<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; selingkuh</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/selingkuh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita selingkuh Pertamaku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 11:12:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[cerita sex]]></category>
		<category><![CDATA[istri selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[sex]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=257</guid>
		<description><![CDATA[Cerita selingkuh sudah banyak dalam cerita dewasa kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita selingkuh sudah banyak dalam <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kami, namun banyak juga diantara cerita itu menjadi sangat berkesan bagi pembaca, ada yang sangat mirip dialami oleh para pembaca, nah kali ini adalah kisah perselingkuhan yang pertama dari seseorang, simak kisahnya berikut ini. </p>
<p>Ini adalah cerita nyataku, Pertama aku ingin memperkenalkan diri dahulu, aku adalah seorang wanita berusia 27 tahun, namaku&#8230;katakan lisa, tempat tinggalku di semarang, dan sudah setahun menikah, tetapi entah kenapa belum mempunyai anak, walaupun hubungan sex kami (dengan suami) lakukan dengan rutin dan lancar, kehidupan sex kami biasa biasa saja, bahkan cenderung membosankan, karena menurutku kurang bervariasi, tapi aku tidak pernah berselingkuh dengan orang lain selama ini, karena suamiku sangat menyayangi aku bahkan cenderung memanjakanku. Tapi kesetiaanku ini berakhir sampai tanggal 19 Juni 1999 (hari Sabtu). Hal ini dimulai dengan perkenalanku dengan dunia internet sejak sebulan yang lalu. Secara rinci aku tidak menjelaskan bagaimana aku belajar internet, tetapi sampai suatu waktu aku berkenalan dengan seorang cowok dalam acara chatting di web idola.</p>
<p>Ketika ini aku sedang belajar tentang bagaimana untuk ber chatting di internet, temanku mengajari aku untuk masuk ke web idola, lalu masuk ke forum chattingnya. Ketika aku sudah masuk ke forum, ada yang<span id="more-257"></span> mengirimi aku private message, ternyata seorang cowok yang berusia 30 tahun, berkeluarga, juga belum mempunyai anak, namanya&#8230;katakan andy, berasal dari jakarta, bekerja di sebuah perusahaan asing yang sedang mengerjakan sebuah proyek maintenance jalan KA (jakarta-surabaya), tetapi perusahaan itu mempunyai kantor cabang di cirebon dan semarang, hingga andy sering melakukan tugas meninjau kantor cabangnya, termasuk di semarang. Setelah kami berkenalan lewat chatting, lalu dia juga kadang kadang menelepon (dari jakarta)&#8230;mungkin pakai telepon kantor, tetapi kami belum pernah bertemu muka, sampai pada tgl 16 juni 1999 andy menelepon aku, dan mengatakan bahwa dia sedang berada di semarang untuk urusan kerja dan menawari aku untuk berkenalan dan bertemu muka. Pertama kali aku ditawari begitu, aku agak bingung, karena hal seperti ini adalah sangat baru bagiku, sudah mengenal seseorang, tapi belum pernah bertemu, dan sekarang akan bertemu orang tsb. Tapi akhirnya aku menyetujui dan akhirnya kita membuat janji untuk bertemu pada hari sabtu pagi (karena kantor andy libur, hingga andy mempunyai waktu untuk bertemu). Kita menetapkan tempat bertemunya di lobby hotel graha santika (tempat andy menginap) jam 9 pagi.</p>
<p>Pada hari dan jam yang sudah kita tentukan, aku datang kesana sendirian, karena suamiku masih bekerja di perusahaannya (perusahaan tempat suamiku bekerja tidak libur pada hari sabtu), tetapi sampai disana aku tidak menjumpai andy, akhirnya aku bertanya ke bagian reception, dan menanyakan apakah ada tamu bernama andy dari jakarta, setelah di check, ternyata ada, dan aku diberi tahu no kamarnya. Akhirnya aku telepon ke kamarnya, dan andy mengangkat telepon, aku menanyakan apakah dia lupa dengan janji bertemunya, andy menjawab bahwa dia tidak lupa, tetapi karena semalam dia harus bekerja menemani tamu sampai larut malam, akhirnya dia terlambat bangun, bahkan sekarang belum mandi. Aku dapat memakluminya, tetapi aku bingung apakah aku harus menunggu di lobby sampai dia selesai mandi, dsb, atau harus bagaimana, akhirnya andy menawarkan bila aku tidak keberatan, aku dapat naik ke kamarnya dan menunggu di ruang tamu di kamarnya (ternyata kamarnya mempunyai ruang tamu sendiri, semacam suite room atau apa aku tidak menanyakan), aku agak bingung juga, tapi akhirnya aku menyetujui untuk naik ke kamarnya.<br />
Sesampai didepan kamarnya, aku pencet bel, lalu tidak lama kemudian andy membuka pintu. Ternyata andy mempunyai wajah yang ganteng sekali, dan tubuhnya juga sangat macho, setelah kita ber basa basi diruang tamu kamarnya, andy bilang permisi untuk mandi sebentar dan mempersilahkan aku untuk main komputernya (dia membawa komputer kecil&#8230;notebook..?), dia bahkan membantu aku untuk meng connect kan ke internet, lalu andy meninggalkanku untuk mandi. Setelah aku sendirian, aku mencoba untuk masuk ke web untuk chatting, tetapi entah kenapa kok tidak bisa masuk web tsb, setengah teriak aku menanyakan ke andy, dan andy menjawab mungkin web tsb lagi down, dan andy menyarankan untuk mencoba saja web yang lain, caranya lihat di historynya (aku tidak mengerti artinya..), tetapi karena aku tidak punya kerjaan, aku mencoba bagaimana caranya untuk membuka historynya (itupun dengan cara saling teriak dengan andy), sampai akhirnya aku dengan tidak sengaja membuka web, ini yang pertama aku membuka cerita seru, ternyata isinya adalah cerita cerita sex dengan bahasa indonesia, lalu aku mencatat alamat webnya, dengan pertimbangan mungkin aku akan buka lagi di rumah. Lalu aku mulai membaca cerita cerita yang ditampilkan, terus terang aku mulai terangsang karena membaca cerita sex tsb, aku merasa celana dalamku mulai lembab karena vaginaku mulai basah. Sampai akhirnya andy selesai mandi, dan keluar menemuiku. Pertama dia kaget melihat aku sedang membaca web cerita seru, akupun sangat malu melihat dia memergoki aku sedang membaca cerita seru, dan segera aku men disconnect komputernya ke internet dan menutup layar web cerita seru tsb, tetapi karena andy sudah terlanjur melihat aku membaca cerita seru, setelah beberapa waktu dia diam, akhirnya dia tertawa dan menanyakanku apakah aku pernah masuk ke web tsb, aku dengan malu malu menjawab belum. Andy bertanya lagi, bagaimana ceritanya..?, aku bingung menjawabnya..sampai andy tertawa lagi..kali ini sampai terpingkal pingkal&#8230;akhirnya aku juga ikut tertawa.<br />
Setelah suasananya agak mencair, kami mulai ngobrol lagi, tentu dengan topik internet, ternyata andy sangat menguasai internet, hingga aku dijelaskan banyak mengenai dunia internet, baru aku tahu bahwa internet tidak hanya digunakan untuk chatting dan kirim e mail saja, ternyata sangat banyak manfaatnya. Bahkan andy menjelaskan bahwa di internet kita dapat membuka web&#8230;dewasa, misalnya cerita seru, dan web yang menampilkan gambar gambar&#8230;.sex, aku agak penasaran dengan penjelasannya yang terakhir, dan rupanya andy mengetahui keingin tahuan ku, lalu dia menawarkan untuk mencoba penjelasannya dengan membuka web web dewasa tsb, rupanya komputer andy mempunyai satu bagian..(favourite..?), yang isinya adalah alamat web web dewasa, hingga kita tidak perlu tiap kali menuliskan melalui keyboard, setelah andy membuka web porno tsb, aku sangat kaget, karena isinya adalah gambar sepasang cowok-cewek sedang berhubungan sex, terus terang aku baru pertama kali melihat gambar gambar semacam itu, hingga aku sangat malu dan tidak tahu harus bagaimana&#8230;, tapi sejujurnya aku mulai terangsang dengan melihat gambar tsb, tetapi kemudian andy mengganti web tsb dengan web lain yang isinya juga tentang orang berhubungan sex sampai <a href="http://cerita.modelperawan.com/gara-gara-foto-telanjang/">telanjang</a> bulat, tetapi yang ditampilkan adalah film (movie), ini juga pertama kali aku melihat film orang bermain sex, ternyata film film semacam itu juga sama dengan blue film (kata andy)..sejujurnya aku belum pernah melihat blue film, melihat cewek mencium bahkan mengulum penis sampai mengeluarkan sperma.., dan cowok menciumi vagina cewek&#8230;.</p>
