<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; memek</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/memek/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Enaknya Memek Tante Girang</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 16:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[foto tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[toket tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari cewek cina, cewek india dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/">cewek cina</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-cewek-india/">cewek india</a> dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa foto yang di sebut tante girang, berikut foto-foto nya :</p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/mslaoli/RmObfr_xc7I/AAAAAAAAAuw/ha44L7IDIpc/s800/200531423273186053.jpg" alt="Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang cantik" width="208" height="300" /></p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/bestchinagirl/Rwz19XjVHJI/AAAAAAAAH7c/VrbO1-BNUm0/s800/1475970.jpg" alt="info tante girang, foto tante girang, tante girang bugil, tante bugil, tante cantik" width="208" height="300" /><br />
Tante Lidia<span id="more-202"></span></p>
<p><img title="Tante girang cantik" src="http://lh4.ggpht.com/soberz.net/RsEL62oblbI/AAAAAAAAAJY/rNRCXKgNEj0/s800/ar6355635.jpg" alt="toket tante girang, Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang" width="208" height="300" /></p>
<p>Ngentot Memek Basah Tante. Sebagai seorang pemuda perantau yang masih lugu, aku ke Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya. &#8230; Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih Cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/ngentot/">ngentot</a> tante girang memek cantik asal Bandung ini sangat menegangkan namun mengasikan! gimana tidak setelah puas ngentot memek tante girang yang hot. pernahkan anda mengintip cewek mandi? jawabannya pasti pernah kan! ok berikut ada beberapa gambar Ngintip Memek Tante Girang Mandi! nampak di gambar seorang.</p>
<p>Diatas adalah kutipan dari hasil cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> yang selama ini beredar di internet, banyak cerita-cerita dewasa yang beredar asli dari tante girang, baik secara langsung dikirim ke email kami ataupun melalui forum komunitas tante girang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BH Hitam Tante Nina</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bh-hitam-tante-nina/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bh-hitam-tante-nina/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 10:11:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[BH hitam]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[payudara]]></category>
		<category><![CDATA[toket tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Biarkan saja mengalir seperti air, apa yang aku nikmati saat ini aku anggap sebagai anugerah, begitu juga ketika aku mendapat cobaan, aku mungkin bisa melaluinya dengan mudah, tapi ketika cobaan harus digoda tante girang , aku benar-benar tidak bisa lari dari semua ini.
Pagi itu seperti biasa aku bangun pagi-pagi dan langsung berdiri didepan jendela sambil [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biarkan saja mengalir seperti air, apa yang aku nikmati saat ini aku anggap sebagai anugerah, begitu juga ketika aku mendapat cobaan, aku mungkin bisa melaluinya dengan mudah, tapi ketika cobaan harus digoda <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/">tante girang</a> , aku benar-benar tidak bisa lari dari semua ini.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 310px"><img title="BH Hitam tante girang" src="http://www.fashiongrosir.com/baju/BH4263hitamL.jpg" alt="Tante Girang" width="300" height="375" /><p class="wp-caption-text">Tante Girang</p></div>
<p>Pagi itu seperti biasa aku bangun pagi-pagi dan langsung berdiri didepan jendela sambil menatap rumah disebelah bawah. Dan tak berapa lama orang yang ditunggu keluar, orang itu<span id="more-174"></span> memakai baju yang bagian pundak dan ketiaknya terbuka. Lalu dia mulai menyapu halaman rumahnya sambil membungkuk, sehingga sebagian payudaranya yang besar terlihat dari kaca aku berada. Melihat payudara yang selalu ditopang oleh BH hitam 36 B itu merupakan rutinitasku tiap pagi.</p>
