimana rasa nya punya istri dua&#8230; mmmhhh.. rasanya tak bisa di ceritakan lagi, yang pasti enak, istri muda yang <a href="http://bugil.gadisperawan.info/cewek-cantik/">cantik</a>, apalagi goyangnya hot, nah itu pula yang di alami seorang sekdes, memiliki istri muda membuat dia bahagia, tapi apalah daya, semua tak sesuai rencana, istri mudanya ternyata bermain gila dengan lelaki lain, alias selingkuh!!!</p>
<p>Kejadian ini kualami ketika aku kuliah kerja nyata di salah satu desa terpencil di Jawa Tengah. Aku menginap di rumah Sekretaris Desa tersebut, sudah berumur, sekitar 60 tahun, namun isterinya <span id="more-116"></span>masih muda, sekitar 25 tahun, sebut saja Mbak Is.</p>
<p>Pada waktu itu aku kehilangan cucian celana pendek, ketika Mbak Is selesai mandi dengan memakai handuk yang terbelit menutupi sebagian tubuhnya, sambil membawa keranjang cucian yang sudah kering, masuk ke kamarnya yang hanya ditutup dengan korden. Aku mengikutinya, ikut masuk ke kamar untuk menanyakan apakah dia melihat CD-ku. Begitu kukuakkan korden kamarnya, aku melihat Mbak Is sudah melepas handuknya, tanpa sehelai benangpun. Kulitnya kuning, mulus, langsing dan kencang. Payudaranya berukuran sedang bulat. Aku kaget namun Mbak Is melihatku dengan tenang. Sambil menutup sebuah payudaranya dengan telapak tangan kiri, sedangkan telapak tangan yang lain menutup kemaluannya. Sedangkan payudara yang satunya masih menggantung dengan bebasnya. Aku sempat memangsa pemandangan yang jarang terjadi ini.</p>
<p>&#8220;Ada apa Dik Agus?&#8221; tanyanya dengan suara lembut.<br />
&#8220;Anu Mbak, nggak. Lihat celana pendek saya nggak, Mbak..&#8221;<br />
&#8220;Baru dicuci. Ditumpukan itu barangkali, coba saja dicari sendiri Dik Agus,&#8221; jawabnya sambil menunjukkan onggokan cucian. Sementara aku mengaduk-aduk cucian, ia mengeringkan rambutnya dengan handuk. Tentu saja payudara dan kemaluannya, walaupun dari samping, cukup jelas terlihat olehku. Mulanya aku agak tidak enak, tetapi karena Mbak Is bersikap cuek, maka aku pun nekad menatap secara langsung pamandangan itu dengan berani.</p>
<p>&#8220;Tubuh Mbak Is, masih singset ya,&#8221; pujiku mesra.<br />
&#8220;Ah, Dik Agus bisa aja,&#8221; katanya dengan tenang, tetapi kemudian ia tersentak, &#8220;Eh, kok liat-liat Mbak, kan saru,&#8221; bisik Mbak Is membuyarkan lamunanku.<br />
&#8220;Habis, rejeki kan tidak bisa dibiarkan,&#8221; kataku nyengir.<br />
&#8220;Uh, dasar..&#8221; kemudian ia cepat-cepat mamakai pakaian.</p>
<p>Jam 8 malam, karena tidak ada hiburan TV, dan suasana sudah sangat sepi, aku pergi tidur. Pak Sekdes kebetulan sedang menginap di rumah isteri tuanya. Lampu minyak tempel kuredupkan, dan bersiap untuk memejamkan mata. Tiba-tiba ada orang masuk ke kamarku. Setelah kuamati bayangan itu ternyata Mbak Is.</p>
<p>&#8220;Dik Agus belum tidur ya,&#8221; sapanya mesra.<br />
&#8220;Belum mbak,&#8221; sahutku.<br />
&#8220;Mbak Is kedingingan nih, nggak bisa tidur,&#8221; balasnya dan duduk di tepi tempat tidurku.<br />
&#8220;Tidur di sini saja Mbak,&#8221; ajakku penuh birahi.<br />
&#8220;Nggak apa-apa nih,&#8221; balasnya dengan senyum menggoda.<br />
&#8220;Nggak,&#8221; bisikku.<br />
&#8220;Tapi jangan macam-macam ya,&#8221; katanya sambil tertawa genit.</p>
<p>Kugeser tubuhku ke kanan memberikan ruang bagi Mbak Is berbaring di sampingku. Mulutku terkunci lagi, karena gejolak yang sangat hebat berkecamuk di dalam dada ini ketika ia merebahkan tubuhnya di sampingku. Bau parfumnya membuatku semakin bergejolak.</p>