<p>Aku mulai merasa panas dingin melihat nya, mungkin aku mulai terangsang berat, dan entah bagaimana dan kapan mulainya ternyata andy sudah memelukku dan mulai meraba payudaraku, pertama aku ingin berontak, karena aku merasa ini tidak boleh, tetapi entah bagaimana aku tidak bisa melakukan apa apa, aku diam saja bahkan menikmati perlakuannya, sampai tangan andy mulai menjelajah turun ke vagina ku, aku merasa celana dalamku sangat basah, andy lalu mulai membuka pakaianku, entah bagaimana aku diam saja, hingga aku sekarang hanya memakai celana dalam dan BH, lalu aku ditarik masuk ke kamarnya dan aku ditidurkan di tempat tidurnya yang besar, disini andy mulai menciumi bibirku, terasa sangat hangat, tangan andy tidak berhenti memainkan payudara dan vaginaku, hingga aku merasa sangat terangsang sekali, lalu andy mulai membuka BH dan celana dalamku, dan mulai menciumi puting payudaraku, aku sudah pasrah dengan perlakuannya, dan sudah setengah sadar dengan apa yang dia lakukan, karena aku sudah sangat terangsang sekali, sampai ketika dia mulai menciumi vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali (suamiku belum pernah menciumi vaginaku), aku merasa ada sesuatu yang akan meledak dari dalam vaginaku, sampai ketika aku membuka mata, ternyata andy sedang membuka pakaian nya sampai dia telanjang bulat, ternyata andy mempunyai penis yang besar sekali, mungkin sekitar 18 &#8211; 20 cm, dengan bulu yang lebat, lalu andy mendekatkan penis di mulutku, sambil dia melanjutkan menciumi vaginaku. Aku mengerti dengan keinginannya, karena aku baru melihat di web porno tadi, ada yang saling menciumi penis dan vagina dengan posisi cewek diatas mengulum penis, dan cowok dibawah menciumi vagina. Walaupun aku belum pernah melakukan hal tsb, tetapi karena aku sangat terangsang dan juga setengah sadar, aku masuk kan penis andy kedalam mulutku, terasa sangat susah karena penis andy besar sekali, tetapi aku berusaha meniru cara mengulum penis (seperti di web), dan ternyata andy mulai terangsang dengan kulumanku, aku merasakan penisnya mulai mengeras. Sampai suatu saat andy melepaskan penisnya dan membalikkan posisinya hingga penisnya tepat berada didepan vaginaku dan andy mulai menekan penisnya kedalam vaginaku, aku merasakan hal yang sangat enak sekali, yang belum pernah aku rasakan dengan suamiku, ketika andy mulai mengocok penisnya (mungkin karena penisnya sangat besar), setelah beberapa waktu andy mengajak untuk berganti posisi (aku belum pernah berhubungan sex dengan berganti posisi, biasanya dengan suamiku aku hanya berhubungan secara biasa saja), andy menyuruh aku tengkurap setengah merangkak, dan dia lalu memasukkan penisnya dari belakang, ternyata posisi ini sangat merangsang aku, hingga dari vaginaku terasa ada yang meledak..(inikah orgasme..?), setelah sekian waktu andy belum juga mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya lagi dan menyuruhku untuk duduk dan dia memasukkan penisnya dari bawah, posisi ini kurang enak buat aku, karena terasa sakit diperut, ada yang terasa menyodok perutku, untung posisi ini tidak berlangsung lama, karena andy akan mengeluarkan sperma, andy lalu mencabut penisnya dan mengocok penisnya sendiri didepan mukaku, sampai ketika dia memuncratkan spermanya, aku tidak sempat mengelak, hingga spermanya muncrat mengenai mukaku, bahkan ada yang masuk ke mulutku, terasa asin, aku bingung sekali ketika andy memintaku untuk menyedot penisnya, aku agak jijik, tetapi aku pikir sudah kepalang basah, dan aku ingin merasakan bagaimana rasanya menyedot penis yang sedang mengeluarkan sperma, lalu aku akhirnya menyedot penisnya, terasa ada sesuatu yang kental masuk kedalam mulutku, rasanya asin, dan ternyata aku menyedotnya terlalu keras, hingga andy mendesis desis&#8230;entah keenakan atau kesakitan.., sampai akhirnya penisnya mengecil&#8230;</p>
<p>Setelah aku membuang spermanya dari mulutku ke tissue, aku terlentang sambil beristirahat, ternyata andy langsung mulai menciumi vaginaku lagi, sampai aku merasa orgasme lagi&#8230;ternyata rasanya enak sekali bila vagina diciumi, setelah selesai kami berdua masuk kamar mandi untuk membersihkan sperma dimukaku dan mencuci vaginaku, andy juga mencuci penisnya. Ini adalah pertama kali aku berselingkuh dalam perkawinanku, aku merasa berdosa terhadap suamiku, tetapi bagaimanapun telah terjadi, dan aku tidak ingin suamiku mengetahui rahasiaku.</p>
<p>Sampai disini mas <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-selingkuh/">cerita selingkuh</a> ku yang memiliki aroma selingkuh yang baru, belum berpengalaman dan sangat menegangkan bagi aku. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-selingkuh-pertamaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bercinta dengan Istri muda Pejabat</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Dec 2009 09:18:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[gairah istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[istri muda]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menjadi pejabat memiliki banyak godaan sealin korupsi tentu perselingkuhan dan akhirnya nikah siri, tak heran banyak pejabat kita memiliki istri muda, tak ingin berzinah, para pejabatpun memilih untuk menikah dengan istri muda. Istri muda yang menjadi simpanan pejabat harus rela untuk di tinggal, karena itu banyak dari simpanan pejabat tak bisa menyalurkan birahi, dan akhirnya perselingkuhan pun terjadi.</p>
<p>Aku seorang lelaki dengan umur 24 tahun, orang bilang aku lumayan tampan dengan potongan rambut yang selalu pendek..tubuh ku agak kecil tinggiku 160 dengan berat badan 55 kg jadi yah lumayan kurus namun terlihat lincah….saat ini aku kuliah semester akhir di suatu perguruan tinggi swasta ternama di makassar..<br />
Aku kuliah jurusan pariwisata yang tentunya banyak di huni oleh wanita-wanita cantik…<br />
Namanya rani tubuhnya sangat indah, kulitnya putih, tinggi 165 dan penampilan sangat sexy….dia merupakan mahasiswi baru di jurusan ku, umurnya sekitar 20 tahun orangnya tampaknya lugu setiap dia lewat depan kelas ku dia selalu tersenyum….<br />
Terus terang aku jadi penasaran untuk berkenalan sama dia namun aku juga merupakan cowok yang agak pemalu kalo berurusan dengan wanita karena mulai aku kuliah sampai saat ini aku belum punya pacar di kampus ini…kalau pacaran dengan perempuan nakal memang banyak namun kalo pacaran serius belum pernah…<br />
Semakin hari perasaan ku semakin suka sama rani sehingga suatu sore aku<span id="more-239"></span> beranikan berkenalan dengan dia ketika mau pulang kampus….<br />
Ternyata nama aslinya Maharani, dia tinggal dekat dengan kampus bersama kedua orangtuanya sehingga dia pulang hanya berjalan kaki…<br />
Perkenalannya amat singkat karena nampaknya dia tidak terlalu merespon dengan baik dia hanya menyebutkan namanya kemudian bla2x sedikit, lalu pulang…<br />
Keesokan harinya kemudian aku menanyakan nomor hpx namun rani tidak memberikan dengan alasan hpx jarang dia aktifkan…aku hanya bingung karena dia langsung pergi…<br />
Aku semakin penasaran karena rani semaki misterius….sulit untuk di ajak bicara….<br />
Suatu sore aku mengikuti dia dari belakang menuju kerumahnya dan memang ternyata rumahnya tidak terlalu jauh dari dari kampus dan ternyata dia masuk kerumah besar yang merupakan rumah salah satu pejabat besar di kota ini….aku sempat kaget alo ternyata rani merupakan seorang anak pejaba…tapi kenapa dia begitu tertutup…seperti terasing dari yang lain…<br />
Aku tetap menunggu beberapa saat dan kemudia tidak berapa lama pemilik rumah itu tiba dan langsung masuk kerumah sedangkan supir dan mobilnya keluar lagi entah kemana….<br />
Rumah itu tanpak sepi…sampai sekitar 2 jam saya menunggu akhirnya saya putuskan untuk pulang karena tidak ada perkembangan…<br />
Hampir satu minggu aku mengikuti rani pulang dan tidak ada perubahan semunya sama setiap harinya….<br />
Akhirnya aku beranikan diri untuk pergi kerumahnya pada suatu malam…<br />
Kira kira pukul setengah delapan aku tiba dirumah itu, ak sudah mempersiapkan alasan untuk meminjam buku anak semester satu sebagai bahan untuk tugas akhirku….<br />
Aku membuka pagar dan langsung mengetuk pintu rumah…<br />
Cukup lama kuketuk dan akhirnya seorang laki2 membukaka pintu yang ternyata pejabat itu….<br />
“Malam pak….ada Rani” tanyaku agak gugup…<br />
“ada perlu apa ya” suara pejabat itu agak parau<br />
“saya teman kampusnya pak mau pinjam buku sama rani Karena ada tugas untuk besok.”<br />
“oh….mari masuk..raninya lagi dikamar…mngkin lagi belajar..tunggu sebentar ya bapak panggilkan…” kemudian pejabat itu masuk keruangan dan tidak lama rani keluar dan tampak sangat terkejut ketika melihatku….<br />
“oh kak dwi..ada apa kak..? kok tau rumah saya disini…?sama siapa…?”<br />
Aku cukup kaget ditanya dengan banyak pertanyaan…<br />
“satu-satu donk dek nanyax…jadi bingung nih mau jawab yang mana duluan,….”<br />
“sory kak cuman kaget aja ternyata kakak yang dating….”jawab rani sambil tersenyum manis…<br />
Gila cantik banget nih cewek…<br />
“anu dek eh anu..cuman mau pinjam buku dasar2 pariwisata untuk bahan tugas akhir kakak…”<br />
“oh…kakak mau lama atau sebentar disini…?”<br />
“maksudnya dek..?”<br />
“enggak kalo lama biar saya bikinin minuman…”?<br />
“boleh dek sekaligus mau cerita cerita…gak papa kan..?”<br />
“gak papa kebetulan saya juga lagi bete nih…”<br />
Kemudian rani masuk kedapur…ternyata rani di rumah sangat berbeda dengan di kampus..dia sangat ramah….<br />
Tak lama kemudian rani keluar dengan membewa segelas orange juice….<br />
“Mari kak diminum..”<br />
“ok thanks….disini ga ada pembantu ya…?”<br />
“ga ada kak…kan ada saya…”<br />
“yang tadi itu papa kamu ya..?”<br />
“ehmmmm….iya kak tapi papa angkat….”<br />
“ohhh…trus kayax kamu orang baru deh disini karena aku ga pernah liat kamu selama ini….padahal sudah empat tahun aku kuliah di dekat rumahmu…”<br />
“iya kak…panjang banget ceritannya……”<br />
“trus boleh di certain gak…?”<br />
“nanti aja kak ya belum waktunya…? Kita ngobrol masalah kuliah aja ok..??”<br />
“ok deh…”<br />
Akhirnya kami mengobrol masalah kuliah dan temen-temen kampus Linda sampai jam setengah sepuluh…intinya tidak ada sama sekali informasi yang bisa ku peroleh tetang keluarga ini…dan itu mebuatku semakin penasaran….<br />
Kemudian aku pamit pulang pada ayah angkatnya dan nampaknya ayah angkatnya tidak senang melihat aku….<br />
