<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cerita Dewasa &#187; tante girang bugil</title>
	<atom:link href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang-bugil/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cerita.modelperawan.com</link>
	<description>Cerita seks terlengkap dan cerita dewasa terbaru</description>
	<lastBuildDate>Tue, 10 Aug 2010 02:37:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Enaknya Memek Tante Girang</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 16:59:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[foto tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[memek]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[ngentot]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[toket tante]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari cewek cina, cewek india dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Memek tante?? waw.. dengernya aja pengen liat, fenomena tante girang semakin menjadi trend di indonesia, komunitasnya semakin terbuka dari <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-pemerkosaan-cewek-cina/">cewek cina</a>, <a href="http://cerita.modelperawan.com/bercinta-dengan-cewek-india/">cewek india</a> dan cewek indonesia asli, dan tante tante girang merasa tak perlu lagi untuk menyebunyikan diri bahwa dia adalah seorang tante girang yang butuh brondong. dari beberapa penelusuran di internet, di dapatkan beberapa foto yang di sebut tante girang, berikut foto-foto nya :</p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/mslaoli/RmObfr_xc7I/AAAAAAAAAuw/ha44L7IDIpc/s800/200531423273186053.jpg" alt="Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang cantik" width="208" height="300" /></p>
<p><img title="Tante girang" src="http://lh3.ggpht.com/bestchinagirl/Rwz19XjVHJI/AAAAAAAAH7c/VrbO1-BNUm0/s800/1475970.jpg" alt="info tante girang, foto tante girang, tante girang bugil, tante bugil, tante cantik" width="208" height="300" /><br />
Tante Lidia<span id="more-202"></span></p>
<p><img title="Tante girang cantik" src="http://lh4.ggpht.com/soberz.net/RsEL62oblbI/AAAAAAAAAJY/rNRCXKgNEj0/s800/ar6355635.jpg" alt="toket tante girang, Memek tante girang, tante girang bugil, tante girang" width="208" height="300" /></p>
<p>Ngentot Memek Basah Tante. Sebagai seorang pemuda perantau yang masih lugu, aku ke Jawa untuk melanjutkan studi dan mengadu nasib Aku segera jilati memek tante Rina terutama bagian kelentitnya. &#8230; Aku bangkit, mengusap mulut aku yang basah oleh air memek tante Rina, lalu aku tindih Cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/ngentot/">ngentot</a> tante girang memek cantik asal Bandung ini sangat menegangkan namun mengasikan! gimana tidak setelah puas ngentot memek tante girang yang hot. pernahkan anda mengintip cewek mandi? jawabannya pasti pernah kan! ok berikut ada beberapa gambar Ngintip Memek Tante Girang Mandi! nampak di gambar seorang.</p>
<p>Diatas adalah kutipan dari hasil cerita <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> yang selama ini beredar di internet, banyak cerita-cerita dewasa yang beredar asli dari tante girang, baik secara langsung dikirim ke email kami ataupun melalui forum komunitas tante girang.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/enaknya-memek-tante-girang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tante Tetty seksi</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 18:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[kontol]]></category>
		<category><![CDATA[memek tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante]]></category>
		<category><![CDATA[tante bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>
		<category><![CDATA[tante seksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=193</guid>
		<description><![CDATA[Ngomongin tante girang selalu aja menarik, apalagi kalo di bumbui dengan cerita dewasa yang mampu membuat tensi naik turun. wow&#8230; cerita tante girang?? siapa yang gak senang baca??? nah kali ini akan aku berikan cerita seks menawan dari seorang tante yang seksi namanya tante tetty, bagi anda yang pernah baca mungkin bisa mengabaikan postingan ini, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ngomongin <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/tante-girang/">tante girang</a> selalu aja menarik, apalagi kalo di bumbui dengan<a href="http://cerita.modelperawan.com"> cerita dewasa</a> yang mampu membuat tensi naik turun. wow&#8230; <a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/">cerita tante girang</a>?? siapa yang gak senang baca??? nah kali ini akan aku berikan cerita seks menawan dari seorang tante yang seksi namanya tante tetty, bagi anda yang pernah baca mungkin bisa mengabaikan postingan ini, silahkan cari-cari postingan lain yang mungkin ceritanya blom kamu baca , ok!!</p>