<p>&#8220;Dik Agus sudah pernah melihat perempuan telanjang nggak,&#8221; akhirnya Mbak Is membuka percakapan.<br />
&#8220;Belum, kalau anak-anak sering, eh maksud saya baru sekali, lihat Mbak tadi..&#8221;<br />
&#8220;Apa Mbak masih singset sih?, khan Dik Agus bilang begitu tadi,&#8221; tanyanya manja.<br />
&#8220;Iya betul Mbak, betul, seperti di gambar porno saja,&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Dik Agus punya foto begituan.&#8221;<br />
&#8220;Punya, sebentar ya saya ambilkan..&#8221;</p>
<p>Kuambil majalah berwarna kategori triple X, kubesarkan lampu minyak di dinding.<br />
&#8220;Dik Agus dapat dari mana majalah ini,&#8221; sambil menerima majalah yang kuberikan.<br />
&#8220;Serem..&#8221; komentarnya, tapi matanya terus menatap gambar orang sedang senggama. Pada gambar lain tampak adegan 69, dimana saling menjilati kemaluan lawannya.<br />
&#8220;Mbak pernah ngisep barangnya Bapak, nggak,&#8221; tanyaku dengan berani.<br />
&#8220;Ah, Dik Agus ada-ada saja, jijik ah,&#8221; jawabnya pura-pura malu.<br />
&#8220;Enak Mbak, seperti ngisep kemaluan, khan enak,&#8221; kataku lagi meyakinkan<br />
.&#8221;Memangnya Dik Agus pernah?&#8221; sambil menatap wajahku dalam-dalam, menjadikan aku gelagapan.<br />
&#8220;Belum, cerita teman-teman saya yang sudah kawin. Mbak mau disun kemaluannya,&#8221; pancingku nakal.<br />
&#8220;Ah Dik Agus ini ada-ada saja, malu ah,&#8221; Sambil tangannya menyingkirkan tangan saya yang sudah melingkar di perutnya. Tapi tanganku kembali merangkul tubuhnya, kali ini agak ke atas dekat dengan buah dadanya.<br />
&#8220;Emang Bapak nggak pernah ngesun barangnya Mbak?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Ah, Bapak kan sudah tua, nggak mau yang macem-macem,&#8221; obrolan yang semakin menjurus ini menjadikan kemaluanku makin mengeras, sehingga celanaku terasa semakin sempit.</p>
<p>Aku terus mencari akal agar malam itu tidak terbuang sia-sia. Belum sempat aku menemukan caranya, tiba-tiba ia menarik tanganku ke atas sehingga menyentuh buah dadanya yang montok. Aku segera bereaksi dan mulailah mengelus-elus buah dadanya. Kulihat wajahnya sudah berubah, nafasnya memburu, kusingkap gaun tidurnya ke atas, dan ia membiarkannya bahkan melepasnya sendiri. Dan kemudian melepas BH-nya, sehingga buah dada montoknya yang tadi siang kulihat, kini dapat kusentuh, kuelus-elus dan kupencet-pencet kekenyalan buah dadanya. Mbak Is kembali berbaring, bibirnya menyambut dengan hangat ketika kucium Mbak Is. Sambil berciuman tanganku bergerilya, sampai di sekitar kamaluannya. Kuelus pahanya dan akhirnya kemaluannya dari luar celana dalamnya. Mbak Is semakin liar mempermainkan bibirnya dan lidahnya, melumat habis bibirku. Kuselipkan jariku lewat samping celana dalamnya meraih liang senggamanya, ternyata sudah basah kuyup. Bersamaan dengan itu, ia raih pula kemaluanku. Kubantu membuka celanaku dan semua yang menempel di bajuku.</p>