Malam itu aku tidak langsung pulang namun diam-diam aku kembali menorobos masuk dan mencari celah untuk mencari tahu apa sebenarnya misteri di rumah ini….<br />
Pekarangannya cukup luas namun tidak ada satpam dan nampak rumah ini sangat sepi seperti tidak berpenghuni….<br />
Aku mengelilingi rumah itu dan akhirnya aku mendapatkan jendala yang masih terbuka di samping ruangan tv…kulihat kedalam tampaknya tidak ada orang….tangan ku kumasukkan kedalan terali jendala dan mencoba untuk membuka kunci pintu dari dalam..<br />
Klek….pintu itu terbuka….dalam hatiku aku berfikir perbuatan ini sangat nekat karena jika tertangkap basah aku pasti mendapat masalah besar apalagi ini merupakan rumah seorang pejabat…tapi aku sudah terlanjur penasaran dan kepalang basah ya kulanjutkan kembali misi ku untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya di rumah ini…<br />
Aku mendengar suara orang sedang bercerita….<br />
“tadi itu siapa..?”<br />
“teman kuliah pa…?”<br />
“bukan pacar….”?<br />
“bukan….suer deh…”<br />
Kemudian aku mengintip keruangan itu dan ternyata Linda bersama ayah angkatnya sedang makan malam……<br />
Tidak lama kemudian mereka selesai makan dan Linda membersihkan meja makan dan kemudian mereka keluar menuju ruang tamu….<br />
Aku langsung cepat bersembunyi di ruangan tamu yang kebetulan lampunya mati sehingga tidak terlihat dari ruang televisi…<br />
“Lin..jendela sama pintu sudah kamu tutup semua…?”<br />
“sudah pa…?”<br />
Tidak lama kemudian Linda datang dan langsung duduk disamping ayah angkatnya dan kepalanya disandarkan di bahu aya angkatnya itu….<br />
Sambil menonton televisi mereka saling berpegangan tangan…dan aku tidak tahu apa yang mereka tonton karena televisix membelakangiku…jantungku berdegup kencang ketika kulihat tangan ayah angkatnya Linda menjalar kedada Linda dan mulai meremas-remasnya<br />
dan nampaknya Linda sangat menikmati hal itu….<br />
Desahan Linda cukup terdengar di telingaku karena tidak ada suara televisi ….<br />
“Uhffff….ahhhhh….terus pa…..nikmat….”<br />
Kemudian dengan lincah pejabat itu membuka baju dan bhx Linda…serta menurunkan celana pendek yang dipakai Linda….<br />
Kini Linda hanya menggunakan cd tipis yang berwarna ungu…<br />
Dia tampaknya pasrah dan menunggu apa selanjunya yang akan dilakukan padanya…..<br />
Pejabat itu kemudian melepas pekainya sendiri sampai bugil…<br />
Kini pejabat itu telah bugil dan tampak senjata itu berdiri tegak….tidak terlalu besar…kira2 13 centi…ukuran standar….<br />
Sementara Linda masih bersandar disofa…..<br />
Tak lama kemudian pejabat itu nai ke sofa dan mengarahkan senjatnya ke mulut Linda…dan dengan sigap Linda mulai melakukan tugasnya….<br />
Linda mengecup kemudian dengan lembut dimasukkan kedalam mulutnya dan semua senjata itu bles masuk kemulut Linda hanya terlihat bulu pejabat itu yang menempel di hidung dan pipi Linda…<br />
Sementara pejabat itu nampaknya sangat menikmatinya….<br />
Hisap terus lin… jangan dilepas….terus…hisap yang kuat…….<br />
Linda terus mengisap senjata itu…terlihat pipinya kempot…..sementara tangan yang satunya lagi …memilin-milin biji yang berada di bawah senjata itu….<br />
Kemudian tidak lama kemudian pejabat itu mulai menggenjot pinggulnya sehingga kepala Linda mulai bergoyang maju mundur….<br />
“ssshhhh ….nikmat lin….ahshhhh…uhhhhhhffff….terus sayang …..terusssssss….”<br />
Pejabat itu kemudian mencabut senjatanya dari mulut Linda dan memasukkan kembali dengan kasar sehingga Linda tampak tersedak….namun pejabat itu tak peduli….<br />
Terlihat mulut Linda yang kecil terlihat memerah karena sesaknya senjata yang masuk ke mulutnya….<br />
Semakin lama genjotan pejabat itu semakin kencang kemulut Linda sampai akhirnya pejabat itu terlihat menenggang dan memasukkan dalam-dalam senjatanya kemulut Linda…<br />
“ahhhhhhhhhh……ahhhhhhhh…..achhhhhh……..”<br />
Nampaknya pejabat itu mengalami orgasme dan di memuntahkannya di mulut Linda yang paling dalam….dan nampaknya Linda sungguh menikmati hal itu….di terus menghisap senjata itu seperti tak mau melepaskannya sambil menelan seluruh sperma yang menyemprot tenggorokannya….<br />
Linda terus menghisap senjata itu dan tampaknya pejabat itu mulai merasa geli dan akhirnya mencabutnya dari mulut Linda<br />
Linda tampak kecewa ketika senjata itu di cabut….<br />
Kemudian pejabat itu duduk disamping Linda…<br />
“nikmat banget sedotan kamu sayang….”?<br />
Linda tersenyum sambil terus memegangi senjata pejabat itu yang sudah mulai layu…<br />
Sekitar sepuluh menit mereka bercerita sambil saling merangsang…..<br />
Aku terus memandangi tubuh Linda yang begita indah….<br />
Susunya masih mengkal…ukuran 32 B…putingnya berwarna pink dan kulitnya putih mulus tanpa noda….sementara kulihat cd ungu yang dia kenakan sudah sangat basah….<br />
Tak lama kemudian Linda menarik pejabat itu ke lantai dan disuruhnya berbaring….dan Linda memulai kembali bergerilya….dia menjilat seluruh tubuh pejabat itu dari muluai leher sampai kelutut berulang-ulang….<br />
Nampak pejabat itu menggelinjang kenikamatan dan senjatanya sudah mulai berdiri tegak kembali….lita mulai mengulumnya kembali dengan lincah…<br />
Setelah itu Linda melepaskan cd ungunya dan kemudian berjongkok tepat diatas senjata itu……<br />
Perlahan –lahan Linda mengarahkan senjata itu kesarang miliknya….<br />
Blesss….senjata itu menghilang diantara pantat Linda….<br />
Kemudian Linda mulai menggoyangnya dengan liar sementara pejabat it uterus meremas susu milik Linda…..<br />
“ahh…..terus….enak banget sayang….goyang terus…..aku mau keluar nih…..”<br />
kemudian Linda dengan cepat mempercepat goyangan itu …dan semakin liar….<br />
“ohhh….ahhhh…ohhhh…uhfffff….” suara Linda terdengar..<br />
“aku keluaaaar sayang……ahhhhh……achhhhhhh”<br />
Pejabat itu nampaknya mengalamai orgasme yang kedua sementara Linda masih terus menggoyangnya karena Linda belum mengalami orgasme….<br />
Aku menyaksikan kejadian itu sambil menservis sendiri senjataku by hand….<br />
Terlihat nampaknya Linda kecewa dengan pejabat itu karena Linda belum puas sementara pejabat itu sudah lemas berbaring di lantai….<br />
“Sory sayang ya papa keluar duluan habis kamu liar banget sih n punya kamu sempit banget jadi siapa yang bisa tahan di goyang kaya gitu….”<br />
Aku mulai berfikir kotor untuk mencari kesempatan memuaskan Linda malam ini….<br />
Namun aku kehilangan akal karena tidak lama kemudian mereka berdiri dan langsung masuk kekamar….<br />
Aku kemudian bengong sendiri menyaksikan kejadian barusan sementara torpedo ku masih berdiri tegak….aku berjalan pelan ke arah tempat perang tadi….masih tercium aroma birahi yang kuat…kemudian aku servis tropedoku sendiri by hand dan memuncratkannya dilantai bercampur dengan sisa-sisa perang tadi….<br />
Kemudian aku mulai bingung bagaimana caranya aku bisa mendapatkan Linda…<br />
Yang ku tahu sekarang intinya Linda mempunyai nafsu yang sangat tinggi….</p>
<p>Bersambng pada <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita</a> selanjutnya</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-istri-muda-pejabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selingkuh dengan teman istriku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 17:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta dengan istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot istri teman]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh dengan istri teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Cerita ini aku ceritakan untuk sebuah pelajaran, mungkin sebagian kita ada yang mengalami hal seperti yang ku alami, dan semoga tak terjadi pada anda, cukup saya saja, perselingkuhan itu tak selamanya indah, dan lebih banyak pengorbanan saja. Berikut cerita lengkap saya. Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita ini aku ceritakan untuk sebuah pelajaran, mungkin sebagian kita ada yang mengalami hal seperti yang ku alami, dan semoga tak terjadi pada anda, cukup saya saja, perselingkuhan itu tak selamanya indah, dan lebih banyak pengorbanan saja. Berikut cerita lengkap saya.</p>
<p>Nama saya Tjokie, saya sudah married dan punya anak satu. Umur saya saat ini 28 tahun, isteri saya juga seumur, namanya Lisa. Anak saya baru umur 3 tahun, dan dia baru masuk Playgroup. Nah, di sekolahan anak saya inilah, isteri saya kenal sama nyokapnya teman anak saya. Namanya Nita. Sebenarnya<span id="more-109"></span> si Nita ini orangnya nggak cakep-cakep amat, yah, lumayan-lah. Menurut saya sih, mendingan isteri saya.</p>
<p>Makanya, sewaktu kenalan sama si Nita ini, saya sama sekali nggak ada pikiran yang macam-macam. Sampai lama-kelamaan isteri saya mulai akrab sama si Nita. Mereka sering pergi sama-sama. Nah, suatu hari, si Nita telpon isteri saya buat ngasih tahu bahwa dia sekeluarga lagi dapat voucher menginap satu malam di sebuah Hotel bintang lima di Jakarta. Dia suruh isteri saya datang buat mencoba fasilitas-fasilitas yang disediakan hotel tersebut. Nah, karena ada kesempetan buat berenang, fitness dan lain-lain gratis, maka saya berdua nggak menyia-nyiakan kesempatan ini.</p>
<p>Siangnya saya berdua nyusul ke hotel tersebut. Sesampainya di sana, saya berdua langsung menuju ke kolam renang, karena si Nita sudah janjian nunggu disitu. benar aja, begitu ngeliat saya berdua datang, si Nita langsung manggil-manggil sambil melambaikan tangannya.</p>