<p>Hai, namaku Priambudhy Saktiaji, teman-teman memanggilku Budhy. Aku tinggal di Bogor, sebelah selatan Jakarta. Tinggiku sekitar 167 cm, bentuk wajahku tidak mengecewakan, imut-imut kalau teman-teman perempuanku bilang. Langsung saja aku mulai dengan pengalaman pertamaku ‘make love’ (ML) atau bercinta dengan seorang wanita. Kejadiannya waktu aku masih kelas dua SMA (sekarang SMU).</p>
<p>Saat itu sedang musim ujian, sehingga kami di awasi oleh guru-guru dari kelas yang lain. Kebetulan yang mendapat bagian mengawasi kelas tempatku ujian adalah seorang guru yang bernama Ibu Netty, umurnya masih cukup muda, sekitar 25 tahunan. Tinggi badannya sekitar 155 cm. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung, bentuk wajahnya oval dengan rambut lurus yang di potong pendek sebatas leher, sehingga memperlihatkan lehernya yang jenjang.</p>
<p>Yang membuatku sangat tertarik adalah tonjolan dua bukit payudaranya yang cukup besar, bokongnya yang sexy dan bergoyang pada saat dia berjalan. Aku sering mencuri pandang padanya dengan tatapan mata yang tajam, ke arah meja yang didudukinya. Kadang, entah sengaja atau tidak, dia balas menatapku sambil tersenyum kecil. Hal itu membuatku berdebar-debar tidak menentu. Bahkan pada kesempatan lain, sambil menatapku dan memasang senyumnya, dia dengan sengaja menyilangkan kakinya, sehingga menampakkan paha dan betisnya yang mulus.</p>
<p>Di waktu yang lain dia bahkan sengaja menarik roknya yang sudah pendek (di atas lutut, dengan belahan disamping), sambil memandangi wajahku, sehingga aku bisa melihat lebih dalam, ke arah selangkangannya. Terlihat gundukan kecil di tengah, dia memakai celana dalam berbahan katun berwarna putih. Aku agak terkejut dan sedikit mel<span id="more-193"></span>otot dengan ‘show’ yang sedang dilakukannya. Aku memandang sekelilingku, memastikan apa ada teman-temanku yang lain yang juga melihat pada pertunjukan kecil tersebut. Ternyata mereka semua sedang sibuk mengerjakan soal-soal ujian dengan serius. Aku kembali memandang ke arah Ibu Netty, dia masih memandangku sambil tersenyum nakal. Aku membalas senyumannya sambil mengacungkan jempolku, kemudian aku teruskan mengerjakan soal-soal ujian di mejaku. Tentu saja dengan sekali-kali melihat ke arah meja Ibu Netty yang masih setia menyilangkan kakinya dan menurunkannya kembali, sedemikian rupa, sehingga memperlihatkan dengan jelas selangkangannya yang indah.</p>
<p>Sekitar 30 menit sebelum waktu ujian berakhir, aku bangkit dan berjalan ke depan untuk menyerahkan kertas-kertas ujianku kepada Ibu Netty. &#8220;Sudah selasai?&#8221; katanya sambil tersenyum. &#8220;Sudah, bu….&#8221; jawabku sambil membalas senyumnya. &#8220;Kamu suka dengan yang kamu lihat tadi?&#8221; dia bertanya mengagetkanku. Aku menganggukkan kepalaku, kami melakukan semua pembicaraan dengan berbisik-bisik. &#8220;Apa saya boleh melihatnya lagi nanti?&#8221; kataku memberanikan diri, masih dengan berbisik. &#8220;Kita ketemu nanti di depan sekolah, setelah ujian hari ini selesai, ok?&#8221; katanya sambil tersenyum simpul. Senyum yang menggetarkan hatiku dan membuat tubuhku jadi panas dingin.</p>
<p>Siang itu di depan gerbang sekolah, sambil menenteng tasnya, bu Netty mendekati tempatku berdiri dan berkata, &#8220;Bud, kamu ikuti saya dari belakang&#8221; Aku mengikutinya, sambil menikmati goyangan pinggul dan pantatnya yang aduhai. Ketika kami sudah jauh dari lingkungan sekolah dan sudah tidak terlihat lagi anak-anak sekolah di sekitar kami, dia berhenti, menungguku sampai di sampingnya. Kami berjalan beriringan. &#8220;Kamu benar-benar ingin melihat lagi?&#8221; tanyanya memecah kesunyian. &#8220;Lihat apa bu?&#8221; jawabku berpura-pura lupa, pada permintaanku sendiri sewaktu di kelas tadi pagi. &#8220;Ah, kamu, suka pura-pura…&#8221; Katanya sambil mencubit pinggangku pelan. Aku tidak berusaha menghindari cubitannya, malah aku pegang telapak tangannya yang halus dan meremasnya dengan gemas. bu Netty balas meremas tanganku, sambil memandangiku lekat-lekat.</p>