<p>Tetanggaku itu biasa kupanggil tante Nita. Dia sudah menjanda sekitar 2,5 tahun dan memiliki dua anak. Joko, 6 tahun ikut bapaknya dan Dini, 3 tahun ikut tante nita. Tante Nita berprofesi sebagai guru TK dan dia sangat menjaga penampilan tubuhnya. Sehingga diusia 43 tahun dia terlihat 10 tahun lebih muda. Kalo artis dia seperti Betharia Sonataha yangdi usia kepala 4 tetap terlihat segar dan menggairahkan dan Chintami Atmanegara dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/payudara/">payudara</a> yang kencang dan merangsang. Dan namaku Sonny waktu itu berusia 22 tahun.</p>
<p>Hari itu hari Minggu jam 10:15. Karna bosan aku pergi kesebelah untuk main. Tante Nita berteman dengan ibuku sejak SMP sehingga hubungan kekeluargaan kami sangat kuat. Kupanggil nama Tante Nita dan Dini, tapi tidak ada yang jawab akhirnya aku cuek dan langsung masuk ke dalam. Aku biasa nemanin Dini main sambil sekalian ngintipin payudaranya tante Nita. Sampai ruang tengah kulihat TV masih menyala dengan Volume kecil dan tante Nita tidur dikasur depan TV itu. Waktu itu tante Nita memakai baju seperti kaos singlet laki-laki, warnanya coklat muda. Yang membuat aku menahan napas karna salah satu payudara tante Nita agak kelihatan karna kaosnya tersingkap keatas sebagian, sementara tangannya menjadi bantalan kepala. Setan masuk kepalaku, pelan-pelan aku maju untuk mematikan TV, setelah itu aku jongkk dengan posisi diatasnya. Kugulung sedikit lagi kaosnya, sehingga kini kedua payudaranya terlihat.</p>
<p>Belum pernah aku melihat payudara tante Nita sejelas dan sedekat itu. kuusap kedua payudaranya perlahan sementara mulutku menelusuri tiap jenjang lehernya. Kuteluspkan tanganku kedalam BHnya untuk meraih pentil payudara tante Nita. Saat tersentuh matanya tiba-tiba terbuka. Spontan tanganku menahan kedua tangannya, mulutku menyerbu mulutnya dan kakiku mengunci kakinya.</p>
<p>&#8221; Lepasin Son.. apa apaan ini..?? &#8221; katanya berusaha berontak.<br />
&#8221; Tante, Sonny akan muasin tante.. gak usah nglelawan &#8221; satu tanganku turun dan memilin-milin salah satu puting susunya yang mulai mengeras.<br />
&#8221; Aaakh.. tapi bukan kaya gini caranya son &#8221; jawabnya dengan suara yang bergetar.<br />
&#8221; Pokoknya tante rasakan dulu.. abis itu terserah tante aja&#8221; bisikku sambil menjilat lubang kupingnya.<br />
&#8221; Ya udah terserah kamu aja &#8221; katanya sambil membuang muka kesamping.</p>
<p>Kubuka kaos tante Nita dan kubaringkan lagi badannya setalh itu kusingkap BH hitamnya dan langsung kusedot kedua puting susu tante Nita yang kencang kemerah-merahan, sementara tanganku membuka celana dan CDnya. Kulihat vaginanya yang ditumbuhi oleh rambut-rambut halus yang lebat, kucium vaginanya dan tanganku meremas remas pantatnya. Pelan-pelan lidahku yang basah menelusup himpitan daging yang lembut dan meneyntuh kloritas didalamnya.</p>
<p>&#8221; aakh..mmh..aakkrrh &#8221; tante Nita merintih menahan rasa nikmat yang sudah lama tidak dia rasakan. Tante Nita menggeliat liar, langsung kupegang pahanya. Kutarik lidahku dan kembali kucium sekitar vaginanya sampai tenang lagi. Kembali kumasukkan lidahku sampai menyentuh kloritasnya, tante Nita menggeliat tapi tidak seliar tadi. Kelihatannya tante nita sangat menikmati tarian lidahku dalam vaginanya, terlihat dari tangannya yang meremas remas puting susunya sendiri. rangsangan semakin kutingkatkan keseluruh bagian dalam vaginanya.</p>
<p>&#8221; oouuh.. yahh.. terus son&#8221; desah tante Nita yang sudah terangsang. Napasnya memburu tak karuan. Kadang-kadang kuhisap dengan tiba-tiba sehingga tante Nita menggeliat dengan cepat, tubuhnya naik turun bahkan berputar-putar mengikuti jilatanku. Beberapa menit kemudian tubuh tante Nita menegang danmenjepit kepalaku dengan sepasang paha mulusnya. Kedua tangannya mendorong kepalaku agar labih masuk kedalam vaginanya yang mengeluarkan cairan hangat.<br />
&#8221; aakhh..oouhh..sshh &#8221; rintihnya tak tertahan. dengan perlahan tante Nita mengendurkan jepitannya, aku berdiri untuk membersihkan wajahku kulihat tante Nita masih menikmati sisa orgasmenya. Pasti sudah lama vaginanya tidak dijilat seperti tadi pikirku tersenyum.</p>