<p>&#8220;Hai Lis, Her&#8230; &#8221;<br />
&#8220;Hai Nit&#8230; Mana suami sama anak kamu ?&#8221; tanya isteri saya.<br />
&#8220;Biasa, dua-duanya lagi tidur siang tuh&#8230;&#8221; kata si Nita.<br />
&#8220;Kamu berdua aja&#8230; Mana anak kamu?&#8221;<br />
&#8220;Nggak ikut deh, Nit&#8230; Abisnya repot kalau ngajak anak kecil&#8221; kataku.<br />
&#8220;Ya sudah, sekarang gimana, kamu berdua mau berenang nggak? Atau mau Fitness aja?&#8221;<br />
&#8220;Langsung Fitness aja deh, Nit&#8221;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga langsung menuju ke tempat Fitnessnya. Dan setelah ganti baju di locker room, kita bertiga mulai berfitnes-ria. Asyik juga sih, sampai-sampai nggak terasa sudah hampir tiga jam kita fitness. Wah, badan rasanya sudah capek benar nih. Setelah selesai kita bertiga terus bilas di ruang ganti, dan langsung menuju ke ruang Whirlpool. Nah, sampai disini kita bertiga bingung, sebab ruang whirpoolnya ternyata cuma satu. Wah gimana nih? Tapi akhirnya kita coba-coba aja, dan ternyata benar, cewek sama cowok jadi satu ruangannya. Wah, malu juga nih&#8230; Apalagi si Nita, soalnya kita bertiga cuma dililit sama kain handuk. Setelah masuk ke dalam, saya tertegun, karena di dalam saya lihat ada cewek yang dengan santainya lagi jalan mondar-mandir dalam keadaan&#8230; Bugil. Wah&#8230; Gawat nih. Setelah saya lirik, ternyata si Nita juga lagi ngeliatin tuh cewek yang kesannya cuek banget. Selagi kita bertiga bengong-bengong, tahu-tahu kita disamperin sama locker-girlnya.</p>
<p>&#8220;Mari Mbak, Mas&#8230; Handuknya saya simpan,&#8221; kata si Mbak locker itu dengan suara yang halus.<br />
&#8220;Ha ? Disimpan ?&#8221; tanya saya sambil kebingungan.<br />
&#8220;Hi-hi-hi&#8230; Iya, Mas, memang begitu peraturannya&#8230; Biar air kolamnya nggak kotor.. &#8221; sahut si Mbak dengan senyum genit.<br />
&#8220;Wah&#8230; Mati deh saya&#8221;, batin saya dalem hati, masa saya musti berbugil ria di depan satu, dua, tiga&#8230; Empat orang cewek sih ? Sementara itu saya liat isteri saya sama si Nita juga lagi saling pandang kebingungan. Akhirnya saya yang memutuskan,<br />
&#8220;Hm.. Gini deh, Mbak&#8230; Kita liat-liat aja dulu&#8230; Nanti kalau mau berendam baru kita taruh handuknya di sini&#8221;<br />
&#8220;Iya deh, Mas&#8230;&#8221; kata si Mbak lagi sambil tersenyum genit. Terus dia langsung berbalik jalan keluar ruangan.</p>
<p>Setelah tinggal bertiga, isteri saya langsung memandang si Nita,</p>
<p>&#8220;Gimana nih, Nit?&#8221;</p>
<p>Selagi si Nita masih terdiam bingung, isteri saya langsung ngomong lagi,</p>
<p>&#8220;Ya sudah deh&#8230; Kita terusin aja yuk,&#8221; katanya sambil melepaskan handuknya.<br />
&#8220;Sudah deh, Nit&#8230; Buka aja&#8230; nggak apa-apa kok,&#8221; kata isteri saya lagi.<br />
&#8220;Benar nih, Lis ? Terus si Tjokie gimana ?&#8221; tanya si Nita sambil melirik malu-malu ke arah saya.<br />
&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>lanjut lagi <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> nya&#8230;.<br />
Pada saat itu saya cuma bisa pasrah aja, dan berdoa moga-moga burung saya nggak sampai bangun. Sebab kalau bangun kan gawat, si Nita bisa tahu karena saya cuma dililit handuk doang.</p>
<p>&#8220;Nggak apa-apa&#8230; Anggap saja kita kasih dia tontonan gratis&#8221; sahut isteri saya lagi.</p>
<p>Gawat juga nih, saya benar-benar nggak nyangka kalau isteri saya sebaik ini. Sebab biasanya dia cemburuan banget. Akhirnya pelan-pelan si Nita mau juga ngelepasin handuknya. Aduh mak&#8230; Begitu dia lepas handuknya, saya langsung bisa ngeliat dua buah teteknya yang membulat&#8230; dan&#8230; jembutnya yang&#8230; gile&#8230; lebat banget! Langsung aja saya menelan ludah saya sendiri&#8230; sambil menatap bengong ke tubuh si Nita. Ngelihat keadaan saya yang kayak orang linglung itu, isteri saya langsung tertawa geli. Sementara si Nita masih berusaha menutupi vaginanya dengan kedua tangannya.</p>
<p>&#8220;Kenapa Her&#8230; Jangan bengong gitu dong, sekarang kamu yang musti buka handuk tuh,&#8221; kata isteri saya lagi.</p>
<p>Busyet&#8230; Masa saya disuruh bugil di depan si Nita sih? Tapi karena takut kalau-kalau nanti isteri saya berubah pikiran, langsung aja deh saya lepas handuk saya. Seiring dengan gerakan saya ngelepas handuk, saya lihat si Nita langsung membuang muka jengah.</p>
<p>&#8220;Lho, kenapa Nit&#8230; nggak apa-apa kok&#8230; Tadi si Tjokie juga ngeliatin body kamu, sampai terangsang tuh&#8230; Lihat deh,&#8221; kata isteri saya lagi sambil menatap burung saya. Akhirnya si Nita ngelirik juga ke burung saya, dan&#8230; Wah&#8230; dasar burung kurang ajar, begitu diliatin dua orang cewek, perlahan tapi pasti dia mulai bangkit. Pelan-pelan mengangguk-angguk, sampai akhirnya benar-benar tegang setegang-tegangnya. Wah, mokal banget deh, saya&#8230;</p>
<p>&#8220;Tuh-kan, Nit&#8230; Benarkan dia sudah terangsang ngeliatin body kamuy&#8230;&#8221; kata isteri saya lagi. Ngeliat burung saya yang sudah tegang benar, akhirnya dua-duanya nggak tahan lagi. Pada tertawa terpingkal-pingkal. Ngedenger suara ketawa mereka, cewek yang sendirian tadi langsung nengok&#8230; dan begitu ngeliat burung saya, dia juga langsung ikut ketawa.</p>
<p>&#8220;Wah, dik&#8230; Dia sudah nggak tahan tuh&#8230;&#8221; katanya pada isteri saya, sambil ngelirikin burung saya terus. Akhirnya daripada terus jadi bahan tertawaan, langsung aja deh, saya nyebur ke kolam whirpool. Nggak lama kemudian isteri saya dan si Nita nyusul. Akhirnya kita berempat berendam deh di kolam. Tapi nggak lama kemudian si Cewek itu bangun&#8230;<br />
&#8220;Mbak sudahan dulu yah, Dik&#8230; Mmm&#8230; Tapi jangan disia-siakan tuh&#8230;&#8221; katanya sambil menunjuk ke selangkangan saya lagi. Buset nih cewek, rupanya dari tadi dia merhatiin kalau burung saya masih tegang terus.</p>
<p>Langsung saja saya berusaha tutupin burung saya pakai kedua telapak tangan. Sambil tersenyum genit, akhirnya cewek itu keluar ruangan. Nah, begitu tinggal kita bertiga, isteri saya langsung pindah posisi. Sekarang jadi saya yang ada ditengah-tengah mereka berdua.</p>
<p>&#8220;Her&#8230; Dari tadi kok tegang melulu sih ?&#8221; tanya isteri saya sambil menggenggam burung saya. Saya cuma bisa menggeleng saja sambil melirik si Nita.<br />
&#8220;Ih&#8230; Keras amat, kayak batu,&#8221; kata isteri saya lagi. Lalu, tanpa saya duga dia langsung ngomong ke si Nita.<br />
&#8220;Sini deh, Nit&#8230; Mau cobain megang burung suami saya nggak nih ?&#8221;<br />
Haa? Saya sama si Nita jadi terbengong-bengong.</p>
<p>&#8220;Bbb&#8230; Boleh, Lis ?&#8221; tanya si Nita.<br />
&#8220;Boleh, rasain deh&#8230; Keras banget tuh,&#8221; kata isteri saya lagi. Pelan-pelan, si Nita mulai ngegerayangin paha saya, makin lama makin naik, sampai akhirnya kepegang juga deh, torpedo saya. Wuih, rasanya benar-benar nikmat.</p>
<p>&#8220;Iya lho, Lis&#8230; Kok bisa keras begini ya. Pasti enak sekali kalau dimasukin yah, Lis,&#8221; kata si Nita lagi sambil terus mengelus-ngelus burung saya. Wah, saya sudah nggak tahan, tanpa minta persetujuan isteri saya lagi, langsung aja deh, saya tarik si Nita, saya lumat bibirnya&#8230; sambil tangan saya meremas-remas teteknya.</p>
<p>&#8220;Akh&#8230;&#8221; Nita menggelinjang. Langsung saya angkat si Nita dari dalam air, saya dudukin di pinggiran kolam&#8230; Kakinya saya buka lebar-lebar, dan.. langsung deh saya benamin wajah saya ke dalam selangkangannya, sehingga si Nita semakin mengerang-ngerang. Sementara itu isteri saya tetap giat mengocok-ngocok burung saya. Akhirnya karena sudah nggak tahan lagi, kita bertiga naik ke pinggiran kolam.</p>
<p>&#8220;Gantian dong, Nit&#8230; Biar si Tjokie ngejilatin vagina saya, saya juga kepengen nih&#8230;&#8221; kata isteri saya dengan bernafsu. Karena dia sudah memelas begitu, langsung saja deh, saya jilatin vagina isteri saya. Saya gigit-gigit kecil clitorisnya sampai dia merem-melek. Nita pun nggak tinggal diam, ngeliat saya lagi sibuk, dia langsung saja meraih burung saya, terus dimasukin ke dalam mulutnya. Wah&#8230; nggak nyangka, ternyata hisapannya benar-benar maut. Rasanya kita bertiga sudah nggak ingat apa-apa lagi, nggak peduli kalau-kalau nanti ada orang yang masuk.</p>
<p>Setelah beberapa lama, isteri saya ternyata sudah nggak tahan lagi.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Cepetan masukin&#8230; saya sudah nggak kuat lagi nih&#8230;&#8221; pintanya memelas. Akhirnya berhubung saya juga sudah nggak tahan lagi, saya cabut saja burung saya dari dalam mulut si Nita, terus saya masukin ke dalam vagina isteri saya. Akh&#8230; benar-benar nikmat, sambil terus saya dorong keluar-masuk. Nita nggak tinggal diam, sambil meremas-remas payudara isteri saya, dia terus ngejilatin buah Zakar saya. Wah&#8230; rasanya benar-benar&#8230; RUUUAAARRR BBBIIAASA! Nggak lama kemudian, mungkin karena sudah terlalu terangsang, isteri saya menjerit kecil&#8230; Meneriakkan kepuasan&#8230; Sehingga saya merasakan sesuatu yang sangat hangat di dalam lubang vaginanya. Melihat isteri saya sudah selesai, si Nita langsung bertanya dengan wajah harap-harap cemas.<br />
