<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; tante genit</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-genit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Panjang Aku dan Mbak Yeyen</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-panjang-aku-dan-mbak-yeyen/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-panjang-aku-dan-mbak-yeyen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Aug 2010 12:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[diperkosa tante]]></category>
		<category><![CDATA[pemerkosaan tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante binal]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante genit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin selama ini cerita pengalaman diperkosa milik seorang wanita saja, tapi tahu kah anda, bahwa banyak sekali ternyata cerita dewasa dari pengakuan banyak pemuda bahwa mereka pemuda laki-laki ternyata menjadi korban perkosaan beberapa tante atau wanita dewasa. namun karena tidak ada keterbukaan, sehinga cerita pemerkosaan seolah hanya milik perempuan belaka. Namaku Ian, tinggal di salah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin selama ini cerita pengalaman diperkosa milik seorang wanita saja, tapi tahu kah anda, bahwa banyak sekali ternyata <strong>cerita dewasa</strong> dari pengakuan banyak pemuda bahwa mereka pemuda laki-laki ternyata menjadi korban perkosaan beberapa tante atau wanita dewasa. namun karena tidak ada keterbukaan, sehinga <a href="http://cerita.modelperawan.com/pemerkosaan-abg/">cerita pemerkosaan</a> seolah hanya milik perempuan belaka.</p>
<p>Namaku Ian, tinggal di salah satu kota besar di Jawa Barat. Yang kuceritakan disini adalah kejadian waktu aku masih duduk di kelas 1 SMA. Keluargaku tinggal di sebuah komplek perumahan yang cukup jauh dari pusat kota, sehingga suasana antar warganya masih akrab dan cukup dekat satu sama lain.</p>
<p>Semuanya bermula ketika keluargaku menggaji seorang pembantu yang bernama Yeyen. Dia merupakan pembantu yang digaji perhari, banyak keluarga di komplek kami yang menggunakan jasanya. Suatu ketika, aku sedang memberi makan kucingku ketika bel pintu berbunyi, aku segera melihat siapa yang datang, ternyata Mbak Yeyen.<br />
&#8220;Halo Ian, ada siapa di rumah?&#8221; tanya Mbak Yeyen.<br />
&#8220;Oh Mbak, kirain siapa. Mama Papa kan jam segini belum pulang Mbak..&#8221; jawabku sambil mempersilahkan dia masuk.<br />
&#8220;Oh gitu, kalo sendirian aja biar skalian Mbak temenin aja, kamu lagi apa?&#8221; tanya Mbak Yeyen lagi sambil langsung menuju dapur, aku mengikuti dari belakang sambil memandang pantat Mbak Yeyen yang montok. Hari ini dia memakai sweater hitam yang dipadu dengan rok coklat sepanjang betis.<br />
&#8220;Ga lagi ngapa2in Mbak..&#8221; jawabku.<br />
&#8220;Ya udah Mbak nyuci dulu ya.&#8221; katanya lagi.<br />
Aku hanya mengangguk dan pergi ke kamarku main Playstation.</p>
<p>Beberapa jam kemudian aku capek dan mulai tertidur. Tiba2 Mbak Yeyen masuk ke kamarku hanya dengan mengenakan handuk yang dililitkan ke badannya. Aku terbangun karena suara pintu yang terbuka.<br />
&#8220;Ian, mama kamu punya hair dryer nggak?&#8221; tanyanya, sambil mengacak2 rambutnya yang basah didepan cermin besar di kamarku.<br />
&#8220;Mama sih punya Mbak, cuman Ian ga tau tempatnya dimana.&#8221; aku berbaring kembali. Mbak Yeyen memang biasa mandi dan makan di rumahku apabila orangtuaku sedang tidak ada, malah kadang2 dia membawa teman2nya untuk nonton DVD, masak apa yang ada di kulkas, hingga tidur2an di kamar Mama sambil ngegosip.<br />
&#8220;Yah, kalo gini rambut Mbak bakal lama keringnya dong.&#8221;<br />
Aku tidak menjawab. Tiba2 Mbak Yeyen melemparkan tubuhnya ke ranjang, tepat disebelahku sambil tertawa.<br />
&#8220;Uaah, Mbak ikut nungguin disini ya..&#8221; katanya. Lipatan handuknya terlepas tapi Mbak Yeyen tidak berusaha merapikannya. Payudaranya yang besar terlihat jelas. Aku bengong, soalnya baru pertama kali itu aku melihat payudara seorang wanita.<br />
&#8220;Heh kamu ngeliatin apa?&#8221; canda Mbak Yeyen.<br />
&#8220;Dadanya Mbak Yeyen gede..&#8221; ucapku polos.<br />
&#8220;Bagus nggak? Kamu suka?&#8221; tanya Mbak Yeyen lagi. Tapi tanpa menunggu jawabanku tiba2 Mbak Yeyen mendekap kepalaku ke payudaranya sambil tertawa2.<br />
&#8220;Nih Ian, isep..! Isep..!&#8221; candanya. Sementara aku tidak bisa bergerak karena Mbak Yeyen menindihku. Aku hampir tidak bisa bernapas. Mbak Yeyen terus membekapku dengan payudaranya, seringkali putingnya yang coklat dipaksakan memenuhi mulutku. Kira2 10 menit Mbak Yeyen berbuat begitu, aku yang tidak tahu apa2 bingung sendiri melihat Mbak Yeyen mulai keringatan dan napasnya terengah engah.<br />
&#8220;Ian, buka bajunya dong!&#8221; kata Mbak Yeyen sambil berjalan menuju pintu dan menguncinya.<br />