<p>Saat aku kembali tante Nita berjalan terhuyung-huyung kekamarnya. Didepan pintu kusergap dia dan tanganku langsung meremas-remas susunya. Ia mendesah halus kemudian berbalikdan langsung menyerbu bibirku. Mulut kami berpagutan dan lidah kami berperang didalam sana. Sementara tangan tante Nita sibuk mempereteli baju dan celanaku sampai tak ada lagi benang ditubuh kami berdua. Setengah takjub tante Nita melihat penisku yang sudah membesar sempurna, dia meremas-remas penisku cukup lama sambil menjilatinya sampai akhirnya dia menelan habis semua batang penisku itu.</p>
<p>&#8221; Ooo.. aarghh.. yaah &#8221; desahku saat tante Nia maju mundur mengulum penisku sementara lidahnya menari-nari disekitar penisku yang terkulum. Setelah beberapa menit kucabut penisku dan kutarik kepalanya dia terlihat kecewa.<br />
&#8221; tante aku udah gak tahan &#8221; bisikku sambil mengelus pantatnnya.<br />
&#8221; ya udah .. tapi pelan-pelan aja ya &#8221; sambil membuka agak lebar kedua pahanya.</p>
<p>Secara perlahan aku masukkan penisku kevagina tante Nita dengan dibantu kedua tangannya. Kurasakan sensasi yang luar biasa saat penisku mulai tenggelam didalam vagina tante Nita, otot-otot vaginanya terasa menekan-nekan penisku. Tante Nita cuma bisa mendesah menikmatinya. Kemudian dengan mengkakngkang lebar tante Nita biarkan aku leluasa menggenjot vaginanya. Keringatku bercucuran menyatu dengan keringatnya, mata tante Nita terpejam dan mulutnya mendesah tak karuan. Kenikmatan mulai menjalari tubuh kekarku, kukencangkan otot perutku penisku semakin keras memanjang.</p>
<p>&#8221; Aaah.. oough &#8221; ia mengerang keras. bobot tubuhnya tak sanggup ditopang lututnya yang goyah oleh rasa nikmat yang tak terkira, aku terus menggerakkan pantatku maju mundur sambil mendengar suara keciprak lendir yang membanjiri vaginanya. Akhirnya dengan mengerahkan sisa tenagaku kusentakkan pantatku kedepan untuk membenamkan penisku sedalam-dalamnya dilobang vaginanya. Tante Nita kembali menjerit halus dan tubuh kami menyatu. Tangannya ketat memelukku kepalanya tersekat dibahuku sehingga jeritannya tersekat disana. Kurasakan gelombang nikmat orgasme merayapi tubuhku, kuremas kuat pantatnya tubuh kami diam membatu mereguk sisa kenikmatan.</p>
<p>setelah puas tante Nita menarikku berbaring menindihku. Kunikmati setiap sentuhannya pada badanku. Sekitar 15 menit kubaringkan dia kubuka pahanya lebar-lebar kumasukkan lagi penisku dengan cepat kelubang vaginanya dan tante Nita mendesah kecil. Dengan segera desahan itu menjadi erangan dan jeritan ketika aku mempercepat gerakan pantatku. Tangannya bergerak taktentu demikian pula kakinya yang mengkang lebar itu.</p>
<p>&#8221; aargghh.. oouuhh&#8221; jerit tante Nita. Tapi aku tak memperdulikan jeritannya itu, pantatku terus beraksi, penisku menerobos masuk ruang vaginanya. Kurasakan lahar panas dipenisku akan meledak. Maka kurankul pundaknya dan mulutku kubenamkan dileher tante Nita, dengan satu hentakan pantat yang keras kubenamkan penisku sedalam-dalamnya dilubang vaginanya. Pantatnya bergera hebat menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Pahanya membelit erat pinggangku dan mulutnya menjerit tak karuan kemudian gelombang orgasme melanda seluruh tubuhku. &#8221; Crot..crot..crot&#8221; spermaku mengalir deras diliang vaginanya diiringi jeritan keras tante Nita.<br />
&#8221; Tante sudah puas kan?&#8221; bisikku. Dia mengangguk dan akhirnya kami berdua tertidur tanpa sempat merubah posisi. Semoga <a href="http://cerita.mpodelperawan.com">cerita dewasa</a> ku bisa aku lewati dengan akhir yang baik, aku gak mau lagi tergoda untuk bisa ml dengan tante girang, sebuah kesalahan besar buat aku&#8230;.Sekian kisahku teman-teman.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bh-hitam-tante-nina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta Di pantai</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-di-pantai/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-di-pantai/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 17:28:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[Ml di pantai]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot di pantai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=140</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Dewasa &#8211; Sebuah cerita dewasa terbaru acara ML  yang dilakukan di pantai, oleh dua sejoli yang sedang di mabuk asmara, cerita yang menghanyutkan dan seru &#8230; silahkan membaca dan menikmati dengan maknyusss&#8230; Ini hanya khusus yang sudah mengerti menahan nafsu ya!