&#8220;Nggg&#8230; Sekarang saya boleh nggak ngerasain tusukan suami kamu, Lis?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tentu aja boleh, Nit&#8230;&#8221; jawab isteri saya sambil mencium bibir si Nita. Mendapat lampu hijau, Nita langsung mengambil burung saya yang sudah lengket (tapi masih tegang benar) terus dibimbingnya ke dalam lubang vaginanya yang ditutupi semak belukar.</p>
<p>&#8220;Aaakkkhhh&#8230;&#8221; desis si Nita setelah saya dorong burung saya pelan-pelan.<br />
&#8220;Ayo, Her&#8230; Terus, Her&#8230; I Love You&#8230;&#8221; kelihatannya si Nita benar-benar mendapatkan kenikmatan yang luar biasa. Sambil saya goyang-goyang, isteri saya menjilati teteknya si Nita. &#8220;Aduh, Lis&#8230; Her&#8230; I love you both&#8230;&#8221;</p>
<p>Pokoknya selama saya dan isteri saya bekerja, mulut si Nita mendesis-desis terus. Kemudian, mungkin karena isteri saya nggak mau ngedengerin desisan si Nita terus, akhirnya dia bangun dan mengarahkan vaginanya ke muka si Nita. Dengan sigap Nita menyambut vagina isteri saya dengan juluran lidahnya. Sampai kira-kira sepuluh menit kita bertiga dalam posisi seperti itu, akhirnya saya sudah benar-benar nggak tahan lagi&#8230; dan&#8230; ahhh&#8230; saya merasakan desakan si Nita mengencang, akhhh&#8230; Akhirnya jebol juga pertahanan saya. Dan disaat yang berbarengan kita bertiga merasakan suatu sensasi yang luar biasa&#8230; Kita bertiga saling merangkul sekuat-kuatnya, sampai&#8230; Aahhh&#8230;</p>
<p>Begitulah, setelah itu kita bertiga terkulai lemas sambil tersenyum puas&#8230;<br />
&#8220;Thank you Tjokie, &#8230; Lisa&#8230; Ini benar-benar pengalaman yang luar biasa buat saya..&#8221;<br />
&#8220;Ha&#8230; ha&#8230; ha&#8230; Sama, Nit&#8230; saya juga benar-benar merasakan nikmat yang yang nggak pernah saya bayangin sebelumnya. Sayang suami kamu nggak ikut yah, Nit,&#8221; kata isteri saya.<br />
&#8220;Gimana kalau kapan-kapan kita ajak suami kamu sekalian, boleh nggak, Nit?&#8221;<br />
&#8220;Benar Lis&#8230; Ide yang bagus, tapi kita nggak boleh ngomong langsung, Lis&#8230; Musti kita pancing dulu..&#8221; kata si Nita.</p>
<p>&#8220;Setuju,&#8221; sahut isteri saya.<br />
&#8220;Gimana Her&#8230; Boleh nggak ?&#8221;<br />
Untuk sesaat saya nggak bisa menjawab. Bayangin, masa saya musti berbagi isteri saya sama suaminya si Nita? Rasanya perasaan cemburu saya nggak rela. Tapi, ngebayangin sensasi yang akan terjadi kalau kita main berempat sekaligus&#8230; Wah&#8230;<br />
&#8220;Boleh, nanti kamu atur yah, Nit&#8230; Biar saya bisa ngerasain lagi hangatnya lubang vagina kamu&#8230; Ha&#8230; ha..&#8221; akhirnya saya menyetujui.</p>
<p>lama berlanjut saya akhirnya insaf, dan berharap tak lagi terulang, walau banyak godaan saya berusaha untuk segera plepas dari semua cerita yang saya anggap memalukan, kini masa lalu adalah cerita untuk aku ambil sebagai pelajaran, dan menjadikanku lebih baik untuk masa mendatang..</p>
<p>Sekian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/selingkuh-dengan-teman-istriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Seks Seorang Dosen</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 19:08:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[bercinta dengan dosen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita seks dosen]]></category>
		<category><![CDATA[cerita selingkuh]]></category>
		<category><![CDATA[seks dosen]]></category>
		<category><![CDATA[selingkuh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Dosen Juga manusia.. Mungkin itulah ungkapan yang cocok buat pak dosen ini, dia merasa tidak bersalah jika memiliki hasrat tinggi dalam bercinta, apa salah seorang dosen memiliki birahi yang tinggi? Berikut adalah cerita seks setengah baya dari seorang Dosen. Silahkan menikmati Cerita Dewasa Dari kami&#8230;. Dulu terfikir, uang pensiunan pegawai negeri sudah cukup untuk menjadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dosen Juga manusia.. Mungkin itulah ungkapan yang cocok buat pak dosen ini, dia merasa tidak bersalah jika memiliki hasrat tinggi dalam bercinta, apa salah seorang dosen memiliki birahi yang tinggi? Berikut adalah <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/cerita-seks/">cerita seks</a> setengah baya dari seorang Dosen. Silahkan menikmati Cerita Dewasa Dari kami&#8230;.</p>
<p>Dulu terfikir, uang pensiunan pegawai negeri sudah cukup untuk menjadi jaminan sumber biaya untuk membiayai keluarg-ku, namun krisis berkepanjangan di negeri ini, ditambah harga kebutuhan hidup yang terus meningkat membuat dana pensiunan bulanan makin tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini, membiayai biaya sekolah anak-anak-ku, dan gaya hidup mereka yang makin tinggi, belum lagi, Parni istri-ku yang tercinta mengidap penyakit kanker, harta yang tersisa pun aku jual untuk menutup semua biaya pengobatan, walaupun akhirnya Parni meninggal 5 tahun yang lalu..</p>
<p>Dan sejak 5 tahun itulah saya harus memutar otak, beruntung di usia-ku yang sudah lewat setengah abad ini, gelar S-2 sempat aku kenyam, hingga Aku masih dianggap pantas untuk mengajar di sebuah Universitas Swasta di Jakarta,..<br />
Berbeda memang, anak-anak dari kaum borjuis ini, membuat rasanya diri ini malu, merasa gagal sebagai orang tua, rasanya tuntutan ke dua anak-ku Mardi dan Mira tidak lah berlebihan HandPhone berwarna atau pun sepeda motor, itu masih jauh di bawah standard para Mahasiswa-ku,..<span id="more-9"></span></p>
<p>Ya bagaimana-pun aku mulai bersyukur, bersyukur anak-anak-ku masih mau menggap aku sebagai ayah, dan mau menerima keadaan ekonomi yang meski tidak berlebih, namun untuk sekedar biaya makan dan sekolah bukan-lah masalah,..<br />
Selama 5 tahun ini juga aku berusaha menjadi dosen idealis, dosen yang baik dan objektive pada murid-murid-ku, berusaha sedikit tegas dan memang itu yang aku fikir harus aku lakukan, sayang rasanya membiarkan mereka membuang uang orangtua-nya untuk sekedar bermain di dalam kelas, aku gak mau seperti Pak Irham, atau Pak Bambang, yang dikenal sebagai dosen ‘baik’ di kampus ini, sayang rasanya mereka tidak mendapat sesuatu di dalam kelas,..<br />
Namun kejadian ini membuat hidup-ku berubah, mungkin…</p>
<p>Waktu itu aku mengajar pelajaran Bank dan Lembaga Keuangan, salah satu mata kuliah yang paling aku kuasai, kelas yang kuajar itu bisa dibilang kelas buangan, karena memang hal yang biasa kalau daftar kelas dan dosen yang mengajar itu sudah bocor sebelum pengisian Jadwal mahasiswa,..<br />
Jadilah kelas-ku salah satu kelas yang paling dihindari,.. Yang payahnya lagi anak-anaka ini seperti tidak mau Belajar, aku berusaha bersabar, hingga pada akhirnya saat membacakan nilai UTS, 3 minggu sebelum UAS murid-murid mulai menjambangi meja kerja-ku di ruang dosen, ya seolah aku yang menentukan nilai, aku yang sengaja membuat nilai mereka Jatuh,..</p>
<p>Hal itu sudah biasa terjadi 5 tahun belakang ini, namun entah satu orang ini, seorang mahasiswi membuatku jatuh dalam perangkapnya, aku bahkan terkadang berfikir, apa aku pantas masih menjadi seorang dosen ??<br />
Sore itu, seorang Mahasiswi, murid kelasku, usianya sekitar 21-an diatas rata-rata usia mahasiswa di kelas-ku, memang salah satu mahasiswa bermasalah dengan nilainya,.. orang-nya cantik, cantik sekali memang, rasanya dia pun terlihat berbeda memiliki keistimewaan tertentu yang membuat seorang lelaki, bahkan seusia-ku ini masih menaruh minat padanya,..<br />
Tubuhnya sintal proposional, memang lebih tinggi dari-ku yang hanya 164 cm ini, sore itu sekitar pukul 5 sore, suasana ruang dosen sudah sangat sepi, apalagi hari jum’at hanya sedikit dosen yang mengajar hingga sepetang ini pada hari itu, aku baru saja duduk di kursi-ku setelah mengambil air putih dari dispenser di sudut ruangan,.<br />
Saat itulah Veronica, nama Mahasiswi itu datang menghampiriku, perlahan dia melangkah masuk, dengan senyuman lembut, rambut panjangnya yang berwarna coklat dikuncir, celana panjang jeans berwarna hitam ketat memperlihatkan pahanya yang berisi, bokongnya yang padat,..</p>
<p>Balutan kaus kuningnya, berdada rendah memperlihatkan payudaranya yang membusung, bahakan BH yang dikenakannya pun adalah Bra yang mengait dileher, hingga aku dapat dengan jelas melihat warna Bra-nya talinya berwarna merah, sedangkan Cup-nya sendiri berwarna Hitam, kutaksir ukurannya 36 B, terlihat dari balik kausnya yang berbahan tipis itu,..<br />
Entah apa maksudnya, aku tak berusaha menerka, mungkin hanya berusaha memberikan sogokan, seperti beberapa mahasiswa lain yang datang beberapa hari kebelakang,.. Aku pun berusaha memasang tampang cuek, meski iman ini mulai terguncang,..<br />
” Pak Agus,..” Suara lembut itu memanggil,..<br />
” Ya,.. ” Kata-ku menjawab,..masih berusaha memberikan ekspresi datar,..<br />
” Saya Veronica, murid BLK bapak… ” Memperkenalkan diri ” Boleh saya duduk ?? “<br />
” Oh ya silahkan, Veronica dari kelas G ?? ” Aku pura-pura bertanya, meski sebagai lelaki tidak mungkin aku tak mengingat mahasiswi secantik Veronica<br />
” Iya pak, saya mau minta bantuan pak,.. ” tampaknya dia sudah biasa berbuat seperti ini, hingga tak malu-malu lagi untuk mengajukan permintaan yang sebenarnya memalukan itu,..<br />
” Oh, memang apa yang bisa saya bantu ? ” Aku pura-pura bertanya meski sudah bisa menerka keinginan-nya,..<br />
” Nilai saya Pak, Cuma 24,..Saya mau lulus pak,.. ” Dia meminta lagi tanpa rasa malu<br />