&#8220;Ian ga mau, malu sama Mbak!&#8221; aku mulai ketakutan karena tidak mengerti apa yang terjadi dan kenapa Mbak Yeyen berperilaku aneh. Aku melompat dari ranjang dan berlari menuju pintu, berusaha membukanya meski aku tahu itu percuma karena kunci pintu sudah disimpan Mbak Yeyen di atas lemari yang sulit kujangkau.<br />
&#8220;Udah sini kamu!&#8221; bentak Mbak Yeyen sambil mengangkat tubuhku, aku hanya bisa meronta2 tak berdaya. Lalu Mbak Yeyen membantingkan tubuhku ke atas ranjang, aku sesak, tapi Mbak Yeyen tak peduli, dia langsung menindih kakiku tepat dilutut, celanaku dipelorotkan, bajuku dibuka paksa sehingga kancing2 bajuku berhamburan di lantai. Tiap kali aku mencoba bangun, Mbak Yeyen mendorongku kembali, malah kadang2 dia menamparku sambil membentak2 menyuruhku berbaring.</p>
<p>Aku ketakutan sekali sehingga aku pasrah dan hanya bisa menangis. Mbak Yeyen mengocok penisku dan kadang2 mengulumnya sampai keseluruhan penisku masuk ke dalam mulutnya, jari2 tangan kirinya bermain2 di vaginanya. Kira2 15 menit kemudian, dia berjongkok diatasku dan mulai mengarahkan penisku yang menegang ke dalam vaginanya. Aku benar2 bingung dan tidak mengerti apapun, yang kurasakan hanya kenikmatan yang luarbiasa ketika penisku masuk seluruhnya ke dalam liang vagina Mbak Yeyen.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Ahh..&#8221; Mbak Yeyen mendesah sementara pinggulnya bergoyang2, kadang memutar, kadang naik turun. Tanganku ditarik sedemikian rupa sehingga memegang payudaranya.<br />
&#8220;Cepetan remes..! Yang kuat remesnya tolol!&#8221; bentak Mbak Yeyen, aku sudah meremas sekuat tenaga tapi telapak tanganku tidak mampu menjangkau seluruh payudaranya. Plaak!! Mbak Yeyen kembali menamparku.<br />
&#8220;Aaah.. Mau keluar niihh..!&#8221; Mbak Yeyen mempercepat gerakannya, badanku yang jauh lebih kecil dari Mbak Yeyen terombang ambing mengikuti gerakannya. Meski ketakutan, aku tidak bisa berbohong kalau rasanya nikmat sekali, seperti mau kencing tapi beda. Akhirnya aku hanya memejamkan mata ketika spermaku keluar. Mbak Yeyen menyadari aku keluar, dan dia makin mempercepat gerakannya sambil tertawa2.<br />
&#8220;Oooh&#8230;! Hahaha enak kan? Aah&#8230;! Nnngh..! Mbak juga mau keluar..!&#8221; sehabis bicara begitu tubuh Mbak Yeyen bergetar dan sedetik kemudian dia mendesah kencang.<br />
&#8220;Aaaahhh&#8230;!! Nikmatt..!&#8221; desahnya sementara </p>
<p>Bersambung, <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> ini cukup panjang, nantikan saja sambungan cerita nya dalam postingan berikutnya. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-panjang-aku-dan-mbak-yeyen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tante Stella</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Dec 2009 19:19:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris]]></category>
		<category><![CDATA[klitoris tante]]></category>
		<category><![CDATA[merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante genit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Diceritakan dalam kisah panas ini, adalah seorang pemuda yang awalnya takut berdekatan dengan wanita, namun karena sebuah pengalaman bertemu seorang tante cantik, dia pun akhirnya berani dan bisa kelewat bernafsu dengan lawan jenis. berikut selengkapnya. Kisah ini berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diceritakan dalam kisah panas ini, adalah seorang pemuda yang awalnya takut berdekatan dengan wanita, namun karena sebuah pengalaman bertemu seorang tante cantik, dia pun akhirnya berani dan bisa kelewat bernafsu dengan lawan jenis. berikut selengkapnya.</p>
<p><img title="Tante Cantik" src="http://www.nangaspace.com/upload/2009-11-16-10-10.jpg" alt="Tante Girang cantik, tante Bugil, tante girang" width="120" height="300" /><br />
Kisah ini berlangsung ketika saya kuliah di suatu kota ternama di Jawa tengah sekitar tahun 1992. Sebagai mahasiswa pendatang, saya hidup sederhana, karena memang kiriman dari<span id="more-235"></span> orangtua yang bekerja sebagai tentara terkadang kurang untuk memenuhi kebutuhan saya. Menurut teman-teman, saya termasuk pria simpatik, dengan kemampuan berpikir cemerlang, biasanya saya dipanggil Rudy.</p>
<p>Kurang dari 6 bulan saya belajar di kota ini, cukup banyak tawaran dari beberapa teman untuk memberikan les privat matematika dan IPA bagi adik-adik mereka yang masih duduk di sekolah lanjutan. Keberuntungan datang bertubi-tubi, bahkan tawaran datang dari bunga kampus kami, sebut saja Indah untuk memberikan les privat bagi adiknya yang masih duduk di kelas 2 SLTP swasta ternama di kota dimana saya kuliah.</p>