Siang itu Dino tengah berada pada sebuah pesta pantai yang diadakan di kecamatan tetangga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://cerita.modelperawan.com">Cerita Dewasa</a> &#8211; Sebuah cerita dewasa terbaru acara ML  yang dilakukan di pantai, oleh dua sejoli yang sedang di mabuk asmara, cerita yang menghanyutkan dan seru &#8230; silahkan membaca dan menikmati dengan maknyusss&#8230; Ini hanya khusus yang sudah mengerti menahan nafsu ya!</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 295px"><img title="Bugil" src="http://www.detikhot.com/images/content/2009/01/06/230/zhangziyi2d.jpg" alt="Bugil Di Pantai" width="285" height="250" /><p class="wp-caption-text">Bugil Di Pantai</p></div>
<p><span id="more-140"></span><br />
Siang itu Dino tengah berada pada sebuah pesta pantai yang diadakan di kecamatan tetangga dekat lokasi proyek pekerjaannya. Dia tengah ditugaskan oleh bosnya untuk mengoordinir tim dari kantornya yang ikut berpartisipasi dalam pesta pantai itu dengan mengirimkan layang-layang yang sedang diperlombakan saat itu. Sedang sibuk-sibuknya, ponselnya bergetar.</p>
<p>&#8220;Mas lihat ke kanan Astri ada di perahu&#8221;, bunyi pesan SMS singkat.<br />
&#8220;Kamu juga disini..?&#8221;, tanya Dino<br />
&#8220;Tadi aku dengan Dudi boncengan ke sini, mas nanti kalau sudah selesai SMS Astri ya&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Oke&#8221;, sambung Dino.</p>
<p>Rasanya panas terik matahari tak sepanas gelora hatinya mengingat keberadaan Astri juga ada di pantai itu. Sudah terbayangkan olehnya tubuh Astri yang panas membara dalam dekapannya. Tak sabar rasanya menunggu bos-bos keparat itu selesai dengan acaranya.</p>
<p>Akhirnya saat itu datang juga.</p>
<p>&#8220;Pak Dino kami mau pulang dulu, tolong urus tim kita hingga kembali nanti, OK?&#8221;, suruh sang Bos.<br />
&#8220;Siap pak&#8221;, sahut Dino.<br />
&#8220;Sampai ketemu lagi ya nanti di BJS..&#8221;, salam sang Bos.</p>
<p>Setelah bos-bosnya berlalu dari hadapannya dengan segera di hampirinya Pak Ade salah seorang suppliernya yang juga ikut pada saat itu.</p>
<p>&#8220;Pak Ade tolong antar saya ke pantai barat.&#8221;, pinta Dino.<br />
&#8220;Yang lainnya bagaimana pak&#8230;?&#8221;, tanya Pak Ade.<br />
&#8220;Bilang saya ada perlu, tiga jam saja nanti kita pulang sama-sama lagi, acara bebas&#8230;&#8221;, ujar Dino.</p>
<p>Begitu pantatnya membenam pada Feroza Pak Ade langsung di SMSnya Astri.</p>
<p>&#8220;Astri, mas tunggu di pelataran masjid sekarang ya&#8230;&#8221;<br />
&#8220;Astri ke sana sekarang mas&#8230;&#8221;</p>
<p>Oh akankan terulang kembali persetubuhanku yang panas dengan wanita sintal ini, tanya Dino dalam hati. Sekitar 100 meter sebelum masjid, Dino minta diturunkan dan sambil melangkah ringan menuju mesjid yang menjadi tempat pertemuan mereka.</p>
<p>Dari jauh telah terlihat Astri tengah duduk di temani oleh seorang temannya (Dudi). Senyuman manisnya merekah menyambut kedatangan Dino. Begitu manis ia hari ini batin Dino</p>
<p>&#8220;Kemana kita?&#8221;, tanya Dino.<br />
&#8220;Terserah mas&#8230;&#8221;, jawabnya riang.<br />
&#8220;Ayo kita jalan-jalan dulu&#8221;, ajak Dino.<br />
&#8220;Ayok-lah, Oh ya Dud tunggu aku disini ya, biar nanti kita bisa pulang barengan lagi&#8230;&#8221;, ujar Astri.<br />
&#8220;Silakan&#8230; jangan lama-lama ya&#8230;&#8221;, sahut Dudi.</p>
<p>Langsung Dino menggamit lengan Astri dan beranjak melangkah.</p>
<p>Sambil beriringan mereka menuju tempat suaka alam yang memang ada di belahan lain pantai tersebut. Sambil berbincang mesra dan berpelukan mereka menikmati suasana alam yang masih asri tersebut. Dino mencoba mencari tempat yang bisa digunakan untuk berdua bermesraan dengan Astri, akan tetapi kebetulan karena saat itu pesta pantai maka ramai sekali, sehingga tempat yang benar-benar sesuai dengan keinginannya saat itu tak didapatkan, akhirnya dengan lesu mereka berjalan kembali ke keramaian pantai.</p>