Wajahnya pun terlihat cuek, seolah tak bersalah,..<br />
” Wah, jauh ya,..gimana mungkin kamu mengulang semester depan,.. ” ya memang itu yang bisa kulakukan, nilai itu terlalu jauh, dan tampanya sulit untuk dia bisa mengejar nilai di UAS, meski bukan hal yang tidak mungkin,…</p>
<p>” Yah, bapak, masa gak bisaaa… ” Vero berkata Manja,..tubunnya dibusungkan seolah sengaja mendorong dada-nya lebih maju, menempel di meja kerja-ku,.. menapak diatas kaca bening diatas meja,..Dadanya terkesan lebih besar, tak hanya itu belahan dada-nya yang rendah membuat payudaranya sedikit terangkat keluar, belahan-nya menantang dalam jarak yang begitu dekat, darah tua ini mendidih,..entah apa, aku berusaha menerka maksud dari murid cantik-ku ini,..<br />
” Bapak, tolongin saya ya pak,.. ” Suaranya sengaja dibuat demikian manja, manja membuat hati ini sedikit luluh, aku seorang manusia, seorang lelaki normal<br />
” Eh, ehmmm.. “,” Mungkin kamu bisa, bisa kerjakan makalah bab 14 – 18 , saya akan maksimalkan nilai tugas-mu.. ” Aku berusaha untuk tidak menatap ke belahan dadanya itu,..<br />
Aku yakin seyakin yakinnya, Vero bukan tak tahu aku mengintip, tapi dia seolah cuek-cuek saja, bahkan kesan yang diberikannya semakin disengaja,..Seraya berdiri,..</p>
<p>” Bapak, bapak bisa kan bikin cepet selesai ?? “, Dia berdiri menantang dihadapan-ku, tatapannya menggoda,.. ” Ayolah Pak,.. ” Katanya lagi sambil membuka jepitan rambutnya, rambut panjangnya terurai indah,..menambah kecantikan gadis muda ini,.<br />
Jantungku berdegup kencang,<br />
” Eh,.. apa maks..maksud kamu,.. ” Aku tahu, aku tahu maksudnya, aku bukan orang bodoh, tapi aku bukan orang yang ingin mengambil kesempatan, aku tahu di lingkungan kampus ini sudah biasa mahasiswi yang bisa dibilang ( maaf ) Jablay, dan bukan tak mungkin Veronica ini pun salah satu bagian komunitas tersebut,..<br />
” Saya cuma mau lulus pak,.. ” Dia menjawab santai, duduk diatas meja-ku, saat berdiri tadi dia sempat berbalik, tubuhnya indah sempurna, matanya indah bokongnya pun demikan menggoda,.aku meneguk ludah dalam deru jantung dan desir darah yang membara,..<br />
” Bapak, bapak tahu kan, bapak tahukan musti bagaimana untuk membantu saya,.. ” Manja dia berkata,..tubuhnya menunduk, memeluk-ku dari belakang, menyela lewat bahu,..tangannya menempel didadaku, bersilang, kepalanya di tidurkan di bahu-ku, mesra, aku dapat merasakan hembusan nafas, tatapan matanya yang seolah menelanjangiku itu, mata berglayut manja memandang-ku, tiba-tiba Veronica mencium-ku,..</p>
<p>Memeluk-ku lebih erat, mencium pipi kiriku hangat, aku bahkan merasakan ciuman yang berbeda dari ciuman anak-anak-ku setiap ulangtahun-ku, bukan ciuman kasih sayang, tapi sebuah ciuman berbeda, mencium pipiku yang mulai berkerut dengan hangat, sentuhan lidahnya sesekali menyentuh kulit pipi-ku, darah tua ini tambah berdesir, makin menyerah akan kekalutan dosa birahi anak didik-ku,..<br />
” Vero yakin, Bapak pasti bisa bantu Vero,.. ” Dia melepas pelukan dan menghentikan ciumannya,.Tuhan kufikir hanya ini saatnya bila aku ingin mengakhiri semua ini, mengakhiri dosa anak didik-ku,..<br />
Vero melangkah perlahan , mendorong bangku-ku menjauh dari meja kerja-ku,.dia berdiri dihdapanku sekarang,..mulut orang tua ini tak sanggup berkata apa-apa lagi,..di depan kedua mataku, Vero menarik kausnya, meloloskan kaus kuning tipisnya,..sekaligus menarik jepitan rambutnya, rambut panjang coklatnya terurai, menambah kesan kecantikan sensual gadis itu.</p>
<p>Tubuhnya yang putih indah itu, tak berbalut lagi dengan kaus tipis itu, payudaranya yang masih terlidung oleh Bra-nya yang mungkin hanya menutupi bagian putingnya saja, ya Cup-nya kecil sekali tak sepadan dengan dada-nya yang padat berisi itu,,..<br />
Vero, menatap ku, dengan tatapan manja Khasnya,..<br />
Menunduk lah gadis itu membuat payudaranya itu kian menantang-ku, menantang birahi-ku yang terus memuncak, mamancing birahi seorang lelaki tua,..jemari lentiknya bergerak ke perut, seolah sengaja belaiannya seolah penari erotis yang begitu memamerkan perut ratanya yang putih rata itu,..</p>
<p>Rambutnya yang panjang terurai, makin menggoda, menutup sebagian wajahnya memberikan kesan misterius yang merangsang, jemari lentik itu menekan kancing celana jeans ketatnya, menarik keluar kancing celana itu keluar dari tempatnya,..<br />
Belum lagi aku menghela nafas, Vero kembali membuatku harus menahan nafas lebih lama, jemari lentik berbalut kutek merah muda itu menempel di kancing resletingnya, sempat Vero menatap-ku, tersenyum…<br />
Jemari lentik itu bekerja, menarik turun resletingnya, aku menarik nafas panjang-panjang,.. mata tua ini mengintip, mencoba mencari tahu indahnya dunia remaja, celana dalam hitam-lah yang bisa kulihat, aku menarik mata-ku dari daerah selangkangan itu, menatap mahasiswiku yang hanya tersenyum-senyum saja, dengan tatapan mata yang menggoda,..</p>
<p>” Srettt… ” celana itu meluncur turun, aku tak lagi harus mencuri-curi pandang, celana dalan hitam model string itu kini sudah menantangku, celana Jeans ketat itu terus diturunkan oleh Mahasiswi-ku itu,..<br />
Meluncur turun melewati bokongnya yang padat berisi itu, melewati pahanya yang begitu putih mulus menggoda, lutut-nya yang indah, turun lagi melewati betis Vero,..Oh tuhan tubuh itu seolah menari indah sekali, hingga celana jeans itu tertahan di kakinya, Vero meloloskan celana jeansnya dari kaki sebelah kiri dahulu, berganti kaki kanan hingga Jeans itu terlepas dari tubuh indahnya,..sebelum dia menaruh kaus dan celana jeansnya diatas meja kerja-ku,..<br />
Mahasiswiku berdiri menantang dihadapan-ku, sinar matahari senja yang menyelinap dari balik meja kerja-ku, membuat keindahan di hadapan-ku ini makin mempesona, sinar mentari yang hangat itu tersenyum mesra memantulkan keindahan tubuh mahasiswiku,..</p>
<p>Berdiri mematung, tangannya berpindah kebelakang menarik lepas kait branya,..sebelum dia meloloskan Branya itu lewat lehernya,..dadanya kian menantang, bulat dan cukup besar, tidak turun sedikitpun, sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkannya, putingnya yang tidak terlalu besar itu berwarna merah kecoklatan, mengacung tegak yang membuat kesan sensual kian bertambah…<br />
Mahasiswiku berdiri nyaris bugil dihadapan-ku,..<br />
Tuhan,.. aku menarik nafas panjang,..jantungku berdegup kencang sementara Veronica melangkah mendekatiku,..<br />
” Bapak,. Bapak bisa kan bantuin Vero,..” Dia mendekat ” Vero bakal nyenegin Bapak dech..” Rayunya<br />
Jantung tua ini makin, payah, apalagi saat Vero tanpa tendeng aling lagi duduk di pangkuan-ku, bokongnya mendarat di paha kanan-ku, padat dan berisi sesuai dengan yang terlihat,..kedua tangannya langsung memeluk-ku melewati leherku, mesra bergelayut,..payudara indah-nya itu menempel di dadaku, membuatku yakin dia dapat merasakan degup jantung-ku yang begitu kuat berdebar, degup jantung yang makin menderu saat payudara itu bertempel di dadaku yang masih terbalut kemeja tua ini,..<br />
Vero tersenyum, mungkin dia dapat merasakan jantungku yang berdebar keras,..<br />
” Bapak, relaks ya,..” ,.” Vero yakin pasti bisa nyenegin bapak koq,.. ” dia tersenyum,..<br />
Tangannya menempel di wajah-ku, halus lembut, sesaat kemudian bibir mungil itu kembali menempel, bukan lagi di pipi-ku yang berkerut, tapi di bibir tua berkarat ini,..</p>
<p>Menyentuh hangat di bibirku, lidahnya mulai berusaha menyelinap masuk dalam bibir-ku, persetan dengan semua ideologi, objektivitas dan Sumpah dosen, aku tak bahagia dengan itu semua, kini yang terfikir hanya keindahan tubuh Mahasiswi-ku ini,..<br />
Aku tak lagi dapat menutup mulutku rapat, aku membiarkan lidah mudanya itu berpagutan dengan lidah tua-ku, ya-ya dia seolah tak sedikitpun jijik pada orang tua seperti-ku, aku pun tak lagi merasa malu, berhubungan dengan Gadis yang seumuran dengan putri-ku,,..<br />
Birahiku mengalahkan akal-sehat-ku,..<br />
Kami berciuman mesra, hidung kami sempat beberapa terantuk aku sudah tua untuk melawani frenckissnya ini, sedotan dibalas sedotan, kami berciuman dahsyat hingga menimbulkan bunyi aneh sewajarnya orang berciuman hebat,..</p>
<p>Lidah kami saling bersilangan seraya berciuman itu, liur kami sudah saling tertukar, penis-ku pun sudah makin sest dibawah sana,..apalagi kala Vero menarik tangan-ku untuk mengapai dadanya, seolah menginginkan-ku meremas payudara-nya,..<br />
Jemari orang tua ini menyisir payudara kencang itu,..jemariku terasa bergetar saat menyentuh kulit halusnya,..aku mengganti jari-jariku dengan telapak tangan tua ini,..menyentuh permukaan payudara itu,..sedikit memberanikan diri menggoyang dan meremas payudara itu, pemiliknya sedikit mendesah diantara ciuman kami,..<br />
Ku-kumpulkan segenap keberanian-ku, kumainkan payudara yang menggantung itu, meremasnya dengan sisa tenaga tua yang ada,..merema payudar itu, menekannya ataupun menarik-narik puting payudara itu, putingnya sesekali kuremas, kupelentir puting itu, teringat dengan istri-ku Parni dahulu,..<br />
” Ougghhh.. ” Vero mendesah nikmat, membuat-ku makin PD untuk mengerjai mahasiswiku itu,..ya aku makin terbakar birahi,..tak lagi kupedulikan status ” Dosen ” ku,..<br />
Kupeluk tubuh indah itu, kudekatkan lagi tubuh tua ini dengan tubuh indahnya,. memeluk mesra mahasiswiku, sambil berciuman, sambil memainkan puting payudara-nya itu,..,..<br />