<p>Keluarga Indah adalah keluarga yang sangat harmonis, ayahnya bekerja sebagai kepala kantor perwakilan (Kakanwil) salah satu departemen, berumur kurang lebih 46 tahun, sementara itu ibunya, biasa saya panggil Tante Stella, adalah ibu rumah tangga yang sangat memperhatikan keluarganya. Konon kabarnya Tante Stella adalah mantan ratu kecantikan di kota kelahirannya, dan hal ini amat saya percayai karena kecantikan dan bentuk tubuhnya yang masih sangat menarik diusianya yang ke 36 ini. Adik Indah murid saya bernama Noni, amat manja pada orangtuanya, karena Tante Stella selalu membiasakan memenuhi segala permintaannya.</p>
<p>Dalam satu minggu, saya harus memberikan perlajaran tambahan 3 kali buat Nona, walaupun sudah saya tawarkan bahwa waktu pertemuan tersebut dapat dikurangi, karena sebenarnya Nona cukup cerdas, hanya sedikit malas belajar. Tetapi Tante Stella malah menyarankan untuk memberikan pelajaran lebih dari yang sudah disepakati dari awalnya.</p>
<p>Setiap saya selesai mengajar, Tante Stella selalu menunggu saya untuk membicarakan perkembangan anaknya, tekadang ekor matanya saya tangkap menyelidik bentuk badan saya yang agak bidang menurutnya. Melewati satu bulan saya mengajar Noni, hubungan saya dengan Tante Stella semakin akrab.</p>
<p>Suatu ketika, kira-kira bulan ketiga saya mengajar Noni, saya datang seperti biasanya jam 16:00 sore. Saya mendapati rumah Bapak Gatot sepi tidak seperti biasanya, hanya tukang kebun yang ada. Karena sudah menjadi kewajiban, saya berinisiatif menunggu Noni, minimal selama waktu saya mengajar. Kurang lebih 45 menit menunggu, Tante Stella datang dengan wajah cerah sambil mengatakan bahwa Noni sedang menghadiri pesta ulang tahun salah seorang temannya, sehingga hari itu saya tidak perlu mengajar. Tetapi Tante Stella tetap minta saya menunggu, karena ada sesuatu yang harus dibicarakan dengan saya.</p>
<p>Ketika Tante Stella memanggil untuk masuk ke dalam rumahnya, alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Stella telah memakai baju yang sangat seksi. Yah, memang badannya cukup seksi, karena walaupun sudah mulai berumur, Tante Stella masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam &#8220;BL&#8221; seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut saya mempunyai tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira-kira 36B.</p>
<p>Mula-mula saya tidak menaruh curiga sama sekali, pembicaraan hanya berkisar masalah perkembangan pendidikan Noni. Tetapi lama kelamaan sejalan dengan cairnya situasi, Tante Stella mulai bercerita tentang kesepiannya di atas ranjang. Terus terang saya mulai bingung mengimbangi pembicaraan ini, saya hanya terdiam, sambil berhayal entah kamana.<br />
&#8220;Rud, kamu lugu sekali yah..?&#8221; tanya Tante Stella.<br />
&#8220;Agh.. Tante bisa aja deh, emang biar nggak lugu harus gimana..?&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Yah.. lebih dewasa Dong..!&#8221; tegasnya.<br />
Lalu, tiba-tiba tangan Tante Stella sudah memegang tangan saya duluan, dan tentu saja saya kaget setengah mati.</p>
<p>&#8220;Rud.. mau kan tolongin Tante..?&#8221; tanya si Tante dengan manja.<br />
&#8220;Loh.. tolongin apalagi nih Tante..?&#8221; jawab saya.<br />
&#8220;Tolong puaskan Tante, Tante kesepian nih..!&#8221; jawab si Tante.<br />
Astaga, betapa kagetnya saya mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Stella yang memiliki rambut sebahu. Saya benar-benar tidak membayangkan kalau ibu bunga kampus saya, bahkan ibu murid saya sendiri yang meminta seperti itu. Memang tidak pernah ada keinginan untuk &#8220;bercinta&#8221; dengan Tante Stella ini, karena selama ini saya menganggap dia sebagai seorang ibu yang baik dan bertanggung jawab.<br />
&#8220;Wah.. saya harus memuaskan Tante dengan apa dong..?&#8221; tanya saya sambil bercanda.<br />
&#8220;Yah.. kamu pikir sendirilah, kan kamu sudah dewasa kan..?&#8221; jawabnya.</p>
<p>Lalu akhirnya saya terbawa nafsu setan juga, dan mulai memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas-remas payudaranya yang masih montok itu. <a href="http://cerita.modelperawan.info">Tante</a> Stella juga tidak mau kalah, dia langsung meremas-remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tidak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini.</p>
<p>Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu, Tante Stella menarik saya ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya, dia langsung melucuti semua baju saya, pertama-tama dia melepas kemeja saya sambil menciumi dada saya. Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya, sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia ingin melepaskan celana Levi&#8217;s saya. Dan akhirnya dia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.</p>
<p>&#8220;Wah.. Rud, gede juga nih punya kamu..&#8221; kata si Tante sambil bercanda.<br />
&#8220;Masa sih Tante..? Perasaan biasa-biasa saja deh..!&#8221; jawab saya.<br />