<p>Pada sebuah perahu yang ditambatkan di pantai mereka sepakat duduk. Dengan hembusan angin pantai yang meniup diantara pohon waru mereka menikmati sebutir kelapa untuk menghilangkan dahaga. Tak lama mereka disana dan seolah telah direncanakan sebelumnya mereka berangkat menumpang becak menuju sebuah penginapan yang sebelumnya pernah di gunakan Dino waktu bersama bosnya tempo hari.</p>
<p>Setelah cek-in mereka langsung bergegas menuju kamar yang disediakan oleh roomboy. Dan setelah semua urusan dengan akomodasi dan tetek bengeknya tersedia, dengan cepat Dino mengunci pintu kamar lalu mematikan HP dan tersenyum ke arah cermin meja rias memandang Astri yang tengah duduk juga memandang kearah dirinya sambil merapikan rambutnya. Perlahan Dino menghampirinya. Mendekapnya dari belakang, mengecup rambut legamnya yang bergelombang terurai dibawah bahu dengan lembut. Dino menggamit bahu wanita muda itu menariknya agar berdiri. Sambil berdiri mereka berdekapan, bergoyang pelan merasakan irama yang mengalun dalam pikiran mereka.</p>
<p>Astri yang hanya setinggi hidung Dino merebahkan kepalanya di bahu lelaki itu. Merasakan debur jantung yang berdegup teratur. Perlahan Astri mendongak memandang mata lelaki yang tengah mendekapnya, menyelami isi perasaan yang terpantul di mata itu. Oh inilah lelaki yang telah mengenalkanku pada kehidupan birahi yang benar-benar tak terbayangkan sebelumnya, begitu nyata dan mencandu. Udara terasa hangat dan waktu seolah berhenti.</p>
<p>Dino mendekatkan wajahnya. Napas hangatnya menyapu rambut halus di kening wanita muda itu. Perlahan mengecup kening, rambut., dan kedua kelopak mata yang menutup. Astri Mendekap makin erat. Pelukannya pada punggung Dino menyiratkan perasaanya.</p>
<p>Dino menunduk lagi. Menjatuhkan kecupannya pada pinggir bagian kiri bibir yang menggemaskan itu Tangan Dino mengelus perlahan punggung wanita sintal itu merasakan kehangatan tubuhnya mulai meningkat.</p>
<p>Lidah Dino menjalari permukaan bibir ranum yang perlahan mulai membuka dengan sendirinya. Mengusap usap dengan lidahnya yang kasap. Dan kemudian&#8230;melumat bibir itu dengan cepat, merasakan bibir Astri menyambutnya dengan hangat. Bibir mereka saling berkait, perlahan makin erat. Lidah Dino mulai menjulur menjelajahi kehangatan lembut dalam rongga basah tersebut, mnggelitik langit langit rongga mulut Astri. Merasakan napasnya mulai tersengal sengal. Kadang lidah mereka bertemu dalam rongga itu saling membelit lincah. Oh sungguh harum napas wanita ini batin Dino.</p>
<p>Ciuman Dino beralih pada rahang yang melengkung indah, menjalarinya dengan lidahnya yang kasap, terus naik menemukan cuping telinga dan menghisapnya dengan llembut, terkadang bergerak ke belakang telinga,menjilati dan mencucupi memberi tekanan ringan disana.</p>
<p>&#8220;Ohhh&#8230;.&#8221;, desah Astri pelan. Gelombang nikmat mulai merasuki jiwanya memacu perjalanan birahinya yang terbangkit.</p>
<p>Tangan Dino bergerak ke balik kaos Astri menemukan kait Bh dan dengan jarinya melepas kait itu dengan satu gerakan. Lalu keduanya saling memandang, menemukan hasrat yang sama di balik pancaran mata mereka.</p>
<p>Keduanya melangkah perlahan saling berdekapan kearah ranjang. Dan dengan cepat kembali saling berciuman dengan panas dan bergairah.dan dengan tergesa-gesa mereka saling melepas pakaian hingga hanya secarik kain tipis yang menutupi bagian paling pribadi masing-masing.</p>
<p>Dino membaringkan tubuh sintal Astri ke ranjang dan segera naik berbaring menyamping. Kedua lengan Astri segera memeluk leher Dino di iringi serbuan bibir mungilnya pada bibir lelaki dambaannya itu. Oh segeralah kasihku penuhi aku dengan luapan cintamu, buatlah aku tak dapat melupakanmu batin Astri</p>
<p>Lidah mereka saling membelit, bertautan, berebut hendak menghisap semua kenikmatan yang timbul karenanya. Dan jari tangan kiri Dino pun tak mau kalah menyambangi bukit membusung pada dada Astri, meremasnya perlahan, membelai dengan lembut, terus memiijat puncaknya yang mencuat dengan perlahan, mengirimkan denyut-denyut gairah disana.</p>