Tangan-ku yang memeluknya itu mulai berani lebih dalam lagi,..menyelinap diantara celana dalamnya meremas bongkahan pantat itu,..</p>
<p>” Aww… Bapak bandel ya,.. ” Vero menghentikan ciumannya,..tersenyum lah dia,..<br />
Ya Vero malah berdiri dihadapan-ku sekarang,..<br />
” Turunin pak, celana dalam-nya.. ” Rengeknya manja,..<br />
Aku tersenyum menatap wajah cantik mahasiswiku itu, ya aku tak lagi ragu untuk melakukannya,..<br />
Kujulurkan kedua tangannku, menarik karet celana dalam itusebelum menariknya turun, gundukan bulu kemaluannya yang tak terlalu lebat namun tertata rapi itu menimbulkan sebuah aroma, aroma khas wangi yang mematikan,..<br />
” Hehehe, gitu donk pak,.. ” Vero kembali melompat dalam pelukan-ku, kini dia malah mengangakang dihadapanku,..<br />
” Pak, Turn me On lagi donk,.. ” Pintanya,..<br />
Aku pun tak menolak,..melakukannya,..<br />
” Vero, Vero, sini sama bapak ya,.. ” aku memeluknya sekarang,..<br />
Kujulurkan bibirku menciumnya, dari kening turun kebawah, teringat titik sensitif istriku dahulu, tepat di balik telingannya, kugayut telinga itu, kuhisap-hisap teliganya, sesekali lidah ini kusisipkan di lubang telinga itu,..<br />
” Ahhh, ahhh pak,..enaaaak… ” Desahan manja melucur dari telingannya, tangan Vero pun tak lagi diam, membuka kancing perkancing kemeja ku itu,..</p>
<p>Perlahan tapi pasti kancing kemejaku terbuka semua, sementara aku masih sibuk merangsang titik sensitifnya yang ternyata sama dengan istriku itu,..<br />
Tubuhnya bergerak-gerak manja, sambil tangannya berpacu dibalik kaus dalam-ku itu,..merajahi dadaku yang juga mulai berkeriput dimakan usia<br />
Jemari lentiknya bermain, ya mencoba merangsang diriku lebih lagi, puting ku dijelajahinya dengan tangannya yang halus itu menjepit payudaraku, sakit tapi ya nikmat sekali aku tak menyangkal kenikmatan yang diberikan mahasiswi-ku itu,..<br />
Aku pun mendesir hebat saat Vero dengan begitu bernafsunya berkata,..<br />
” Sekarang giliran Vero ya pak” pinta si cantik itu,..” Vero yang bakal puasin Bapak “<br />
Turunlah dia sambil tangannya menyibak kemeja dan kaus dalam-ku, tubuh tua yang sedikit buncit ini terpampang dihadapan Mahasiswi yang begitu cantik dan kontras dengan tua bangka seperti diriku,..<br />
Lidahnya merangsang puting tua-ku itu, menjilatnya sambil menyedot-nyedotnya membuat si tua ini mendesah kenikmatan,..nikmat sekali dia mngerayangi puting kanan-ku tak lama berganti ke kiri,..tubuh tua ini bergetar,..<br />
” Enak pak,.?? ” tanya-nya tersenyum manja menatap-ku,..<br />
Aku membalas dengan senyuman, ..kembali Vero menarik tangan-ku,..<br />
ditaruhnya diselangkangan, agak ragu aku saat itu,..<br />
” Ayo pak, Vero pengen… ” Dia meminta,..<br />
jempolku pun kugerakan,..menempel di Clitorisnya, sedangkan jemari telunjuk-ku itu kugerakan di depan bibir vaginanya,..<br />
” Owhh,, pak, Enak,.. ahhh.. ” vaginanya sudah mulai basah, kugerakan jemariku makin cepat naik turun dipermukaan bibir vaginanya,..<br />
Vero mendesisi, sembari tak henti menjilati puting payudara-ku,..tangan kirinya masih bergelayut memeluk-ku, sementara tangan kanan-nya digunakan merangsang permukaan dadaku,..<br />
Kurasakan permukaan vaginanya bertambah basah, tangan-ku pun mencuri kesempatan menjamahi payudara kencangnya itu, ya makin lama kami makin terpacu birahi, terpacu dosa kenikmatan, entah berpura atau tidak, tapi gerakan tubuh Vero menggambarkan seolah Vero ikut menikmati ini, semua,..<br />
” Pak… gak tahan, jangan di depan ajah.. ahhh, Pak masukin… ” Pinta Vero,..<br />
Kuturuti kemauan anak didik-ku itu,..telunjuk-ku ini kugunakan untuk melakukan penetrasi dalam vaginanya,..terasa sempit liang kemaluan-nya sedikit basah dengan cairan cintanya yang mulai berproduksi dalam rahim muda gadis itu,..<br />
Telujuk itu kugunakan mendesak lebih dalam, kutatap wajah mahasiswiku, wajahnya tampak kesakitan, namun mulutnya berkata lain,..<br />
” Terus pak, awwww… enak pak… ” Dia terus menceracau,..akhirnya telunjuk-ku mentok juga, sesaat kudiamkan, Vero tampak menarik nafas panjang, sebelum akhirnya kugerakan telunjuk-ku naik turun dalam kemaluannya itu,..<br />
” Owwww, ahhh pakk,, aaww…” Dia menceracau, berusaha memagut bibirku, kusodorkan saja bibir tua ini, kami berciuman mesra sementara tangan-ku terus keluar masuk menjelajahi kemaluannya,..<br />
Jemari Vero seolah ingin membals kenikamatan yang kuberikan,..<br />
Diraihnya kancing celana-ku, dipelorotkannya, sementara dengan jemari lentiknya dikeluarkan penisku yang sudah menegang itu,..<br />
” Ich, keras juga ya pak, awww..” Dia berkata disela desahan-nya,..<br />
aku makin liar, rasanya mendengar gadis secantik itu mendesah dalam pelukan-ku, makin membuat ku bergairah,….<br />
Makin kupacu jemariku keluar masuk dalam vagina-nya, sementara Vero membalas dengan sentuhan tangannya yang membelai kemaluan-ku, membelai sambil mengocok kemaluan-ku, jemari tangan yang halus, begitu nyaman menggengam kemaluan-ku,..<br />
Desah nikmat kami diantara ciuman Frenchkiss, nikmat menggema di Kantor dosen yang kosong itu,..beberapa menit kami berpacu dalam keadaan itu, hingga akhirnya tubuh Vero menggelinjang hebat, menggelinjang panjang disertai desahan dasyat tubuhnya mengeras, giginya menggelayut, Veronica mahasiswi-ku terhantam gelombang organsme dahsyat, membuatnya tak karuan mendesah, aku merasakan vaginanya yang seolah menarik jemariku, menyedot hebat sebelum cairan vaginanya merembes keluar,..<br />
” Awhhhhh…Oughhh… ” Dia memeluk-ku mesra saat Organsme itu tiba, nafasnya tersengal sengal, sebelum dia merambat turun,..Penis-ku masih tegar berdiri saat itu,..<br />
Dia melangkah mengambil air minum di meja, menegaknya,..<br />
” Bapak, dasar,.. hebat banget.. ” celetuknya manja,..<br />
Aku kembali hanya tersenyum membalas,..<br />
” Sini Vero bales,.. ” Dia kembali mendekatiku, berjongkok dihadapan-ku, meraih penis-ku ditangannya meremasnya mesra, sebelum dibuka-nya bibir mungil miliknya,..<br />
Penis ku dijilatnya, tubuh tua-ku mendesir nikmat,..merasakan basuhan hangat lidah Vero yang menari di penis-ku,..<br />
” OWhh… ” geli nikmat yang dahsyat, berlanjut kebuah Zakar-ku, agak susah membuatnya harus melepas celana panjang-ku turun, jadilah kami berdua dosen dan Mahasiswinya saling bertelanjang,..<br />
Tak lagi sempat berfikir, seketika buah Zakar-ku telah disantapnya, menghisap dan menyedotnya dahsyat,..menggelitik buah zakar-ku itu, hingga basah, bijinya ditarik tarik memberikan kenikmatan, seolah tidak jijik dengan penis si tua bangka ini, bahkan memberikan kenikmatan yang dahsyat sekali,..</p>
<p>Tangannya yang satu lagi terus mengocok penis-ku, belum lagi sedotan dahsyat pada buah zakarku, bulu kemaluan-ku yang sudah mulai beruban sesekali rontok tertarik tangannya, namun tak seberapa dibanding kenikmatan yang diberikan gadis muda ini,..<br />
” Ahhh, ahhh.. ” Aku terus mendesah kenikmatan<br />
sesaat penisku malah sudah berada dalam mulut hangatnya, mulut hangatnya yang bermain membalur penis tua itu dengan lidahnya, menyedot penisku itu, ” Aghhh.. ” aku mengelinjang nikmat,..<br />
Kepala penisku dihisapnya sementara tangannya tak henti mengocok batang kemaluan-ku,..aku tak tahan lagi,..kutarik lepas kepala mahasiswi ku itu,.. kucium bibir mungilnya,.ku dorong dia keatas meja kerjaku, tangan-ku mencoba merangsang bibir vaginanya yang mulai basah,..</p>
<p>” Oughh, pak… ” Vero mendesah, kulepas ciuman-ku, kupindahkan ke payudaranya yang menantang itu,..<br />
Tangan ku, kini kugunakan untuk merangsang clitoris Veronica, pemiliknya hanya dapat melenguh seakan melampiskan kenikmatan atas rangsangan yang kuberikan,.. Jemari-ku sesekali kusisispkn lagi dalam vagina-nya, sementara terus kuciumi juga payudara mahasiswi-ku itu,..<br />
Kukunyah puting payudaranya itu, kujilati seluruh bagian dari payudaranya yang putih indah menggoda itu,. ” Ughhh, pakk..ahhhh ” Pemiliknya terus melenguh menambah naik birahiku,..<br />
Pinggulnya bergoyang erotis menikmati rangsangan dari orang tua ini, apalagi vagina itu kian basah oleh cairan cintanya, aku dapat merasakan kehangatan dan remasan otot-otot vaginanya meremas telunjuk-ku didalam sana,..<br />
Jemai Vero terus mencoba merangsangku, terkadang tangannya membelai dada-ku memberikan sentuhan pada puting susu-ku, ataupun dia mencari telingaku untuk dihisapnya, mungkin dia ingin kami sama-sama naik, apa dia sudah sering seperti ini dengan dosen-dosen lain?? Ataukah dia tak merasa Jijik brcinta dengan orang yang mungkin sudah lebih berumur dari orangtuanya itu,..ai enyahlah pikran semacam itu, tak perduli lagi dengan itu semua, yang terpenting aku dapat menikmati dagin hangat ini sekarang,..<br />
Tangan Vero mencabut jemari-ku yang berada dalam vaginanya, ditariknya penisku yang sudah mengeras itu untuk merangsang vagina-nya, digesek-gesekannya lah kepala penis-ku itu, dia melenguh hebat menkmati ransangan yang diberikannya oleh permainannya sendiri itu,..<br />
” Oughh , pak..enyakk..” Vero terus melenguh, peluh sudah mulai membanjiri wajah cantiknya itu…<br />
Jemarinya terus membimbing penis tua-ku itu untuk brmain di mulut vaginanya,..penisku seakan berdenyut nikmat, tiap kali penis ini menyentuh bagian vaginanya yang basah dn trtekan-tekan nikmat, seolah ada yang ingin keluar meski aku tahu masih jauh buatku untuk menembak-kan sperma-ku ini,..<br />