<p>Akhirnya kami sampai pada satu rumah kecil, agak jauh dari rumah-rumah lain. Sepertinya rumah kontrakan, karena tidak terlihat tambahan ornamen bangunan pada rumah tersebut. Bu Netty membuka tasnya, mengeluarkan kunci dan membuka pintu. &#8220;Bud, masuklah. Lepas sepatumu di dalam, tutup dan kunci kembali pintunya!&#8221; Perintahnya cepat. Aku turuti permintaannya tanpa banyak bertanya. Begitu sampai di dalam rumah, bu Netty menaruh tasnya di sebuah meja, masuk ke kamar tanpa menutup pintunya. Aku hanya melihat, ketika dengan santainya dia melepaskan kancing bajunya, sehingga memperlihatkan BH-nya yang juga terbuat dari bahan katun berwarna putih, buah dadanya yang putih dan agak besar seperti tidak tertampung dan mencuat keluar dari BH tersebut, membuatnya semakin sexy, kemudian dia memanggilku. &#8220;Bud, tolong dong, lepasin pengaitnya…&#8221; katanya sambil membelakangiku. Aku buka pengait tali BH-nya, dengan wajah panas dan hati berdebar-debar. Setelah BH-nya terlepas, dia membuka lemari, mengambil sebuah kaos T-shirt berwarna putih, kemudian memakainya, masih dengan posisi membelakangiku. T-shirt tersebut terlihat sangat ketat membungkus tubuhnya yang wangi.</p>
<p>Kemudian dia kembali meminta tolong padaku, kali ini dia minta dibukakan risleting roknya! Aku kembali dibuatnya berdebar-debar dan yang paling parah, aku mulai merasa selangkanganku basah. Kemaluanku berontak di dalam celana dalam yang rangkap dengan celana panjang SMA ku. Ketika dia membelakangiku, dengan cepat aku memperbaiki posisi kemaluanku dari luar celana agar tidak terjepit. Kemudian aku buka risleting rok ketatnya. Dengan perlahan dia menurunkan roknya, sehingga posisinya menungging di depanku. Aku memandangi pantatnya yang sexy dan sekarang tidak terbungkus rok, hanya mengenakan celana dalam putihnya, tanganku meraba pantat bu Netty dan sedikit meremasnya, gemas.<br />
&#8220;Udah nggak sabar ya, Bud?&#8221; Kata bu Netty.<br />
&#8220;Maaf, bu, habis bokong ibu sexy banget, jadi gemes saya….&#8221;<br />
&#8220;Kalo di sini jangan panggil saya ‘bu’ lagi, panggil ‘teteh’ aja ya?&#8221;<br />
&#8220;Iya bu, eh, teh Netty&#8221;<br />
Konsentrasiku buyar melihat pemandangan di hadapanku saat ini, bu Netty dengan kaos T-shirt yang ketat, tanpa BH, sehingga puting susunya mencuat dari balik kaos putihnya, pusarnya yang sexy tidak tertutup, karena ukuran kaos T-shirt-nya yang pendek, celana dalam yang tadi pagi aku lihat dari jauh sekarang aku bisa lihat dengan jelas, gundukan di selangkangannya membuatku menelan ludah, pahanya yang putih mulus dan ramping membuat semuanya serasa dalam mimpi.<br />
&#8220;Gimana Bud, suka nggak kamu?&#8221; Katanya sambil berkcak pinggang dan meliuk-liukkan pinggulnya.<br />
&#8220;Kok kamu jadi bengong, Bud?&#8221; Lanjutnya sambil menghampiriku.<br />
Aku terdiam terpaku memandanginya ketika dia memeluk leherku dan mencium bibirku, pada awalnya aku kaget dan tidak bereaksi, tapi tidak lama. Kemudian aku balas ciuman-ciumannya, dia melumat bibirku dengan rakusnya, aku balas lumatannya. &#8220;Mmmmmmmmmhhhhhhhhhhh….&#8221; Gumamnya ditengah ciuman-ciuman kami. Tidak lama kemudian tangan kanannya mengambil tangan kiriku dan menuntun tanganku ke arah payudaranya, aku dengan cepat menanggapi apa maunya, kuremas-remas dengan lembut payudaranya dan kupilin-pilin putingnya yang mulai mengeras. &#8220;Mmmmhhhh….mmmmmhhhhh&#8221; Kali ini dia merintih nikmat. Aku usap-usap punggungnya, turun ke pinggangngya yang tidak tertutup oleh kaos T-shirtnya, aku lanjutkan mengusap dan meremas-remas pantatnya yang padat dan sexy, lalu kulanjutkan dengan menyelipkan jari tengahku ke belahan pantatnya, kugesek-gesek kearah dalam sehingga aku bisa menyentuh bibir vaginanya dari luar celana dalam yang dipakainya. Ternyata celana dalamnya sudah sangat basah. Sementara ciuman kami, berubah menjadi saling kulum lidah masing-masing bergantian, kadang-kadang tangannya menjambaki rambutku dengan gemas, tangannya yang lain melepas kancing baju sekolahku satu per satu. Aku melepas pagutanku pada bibirnya dan membantunya melepas bajuku, kemudian kaos dalam ku, ikat pinggangku, aku perosotkan celana panjang abu-abuku dan celana dalam putihku sekaligus. Bu Netty pun melakukan hal yang sama, dengan sedikit terburu-buru melepas kaos T-shirtnya yang baru dia pakai beberapa saat yang lalu, dia perosotkan celana dalam putihnya, sehingga sekarang dia sudah telanjang bulat.</p>