<p>Puncak membusung dengan lingkaran merah kecoklatan tersebut mulai menegang diiringi desah Astri.</p>
<p>&#8220;Uhh&#8230;&#8221;, sambil membusungkan bagian dadanya jemari lentik Astri merayap turun menemukan bagian milik Dino yang paling di dambakannya. Aku juga menginginkanmu&#8230;rintihnya dalam hati. Menemukan batang pejal hangat yang mulai mengeras dan menegang di balik secarik kain. Membelai,meremas dan mengurutnya dengan lembut.</p>
<p>Dari bibir Astri yang merekah perlahan bibir Dino turun menjelajahi permukaan leher yang putih dengan lidahnya terus menyamping menemukan cuping telinga yang langsung di kulum dan dihisapnya dengan gemas. Sesekali lidah Dino menjilati belakang telinga lancip itu.</p>
<p>Sementara jari-jari Dino memijit puting dada Astri yang mulai mengeras dengan intens diiringi remasan pada dada yang satunya lagi. Oh bukit yang terindah yang aku temukan sampai saat ini batin Dino.</p>
<p>Gelombang demi gelombang membara telah mulai menyita seluruh perasaan Astri. Matanya kadang terpejam menikmati pasokan gairah yang diberikan Dino, kadang matanya mendelik sambil mendesis dengan tubuh menggeliat-geliat bak cacing kepanasan.</p>
<p>&#8220;Sshhh. Oh&#8230;&#8221;, desah Astri dengan napas memburu makin sering terdengar dari bibir merahnya. Teruskan kasihku, telusurilah seluruh tubuhku, bangkitkan bara cintaku desahnya dalam hati.</p>
<p>Setelah merasa puas dengan bibir, leher dan telinga Astri, ciuman Dino merambat tuirun menyelusuri pangkal leher terus berbelok kekiri, mengecup permukaan dada yang membusung terus ke puncaknya&#8230; Langsung mengulum putik dada yang kecoklatan itu dengan rakusnya!</p>
<p>&#8220;Aahhhhh&#8230;&#8221;, erang Astri merasakan serbuan kenikmatan menyerang dadanya. Sementara jemari lentiknya menyelusup dan meremas-remas batang kejantanan Dino yang telah menegang.</p>
<p>Jilatan lidah Kino diiiringi kuluman membelai putik dada Astri dengan lembutnya didiringi jemari Dino yang mulai merambah bukit bersemak pada antara kedua paha Astri. Naluriah Astri membuka kedua pahanya memberikan ruang pada jari-jari Dino. Jari-jari itu menemukan lembah di balik carik kain tipis yang mulai membasah, menjelajahi dengan jari tengahnya, mengurut dengan perlahan mendesak masuk dan mulai meluncurkan jarinya menyelusuri liang yang hangat itu dengan perlahan dan makin lama makin cepat.</p>
<p>&#8220;Ahh&#8230; ouhhhhh&#8230; Mas&#8230;&#8221;, erang Astri membuat Dino makin bersemangat, dan tubuh Astri mengelinjang-gelinjang dengan hebatnya sehingga Dino harus menindihkan tubuhnya agar dapat meredakan hempasan tubuh Astri.</p>
<p>Perlahan lidah Dino turun, menelusuri leher yang jenjang, ke bawah menemukan dada Astri yang menjulang dengan putiknya yang telah mengeras, menyusuri lereng bukit itu dengan lidahnya yang kasap dan langsung melumat puncak kecoklatan tersebut dengan gemas. Segera tubuh Astri tersentak sentak akibat aksi Dino pada kedua puncak dadanya bergantian. Kedua tangan Astri hanya bisa menggerumasi rambut Dino merefleksikan rasa nikmat yang menyambutnya.</p>
<p>Tak puas Lidah Dino meluncur ke bawah, menemukan bagian perut yang dihiasi lembah kecil, mengecup dan menjilat, terus ke bawah hingga singgah pada bagian carik kain diantara kedua kaki Astri, menariknya turun dengan giginya hingga tubuh sintal tersebut telanjang sudah..!</p>
<p>Perlahan Dino meluncurkan bibirnya pada bagian lutut Astri,mengecup, menjilat dan menggigit-gigit kulit mulus yang ditumbuhi bulu halus itu. Menjilati lipatan lutut dengan perlahan terus menuruni bagian dalam paha wanita muda yang hangat itu. Sungguh kulit yang mulus dan licin akibat peluh yang mulai merambati seluruh tubuh mereka.</p>
<p>Sampai pada akhirnya bibir dan lidah Dino terdampar pada gundukan yang di hiasi bubu bulu halus, Oh sungguh indah dengan lwarna memerah muda yang telah diselimuti kelembaban yang hangat, menguakkannya menemukan lepitan memerah muda yang berdenyut-denyut&#8230;</p>