Dalam keadaan saya berdiri dan Tante Stella yang sudah jongkok di depan saya, dia langsung menurunkan celana dalam saya dan dengan cepatnya dia memasukkan batang kemaluan saya ke dalam mulutnya. Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini saya merasakan oral seks. Setelah dia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian saya mulai memberanikan diri untuk bereaksi.</p>
<p>Sekarang gantian saya yang ingin memuaskan si Tante. Saya membuka bajunya dan kemudian saya melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba-tiba libido seks saya menjadi semakin besar. Saya langsung menciumi payudaranya sambil meremas-remas, sementara itu Tante Stella terlihat senangnya bukan main. Lalu saya membuka BH hitamnya, dan mulailah saya menggigit-gigit putingnya yang sudah mengeras.<br />
&#8220;Oghh.. saya merindukan suasana seperti ini Rud..!&#8221; desahnya.<br />
&#8220;Tante, saya belum pernah gituan loh, tolong ajarin saya yah..?&#8221; kata saya.</p>
<p>Karena saya sudah bernafsu sekali, akhirnya saya mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian saya membuka celana dalamnya yang berwarna hitam. Terlihat jelas klitoris-nya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basah sekali di antara bulu-bulu halusnya. Lalu saya mulai menjilat-jilat kemaluan si Tante dengan pelan-pelan.<br />
&#8220;Ogh.. Rud, pintar sekali yah kamu <a href="http://cerita.modelperawan.info/tag/merangsang/">merangsang</a> Tante..&#8221; dengan suara yang mendesah.<br />
Tidak terasa, tahu-tahu rambutku dijambaknya dan tiba-tiba tubuh Tante mengejang dan saya merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata dia orgasme! Memang berbau aneh sih, karena berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apa pun tentunya sudah tidak menjadi masalah.</p>
<p>Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinya saya rasakan, dan nikmatnya benar-benar luar biasa. Mulut Tante menjilati kemaluan saya yang sudah mulai basah dan begitupun mulut saya yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Stella sekarang meminta saya untuk memasukkan batang kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya.<br />
&#8220;Rud.. ayoo Dong, sekarang masukin yah, Tante sudah tidak tahan nih..!&#8221; pinta si Tante.<br />
&#8220;Wah.. saya takut kalo Tante hamil gimana..?&#8221; tanya saya.<br />
&#8220;Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang-tenang aja deh..!&#8221; sambil berusaha meyakinkan saya.</p>
<p>Benar-benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya saya nekad memasukkan kemaluan saya ke dalam lubang kemaluannya. Oghh, nikmatnya.. Setelah akhirnya masuk, saya melakukan gerakan maju-mundur dengan pelan.<br />
&#8220;Ahh.. dorong terus Dong Rud..!&#8221; pinta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.<br />
Mendengar desahannya, saya menjadi semakin nafsu, dan saya mulai mendorong dengan kencang dan cepat. Sementara itu tangan saya asyik meremas-remas payudaranya, sampai tiba-tiba tubuh Tante Stella mengejang kembali. Astaga, ternyata dia orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p>Dan kemudian kami berganti posisi, saya di bawah dan dia di atas saya. Posisi ini adalah idaman saya kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan saya ini memang tidak salah, benar-benar saya merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, tangan saya tetap sibuk meremas payudaranya lagi.<br />
&#8220;Oh.. oh.. nikmat sekali Rudy..!&#8221; teriak si Tante.<br />
&#8220;Tante.. saya kayaknya sudah mau keluar nih..!&#8221; kata saya.<br />
&#8220;Sabar yah Rud.. tunggu sebentar lagi, Tante juga udah mau keluar lagi nih..!&#8221; jawab si Tante.</p>
<p>Akhirnya saya tidak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani saya di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante.<br />
&#8220;Arghh..!&#8221; teriak Tante Stella.<br />
Tante Stella kemudian mencakar pundak saya, sementara saya memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot-otot kemaluannya benar-benar meremas batang kemaluan saya.</p>
<p>Setelah itu kami berdua letih, tanpa disadari kami telah sejam bersenggama, saya akhirnya bangun. Saya memakai baju saya kembali dan menuju ke ruang keluarga. Ketika melihat Tante Stella dalam keadaan telanjang menuju ke dapur, mungkin dia sudah biasa seperti itu, entah kenapa, tiba-tiba sekarang giliran saya yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang. Tanpa bekata-kata, saya langsung memeluk Tante Stella dari belakang, dan mulai lagi meremas-remas payudaranya dan pantatnya yang montok serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk saya dengan erat.</p>
<p>&#8220;Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya..?&#8221; kataya sambil tertawa kecil.<br />
&#8220;Agh.. Tante bisa aja deh..!&#8221; jawab saya sambil menciumi bibirnya kembali.<br />