<p>Tubuhnya yang putih mulus dan sexy sangat menggiurkan. Hampir bersamaan kami selesai menelanjangi tubuh kami masing-masing, ketika aku menegakkan tubuh kembali, kami berdua sama-sama terpaku sejenak. Aku terpaku melihat tubuh polosnya tanpa sehelai benangpun. Aku sudah sering melihat tubuh telanjang, tetapi secara langsung dan berhadap-hapan baru kali itu aku mengalaminya. Payudaranya yang sudah mengeras tampak kencang, ukurannya melebihi telapak tanganku, sejak tadi aku berusaha meremas seluruh bulatan itu, tapi tidak pernah berhasil, karena ukurannya yang cukup besar. Perutnya rata tidak tampak ada bagian yang berlemak sedikitpun. Pinggangnya ramping dan membulat sangat sexy. Selangkangannya di tumbuhi bulu-bulu yang sengaja tidak dicukur, hanya tumbuh sedikit di atas kemaluannya yang mengkilap karena basah.</p>
<p>Tubuh telanjang yang pernah aku lihat paling-paling dari gambar-gambar porno, blue film atau paling nyata tubuh ABG tetanggaku yang aku intip kamarnya, sehingga tidak begitu jelas dan kulakukan cepat-cepat karena takut ketahuan. Kebiasaan mengintipku tidak berlangsung lama karena pada dasarnya aku tidak suka mengintip.</p>
<p>Sementara bu Netty memandang lekat kemaluanku yang sudah tegang dan mengeras, pangkalnya di tumbuhi bulu-bulu kasar, bahkan ada banyak bulu yang tumbuh di batang kemaluanku. Ukurannya cukup besar dan panjangnya belasan centi. &#8220;Bud, punyamu lumayan juga, besar dan panjang, ada bulunya lagi di batangnya&#8221; katanya sambil menghampiriku.</p>
<p>Jarak kami tidak begitu jauh sehingga dengan cepat dia sudah meraih kemaluanku, sambil berlutut dia meremas-remas batang kemaluanku sambil mengocok-ngocoknya lembut dan berikutnya kepala kemaluanku sudah dikulumnya. Tubuhku mengejang mendapat emutan seperti itu. &#8220;Oooohhhh…. enak teh….&#8221; rintihku pelan. Dia semakin bersemangat dengan kuluman dan kocokan-kocokannya pada kemaluanku, sementara aku semakin blingsatan akibat perbuatannya itu. Kadang dimasukkannya kemaluanku sampai ke dalam tenggorokannya. Kepalanya dia maju mundurkan, sehingga kemaluanku keluar masuk dari mulutnya, sambil dihisap-hisap dengan rakus. Aku semakin tidak tahan dan akhirnya…, jebol juga pertahananku. Spermaku menyemprot ke dalam mulutnya yang langsung dia sedot dan dia telan, sehingga tidak ada satu tetespun yang menetes ke lantai, memberiku sensasi yang luar biasa. Rasanya jauh lebih nikmat daripada waktu aku masturbasi.<br />
&#8220;Aaaahhhh… ooooohhhhh…. teteeeeehhhhh!&#8221; Teriakku tak tertahankan lagi.<br />
&#8220;Gimana? enak Bud?&#8221; Tanyanya setelah dia sedot tetesan terakhir dari kemaluanku.<br />
&#8220;Enak banget teh, jauh lebih enak daripada ngocok sendiri&#8221; jawabku puas.<br />
&#8220;Gantian dong teh, saya pengen ngerasain punya teteh&#8221; lanjutku sedikit memohon.<br />
&#8220;Boleh…,&#8221; katanya sambil menuju tempat tidur, kemudian dia merebahkan dirinya di atas ranjang yang rendah, kakinya masih terjulur ke lantai. Aku langsung berlutut di depannya, kuciumi selangkangannya dengan bibirku, tanganku meraih kedua payudaranya, kuremas-remas lembut dan kupilin-pilin pelan puting payudaranya yang sudah mengeras. Dia mulai mengeluarkan rintihan-rintihan perlahan. Sementara mulutku menghisap, memilin, menjilat vaginanya yang semakin lama semakin basah. Aku permainkan clitorisnya dengan lidahku dan ku emut-emut dengan bibirku.<br />
&#8220;Aaaaaahhhhh… ooooohhhhhh, Buuuuddddhyyyyy…, aku sudah tidak tahan, aaaaauuuuuhhhhhh!&#8221; Rintihannya semakin lama semakin keras. Aku sedikit kuatir kalau ada tetangganya yang mendengar rintihan-rintihan nikmat tersebut. Tetapi karena aku juga didera nafsu, sehingga akhirnya aku tidak terlalu memperdulikannya. Hingga satu saat aku merasakan tubuhnya mengejang, kemudian aku merasakan semburan cairan hangat di mulutku, aku hisap sebisaku semuanya, aku telan dan aku nikmati dengan rakus, tetes demi tetes. Kakinya yang tadinya menjuntai ke lantai, kini kedua pahanya mengapit kepalaku dengan ketat, kedua tangannya menekan kepalaku supaya lebih lekat lagi menempel di selangkangannya, membuatku sulit bernafas. Tanganku yang sebelumnya bergerilya di kedua payudaranya kini meremas-remas dan mengusap-usap pahanya yang ada di atas pundakku.</p>