<p>Dengan kencang ia terus memegang kemaluanku, seakan sudah menjadikan haknya dan tidak ingin melepaskannya. Sementara aku terus mencium semua permukaan kulitnya. Sampai pada bukit kembarnya, kuisap, kusedot dan kujilati puncaknya hingga membuatnya semakin memburu nafasnya. Begitu kuteruskan jelajahanku ke bawah lepaslah pegangan di kemaluanku, sampai dipusar dan terus ke bawah sampailah di selangkangannya. Kulebarkan pahanya, tetapi dia menahannya.&#8221;Jangan ah, malu,&#8221; sambil merapatkan pahanya dan menutupi kemaluannya dengan tangannya.Aku terus menciumi pahanya, menjilati dan mengecupnya. Lama-lama makin ke dalam pahanya. Mbak Is mulai mengendorkan kakinya, kubuka pelan-pelan pahanya. Pelan-pelan pula ia mau membukanya. Sampai akhirnya rela juga mengangkangkan pahanya dengan lebar, sehingga membuatku mempunyai ruang yang jelas untuk menyaksikan pamandangan yang sangat membangkitkan nafsuku itu. Segera kusergap bagian yang sangat dirahasiakan wanita itu. Begitu lidahku kupermainkan di bibir kemaluannya sebelah atas. Ia segera menjerit histeris sambil menjambaki rambutku. Pinggulnya dia angkat tinggi-tinggi, gerakannya semakin liar sambil mulutnya meneriakkan suara yag tidak jelas. Kemaluannya semakin basah saja, bercampur dengan ludahku untuk memberikan kehangatan pada liang senggamanya. Beberap menit kemudian ia sampai pada puncak yang tertinggi, disertai dengan lengkingan yang tertahan karena wajahnya ditutupi bantal. Tubuhnya menegang dan pinggulnya diangkatnya tinggi-tinggi. Beberapa detik kemudian terkulailah dia.</p>
<p>Selanjutnya kuambil posisi, kuarahkan kejantananku pada liang kemaluan, pada tubuh yang lunglai itu. Mbak Is diam saja, hanya sekali-sekali menciumiku. Aku masukkan batang kemaluanku pada liang senggamanya yang basah kuyup sehingga licin luar biasa. Mbak Is diam saja ketika kugenjot dengan cepat sehingga buah dadanya tergoncang kesana kemari. Mbak Is mulai merasakan kenikmatan lagi, makin lama dahinya makin dikernyitkan pertanda birahinya mulai naik. Tetapi lahar yang sudah lama kubendung keburu keluar, segera kutarik. Mbak Is, mulanya menahan bokongku, agar kemaluanku tetap terselit di lipatan kemaluannya. Tetapi karena tenaganya sudah habis, lepas juga kemaluannya dan kukocok dengan cepat sehingga muncratlah di atas perutnya yang indah.</p>
<p>Mbak Is dengan takjub menyaksikan peristiwa muncratnya spermaku. Lalu tersenyum manis.<br />
&#8220;Kok nggak dikelaurin di dalam,&#8221; tanyanya.<br />
&#8220;Nanti kamu hamil,&#8221; jawabku mesra.<br />
&#8220;Paling Bapak juga nggak tahu kalau itu anakmu,&#8221; jawabnya dengan enteng.</p>
<p>Sejak saat itu aku jadi jarang pulang, ketika hari Sabtu dan Minggu kupergunakan mencuri-curi waktu agar bisa bermain dengannya. Apalagi kalau sedang sepi. Misalnya tidak ada cukup waktu untuk melakukan senggama, maka ia aku suruh saja mengocok hingga keluar.</p>
<p>Sejak itu sepertinya Mbak Is semakin ceria saja. Sampai selesai waktu KKN-ku, aku tidak kurang melakukan senggama secara sempurna sebanyak delapan kali. Tanpa ada seorangpun yang tahu dan curiga. Dan ternyata ini membawa berkah lain, yang paling menonjol adalah cara Mbak Is dalam melayani suaminya yang sepertinya berlebihan.</p>
<p>Demikian <a href="http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/">cerita perselingkuhan</a> antara seorang pemuda dengan istri pak sekdes, istri muda yang cantik bohay mulus dan seksi, peringatan buat anda yang memiliki istri dua, harus benar-benar siap dan mampu adil serta bisa memuaskan keduanya, salah-salah bisa seperti <a href="http://cerita.modelperawan.com/">cerita dewasa</a> diatas yang akhirnya terjadi perselingkuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/perselingkuhan-seorang-istri-muda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