Karena sudah terlalu nafsu, saya mengajaknya untuk sekali lagi bersenggama, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Stella, kali ini saya langsung membuka celana dan baju saya kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di ruang keluarga. Karena keadaan tempat kurang nyaman, maka kami hanya melakukannya dengan gaya dogie style.</p>
<p>&#8220;Um.. dorong lebih keras lagi dong Rud..!&#8221; desahnya.<br />
Semakin nafsu saja saya mendengar desahannya yang menurut saya sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokan saya kepada si Tante, sementara itu tangan saya menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat saya jangkau.<br />
&#8220;Rud.. mandi yuk..!&#8221; pintanya.<br />
&#8220;Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin saya yah..?&#8221; jawab saya.</p>
<p>Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi saya duduk di atas closed, dan kemudian saya menarik Tante Stella untuk menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.<br />
&#8220;Hm.. nikmat sekali jilatanmu Rud.. agghh..!&#8221; desahnya.<br />
&#8220;Rud.. kamu sering-sering ke sini Rud..!&#8221; katanya dengan nafas memburu.<br />
Setelah puas menjilatinya, saya angkat Tante Stella agar duduk di atas saya, dan batang kemaluan saya kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya. Kali ini rasa nikmatnya lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat saya akhirnya &#8220;KO&#8221; kembali. Saya mengeluarkan air mani ke dalam lubang kemaluannya. Tante Stella kemudian menjilati kemaluan saya yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.</p>
<p>Setelah selesai mandi, saya pamit pulang karena baru tersadar bahwa perbuatan saya amat berbahaya bila diketahui oleh Bapak Gatot, Indah teman sekampus saya, apalagi Noni murid saya itu. Sampai sekarang kami masih sering bertemu dan melakukan persetubuhan, tetapi tidak pernah lagi di rumah, Tante memesan kamar hotel berbintang dan kami bertemu di sana.</p>
<p>Dan setelah kejadian itu, aku menjadi lebih berani dengan cewek, aku merasa aku bisa menjadi lelaki yang umumnya tanpa harus minder dan lain sebagainya, sungguh pengalaman bersama tante merubah keberanianku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-stella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nikmatnya Tubuh Keponakanku</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-keponakanku/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-keponakanku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Oct 2009 16:44:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[keponakanku merangsang]]></category>
		<category><![CDATA[ku entot keponakanku]]></category>
		<category><![CDATA[ml dengan keponakan]]></category>
		<category><![CDATA[tante genit]]></category>
		<category><![CDATA[tante ngentot keponakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Cerita seks kali ini bukan lagi cerita seks dengan ibu mertua, tapi kini adalah cerita panas dengan cewek ranum, eh cowok ranum , bercinta dengan keponakan, mungkin kedengarannya emang serem, awalnya demikian, tapi semakin dibaca semua bisa kita petik pelajaran dari cerita ini. Aku masih terbaring dengan mata sulit dipejamkan, agak terusik hatiku hari ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cerita seks kali ini bukan lagi cerita seks dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/seks-dengan-mertua/">ibu mertua</a>, tapi kini adalah cerita panas dengan <a href="http://cerita.modelperawan.com/tubuh-evi-yang-ranum/">cewek ranum</a>, eh cowok ranum <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  , bercinta dengan keponakan, mungkin kedengarannya emang serem, awalnya demikian, tapi semakin dibaca semua bisa kita petik pelajaran dari cerita ini.</p>
<p><img title="Cewek Binal" src="http://a323.yahoofs.com/coreid/49be75dai1977zul3sp1/2xolAH8wd6Ilut5_C26R0nTM/1/tn96.jpg?ciA4aFLBpoA22c_q" alt="Foto Cewek Binal" width="96" height="96" />Aku masih terbaring dengan mata sulit dipejamkan, agak terusik hatiku hari ini, sore tadi sepulang kerja aku berpapasan dengan Dino, juga saat makan malam di meja makan bersama sama dengan suamiku dan anak-anak, sebagai wanita dewasa, aku dapat dengan jelas melihat bagaimana sinar mata Dino memandangku, bukan sebagai tantenya, dan bukan hanya memandangku sebagai wanita yang menarik sebagai obyek sex, tapi lebih dari itu aku melihat sinar mata seorang laki – laki yang jatuh cinta pada seorang wanita.</p>
<p>Hal ini tidak boleh terjadi&#8230;.aku harus dapat merubahnya, aku senang menggunakan Dino<span id="more-188"></span> sebagai obyek yang menarik untuk melampiaskan dan mendapatkan kepuasan sex, tapi tidak boleh lebih dari itu dan pemuda lugu berusia 20 tahun itu menanggapiku terlalu jauh.</p>
<p>Otakku terus berputar menyusun langkah dan rencana serta strategi yang harus kulakukan.</p>
<p>Aku pulang cepat hari ini, tadi aku sempat menelpon ke HP Dino bertanya jam berapa kuliahnya selesai.</p>