<p>&#8220;Bud, kamu hebat, bikin aku orgasme sampai kelojotan begini, belajar darimana?&#8221; Tanyanya. Aku tidak menjawab, hanya tersenyum. Aku memang banyak membaca tentang hubungan sexual, dari majalah, buku dan internet. Sementara itu kemaluanku sudah sejak tadi menegang lagi karena terangsang dengan rintihan-rintihan nikmatnya bu Netty. Akupun berdiri, memposisikan kemaluanku didepan mulut vaginanya yang masih berkedut dan tampak basah serta licin itu.<br />
&#8220;Aku masukin ya teh?&#8221; Tanyaku, tanpa menunggu jawaban darinya, aku melumat bibirnya yang merekah menanti kedatangan bibirku.<br />
&#8220;Oooohhhh…&#8221; rintihnya,<br />
&#8220;Aaaahhhh…&#8221; kubalas dengan rintihan yang sama nikmatnya, ketika kemaluanku menembus masuk ke dalam vaginanya, hilanglah keperjakaanku. Kenikmatan tiada tara aku rasakan, ketika batang kemaluanku masuk seluruhnya, bergesekan dengan dinding vagina yang lembut, hingga ke pangkalnya. Bu Netty merintih semakin kencang ketika bulu kemaluanku yang tumbuh di batang kemaluanku menggesek bibir vagina dan clitorisnya, matanya setengah terpejam mulutnya menganga, nafasnya mulai tersenggal-senggal.<br />
&#8220;Ahh-ahh-ahh auuuu!&#8221; Kutarik lagi kemaluanku perlahan, sampai kepalanya hampir keluar. Kumasukkan lagi perlahan, sementara rintihannya selalu di tambah teriakan kecil, setiap kali pangkal batang kemaluanku menghantam bibir vagina dan clitorisnya. Gerakanku semakin lama semakin cepat, bibirku bergantian antara melumat bibirnya, atau menghisap puting payudaranya kiri dan kanan. Teriakan-teriakannya semakin menggila, kepalanya dia tolehkan kekiri dan kekanan membuatku hanya bisa menghisap puting payudaranya saja, tidak bisa lagi melumat bibirnya yang sexy.</p>
<p>Sementara itu pinggulnya dia angkat setiap kali aku menghunjamkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang kini sudah sangat basah, sampai akhirnya, &#8220;Buuudddhhyyyyyy…. aku mau keluar lagiiiiii… oooohhhhhh… aaahhhhh&#8221; teriakannya semakin kacau.<br />
Aku memperhatikan dengan puas, saat dia mengejan seperti menahan sesuatu, vaginanya kembali banjir seperti saat dia orgasme di mulutku. Aku memang sengaja mengontrol diriku untuk tidak orgasme, hal ini aku pelajari dengan seksama, walaupun aku belum pernah melakukan ML sebelum itu. Bu Netty sendiri heran dengan kemampuan kontrol diriku.</p>
<p>Setelah dia melambung dengan orgasme-orgasmenya yang susul- menyusul, aku cabut kemaluanku yang masih perkasa dan keras. Aku memberinya waktu beberapa saat untuk mengatur nafasnya. Kemudian aku memintanya menungging, dia dengan senang hati melakukannya. Kembali kami tenggelam dalam permainan yang panas.</p>
<p>Sekali lagi aku membuatnya mendapatkan orgasme yang berkepanjangan seakan tiada habisnya, aku sendiri karena sudah cukup lelah, kupercepat gerakanku untuk mengejar ketinggalanku menuju puncak kenikmatan. Akhirnya menyemburlah spermaku, yang sejak tadi aku tahan, saking lemasnya dia dengan pasrah tengkurap diatas perutnya, aku menjatuhkan diriku berbaring di sebelahnya.</p>
<p>Sejak kejadian hari itu, aku sudah tidak lagi melakukan masturbasi, kami ML setiap kali kami menginginkannya. Ketika aku tanya mengapa dia memilihku, dia menjawab, karena aku mirip dengan pacar pertamanya, yang membuatnya kehilangan mahkotanya, sewaktu masih SMA. Tapi bedanya, katanya lagi, aku lebih tahan lama saat bercinta (bukan GR lho). Saat kutanya, apa tidak takut hamil?, dengan santai dia menjawab, bahwa dia sudah rutin disuntik setiap 3 bulan.</p>
<p>sudah selesailah cerita seks ini, semoga bermanfaat buat anda sebagai perangsang sebelum anda bertempur dengan istri anda, sayangi istri anda untuk tidak coba-coba bertukar pasangan, bagi anda yang masih lajang, sayangi <a href="http://cerita.modelperawan.com/tag/kontol/">kontol</a> anda, jangan sampe masuk ke lubang yang salah, karena resikonya sangat kejam <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  bisa-bisa kontol anda di sunat 3 kali, <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  bisa abis dooong <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . sampai jumpa ya <img src='http://cerita.modelperawan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/tante-tetty-seksi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerita Tante Girang</title>
		<link>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/</link>
		<comments>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2009 19:14:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cerita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Setengah Baya]]></category>