<p>&#8220;Ahh&#8230; mas&#8230;&#8221;, lenguh Astri tatkala bibir dan lidah Dino bermain pada bagian yang paling intim miliknya.</p>
<p>Jilatan Dino membelai lepitan itu berkali-kali, terkadang menusuk-nusuk mencoba masuk lebih dalam. Dan menemukan tonjolan sebesar kacang tanah yang segera di kulumnya dengan lembut dan hati-hati. Wanita muda ini pasti akan sangat menikmatinya pikir Dino.</p>
<p>&#8220;Ouhhhh&#8230;&#8221;, erangan Astri terdengar keras dengan mata membeliak-beliak seiring tubuhnya yang menggeliat-geliat bak cacing kepanasan. Kedua tangannya kini tak lagi berada pada rambut Dino melainkan mencengkeram sprey ranjang mencari penguatan disana&#8230;</p>
<p>Permainan ini benar-benar memabukkan bagi Astri. Yang ada hanya hasratnya menginginkan penuntasan sesegera mungkin.</p>
<p>Kinilah saatnya untuk permainan utama, dan aku tak akan menundanya lagi pikir Dino. Dino mengerti akan hal itu lalu bangkit melepas kain penutupnya yang terakhir dan duduk menyilangkan kakinya dibawah kaki Astri. Membukakan kedua paha wanita muda itu menggeser pantatnya hingga paha mereka saling menempel. Oh sungguh mempesona kaki yang jenjang dengan bulu bulu halus ini pikir Dino. Dengan tangannya Dino menggenggam batang pejalnya, menempelkan kepalanya pada lepitan Astri, menggosokkan kepalanya yang membulat pada celah merah muda tersebut.</p>
<p>&#8220;Ohhhh&#8230;&#8221;, rintih Astri merasakan gerusan kepala batang kejantanan Dino pada kewanitaannya yang telah basah.</p>
<p>Dino mendorong perlahan hingga kepala batang kejantanannya mulai menyeruakkan lepitan tersebut. Lalu ia bangkit dan mulai menindih tubuh sintal itu. Kedua paha Astri terbuka lebar tertahan oleh lengan Dino yang bertumpu di ranjang. Dino bergerak&#8230;</p>
<p>&#8220;Ahhhh&#8230; Mass&#8221;, jerit Astri tatkala batang kejantanan Dino menyeruakkan lepitan kewanitaannya dan terus mendesak masuk. Oh sayangku saat inilah yang sedari tadi ku tunggu, tuntaskanlah Batin Astri. Matanya yang bulat mendelik hingga hanya bagian putihnya saja yang terlihat. Batang pejal itu terus mendesak masuk mili demi mili seiring dengan Astri yang menahan napasnya selama perjalanan batang tersebut hingga terbenam seluruhnya memenuhi keinginan akan hasratnya.</p>
<p>Dengan kedua kaki Astri yang terbentang lebar pada lengannya, Dino bergerak perlahan mendaki lereng gairah yang terjal mengiringi langkah langkah Astri bersama, menggapai puncak tujuan yang pasti akan sangat melenakan. Perlahan dan lembut pinggul Dino bergerak naik turun, menghunjamkan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/kontol/">kontol</a> pejalnya pada <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/memek/">memek</a> Astri, merasakan liang itu menyambut dengan denyut-denyut pada dindingnya. Kecipak- kecipak seksi terdengar dari pertemuan dua organ intim mereka memenuhi seisi ruangan kamar.</p>
<p>Kini kedua kaki Astri lepas dari kungkungan kedua lengan Dino dan sekarang berada pada posisi membelit ke belakang kaki Dino dan mengunci disana. Di sela sela hunjaman pinggul Dino, pinggul Astri bergerak ritmis berputar perlahan, sesekali mendorong keatas menyambut hunjaman Dino.Segeralah kasih&#8230;aku hampir tak tahan rintihnya Astru dalam hati.</p>
<p>&#8220;Ufgh&#8230;&#8221;, geram Dino merasakan batang pejalnya seolah olah di pilin oleh kelembutan yang mencekal. Hangat dan liat mencengkram setiap mili batang pejalnya, kadang berdenyut mengurut serasa menghisap.</p>
<p>Mereka bergerak makin cepat. Gerakan tubuh mereka seirama dan kompak. Keringat telah membasahi seluruh permukaan kulit mereka, menjadikannya mengkilat, sungguh pemandangan yang sangat seksi. Peluh itu juga timbul pada wajah Astri yang telah kemerahan, mengalir turun pada leher, sangat indah sekali. Juga pada bukit dadanya yang berguncang guncang seirama gerakan mereka .</p>
<p>Gerakan Dino makin cepat. Begitu juga dengan ceracauan tak jelas yang keluar dari bibir Astri makin sering tardengar.Hingga.</p>