<p>Rumah dalam keadaan sepi, Bibik sedang ‘dipinjam’ oleh sepupuku membantu istrinya menyiapkan hidangan untuk arisan mereka, dan anak &#8211; anak juga dibawa karena sepupuku juga punya anak sebaya dengan anak anakku dan mereka cukup akrab, sementara suamiku belum akan pulang hingga tengah malam nanti.</p>
<p>“Tante mandi dulu ya Din&#8230;” kataku tersenyum saat melihat Dino sudah dirumah, Nampak segar dengan kaos dan celana jeans, terlihat kalau ia baru selesai mandi..</p>
<p>“Duduklah Din&#8230;., Tante ingin bicara” kataku setelah selesai mandi dan duduk di sofa di ruang keluarga, siang ini aku hanya mengenakan daster denga kancing didepan, dan untuk satu dan lain sebab, aku tak mengenakan apapun lagi dibaliknya.</p>
<p>“I..iya tante..” jawab Dino dan duduk disofa di hadapanku&#8230;<br />
“jangan duduk disitu..sini&#8230;disebelah tante&#8230;” kataku meminta yang diturutinya tanpa membantah.</p>
<p>“Din&#8230;..Dino..apa yang terjadi dan apa yang kita lakukan, tante sangat berterima kasih&#8230;”kataku memulai percakapan. “Sejauh ini kita hanya melakukan..tanpa pernah banyak bicara dan tante sangat menghargai kamu tidak banyak bertanya, bisa menjaga rahasia” kataku melanjutkan, sementara pemuda itu hanya berdiam diri mendengarkan.<br />
“Tapi&#8230;..Din&#8230;tante tidak bermaksud merusak masa depanmu, tante tak bermaksud agar kamu membaktikan diri dan hidupmu pada tante” kataku dengan suara yang agak serak untuk kemudian kulanjutkan lagi “apa yang terjadi hanyalah sex semata Din&#8230;., tante ingin kamu punya pacar, punya kehidupan pribadi juga..kalaupun kita melakukan ‘itu’ hanyalah untuk saling melepaskan dahaga&#8230;atau tepatnya kamu membantu tante memenuhi apa yang tante inginkan.., kalau kamu berpikir bahwa kita akan saling jatuh cinta..kamu salah&#8230;.itu tidak boleh&#8230;, tante menikmati dirimu dan kamu juga boleh menikmati tubuh tante&#8230;.hanya sampaiu disitu&#8230;bagimana..?, kalau kamu bisa memenuhi komitmen yang tante ini, kita mungkin masih akan meneruskan permainan kita, tapi kalau tidak dan kamu terlalu menggunakan perasaan kamu&#8230;.lebih baik kita hentikan.., tante tidak mau kamu terluka&#8230;” kataku mengakhiri.<br />
“Tapi..Dino sayang pada tante&#8230;” jawabnya polos.<br />
“Ehmm.. itu harus..sebagai keponakan kepada tantenya&#8230;, tapi bukan sebagai pria kepada wanita yang dicintainya&#8230;.,”jawabku.<br />
“Dino..mengerti tante..”jawabnya lirih</p>
<p>“Mm..terima kasi Din&#8230;”kataku lagi.<br />
“Tante ambil minum ya&#8230;” kataku sambil beranjak berdiri.<br />
“Biar &#8230;Dino yang ambil tante..” katanya cepat<br />
“Ssshh&#8230;kamu tunggu disini” kataku cepat sambil mendorongnya kembali duduk&#8230;</p>
<p>Sambil berjalan kedapur aku tersenyum..dan otakku sudah merencanakan hal lain lagi.</p>
<p>Saat kembali dari dapur dengan tangan membawa gelas&#8230;.dan menyadari penuh kalau rumah dalam keadaan kosong, semua sudah terkunci saat aku masuk tadi, aku kembali tanpa mengenakan daster yang tadi kutanggalkan di dapur, dengan telanjang bulat aku berjalan ke ruang keluarga dan karena sofa yang diduduki Dino membelakangi pintu dia tak melihat kalau tantenya berjalan tanpa sehelai benanpun sambil membawa gelas&#8230;.</p>
<p>“Mmm&#8230;mau air putih atau susu Din&#8230;” tanyaku<br />
“Apa saja tante..yang mudah saja&#8230;: jawab Dino masih belum menoleh.<br />
“Kalau mau air putih..ini&#8230;tapi kalau susu kamu harus ambil sendiri” kataku dengan suara manja.<br />
Entah suaraku atau kata kataku yang membuat Dino menoleh.. dan matanya hampir lepas saat ia melihatku&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Sesaat kemudian kami berpelukan dan kurasakan bibirnya menekan bibirku, dengan lidah kubuka bibirnya dan lidahku meneruskan memasuki mulutnya semntara tangannya mencoba meremas payudaraku, tanganku juga tak tinggal diam bergerak menurunkan retsleting jeans yang dikenakannya.</p>
<p>Aku lalu melepaskan diri dari pelukan pemuda itu, duduk disofa dan kusuruh Dino berdiri dihadapanku&#8230;dengan sekali tarik kuturunkan jeans yang dipakainya termasuk celana dalamnya dan batang kemaluan pemuda itu kini berdiri dengan pongahnya mengarah kewajahku.</p>
<p>“Mmh..batangmu bagus sekali Din&#8230;”kataku lembut, dan Dino tanpa disuruh melepaskan kaos yang dipakainya, kini dia juga telah telanjang bulat.. berdiri dihadapanku dengan batang kemaluannya tegak berjarak beberapa centi dari wajahku.</p>
<p>Kali ini suasana agak berbeda, kami tidak terlalu terburu – buru seperti sebelumnya dan aku benar benar ingin menikmati batang kemaluan pemuda ini sepenuhnya&#8230;</p>