Tak terduga apa yang terjadi selanjutnya. Justru Vero sendiri lah yang menekan-kan penisku masuk dalam vaginanya, keset sekali saat di bimbingnya penis-ku masuk dalam vagina-nya,..dia terus meriung-riung tiap centimeter penisku melengsek masuk, ” Awwwh,..pak…ahhhh…” aku pun tak uasa mendesah..” Ahhh, Veroo… ” pertama kalinya aku menyebut nama murid-ku itu dalam persetubuhan ini,.<br />
Betis Vero terus mendorong pinggulku, di kaitkannya kedua kakinya kuatkuat pada pinggulku demi untuk mendorong penis-ku masuk lebih dalam, aku tak mencegah aku keenakan menikmati remasan otot-otot vagina muda dari mahasiswi tercantik di kelas ku itu,..<br />
Vero sendiri hanya merem melek saja, menikmati tiap detik penis-ku masuk lebih dalam,..sempat mentok beberapa kali, namun aku menarik pinggulku lagi mencai ruang agar dapat menekan penisku masuk lebih dalam ada vagina-nya,..<br />
” Ahhh, pak,..dalem banget.. awwhhh..” Rintih Vero, saat penisku akhirnya tertanam semua dalam vagina-nya, sempit sekali, kesat namun vagina itu terus berdenyut seolah memijat penisku yang berada di dalam sana,.</p>
<p>Aku tersenyum saja mendengar perkataan anak didik ku itu,..<br />
Entah sudah berapa tahun sejak aku menikmati vagina seorang wanita, namun aku yakin ini adalah vagina ternikmat yang pernah kurasakan dalam hidup-ku, lupakan kegilaan seorang PNS dahulu, hanya pelacur-pelacur kelas bawah yang pernah kunikmati dahulu, itupun sebelum menikahi istri ku yang tercinta, sejak kematian-nya tak pernah aku sekalipun bercinta dengan wanita, aku setia menjaga cintaku, hingga hari ini,..</p>
<p>Seluruh birahi yang terpendam selama 5 tahun ini kutumpahkan pada diri anak didik-ku ini, kugengam pinggangnya sebagai tumpuan, kugoyangkan penisku keluar masuk dalam vagina-nya dengan kecepatan yang teus meningkat..<br />
Payudaranya itu terpental kesana kemari, ya bergoyang memutar hingga menambah kecantikan murid-ku itu, sungguh dia memiliki pesona sendiri dimata lelaki, bunyi tabrakan bokongnya dengan selangkangan-ku menimbulkan bunyi yang cukup nyaring tapi kami tak perduli lagi,..<br />
Kami terus berciuman untuk mengurangi gaung suara desahan kami, lidah kami berpagutan sementara di bawah sana, vagina-nya terus meremas penis-ku, meremasnya nikmat sekali,..<br />
” Uhhh, owghhh,..ahhhh… ” Vero terus mendesah,.mulutnya seolah tak pernah berhenti mendesah, meransang darah tua ini untuk terus terbakar oleh suasana,..Ya aku tak lagi berfikir selain memuaskan birahiku ini sekarang,..<br />
Dahsyatnya lagi tiap sodokan sekuat tenaga-ku, aku merasakan sensasi lain dari vagina-nya, selain lolongan panjang Vero, seolah ada cairan yang terdrong keluar dari dalam vaginanya, sesekali meloncat hingga kebuah zakar-ku,..<br />
Jemari Vero pun digunakan olehnya untuk membuka vagina-nya, entah mengapa dia lakukan itu, namun posenya itu membuat dia lebih merangsang saja,..Sementara tangannya yang satunya lagi terus merangkul, memeluk-ku.<br />
Kutarik tangan kanan ku dari punggulnya, kuremas payudara Vero yang membuat pemiliknya kembali melenguh erotis,..lenguhan yang membuat ku kian bernafsu untuk mengocok gadis ini makin liar,..<br />
” Srettt, Srettt , Plak, Plak,.. ” bunyi-bunyian yang sering terdengar karena sentuhan tubuh kami, belum lagi cairan vagina Vero yang terkadang merembes keluar melumasi penis-ku yang memungkinkanku untuk menyetubuhinya lebih cepat lagi..<br />
” Awwhh, pak….Ahhhh..” Vero tiba-tiba mencakar-ku, tubuhnya mengejang hebat, apalagi tangannya yang mencengkram tangan-ku, mencengkamnya hebat membuat tangan-ku sediki terluka karena kuku jarinya yang panjang,..<br />
Yang lebih dahsyat lagi adalah vaginanya yang seolah menjus penis-ku didalam sana, himpitan otot vaginanya seolah melumat penis-ku, kurasakan semburan hangat cairan vagina Vero yang menyentuh kepala penis-ku, terus membasahi batangnya hingga merembes keluar,.. Beberapa detik Vero menutup mata dengan tubuh yang bergetar,..<br />
” Hahhh, ahhh, hahhh..” dia mendesah dengan nafas yang memburu,..<br />
” Enak pak,.. ” Vero tersenyum genit,.” Lagi donk pak,..hehehe”<br />
Sebenarnya tak perlu komando darinya, begitu punggungnya yang sempat terangkat saat organsme tadi turun kebawah, langsung kuhantamkan lagi penisku keluar masuk dalam vaginanya,..Desahan Vero kembali membahana,..</p>
<p>Terus kugali vaginanya beberapa menit, tak secepat tadi memang namun masih dapat kuakali dengan penetrasi pendek, ya hanya kepala penis dan sebagian kecil penisku yang masuk, ternyata itu cukup membuat Vero blingsatan dan berusaha menggoyangkan pinggulnya, menginginkan penterasi yang lebih dalam..<br />
” Ahhhh, ahhhh, bapak,.. jahat ahhh.. ” Rengeknya, namun aku tak tak perduli aku berfikir unuk mendapatkan kepuasan maksimal darinya, aku gak mau buru-buru keluar,..<br />
Kuciumi lagi puting payudaranya yang besar itu, kuremas dengan tangan-ku, kutarik-tarik lah puting payudaranya yang sudah mengeras itu, kujilati, kuhisapi sesekali mengunyahnya, bukan rahasia umum, kalau sebenarnya wanita lebih menyukai payudara bagian bawahnya untuk dijilati,..aku tahu itu dari istriku,..</p>
<p>Maka kugerakan lidahku menjilati payudara bagian bawah Veronica, Vronica langsun menggelinjang nikmat begitu lidahku ini, menjelajah payudara bagian bawahnya,.. kuciumi payudara putihnya yang sekal, bagian bawahnya begitu merangsang, Bulat sempurna,..sementara aku masih melakukan penetrasi di muka vaginanya,..<br />
” Ughhh, pak..ahh,.. ” Veronica terus melenguh, melenguh keenakan, wajahnya kian merangsang, apalagi melihat matanya yang merem melek itu, sementara dari bibir mungilnya suara lolongan desahan nikmat terus saja keluar,..<br />
Setelah kurasakan sedikit sudah tenang kusodokan penisku dalam-dalam pada vaginanya, kali ini dengan seluruh tenaga yang ada ditubuh orang tua ini, Vero langsung melolong dahsyat,..<br />
Vagina-nya kembali mengejang, lelehan cairan cintanya kembali menerpa penisku, tubuhnya bergetar, meski tak sehebat tadi, namun aku tahu dengan pasti mahasiswiku in kembali mencapai puncak kenikmatannya,..<br />
Sayang beribu sayang, dasar tubuh ini sudah tua, aku tak sanggup bertahan lebih lama lagi. Remasan yang seolah memijat penisku di dalam vaginanya, membuat penis ini seketika meledak, melelehlah sperma orang tua ini dalam vagina Vero,..<br />
Banyak sekali, tabungan 5 tahun,..Vero tampak kaget merasakan cairan sperma yang meloncat dalam leher vaginanya, aku pun sungguh tak menduganya, kami hanya tertegun saja, aku hanya diam entah apa yang ada dalam benak-ku saat itu, perasan bersalah atau apalah,..<br />
Kudiamkan saja penisku dalam vagina-nya, hingga kembali mengecil dan keluar dengan sendirinya, sementara Vero hanya diam menatap langit-langit ruang dosen, entah memikirkan apa, rambutnya sudah tak karuan,.. demikian juga dengan keaadan ruang kerja-ku,.. berantakan tak karuan,..</p>
<p>Aku tertegun saja, kembali duduk di kursi-ku, tanpa busana, langit senja berganti dengan langit malam, sebuah petir menyambar membelah heningnya suasana, kami masih diam beberapa menit, hingga Vero kembali berbicara,..<br />
” Bapak, bisa bantuin Vero kan ?? ” Dia bertanya,..<br />
Aku diam saja, memikirkan cara untuk membantunya,..Namun pikiran jahat dari mana yang muncul, berusaha aku untuk menepis semua kebusukan pikiran ini,.. Dia seusia anak-ku, akutak mau anak-ku seperti ini,..<br />
Sebuah petir kembali menyambar,..diiringi derasnya hujan,.Hal yang langka diawal musim kemarau ini,..<br />
” Kalo segini sich belum cukup,.. ” Aku bahkan tak percaya ini meluncur dari mulut-ku,..Vero sampai tertegun mendengarnya,..Aku berdiri mendekatinya,..Kuraih dagu muridku, kucium bibir mungilnya itu,..<br />
Vero mendorong-ku,..Tak ingin lagi dia dicium oleh-ku,..<br />
” Bapak mau apa ?? ” Vero bertanya, nadanya ketakutan,..<br />
” Bapak Cuma mau lagi… “<br />
Kudorong dia ke meja kerjaku, kali ini menungging,.. Dia berontak menghindari sergapan-ku,..namun ternyata aku masih bisa menggungulinya dengan tubuh tua ini, penisku kembali mengencang,..Kudorong paksa penisku masuk dalam vagina-nya,..<br />
” Oughhh,..ahhhh.. ” pemiliknya menjerit tertahan, menahan sakit,..<br />
Wajahnya seolah marah menatap-ku,namun aku tak perduli, aku terus memacu penisku dalam vaginanya, vaginanya pun masih memijitu seperti tadi, bukti dia tak 100% menolak aku menyetubuhinya,..<br />
Aku terus mengerjainya dari belakang, kedua tangannya kutarik kebelakang, mencegah dia berontak atau memukulku, itu membuat dia tak dapat bersandar pada meja kerjaku,<br />
Vero tetap mendesah hebat seperti tadi,..rambutnya terurai tak beraturan…<br />
Di depan meja-ku adalah meja Bu Ratih, di belakangnya ada kaca berukuran besar, wajah Vero terpantul disana, matanya seolah marah padaku, aku tak perduli aku hanya ingin menikmati Mahasiswi cantik-ku ini lebih lama,..</p>
<p>Aku yang salah, atau dia yang salah ??<br />
Salahkah aku sebagai seorang dosen ?? kenapa dosen tak boleh bermain seks dengan orang lain. seolah dosen tidak bisa meluapkan birahi yang berlebihan, apakah seolain dosen boleh melakukan seks sepuasnya??</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-seks-seorang-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