<p>&#8220;Ahhh&#8230; Mass&#8230;&#8221; Jeritan kecil Astri menandai tujuannya telah tercapai. Tubuhnya melenting seperti busur kemudian langsung memeluk Dino dengan erat dan ketat. Dirirngi gerakan tubuhnya yang liar tak beraturan, menggelepar nikmat, mulut indahnya langsung menemukan pundak Dino, menggigitnya! Klimaksnya datang melambungkannya ke awan warna warni meledakkan perasaanya hingga tak bersisa, melayang turun kembali dengan perasaan yang utuh terpenuhi dengan tubuh lunglai tak bertenaga. Memandang lelaki wajah lelaki idamannya itu tengah berkutat dengan nafsunya yang telah memuncak. Oh kau benar-benar jantan kasihku hati kecilnya berkata lirih.</p>
<p>Dino terus bergerak memberikan hunjaman- hunjaman kuat, mendesak pinggul indah wanita sintal itu tenggelam ke ranjang memacu bara gairahnya yang juga telah membakar seluruh sumsum tulangnya. Terasa lecutan-lecutan mengalir dari ujung kakinya, terus pada tulang belakangnya, leher dan&#8230;</p>
<p>&#8220;Di dalem aja mas&#8230; ufhh&#8230;&#8221;, bisik Astri pelan seakan tau ditengah gelinjang tubuhnya, memberikan putaran-putaran pinggulnya mengimbangi gerakan Dino.</p>
<p>&#8220;Aargh&#8230;&#8221;, geram Dino sambil mendesakkan pinggulnya kuat kuat hingga tubuh Astri terbenam dalam kasur ranjang, menyentakkan kepalanya, memeluk tubuh wanita sintal itu seolah akan meremukkannya, merasakan aliran kuat pada pembuluh kejantanannnya mengalir menuju pelepasannya, kejantasannya berdenyut sesaat dan cairan hangat yang kental tersembur bak letusan gunung berapi yang melepaskan lavanya yang terpendam. Tersentak sentak tubuh tegapnya seirama letusan yang terjadi.</p>
<p>&#8220;Ahh&#8230;&#8221;, Astri terpekik merasakan semburan materi hangat mencercah setiap mili dinding kewanitaannya. Bergemuruh mnerjang apa yang ada dihadapannya dan membuatnya basah. Membasahi dinding lembut yang lembab, mengalir tak tertampung menuruni lerengnya dan perlahan menjadi dingin&#8230;</p>
<p>Suasana menjadi hening, keduanya terdiam dengan napas yang masih tersengal sengal menikmati sisa ledakan klimaks yang telah meledakkan perasaan mereka. Dino bergerak dan tubuhnya meluncur dan berbaring ke samping Astri yang masih memejamkan matanya.</p>
<p>&#8220;Mas Dino&#8230;&#8221;, Panggil Astri seraya bangkit berbaring pada dada lelaki pujaannya itu. Wajahnya bersemu kemerahan menandakan birahinya terpenuhi seutuhnya.<br />
&#8220;Hmm&#8230; gumam Dino.&#8221;<br />
&#8220;Mas&#8230; terima kasih, mas telah melengkapkan kebutuhan Astri&#8221;, imbuhnya perlahan<br />
&#8220;Mas&#8230; kali ini wuihhh&#8230; sangat dahsyat rasanya, Astri takkan bisa melupakan Mas&#8221;, tambahnya lirih.<br />
&#8220;Ya&#8230; Mas juga&#8230;&#8221;, sahut Dino seraya mengecup kening wanita muda itu.<br />
&#8220;Ayo kita beres-beres&#8221;, ajak Dino menggamit lengan Astri bergerak ke kamar mandi.</p>
<p>Mereka mandi bersama, saling menyabuni, menggosok dengan kasih dan sayang. Lalu cek-out dan dengan menggunakan becak kembali ke mesjid dimana Dudi telah menunggu dengan cemberut.</p>
<p>&#8220;Lama banget sih, kemana aja? Hampir hujan lo ini&#8230;&#8221;, gerutunya ke pada Astri.<br />
&#8220;Adaa deh&#8230; Ayo kita berangkat pulang, mas Dino juga sudah ditunggu teman-temannya tuh&#8221;, jawab Astri manja.</p>
<p>Dino melepas mereka berangkat dengan vespa Dudi dan mengaktifkan kembali Hp-nya.<br />
&#8220;Pak Ade saya ada di mesjid, ayo kita kita pulang&#8221;, panggilnya pada Pak Ade supplier sahabatnya tersebut.</p>
<p>Tak lama berselang datang Pak Ade dengan ferozanya. Di dalamnya telah ada teman-temannya yang sama-sama sedari tadi mengikuti pesta pantai. Mobilpun bergerak&#8230;</p>
<p>Demikian dulu cerita nya, sampai nanti dicerita selanjutnya. cerita ini dikirim oleh bejo yang beralamat di rokan hilir riau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-di-pantai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