<p>Dengan lidah kutelusuri batang kemaluan itu dari lubang diujungnya hingga pangkalnya hingga basah dengan cairan liurku, sesaat kemudian..cairan bening mulai nampak di ujung batang kemaluan itu dan lidahku menjilatnya dengan setengah menghisap..hmm..tahukah kalau cairan bening saat laki laki terangsang itu sangat lezat&#8230;? kepala kemaluan itu kini ada dalam mulutku dan dengan satu tangan memegang batang yang keras dan penuh otot itu, semantara tangan yang lain memegang buah zakarnya, aku mulai mengulum dan menghisapnya, lidahku berputar dibagian bawah kepala kemaluan itu dan aku mulai memaju mundurkan kepalaku dengan teratur, tanganku juga mengocok seirama dengan gerakan kepalaku dan tanganku yang lain meremas dan mengusap lembut buah zakarnya.</p>
<p>Dino hanya bisa mengerang&#8230;melenguh dan berdesis penuh nikmat hingga akhirnya dengans etengah berteriak ia berkata “ tante&#8230;..tan&#8230;.Dino mau keluar &#8230;aduh&#8230;..”</p>
<p>Aku meneruskan gerakanku dan saat aku merasa batang kemaluan pemuda itu mulai berdenyut semakin keras dan terasa kepala kemaluannya membesar kulepaskan dari mulutku, ku pegang dan tetap kuarahkan kemulutku..”Keluarkan Din&#8230;keluarkan..dan kukocok semakin cepat “Aaaaahhhhhh&#8230;&#8230;&#8230;Tante&#8230;.aaahhhh&#8230;&#8230;.keluaa aaarrr&#8230;” Dino berusaha memegang kepalaku setengah mendorong kepalaku agar kemaluannya berada dalm mulutku lagi namun aku bertahan dan ‘sreett’ semprotan pertama keluar langsung masuk mulutku yang berjarak kurang dari lima centi dan terbuka disusul dengan semprotan kedua masih dalam mulutku.., semprotan ketiga kuarahkan kedadaku dan kumajukan badanku..batang kemaluan pemuda itu kugosokkan kepayudaraku hingga sisa sperma yang disemprotkannya membasahi dadaku&#8230;berkilauan dibawah sinar lampu..sementara yang masuk kemulutku entah sejak kapan sudah habis kutelan&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Aku berdiri, kutarik tangan Dino dank mi melangkah kearah kamar tidur Dino, aku langsung telentang ditengah ranjang, dan dengan pinggul kuganjal bantal, Dino merangkak dan menindih tubuhku, lidahnya menerobos memasuki mulutku, lidah kami berpilin, bibir kami saling memagut dan sesaat kemudian lidahnya mulai mengembara, kepalanya bergerak turun, putting payudaraku menjadi target berikutnya dan dengan satu tangan meremas mulutnya berganti menjilat dan mengulum putingku ganti berganti kiri dan kanan, ditengah erangan dan dengusan nafasku yang semakin memburu lidahnya merambat lagi kebawah, menelusuri lembut perutku&#8230;.terus kebawah hingga akhirnya mencapai kemaluanku.</p>
<p>Dengan kedua kakiku terpentang lebar Dino memperoleh akses seluas luasnya mengexplorasi kemaluanku, lidahnya bergerak, menjilat, mengecup dan memasuki lubang kemaluanku, dan setelah menemukan clitorisku, bibirnya mengatup&#8230;menghisap dan menyedot lembut clitoris yang sangat sensitif itu, kepalanya kupegang dengan kedua tanganku sementara pinggulku melonjak &#8211; lonjak dan berputar karena dorongan rangsangan yang luar biasa yang kurasakan.</p>
<p>“Din&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.sssh&#8230;&#8230;&#8230;.auuuhhh&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;..aaaahhh&#8230;&#8230;.”, lenguhan dan erangan dengan nafasku yang semakin cepat membuatnya semakin bersemangat, dan setelah bibirnya melepaskan clitorisku..Dino tak berhenti&#8230;dengan tangan kekarnya pantatku didorongnya keatas dan kakiku juga naik tinggi&#8230;dan kurasakan sekarang lidahnya menyerbu anusku, lidahnya menjilat dan aku berteriak keras “aaah..Din&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.aduuuhhhh&#8230;sssshhhhh&#8230;&#8230; &#8230;.”saat lidahnya bukan hanya menjilat bahkan menerobos masuk ke anusku dan itu masih ditambah dengan sebuah jari yang tiba tiba memasuki lubang kemaluanku.</p>
<p>Aku tak tahan lagi, setengah menjambak rambutnya aku menariknya keatas dan kini wajahnya yang sangat basah dengan cairan dari kemaluanku berhadapan dengan wajahku, dengan mata sayu aku hanya berkata lirih&#8230;. “masukkan Din&#8230;Tante sudah tidak tahan lagi&#8230;&#8221;, tanganku memegang batang kemaluannya yang sudah keras lagi dan mengarahkan tepat kelubang kemaluanku.</p>
<p>Perlahan dan pasti dengan gerakan lembut namun mantap Dino menekankan pinggulnya kebawah dan setelah kepala kemaluannya masuk&#8230;batangnya menyusul dengan cepat dan blesss&#8230;&#8230;.seluruh batang kemaluan sepanjang delapan belas centi itu memasuki kemaluanku yang telah amat sangat basah hingga buah zakarnya membentur bibir kemaluanku dan kakiku menjawab dengan menepit pinggang pemuda itu dan saat ia memompaku..seluruh pinggulku ikut terangkat naik&#8230; dan turun saat ia menurunkan pinggulnya.</p>
<p>Entah berapa lama kami dalam posisi ini&#8230;dengan gerakan yang semakin teratur&#8230;batang kemaluan yang besar itu masuk..keluar&#8230;dan masuk lagi kedalam kemaluanku..aku dapat merasakan betapa dinding kemaluanku berdenyut dan berkontraksi menerima gerakan dan nafas kami semakin memburu dan semakin cepat&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Saat batang kemaluannya ditarik aku merasakan betapa kepalanya seakan menggaruk dinding kemaluanku dan saat ditekan masuk, mulut rahimku yang tersentuh memberi sensasi kejutan seperti listrik yang menyetroom ku dan aku mulai tak tahan..</p>