		<category><![CDATA[cerita tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[no hp tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante cantik]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang]]></category>
		<category><![CDATA[tante girang bugil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cerita.modelperawan.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Tak ada yang bisa di ungkapkan selain dengan kata mujur, ya.. cerita kali ini adalah kemujuran bagi seorang laki-laki muda yang berkenalan dengan tante girang, dapat nomer hp tante girang, langsung ketemuan lagi dan akhirnya bisa ngentot tante girang. ceritanya gak datar, seru bikin jatung degdegan, cerita tante girang yang mungkin belum pernah anda baca. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak ada yang bisa di ungkapkan selain dengan kata mujur, ya.. cerita kali ini adalah kemujuran bagi seorang laki-laki muda yang berkenalan dengan tante girang, dapat nomer hp tante girang, langsung ketemuan lagi dan akhirnya bisa ngentot tante girang. ceritanya gak datar, seru bikin jatung degdegan, <strong>cerita tante girang</strong> yang mungkin belum pernah anda baca. berikut cerita lengkapnya.</p>
<p>Pada suatu siang sekitar jam 12-an aku berada di sebuah toko buku Gramedia di Gatot Subroto untuk membeli majalah edisi khusus, yang katanya sih edisi terbatas. Hari itu aku mengenakan kaos t-shirt putih dan celana katun abu-abu.</p>
<p>Sebenarnya potongan badanku sih biasa saja, tinggi 170 cm berat 63 kg, badan cukup tegap, rambut cepak. Wajahku biasa saja, bahkan cenderung terkesan sangar. Agak kotak, hidung biasa, tidak mancung dan tidak pesek, mataku agak kecil selalu menatap dengan tajam, alisku tebal dan jidatku cukup pas deh. Jadi tidak ada yang istimewa denganku.</p>
<p>Saat itu keadaan di toko buku tersebut tidak terlalu ramai, meskipun saat itu adalah jam makan siang, hanya ada sekitar 7-8 orang. Aku segera mendatangi rak bagian majalah. Nah, ketika aku hendak mengambil majalah tersebut ada tangan yang juga hendak mengambil majalah tersebut. Kami sempat saling merebut sesaat (sepersekian detik) dan kemudian saling melepaskan pegangan pada majalah tersebut hingga majalah tersebut jatuh ke lantai.</p>
<p>“Maaf..” kataku sambil memungut majalah tersebut dan memberikannya kepada orang tersebut yang ternyata adalah seorang wanita yang <span id="more-43"></span>berumur sekitar 37 tahun (dan ternyata tebakanku salah, yang benar 36 tahun), berwajah bulat, bermata tajam (bahkan agak berani), tingginya sama denganku (memakai sepatu hak tinggi), dan dadanya cukup membusung. “Busyet! molek juga nih ibu-ibu”, pikirku.</p>
<p>“Nggak pa-pa kok, nyari majalah X juga yah.. saya sudah mencari ke mana-mana tapi nggak dapet”, katanya sambil tersenyum manis.</p>
<p>“Yah, edisi ini katanya sih terbatas Mbak..”</p>
<p>“Kamu suka juga fotografi yah?”</p>
<p>“Nggak kok, cuma buat koleksi aja kok..”</p>
<p>Lalu kami berbicara banyak tentang fotografi sampai akhirnya,<br />
“Mah, Mamah.. Ira sudah dapet komiknya, beli dua ya Mah”, potong seorang gadis cilik masih berseragam SD.</p>
<p>“Sudah dapet Ra.. oh ya maaf ya Dik, Mbak duluan”, katanya sambil menggandeng anaknya.</p>
<p>Ya sudah, nggak dapat majalah ya nggak pa-pa, aku lihat-lihat buku terbitan yang baru saja.</p>
<p>Sekitar setengah jam kemudian ada yang menegurku.</p>
<p>“Hi, asyik amat baca bukunya”, tegur suara wanita yang halus dan ternyata yang menegurku adalah wanita yang tadi pergi bersama anaknya. Rupanaya dia balik lagi, nggak bawa anaknya.</p>
<p>“Ada yang kelupaan Mbak?”</p>
<p>“Oh tidak.”</p>
<p>“Putrinya mana, Mbak?</p>
<p>“Les piano di daerah Tebet”</p>
<p>“Nggak dianter?</p>
<p>“Oh, supir yang nganter.”</p>
<p>Kemudian kami terlibat pembicaraan tentang fotografi, cukup lama kami berbicara sampai kaki ini pegal dan mulut pun jadi haus.</p>
<p>Akhirnya mbak yang bernama Maya tersebut mengajakku makan fast food di lantai bawah. Aku duduk di dekat jendela dan Mbak Maya duduk di sampingku.</p>
<p>Harum parfum dan tubuhnnya membuatku konak. Dan aku merasa, semakin lama dia semakin mendekatkan badannya padaku, aku juga merasakan tubuhnya sangat hangat.</p>
<p>Busyet dah, lengan kananku selalu bergesekan dengan lengan kirinya, tidak keras dan kasar tapi sehalus mungkin. Kemudian, kutempelkan paha kananku pada paha kirinya, terus kunaik-turunkan tumitku sehingga pahaku menggesek-gesek dengan perlahan paha kirinya. Terlihat dia beberapa kali menelan ludah dan menggaruk-garukkan tangannya ke rambutnya. Wah dia udah kena nih, pikirku. Akhirnya dia mengajakku pergi meninggalkan restoran tersebut.</p>
<p>“Ke mana?” tanyaku.</p>
<p>“Terserah kamu saja”, balasnya mesra.</p>
<p>“Kamu tahu nggak tempat yang privat yang enak buat ngobrol”, kataku memberanikan diri, terus terang aja nih, maksudku sih motel.</p>
<p>“Aku tahu tempat yang privat dan enak buat ngobrol”, katanya sambil tersenyum.</p>
<p>Kami menggunakan taksi, dan di dalam taksi itu kami hanya berdiam diri lalu kuberanikan untuk meremas-remas jemarinya dan dia pun membalasnya dengan cukup hot. Sambil meremas-remas kutaruh tanganku di atas pahanya, dan kugesek-gesekkan. Hawa tubuh kami meningkat dengan tajam, aku tidak tahu apakah karena AC di taksi itu sangat buruk apa nafsu kami sudah sangat tinggi.</p>
<p>Kami tiba di sebuah motel di kawasan kota dan langsung memesan kamar standart. Kami masuk lift diantar oleh seorang room boy, dan di dalam lift tersebut aku memilih berdiri di belakang Mbak Maya yang berdiri sejajar dengan sang room boy. Kugesek-gesekan dengan perlahan burungku ke pantat Mbak Maya, Mbak Maya pun memberi respon dengan menggoyang-goyangkan pantatnya berlawanan arah dengan gesekanku. Ketika room boy meninggalkan kami di kamar, langsung kepeluk Mbak Maya dari belakang, kuremas-remas dadanya yang membusung dan kucium tengkuknya. “Mmhhh.. kamu nakal sekali deh dari tadi.. hhm, aku sudah tidak tahan nih”, sambil dengan cepat dia membuka bajunya dan dilanjutkan dengan membuka roknya. Ketika tangannya mencari reitsleting roknya, masih sempat-sempatnya tangannya meremas batanganku.</p>
<p>Dia segera membalikkan tubuhnya, payudaranya yang berada di balik BH-nya telah membusung. “Buka dong bajumu”, pintanya dengan penuh kemesraan. Dengan cepat kutarik kaosku ke atas, dan celanaku ke bawah. Dia sempat terbelalak ketika melihat batang kemaluanku yang sudah keluar dari CD-ku. Kepala batangku cuma 1/2 cm dari pusar. Aku sih tidak mau ambil pusing, segera kucium bibirnya yang tipis dan kulumat, segera terjadi pertempuran lidah yang cukup dahsyat sampai nafasku ngos-ngosan dibuatnya.<br />
Sambil berciuman, kutarik kedua cup BH-nya ke atas (ini adalah cara paling gampang membuka BH, tidak perlu mencari kaitannya). Dan bleggh.., payudaranya sangat besar dan bulat, dengan puting yang kecil warnanya coklat dan terlihat urat-uratnya kebiruan. Tangan kananku segera memilin puting sebelah kiri dan tangan kiriku sibuk menurunkan CD-nya. Ketika CD-nya sudah mendekati lutut segera kuaktifkan jempol kaki kananku untuk menurunkan CD yang menggantung dekat lututnya, dan bibirku terus turun melalui lehernya yang cukup jenjang. Nafas Mbak Maya semakin mendengus-dengus dan kedua tangannya meremas-remas buah pantatku dan kadang-kadang memencetnya.</p>
<p>Akhirnya mulutku sampai juga ke buah semangkanya. Gila, besar sekali.. ampun deh, kurasa BH-nya diimpor secara khusus kali. Kudorong tubuhnya secara perlahan hingga kami akhirnya saling menindih di atas kasur yang cukup empuk. Segera kunikmati payudaranya dengan menggunakan tangan dan lidahku bergantian antara kiri dan kanan. Setelah cukup puas, aku segera menurunkan ciumanku semakin ke bawah, ketika ciumanku mencapai bagian iga, Mbak Maya menggeliat-geliat, saya tidak tahu apakah ini karena efek ciumanku atau kedua tanganku yang memilin-milin putingnya yang sudah keras. Dan semakin ke bawah terlihat bulu kemaluannya yang tercukur rapi, dan wangi khas wanita yang sangat merangsang membuatku bergegas menuju liang senggamanya dan segera kujilat bagian atasnya beberapa kali.<br />
Kulihat Mbak Maya segera menghentak-hentakkan pinggulnya ketika aku memainkan klitorisnya. Dan sekarang terlihat dengan jelas klitorisnya yang kecil. Dengan rakus kujilat dengan keras dan cepat. Mbak Maya bergoyang (maju mundur) dengan cepat, jadi sasaran jilatanku nggak begitu tepat, segera kutekan pinggulnya. Kujilat lagi dengan cepat dan tepat, Mbak Maya ingin menggerak-gerakkan pinggulnya tapi tertahan. Tenaga pinggulnya luar biasa kuatnya. Aku berusaha menahan dengan sekuat tenaga dan erangan Mbak Maya yang tadinya sayup-sayup sekarang menjadi keras dan liar. Dan kuhisap-hisap klitorisnya, dan aku merasa ada yang masuk ke dalam mulutku, segera kujepit diantara gigi atasku dan bibir bawahku dan segera kugerak-gerakkan bibir bawahku ke kiri dan ke kanan sambil menarik ke atas. Mbak Maya menjerit-jerit keras dan tubuhnya melenting tinggi, aku sudah tidak kuasa untuk menahan pinggulnya yang bergerak melenting ke atas. Terasa liang kewanitaannya sangat basah oleh cairan kenikmatannya. Dan dengan segera kupersiapkan batanganku, kuarahkan ke liang senggamanya dan, “Slebbb…” tidak masuk, hanya ujung batanganku saja yang menempel dan Mbak Maya merintih kesakitan.</p>