<p>“Din..tante mulai tak tahan Din&#8230;&#8230;&#8230;. aaaah&#8230;&#8230;..cepat Din&#8230;cepat&#8230;&#8230;&#8230;cepaaaaat..” aku setengat berteriak, setengah merintih dan Dino mempercepat gerakannya memompa dan mulai mendengus..batangnya mulai terasa berdenyut dahsyat&#8230;dan “Tante&#8230;&#8230;.Dino mau keluar&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;”<br />
“Keluarin Din&#8230;..penuhi tante dengan sperma kamu&#8230;&#8230;.Dinooooooooooooo” aku berteriak saat ia menghunjamkan kemaluannya dalam &#8211; dalam dan kakiku menjepit pinggangnya sekuat tenaga dan aku merasakan gelombang kenikmatan yang amat panjang menerpaku dan Dino yang dengan kekuatan pemuda 20 tahun tetap bergerak cepat dan &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..sekali lagi kemaluannya menghunjam dalam diiringi erangan yang juga terdengar sangat keras “Tante&#8230;&#8230;&#8230;..sssh&#8230;&#8230;.keluar&#8230;uuuh&#8230;&#8230;&#8230; &#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..” aku meraskan cairan hangat menerpa bagian dalam kemaluanku memberikan satu gelombang lagi dalam orgasme yang sedang kurasakan dan batang kemaluan Dino terasa berdenyut dan berdenyut menyemburkan spermanya dalam kemaluanku menembus hingga sangat jauh kedalam.</p>
<p>Kami terdiam beberapa lama&#8230;.masih sambil berpelukan dan saat Dino berguling dari atas tubuhku&#8230;terdengar suara ‘plop’ ketika kepala kemaluannya terlepas dari kemaluanku dan untuk beberapa saat kami terdiam..berbaring telentang mengatur nafas masing – masing..</p>
<p>Aku berbalik miring..memandang wajah pemuda itu&#8230;..kubelai wajahnya dan aku berkata lirih..”Terima kasih Din&#8230;..tante..puas sekali”<br />
“Ah,..tante..Dino yang berterima kasih..Tante hebat sekali&#8230;” jawabnya</p>
<p>Aku mengecup matanya dan berusaha bangkit&#8230;, saat akan kuambil tissue disamping ranjang Dino sudah bergerak lebih cepat..”Tante..biar dino yang bersihin ya&#8230;.” katanya dan tanpa menunggu jawabanku tangannya bergerak lembut membersihkan kemaluanku dari lendir dan cairan yang memenuhinya.</p>
<p>“Sini..gantian..” kataku memanggilnya, aku lalu duduk dan kupegang kemaluannya yang masih lemas dan sangat basah itu.</p>
<p>Dengan mataku lurus menatap matanya, aku memasukan batang kemaluan yang masih lemas itu dalam mulutku, lalu mulai menjilatinya, membersihkan dari cairan lendir, gabungan spermanya dan cairan kemaluanku&#8230;dan saat kurasakan kemaluan itu..mulai berdenyut..menunjukan tanda akan ‘hidup’lagi..aku melepaskannya&#8230;, aku tahu waktu tak mengijinkan &#8230;anak muda seperti Dino akan bertahan lama sekali setelah dua kali mengeluarkan sperma sebanyak itu.</p>
<p>Dino lalu memelukku lembut dan aku bersandar didadanya, tangannya mengusap rambutku dan usapan tangan pemuda itu menimbulkan getaran halus dan sensasi yang menyenangkan..namun aku tahu kalau aku harus konsekwen dengan kata &#8211; kataku tadi sebelum kita bersetubuh dan sebuah rencana yang telah kupikirkan akhirnya kulontarkan, “Din&#8230;.kamu mau tahu nggak apa fantasi tante..?” tanyaku<br />
“Mmmh..apa yang tante fantasikan.., mana Dino tahu..”jawabnya<br />
“Ih&#8230;tapi jangan anggap tante aneh..ya..?”<br />
“nggak&#8230;..Tante boleh bilang apa saja kok ke Dino” katanya meyakinkanku<br />
“Ok..deh&#8230;hi..hi..Tante tuh ingin merasakan kalau sekaligus ada dua batang seperti ini rasanya kayak apa ya..?” kataku sambil tertawa kecil dan meremas batang kemaluannya</p>
<p>“maksud Tante&#8230;?” tanya Dino agak schok.<br />
“Iya..kalau sekaligus ada dua cowok kayak kamu ..gimana ya&#8230;rasanya” kataku lagi menegaskan<br />
“Wah&#8230;ini&#8230;.Dino nggak tahu tante..”jawabnya kali ini, setengah tidak percaya setengah bingung.</p>
<p>Aku bangkit&#8230;.mengecup bibirnya&#8230;”kapan kapan kamu ajak temanmu ya&#8230;kita bikin sex party..” kataku perlahan.., karena dasterku didapur aku berjalan telanjang bulat, keluar kamar ke dapur lalu dengan menyampirkan daster dipundakku aku menuju kamar mandi.., bersiap menunggu kepulangan anak anakku.</p>
<p>jalan panjang hidup ini kadang tidak pernah tau akan kemana tujuannya, mungkin pelaku diatas pun demikian, kita sebagai pembaca semoga dapat mengambil hikmah dari cerita dewasa diatas, sambil mencoba introspeksi diri, banyak <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/">cerita pemerkosaan</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/">cerita tante girang</a>, dan cerita lain yang mungkin sama alurnya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/nikmatnya-tubuh-keponakanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