<p>“Pelan-pelan Ndi”, pintanya lemah.</p>
<p>“Ya deh Mbak”, dan kuulangi lagi, tidak masuk juga. Busyet nih cewek, sudah punya anak tapi masih kayak perawan begini. Segera kukorek cairan di dalam liang kewanitaannya untuk melumuri kepala kemaluanku, lalu perlahan-lahan tapi pasti kudorong lagi senjataku.</p>
<p>“Aarrghh.. pelan Ndi..” Busyet padahal baru kepalanya saja, sudah susah masuknya. Kutarik perlahan, dan kumasukan perlahan juga.</p>
<p>Pada hitungan ketiga, kutancap agak keras. “Arrhhghh…” Mbak Maya menjerit, terlihat air matanya meleleh di sisi matanya.</p>
<p>“Kenapa Mbak, mau udahan dulu?” bisikku padda Mbak Maya setelah melihatnya kesakitan.</p>
<p>“Jangan Ndi, terus aja”, balasnya manja.</p>
<p>Kemudian kumainkan maju mundur dan pada hitungan ketiga kutancap dengan keras. Yah, bibir kemaluannya ikut masuk ke dalam. Wah sakit juga, habis sampai bulu kemaluannya ikut masuk, bayangkan aja, bulu kemaluan kan kasar, terus menempel di batanganku dan dijepit oleh bibir kewanitaan Mbak Maya yang ketat sekali.</p>
<p>Dengan usaha tiga hitungan tersebut, akhirnya mentok juga batanganku di dalam liang senggama Mbak Maya. Terus terang saja, usahaku ini sangat menguras tenaga, hal ini bisa dilihat dari keringatku yang mengalir sangat deras.</p>
<p>Setelah Mbak Maya tenang, segera senjataku kugerakkan maju mundur dengan perlahan dan Mbak Maya mulai menikmatinya. Mulai ikut bergoyang dan suaranya mulai ikut mengalun bersama genjotanku. Akhirnya liang kewanitaan Mbak Maya mulai terasa licin dan rasa sakit yang diakibatkan oleh kasar dan lebatnya bulu kemaluannya sedikit berkurang dan bagiku ini adalah sangat nikmat.</p>
<p>Baru sekitar 12 menitan menggenjot, tiba-tiba dia memelukku dengan kencang dan, “Auuwwww….”, jeritannya sangat keras, dan beberapa detik kemudian dia melepaskan pelukannya dan terbaring lemas.</p>
<p>“Istirahat dulu Mbak”, tanyaku.</p>
<p>“Ya Ndi.. aku ingin istirahat, abis capek banget sich.. Tulang-tulang Mbak terasa mau lepas Ndi”, bisiknya dengan nada manja.<br />
“Oke deh Mbak, kita lanjutkan nanti aja..”, balasku tak kalah mesranya.</p>
<p>“Ndi, kamu sering ya ginian sama wanita lain..”, pancing Mbak Maya.</p>
<p>“Ah nggak kok Mbak, baru kali ini”, jawabku berbohong.</p>
<p>“Tapi dari caramu tadi terlihat profesional Ndi, Kamu hebat Ndi..<br />
Sungguh perkasa”, puji Mbak Maya.</p>
<p>“Mbak juga hebat, lubang surga Mbak sempit banget sich.., padahal kan Mbak udah punya anak”, balasku balik memuji.</p>
<p>“Ah kamu bisa aja, kalau itu sich rahasia dapur”, balasnya manja.</p>
<p>Kamipun tertawa berdua sambil berpelukan.</p>
<p>Tak terasa karena lelah, kami berdua tertidur pulas sambil berpelukan dan kami kaget saat terbangun, rupanya kami tertidur selama tiga jam. Kami pun melanjutkan permainan yang tertunda tadi. Kali ini permainan lebih buas dan liar, kami bercinta dengan bermacam-macam posisi. Dan yang lebih menggembirakan lagi, pada permainan tahap kedua ini kami tidak menemui kesulitan yang berarti, karena selain kami sudah sama-sama berpengalaman, ternyata liang senggama Mbak Maya tidak sesempit yang pertama tadi, mungkin karena sudah ditembus oleh senjataku yang luar biasa ini sehingga kini lancarlah senjataku memasuki liang sorganya. Tapi permainan ini tidak berlangsung lama karena Mbak Maya harus cepat-cepat pulang menemui anaknya yang sudah pulang dari les piano. Tapi sebelum berpisah kami saling memberikan alamat dan nomer telepon sehingga kami bisa bercinta lagi di lain saat dengan tenang dan damai.</p>
<p><a href="http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/">Cerita tante girang</a> selalu menarik untuk anda, mungkin menjadi referensi untuk trik mendekati tante girang, atau cara mendekati tante girang, cara kenalan dengan tante girang dan cara-cara lain yang mungkin anda kurang fahami dalam komunitas tante girang. Sekian <a href="http://cerita.modelperawan.com">cerita dewasa</a> kali ini. semoga bermanfaat buat anda.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cerita.modelperawan.com/cerita-tante-girang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
